Home Blog Page 629

Inalum dan Rumah BUMN Samosir Hadirkan Produk Kreatif Bahan Baku Eceng Gondok

PT Inalum dan Rumah BUMN Samosir bersama pelaku usaha UMKM berbahan baku eceng gondok. (Istimewa)

SAMOSIR, SUMUTPOS CO – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) kolaborasi dengan Rumah BUMN Samosir menghadirkan produk kreatif Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbahan baku eceng gondok. Program ini berhasil memberdayakan kelompok masyarakat dari segmen Ibu Rumah Tangga (IRT) sehingga bisa meningkatkan ekonomi keluarganya.

Corporate Secretary Inalum Mahyaruddin Ende menyebut, produk UMKM bahan baku eceng gondok ini merupakan sarana kreatifitas masyarakat sekitar yang berhasil dimonetize sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih besar. Ia berharap bisa terus menjadi rekan kolaborasi dari para pelaku UMKM sehingga bisa naik kelas dan mampu lebih kompetitif di pasar modern.

“Produk kreatif dari Eceng Gondok ini harus bisa lebih inovatif dan kompetitif di pasar modern saat ini. Kami dari Inalum berkomitmen untuk menjadi rekan pemerintah dalam menciptakan UMKM naik kelas dengan program-program kreatif. Kami juga berharap bahwa kelompok masyarakat yang terlibat dalam program UMKM eceng gondok ini bisa mendapatkan manfaat yang lebih berkelanjutan,” ujar Mahyaruddin.

Usaha ini berdiri di akhir tahun 2023, beralamat di desa Sitanggang Bau Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Usaha ini diberi nama Koperasi Bank Eceng Gondok. Penggunaan nama Koperasi Bank Eceng Gondok sendiri terinspirasi dari Bank Sampah dan rencananya UMKM ini kedepan akan membuat kelompok seperti Bank Sampah dan akan memberikan edukasi kepada kelompok tersebut.

Eceng gondok merupakan tumbuhan ari yang dimana banyak terdapat di perairan tawar seperti di kawasan Danau Toba. Tumbuhan ini biasanya terlihat mengapung di atas air dan menutupi sinar matahari yang akan masuk ke dalam parairan. Proses pertumbuhan eceng gondok ini sangat cepat sehingga merusak kebersihan di sekitar kawasan Danau Toba.

Pelaku UMKM bernama Sumondang Tabita Nainggolan dan Murni Asima Sitanggang yang merupakan UMKM binaan Rumah BUMN Inalum Samosir membuat sebuah ide dari tanaman ini yang dimana sebelumnya eceng gondok dari Danau Toba ini sudah pernah ditawarkan oleh petani kopi untuk mendapatkan pupuk dari eceng gondok, namun tidak terlaksana karena kurangnya alat dan minimnya edukasi pembuatan pupuk. Maka dari itu UMKM tersebut mengalihkannya menjadi ekonomi kreatif dan muncullah produk sendal hotel eceng gondok, mengingat tingkat hunian hotel meningkat sejak awal tahun 2023.

Seiring berjalannya waktu muncullah turunan dari produk ini yaitu cover book eceng gondok. Dengan visi yang kuat yaitu memperdayakan ibu rumah tangga yang tidak bekerja namun mampu membantu perekonomian keluarga.

Proses pembuatan sendal eceng gondok ini sedikit rumit dibanding pembuatan sendal pada umumnya. Prosesnya dimulai dari memilih batang eceng gondok yang masih bagus, selanjutnya melakukan pengeringan dengan durasi 7-8 hari dimana prosesnya sampai benar–benar kering yang ditandai dengan warna coklat matang, kemudian menghaluskan dengan menggunakan mesin penghalus dan menganyam secara manual membentuk tikar. Setelah proses selesai masuklah ke tahap membentuk pola dan terakhir ke tahap finishing yaitu menjahit pola menggunakan mesin jahit.

Pemasaran yang dilakukan untuk memasarkan produk ini melalui platform media sosial yaitu instagram dan marketplace yaitu Tiktok shop. Selain pemasaran melalui online UMKM ini juga sering mengikuti pameran yang dilakukan di sekitaran kabupaten Samosir. Harga sendal eceng gondok ini mulai dari harga Rp6.000/pcs sampai dengan harga Rp10.000/pcs sedangkan cover book dengan harga Rp35.000/pcs. (rel/tri)

Tak Hargai Keberhasilan Ijeck Bawa Partai Golkar Menangi Pemilu di Sumut, Kader Ungkap Kekecewaan

Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP.ISTIMEWA.

KADER Partai Golkar Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP mengutarakan kekecewaan karena partainya tak mengusung kader sendiri untuk Pemilihan Gubernur Sumut pada Pilkada serentak 27 November 2024.

Penegasan ini disampaikan Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP yang pernah menjadi Sekretaris Dewan Pertimbangan Partai Golkar Sumut kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (20/6).

Ungkapan ini disampaikan menanggapi keputusan DPP Partai Golkar yang memberikan dukungan sebagai bakal calon Gubsu pada Muhammad Bobby Afif Nasution pada 19 Juni lalu.

Sebelumnya, selain Muhammad Bobby Afif Nasution, Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto juga sempat memberikan rekomendasi bersama dengan Ketua Partai Golkar Sumut Dr H Musa Rajekshah MHum untuk menjadi bakal calon Gubsu.

”Ini bentuk ‘pelecehan’ kepada Dr H Musa Rajekshah MHum. Sewenang-wenang dan sama sekali tak menghargai kerja keras dan keberhasilan Musa Rajekshah membawa Partai Golkar menjadi pemenang di Sumut,” tegas mantan rektor Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah tersebut.

Kekecewaan bertambah karena hasil survei terhadap para bakal calon Gubsu oleh Partai Golkar tak pernah diberitahukan kepada kader. ”Semua tak tahu sama sekali bagaimana sih sebenarnya hasil survei yang dilakukan? Apalagi dipublikasikan,” sebut mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan dan Sumut.

”Tentu keputusan tidak mencalonkan Musa Rajekshah sangat mengecewakan dan menyakitkan hati para kader Partai Golkar yang ada di ‘akar rumput’,” ungkap Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP.

Untuk itu, Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP menolak keputusan DPP Partai Golkar tersebut. Ia pun sedang mempertimbangkan keluar dari keanggotaan Partai Golkar. ”Kalau kader yang lain, Saya tidak tahu akan menolak atau akan jadi kader yang penakut,” katanya.

Politisi yang sarat pengalaman yang pernah menjadi calon wakil bupati Deliserdang ini menyebutkan keheranan. Sebab partai sebesar Golkar justru tidak mencalonkan sendiri kadernya sebagai calon Gubsu. Menurut dia, terjadi perlakuan semena-sema yang mungkin diatasnamakan untuk kepentingan yang lebih besar.

Diakhir perbicangan, Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP mendesak ketua umum DPP Partai Golkar apabila tidak bisa membatalkan pencalonan Muhammad Bobby Afif Nasution maka harus memperjuangkan posisi jabatan yang lebih tinggi kepada mantan Wagubsu Dr H Musa Rajekshah MHum.

Hal ini, kata Hardi Mulyono yang merupakan politisi dan akademisi, mengingat pengorbanan dan kerja keras dari anggota DPR RI terpilih Dr H Musa Rajekshah MHum yang sukses memenangkan Partai Golkar di Sumut pada Pemilu 2024 lalu. (dmp)

PT Jui Shin Indonesia tak Lakukan Penambangan

Dua unit ekscavator dari tambang pasir kuarsa Kabupaten Batubara yang diamankan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dr Juliandi SH, MH legal PT Bina Usaha Mineral Indonesia (BUMI) didampingi Asep Suherman SH, SPd legal PT Jui Shin Indonesia menegaskan jika tambang di Desa Gambus Laut, Kabupaten Batubara legal.

“Jika dibilang tambang pasir kuarsa di Desa Gambus Laut ilegal itu tidak benar. Kami memiliki alas hak dan legalitas. Karena kami mengantongi izin dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumut serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumut sesuai dokumen RKAB,” terang Juliandi, Rabu (19/6).

Juliandi juga menuturkan, PT BUMI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan sejak tahun 2019 di Desa Gambus Laut yang mengelola seluas +22,95 ha. Tiba-tiba bulan Desember 2023, Sunani mengklaim memiliki tanah seluas 4,2 Ha melalui pengacaranya.

“Namun, selama 4 tahun beroperasi di Desa Gambus Laut tidak ada yang komplain. Di bulan Januari 2024 Sunani bersama pengacaranya membuat laporan ke Polda Sumut dengan tuduhan Pencurian dan Pengrusakan. Di Februari 2024, anak Sunani dan pengacaranya datang mengklaim tanah mereka ada di sana. Kita pun menanggapinya jika ada tanah yang terlanjur digali oleh operator, kita siap mengganti kerugiannya dan tanah tetap milik Sunani,” ujar Juliandi.

Sunani berdalih tanahnya tersebut untuk investasi di Kuala Tanjung, Dalam beberapa kali pertemuan tersebut tidak ada kesepakatan. Karena Sunani tidak bersedia menunjukkan Surat yang menjadi dasar kepemilikannya maupun Objek tanahnya.

“PT. BUMI tak mau ribut-ribut dan sudah ada kata sepakat, Dimana pihaknya pun siap membayar tanah milik Sunani seluas 1,7 ha, tetapi tunjukkan dulu surat dan tanahnya dimana, kalau tumpang tindih tidak kita beli. Namun, pihak Sunani ngotot minta bayar cash dan baru tunjukkan surat tanahnya,” ucap Juliandi.

Merasa ada yang ganjil, Juliandi memerintahkan timnya untuk melacak alas hak tanah tersebut. Ternyata kecurigaan Juliandi benar. Banyak keganjilan di alas hak tanah tersebut. Salah satunya alas hak tanah atas nama SA.

Juliandi melakukan upaya untuk bertemu dengan SA, dalam pertemuan tersebut, SA meminta waktu 2 hari, Karena takut anggapan orang-orang di desa tersebut, apalagi Kades Z adalah rivalnya dulu waktu bertanding dalam pemilihan kades. Selang dua hari kemudian, SA tidak bisa dihubungi.

PT. Jui Shin Indonesia melalui Legalnya Asep Suherman, SH, SP.d melaporkan S, SA, B, TS dan Z lantaran diduga menempatkan keterangan tidak benar pada data otentik.

Sedangkan untuk tambang tanah kaolin di Desa Bandar Pulau Pekan di Kabupaten Asahan, Asep bilang, pihaknya membeli dari pertambangan yang dilakukan oleh Perusahaan yang memiliki Legalitas Perizinan.

“Sah-sah saja kami membeli pasir kuarsa dan tanah kaolin di sana. Apa yang salah. PT Jui Shin Indonesia tak ada melakukan penambangan,” beber Asep.

Asep juga sangat menyayangkan Ditreskrimum Polda Sumut. Karena, dua ekscavator milik PT Jui Shin yang dipinjampakaikan kepada PT. BUMI diamankan sejak 19 April 2024.

“Apa dasar Ditreskrimum Polda Sumut mengamankan ekscavator milik kami? Seyogyanya penyidik melakukan penyitaan dilakukan setelah kepemilikan objek lahan yang menjadi sengketa terang benderang,” beber Asep.

Proses pengukuran terhadap objek lahan belum dilakukan, Asep bilang, penyidik memanggil PT. BUMI, PT. Jui Shin Indonesia, Kades Gambus Laut dan Sunani untuk hadir pada tanggal 13 Juni 2024 yang lalu untuk melakukan pengukuran terhadap objek lahan oleh Pihak Terkait sebagaimana Surat No. B/3704/VI/Res.1.10/2024/ Ditreskrimum tertanggal 06 Juni 2024. (rel/tri)

Bank Muamalat Beri Edukasi Perencanaan Keuangan Syariah untuk Generasi Z

JELASKAN: Karyawan PT Bank Muamalat saat menjelaskan kepada nasabah terkait program keuangan syariah.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memberikan edukasi mengenai perencanaan keuangan syariah kepada generasi Z di Jawa Tengah dan Yogyakarta dalam seminar bertajuk Investment Literacy Goes to Campus. Seminar edukatif ini diadakan di dua lokasi yaitu di Universitas Islam Negeri Wali Songo Semarang pada Rabu, 12 Juni 2024 dan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta pada Jumat, 14 Juni 2024.

SEVP Retail Banking Bank Muamalat Dedy Suryadi Dharmawan mengatakan, lokasi Jawa Tengah dan Yogyakarta dipilih karena merupakan wilayah dengan dana kelolaan reksa dana dan sukuk terbesar di Bank Muamalat. Bahkan, sudah ada universitas yang telah menjadi investor reksa dana di Bank Muamalat dan memanfaatkan dana tersebut sebagai dana abadi.

“Melalui seminar ini kami berharap dapat memberikan wawasan mengenai pentingnya literasi keuangan syariah sejak dini kepada mahasiswa yang merupakan generasi Z. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan para mahasiswa dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih bijak dan sedini mungkin. Selain itu, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi kami dalam mengincar market gen Z sebagai nasabah berkelanjutan Bank Muamalat,” ujarnya.

Dedy menjelaskan, Bank Muamalat fokus pada edukasi mengenai penggunaan instrumen keuangan syariah yang terjangkau bagi mahasiswa dengan memperkenalkan dua produk unggulan, yaitu Sukuk dan Reksa Dana. Kedua produk ini diharapkan dapat menjadi alternatif investasi yang aman dan sesuai prinsip syariah bagi para mahasiswa.

Sebagai pionir bank syariah di Indonesia, Bank Muamalat berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan layanan terbaik bagi para nasabah, khususnya generasi muda. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi muda yang melek keuangan dan siap menghadapi tantangan finansial di masa depan.

Sebagai informasi, per 31 Maret 2024 dana kelolaan produk wealth management di Bank Muamalat tumbuh sekitar 40% dari total dana kelolaan pada akhir 2023. Saat ini mayoritas dana investasi nasabah ditempatkan di instrumen deposito, disusul sukuk negara dan reksa dana. (rel/ram)

STIKes Mitra Husada Medan Santuni Anak Yatim

DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS SANTUNAN: Dr Imran Saputra Surbakti MM dan Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes bersama anak-anak penerima santunan.

BERTEPATAN dengan perayaan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, keluarga besar Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan memberikan santunan pada anak yatim.

Sebelumnya juga dilaksanakan Salat Idul Adha dan penyembelihan dua ekor sapi. Rangkaian kegiatan perayaan Idul Adha juga diisi perlombaan baca puisi dan volksong religi.

Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes berharap kurban dan perayaan Idul Adha dapat meningkatkan keimanan sehingga lulusan STIKes Mitra Husada Medan dapat membawa bangsa Indonesia yang lebih baik.

Ia berharap mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi yang dipimpinnya memiliki knowledge, attitude dan keterampilan serta spiritual yang baik. Spiritual ini, lanjut Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes, mengatur keseimbangan hidup manusia. Mereka yang memiliki spiritual yang baik, akan menjadi contoh ditengah-tengah masyarakat.

Untuk itu, ketua STIKes Mitra Husada Medan mengajak 2.500 mahasiswi untuk meningkatkan spiritual yang lebih baik. Ia pun meminta para mahasiswi berupaya mewujudkan nilai-nilai Profesional, Acuntabel, Collaborative, Empathy dan Reliability (Pacer) yang diajarkan di kampus.

Ketua Pengurus Yayasan STIKes Mitra Husada Medan Dr Imran Saputra Surbakti MM juga mengajak sivitas akademika untuk meningkatkan ketaatan dalam beribadah.

Ia pun mengingatkan bahwa capaian pembelajaran lulusan termasuk nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian pada lingkungan sekitar kita merupakan hal yang sangat penting.

”Mari kita tunjukkan toleransi, nasionalisme dan tanggung jawab pada sesama kita. Dari keanekaragaman ini kita memiliki kepedulian terhadap keluarga dan masyarakat,” katanya.

Dr Imran Saputra Surbakti MM bersyukur karena momen Hari Raya Idul Adha dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan gembira sebagai suatu keluarga besar.

Tema perayaan Idul Adha adalah: ‘Dengan Berkurban, Mari Kita Tingkatkan Kepedulian kepada Sesama dalam Menerapkan Budaya PACER di STIKes Mitra Husada Medan. (dmp)

Brimob Polda Sumut Gerebek Lapak Narkoba di Sunggal

AMANKAN: Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengamankan lima terduga kasus narkoba di Jalan Lembah Berkah Lingkungan 11, Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (18/6/2024) malam

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengamankan lima terduga kasus narkoba di Jalan Lembah Berkah Lingkungan 11, Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (18/6/2024) malam.

Iptu Edward Sardi sebagai komandan tim patroli mengatakan, pelaksanaan tugas dalam rangka membantu Polrestabes Medan untuk melaksanakan patroli kamtibmas di Wilayah hukum Polsek Sunggal.

“Personel yang dikerahkan untuk melakukan patroli dan pengamanan berjumlah 25 orang,” ujar Edward, ketika dikonfirmasi Rabu (19/6/2024).

Dia mengatakan rute patroli di Sunggal yakni Jalan KM 19,5 Kampung Lalang , Jalan PDAM Tirtanadi, Jalan Sunggal dan Jalan Lembah Berkah Lingkungan 11.

Dari hasil patroli tersebut, diamankan lima orang yang diduga penyalahgunaan narkoba yakni pria berinisial I, P, G, WA sebagai bandar dan perempuan N.

“Barang bukti yang disita 16 paket Sabu dengan harga Rp 500 ribu per paket, selanjutnya bong, pipet, gunting, senjata tajam dan lainnya 1 lembar uang Palsu Rp 100 ribu hasil penjualan sabu-sabu,” ucap Edward.

Dia menambahkan dalam patroli tersebut pihaknya tidak menemukan geng motor. Perlu diketahui, Polda Sumut dan jajaran akan menindak tegas pelaku yang meresahkan ketertiban masyarakat.(mag-1/han)

Perjudian Kembali Marak di Karo

Ilustrasi

KARO, SUMUTPOS.CO-Setelah sempat ‘vakum’ beberapa bulan, judi dadu dan tembak ikan-ikan kembali menjamur di Kabupaten Karo. Ironisnya, judi khususnya, ikan-ikan ini bebas beroperasi tanpa adanya penindakan dari Polres Tanah Karo.

Kasi Humas Polres Tanah Karo Aiptu Budi Sastra Negara saat dikonfirmasi terkait adanya pembiaran ini, hanya mengaku pihaknya (Polres Tanah Karo) akan melakukan pemantauan.. “Biar kami pantau bang,” katanya singkat via whatsapp, Selasa (18/6).

Padahal, data yang dihimpun dari masyarakat di lapangan. Judi tembak ikan-ikan bebas dan telah beroperasi hampir di 17 Kecamatan yang ada Bumi Turang. Di Kota Wisata Berastagi misalnya, puluhan unit mesin judi tembak ikan-ikan ini bebas beroperasi di beberapa titik. Dua diantaranya berada tak jauh dari Tugu Perjuangan dan Jalan Kolam Berastagi.

“Sudah ramai lagi ini. Judi di sini buka siang malam itu. Kalau tak percaya kita tengok ayok. Belum pernah ada polisi kukuhat datang menggerebek,” beber beberapa warga Berastagi yang minta namanya dirahasiakan dengan alasan keamanan.

Sepengetahuan warga, judi tembak ikan-ikan ini baru beroperasi lagi sekitar 3 minggu belakangan. Padahal sekitar dua bulan ini, judi di Berastagi sempat tutup.

“Sekarang ini kulihat mereka berani buka lagi. Padahal sempat tutup sekitar dua bulan kemarin,” katanya.

Warga mengaku heran kenapa perjudian ini bisa kembali marak di Kabupaten Karo. Padahal pemberantasan perjudian sudah menjadi atensi Presiden RI Jokowidodo. Namun nyatanya para ‘panitia-panitia’ dan bandar-bandar judi di sini tetap buka.

Warga juga menduga bos-bos judi di Tanah Karo ini sudah menjalin komunikasi yang baik dengan Polres Tanah Karo dan jajarannya.

“Buktinya sampai saat ini polisi terkesan melakukan pembiaran,” kesal warga.

Karena itu, warga meminta Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si segera memerintahkan jajarannya melakukan pembersihan.

“Harus Kapolri lah yang turun tangan. Kalau tidak, judi ini pasti makin marak,” pinta warga.

Tak berbeda dengan Berastagi, lokasi judi tembak ikan-ikan ini beroperasi di banyak titik di Kota Kabanjahe. Beberapa diantarannya berada di Jalan Veteran, Jalan Bangsi Sembiring,Jalan Bom Ginting, Jalan Jamin Ginting dan beberapa titik lagi di Kota Kabanjahe. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan lain seperti Tigapanah, Barusjahe, Mardinding dan kecamatan-kecamatan. lainnya.

“Kalau dibiarkan terus, pasti makin hancur Tanah Karo ini. Narkoba juga pasti makin marak,” kesal warga.

Warga Kabupaten Karo juga berharap adanya kepedulian dari para calon-calon Bupati Tanah Karo yang akan maju di Pilkada Serantak 2024 ini.

“Kalau ada calon Bupati Karo yang programnya memberantas judi dan narkoba di Tanah Karo ini. Sudah pasti akan terpilih. Karena apa pun ceritanya, judi dan narkoba ini sangat meresahkan dan menyengsarakan warga Tanah Karo,” tandas warga. (deo/han)

Fakultas Ilmu Sosial UINSU-Medan Berkunjung ke Sumut Pos

BERSAMA: Pemred Harian Sumut Pos, Asih Astuti bersama Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UINSU-Medan Yusniah MA, Dosen Pengampu Mata Kuliah Manajemen Media Massa Deddy Parwis Jailani Nst dan mahasiswa. Dewi Syahruni Lubis/Sumut Pos

Sumut Pos – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan bertandang ke Kantor Harian Sumut Pos, di Gedung Graha Pena, Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (19/6).

Kunjungan mahasiswa didampingi Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UINSU-Medan, Yusniah MA didampingi Dosen Pengampu Mata Kuliah Manajemen Media Massa, Deddy Parwis Jailani Nasution. Hal tersebut dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Media Massa pada kampus di tempat mereka menimba ilmu.

Kunjungan ini disambut baik oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Sumut Pos, Asih Astuti dan Manager Pemasaran, Chairil Huda.

Dalam kunjungan itu, turut dilakukan pendatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman di antara kedua belah pihak, yakni UINSU-Medan dan Media Harian Sumut Pos.

“Kami hari ini melakukan kerja sama dengan Sumut Pos sekaligus kunjungan anak-anak mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Semester 6 Fakultas Ilmu Sosial UINSU Medan, kebetulan dalam belajar Manajemen Media Massa. Alhamdulillah diterima dengan tangan terbuka,” ujar Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UINSU-Medan, Yusniah MA didampingi Dosen Pengampu Mata Kuliah Manajemen Media Massa, Deddy Parwis Jailani Nasution usai melakukan penandatangan Nota Kesepahaman.

Dijelaskannya, jalinan kerja sama yang dilakukan, yakni di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Untuk pendidikan dan pengabdian, lanjutnya, dalam artian magang Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa atau mini riset. Sedangkan penelitian, harapannya kerja sama yang dijalin berupa kolaborasi penulis dari UINSU-Medan untuk penerbitan atau publikasi di Media Harian Sumut Pos.

“Sebenarnya program magang dan PPL adalah program rutin, yaitu di Semester 6 dan 7, sebagai bekal jika nanti lulus akan menjadi calon profesional di bidang media massa,” imbuhnya.

Menurut Yusniah, sebelumnya sudah banyak mahasiswa UINSU-Medan yang PPL ke media massa, khususnya ke Sumut Pos, dan ke depan dengan adanya MoU kerjasama dalam bentuk lainnya dapat ditingkatkan.

Menanggapi hal itu, Pemred Sumut Pos, Asih Astuti menyambut antusias kedatangan dari pihak UINSU-Medan. Ia mengucapkan terima kasih atas kunjungan tersebut, sekaligus untuk mempererat silaturahmi. Apalagi Harian Sumut Pos salah satu media yang peduli dengan pendidikan dan memiliki halaman khusus pendidikan.

” Kita selalu terbuka menjalin kemitraan dengan berbagai pihak. Termasuk dengan kampus, ” tambahnya.

Pada kesempatan ini Asih pun menjelaskan proses kerja di redaksi Sumut Pos, termasuk Job Description masing masing kru redaksi.

Sementara itu, Manager Pemasaran Harian Sumut Pos, Chairil Huda menambahkan, mengantisipasi kebutuhan pasar, selain memasarkan koran fisik, Sumut Pos juga menawarkan koran digital yang dapat dinikmati pembaca dengan cara berlangganan.

Chairil juga mengajak mahasiswa UINSU-Medan yang berminat menjadi wartawan profesional di bidang media massa, agar juga mempelajari ilmu bisnisnya. “Jadi bukan hanya belajar ilmu jurnalistik semata, tetapi juga pelajari ilmu bisnisnya jika ingin meningkat jenjang karirnya di dunia media profesional,” tandasnya. (dwi)

Selama Idul Adha 1445 Hijriah, PDIP Sumut Sembelih 93 Ekor Lembu untuk Masyarakat

Memasuki hari tasyrik kedua, DPD PDI Perjuangan Sumut kembali menyerahkan sapi kurban kepada masyarakat di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (19/6/2024). Total hingga saat ini, DPD PDI Perjuangan Sumut telah menyembelih 93 ekor sapi kurban yang dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO- Memasuki hari tasyrik kedua, DPD PDI Perjuangan Sumut kembali menyerahkan sapi kurban kepada masyarakat di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (19/6/2024). Total hingga saat ini, DPD PDI Perjuangan Sumut telah menyembelih 93 ekor sapi kurban yang dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

“Mulai Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Hari Senin (17/6/2024), hingga saat ini kita sudah menyembelih 93 ekor sapi kurban. Semua hewan kurban itu berasal dari pengurus dan kader PDI Perjuangan se-Sumatera Utara. Sedangkan pemotongannya dilaksanakan di kantor DPD, DPC maupun PAC,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Drs Rapidin Simbolon MM dalam keterangan persnya, Rabu (19/6/2024).

Rapidin menjelaskan, PDI Perjuangan tidak akan pernah berhenti untuk peduli dengan masyarakat, termasuk di momen Idul Adha. “Kerja-kerja sosial di masyarakat, bagi PDI Perjuangan merupakan tanggung jawab moral yang bertujuan untuk kemanusiaan. Jadi bukan karena hanya untuk kepentingan elektoral belaka atau kepentingan suara dalam Pemilu,” papar mantan Bupati Samosir tersebut.

Ketika di tanya soal kesiapan PDI Perjuangan dalam menghadapi Pilkada 2024, Rapidin mengatakan, partainya sudah sangat siap. “Kita sudah sangat siap. Itu sebabnya saya terus berkeliling ke kabupaten-kabupaten. Bukan hanya untuk menyerahkan hewan kurban secara langsung, tetapi saya ingin memastikan kesiapan mesin partai dalam menyambut gelaran Pilkada 2024 ini,” jelas Rapidin yang terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2024-2029.

Ketika ditanya siapa yang akan diusung PDIP? Rapidin mengatakan, saat ini masih dalam tahap penyaringan untuk nanti diputuskan Ketua Umum Megawati Sukarnoputri. “Sabar. Baik calon gubernur, bupati dan wali kota, semua masih menunggu proses di DPP. Kalau sudah ada rekomendasi, pasti kami akan kabari. Prinsipnya, siapapun yang nantinya diputuskan ketua umum, kita siap untuk berjuang memenangkannya dalam Pilkada nanti,” pungkasnya. (adz)