Tim basket 3x3 Indonesia tersingkir dari Kejuaraan Dunia.
Tim basket 3×3 Indonesia tersingkir dari Kejuaraan Dunia.
SUMUTPOS.CO – Tim bola basket 3×3 putra Indonesia harus tersingkir lebih dulu dari Piala Dunia 3×3. Merah Putih tidak memetik satu kemenanganpun di empat pertandingan grup B.
Setelah kalah telak dari Polandia (6-22) dan Estonia (10-22) pada Jumat (8/6) kemarin, Fandi Andika Ramadhani dan kawan-kawan harus kembali menelan dua kekalahan di pertandingan sisa, Minggu (10/6).
Bermain cukup ketat, Indonesia menelan kekalahan ketiga dari Jepang pada Minggu siang. Tim Negeri Matahari Terbit menggulung Indonesia dengan skor 11-18.
Slovenia pun melengkapi penderitaan Merah Putih. Tim putra Indonesia akhirnya angkat koper setelah dihajar 7-21 pada petang harinya.
Indonesia masih menyisakan tim putri yang akan melakoni dua laga tersisa mereka pada Senin (11/6) besok melawan Italia dan Turkmenistan. Sebelumnya, tim putri juga gagal memetik kemenangan usai takluk di tangan Republik Ceko 11-21 dan Malaysia 14-21. (kar/isa/jpc/don)
Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos
Poisi melakukan olah TKP pembunuhan tukang kusuk di Jalan T Amir Hamzah, Medan Barat, Minggu (10/6).
Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos Poisi melakukan olah TKP pembunuhan tukang kusuk di Jalan T Amir Hamzah, Medan Barat, Minggu (10/6).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah mayat Rika ditemukan dalam kardus beberapa waktu lalu, pembunuhan kembali terjadi. Kali ini menimpa Lisa alias Aisyah (40) warga Jalan Eka Rasmi Johor, Medan.
Mayat Lisa ditemukan di kios yang dijadikannya sebagai tempat kusuk. Tepatnya di Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Medan Barat, Minggu (10/6) pagi.
Saat ditemukan, kondisi Lisa sangat mengenaskan. Tubuhnya bugil, wajahnya tertutup bantal dan bersimbah darah.
Mayat Lisa pertama kali ditemukan Dany Roy (22) dan orangtuanya, Linda boru Nababan (53). Dany merupakan anak Robert Tony Sihombing, pemilik kios yang disewa Lisa.
Kios tempat Lisa meregang nyawa, disewanya seharga Rp12.500.000 untuk dua tahun.
Pagi itu menurut Dany, ada yang tak biasa. Lampu kios yang disewa Lisa tidak biasanya dibiarkan menggantung dan menyala.
Biasanya menurut Dany, lampu itu dicopot dan dibawa masuk ke dalam kios. Penasaran, Dany coba mengintip ke dalam kios yang tuliskan Kusuk Ibu Tiara.
Alangkah terkejutnya Dany ketika melihat Lisa dalam keadaan telungkup. Kepala Lisa tertutup bantal dan tubuhnya bugil.
Dany dan ibunya buru-buru memberitahu temuannya kepada warga sekitar. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Medan Barat.
Polisi datang dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kios itu pun diberi garis polisi. Warga yang ingin mencari tahu diminta menyingkir dari lokasi.
Menurut salah seorang warga, kios tempat pijat yang disewa Lisa kerap didatangi perempuan. Sebab, usaha pijat yang dilakoni Lisa memang spesial pijat kesehatan bagi wanita.
“Setahu kami banyak yang datang perempuan. Orang memang untuk tempat pijat kesehatan wanita,” ungkap Rony, warga sekitar.
Dijelaskannya, kebiasaan Lisa mencabut bola lampu lantaran kawasan itu banyak maling.
“Itu juga yang buat pemilik kios heran, kok masih menyala lampunya. Rupanya orangnya udah meninggal,” ungkapnya.
Sekira pukul 11.00 WIB, jasad Lisa dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan guna dilakukan autopsi.
Di RS Bhayangkara, tampak kerabat dan keluarga Lisa telah menunggu. Korban, merupakan seorang janda yang sudah memiliki dan bahkan cucu.
Anaknya, Yulida (24), mengaku tak banyak tahu soal keseharian Lisa. Pun begitu, mendiang ibunya itu masih sering berkomunikasi dengannya via seluler.
“Kurang tahu bagaimana kerjaan mamak, tapi terakhir dia menelponku nanya kabarku dan anakku jam 9 malam. Rupanya pagi-pagi ini udah nggak ada dia,” ungkap Yulida sembari menahan sedih.
Meski Lisa tidak banyak cerita soal kesehariannya kepada Yulida, tapi korban pernah menyampaikan soal lapak kusuknya yang kerap disatroni maling.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Susanto alias Gogon (39) diamankan personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Binjai, Jumat (8/6) malam. Dari tangan warga Jalan Gumba, Lingkungan X, Kelurahan Cengkeh Turi, Binjai Utara itu petugas menyita 4 paket diduga sabu dengan berat 21,33 gram.
Selain itu, polisi juga mengamankan 42 buah plastik klip kosong, 1 buah telepon genggam sebagai alat transaksi dan 1 buah buku catatan penjualan sabu.
“Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang resah terhadap aktifitas penjualan sabu tersebut,” jelas Kasat Res Narkoba Polres Binjai, AKP Aris Fianto, Minggu (10/6).
Dia menjelaskan, tersangka mulanya diamankan tak jauh dari rumahnya. Namun, tersangka sempat berusaha kabur ketika melihat kedatangan petugas. Sayang, upaya Gogon untuk kabur kandas.
“Karena sudah kami kuasai lokasi penangkapan dengan mempersempit ruang geraknya, tersangka tidak dapat kabur. Ya upaya kabur yang dilakukannya gagal,” jelas mantan Kasat Reskrim Polres Binjai ini.
Barang bukti 21 gram lebih sabu itu, kata Aris, diamankan dari rumah tersangka. Kepada polisi, Gogon mengakui, barang bukti tersebut merupakan miliknya untuk dijual.
Menurut Aris, penangkapan terhadap Gogon berdasarkan hasil penyelidikan selama 1 pekan.
“Saat ini Gogon masih diperiksa intensif. Kami mau mengetahui yang bersangkutan dapat sabu itu darimana,” pungkasnya. (ted/ala)
Foto: BAMBANG/SUMUT POS
PERLIHATKAN: Kedua maling ternak memperlihatkan hasil curiannya saat diamankan, Minggu (10/6).
Foto: BAMBANG/SUMUT POS PERLIHATKAN: Kedua maling ternak memperlihatkan hasil curiannya saat diamankan, Minggu (10/6).
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, maling ternak beraksi. Dua orang maling berhasil ditangkap warga ketika beraksi di Dusun VII, Afdeling VI, Desa Gohor Lama, Kecamatan Wampu, Minggu (10/6).
Keduanya masing-masing, Anton Siregar (36) warga Dusun I Sumur, Desa Tebing Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang dan Hendra Sarana Sitepu (25) warga Dusun I Sumur Bor, Desa Tebing Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang.
Pagi itu, dua warga sekitar, Turitno (36) dan Sukarso (37) memergoki keduanya memasukkan kambing ke dalam goni. Keduanya langsung berteriak maling.
Teriakan keduanya mengundang warga lain ke tempat kejadian perkara (TKP). Tanpa perlawanan, Anton dan Hendra berhasil diamankan warga.
Warga kemudian langsung memboyong keduanya menuju Mapolres Langkat. Dari tersangka, petugas mengamankan barang bukti 1 unit Honda Revo tanpa plat, 1 ekor kambing serta 1 buah goni warna putih.
“Tersangka kita jebloskan kedalam sel. Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian hingga Rp1.500.000,” tegas Kasubag Humas AKP Arnold Hasibuan.(bam/ala)
Asosiasi Sales Nasional Indonesia (ASNI) Medan menggelar bakti sosial dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 H di Yayasan Panti Asuhan Zending Islam Indonesia Jalan Sisingamangaraja No.11-A, Medan, Sabtu (9/6)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Asosiasi Sales Nasional Indonesia (ASNI) Medan menggelar bakti sosial dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 H di Yayasan Panti Asuhan Zending Islam Indonesia Jalan Sisingamangaraja No.11-A, Medan.
Ketua ASNI MEDAN, Herry Lim didampingi wakil ketua Julian Nelan, Sekretaris Eva Ayu Puspita Dewi, bendahara Fitri Handayani dan pembina Zainal Abidin. Herry Lim mengatakan, bakti sosial ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian keluarga besar ASNI terhadap sesama.
Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan tanggal 9 Juni 2018 ini merupakan agenda tahunan ASNI MEDAN dengan misi untuk berbagi dengan sesama menjelang Lebaran dengan memberikan sumbangan sembako dan kebutuhan lainnya.
Pimpinan Panti Asuhan Yayasan Zending Islam Indonesia Dr.HC.Zainal Abidin menyampaikan rasa terima kasih atas bakti sosial yang digelar ASNI MEDAN di panti asuhan pimpinannya karena sangat membantu anak-anak yang berada di panti asuhan tersebut.
Seusai kegiatan bakti sosial, keluarga besar ASNI MEDAN juga melaksanakan acara berbuka puasa bersama untuk mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan antar anggota asosiasi.(rel)
SUMUTPOS.CO – Kondisi internal PSMS nampaknya bakal memburuk. Keputusan manajemen memecat dua asisten pelatih PSMS, Muhammad Yusuf Prasetyo dan Suwanda membuat kecewa Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman. Djanur, sapaan akrabnya, menilai keputusan manajemen merupakan keputusan sepihak dan tanpa koordinasi dengannya.
Sebagai pelatih kepala yang membawahi dua asistennya itu Djanur memang merasa bertanggung jawab atas keduanya. “Sangat terkejut, karena tidak ada pemberitahuan ke saya, mereka buat keputusan tanpa ngomong ke saya dulu,” kata Djadjang.
Djanur pun langsung menghubungi pihak manajemen untuk mempertanyakan keputusan tersebut. “Kalau saya sudah ngomong sama mereka (manajemen) dan mereka bilang mau nunggu pulang saya ke Medan. Kita tunggu saja,” tambah eks pelatih Persib ini.
Sebelumnya manajemen tidak langsung menghubungi Yoyok dan Suwanda soal keputusan ini. Malah mereka mengetahuinya lewat media. Ketika itu CEO PSMS, Doddy Taher memberitahukannya kepada media saat acara buka puasa, Jumat (8/6) lalu.
“Sebetulnya pemberitahuan resmi ke saya dan ke bersangkutan belum ada. Masih lewat media. Walaupun kalau itu terjadi tidak logis. Evaluasi itu seharusnya ke pelatih kepala, kenapa ke asisten. Tanpa memberitahukan pelatih kepala yang bawa. Ini di luar kebiasaan,” ucapnya.
Djanur mengatakan seharusnya evaluasi dilakukan berdasarkan laporan dan data dan dibicarakan bersama. “Yang pasti harus dibicarakan dan dievaluasi secara benar dan menyeluruh. Jangan buat keputusan sepihak,” bebernya.
Gubernur Sumut HT Erry Nuradi, atas nama Mendagri Tjahjo Kumolo resmi melantik Hj Sabrina menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Jumat (8/6).
Gubernur Sumut HT Erry Nuradi, atas nama Mendagri Tjahjo Kumolo resmi melantik Hj Sabrina menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Jumat (8/6).
SUMUTPOS.CO – Kementerian Dalam Negeri hingga kini belum menetapkan pejabat di jajarannya sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara. Sekretaris Daerah Provinsi Sumut berpeluang besar mengisi sementara posisi Pj Gubsu.
“Untuk kondisi Sumut hingga tanggal 17 Juni (masa akhir jabatan Gubsu) belum ada diangkat menteri yang ditunjuk presiden (Pj), maka otomatis sekda yang mengisi posisi gubernur sebagai Plh,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Dr Bahtiar saat dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (10/6).
Memang, jelas Bahtiar, masa jabatan kepala daerah sudah diatur dalam Undang-undang, dimana tidak boleh lebih dan kurang waktunya. Adapun dasar hukumnya, sesuai PP No.6/2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, sebutnya, jika kepala daerah berhalangan atau periodenisasinya habis akan diisi sekda sebagai Plh gubernur.
“Di pasal 201 juga ada diatur penjabat gubernur diisi pejabat tinggi madya,” kata mantan pejabat di bagian Kesbangpol yang baru duduk sebagai Kapuspen, menggantikan Arief M Edie itu.
Secara teknis ia mengaku tidak mengetahui apakah sudah ada nama pejabat di jajaran Kemendagri yang ditunjuk sebagai Pj gubernur. Namun menurutnya dengan waktu dan mengikuti alur birokrasi yang ada, untuk sementara waktu sekda akan mengisi posisi dimaksud.
“Sebab nantinya (Pj gubernur) ini berdasarkan keputusan presiden (keppres). Menteri yang usulkan ke presiden dan dibuatkanlah SK-nya. Saya pikir kawan-kawan di Dirjen Otonomi Daerah sudah membicarakan ini (nama Pj gubernur), sebab kan saya masih baru,” ungkapnya.
Meski demikian pihaknya menggaransi bahwa roda organisasi Pemerintah Provinsi Sumut akan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Dan jika di tanggal tersebut belum ada Pj Gubsu maka sekda yang akan mengisi sementara posisi tersebut. “Untuk Plh kan tidak bisa lama-lama posisinya. Ya setidaknya untuk mengisi kekosongan sementara waktu, setelah itu baru ditunjuk presiden,” kata Bahtiar.
Disinggung tentang isu nama Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh yang bakal diplot sebagai Pj Gubsu, dirinya tak ingin berspekulasi. “Saya tidak ingin respon soal nama. Saya hanya bisa sampaikan dari segi norma, bahwa jika terjadi kekosongan sampai masa periode gubernur habis maka sementara waktu sekda yang mengambil posisi itu sebagai Plh,” pungkasnya.
Gubsu Erry Nuradi sebelumnya juga berpendapat serupa usai melantik Hj R Sabrina sebagai Sekdaprovsu. “Saat ini kita kan akan memasuki masa libur dan cuti bersama, agar tidak ada kekosongan pemerintahan kemungkinan Ibu Sabrina akan jadi Plh Gubsu,” kata dia.
Menurut kalender kerja pemerintah, Jumat (8/6) merupakan hari terakhir kerja sebelum memasuki masa libur Lebaran selama 12 hari. Artinya berakhirnya masa jabatan HT Erry Nuradi 17 Juni 2018 masih dalam suasana cuti bersama. “Jadi kekosongan itu akan ditunjuk Plh sampai nanti ditetapkan Pj oleh Mendagri,” ucap Erry.
Sabrina sendiri menyatakan kemungkinan dirinya menjadi Plh Gubsu itu bisa saja terjadi sepanjang Pj atau Plt Gubsu belum ditetapkan. “Tapi yang sampai ke saya sekarang penunjukkan sebagai sekda defenitif. Kita lihat saja bagaimana nanti perkembangannya,” katanya. (prn/ila)
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Dua orang wanita berjalan menggunakan payung untuk menghindari sengatan matahari di jalan Sutomo Medan, Senin (16/6). Cuaca kota Medan kembali panas hingga mencapai 32 derajat celcius.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS Dua orang wanita berjalan menggunakan payung untuk menghindari sengatan matahari di jalan Sutomo Medan, Minggu (10/6). Cuaca kota Medan kembali panas hingga mencapai 34 derajat celcius.
SUMUTPOS.CO – Cuaca Kota Medan di siang hari beberapa hari terakhir cukup ekstrim. Panas yang begitu terik terasa begitu menyengat. Terakhir, berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu tertinggi sempat 33 derajat celsius pada Kamis (7/6) kemarin. Sedangkan suhu pada Minggu siang (10/6) menyengat mencapai 34 derajat celsius..
Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah I, Syahnan, menyebut cuaca terik hanya akan terjadi di siang hari. Malamnya, akan terjadi hujan dengan intensitas sedang. “Untuk siang ini suhu udara tembus 34 derajat celcius. Dari pemantauan kita akan terjadi hujan dengan intensitas ringan di malam hari,” kata Syahnan kemarin, sore.
Syahnan memprediksi, malam hari suhu udara berangsur turun dengan tempetarur sekitar 27 derajat celcius. Dan hujan bisa saja terjadi semalam dengan intensitas kecil.“Penurunan suhu itu diperikirakan menyebabkan terjadinya hujan ringan,” papar Syahnan.
Dikatakan Syahnan, saat ini wilayah Kota Medan tengah mengalami fase peralihan musim dari hujan menjadi kemarau yang mencapai puncaknya pada Juli nanti. Sehingga, fenomena teriknya matahari siang beberapa hari ini, biasa terjadi tiap tahunnya.
“Selanjutnya, memasuki bulan Agustus akan mulai memasuki fase peralihan musim lagi, dari kemarau ke musim penghujan yang akan mencapai puncanya Desember mendatang. Jadi, bagi yang berpuasa diimbau untuk mengurangi aktivitas di siang hari, karena cuaca panas menyengat masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan,” imbau Syahnan. (dvs/ila)
Walikota Medan, T Dzulmi Eldin menginstuksikan seluruh camat, lurah dan kepala lingkungan (kepling) untuk mengawasi dan menjaga rumah warga yang ditinggal mudik di wilayah kerjanya masing-masing.
SUMUTPOS.CO – Seluruh camat, lurah dan kepala lingkungan (kepling) diinstruksikan untuk mengawasi dan menjaga rumah warga yang ditinggal mudik di wilayah kerjanya masing-masing.
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengatakan, penjagaan dan pengawasan itu dilakukan dalam rangka memberikan rasa aman dan tenang bagi warga yang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1439 H bersama keluarga di kampung halaman. “Penjagaan dan pengawasan yang dilakukan dalam bentuk lebih mengaktifkan kembali siskamling. Selain itu, berkoordinasi dengan para tetangga di sekitar rumah warga yang pulang mudik. Dengan demikian, para tetangga ikut serta melakukan penjagaan sehingga rumah warga yang kosong itu aman dari incaran masing-masing pencuri,” ujarnya, Minggu (10/6).
Diutarakan Eldin, apabila dalam penjagaan dan pengawasan yang dilakukan ditemukan hal mencurigakan, diminta kepada para aparatur negara yang bersentuhan langsung dengan masyarakat segera melaporkannya kepada pihak berwajib. Hal ini bertujuan agar segera dilakukan tindakan pengamanan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sinergitas antar lembaga pemerintahan (Polri) terus dijalin dan diperkuat. Untuk itu, jika nantinya menemukan hal-hal mencurigakan maka segera melapor atau berkoordinasi dengan petugas Babinsa dan Babhinkantibmas,” ucapnya.
Eldin mengatakan, bagi warga yang mudik diingatkan agar tidak lupa memberitahu atau menitipkan rumah yang akan ditinggalkan kepada tetangga maupun kepling. Sehingga, dengan begitu diketahui rumah tersebut dalam kondisi kosong dan dilakukan penjagaan atau pengawasan.
“Sebelum meninggalkan rumah, pastikan dalam kondisi terkunci. Selain itu, mematikan seluruh aliran listrik guna mencegah terjadinya korsleting. Ini juga yang dianjurkan PLN. Di samping itu menjauhkan benda-benda yang mudah terbakar. Sebab dalam sepekan belakangan ini cuaca cukup panas sehingga rentan memicu terjadinya kebakaran,” imbau Eldin.
Tak hanya itu saja, sambungnya, warga juga diminta agar tidak lupa memastikan aliran air maupun gas yang ada di dalam rumahnya dalam kondisi nonaktif ataupun bocor. Selain berbahaya, juga akan merugikan secara materi apabila air dan gas dibiarkan hidup selama rumah kosong ditinggal mudik.
Sementara, Camat Medan Polonia, M Agha Novrian menuturkan, apa yang telah diinstruksikan wali kota telah disampaikan kepada seluruh lurah dan kepling yang ada di Kecamatan Medan Polonia. Nantinya, di masing-masing wilayah kerjanya dengan dibantu warga yang tidak mudik melakukan pengawasan serta dibantu pihak kepolisian. (ris/ila)
Petugas teknisi PLN Area Medan mengecek trafo untuk kesiapan pasokan listrik jelang Idul Fitri.
Petugas teknisi PLN Area Medan mengecek trafo untuk kesiapan pasokan listrik jelang Idul Fitri.
SUMUTPOS.CO – PLN Area Medan saat ini tengah mempersiapkan pasokan listrik pada saat Salat Ied pada Hari Raya Idul Fitri. Adapun persiapan yang dilakukan dengan menyiagakan 10 genset dan 21 regu teknisi.
Manager PT PLN Area Medan Lelan Hasibuan mengatakan, genset yang tersedia 10 unit tersebut, masing-masing berkapasitas 100 kva, 2 unit berkapsitas 50 kva, dan UPS 40 kVA sebanyak 2 unit.
“Genset ini akan digunakan untuk standby di lokasi acara Salat Ied VVIP seperti Lapangan Merdeka, Mashid Agung, Masjid Raya. Genset sudah dilengkapi Accos sehingga apabila terjadi padam akibat gangguan genset akan nyala otomatis dan over beban otomatis,” ujar Lelan Hasibuan.
Selain itu, lanjut Lelan, untuk antisipasi percepatan gangguan Trafo distribusi, PLN Area Medan menyiapkan Trafo Mobile sebanyak 10 unit yang distandby-kan di Rayon-rayon. “Kita juga menyiapkan trafo Distribusi sebanyak 6 unit yang kita standby-kan di 3 Zona, yakni Rayon Medan Timur, Medan Baru dan Belawan,” kata Lelan lagi.
Tak hanya itu, lanjutnya, selama masa Siaga Hari Raya Idul Fitri, PLN Area Medan juga menempatkan petugas pelayanan teknik sebanyak 21 regu yang tersebar di masing-masing Rayon selama 24 jam. “Sedangkan material fast moving juga sudah kita standby-kan di masing2 rayon,” papar Lelan.
Sebelumnya, kata Lelan, PLN Area Medan juga sudah melakukan pemeliharaan jaringan dan pemangkasan pohon yang menyentuh kabel yang bisa mengakibatkan gangguan di seluruh Rayon.
“Semoga selama Siaga Hari Raya Idul Fitri untuk kelistrikan di Kota Medan andal tanpa ada padam akibat gangguan jaringan. Harapan kita, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan sholat Ied Idul Fitri dengan khusuk,” harapnya.
Manajer PLN Area Medan ini juga mengimbau kepadqa pelanggan yang melaksanakan mudik lebaran agar meng-off-kan sambungan listrik yang tidak diperlukan saat rumah ditinggal mudik. Hal ini untuk mengantisipasi potensi kebakaran.
Dan demi kenyamanan berlebaran, Lelan juga mengimbau pelanggan agar melunasi rekening listriknya untuk menghindari sanksi pemutusan bila menunggak. (ris/ila)