Home Blog Page 6313

Indra Cium Potensi Wajah Baru

Pemain Timnas U-19 terjatuh saat duel dengan pemain Persis Solo, Senin (28/5).
Pemain Timnas U-19 terjatuh saat duel dengan pemain Persis Solo, Senin (28/5).

SUMUTPOS.CO – Debut comeback Indra Sjafri di Timnas U-19 berakhir dengan kekalahan. Garuda Nusantara tumbang dari Persis Solo dengan skor 0-3 di Stadion Manahan, Senin (28/5) malam WIB. Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah

Meski tumbang, Indra tak menyesalkan kekalahan itu. Menurutnya ini masih masa transisi pasca timnas beralih kepelatihan empat bulan lalu.

“Saya tidak melihat hasil kalah atau menangnya tapi bagaimana untuk melihat lebih jelas tentang timnas U-19 yang saya take over setelah saya tinggalkan selama empat bulan,” kata Indra usai laga. “Saya melihat, tim ini harus kita perbaiki ke depannya,” harapnya.

Selain itu pada kesempatan itu Indra mencoba lima wajah baru. Beberapa perubahan penempatan posisi bermain pun juga dilakukan oleh Indra Sjafri kepada para pemain.

“Salah satunya Firly yang membuat saya akan terkesan dengan permainannya. Namun untuk dia, masih butuh waktu supaya lebih matang lagi. Ini juga laga pertama kali untuk Firly setelah dipanggil Timnas,” ucapnya.

Pada laga itu Persis mampu mencetak gol pada menit 17. Tri Handoko, berhasil mengukir namanya di papan skor memanfaatkan blunder kiper timnas Indonesia U-19 Aqil Savik.

Tersentak dengan gol tersebut timnas Indonesia U-19 langsung melancarkan serangan ke jantung pertahanan Persis. Sayang, sampai wasit meniupkan peluit tanda babak pertama selesai tidak ada gol tercipta lagi.

Selepas jeda, timnas Indonesia U-19 yang tertinggal langsung menekan ke lini pertahanan Persis. Beberapa peluang didapatkan melalui aksi individual Egy Maulana Vikri.

Usaha yang dibangun timnas Indonesia U-19, masih belum membuahkan hasil hingga pertengahan babak kedua. Peluang yang tercipta masih mampu dimentahkan para pemain Laskar Samber Nyawa.

Petaka terjadi pada menit 81. Umpan Iqbal Samad mengenai kaki Nur Hidayat, sehingga merobek gawang timnas Indonesia U-19 untuk kedua kalinya.

Persis kembali mencetak gol saat masa injury time lewat tandukan Johan Yoga. Keunggulan tiga gol anak asuhan Jafri Sastra tersebut bertahan sampai pertandingan selesai. (bbs/don)

PSMS Bertolak Hari Ini ke Borneo

Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos Para punggawa PSMS Medan memasuki lapangan Stadion Teladan saat akan bertanding, beberapa waktu lalu.
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos
Para punggawa PSMS Medan memasuki lapangan Stadion Teladan saat akan bertanding, beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Skuad PSMS Medan akan bertolak ke Borneo, Kalimantan Timur, Rabu (30/5), untuk menghadapi laga lanjutan Liga 1 kontra Borneo FC. Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman membawa 18 pemain.

Untuk tur kali ini PSMS dipastikan tanpa tiga pemain intinya, Dilshod Sharofetdinov, Suhandi dan Reinaldo Lobo. Dilshod dan Suhandi masih menepi karena cedera. Sementara Lobo harus absen karena akumulasi kartu kuning. “Kami bawa 18 pemain untuk lawatan kali ini. Minus tiga pemain. Suhandi dan Dilshod belum bisa dibawa,” kata Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman.

Sementara itu Sadney Urikhob masih belum dipastikan. “Dia agak kurang fokus karena sedikit persoalan. Masalah pribadi. Jadi masih tanda tanya dia mau dibawa atau tidak,” bebernya.

Untuk menggantikan Lobo, Djanur mempercayakan Roni Fatahillah berduet dengan Muhammad Roby. Duet ini untuk pertama kali dipasang di Liga 1. “Sebenarnya memang yang kami sayangkan kehilangan Lobo karena selama ini selalu menjadi pilihan utama. Selama ini belum pernah tanpa dia. Pasti ada pengaruhnya, tapi saya sudah siapkan Roni,” bebernya.

Djanur menekankan pentingnya meningkatkan konsentrasi di lini pertahanan. Seperti diketahui di setiap laga away PSMS kerap kecolongan di menit-menit awal dan akhir. “Ya perlu meningkatkan konsentrasi karena kita selalu kebobolan di menit-menit awal dan juga akhir. Selain itu juga set pieces juga kita perhatikan. Tak dipungkiri Borneo punya pemain yang tinggi-tinggi. Sementara kita malah kehilangan Lobo. Dilshod juga tinggi,” tambah pelatih berusia 60 tahun ini.

PSMS sejatinya mendapat keuntungan pada laga ini dengan kemungkinan absennya dua pemain Borneo FC, Lerby Eliandri dan Titus Bonai saat bersua PSMS di Stadion Segiri Samarinda, Jumat (1/6) mendatang. Namun pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman tak menganggapnya sebagai sebuah keuntungan. Menurutnya tim berjuluk Pesut Etam itu akan tetap menakutkan tanpa keduanya.

Lerby sejauh ini sudah mencetak empat gol begitu juga dengan Tibo. Namun Lerby harus absen karena panggilan timnas U-23 sementara Tibo disanksi empat laga oleh PSSI plus denda karena protes berlebihan saat bersua PSM.

“Saya tidak pernah menganggap tim itu keropos tanpa kehadiran satu atau dua pemain. Pasti mereka punya pemain-pemain yang bisa menggantikan. Yang tidak bisa main itu Learby dengan Tibo. Terutama Tibo yang saya pikir bukan menjadi pilihan reguler,” kata Djanur.

Apalagi Borneo akan sulit ditumbangkan di kandangnya. Berbanding dengan rekor tandang PSMS yang sangat buruk. “Borneo di kandangnya adalah lawan yang serius berat. Sementara rekor kita buruk. Tapi kami akan coba maksimalkan persiapan selama dua hari ini sebelum berangkat Rabu (30/5),” katanya.

Selain itu Djanur menyebut Borneo FC punya materi pemain asing yang bagus. Sebut saja Julian Faubert dan Marlon Silva. “Bukan hanya itu Lopicic juga walaupun namanya tidak sebesar dia (Faubert) tapi merupakan pemain yang bagus. Banyak pemain bagus di sana,” pungkasnya. (don)

 

Sihar Sitorus, PSMS dan Menjadi Fans Seutuh-utuhnya

Mantan Manajer PSMS, Sihar Sitorus berada di tengah-tengah penonton di tribun saat menonton laga PSMS kontra Arema FC, Sabtu (26/5) lalu.
Mantan Manajer PSMS, Sihar Sitorus berada di tengah-tengah penonton di tribun saat menonton laga PSMS kontra Arema FC, Sabtu (26/5) lalu.

Oleh : Anwar Saragih

“The badge on the front of the jersey is more important than the name on the back”- lambang yang ada dibagian jersey jauh lebih penting daripada nama di belakang.

Kutipan penuh syarat itu adalah ucapan seorang pelatih sepakbola klub Inggris Newcastle, Erik Dornhelm kepada pemain berbakatnya Santiago Munez yang mulai menampakkan perasaan egois dan arogan di klub. Pun kalimat itu merupakan salah satu kutipan paling penting di film “Goal! The Dream Begins” besutan sutradara Danny Cannon yang tayang pada tahun 2005 silam.

Bila anda penggila olahraga sepakbola pun sangat mengidolakan salah satu klub dan punya klub kesayangan pula. Anda pasti sangat paham makna kalimat diatas. Sangat mudah dirasakan, namun sulit menyusunnya dalam deretan kata-kata menjadi kalimat pun paragraf panjang lalu mengucapkannya pada khalayak orang banyak. Mengapa kita mencintai sebuah klub sepakbola sampai begitunya.

Kadang kita bisa saja tertawa riang gembira ketika menyaksikan klub kesayangan kita bermain. Namun, hanya hitungan menit mengurai air mata karena terjadi sebuah drama di menit-menit akhir pertandingan karena terciptanya gol yang membuat tim kesayangan kita kalah.

Bagi orang naif ini sulit dijelaskan, namun bagi orang-orang yang rutin menyaksikan pertandingan, membeli jersey, datang ke stadion kemudian sepanjang pertandingan menyanyikan chants-chants untuk mendukung klub yang amat kita cintai. Ini sangat penting. Bahkan teramat penting untuk selalu dimiliki seorang fans sebuah klub sepak bola.

Kuli Bangunan Gantung Diri

Foto: Fachril/Sumut Pos Jenazah Wawan Dermawan.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Jenazah Wawan Dermawan.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Wawan Dermawan (24) tewas gantung diri. Masalahnya sepele. Kemauan korban untuk membeli sepeda motor tidak dituruti orangtuanya.

Peristiwa tersebut terjadi di rumah korban, Jalan Sedayu, Desa Klambir Lima Kebun, Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, Selasa (29/5) siang.

Aksi nekat kuli bangunan itu terjadi saat Supirin, ayahnya bekerja. Seorang diri di dalam rumah, membuat Wawan nekat mengakhiri hidupnya.

Menggunakan tali nilon, Wawan yang putus asa mangakhiri hidup dengan gantung diri di ruang tamu rumahnya.

Peristiwa itu diketahui pertama kali oleh orangtuanya, Supirin yang pulang tengah hari. Alangkah terkejutnya Supirin melihat anaknya telah tewas gantung diri.

Supirin kemudian meminta pertolongan tetangga untuk melepaskan tubuh korban dari gantungan. Peristiwa itu menghebohkan warga sekitar.

Tak lama, personel Polsek Hamparanperak datang ke lokasi. Supirin kemudian dimintai keterangan oleh polisi.

Kepada polisi, Supirin mengaku, belakangan anaknya itu meminta tambahan uang untuk membeli sepeda motor. Namun, Supirin tidak mengamini permintaan korban.

“Selama ini anak saya sudah mengeluh, ingin beli kereta. Tapi saya bilang sabar, tapi dia (korban) kecewa,” kata Supirin.

“Mungkin karena itu makanya hari ini dia (korban) mengakhiri hidupnya,” sambungnya.

Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Kanit Reskrim Polsek Hamparanperak, Iptu Karya Tarigan mengatakan, berdasarkan keterangan saksi korban murni bunuh diri.

“Pihak keluarga keberatan untuk divisum, mereka membuat pernyataan. Untuk motifnya, berdasarkan keterangan orangtuanya, korban merasa kecewa karena tidak dituruti beli sepeda motor,” jelas Karya.(fac/ala)

Tiga DPO Curanmor Diciduk, Satu Ditembak

Foto: FACHRIL/SUMUT POS PAPARKAN: Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis didampingi Kasat Reskrim AKP Yayang Rizki Pratama memaparkan kasus-kasus kriminal yang diungkap selama bulan ramadan di Mapolres Pelabuhan Belawan, Senin (28/5).
Foto: FACHRIL/SUMUT POS
PAPARKAN: Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis didampingi Kasat Reskrim AKP Yayang Rizki Pratama memaparkan kasus-kasus kriminal yang diungkap selama bulan ramadan di Mapolres Pelabuhan Belawan, Senin (28/5).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO  – Tiga orang pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) yang kerap beraksi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan diciduk.

Ketiganya masing-masing, Boyman Saragih (43), Amri (28) dan Anton (26). Dari tangan para tersangka diamankan 2 unit sepeda motor jenis Yamaha Vixion, Honda Scoopy serta satu buah kunci T.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis mengatakan, ketiga tersangka merupakan maling yang kerap mencuri sepeda motor warga di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

“Ketiga tersangka merupakan sindikat yang selama ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Pelabuhan Belawan. Selama ini para tersangka melakukan aksinya menggunakan kunci T,” tutur mantan Kasat Reskrim Poltabes Medan (sekarang Polrestabes Medan), Senin (28/5).

Dari hasil pemeriksaan, ketiganya diketahui telah 8 kali beraksi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

Delapan lokasi yang pernah disatroni trio maling itu masing-masing, Jalan Marelan Raya, Jalan Pelabuhan Raya, Jalan Klambir Hamparanperak, PT Samudra Logistik, PT Multicon Kampung Salam, Gabion dan Belawan.

“Hasil kejahatan yang selama ini mereka lakukan telah mereka jual kepada penadah,” tutur kapolres didampingi Kasat Reskrim, AKP Yayang Rizki Pratama.

“Satu diantara mereka kita tembak karena mencoba melawan,” sambungnya.

Selain pengungkapan curanmor, pihaknya juga mengungkap kasus pencurian gudang di Gabion, Belawan.

Para tersangka yang diamankan masing-masing, Leman Nur (24), M Syarif (35) dan Jonson Manurung (31). Dari tangan mereka diamankan barang bukti satu becak motor, 2 batang besi dan 1 kunci inggris.

Selain itu, polisi juga mengamankan 3 kasus judi dengan 7 tersangka. Ketujuh tersangka masing-masing, Mawardi (35), Rudi (38), Levi Tumanggor (44), Tumpal Saragih (40), Sudin Parlindungan (23), Yuswono (36) dan Edy Syahputra (32). Barang bukti yang diamankan hanya kartu joker serta uang Rp1.775.000.

Disamping itu, polisi juga menangkap Zuhri H Nasution (42) dan M Suyanto (39). Keduanya ditangkap karena menjual VCD porno. Dari keduanya, polisi menyita 156 keping VCD porno.

“Seluruh kasus yang kita ungkap merupakan hasil tindakan yang kita lakukan selama bulan suci ramadan. Kita terus melakukan tindakan terhadap pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat,” sebut Ikhwan.(fac/ala)

 

 

Senggolan, Pengendara Motor Tewas

10-Deliserdang

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Bayu Pratama (22) meregang nyawa di Jalan Raya Pelabuhan, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan. Ia tewas setelah bersenggolan dengan pengendara lain, Minggu (27/5) malam.

Malam itu, korban yang menetap di Jalan Banten, Gang Rukun, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli melintas dari Gabion menuju Medan.

Saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP), Yamaha Jupiter BK 5067 CT yang dikendarai korban menyenggol pengendara lain di sebelah kirinya.

Akibatnya, korban terhempas jatuh ke arah kanan badan jalan. Dengan kondisi luka memar di bagian wajah dan tangan, warga sekitar melarikan korban ke Rumah Sakit TNI AL.

Setelah beberapa jam menjalani perawatan, akhirnya korban menghembuskan nafas terakhirnya. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan pihak keluarga ke petugas Satlantas Polres Pelabuhan Belawan.

Dari hasil keterangan warga dan keluarga, tidak ada yang mengetahui jenis kendaraan yang  bersenggolan dengan korban.

Polisi telah menerima laporan itu dan menyelidiki kendaraan jenis apa yang bersenggolan dengan korban.

Kasat Lantas Polres Pelabuhan Belawan, AKP MH Sitorus mengatakan, pihaknya menerima informasi kecelakaan setelah korban meninggal dunia.

“Kita sudah tangani, saat ini kita sedang menyelidiki kendaraan yang bersenggolan dengan korban. Untuk kronologis sudah kita terima dan telah kita proses,” kata Sitorus.(fac/ala)

 

 

157 Warga Binaan Dapat Remisi Waisak

Para warga binaan yang mendekam di Lapas Kelas I medan.
Para warga binaan yang mendekam di Lapas Kelas I medan.

SUMUTPOS.CO – Sebanyak 157 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Budha di Sumatera Utara (Sumut) memperoleh remisi pada Hari Raya Waisak 2562. Selain itu 3 orang WBP mendapat remisi bebas.

“Untuk Remisi Khusus (RK I), sebanyak 154 orang. Sedangkan RK II atau Remisi Khusus bebas sebanyak 3 orang,” ujar Humas Kantor Wilayah Kemenkumham Sumut, Josua Ginting kepada Wartawan, Senin (28/5).

Dikatakannya, ratusan WBP mendapat RK I dengan pemotongan masa tahanan dari 15 hari hingga 2 bulan. Hal yang sama terhadap RK II diberikan dalam remisi tersebut. Kemudian, sebagian lagi menerima remisi Waisak tahun 2018, merupakan WBP kasus narkotika dengan pertimbangan remisi merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2006.”Untuk yang usulkan memperoleh remisi ini, sebanyak 60 orang narapidana narkotika, ” tambah Josua.

Disebutkan Josua,  remisi tersebut akan diserahkan kepada warga binaan, bertepatan pada perayaan Waisak, Selasa  (29/5). Penyerahan surat keterangan (SK) remisi diberikan melalui masing-masing Lapas dan Rutan yang di Sumut.

Terpisah, Kepala Lapas Klas I Medan, Tejo Harwanto mengatakan untuk di Lapas Klas I Medan, sebangak 28 WBP mendapat Remisi Waisak. Disebutnya, 28 WBP mendapat remisi itu terdiri dari 23 WBP remisi lanjutan dari tahun sebelumnya dan 5 WBP remisi tahun pertama, usulan ke kanwil.”Untuk yang bebas langsung karena mendapatkan remisi tidak ada. Besaran remisi antara 15 hari sampai dengan 2 bulan,” kata Tejo. (ain/ila)

 

 

Pansus LKPj 2017 Usulkan Rusdi juga Dicopot

Ketua DPRD Medan, Henry Jhon.
Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung.

SUMUTPOS.CO – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2017 DPRD Medan telah merumuskan keputusan yang dijadikan rekomendasi terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Salah satu rekomendasi yang dikeluarkan, mengevaluasi jajaran direksi PD Pasar. Termasuk, mengevaluasi Dirut PD Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya.

Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung mengatakan, hasil penilaian Pansus bahwa kinerja direksi PD Pasar kurang profesional seperti pengelolaan relokasi pedagang Pasar Marelan. Selain itu juga pemberian kewenangan Pasar Peringgan kepada pihak swasta.

“Penunjukan dan pemberian wewenang kepada P3TM (Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Medan) untuk mengatur proses pemindahan pedagang Pasar Marelan dinilai sebagai tindakan yang sewenang-wenang, kurang tepat dan tidak wajar. Hal ini dikarenakan PD Pasarlah yang seharusnya bertanggung jawab dan turun langsung di lapangan,” ungkap Henry Jhon saat membacakan rekomendasi pada Sidang Paripurna, Senin (28/5) kemarin.

Ia menyebutkan, tak hanya itu Pansus meminta PD Pasar untuk benar-benar mematuhi surat edaran Sekretaris Daerah Kota Medan Nomor 5113/25/79 perihal penetapan harga kios. Pasalnya, harga kios yang ditawarkan sangat mencekik para pedagang di Pasar Marelan.

“Meja terbuka untuk pedagang sayur, bumbu, tempe, tahu dan sejenisnya dipatok Rp5.431.000. Kemudian, pedagang ayam potong dan ikan basah Rp7.325.000. Selanjutnya, meja dagang Rp7.969.000,” bebernya.

Lebih lanjut Henry Jhon memaparkan, pada saat pembahasan LKPj akhir tahun 2017, bahwasanya Direktur Utama PD Pasar (Rusdi Sinuraya) menyatakan jumlah pedagang sebanyak 22.000 orang yang terdapat pada 54 pasar dengan retribusi Rp4.000 per pedagang.

Jika dikalikan, maka hasilnya sama dengan Rp88 juta per hari. Lalu, dibagi 54 pasar dihasilkan Rp1.629.000 per pasar per hari. Namun, PD Pasar hanya menyumbang Rp72.000. Angka tersebut dihasilkan dari deviden Rp1,47 miliar dibagi 54 pasar dan 360 hari.

“Hal ini menjadi suatu ironi melihat aset yang dibangun dengan perolehan dana APBD dan lainnya yang sah sebesar Rp26 miliar. Namun, kontribusinya hanya Rp72 ribu per hari. Padahal, jika dikalikan dengan 54 pasar maka hasilnya Rp30 miliar lebih. Oleh sebab itu, tentunya menunjukan adanya kebocoran dan menjadi catatan kritis bagi kinerja jajaran direksi PD Pasar,” jabar Henry Jhon.

Pedagang Pasar Marelan Tagih Janji Sekda

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PEDAGANG_Para pedagang berjualan di lapak dan kios yang di sediakan di Pasar Marelan di Jalan Marelan, Rengas Pulau Medan, Senin (26/3) Para pedagang sudah mulai mengisi lapak dan kios pasar Marelan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PEDAGANG_Para pedagang berjualan di lapak dan kios yang di sediakan di Pasar Marelan di Jalan Marelan, Rengas Pulau Medan, berapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Sejak beroperasinya gedung baru Pasar Marelan, Jalan Marelan Raya, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, banyak pedagang yang sudah membayar lapak dan kios tapi belum diberikan lapaknya oleh Perusahaan Daerah (PD) Kota Medan.

Salah satu pedagang, P br Nainggolan mengatakan, pedagang yang berjualan di pelataran telah melakukan aksi terkait soal meja dan lapak yang belum mereka terima. Bahkan, mereka sudah melayangkan surat, namun PD Pasar mengabaikannya.

“Sampai sekarang, banyak pedagang belum dapat lapak dan belum dilakukan pengundian ulang. Kami masih menagih janji Pak Sekda Kota Medan. Kalau masalah ini dibiarkan terus, maka kami akan demo lagi nanti,” tegas P br Nainggolan, Selasa (29/5).

Disesalkannya, banyak lapak yang telah ditempati pedagang adalah milik beberapa orang yang punya kepentingan, selanjutnya lapak itu disewakan kepada pedagang.”Kami minta, agar dilakukan pengundian ulang, bayangkan, pengurus P3TM banyak punya lapak di gedung itu, kami minta ini untuk diusut ulang, jangan rugikan kami pedagang, kami telah dizolomi,” ungkap P br Nainggolan.

Jajanan Berbuka Puasa Diperiksa

Foto: Parlindungan/Sumut Pos Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan mendatangi salah satu jajanan kuliner berbuka puasa.
Foto: Parlindungan/Sumut Pos
Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan mendatangi salah satu jajanan kuliner berbuka puasa.

SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan, berupaya melindungi warganya dari makanan yang mengandung zat berbahaya. Untuk itu, setiap hari, mulai Kamis (24/5), Dinas yang dipimpin Muslim Harahap itu melakukan pemeriksaan makanan dan minuman yang dijual di Kota Medan.

Dalam hal ini, 4 tim dibentuk. Setiap tim dilengkapi mobil laboratorium untuk terjun, menyebar ke lokasi-lokasi penjualan makanan dan minuman, lalu memeriksa makanan dan minuman yang dijual sebagai menu tambahan berbuka puasa khususnya.

“Kita sudah menjadwalkan pemeriksaan hingga Rabu (31/5) mendatang. Setelah itu, bukan berarti berhenti. Pengawasan dan pemantauan tetap dilakukan,” ucap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Medan, Muslim Harahap ketika diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (28/5).

Dijelaskan Muslim, dalam melakukan pemeriksaan, pihaknya membeli setiap makanan dan minuman untuk sampel. Kemudian, sampel langsung diperiksa di mobil laboratorium. Selain itu, penjual makanan dan minuman yang diperiksa juga didata dan diimbau agar berjualan dengan baik dan benar.

Dengan begitu, lanjutnya, bila tetap terjadi suatu hal yang tidak diinginkan, data yang ada akan dapat membantu mengusut permasalahan.”Bagi setiap makanan dan minuman yang setelah kita periksa aman, akan diberi tanda. Kita menempel stiker di tempat penjualan makanan ataupun minuman tersebut. Kita harap stiker tersebut dapat bermanfaat, baik bagi penjual dan pembeli, ” tambah Muslim.

Disinggung soal temuan makanan atau minuman menggunakan zat berbahaya, Muslim menyebut sejauh ini belum ada ditemukan. Namun, Muslim mengimbau untuk berjualan makanan atau minuman dengan jujur, baik dan benar. Begitu juga dengan masyarakat, diingatkannya untuk berbelanja dengan bijak.

“Kalau ada temuan, belum tentu juga itu perbuatan si penjual. Kita akan telusuri sampai ke tempat penjualan bahan dari makanan atau minuman. Dalam hal ini, kita berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya,” kata Muslim.

Dijelaskan Muslim jadwal pemeriksaan itu, pada 24 Mei di Kecamatan Medan Belawan, Medan Denai dan Medan Helvetia. Kemudian pada 25 Mei di Kecamatan Medan Kota, Medan Petisah dan Medan Labuhan. Selanjutnya pada 28 Mei di Medan Sunggal, Medan Tembung, Medan Tuntungan dan Medan Maimun, pada 30 Mei di Medan Baru, Ramadhan Fair dan Medan Perjuangan. Terakhir pada 31 Mei di Medan Area, Medan Timur, Medan Deli dan Medan Amplas.

Beberapa penjual makanan saat ditanyai Sumut Pos, mengaku tidak keberatan dengan langkah itu. Mereka mengaku pemeriksaan itu juga untuk melindungi masyarakat, termasuk penjual makanan dan minuman.

Sementara seorang pria sedang membeli kue di sebuah tempat penjualan kue di kawasan Jalan Denai yang sedang diperiksa oleh Petugas Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan, mengaku senang dengan pemeriksaan itu.”Kalau sudah diperiksa begini. Semakin yakin kita mengkonsumsinya,” ujar pria bernama Godek ini. (ain)