Home Blog Page 6314

Panglong Kusen Ludes Terbakar

Foto: Fachril/Sumut Pos Toko panglong di Jalan Veteran, Pasar VI, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang, ludes terbakar, Selasa (29/5) pukul 05.00 WIB.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Toko panglong di Jalan Veteran, Pasar VI, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang, ludes terbakar, Selasa (29/5) pukul 05.00 WIB.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Toko panglong milik Boni Nasution (50) di Jalan Veteran, Pasar VI, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang, ludes terbakar, Selasa (29/5) pukul 05.00 WIB.

Kebakaran yang menimpa usaha kusen Maju Bersama ?tidak ada korban jiwa, api yang diduga dari arus pendek mengakibatkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Peristiwa itu terjadi berawal munculnya api dibagian tengah panglong, melihat api marak dengan membakar bahan mudah terbakar, membuat warga sekitar heboh.

Kobaran api terus marak, suasana di lokasi menjadi ramai, tak berapa lama petugas Pemadam Kebakara dari Pemko Medan dan Deliserdang datang ke lokasi.

Di sela – sela suasana kemacetan dan ramainya warga, petugas pemadam melakukan penyiraman ke arah api yang terus berkobar. Dengan mudahnya sijado merah menjilat ke seluruh bagian panglong.

Api yang marak secara perlahan dapat dipadamkan, hingga lebih dari 3 jam proses penyiraman terus dilakukan. “Tadi apinya tiba – tiba muncul, karena bahan banyak kayu, jadi api susah dipadamkan,” kata warga sekitar.

Petugas pemadam terus melakukan penyiraman, pihak kepolisian terus melakukan pengamanan dan mengatur lalu lintas yang sempat macet total.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Hendris Tampubolon dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP, untuk penyebab kebakaran masih mereka selidiki.

“Untuk dugaan sekarang, api berasal dari arus pendek, untuk lebih jelas masih kita selidki, jadi kita masih melakukan pengecekan di lapangan,” terang Hendris. (fac)

Transaksi Penukaran Uang Baru di Hari Pertama Capai Rp928 Juta

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Seorang warga menukarkan uang pecahan di lap.Benteng Medan, Senin (13/6) Mendekati lebaran sejumlah Bank menyediakan penukaran uang pecahan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Pegawai Bank melayani masyarakat untuk penukaran uang pecahan baru.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penukaran uang pecahan baru di Bank Indonesia (BI) Sumut pada hari pertama yaitu Senin (28/5) berjalan lancar, setidaknya ada 200 orang yang melakukan penukaran uang dengan jumlah Rp928 juta. untuk penukaran ini akan dimulai pada 28 Mei hingga 7 Juni 2018 mendatang.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Arief Budi Santoso mengatakan penukaran uang pecahan baru, dilakukan menjelang Hari Idul Fitri 1434 H dan melibatkan 10 bank.

“Selain Bank Indonesia, terlibat di dalamnya 10 bank lain. Jadi ada 11 bank dengan Bank Indonesia. Untuk Hari Raya Idul Fitri tahun ini Bank Indonesia Perwakilan Sumut menyiapkan uang Rp4,1 triliun, Rp300 miliar diantaranya uang pecahan kecil, Rp3,8 triliun uang pecahan besar, pecahan Rp100.000 dan Rp50.000,” ungkap Budi kepada wartawan di Medan, Selasa (29/5).

Budi mengatakan penukaran tersebut, dibatas untuk sekali penukaran dengan ketentuan dan syarat berlaku.Per hari untuk per orang hanya diperbolehkan menukar uang pecahan kecil sebesar Rp5,6 juta. Jumlah ini dinaikkan dari sebelumnya yang hanya Rp3,7 juta. Loket penukaran uang pecahan kecil ini buka mulai pukul 08.30 WIB hingga 13.00 WIB.

Budi menjelaskan uang pecahan kecil yang disediakan Bank Indonesia mulai dari pecahan Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, dan Rp20.000. Jika masyarakat menukarkan sebanyak jumlah yang ditentukan, yaitu Rp5,6 juta, maka akan mendapatkan uang pecahan kecil Rp20.000 satu pack, Rp10.000 dua pack, Rp5.000 satupack, dan Rp2.000 tiga pack.

Triwulan I Capai 107 Persen Penjualan PGN di Sumut

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi (tengah) bersama pegawai PGN Group berfoto bersama saat buka puasa bersama di Medan, Sabtu (26/5).
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi (tengah) bersama pegawai PGN Group berfoto bersama saat buka puasa bersama di Medan, Sabtu (26/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Pada triwulan pertama 2018 ini, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) area Medan berhasil melakukan transaksi mencapai 107 persen atau menjual gas sebanyak 13,5 Juta British Thermal Unit (mmbtu).

Sales Area Head PT PGN Wilayah Medan, Saeful Hadi mengatakan di triwulan II-2018, menargetkan dapat meraih peningkatan sekitar 10 persen dari target penyaluran yang dibuat PGN untuk wilayah Sumatera Utara.

“Alhamdulilah realisasi di triwulan pertama, ini mencapai 107 persen. Rata-rata sekitar 13,5 mmbtu perhari dari jumlah pelanggan kita yang mencapai sekitar 20.400 pelanggan. Faktor (yang mendorong) ekonomi mulai membaik. Banyak pelanggan komersil maupun industri kita, pemakaiannya meningkat dari sebelumnya,” ucap Saeful Hadi kepada wartawan di Medan, Senin (28/5) kemarin.

Saeful menjelaskan, peningkatan realisasi penjualan dari target itu, didorong oleh konsumsi dari pelanggan komersil dan industri yang terus bertumbuh, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Kota Medan yang terus melaju pesat.

Dengan itu, PGN optimis target itu bisa dicapai, seiring dengan telah adanya permintaan pemasangan baru dari pelanggan komersil dan industri yang ada di Sumut.

“Kami optimis dapat terpenuhi. Kuartal II sampai Mei sudah terpenuhi, sekarang sekitar 108 persen. Saya pikir akan naik terus ini kalau melihat trennya. Saya kira ekonomi cukup menjanjikan. di Medan ini, geliat ekonominya cukup bagus ya. Kita bisa lihat sendiri di hampir setiap sudut medan khususnya kuliner, sangat ramai sekali,” tuturnya.

Ia mengungkapkan untuk infrastruktur saat ini, ? ada beberapa pembangunan infrastruktur untuk pelanggan industri. Tapi, tidak terlalu panjang. yang panjang masih pembangunan jaringan gas masyarakat (jargas) yang 5000 pelanggan di Kota Medan dan 5000 di Kabupaten Deli Serdang.

“Itu program pemerintah. Untuk bisnis kita, yang kita bangun sekarang untuk musim mas di KIM I dan dan KIM II arah ke Martubung. itu di seberang tol. Itu sekitar bulan 6 nanti selesainya. Gasnya 600 ribu meter kubik per bulan. Atau sekitar 0,7 juta kaki kubik perhari (mmscfd),” jelas Saeful.

Sementara itu, untuk pemenuhan kebutuhan gas bagi masyarakat, maupun pelanggan komersil dan industri, menjelang dan saat lebaran nanti, Saeful memastikan tidak akan ada masalah. Baik dari sisi tekanan maupun volume gas yang didistribusikan. Hal itu karena ada kecenderungan penurunan konsumsi gas oleh para konsumen besar PT PGN, saat perayaan idul fitri.

“Sekarang ini untuk pelanggan komersil memang ada kenaikan konsumsi sekitar 20-30 persen. Tapi masih bisa kita penuhi. Kalau nanti saat lebaran, komersil dan industri justru akan turun karena mereka libur massal. Sementara untuk pelanggan rumah tangga cenderung stagnan,” tandasnya.(gus/ram)

Logistik Surat Suara Pilgubsu Diangkut 6 Truk

Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS TUNJUKKAN: Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga menunjukkan specimen surat suara Pilgubsu 2018 kepada wartawan di kantor KPU Sumut, Jl. Peristis Kemerdekaan Medan, Jumat (4/5).
Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
TUNJUKKAN: Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga menunjukkan specimen surat suara Pilgubsu 2018 kepada wartawan di kantor KPU Sumut, Jl. Peristis Kemerdekaan Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Sebanyak enam armada jenis dumptruk dipastikan segera membantu pendistribusian surat suara pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu), pada 27 Juni 2018 sampai ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota di Sumut.

“Hanya 6 dumptruk sudah cukup, kemudian dumptruk ini akan sampai ke kabupaten/kota membawa logistik,” kata Ketua KPU Sumut Mulia Banurea dalam diskusi publik yang digelar KPU Sumut melalui Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan KPU Sumut di Cafe Nongkrong Jalan Samanhudi Medan, Senin (28/5).

Dijelaskan dia, dengan armada yang tersedia selanjutnya akan menurunkan logistik pada daerah terdekat dari lokasi yang dituju.

”Misal dari Kabupaten Madina diturunkan logistik ke Tapsel, kemuian Padangsidempuan sampai  Padanglawas Utara,” sebutnya.

Operasional dumptruk sendiri, terang Mulia, juga mendapat pengawalan langsung pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) melalui koordinasi yang sudah terjalin. “Ini sudah kami koordinasikan, besok (Selasa, Red) saja kita bersama tim Polda Sumut berangkat ke Cikarang (pemenang percetakan surat suara/PT Gramedia). Jadi begitu logistik jalan maka akan langsung dikawal,” bebernya seraya berharap seluruh proses pendistribusian dapat berlangsung sesuai harapan.

“Kita doakan agar logistik dibawa dumptruk ini sampai ke kabupaten/kota, tepat jumlah, tepat jenis, dan tepat waktu kemudian nggak ada kerusakan,” imbunya.

Pun mengenai pihak yang bertanggungjawab terhadap pendistribusian mulai dari pihak percetakan di Cikarang sampai dengan KPU kabupaten dan kota itu dilakukan berbeda pihak. “Yang lakukan distribusi ada pihak lain lagi, kerja sama dengan perusahaan ekspedisi dan kami juga sudah ketemu, kalau tak salah PT Cabe Rawit, jadi ada pihak lagi untuk pendistribuisan,” ungkapnya.

Di mana dengan prinsip, lanjut Mulia, dalam melakukan pendisribusian dan pergeseran dari daerah Cikarang (percetakan) sampai ke KPU kabupaten dan kota dibuat berupa Fakta Integritas.

“Kita pastikan besok Pak Benget Silitonga (Komisioner KPU Sumut) pada Rabu (30/5) akan hadir untuk pelepasan guna memastikan surat suara disesuaikan dengan kondisi, selanjutnya dibuat berita acara,” pungkasnya.

Dalam diskusi turut hadir sebagai narasumber pembanding, yakni akademisi UMSU Shohibul Anshor Siregar. Dalam paparannya ia mengingatkan kepada KPU Sumut dalam distribusi logistik harus melihat pada topografi karena sejumlah daerah di Sumut sangat berbeda. “Kita bisa lihat Nias atau kabupaten/kota itu ada di daerah pantai barat, pantai timur dan daerah pegunungan masing-masing miliki kesulitan akses,” sebutnya.

Tidak hanya itu, Shohibul juga memerhatikan alokasi anggaran bagi petugas terutama di sejumlah wilayah atau daerah-daerah tersulit terhadap logistik.

“Saran saya uang untuk mereka dibedakan, bisa 1:10 atau 1:20 kepada daerah yang biasa-biasa. Kenapa? Bisa saja ada nyawa yang terancam atas hal itu, belum lagi ada satu daerah akan ketemu dengan harimau,” ujarnya. (prn/azw)

Eramas Pilihan Pas Bagi Warga Sumut

Arahan: Wakil Ketua Umum DPP PAN Mulfachri Harahap (tengah) didampingi Ketua DPW Yahdi Khoir saat memberikan arahan pada Rakorwil PAN Sumut. IST
Arahan: Wakil Ketua Umum DPP PAN Mulfachri Harahap (tengah) didampingi Ketua DPW Yahdi Khoir saat memberikan arahan pada Rakorwil PAN Sumut. IST

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) Mulfachri Harahap menegaskan Sumatera Utara butuh kepemimpinan yang tegas serta mengayomi lintas suku dan agama. Kepemimpinan itu ada pada pasangan Cagub-Cawagubsu Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas).

Untuk itu Mulfachri kembali mengajak para kader, pengurus dan simpatisan Partai Amanat Nasional di seluruh Sumatera Utara, memiliki kewajiban untuk memenangkan Eramas demi perbaikan Sumut ke arah yang lebih baik.

“Eramas merupakan pilihan terbaik dalam memimpin Sumut lima tahun ke depan,” katanya didampingi Ketua DPW PAN Sumut, Yahdi Khoir Harahap, Sekretaris H Hendra Cipta, Bendahara Osaka Hendra Ginting pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan buka bersama PAN Sumut diikuti seluruh pimpinan DPD PAN kabupaten/kota se-Sumut di Prime Plaza Hotel Kualanamu-Medan, Minggu (27/5).

Menurut Mulfachri, Eramas merupakan perpaduan antara seorang figur yang sarat pengalaman di bidang militer dengan seorang pengusaha muda yang sukses. “Kualitas kepemimpinan Edy Rahmayadi tidak perlu diragukan lagi, bahkan di atas rata-rata dan sosok seperti itu dibutuhkan Sumut untuk membawa daerah ini ke arah lebih baik, sekaligus mengejar ketertinggalan provinsi ini dari daerah lain yang sudah jauh melesat menorehkan kemajuan pembangunan,” katanya.

Misalnya ia menyebutkan, Sumatera Selatan yang dulu jauh tertinggal, kini Kota Palembang sudah sangat jauh lebih maju dibandingkan Kota Medan. Palembang yang dipercaya sebagai salah satu tempat penyelenggaraan Asian Games, sudah bisa disejajarkan dengan Guang Zhou China, Seoul Korsel, Osaka Jepang serta kota-kota maju lainnya di Asia. “Sedangkan Kota Medan dan daerah-daerah di Sumut perkembangannya jalan di tempat, bahkan cenderung mengalami kemunduran,” ungkapnya.

Warga Sidimpuan: Kami Nantikan Hanya Djoss

Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus menyapa warga di kawasan Labuhan Rasoke, Kec. Padang Sidempuan Tenggara, Padang Sidempuan, Senin (28/5).
Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus menyapa warga di kawasan Labuhan Rasoke, Kec. Padang Sidempuan Tenggara, Padang Sidempuan, Senin (28/5).

TAPSEL, SUMUTPOS.CO – Sepanjang jalan menuju Penyabungan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Calon Wakil Gubernur Cawagub Sumatera Utara Sumut (Cagubsu) Sihar Sitorus beberapa kali dicegat warga. Warga berhamburan di jalan ketika mengetahui wakil dari Djarot Saiful Hidayat tersebut melintasi perkampungan mereka.

Di antaranya, di kawasan Labuhan Rasoke, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Padangsidimpuan. Ratusan warga langsung mencegat mobil yang ditumpangi cawagub nomor urut dua tersebut. Warga meminta ia turun dan bersalaman. “Kami tidak pernah menanti calon lain selain Djoss, karena itu kami sangat bangga Sihar datang ke tempat ini,” ujar warga, Kasmaran Harahap (53), Senin (28/5).

Bukan hanya Kasmaran, Sari Pardede (36) juga mengatakan hal yang sama. Sari yang mengaku istri dari marga Hasugian tersebut mengatakan bahwa Sihar sangat ramah dan bersahabat. Bukan hanya dari tampil luar saja melainkan juga dari dalam dirinya sendiri. “Kita yakin orangnya juga baik. Karena dia ramah ngak dibuat-buat. Apa adanya dan bersahabat dengan masyarakat,” katanya.

Lamganda Boru Harahap (67) juga mengatakan hal yang senada. Secara khusus pertemuan singkat tersebut juga di manfaatkan Lamganda untuk menyampaikan harapan kepada Sihar agar memperhatikan nasib para ibu tua, janda dan orang orang desa. “Kalau orangtua seperti kami ini harus di perhatikan ya amang Sihar. Bapak akan menang, karena kami dari tempat ini akan memilih bapak,” katanya.(rel/azw)

 

 

 

 

Telat Bayar THR, 3 Sanksi Menanti

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), M. Hanif Dhakiri.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), M. Hanif Dhakiri.

SUMUTPOS.CO – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri me-warning perushaan-perusahaan yang membandel. Menaker telah menyiapkan tiga sanksi bagi perusahaan yang tidak membayarkan THR (Tunjangan Hari Raya) kepada karyawan sebagaimana mestinya.

Menurut Menaker Hanif Dhakiri, THR wajib dibayarkan oleh setiap perusahaan kepada pekerja/buruh paling lambat H-7 lebaran sebesar uang gaji satu bulan sebagaimana tertuang dalam pasal 5 ayat (4) Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR. Jika tidak, ada tiga macam sanksi yang menunggu. Pertama, jika terlambat membayarkan THR, perusahaan akan dikenakan denda sebesar 5 persen dari total THR yang wajib dibayarkan pada karyawan/pekerja. “Kedua, teguran tertulis dan ketiga adalah pembatasan kegiatan usaha,” kata Hanif Dhakiri selepas pembukaan posko pengaduan THR Jakarta Kemarin (28/5).

Hanif mengatakan, Posko dan Satgas THR telah dibentuk untuk mengawal pemberian THR dari pengusaha kepada pekerja/buruh dan mengantisipasi timbulnya keluhan dalam pelaksanaan pembayaran THR Keagamaan. Posko ini efektif bekerja melayani masyarakat mulai kemarin, 28 Mei 2018 hingga 22 Juni 2018. “Laporkan jika ada perusahaan yang telat atau tidak membayarkan THR ke Posko Satgas THR,” tegas Hanif.

Tiga jam setelah dibuka, sudah 200 lebih pengaduan yang masuk. Mulai dari saluran telepon, email, whatsapp, hingga datang langsung ke posko. Tahun lalu, Kemnaker mencatatkan 412 pelanggaran THR.

Hanif menjelaskan. Ia sudah menugaskan setiap Dinas Tenaga Kerja di setiap provinsi kabupaten/kota untuk segera menyiapkan posko serupa di masing-masing wilayahnya.

Dalam pengaduan atau pelaporan, Hanif mengingatkan pentingnya mencantumkan identitas pelapor secara jelas. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, petugas menemukan kesulitan untuk memverifiksi laporan yang masuk karena ada identitas yang tidak jelas.

“Kalau identitas jelas, petugas lebih mudah menemukan kontak personnya maupun pihak-pihak yang diperlukan untuk pendalaman dalam suatu kasus, “ katanya. Proses penyelesaian urusan THR kata Hanif akan berlangsung singkat. Hanya laporan, verifikasi, lalu tindakan.

Hanif menambahkan, Posko Satgas THR ini tidak hanya menjadi sarana bagi pekerja/buruh mengadukan permasalahan THR, namun juga dapat menjadi rujukan perusahaan untuk berkonsultasi terkait pembayaran THR. Tahun lalu, Kemnaker mencatatkan 412 kasus THR tidak dibayarkan sebagaimana mestinya. Jumlah tersebut diambil dari total 3.028 pengaduan meliputi 2.802 pengaduan THR dan 226 pengaduan non THR. “Kan tidak semua pengaduan jadi pelanggaran, ada yang hanya berkonsultasi saja, ada yang hanya bertanya,” kata Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI Jamsos) Haiyani Rumondang.

Dari 412 kasus tersebut, Haiyani menyebut 290 diantaranya adalah kasus THR tidak dibayar, sementara 122 kasus sisanya tentang THR yang dibayar kurang dari ketentuan. Pulau Jawa masih menjadi yang terbanyak dengan 199 perusahaan yang melakukan pelanggaran.Terhadap perusahaan yang tidak memberikan THR ini, Haiyani mengatakan pengawas ketenagakerjaan dapat memberikan rekomendasi sanksi teguran tertulis dan pembatasan kegiatan usaha kepada Pemda setempat.

Ijeck: 212 Mart adalah Aset Umat Islam

Cawagubsu Musa Rajekshah di sela-sela pemberian santunan anak yatim di 212 Mart Jalan STM Ujung Medan, kemarin.
Cawagubsu Musa Rajekshah di sela-sela pemberian santunan anak yatim di 212 Mart Jalan STM Ujung Medan, kemarin.

SUMUTPOS.CO – Ekonomi umat di Sumatera Utara harus lebih berkembang dan mandiri. Unit usaha berbasis syariah bisa menjadi solusi untuk umat dan masyarakat di Sumatera Utara pada umumnya.

Hal itu dikatakan Calon Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah saat menghadiri pemberian santunan anak yatim di 212 Mart Jalan STM Ujung Medan, kemarin. “Pembangunan ekonomi umat dan Sumut bisa dimaksimalkan dengan kekompakan dalam berekonomi. Misalnya dengan membangun koperasi syariah seperti 212 Mart ini,” kata Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck ini.

Menurut Ijeck, keberadaan mini market 212 Mart patut diapresiasi, sebab lahir dari semangat konsolidasi umat untuk menyaingi kapitalisme yang berada di tengah-tengah masyarakat. “212 Mart ini aset umat Islam, kehadirannya tidak hanya bisa menjadi penopang ekonomi masyarakat tapi juga diharapkan menjadi model acuan bagi pengembangan bisnis retail lainnya di masyarakat,” ungkapnya.

212 Mart ini menjalankan sistem koperasi yang ideal, sistem yang mendatangkan keuntungan bagi setiap anggotanya. Bukan koperasi yang dibuat untuk menutupi aktivitas rente. “Model koperasi yang membangun kesejahteraan masyarakat harus didukung. Koperasi juga bentuk pembangunan ekonomi yang bermartabat dengan sifat gotong royongnya,” katanya.

Ijeck juga menuturkan program penguatan ekonomi umat berbasis masjid dan pondok pesantren harus dimaksimalkan ke depannya di Sumut. “Apalagi baru-baru ini Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), menggerakkan Pesantrenpreneur. Ini tepat untuk meningkatkan kualitas perekonomian umat. Sangat membanggakan,” katanya.

Ijeck mengatakan pesantren di Sumut adalah sebuah kekuatan besar yang mempunyai sumberdaya manusia berlimpah untuk digerakkan menjadi penggerak di masyarakat. Selama ini, pesantren telah meneguhkan diri sebagai pencetak SDM unggul dengan model pendidikannya yang bermartabat. “Pasar tidak hanya butuh barang yang halal, tapi juga butuh tata niaga yang Islami, perilaku bisnis dalam rantai produksi yang beretika. Dan itu bisa dimulai dari pesantren dan masjid,” kata Ijeck.

Selain kunjungan ke 212 Mart, kemarin Cawagubsu Musa Rajekshah praktis bersama masyarakat sejak Subuh hingga Tarawih. Ia Salat Subuh berjamaah dan silaturrahim dengan masyarakat di Masjid Syuhada, Jalan Balam, Medan Sunggal. Mengisi waktu Duha, Ijeck sudah menghadiri Pengajian Majelis Taklim Al Mujahidah di Masjid Al-Musannif, Jalan Cemara. Selanjutnya, Ijeck bersama rombongan melaksanakan Salat Tasbih berjamaah, tausyiah agama, dan Salat Zuhur berjamaah di Masjid Anwar Shamim Akhter, Jl. Rumah Potong Hewan Link. VII Mabar, Medan.

Jamaah Umrah Djoss Doakan Djarot-Sihar Menang

Rombongan jamaah Umroh Djoss saat melaksanakan ibadah umroh di Tanah Suci. Mereka mendoakan agar Pasangan Djarot-Sihar memenangkan Pilgubsu 2018.
Rombongan jamaah Umroh Djoss saat melaksanakan ibadah umroh di Tanah Suci. Mereka mendoakan agar Pasangan Djarot-Sihar memenangkan Pilgubsu 2018.

SUMUTPOS.CO – Rombongan jamaah umrah Djoss berulang kali mendoakan kemenangan pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) 2018. Ibadah inipun diharapkan membawa kemudahan bagi calon nomor urut dua ini menuju kemenangan.

Rangkaian doa itu mulai digelar ketika tiba di Makkatul Mukaromah untuk memulai thawaf pada Kamis (24/5) malam, hingga berlanjut ke Madinatul Munawwarah. Begitu juga beberapa anggota rombongan umrah, juga secara sendiri-sendiri memanjatkan doa untuk kemenangan pasangan Djarot-Sihar ketika melaksanakan thawaf.

Ustadz Miftahul Chair, salah satu peserta umrah di Makkah mengatakan, doa untuk kemenangan Djarot-Sihar disampaikan di berbagai tempat yang dianggap makbul seperti di Multazam di Hijir Ismail di Masjidil Haram, serta “Raudhah” di Masjid Nabawi. Selain untuk kemajuan Sumatera Utara agar mendapatkan pemimpin yang berpengalaman dan berdedikasi, doa itu juga untuk membalas kebaikan pasangan Djarot-Sihar yang telah memberangkatkannya ke Tanah Suci.

“Orang yang tidak tahu berterima kasih kepada manusia yang telah berjasa dan berbuat baik, maka diragukan mampu berterima kasih kepada Tuhan” katanya, Senin (28/5).

Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kota Medan H Ade Darmawan yang menjadi pimpinan rombongan umrah mengatakan, doa untuk pasangan Djarot-Sihar dimaksudkan agar Sumatera Utara mendapatkan pemimpinan yang ahli dan berpengalaman. Hal itu sesuai dengan isi ajaran Islam yang mengingatkan masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada orang yang ahli agar tidak mendapatkan kegagalan.  “Nabi berkata, jika menyerahkan urusan kepada orang yang tidak ahli, bersiaplah menanti kehancuran tiba,” katanya.

Selama menjalankan ibadah umrah bersama tim Djoss, Ade Darmawan merasa seluruh proses yang dalam sangat dimudahkan, berbeda dengan umrah-umrah yang diikuti sebelumnya. Dengan pengalaman menjalankan dan membawa rombongan umrah hingga puluhan kali, proses membawa rombongan umrah Djoss terasa lebih mudah, bahkan dari tahap pemeriksaan di imigrasi.

“Dengan rombongan sebanyak 40 orang, proses di imigrasi hanya sekitar 30 menit selesai. Biasanya mencapai empat jam, bahkan bisa lebih,” katanya sambil menyebutkan kemudahan itu juga dialami saat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Ade Darmawan berharap, kemudahan tersebut menjadi isyarat bahwa Allah mempermudah pasangan Djarot-Sihar untuk memimpin Sumatera Utara. (bal)

Barumun Terjun dari Jalan Tol, Sopir Tewas

Foto: Sopian/Sumut Pos BUS BARUMUN TERJUN: Bus Barumun Jurusan Riau - Medan ringsek di lahan perkebunan karet di KM 64, Desa Tanah Raja, Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), usai menghantam pagar pembatas pembatas jalan tol Tebingtinggi-Lubukpakam, Selasa (29/5) pagi sekira pukul 06.00 WIB.
Foto: Sopian/Sumut Pos
BUS BARUMUN TERJUN: Bus Barumun Jurusan Riau – Medan ringsek di lahan perkebunan karet di KM 64, Desa Tanah Raja, Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), usai menghantam pagar pembatas pembatas jalan tol Tebingtinggi-Lubukpakam, Selasa (29/5) pagi sekira pukul 06.00 WIB.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Bus Barumun jurusan Riau-Medan nopol BB 7026 KA yang mengangkut puluhan penumpang, menghantam pagar pembatas jalan tol Tebingtinggi-Lubukpakam, dan terjun bebas ke lahan perkebunan karet di KM 64, Desa Tanah Raja, Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (29/5) pagi sekira pukul 06.00 WIB. Kecelakaan diduga akibat akibat as roda depan bus patah.

Akibat kejadian tersebut, supir dua bus, Amdani Harahap (45), warga Aek Loncat, Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas tewas terjepit badan bus. Sepuluh penumpang mengalami luka-luka. Penumpang yang luka, baik luka ringan maupun berat, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Trianda di Pasar Bengkel, Kabupaten Sergai. Sedangkan bangkai bus Barumun diamankan ke Sat Lantas Polres Sergai.

Sopir satu bus Barumun diduga melarikan diri usai kejadian.

Kapolres Sergai melalui Kasat Lantas, AKP Slamet Manalu, mengatakan pihaknya masih meminta keterangan saksi untuk mengetahui kronologis kejadian. “Satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian,” jelasnya.

Seorang penumpang selamat, Wijaya, menjelaskan setelah berangkat dari Riau, bus berhenti di Kota Tebingtinggi untuk memberi kesempatan bagi penumpang melaksanakan salat subuh. Di Tebingtinggi, bus berganti sopir ke sopir dua.