Home Blog Page 6381

Lagi, PT Global Gemilang Jadi Pemenang Tender Ramadhan Fair 2018

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS RAMADAN FAIR 2017_Warga memadati kawasan Ramadan Fair sambil menikmati santapan kuliner khas Sumut di Jalan Mesjid Raya Medan, Selasa (30/5) malam. Kegiatan tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan tersebut sebagai salah satu wisata religi di Medan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
RAMADAN FAIR 2017_Warga memadati kawasan Ramadan Fair sambil menikmati santapan kuliner khas Sumut di Jalan Mesjid Raya Medan, tahun lalu.

SUMUTPOS.CO – PT Global Gemilang kembali menjadi pemenang tender even Ramadhan Fair 2018, yang digelar Pemko Medan di Taman Sri Deli pada bulan puasa mendatang. Sebelumnya, pada even Ramadhan Fair 2017 perusahaan ini telah mengelola even agenda tahun tersebut.

Berdasarkan hasil penelusuran dari website www.lpsepemkomedan.go.id, PT Global Gemilang menangani event yang masuk tahun ke-15 tersebut dengan total penawaran Rp.2.635.369.000 dari nilai pagu Rp.2.800.000.000. Penawaran yang dilakukan perusahaan tersebut terendah ketiga dari 44 peserta yang mengikuti tender event itu.

Pun begitu, PT Global Gemilang sempat dikabarkan bermasalah pada penyelenggaraan tahun 2017 lantaran disebut-sebut ada kongkalikong dengan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Kota Medan. Untuk itu, PT Global Gemilang dilaporkan peserta tender, yakni PT JA Production Indonesia bersama dengan PT Mulki Abadi Management (MAM) ke Kejati Sumut. Laporan tersebut atas dugaan persengkongkolan dengan kelompok kerja (Pokja) ULP Setda Kota Medan pada penyelenggaraan even Ramadhan Fair 2017.

Kepala Bagian Keagamaan Setda Kota Medan, Adlan, selaku satuan kerja yang ditunjuk sebagai panitia pelaksana mengatakan, PT Global Gemilang dinilai sudah memenuhi seluruh kualifikasi yang dibutuhkan. Sehingga, perusahaan rekanan itu keluar sebagai pemenang tender dan kembali menangani event tersebut.

“Mereka yang memenuhi syarat. Walau sempat dikabarkan ada persoalan, kemungkinan memperbaiki dari kesalahan yang tahun lalu,” kata Adlan saat ditemui usai rapat persiapan pelaksanaan Ramadhan Fair yang dipimpin Asisten Pemerintahan, Mussadad, di Balai Kota, akhir pekan lalu.

Disinggung lebih jauh syarat apa saja yang dipenuhi perusahaan tersebut, Adlan mengaku tak mengetahui secara detail. Sebab, pihaknya hanya sebatas panitia pelaksana acara. “Lebih jelasnya coba ditanyakan ke ULP Setda Kota Medan. Kalau kita hanya menangani acaranya saja,” ucap dia.

Satpol PP Turunkan Spanduk #2019 Ganti Presiden

Seorang pria yang menggunakan Atribut #2019GantiPresiden dihalau di Car Free Day di Lapangan Merdeka.

SUMUTPOS.CO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan menurunkan sedikitnya lima spanduk#2019GantiPresiden di seputaran kawasan Lapangan Merdeka Medan, Minggu (6/5) pagi. Penurunan atribut bernuansa politik tersebut dilakukan saat kegiatan car free day (CFD).

Penurunan spanduk itu juga beredar di media sosial, dimana belasan oknum Satpol PP Kota Medan beradu pendapat dengan seorang pria yang mengenakan kaos hitam bertuliskan #2019GantiPresiden. Pria tersebut menanyakan alasan petugas Satpol PP yang seolah menyarankan tidak masuk ke area CFD. “Apa alasan kalian melarang, ini lokasi untuk mencari udara segar,” sebut pria tersebut.

Protes keras juga disampaikan Anggota DPRD Medan H Jumadi. Ia menilai pelarangan yang dilakukan Satpol PP Kota Medan terhadap warga yang mengenakan kaos tersebut berbau kepentingan.”Pagi ini (kemarin,Red) saya dapat laporan banyak warga dilarang masuk ke Lapangan Merdeka karena gunakan baju bertuliskan #2019GantiPresiden. Padahal warga maksudnya mau lari pagi di Lapangan Merdeka,” kata Jumadi.

Menurut dia, apa yang dilakukan Satpol PP sudah sangat mencederai kebebasan masyarakat yang selama ini juga banyak disuarakan. “Kalau Lapangan Merdeka tidak diperbolehkan untuk arena yang dianggap berbau politik, kenapa selama ini Pemko mengizinkan acara partai dilaksanakan di Lapangan Merdeka,” cetus Jumadi.

Hal yang sama juga dikatakan Anggota Komisi A DPRD Medan, Muhammad Nasir. Dia menilai pemakaian kaos yang dilakukan warga mengacu pada konstitusi. “Saya kira tidak ada yang salah, lagian ini sudah sesuai dengan konstitusi,” jelasnya.

Diutarakan Nasir, selama ini dari penyelenggara Pemilu seperti Bawaslu belum ada pelarangan dan pemakaian kaos ini masih sesuai dengan konstitusi. “Ada apa sebenarnya? Saya tak habis pikir dengan surat yang dikeluarkan Pemko Medan tertanggal 4 Mei 2018 yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Medan Ir Syaiful Bahri terkait Penanganan Tagar #2019GantiPresiden. Apa yang dilakukan Pemko ini suatu kepanikan, saya menduga ini ada tekanan dari orang-orang tertentu,” cetusnya.

Keheranan Muhammad Nasir juga diungkapkan saat ribut kaos bergambar “Palu Arit” yang jelas-jelas merupakan lambang partai terlarang, namun Pemko Medan kok diam saja. “Harusnya mereka mengeluarkan surat edaran terkait kaos partai terlarang itu, ini kan tidak. Jadi saya melihat ini hanya kepanikan Pemko Medan saja,” jelasnya.

Penyekap dan Perampok Dua Wanita Ditembak

Kapolsek Delitua Kompol BL Malau memaparkan kasus berikut dua tersangka penyekap dan perampok dua wanita di Komplek Griya Karya Jaya, Medan Johor, Sabtu (5/5) dini hari lalu.
Kapolsek Delitua Kompol BL Malau memaparkan kasus berikut dua tersangka penyekap dan perampok dua wanita di Komplek Griya Karya Jaya, Medan Johor, Sabtu (5/5) dini hari lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Personel Polsek Deli Tua akhirnya menangkap dua pelaku perampokan dan penyekapan terhadap dua wanita di Komplek Griya Karya Jaya, Medan Johor, Sabtu (5/5).

Kedua pelaku masing-masing, Hardian Nasution alias Ilham Dani Nasution alias Ambo (25) warga Jalan Karya Jaya Gang Eka Mulya Ujung, Gedung Johor, Medan Johor dan Syahputra alias Gidok (27) warga Jalan Karya Jaya, Gedung Johor, Medan Johor.

Kapolsek Delitua Kompol BL Malau mengatakan, penangkapan dilakukan di Jalan Sisingamangaraja. Tepatnya di dalam warnet A3+, Sabtu (5/5) malam.

Dalam penangkapan tersebut, satu pelaku harus dilumpuhkan dengan tembakan karena berusaha melarikan diri.

Dijelaskan BL Malau, saat ditangkap, kedua pelaku sedang berada di dalam warnet. Ketika digeledah, dari tangan Syahputra ditemukan 1 buah handphone milik korban, 1 cincin dari tangan Ilham serta uang hasil penjualan barang curian mereka.

Selanjutnya, kedua pelaku dibawa ke Gang Mesjid, Kampung Baru untuk menunjukkan barang bukti pakaian mereka.

Namun, pada saat itu, Ilham berusaha melarikan diri sehingga harus dilumpuhkan dengan tembakan.

“Tersangka Ilham berusaha kabur meski sudah diberi tembakan peringatan ke udara dua kali. Terpaksa tim harus melakukan tembakan mengarah terukur dan mengenai kakinya,” jelasnya, Minggu (6/5).

Setelah itu, polisi membawanya ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan. Selanjutnya, kedua tersangka dan barang bukti dibawa ke Polsek Delitua guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Saat ini kita sedang melakukan penyidikan dan pemberkasan. Kita juga sudah mengantongi nama penadah berinisial AL (33) warga Patumbak,” ujarnya.

Sebelumnya, BL Malau juga mengatakan, kedua pelaku dilaporkan oleh korban Arlina Nasution (59) warga Komplek Griya Karya Jaya, Medan Johor. Laporan korban diterima petugas Polsek Delitua dengan nomor LP/540/V/2018/SPKT SEKTA DELITUA.

Korban melapor karena kedua pelaku menyekap dirinya dan penghuni rumah lainnya (Aryati), pada Sabtu (5/5) dini hari.

Saat menjalankan aksinya, kedua pelaku masuk kerumah korban melalui asbes rumah. Selanjutnya, pelaku mencekik dan mengikat tangan dan kaki kedua korban yang saat itu sedang tidur. Pelaku kemudian mengancam akan membunuh jika tidak diam.

Dari rumah korban, kedua pelaku berhasil menggasak rantai emas 10 gram berikut mainannya seberat 3 gram. Selain itu, pelaku juga mengambil uang korban senilai Rp600.000, ATM Britama, ATM Simpedes, 3 unit gelang emas model kroncong serta 1 unit Hp Nokia warna hitam.

“Setelah itu kedua pelaku kabur dari pintu belakang rumah. Sekitar 10 menit, warga yang mendengar teriakan minta tolong korban datang menolong. Selanjutnya melaporkan ke Polsek Delitua,” pungkasnya. (mag-1/ala)

Pasangan Diluar Nikah Terjaring Razia

Beberapa warga yang sedang pesta miras terjaring razia di salah satu kafe, Sabtu (5/5) malam.
Beberapa warga yang sedang pesta miras terjaring razia di salah satu kafe, Sabtu (5/5) malam.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan personel gabungan Polres Pelabuhan Belawan dan polsek sejajaran merazia sejumlah kafe remang – remang di kawasan Medan Marelan dan Hamparanperak. Razia yang digelar untuk menyambut bulan suci ramadan itu digelar Sabtu (5/5) malam.

Hasilnya, sebanyak 7 pria, 10 wanita, miras dan 11 sepeda motor tanpa surat kendaraan diamankan.

Razia berlangsung dengan menyisir sejumlah kafe – kafe yang diduga sebagai tempat prostitusi. Selain itu, merazia kendaraan di perlintasan akses Medan – Belawan.

Sejumlah sepeda motor dan miras serta pasangan diluar nikah tanpa identitas langsung diboyong ke Mapolres Pelabuhan Belawan.

Kabag Ops Polres Pelabuhan Belawan, Kompol Erinal mengatakan, razia yang mereka lakukan akan terus dilakukan sebelum memasuki bulan suci ramadan. Agar tercipta kondisi kamtibmas yang kondusif.

“Semua yang kita amankan, kita bawa ke Polres Pelabuhan Belawan. Mereka akan kita data, bagi kendaraan yang tidak memiliki surat akan kita tilang,” ungkap Erinal. (fac/ala)

Satu Lagi Penganiaya Bripka Eric Diciduk

Petugas dan masyarakat saat mengevakuasi Bripka Eric Tambunan setelah dikeroyok Ayub Cs, baru-baru ini.
Petugas dan masyarakat saat mengevakuasi Bripka Eric Tambunan setelah dikeroyok Ayub Cs, baru-baru ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satu lagi tersangka penganiaya Bripka Eric Tambunan diamankan Subdit III/Umum Ditreskrimum Polda Sumut. Tersangka yang diamankan berinisial R (26). Saat ditangkap, tersangka tidak melawan.

“Tersangka kami tangkap dari rumah neneknya di daerah Simalingkar, kemarin. Saat ini tersangka sudah kami amankan di markas Poldasu. Peran tersangka ikut memukul korban,” beber Kasubdit III/Umum, AKBP Maringan Simanjuntak, Minggu (6/5).

Dengan tertangkapnya tersangka R, jumlah pelaku yang masih berkeliaran tinggal tiga orang lagi. Sebab, dari penangkapan sebelumnya, polisi sudah meringkus dua dari enam tersangka.

Kedua tersangka yang ditangkap yakni inisial MA (33) dan R (27), keduanya warga Jalan Zainul Arifin Kampung Sejahtera Medan. Mereka ditangkap di Riau. Sementara, tiga tersangka lainnya berstatus buronan.

“Kami sarankan tersangka lainnya menyerahkan diri,” imbau Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut AKBP Andre Setiawan.

Andre menerangkan, sejauh ini modus operandi pengeroyokan yang dilakukan para pelaku dipicu sakit hati. “Tersangka MA balas dendam karena adiknya disenggol korban saat di diskotek Newzone,” bebernya.

Tempo hari, tersangka MA, saat diwawancarai wartawan mengaku menyesali perbuatannya. Ia mengatakan, dialah yang menginisiasi pengeroyokan itu.

“Iya, saya yang ajak kawan-kawan. Waktu itu kami lagi ngumpul. Kawan mengatakan, Eric datang, langsung kami turun,” tandasnya. (mag-1/ala)

Week Of Rally di Jaharun Circuit Diramaikan Pereli Tangguh Sumut

Robby Agusman Harahap
Robby Agusman Harahap

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ajang balap mobil Week Of Rally 2018 berlangsung di sirkuit Jaharun Circuit, Kec. Galang, Deliserdang, Minggu (13/5). Event ini bakal diikuti pereli-pereli tangguh Sumut untuk mengadu kemampuan menjadi yang terbaik.

Ketua Panpel Robby Agusman Harahap mengatakan, ajang Week of Rally yang digelar bertajuk North Sumatera Utara Sprint Rally 2018 Seri I. “Rencananya Week Of Rally berlangsung dua seri sepanjang 2018,” ucap Robby Harahap, didampingi Sekretaris Ahmad Syauki dan Bendahara Deni WD di Medan, Minggu (6/5)

Dikatakan, event digelar untuk mewadahi besarnya minat pembalap dan komunitas reli di Sumut. “Kejuaraan untuk menambah frekwensi balap roda empat di daerah ini, yang telah bergeliat dengan banyaknya event-event mobil yang digelar. Tercatat, hampir semua pereli andal Sumut menyatakan turun di arena ini,” sebut Robby, yang juga pereli senior Sumut ini.

Digelarnya event ini, ungkap Robby, sesuai harapan Ketua Pengprov IMI Sumut Faisal Arif Nasution yang ingin bergulirnya kegiatan balap berkualitas di daerah ini. “Selain sebagai wadah atau sarana para pecinta balap roda empat menyalurkan bakatnya, kejuaraan juga bisa menggali bibit-bibit muda potensial yang seterusnya bisa dibina untuk penjadi pembalap tangguh,” ucap Robby menirukan harapan Ketua IMI Sumut.

Menurut Robby, di arena ini para peserta akan ditantang untuk menaklukkan sirkuit Jaharun yang telah di disain ulang oleh Adek Galaxi dan Panca Nasution dari pihak pengelola sirkuit. “Penonton yang hadir langsung di sirkuit akan disuguhkan antraksi ketat dan menarik dari para peserta,” tambahnya.

“Sirkuit ini telah disurvei oleh Kabid Roda 4 Pengprov IMI Sumut Elfino Tanjung, yang juga dikenal sebagai disainer sirkuit reli andal dari Sumut. Sedangkan perlombaan berlangsung dalam 3 SS (Spesial Stages) yang masing-masing memiliki panjang 3,8 km, sehingga pembalap benar-benar merasakan ketatnya persaingan karena dibutuhkan skill prima,” papar Robby.

Katagori kelas yang diperlombakan adalah M (sedan 4WD), F (sedan 2WD), R (Retro) dan J (Jip)/ Untuk pereli terbaik di kelas M di akhir kejuaraan berhak atas satu unit sepeda motor. “Untuk calon peserta yang telah mendaftar dapat mencoba langsung lintasan,” pungkasnya. (dek)

 

Medan Juara Umum PABBSI Porwilsu

BERSAMA: Atlet-atlet PABBSI pose bersama Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani di Stadion Sangnawaluh, Pematangsiantar. (IST/SUMUT POS)
BERSAMA: Atlet-atlet PABBSI pose bersama Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani di Stadion Sangnawaluh, Pematangsiantar. (IST/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Atlet-atlet Kota Medan berjaya di cabang angkat besi, berat dan binaraga (PABBSI) Pekan Olahraga Wilayah Sumatera Utara (Porwilsu) 2018 Wilayah I setelah menjadi merebut medali emas terbanyak

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Sangnawaluh, Pematang Siantar, kontingen Medan menjadi juara umum dengan mengumpulkan total 15 medali emas, 6 perak dan 4 perunggu. Hasil ini membuat Medan kembali menjadi yang terbaik di Porwilsu 2018 yang telah menyelesaikan 11 cabor.

Dalam pertandingan yang berakhir Jumat (4/5), kontingen Medan mengumpulkan 8 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu dari nomor angkat berat. Sedangkan dari nomor binaraga menambah 6 medali emas, dan 2 perunggu, serta tambahan 1 medali emas dan 4 perak dari nomor angkat besi.

Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani mengatakan, Sukses di cabor PABBSI sungguh membanggakan. Sebab katanya, selain merebut 15 medali emas, Medan juga meloloskan 21 atlet dari nomor-nomor yang dipertandingkan PABBSI di Porprovsu 2018, sehingga harapan untuk mendulang medali sebanyak mungkin dalam ajang multi event yang digelar November nanti diyakini bakal terulang.

“PABSSI sebagai salah satu cabor yang menjadi lumbung medali, juga menjadi andalan Medan di Porprovsu nanti. Kita berharap kepada atlet-atlet yang telah lolos untuk terus mempersiapkan diri dan berlatih lebih giat lagi guna meraih prestasi tertinggi,” sebut Eddy Sibarani di Medan, Minggu (6/5).

“Memang persaingan di Porprovsu bakal lebih ketat, dengan kehadiran para juara dari wilayah lain. Tetapi, Medan harus tetap menjadi juara umum dari arena PABBSI di Porprovsu,” harap Ketua Umum KONI Medan.

Ditambahkan, Porwilsu 2018 Wilayah I menyisakan tiga cabor lagi, yakni pencak silat, bulu tangkis dan tinju, yang juga menjadi andalan Medan untuk mendulang medali dan menjadi juara umum. “Apalagi untuk bulutangkis kita menjadi tuan rumah. “Kita berharap para atlet tetap fokus hingga berlangsungnya tinju sebagai cabor terakhirnya yang dipertandingkan di Porwilsu 2018,” tandas Eddy Sibarani. (dek)

 

PSMS Jangan Puas Dulu

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Frets Butuan merayakan gol bersama Wilfried Yessoh.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Frets Butuan merayakan gol bersama Wilfried Yessoh.

SUMUTPOS.CO – Kemenangan 3-2 atas Barito Putera di Stadion Teladan, Sabtu (5/5) kembali melambungkan kepercayaan diri skuad PSMS. Ayam Kinantan kembali ke trek kemenangan dan menjadi modal untuk menghadapi PS Tira di Stadion Sultan Agung Bantul pekan depan.

Namun PSMS tak mau berpuas diri. Pasalnya masih banyak yang perlu dievaluasi dari performa tim. Hal itu diakui pelatih kepala PSMS, Djadjang Nurdjaman.

“Yang pasti lima pertandingan di bulan puasa dan away nanti pertandingan yang berat. Kesalahan harus kita minimalisir. Kesalahan di lini belakang tidak boleh kesalahan seperti itu (berbuah penalti). Itu yang krusial,” kata Djadjang.

Pada laga tersebut PSMS sempat unggul dua gol lewat Wilfried Yessoh yang mencetak gol pertamanya untuk PSMS menit ke-29 dan Frets Butuan menit ke-50. Namun dua gol dari bola mati (penalti dan tendangan  bebas) Douglas Packer sempat membuat PSMS tertahan 2-2. Beruntung ada gol penalti Legimin Rahardjo yang membuat PSMS bisa menang.

Djanur, sapaan akrabnya mengatakan PSMS bertekad menyapu bersih semua laga kandang tersisa. “Kami tetap pada tekad kami untuk menyapu bersih laga kandang sisa setelah kalah dari Bhayangkara. Siapapun lawannya, sehingga jalan ke depannya di Liga 1 bisa lebih baik. Meskipun tetap masih harus mengincar poin di kandang lawan,” tambahnya.

Sementara itu kapten tim PSMS, Legimin Raharjo juga meminta rekan-rekannya tidak berpuas diri. Apalagi perjalanan PSMS masih panjang. “Kita enggak boleh berpuas diri dulu denga klasemen sekarang. Kompetisi masih panjang dan bisa terus berubah. Apalagi poinnya kan beda-beda tipis dengan yang lain,” bebernya.

Sementara itu gelandang PSMS, Suhandi juga bersyukur dengan kemenangan tersebut. Kemenangan yang mendongkrak PSMS ke posisi 11 klasemen. PSMS mengoleksi tiga kemenangan dan empat kekalahan.

Meskipun masih mungkin turun lagi karena PSIS dan Persela baru akan memainkan laga Senin (7/5). “Pastinya Alhamdulillah dengan kemenangan itu kami bisa naik peringkat ke peringkat 11. Tapi kalau dibilang puas pastinya belum karena secara pribadi saya masih banyak kekurangan,” katanya.

Begitu juga dengan kinerja tim, menurut Suha sudah semakin baik namun masih perlu semakin ditingkatkan agar tidak mengulang kesalahan. “Secara tim juga masih ada yang harus dikoreksi agar pertandingan berikutnya kami tidak lagi membuat kesalahan-kesalahan,” tambahnya.

Pada laga itu Suhandi cukup berkontribusi salah satunya saat aksinya membuat lawan terpaksa melakukan pelanggaran yang berbuah penalti. Namun sisi buruknya Suhandi mengalami cedera di lututnya. “Iya lutut kiri saya bengkak. Mudah-mudahan tidak apa-apa. Belum tahu apakah bisa main atau tidak. Mudah-mudahan tidak bermasalah,” bebernya. (don)

 

 

MU Tuntut Gonzales Rp10 Miliar

Haruna Soemitro
Haruna Soemitro

SURABAYA, SUMUTPOS.CO – Perseteruan antara Cristian Gonzales dengan manajer Madura United (MU), Haruna Soemitro terus bergulir. Setelah dilaporkan ke Bareskrim Polri, giliran Madura United yang menuntut El Loco, julukan Gonzales, senilai Rp 10 miliar.

“Awalnya saya ingin menjawab dengan sederhana. Ente jual ane beli kontan, tanpa kredit,” ucap Haruna dalam jumpa pers di Surabaya, Sabtu (5/5) siang.

Apa yang disampaikan Haruna adalah psywar kepada kubu El Loco. Haruna mengatakan, sengketa dengan Gonzales seharusnya bukan ranah publik. Masalah ini lebih kepada antara Madura United dengan Gonzales. Kemudian berkembang menjadi Gonzales dan PSS Sleman sebagai klub anyarnya.

Namun, laporan Gonzales ke Bareskrim membuat masalah ini menjadi serius bagi klub. Madura United meresponsnya dengan menunjuk kuasa hukum, serta berancang-ancang untuk menuntut balik mantan pemain Arema FC itu.

Langkah pertama yang diambil oleh Haruna adalah mencabut izin peminjaman Gonzales ke PSS. Keputusan ini diambil per 5 Mei. Artinya, Gonzales terancam tidak bisa bermain kontra Gresik United Minggu (6/5) sore nanti.

“Dengan dicabutnya surat peminjaman itu, saat itu juga kami juga melakukan pemecatan kepada saudara Gonzales. Kami menberinya waktu paling lambat tiga hari untuk mengembalikan seluruh uang yang sudah diterima, senilai Rp 650 juta,” tuturnya.

“Kemudian dia melakukan tindakan melawan hukum dalam bentuk pencemaran nama baik klub dan pengingkaran kontrak. Kami tuntut melalui jalur hukum yang nilai ruginya sebesar Rp 10 miliar. Itu yang saya katakan, dibayar kontan tanpa kredit,” tegas Haruna.

Dia juga telah melaporkan masalah ini ke PSSI. Dalam tiga hari ke depan, jika Gonzales tidak mengindahkan permintaan Madura United, masalah ini akan diseret ke meja hijau. Haruna menambahkan, dia memiliki cukup bukti untuk menuntut Gonzales.

“Sebenarnya kami membantunya juga tidak kurang-kurang. Kami membantunya untuk keluar dari klub ini dengan baik-baik. Kami mau panggil dia untuk menyerahkan surat keluar. Tapi malah PSSI yang berinisiatif datang,” ungkapnya. (saf/jpc/don)

1 Persebaya v Arema 0: Dipanaskan Dua Kartu Merah

Oktafianus berduel dengan pemain Arema pada derby Jatim di Gelora Bung Karno.
Oktafianus berduel dengan pemain Arema pada derby Jatim di Gelora Bung Karno.

SURABAYA, SUMUTPOS.CO – Persebaya Surabaya berhasil memenangi laga derbi Jatim Liga 1 2018 melawan Arema FC dengan skor tipis 1-0 (0-0) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (6/5) sore.

Tim berjuluk Green Force langsung tampil menyerang. Mereka tak ingin menyia-nyiakan dukungan 50 ribu lebih pendukinngnya, Bonek, yang memadati GBT.

Peluang bagi tuan rumah datang pertama pada menit ke-11, Ferinando Pahabol pamer skill dengan driblingnya dan kemudian melepaskan sepakan keras, sayang bola menyamping.

Persebaya melanjutkan serangan pada menit ke-13. Pahabol nyaris memaksimalkan umpan Rendi Irawan. Sayang, kiper Arema Utam Rusdiana bisa membacanya.

Pahabol sempat mendapatkan peluang lagi menit ke-25. Tak disangka tendangannya yang kencang masih bisa ditepis Utam.

Arema FC bukan tanpa peluang, mereka nyaris Unggul setelah pada pada menit ke-37, M Rafli mampu melepaskan tendangan , tapi bola masih melambung tipis di atas gawang Persebaya. Skor imbang 0-0 bertahan sampai laga babak pertama usai.

Pada babak kedua, Persebaya tak menurunkan tempo dan mengajak Arema FC tampil cepat. Bola pendek, mengalir dengan deras. Peluang bagi Persebaya datang dari Rishadi Fauzi. Sayang, sundulannya masih menyamping.

Memasuki menit ke-60, Persebaya mencoba meningkatkan daya serangan. Rendi ditarik, masuk Misbakus Solikin. Rishadi ditarik masuk David Silva dan Pahabol digantikan dengan Irfan Jaya. Perubahan ini memberi Persebaya ekstra kekuatan untuk menghabisi lawan.

Pada menit ke76, sebuah serangan dari Irfan Jaya nyaris menjebol gawang Arema FC. Tapi, performa apik Utam membuat skor belum berubah. Kerja keras Persebaya akhirnya membuahkan hasil. Berawal dari umpan lambung dari sisi kanan, terjadi perebutan antara David Silva dan bek Arema.

Striker Persebaya asal Brasil itu mengarahkan bola ke belakang yang langsung disambut Misbakus. Sekali kontrol, dia melepaskan sepakan keras yang membuat skor berubah 1-0 untuk Persebaya.

Sempat terjadi insiden keributan di menit ke-95 antara Oktafianus Fernando dengan Hendro Siswanto. Kedua pemain akhirnya diusir wasit. Sampai peluit panjang, kemenangan untuk Persebaya tak berubah. (dkk/jpnn/don)