26 C
Medan
Wednesday, July 24, 2024

Tak Hargai Keberhasilan Ijeck Bawa Partai Golkar Menangi Pemilu di Sumut, Kader Ungkap Kekecewaan

KADER Partai Golkar Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP mengutarakan kekecewaan karena partainya tak mengusung kader sendiri untuk Pemilihan Gubernur Sumut pada Pilkada serentak 27 November 2024.

Penegasan ini disampaikan Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP yang pernah menjadi Sekretaris Dewan Pertimbangan Partai Golkar Sumut kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (20/6).

Ungkapan ini disampaikan menanggapi keputusan DPP Partai Golkar yang memberikan dukungan sebagai bakal calon Gubsu pada Muhammad Bobby Afif Nasution pada 19 Juni lalu.

Sebelumnya, selain Muhammad Bobby Afif Nasution, Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto juga sempat memberikan rekomendasi bersama dengan Ketua Partai Golkar Sumut Dr H Musa Rajekshah MHum untuk menjadi bakal calon Gubsu.

”Ini bentuk ‘pelecehan’ kepada Dr H Musa Rajekshah MHum. Sewenang-wenang dan sama sekali tak menghargai kerja keras dan keberhasilan Musa Rajekshah membawa Partai Golkar menjadi pemenang di Sumut,” tegas mantan rektor Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah tersebut.

Kekecewaan bertambah karena hasil survei terhadap para bakal calon Gubsu oleh Partai Golkar tak pernah diberitahukan kepada kader. ”Semua tak tahu sama sekali bagaimana sih sebenarnya hasil survei yang dilakukan? Apalagi dipublikasikan,” sebut mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan dan Sumut.

”Tentu keputusan tidak mencalonkan Musa Rajekshah sangat mengecewakan dan menyakitkan hati para kader Partai Golkar yang ada di ‘akar rumput’,” ungkap Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP.

Untuk itu, Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP menolak keputusan DPP Partai Golkar tersebut. Ia pun sedang mempertimbangkan keluar dari keanggotaan Partai Golkar. ”Kalau kader yang lain, Saya tidak tahu akan menolak atau akan jadi kader yang penakut,” katanya.

Politisi yang sarat pengalaman yang pernah menjadi calon wakil bupati Deliserdang ini menyebutkan keheranan. Sebab partai sebesar Golkar justru tidak mencalonkan sendiri kadernya sebagai calon Gubsu. Menurut dia, terjadi perlakuan semena-sema yang mungkin diatasnamakan untuk kepentingan yang lebih besar.

Diakhir perbicangan, Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP mendesak ketua umum DPP Partai Golkar apabila tidak bisa membatalkan pencalonan Muhammad Bobby Afif Nasution maka harus memperjuangkan posisi jabatan yang lebih tinggi kepada mantan Wagubsu Dr H Musa Rajekshah MHum.

Hal ini, kata Hardi Mulyono yang merupakan politisi dan akademisi, mengingat pengorbanan dan kerja keras dari anggota DPR RI terpilih Dr H Musa Rajekshah MHum yang sukses memenangkan Partai Golkar di Sumut pada Pemilu 2024 lalu. (dmp)

KADER Partai Golkar Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP mengutarakan kekecewaan karena partainya tak mengusung kader sendiri untuk Pemilihan Gubernur Sumut pada Pilkada serentak 27 November 2024.

Penegasan ini disampaikan Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP yang pernah menjadi Sekretaris Dewan Pertimbangan Partai Golkar Sumut kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (20/6).

Ungkapan ini disampaikan menanggapi keputusan DPP Partai Golkar yang memberikan dukungan sebagai bakal calon Gubsu pada Muhammad Bobby Afif Nasution pada 19 Juni lalu.

Sebelumnya, selain Muhammad Bobby Afif Nasution, Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto juga sempat memberikan rekomendasi bersama dengan Ketua Partai Golkar Sumut Dr H Musa Rajekshah MHum untuk menjadi bakal calon Gubsu.

”Ini bentuk ‘pelecehan’ kepada Dr H Musa Rajekshah MHum. Sewenang-wenang dan sama sekali tak menghargai kerja keras dan keberhasilan Musa Rajekshah membawa Partai Golkar menjadi pemenang di Sumut,” tegas mantan rektor Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah tersebut.

Kekecewaan bertambah karena hasil survei terhadap para bakal calon Gubsu oleh Partai Golkar tak pernah diberitahukan kepada kader. ”Semua tak tahu sama sekali bagaimana sih sebenarnya hasil survei yang dilakukan? Apalagi dipublikasikan,” sebut mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan dan Sumut.

”Tentu keputusan tidak mencalonkan Musa Rajekshah sangat mengecewakan dan menyakitkan hati para kader Partai Golkar yang ada di ‘akar rumput’,” ungkap Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP.

Untuk itu, Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP menolak keputusan DPP Partai Golkar tersebut. Ia pun sedang mempertimbangkan keluar dari keanggotaan Partai Golkar. ”Kalau kader yang lain, Saya tidak tahu akan menolak atau akan jadi kader yang penakut,” katanya.

Politisi yang sarat pengalaman yang pernah menjadi calon wakil bupati Deliserdang ini menyebutkan keheranan. Sebab partai sebesar Golkar justru tidak mencalonkan sendiri kadernya sebagai calon Gubsu. Menurut dia, terjadi perlakuan semena-sema yang mungkin diatasnamakan untuk kepentingan yang lebih besar.

Diakhir perbicangan, Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP mendesak ketua umum DPP Partai Golkar apabila tidak bisa membatalkan pencalonan Muhammad Bobby Afif Nasution maka harus memperjuangkan posisi jabatan yang lebih tinggi kepada mantan Wagubsu Dr H Musa Rajekshah MHum.

Hal ini, kata Hardi Mulyono yang merupakan politisi dan akademisi, mengingat pengorbanan dan kerja keras dari anggota DPR RI terpilih Dr H Musa Rajekshah MHum yang sukses memenangkan Partai Golkar di Sumut pada Pemilu 2024 lalu. (dmp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/