Home Blog Page 6279

Kosta Rika Berharap lanjutkan Kejutan

Keylor Navas akan memimpin Kosta Rika di Rusia.
Keylor Navas akan memimpin Kosta Rika di Rusia.

SUMUTPOS.CO – Kosta Rika menjadi kejutan yang bersinar di Piala Dunia 2014. Mereka berhasil lolos ke perempat final di Brasil. Namun sayangnya tumbang lewat adu penalti dari Belanda.

Namun, banyak juga yang menyebut Kosta Rika tak akan bisa mengulang momen indah tersebut apalagi melampaui prestasi mereka empat tahun lalu. Tapi, Pasukan Oscar Ramirez tak peduli, mereka bertekad mematahkan prediksi tu sekali lagi.

Tak mungkin rasanya suatu tim lolos ke Piala Dunia karena faktor keberuntungan saja. Perlu kerja keras dan semangat juang untuk menggapainya. Kosta Rika sudah membuktikan hal tersebut dalam tiga laga uji coba terakhir. Mereka mampu meraih dua menang dan sekali kalah.

Saat menghadapi Skotlandia, Kosta Rika menang 1-0. catatan yang bisa diambil dari laga ini adalah bahwa pertahanan mereka sangat susah untuk ditembus. Sementara itu di laga ujicoba kedua menghadapi Tunisa, Mereka kalah tipis 1-0. Mental pemain sempat jatuh setelah laga tersebut. Akan tetapi mereka tak berlarut dalam kesedihan. Bryan Ruiz dkk, bangkit di laga uji coba ketiga dan menang 3-0 saat menghadapi Irlandia Utara.

Mereka pun mampu melalui 16 besar dan melenggang ke perempat final, setelah merebut kemenangan adu tos-tosan dengan juara Eropa 2004, Yunani. Penampilan perdana Los Ticos di babak utama Piala Dunia sendiri terjadi pada 1990 di Italia. Kala itu, langkah mereka terhenti di 16 besar. Kemudian pada penampilan Piala Dunia 2002 dan 2006, mereka terhenti di penyisihan grup. (bbs/don)

Swiss Pantas Diperhitungkan

Xherdan Shaqiri
Xherdan Shaqiri

SUMUTPOS.CO – Swiss salah satu tim yang dianggap bisa mendampingi Brasil ke babak selanjutnya. La Nati punya rekam jejak bagus di Piala Dunia.

Menghuni peringkat keenam dunia pada rilis terbaru FIFA pada ­pertengahan Mei 2018, tentunya membuat Swiss tak bisa ­diremeh­kan pada Piala Dunia 2018.

Apalagi, Swiss menjadi salah satu negara yang konsisten mengikuti pentas kejuaraan sepak bola tertinggi empat tahunan tersebut sejak 2006.

Artinya, tim asuhan Vladimir Petkovic ini tak pernah absen sejak Piala Dunia 2006 Jerman, Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, Piala Dunia 2014 Brasil, dan sekarang Piala Dunia 2018 Rusia. Bah­kan, pada 2006 dan 2014 mereka bisa melaju ke babak 16 Besar.

Untuk itu, Swiss mengincar raihan lebih baik pa­da Piala Dunia 2018 Rusia, yakni minimal babak perempat final.

Pelatih Vladimir Petkovic mengatakan, target itu dicanangkan karena dia ingin Swiss mengulang kejayaan Swiss pa­da Piala Dunia 1934 dan 1938 yang bisa melaju hingga perempat final.

“Tantangan kami sangat besar dan kami harus lebih baik lagi dari turnamen-turnamen sebelumnya. Jadi, kami wajib bekerja keras dan menjaga performa agar bisa memenuhi target tersebut,” ucap Petkovic seperti yang dilaporkan Reuters.

Sejak Piala Dunia kali pertama digelar, Swiss tercatat sudah 10 kali tampil di kejuaraan sepakbola empat tahunan tersebut. Dari keseluruhan penampilannya, Swiss berhasil tiga kali mencapai perempat final, yakni pada 1934, 1938 dan saat menjadi tuan rumah 1954.

Dalam perjalanannya di fase kualifikasi grup zona Eropa, Swiss tampak begitu nyaman. Tim besutan Vladimir Petkovic ini begitu gagah dengan 100 persen kemenangan di sembilan pertandingan pertamanya. Namun, di laga kesepuluh atau yang terakhir, Swiss akhirnya takluk juga. Menelan kekalahan dari Portugal, Swiss pun menempati peringkat kedua. Sama-sama memiliki poin 27 dengan Portugal, Swiss kalah dalam selisih gol.

Swiss beruntung bisa terbang ke Rusia, setelah unggul agregat 1-0 atas Irlandia Utara di babak playoff. Satu-satunya gol Swiss dicetak melalui penalti kontroversial Ricardo Rodriguez.

Swiss akan mengandalkan sejumlah bintang seperti Xherdan Shaqiri. Selain punya kemampuan di atas rata-rata, ia juga telah menyumbangkan 20 gol untuk timnas senior Swiss. Salah satunya adalah lima gol di babak kualifikasi Piala Dunia 2018. Stephan Lichtsteiner, dan Roman Buerki. (bbs/don)

Penebusan Samba

Neymar

SUMUTPOS.CO – Bicara Piala Dunia tentu tak lengkap tanpa membicarakan Brasil. Tim Samba adalah satu-satunya negara yang tidak pernah absen berlaga di Piala Dunia. Tak bisa dibayangkan Piala Dunia tanpa Brasil.

Juara dunia lima kali ini tentu akan menjadi favorit terkuat di grup E mengungguli Swiss, Kosta Rika dan Serbia.

Brasil ingin menebus kegagalan empat tahun lalu saat jadi tuan rumah di negeri sendiri. Kala itu Selecao, julukannya, terhenti di semifinal dari sang juara Jerman. Tragisnya kekalahan itu sulit dilupakan karena Neymar dkk dibantai dengan skor 1-7 di Bello Horizonte.

Setelah juara dunia 2002 di Korea-Jepang, Brasil sudah cukup lama tidak merasakan gelar. Tahun ini bisa jadi momentum yang tepat membalas kegagalan empat tahun lalu. Menyembuhkan luka masyarakat Brasil.

Itu terbukti dengan langkah Brasil tahun ini. Brasil merupakan tim pertama dari Amerika Selatan yang memastikan lolos ke babak utama Piala Dunia 2018 di Rusia. Sempat terseok-seok di awal dengan Dunga, pergantian pelatih ke Tite benar-benar mengubah Brasil menjadi perkasa.

Di bawha Tite, Brasil memenangkan 10 dari 12 pertandingan mereka berikutnya. Mereka pun menyodok ke posisi teratas dan unggul 10 poin dari Uruguay. Ditambah lagi hasil-hasil uji coba, Brasil tak terkalahkan di bawah Tite.

Brasil sempat khawatir karena bintang utamanya, Neymar mengalami cedera di PSG. Namun hampir tiga bulan merumput Neymar akhirnya kembali. Ini dibuktikan ketika Brasil mampu mengalahkan Kroasia 2-0. Satu di antara gol itu diciptakan mega bintang Paris Sain Germain itu.

“Neymar kembali dengan situasi lebih baik dari yang saya perkirakan. Saya sejujurnya sedikit terkejut karena tidak banyak berharap dari Neymar dalam pertandingan tersebut. Itu dikarenakan Neymar masih membutuhkan proses,” kata Tite.

“Neymar harus melalui berbagai tahapan dan mengalami pasang surut. Setelah melewati laga ketiga hingga kelima, dia baru akan kembali ke level permainan terbaiknya,” ujar Tite.

Selain Neymar, materi pemain Selecao juga cukup lengkap. Deretan para bintang di klub elit Eropa ada di sini. Di bawah mistar saja mereka punya dua kiper yang melejit. Allison di AS Roma dan Ederson di Manchester City. Selain itu ada Marcelo (Real Madrid), Tiago Silva, Marquinhos (PSG), Joao Miranda (Inter), Willian (Chelsea), Paulinho, Coutinho (Barcelona), Gabriel Jesus (Man City), Firmino (Liverpool) dan banyak lagi.

Brasil juga harus membuktikan pesimisme sang legenda, Pele soal keraguannya Brasil akan menjadi juara dunia. “Secara individu, semua pemain sangat bagus. Namun kami belum tampil sebagai tim,” kata Pele seperti dikutip dari ESPN.

Pele menegaskan pendukung Brasil tidak hanya bisa bertumpu pada kemampuan Neymar meskipun sang bintang asal PSG itu punya skill individu di atas rata-rata.

“Neymar bagi saya adalah salah satu pemain terbaik di dunia. Hari ini dia lebih matang dan punya lebih banyak pengalaman (dibandingkan empat tahun lalu). Namunm dia tak akan bisa memenangkan Piala Dunia sendirian. Hanya sebuah tim yang bisa memenangkan Piala Dunia,” pungkas Pele. (bbs/don)

Karaoke D’Blues Ludes Terbakar

Karaoke D’Blues yang selama ini beroperasi 24 jam, ludes terbakar pada Sabtu (9/6/2018) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Tempat hiburan D’Blues yang selama ini beroperasi 24 jam, ludes terbakar pada Sabtu (9/6/2018) sore. Api baru bisa dipadamkan jelang tengah malam.

Kejadian di kompleks Millenium Plaza, Jalan Kapten Muslim, Link. IV, Kel. Dwikora, Medan Helvetia, tersebut menimbulkan kehebohan dan kepanikan. Khususnya bagi pengunjung dan pengusaha yang membuka toko di sekitar gedung tersebut. Api berawal dari lantai tiga dan langsung menjalar ke lantai dasar.

Kabid Operasi Pemadam Kebakaran, Putra Ramadhan Situmeang  mengatakan puluhan armada diturunkan untuk memadamkan api. Pun begitu, api tetap sulit dipadamkan karena banyak material mudah terbakar di gedung itu.

“Belum bisa dipastikan berapa jumlah damkarnya karena silih berganti, habis di isi lagi. Sedikitnya sudah  27 armada yang turun ke lokasi,” jelas Situmeang saat di lokasi kejadian.

Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun diperkirakan ketugian memcapai ratusan juta. Selain itu, di lokasi petugas terpaksa memecahkan dua unit kaca mobil Avanza dan APV untuk dapat dipindahkan.

“Pecahkan aja kacanya, dari pada terbakar,” ucap Kapolsek Helvetia, Kompol Trilla Murni di lokasi kejadian.

Pantauan POSMETRO MEDAN, para pengunjung di sekitar gedung seketika panik begitu mengetahui D’Blues. Mereka sibuk memindahkan kendaraan masing-masing.

“Dari (Lantai) atas terbakar bang. Katanya mau mau kena juga kegedung lain, makanya banyak yang keluar menyelamatkan diri,” ucap Rudi, pengunjung.

Hingga pukul 22.00 wib, pihak damkar masih melakukan pemadaman dan pendinginan di gedung tersebut. (oki/ras)

Manusia Laba-laba Berkulit Hitam

SUMUTPOS.CO – Spider-Man mungkin jadi satu superhero yang punya banyak versi filmnya. Seperti satu di antaranya adalah Spider-Man: Into The Spider-Verse. Bedanya, film ini akan dibuat dalam versi animasi dan berkulit hitam.

Spider-Man: Into The Spider-Verse muncul dengan membawa tokoh baru, yakni Miles Morales (yang disuarakan oleh Shameik Moore), yang akan menjadi manusia laba-laba dalam film tersebut. Peter Parker tetap muncul dalam film animasi besutan Sony Pictures.

Bahkan Peter menjadi mentor dari Miles, yang diceritakan sebagai sosok pemuda berusia 14 tahun berkulit hitam (Afrika-Latin), dan dibesarkan oleh seorang ayah yang berprofesi sebagai polisi.

Dalam film tersebut Miles juga mempunyai kekuatan yang lebih daripada Peter, yakni menghilang. Lewat trailer yang beredar belum lama ini, tampak Miles menghilang saat dicari sang ayah, yang juga tak menyukai sosok Spider-Man.

Selain itu, adapula sosok Gwen Stacey yang menarik perhatian. Lupakan sosok Gwen yang diperankan Emma Stone, karena dalam film ini Gwen memiliki kekuatan laba-laba layaknya Peter.

Film Spider-Man: Into The Spider-Verse rencananya tayang pada Desember tahun ini. (dtc/saz)

Makin Seram, Makin Mencekam

Foto: Istimewa Pemeran dalam dalam film Jailangkung 2. Dari kiri ke kanan: Jefri Nichol, Lukman Sardi, Amanda Rawles, dan Naufal Samudra, saat temu pers di Manhattan Times Square Medan, Minggu (10/6).
Foto: Istimewa
Pemeran dalam dalam film Jailangkung 2. Dari kiri ke kanan: Jefri Nichol, Lukman Sardi, Amanda Rawles, dan Naufal Samudra, saat temu pers di Manhattan Times Square Medan, Minggu (10/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sukses meraih 2,5 juta penonton pada film Jailangkung, produser memproduksi sekuelnya dengan Jailangkung 2. Menurut aktor Lukman Sardi, cerita film Jailangkung 2 jauh lebih mencekam dari Jailangkung, dengan teror setan yang makin seram.

“Level berapa kadar mecekamnya dari skala 1 sampai 10? Wah.. kami belum bisa mengatakan. Karena filmnya ‘kan baru diputar. Yang pasti, lebih horror dari Jailangkung pertama,” kata Lukman Sardi, dalam temu pers cast film Jailangkung 2 di Manhattan Times Squares Medan, Minggu (10/6) sore. Lukman menyapa fans didampingi para actor Jailangkung 2, Jefri Nichol, Amanda Rawles dan Naufal Samudra.

Kehadiran mereka berempat di Medan sukses membuat histeris ratusan fans yang memadati atrium Plaza Puerta Pallartacia Mall Paris van Java. Dalam event meet and greet tersebut, keempatnya berinteraksi langsung dengan pengunjung, sekaligus mempromosikan film Jailangkung 2 yang segera dirilis di bioskop.

Meski filmnya mencekam, menurut Lukman Sardi, yang berperan sebagai ayah tiga dara yang kehilangan ibunya, film Jailangkung 2 sebenarnya masih berkutat seputar persoalan keluarga. Tapi berlatar belakang Jailangkung. “Pesannya, kebersamaan dalam keluarga menjadi kekuatan dalam menyelesaikan persoalan apapun,” cetusnya.

Menurutnya, film Jailangkung 1 dan 2, menjadi pengalaman baru bagi dirinya dalam genre film horror. “Meski film horror, filmnya dibuat dengan kaedah dan tata cara yang benar, dengan cerita yang bagus. Bagi saya menjadi tantangan, gimana mengespresikan rasa takut seolah-olah melihat hantu, padahal selama ini belum pernah melihat hantu benaran,” ungkapnya.

Amanda Rawles yang berperan sebagai Bella, membeberkan alasan mengapa penonton harus menyaksikan film ini di hadapan fans-fans mereka. “Kalian pasti tahu di ending pertama ada yang menggantung, tentang anak yang dilahirkan itu kan? Nah di film keduanya akan dijelaskan kelanjutan tentang anak misterius itu,” ucap Amanda membuat para pengunjung penasaran.

Sementara Jefri Nichol, menceritakan karakter Rama yang diperankannya. Dalam sekuel film kedua ini, Rama masih harus berkutat dengan setan Jailangkung, dan membantu keluarga Bella terlepas dari gangguan-gangguan mistis.

“Saya dan Amanda sempat berlatih menyelam sampai ke kedalaman 30 meter di Bunaken Manado. Latihan menyelam ini harus dilakukan untuk keperluan adegan. Kami ingin semua adegannya meyakinkan,” tutur Nichol.

Sule Masih Ingin Rujuk

SUMUTPOS.CO – Komedian Entis Sutisna alias Sule, masih berusaha mempertahankan rumah tangganya dengan Lina. Bahkan, ia sempat menyambangi rumah Lina di Panyawangan, bersama anak-anaknya pada 15 Mei lalu.

Kunjungan itu dalam upaya Sule mengajak sang istri rujuk. Sayang, pertemuan itu belum membuahkan hasil. “Pertemuan mereka sangat harmonis. Ada anak-anaknya juga ikut ngobrol,” ungkap kuasa hukum Sule, Bahyuni Zaili, saat dihubungi Jawa Pos (Grup Sumut Pos), Sabtu (8/6) lalu.

Meski Lina masih ingin bercerai, kata Bahyuni, Sule masih ingin mempertahankan rumah tangganya. “Kalau belum ada titik temu, ya enggak apa-apa, kan prosesnya masih berjalan. Yang penting semangatnya masih ada untuk rujuk lagi, di situ poinnya,” ucap Bahyuni.

Bahyuni berharap selama proses persidangan, Lina akan mencabut gugatan. Sebab, Sule masih ingin mempertahankan rumah tangganya. “Kami tetap pada poinnya, Mas Sule ingin tetap rukun dan mempertahankan rumah tangga,” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sidang cerai perdana yang digelar di Pengadilan Agama Cimahi, Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (7/6) lalu, tidak dihadiri Sule dan Lina. Persidangan itu masih beragendakan mediasi antara kedua belah pihak. Selanjutnya, sidang akan kembali digelar pada 5 Juli mendatang. (yln/mg7/jpnn/saz)

Opick dan Dian Berdamai

SUMUTPOS.CO – Hati Ghaniya berbunga-bunga. Putri sulung Opick dan Dian Rositaningrum ini, bahagia melihat ayah bundanya kompak menghadiri acara pelepasan di sekolahnya.

Ghaniya makin gembira karena Opick dan Dian tampil kompak. Apalagi keduanya duduk berdampingan dan sesekali saling berbisik sambil tersenyum. Bagi Ghaniya ini adalah hadiah terindah yang ia dapat di Ramadan ini. “Senang banget lihat ayah-bunda bisa akur lagi,” katanya.

Sementara Opick dan Dian mengaku bangga, karena Ghaniya lulus dengan nilai terbaik. “Ini surprise banget, saya lihat Ghaniya makin cantik dan dewasa,” ucap Opick, yang diaminkan Dian.

Opick mengakui, kebersamaan ini adalah momen langka. Selama ini, baik Opick maupun Dian jarang bertemu. Demikian juga dengan anak-anaknya. Namun, Ghaniya berhasil memertemukan ayah-bundanya. Ada niat tersirat dari Ghaniya kalau ia ingin kedua orangtuanya bersatu lagi.

Pertemuan Opick dan Dian di acara penamatan putri sulung mereka, membawa angin segar. Banyak yang berharap keduanya bisa rujuk kembali. Apalagi di Ramadan ini, baik Opick maupun Dian didoakan untuk merajut kembali benang yang kusut. Sayangnya, saat ditanya apakah ada kemungkinan rujuk, keduanya kompak tutup mulut.

Opick dan Dian hanya tersenyum malu. Namun, dari gestur keduanya tampak bila masih ada perasaan rindu. “Kalau ditanya rujuk, saya serahkan kepada takdir Allah SWT. Bagi saya kebersamaan ini adalah hal langka dan sangat berkesan,” ucap Opick.

Sementara Dian lebih banyak tertunduk malu. Namun di balik miqabnya dan gerak tubuhnya, Dian seolah-olah sudah berdamai dengan hatinya, sehingga bisa akrab lagi dengan Opick. (esy/jpnn/saz)

ISSI Kesulitan Cari Pengganti Elga

Elga Kharisma masih cedera dan diragukan tampil di Asian Games.
Elga Kharisma masih cedera dan diragukan tampil di Asian Games.

SUMUTPOS.CO – PB ISSI masih mencari penggati atlet BMX putri andalan Indonesia Elga Kharisma yang mengalami cedera pinggang belakang. Namun, sampai saat ini belum ada calon pengganti Elga yang tepat untuk tampil di Asian Games 2018.

Pelatih PB ISSI, Dadang Haris Purnomo mengakui bahwa dari beberapa pembalap sepeda yang telah dilirik, kemampuan mereka tak ada yang sebanding level Elga.

“Para calon penggantinya ini belum ada yang bisa menyamai kemampuan Elga. Kalaupun ada yang mendekati, skill dan kemampuannya jauh sekali,” ujar Dadang, Sabtu (9/6).

Dadang mengatakan, dirinya juga tidak bisa serta merta asal memasukkan nama atlet ke dalam long llist Asian Games 2018 demi kuota pemain terpenuhi.

Kalau kita paksakan pemain lain untuk masuk ke list tapi levelnya tidak sesuai, ya tidak bisa ikut juga,” katanya lagi.

Seperti yang sudah diketahui, Elga terancam gagal tampil di Asian Games 2018 lantaran cedera pinggang belakangnya kambuh saat mengikuti seleksi nasionalpertama di venue BMX Pulo Mas, Jakarta Timur pada 5 Juni lalu. (isa/jpc/don)

Fajar/Rian Perlu Dipoles

Pasangan ganda Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Pasangan ganda Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

SUMUTPOS.CO – Pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi menilai penampilan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto semakin lama semakin baik. Namun, mereka masih butuh dipoles lebih lanjut.

Duduk di peringkat 10 dunia, Fajar/Rian mulai menunjukkan taring mereka setelah menjuarai Malaysia Masters 2018. Meskipun belum stabil, Fajar/Rian sudah lebih bisa mempertanggungjawabkan performa mereka di lapangan.

Penampilan keduanya juga diacungkan jempol di Piala Thomas dan Uber 2018 bulan lalu. Diturunkan saat melawan Kanada, Thailand, dan Malaysia, Fajar/Rian selalu berhasil menorehkan poin.

“Fajar/Rian menurut saya grafiknya cukup baik ya. Cuma karena mereka dua-duanya masih cukup muda, jadi masih turun naik,” kata Herry, Minggu (10/6).

Walau demikian, Herry menuturkan bahwa Fajar/Rian saat ini sudah memiliki standar baru setelah sukses menembus peringkat 10 besar dunia. Herry yakin, dengan konsistensi dan pengalaman yang lebih banyak, keduanya bisa mendekati performa Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

“Menurut saya sejauh ini udah oke lah. Kalaupun turun, nggak terlalu banyak. Kalau melihat di Piala Thomas kemarin menurut saya masih konsisiten walaupun masih banyak PR yang masih harus diperbaiki, baik dari segi mental maupun pola permainan,” tutupnya.

Sejauh ini ganda putra memang terus menjadi andalan dan harapan termasuk di Asian games 2018. Hal itu diakui Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti. Sektor ganda putra kembali digadang-gadang sebagai ujung tombak untuk meraihnya di nomor perorangan. “Ganda putra kami harapkan bisa kembali berhasil tahun ini, apalagi sekarang kita jadi tuan rumahnya,” ujar Susy, Sabtu (9/6).

Karenanya, Susy ingin pasukannya betuk-betul siap dalam menyongsong pesta olahraga empat tahunan terbesar di Asia yang akan bergulir pada 18 Agustus -2 September tersebut.

Malaysia Terbuka 2018 dan Indonesia Terbuka 2018 adalah dua turnamen penting yang akan diikuti para penggawa Merah Putih sebagai pemanasan jelang Asian Games 2018.

“Dua turnamen ini setidaknya bisa jadi ajang persiapan diri teman-teman untuk Asian Games 2018, baik fisik maupun mempelajari permainan lawan,” katanya. (isa/jpc/don)