JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pasangan sensasional Vicky Prasetyo dan Angel Lelga akhirnya akan dianugerahi momongan. Angel Lelga hamil. Namun, ternyata kehamilan tersebut bukan karena program bayi kembar yang sebelumnya ingin dilakukan Angel.
Kepada awak media, Angel Lelga mengaku mengurungkan niat ikut program bayi kembar karena Vicky menolak.
“Jadi, kemarin itu dia (Vicky) tidak mengerti program kehamilan seperti apa. Setelah aku ceritakan dia malah bilang, ‘ah nggak mau ah. Kalau pakai program begitu, berarti aku tidak tulen dong’,” kata Angel saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (4/5).
Angel mengungkapkan sang suami menolak program bayi kembar lantaran takut benihnya akan tertukar dengan milik orang lain.
“Awalnya aku biarin aja kalau kita mau program karena kukira dia sudah tahu maksudnya seperti apa, tapi ternyata pas tahu malah nggak mau. Dia bilang takut janin orang yang ditukarkan ke kita,” Angel melanjutkan.
Tetapi, memang rezeki tidak ke mana, keduanya akhirnya akan dikaruniai anak. Sebab, Angel hamil secara alami. Sebagai suami, Vicky pun berharap agar sang istri dan calon anaknya tersebut sehat hingga dilahirkan ke dunia. (ce1/yln/JPC)
SUMUTPOS.CO – Jurusan San Fransisco – Los Angeles akan menjadi yang pertama: kereta cepat di Amerika. Kalau kuat doanya.
Pembangunan fisiknya sudah dimulai: sejak tahun 2015 lalu. Berarti akan benar-benar jadi. Tidak seperti yang jurusan Las Vegas – Los Angeles. (Disway tanggal 28 April 2018). Insyaallah.
Proyek dikerjakan. Selama dua tahun ini. Beberapa ruas sudah selesai. Tinggal banyak sekali ruas. Juga tinggal banyak sekali terowongan. Banyak protes. Banyak gugatan. Terutama dari penduduk yang dilewati.
Intinya: molornya tidak ketulungan. Hampir tidak bisa dipastikan kapan akan selesai.
Semula diperkirakan tuntas tahun 2026. Lalu mundur menjadi 2029. Kini mundur lagi: 2033.
Kalau saja benar-benar terwujud berarti pengerjaannya 18 tahun. Kalau dihitung sejak keputusan diambil: 25 tahun.
Dan itu bukan perkiraan terakhir. Na’udzubillahi min dzalik.
Akibat kemoloran itu perkiraan biayanya pun berantakan. Awalnya diperkirakan Rp 500 triliun. Lalu membengkak jadi Rp 750 triliun. Kini membengkak lagi jadi Rp 1.000 triliun. Untuk jarak 840 km.
Badan Otorita Kereta Cepat California kini harus pula berurusan dengan politik. Akibat molor itu. Dan bengkaknya biaya itu. Dan berubah-ubahnya rencana. Dan pindah-pindahnya jalur.
Dalam beberapa minggu ke depan parlemen California memanggil badan otorita. Dimintai keterangan. Soal biaya baru itu. Terutama bagaimana cara mendapatkannya.
Harus ada persetujuan baru. Dari parlemen negara bagian California. Tanpa itu proyek tidak akan jalan.
Lho, kan sudah jalan? Benar.
Jalannya proyek ini tergantung termin. Istilahnya: pay as you go. Menggunakan dana yang ada dulu. Tidak ada kontrak menyeluruh. Kontraknya per segmen. Atau subsegmen.
Triadi Wibowo/Sumut Pos_
Jalur Tol Medan_Pakam_Rempah_Kualanamu yang baru di bangun, Sabtu (17/3).
Triadi Wibowo/Sumut Pos_ Mobil memasuki gerbang tol Sei Rampah, belum lama ini. Lebaran tahun ini, Tol Sei Rampah-Tebign akan dibuka sejalur.
SUMUTPOS.CO – Jelang persiapan menghadapi arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri tahun ini, pembangunan jalan tol Medan-Tebingtinggi, khususnya seksi 7 dikebut agar dapat digunakan saat mudik Lebaran. Meski sulit, namun setidaknya diupayakan agar bisa dilalui satu jalur.
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Hj Nurhajizah Marpaung mengatakan, saat ini progres pembangunan jalan tol Medan-Tebing Tinggi diperkirakan baru dapat selesai dalam waktu dekat. Meskipun begitu, sempat ada persoalan pembebasan lahan untuk seksi 7, Sei Rampah-Tebingtinggi.
“Untuk lebaran mudah-mudahan sudah bisa digunakan sampai ke Tebingtinggi. Kalaupun tidak bisa semua, setidaknya satu jalur bisa dibuka untuk sistem satu arah,” ujar Wagub, Minggu (6/5).
Nurhajizah menyebutkan, berdasarkan informasi dan laporan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah II Sumut, kemungkian untuk pembukaan jalur Sei Rampah-Tebingtinggi (seksi 7) dan Tanjung Morawa-Perbarakan (seksi 1) akan dilakukan selama kurang 8 hari. Yakni pada H-4 lebaran dan H+4 lebaran.
“Laporan ke saya, kemungkinan jalur Tanjung Morawa-Tebing Tinggi bisa kelar sebelum H-4. Jadi kalaupun tidak kelar semua, akan diupayakan sekurang-kurangnya, paling tidak bisa dibuka untuk satu jalur. Sebelum lebaran dari arah Medan ke Tebingtinggi, dan setelah lebaran, dibuka arah sebaliknya,” jelas Nurhajizah.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DEBAT_Pasangan cagub-wagub Sumut nomor urut satu Edy Rahmayadi (kiri)-Musa Rajekshah (kedua kiri) dan pasangan nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat (kedua kanan)-Sihar Sitorus (kanan) mendengarkan pertanyaan pada Debat Publik Pilkada Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (5/5). Debat publik tersebut mengangkat tema Tata Kelola Pemerintahan Bebas dari Korupsi.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DEBAT_Pasangan cagub-wagub Sumut nomor urut satu Edy Rahmayadi (kiri)-Musa Rajekshah (kedua kiri) dan pasangan nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat (kedua kanan)-Sihar Sitorus (kanan) mendengarkan pertanyaan pada Debat Publik Pilkada Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (5/5). Debat publik tersebut mengangkat tema Tata Kelola Pemerintahan Bebas dari Korupsi.
SUMUTPOS.CO – Debat kandidat perdana Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2018 pada Sabtu (5/5) malam lalu, dinilai masih kurang greget. Pasalnya, data yang disampaikan masih kurang dan argumentasinya juga belum kuat. Bahkan, pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah, dan pasangan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus, dinilai masih nervous.
Kurang gregetnya debat perdana tersebut diduga karena pasangan calon, umumnya baru pertama kali merasakan pengamalan dan atmosfer seperti itu. “Sebenarnya, kedua paslon sudah sukses menyampaikan visi misi dan program kerjanya. Cuma karena ini adalah pengalaman pertama, mereka belum biasa debat terbuka seperti itu, jadi kelihatannya kurang greget,” kata Sirojuzilam, seorang tim perumus dan panelis debat kandidat Pilgubsu 2018 kepada Sumut Pos, Minggu (6/7).
Ia memprediksi, pada tahapan debat kedua dan ketiga nanti, paslon bisa lebih siap dan lebih baik dalam mengikuti debat tersebut. “Artinya, nanti mereka akan betul-betul berdebat. Selain saling menyanggah, juga berdasarkan argumentasi yang kuat menyampaikan jawaban,” katanya.
Debat kandidat yang diinisiasi KPU Sumut ini merupakan rangkaian dari tahapan Pilgubsu 2018. Adapun tema debat perdana kemarin tentang: Tata Kelola Pemerintahan yang Bebas Korupsi. Meski secara konsep tema debat sudah gamblang, Sirojuzilam menilai, kedua paslon belum maksimal menerangkan makna dari tema dimaksud. “Iya belum terlihat. Data yang disampaikan juga masih kurang. Argumentasinya juga belum kuat. Pasti kedua paslon tampak masih nervous. Pada debat yang kedua dan ketiga saya pikir akan lebih baik,” ujar akademisi dari Universitas Sumatera Utara (USU) itu.
Pada sesi keempat, dimana cagub saling berdebat, Siro menilai, antara Edy dan Djarot punya karakteristik masing-masing. Menurutnya, Edy dengan latar belakang militer lebih to the point dan tegas dalam menjawab, sementara Djarot yang notabene politisi dan pengalaman di birokrasi, punya tata bahasa lebih tersistematis dan penyampaiannya gampang dicerna. “Ya, artinya masing-masing cagub punya gayanya masing-masinglah. Djarot nampak lebih rileks dan pandai bicara, sedangkan Pak Edy karena dari militer bicaranya tegas-tegas saja seperti itu,” katanya.
Berdasarkan jadwal debat kandidat KPU Sumut akan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama pada 5 Mei 2018, kemudian 15 Mei 2018 dan terakhir pada 19 Juni 2018. “Untuk tema debat kandidat yang kedua saya belum tahu. Sebab, KPU memberi kabar dua hari sebelum acara digelar. Jadi belum ada lagi ceritanya dari mereka. Juga apakah saya diminta lagi sebagai panelis, saya belum tahu,” pungkasnya.
Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
TUNJUKKAN: Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga menunjukkan specimen surat suara Pilgubsu 2018 kepada wartawan di kantor KPU Sumut, Jl. Peristis Kemerdekaan Medan, Jumat (4/5).
Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS TUNJUKKAN: Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga menunjukkan specimen surat suara Pilgubsu 2018 kepada wartawan di kantor KPU Sumut, Jl. Peristis Kemerdekaan Medan, Jumat (4/5).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut sudah mempersiapkan specimen surat suara yang berisi gambar dua pasangan calon Pilgubsu, nomor urut 1 Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) dan paslon nomor urut 2 Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss). Komisioner KPU Sumut Benget Manahan Silitonga menjelaskan, setelah specimen ini disetujui dan diparaf masing-masing paslon, baru mereka mencetak dummi atau format baku surat suara yang sah.
“Ukuran surat suara yang dicetak berukuran 18 x 23 centimeter di mana terdiri dari bagian depan dan belakang serta dilipat dua yakni horizontal dan vertikal,” ujar Benget kepada Sumut Pos, Minggu (6/5).
Rencana KPU, pada Rabu (9/5) ini akan berkoordinasi dengan kedua paslon guna membahas specimen surat suara tersebut. Setelah diparaf dan mendapat persetujuan keduanya, pencetakan logistik pemilu itu akan diperbanyak melalui e-Catalog.
“Rencananya, KPU Sumut akan mencetak surat suara ini sebanyak jumlah DPT ditambah 2,5 persen per-TPS dan 2.000 lembar untuk antisipasi pemilihan suara ulang (PSU) dengan jumlah 9.291.800 lembar,” terangnya.
Selain surat suara, logistik pemilu yang dipesan melalui e-Catalog yakni tinta, bilik suara, segel, hologram dan buku panduan KPPS. Kata Benget, semua pengadaan logistik, alat peraga kampanye dan lainnya dilakukan langsung KPU RI. Sifat pengadaan sudah terpusat yang dilakukan melalui e-Catalog.
“Kita berharap akhir Mei ini surat suara sudah tercetak dan awal Juni sudah distribusikan ke KPU kabupaten/kota se-Sumut,” jelasnya sembari menyebut latar belakang gambar surat suara berwarna merah putih.
Begitupun, soal anggaran pencetakan surat suara, dirinya mengaku telah disesuaikan dengan jumlah pengadaan dan kebutuhannya. “Termasuk kami juga sediakan pakaian untuk seluruh KPPS. Pengadaan ini sembari jalan semua dan sekarang ini kami fokuskan dulu cetak surat suara. Setelah ada validasi akhir paslon kami segera memasukkan pengadaan surat suara ini melalui e Catalog,” pungkasnya. (prn)
Ribuan masyarakat menghadiri jalan sehat bersama Cagubsu Edy Rahmayadi dan Cawagubsu Mus Rajekshah di Lapangan Reformasi, Tembung, Minggu (6/5).
Ribuan masyarakat menghadiri jalan sehat bersama Cagubsu Edy Rahmayadi dan Cawagubsu Mus Rajekshah di Lapangan Reformasi, Tembung, Minggu (6/5).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan ribu warga Kota Medan, Deliserdang, dan Serdangbedagai tumpah dalam Gerak Jalan Sehat Bermartabat yang dihadiri Calon Gubsu dan Wagubsu Nomor Urut 1, Edy Rahmayadi–Musa Rajekshah, di Lapangan Reformasi, Tembung, Minggu (6/5).
Jalan santai ini merupakan bagian dari aksi simpatik pendukung, relawan dan simpatisan Edy Rahmayadi–Musa Rajekshah (Eramas) bersama masyarakat. “Selamat pagi, terimakasih sudah mau bersama-sama sehat dan bermartabat,” kata Edy Rahmayadi yang didampingi sang istri Hj Nawal Lubis.
Dalam gerak jalan sehat itu, warga juga dihibur dengan kehadiran artis ibukota, Edwin (Super Bedjo), yang menjadi pembawa acara. Puluhan komunitas seperti alumni SMA N 1 Medan, Alumni SMP 6 Medan, Alumni SMAN 11 Medan, komunitas motor tua, komunitas sepeda ontel, komunitas anak muda kreatif tampak berbaur di sana. “Warga Sumut kompak dan solid bersama Pak Edy dan Bang Ijeck,” kata Rosidi Yamin, salah seorang peserta.
Baik Edy Rahmayadi maupun Musa Rajekshah, dalam kesempatan itu tak pelak menjadi sasaran masyarakat untuk bertegur sapa atau berfoto bersama. Apalagi, malam sebelumnya, masyarakat sudah melihat langsung kemampuan Edy–Ijeck dalam mengikuti debat publik yang diselenggarakan KPU.
“Pilihan kita sudah jelas. Hanya Edy–Ijeck yang mengenal Sumut lebih baik. Itu terlihat di debat tadi malam,” kata Gundur Siregar, warga lainnya.
Siregar mengatakan dirinya hadir bersama keluarga, tetangga dan rekan-rekannya di Lapangan Reformasi untuk mengikuti gerak jalan santai ERAMAS bermartabat ini. “Kegiatan semacam ini harus rutin dibuat Pak Edy dan Bang Ijeck, jika nanti diberikan amanah memimpin Sumut. Ini sangat baik, warga bertemu di satu tempat dan saling silaturahim,” ujarnya.
Calon Wagubsu, Musa Rajekshah, dalam berbagai kesempatan menegaskan, aktivitas gerak jalan sehat semacam ini akan digelar rutin setiap bulan di 33 kabupaten/kota. Kata dia, jika terpilih oleh masyarakat Sumut, Pemprovsu nantinya akan berkomunikasi dengan kab/kota agar kegiatan seperti ini rutin digelar.
“Kalau perlu setiap bulan nantinya, Gubsu atau Wagubsu hadir langsung ke kabupaten/kota. Konsep kami jelas ingin agar warga Sumut sehat, tapi juga kuat dalam bersilaturahim. Kami pikir lewat aktivitas olahraga seperti gerak jalan ini, itu bisa diwujudkan,” pungkasnya. (rel)
Ilustrasi:
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Ilustrasi: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Humas BMKG Hary T Djatmiko menuturkan, diperkirakan pada saat musim arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, cuaca musim kemarau. Hal itu terjadi di sebagaian besar wilayah, khususnya di Jawa dan Sumatera.
Tapi, kondisi kemarau tersebut tidak sekering pada 2015 dan tidak sebasah 2016. “Boleh dikatakan kemarau normal. Dimungkinkan ada hujan. Tapi, hujannya bukan seperti di masa transisi (pancaroba, Red) atau bukan di musim penghujan,” ujar Hary.
Meski begitu, tidak berarti potensi bencana hidrometeorologi sama sekali tidak ada. Hary menyatakan, potensi tetap ada karena wilayah Indonesia yang begitu luas. Maka, masyarakat tetap harus berhati-hati bila melewati daerah-daerah yang berbukit dan rawan longsor. “Kadarnya tidak sebanyak di musim penghujan sama musim transisi,” tambah dia.
Khususnya untuk wilayah yang berada di sebelah utara garis khatulistiwa yang diperkirakan menuju musim hujan.
Berbeda dengan kawasan di sebelah selatan garis khatulistiwa. “Nanti akan kita update secara berkala. Bahkan hingga tiga hari menjelang mudik,” imbuh dia.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada saat arus mudik dan balik, BMKG terus menyiagakan petugas di seluruh kantor mereka yang tersebar di berbagai provinsi. Juga, petugas di bandara. “Masyarakat juga bisa mengakses lewat aplikasi BMKG yang informasi cuacanya bisa menjangkau sampai level kecamatan,” kata Hary.
Sementara itu, kondisi kendaraan yang prima adalah salah satu hal yang patut diperhatikan.
Direktur Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengungkapkan, untuk kendaraan roda empat, yang paling perlu diperhatikan adalah kondisi ban.
Sebab, menurut Sony, kendaraan akan menghadapi kondisi jalanan yang beragam sehingga tebal tipis dan tekanan ban harus dicek sebelum berangkat mudik. “Kasus paling banyak ditemui saat bepergian jauh adalah pecah ban, karena kondisi infrastruktur jalan dan iklim tidak bisa ditebak,” ujar Sony.
Sony menambahkan, tak ada salahnya untuk menyempatkan waktu membawa kendaraan ke bengkel resmi untuk diperiksa secara menyeluruh. Apalagi bagi yang awam soal kendaraan bermotor. “Ada kemungkinan kerusakan kecil yang tak kasatmata, jadi hanya bisa ketahuan jika dicek di bengkel. Masalah kecil bisa memicu masalah lain yang merepotkan,” tambah Sony. (lyn/jun/agf/c10/kim/jpnn)
SUMUTPOS.CO – Panitia Seleksi Lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada hari ini, Senin (7/5) akan menyelesaikan seleksi berkas administrasi peserta lelang. Secara keseluruhan, sudah tidak ada kendala lagi soal kuota peserta lelang karena yang mendaftar jumlahnya sudah kuorum.
Diketahui, sebelumnya pada pengisian lelang jabatan kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumut, masih terdapat dua peserta lelang. Alhasil pansel memperpanjang masa pendaftaran yang mulanya 27 April menjadi 4 Mei 2018. Sedangkan pada empat jabatan lain seperti Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Tenaga Kerja, dan Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla), kuota peserta lelang yang mendaftar sudah memenuhi kuorum.
“Senin (hari ini) itukan pansel akan menggelar rapat. Apa nanti keputusannya biar pansel saja yang menjelaskan. Kami di sini hanya sekretariat yang bertugas mengakomodir berkas,” kata Pelaksana Harian Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sekdaprovsu, kepada wartawan, Minggu (6/5).
Dijelaskan, untuk posisi di Dinas ESDM Sumut memang awalnya masih diisi dua peserta lelang. Namun hingga batas akhir pendaftaran pada Jumat (4/5), nama peserta yang mendaftar bertambah satu orang. “Sesuai peraturan Menpan RB hal itu diperbolehkan. Minimal di satu jabatan lelang itu diisi tiga orang peserta,” ungkapnya.
Foto: Fachril/Sumut Pos
KAKANMENAG Kota Medan H. Al Ahyu, MA menarik tali selubung papan nama usaha ayam potong syariah FBKM Medan Labuhan saat launching.
Foto: Fachril/Sumut Pos KAKANMENAG Kota Medan H. Al Ahyu, MA menarik tali selubung papan nama usaha ayam potong syariah FBKM Medan Labuhan saat launching.
SUMUTPOS.CO – Forum Badan Kemakmuran Mesjid (FBKM) Medan Labuhan meresmikan usaha ayam potong syariah di komplek Mesjid Al Husein, Jalan Tuar Raya, Blok 9, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (5/5).
Kakankemenag Kota Medan H. Al Ahyu, MA mengatakan, unit usaha FBKM Medan Labuhan akan menjadi pilot project bagi BKM di Kota Medan agar mengfungsikan sebagai sumber peradapan umat yang multidimensional dan bukan sebagai tempat ibadah saja.
“Saya memberi apresiasi kepada Ka KUA Medan Labuhan yang telah melakukan inovasi kerja dalam mewujudkan pemberdayaan ekonomi umat Islam berbasis mesjid. Cita cita ini sudah lima tahun saya usulkan dan baru kali ini terwujud, ” kata mantan Kakankemenag Kota Binjai.
Camat Medan Labuhan Arrahman Pane, SSTP, MA mengatakan, sudah saatnya umat memberanikan diri untuk berinovasi dalam pengelolaan uang infaq mesjid untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan umat Islam terutama dalam bidang pendidikan anak.
“Di Medan Labuhan ada sekitar 48 masjid jika setiap bulan uang infaq dikumpulkan 100 ribu per masjid maka akan terkumpul uang sebanyak Rp4.800.000 yang bisa dimanfaatkan untuk modal usaha dan membantu anak Islam berprestasi dalam meraih cita cita, ” kata Camat.
Ka KUA Medan Labuhan M Lukman Hakim Hasibuan, S. Ag, MA mengatakan, modal awal usaha ayam potong syariah itu sebesar Rp100.000 yang dikumpulkan dari beberapa masjid, ditambah bantuan beberapa donatur selama satu tahun.
“Saya berharap semua P3N dan Lurah mau membantu pemasaran dengan menginformasikan kalau FBKM punya ayam potong kepada setiap orang yang akan menikah dan P3N dan Lurah tersebut akan kita beri apresiasi sebagai penghasilan tambahan mereka,” katanya.
Ketua Panitia lounching ayam potong syariah FBKM Medan Labuhan Sudari, ST mengatakan, pemberdayaan ekonomi umat Islam berbasis mesjid sudah saatnya dikembangkan dan peran ibu ibu rumah tangga sangat dibutuhkan sebagai pangsa pasar utama.
“Saya berharap ibu ibu pebgajian yang hadir dalam acara ini menjadi pelopor usaha ini dan saya menjamin harga daging ayam yang kami jual bisa bersaing dengan yang lain. Sebagai perdana usaha ini sudah kita buka di pasar sore Martubung, ” katanya.
Pada acara lounching yang dilaksanakan pengukuhan pengurus FBKM Medan Labuhan 2018- 2021 dan terpilih sebagai Katua Drs. Syamsul Bahri. MA dengan Sekretaris Sudari, ST.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ketua BKM Al Osmani Ahmad Fakhruni, S. Ag dan dihadiri pengurus BKM se- Kec. Medan Labuhan serta ratusan ibu- ibu kelompok pengajian dan perwiritan. Di lokasi acara juga diadakan pameran sejumlah produk makanan dan kebutuhan bahan memasak yang diproduksi secara syariah. (fac/ila)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
UJIAN_Sejumlah peserta mengerjakan soal ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 di ruang Serba Guna Universitas Negeri Medan (Unimed), Sumatera Utara, Selasa (16/5/). Sebanyak 58.691 peserta mengikuti SBMPTN untuk wilayah Sumatera Utara secara bersama melalui ujian tertulis yang terdiri dari Paper Based Testing (PBT) dan Computer Based Testing (CBT).
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS UJIAN_Sejumlah peserta mengerjakan soal ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 di ruang Serba Guna Universitas Negeri Medan (Unimed), Sumatera Utara, tahun lalu.
SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan Ujian Tulis (Utul) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 akan digelar besok, Selasa (8/5), secara secara serentak di 42 Panitia Lokal (Panlok) se-Indonesia. Adapun peserta SMBPTN sekitar 60.440 orang, masing-masing, Sains dan Teknologi (Saintek) berjumlah 26.120 peserta, Sosial dan Humaniora (Soshum) berjumlah 21.520 peserta dan Campuran sebanyak 12.800 peserta. Dari jumlah tersebut, 16 penyandang disabilitas ikut serta.
Ketua Panlok 14 Medan yang juga Wakil Rektor (WR) I USU Prof Dr Ir Rosmayati, MS mengimbau seluruh peserta SBMPTN agar meninjau lokasi dan ruang ujian paling lambat satu hari sebelum pelaksanaan ujian. Hal itu dilakukan untuk menghindari tersesatnya para peserta ujian pada hari pelaksanaan. Kemudian, peserta untuk mengikuti peraturan yang disampaikan oleh Panlok SMBPTN.”Jika terlambat lebih dari 30 menit para peserta tidak diperkenankan untuk mengikuti ujian,” ungkap Rosmayati didamping Kepala Humas USU, Elvi Sumanti, ST, M Hum, kepada wartawan di Medan, Minggu (6/5) siang.
Diingatkan Rosmayati, para peserta sudah harus tiba di lokasi ujian masing-masing dan memasuki ruangan pada pukul 07.00 WIB. Bagi peserta yang tersesat atau tiba pada lokasi yang salah di luar lokasi ujian yang telah ditentukan, diharuskan kembali ke lokasi asal untuk mengikuti ujian. “Tidak diberikan dispensasi mengikuti ujian di luar lokasi yang telah ditetapkan,” jelas Rosmayati.
Sementara itu, Kepala Humas USU Elvi Sumanti, ST, M Hum, mengingatkan untuk seluruh peserta SMBPTN agar mempersiapkan perlengkapan dan alat tulis yang dibutuhkan dalam ujian dengan baik. Tak hanya itu, juga membawa kartu ujian dan ijazah bagi peserta lulusan tahun 2016-2017 dan Surat Keterangan Tanda Lulus (SKTL) yang dilengkapi foto untuk lulusan 2018.
“Kemudian, para peserta tidak diperkenankan membawa benda apapun yang tak berhubungan dengan alat tulis yang digunakan dalam ujian, serta melarang penggunaan jam digital yang disinyalir dapat membantu melakukan kecurangan dalam pelaksanaan ujian,” kata Elvi.
Sedangkan kepada 16 peserta kategori penyandang disabilitas yang mengikuti SMBPTN 2018 ini, nantinya akan didampingi oleh tenaga bantuan pengisi jawaban khusus untuk penyandang tunanetra.
Sementara, pendaftaran SMBPTN dimulai melalui online sejak 5 April hingga 27 April 2018. Kemudian, hasil ujian SBMPTN nantinya akan diumumkan pada tanggal 3 Juli 2018 di laman http://pengumuman.sbmptn.or.id.
Seperti diketahui, Panlok14 Medan yang merupakan panitia bersama antara USU, Universitas Medan (UNIMED), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dan Sub Panlok Universitas Samudra (UNSAM) Kota Langsa, Aceh. (gus/ila)