Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Ratusan jemaah haji dari kloter 1 sampai dengan 5 tiba di Asrama haji embarkasi Medan Jalan AH Nasution, Kamis (7/9). Ratusan jemaah haji tersebut selanjutnya akan dipulangkan ke daerah masing-masing.
Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Ratusan jemaah haji dari kloter 1 sampai dengan 5 tiba di Asrama haji embarkasi Medan Jalan AH Nasution, tahun lalu.
SUMUTPOS.CO – Sebanyak 2.179 Calon Haji (Calhaj) Kota Medan telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahap I. Dengan begitu, ada a 337 Calhaj Kota Medan yang belum melunasi BPIH, mengingat jumlah Calhaj asal Kota Medan yang berangkat tahun ini berjumlah 2.516 orang. Sedangkan pelunasan Tahap I akan ditutup hari ini, Jumat (4/5) pukul 16.00 WIB
Hal ini dikatakan Kasi Haji Kemenag Medan Ahmad Qosbi Nasution.”Calhaj yang sudah daftar ulang, ada sekitar 1.000 lebih. Makanya, ini kita sedang sibuk-sibuknya berkerja,” ujar Qosbi, , Rabu (2/5).
Dikatakan Qosbi, berdasarkan laporan diterima pihaknya, ada sekitar 100 Calhaj belum istitoah (mampu,Red). Meski demikian, Calhaj istitoah itu dapat melakukan pelunasan di tahap 2.
Sementara itu, Kasi Dokumen dan Pendaftaran Haji Kanwil Kemenag Sumut Eri Nofa mengatakan, di Sumatera Utara ada 7.484 Calhaj sudah melunasi BPIH di pelunasan tahap I. Mengingat, kuota Sumatera Utara ada 8.292. Dari jumlah itu, ada 808 Calhaj lagi yang belum melunasi di pelunasan tahap 2 ini. “Daerah yang paling banyak sudah melunasi di pelunasan tahap I sejauh ini adalah Medan berjumlah 2.179, Labuhanbatu 516, Mandailing Natal 440, Padang Lawas 435 dan Asahan 401,” pungkasnya. (ain/ila)
SUMUTPOS.CO – Raline Shah melakukan kegiatan sosial, Kamis (3/5), dengan satu perusahaan. Sang aktris pergi ke Sentul, Jawa Barat, untuk membangun rumah.
Raline pun ikut turun langsung dalam membantu pembangunan rumah itu. Dengan menggunakan helm proyek dan sarung tangan, bintang film Surga Yang Tak Dirindukan itu, mengangkat bata sampai nyemen.
Hal tersebut terlihat dari posting-an Instagram Raline. “Hai, hari ini (kemarin, red) kita lagi jalan ke Sentul, membangun rumah untuk Habitat For Humanity. Wish us luck,” kata Raline.
“I got it. Tiga lapis (bata) sudah. Saya enggak perlu nge-gym hari ini,” tambahnya.
Raline juga terlihat belajar menggergaji bata. Ia pun ikut membantu memasang bata-bata yang sudah disemen.
“Luar biasa. Hebat nih,” kata orang di sekitar Raline, dalam video-nya. (dtc/saz)
Dahlan Iskan
Dahlan Iskan
SHANGHAI, SUMUTPOS.CO – Waktu di Shanghai saya terkesima dengan berita ini: orang antre beli rumah mewah. Yang disebut ‘rumah’ di sana berarti apartemen.
Apartemen mewah jadi kacang goreng. Baru terjadi dua minggu lalu. Menjelang saya berangkat ke Amerika.
Misalnya di proyek Qiantan Ocean One yang dibangun Joy City Property. Dia hanya jual 437 unit. Sedangkan yang antre membeli 3.100 orang.
Padahal harga per meter perseginya selangit: 93.800 Renminbi. Atau sekitar Rp 190 juta/m2. Berati satu rumah yang luasnya 290 m2 itu harganya Rp55 miliar.
Mengapa begitu laris? Ternyata harga itu dianggap murah. Itulah harga maksimum yang ditetapkan pemerintah. Untuk kawasan itu. Untuk kelas itu. Harga pasarnya 20 persen lebih tinggi.
Apakah di Shanghai pemerintah menetapkan harga? Yang tidak boleh dilanggar? Begitulah.
Itu peraturan baru. Untuk mengendalikan gilanya kenaikan harga rumah. Tak tertahankan. Sudah menjadi keluhan nasional: rakyat tidak akan lagi mampu beli rumah. Sebesar apa pun UMR-nya.
Anak-anak muda stress berat. Padahal untuk berani melamar (calon istri) harus sudah bisa beli rumah (mencicil). Malu.
Saya lihat di Tiongkok tidak ada budaya menjadi kontraktor: pengantin baru mengontrak rumah.
Peraturan baru itu diharap bisa ikut mengendalikan gilanya kenaikan harga apartemen. Tapi banyak pula yang skeptis: mana bisa. Peraturan itu dibuat hanya untuk disiasati.
Harga maksimum itu benar-benar jauh dari harga pasar. Bahkan, kata teman-teman saya, lebih murah dari harga rumah di pasar second hand.
Antrean serupa juga terjadi di proyek baru Daning Jianmao Palace. Juga di Shanghai yang Sabtu dua minggu lalu melakukan penjualan 382 unit. Harga per unitnya sekitar Rp40 miliar. Yang mendaftar 751 orang.
Padahal untuk mendaftar saja sudah harus menyetor uang Rp2 miliar. Juga harus menunjukkan bukti punya deposito minimal Rp 6 miliar. Baru sisanya akan dibiayai dari pinjaman bank.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Personel Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Sumut menggerebek Spa Fantasi. Tepatnya di Jalan Sunggal, Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Kamis (3/5).
Dari lokasi, petugas mengamankan 16 orang. Mereka terdiri dari 11 orang terapis, 1 resepsionis dan 4 tamu pengunjung.
“Tindakan ini dilakukan, karena Spa ini terindikasi kerap melakukan kegiatan prostitusi, yakni melalui berhubungan badan,” ungkap Kasubdit IV/Renakta, AKBP Leonardo Simatupang kepada wartawan, Kamis (3/5).
Leonardo menjelaskan, praktik prostitusi berkedok spa ini jelas terbukti. Sebab, saat polisi melakukan penggerebekan, salah seorang terapis berinisial IS (29) sedang bersama tamunya di dalam sebuah ruangan.
Parahnya, keduanya tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya (bugil).
Hasil pemeriksaan, Spa Fantasi menyediakan paket khusus berhubungan badan Rp350 ribu, full fantasi Rp750 ribu dan dua perempuan Rp1,4 juta.
“Ini tempatnya memang begitu. Tapi info selanjutnya masih akan kita kembangkan,” jelasnya.
Kesebelas terapis yang diamankan masing-masing berinisial, SA (31), NN (23), WH (26), W (27), RA (23), RY (22), IS (29), A (27), A (21), D (22), AF (21) dan YA (36) resepsionis.
Diakui Leonardo, usai didata, keduabelas pekerja Spa tersebut selanjutnya akan diserahkan ke Parawarsa Brastagi. Namun aneh, keempat pria hidung belang yang diamankan selanjutnya akan dipulangkan.
“Sedangkan keempat tamunya, setelah dilakukan pemeriksaan selanjutnya dipulangkan,” pungkasnya.(mag-1/ala)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyebab utama tidak kunjung tuntasnya peredaran gelap narkoba di Indonesia, khususnya Sumut adalah pemerintah berikut seluruh jajarannya. Pemerintah dituding beternak alias memelihara bandar atau mafia narkoba. Tudingan tegas itu dilontarkan Ketua Dewan Penyantun Gerakan Anti Narkoba (GAN) Sumut, Kamaluddin Lubis.
“Pemerintah seperti jaksa dan Kepolisian jadi backing bandar narkoba,” kata Kamaluddin saat menjadi pembicara di Konferensi Masyarakat Anti Narkoba yang diselenggarakan GAN di Hotel Emerald Garden, Medan, Kamis (3/5).
Pengacara senior ini mengatakan, Indonesia merupakan negara aneh di dunia. Sebab,vonis mati kepada bandar narkoba yang sudah dua kali ditetapkan hakim tapi eksekusinya tidak kunjung dilakukan.
Hingga saat ini, sang bandar sampai hari ini masih mendekam di Lapas Tanjung Gusta. Hal itu disebut Kamaluddin sebagai salah satu bentuk tindakan pemerintah yang menyebabkan bandar narkoba terus bermunculan.
“Saya siap ditangkap karena tuduhan itu. Tangkaplah sekarang,” tantang Kamaluddin di acara yang turut dihadiri Wakapolda Sumut, BNN, Kemenkumham, Kemensos, Calon Wakil Gubsu Musa Rajekshah atau Ijeck dan lainnya itu.
Pendiri GAN 20 tahun lalu itu mengaku, progres pemberantasan narkoba di Sumut seperti tidak ada. Korban terus bergelimpangan.
Terpisah, Polda Sumut langsung menampik segala tudingan Kamaluddin Lubis. Polda menyatakan jika institusi Polri memiliki komitmen penuh untuk memberantas narkoba di Indonesia.
“Itu asal ngomong. Karena Polri tidak pernah main-main dengan narkoba,” tegas Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan di Mapolda Sumut, Kamis (3/5).
MP Nainggolan menyatakan, bahwasannya Polisi tidak punya kepentingan apapun untuk membackingi mafia dan bandar narkoba. Malah dalam pembarantasan, selain menangkap dan mengamankan barang bukti, Polisi tidak segan-segan untuk menembak mati bandarnya.
“Tahun 2018 ini saja sejak Januari hingga April, sudah ada 5 orang yang ditembak mati. Ini kan jelas karena Polri sudah komitmen untuk memberantas narkoba,” jelasnya.
Disebutnya, pada 2018 saja, Polda Sumut telah menangkap sebanyak 58 orang tersangka narkoba. Barang bukti yang diamankan 43.694,31 gram sabu, 75.000 gram ganja dan 61.717 butir pil ekstasi.
Sedangkan pada tahun 2017, untuk kasus narkotika, dari 5.897 Jumlah Tindak Pidana (JTP) yang ditangani Polda Sumut, jumlah Penyelesaian Tindak Pidana (PTP) nya sebanyak 5.621 atau 95%.
“Jangan sembarang ngomong aja. Kita juga mau tahu kerja dia (Kamaluddin Lubis) sebagai ketua GAN apa. Jadi jangan saling menuding, kalau kita bekerja, ya bekerja saja,” tegas Nainggolan.
“Jangan urus yang bukan urusannya. Seharusnya sebagai Ketua Dewan Penyantun GAN dia membantu kami. Kalau saya tanya, apa yang sudah diperbuatnya selama setahun ini?,” pungkasnya.(mag-1/ala)
SUMUTPOS.CO – Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir atau Owi / Butet akhirnya resmi menjadi pasangan nomor satu dunia.
Dalam ranking BWF yang dirilis Kamis (3/5), Owi / Butet mengumpulkan poin 76.270, beda tipis dari ranking dua yang ditempati ganda Tiongkok, Wang Yilyu/Huang Dongping, 72.680.
Buat Owi / Butet, peringkat satu dunia ini merupakan yang pertama sejak dipasangkan dari 2010.Di 10 Besar ganda campuran masih muncul pasangan-pasangan yang sudah berpisah seperti Zheng Siwei/Chen Qingchen hingga Praveen Jordan/Debby Susanto.
Selain Owi / Butet dan Praveen/Debby, tak ada lagi ganda campuran dari Indonesia masuk top ten. Sementara di ganda putra, duo Minions, Marcus Fernaldi / Kevin Sanjaya masih kukuh di daftar ganda putra ranking terbaru BWF.Marcus / Kevin mengoleksi 97.789 poin, cukup jauh ketimbang milik ganda Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen.
Dalam sepuluh besar ranking terbaru BWF, Indonesia hanya punya Marcus / Kevin. Di luar top ten, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto ada di peringkat 12. (adk/jpnn/don)
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Medan, Marah Husin.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 26 tim dipastikan akan bersaing pada Liga Futsal Instansi Kota Medan 2018 di Village Futsal, Jalan Abdul Hakim Gang Susuk Medan, 7-9 Mei mendatang. Tim-tim tersebut diharapkan serius bermain dan tetap menjaga sportifitas.
“Liga Futsal Instansi ini merupakan program rutin Pemko Medan. Melalui even ini, kita ingin menggalakkan olahraga, khususnya futsal kepada seluruh pegawai di Lingkungan Pemko Medan,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Medan, H Marah Husin Lubis di Medan, Kamis (3/5).
Selain itu, melalui even ini, Pemko Medan ingin meningkatkan tali silatirahmi antar sesama pegawai. Sebab, dengan kebersamaan, pembangunan di Kota Medan akan berkembang pesat. “Kita hanya bisa mewujudkan pembangunan di Medan melalui kebersamaan,” tandasnya.
Dijelaskan, olahraga merupakan salag satu cara membuat badan sehat. Dan dengan badan sehat, produktivtas akan meningkat. “Sengaja kita memilih futsal, karena olahraga ini digemari segala usia. Termasuk pegawai di Pemko Medan banyak suka bermain futsal,” ungkapnya.
Liga Futsal Instansi ini mendalat respon cukul baik dari SKPD. Terbukti sebanyak 26 tim ikut ambil bagian. Dan dalam teknikal meeting di Kantor Dispora Medan, Kamis (3/5), diputuskan peserta dibagi dalam delapan pool.
Teknikal meeting yang dipimpin Sekretaris Dispora Medan Drs H Azam Nasution MAP tersebut menegaskan bahwa setiap tim dilarang keras menggunakan pemain dari luar. “Tenaga honorer dibuktikan dengan SK Kepala Dinas dan sudah bekerja sejak tahun 2016. Kalau SKnya baru terbit tahun ini, maka tidak diperkenankan bermain,” tegas Azam didampingi Ketua Panitia Syafaruddin Siregar.
Adapun pembagian pool, Pool A diisi oleh DKP, Ketapang, Dinkes dan Penanaman Modal. Pool B dihuni oleh Dinas PU A, BKD B dan Distankan B. Begitu juga di Pool C bersaing Sekda, Dispora dan Medan Deli. Di Pool D terdapat Catpil, Damkar dan BPKAD. Di Pool E bersaing PD Pasar, BPPRD dan BKD A. Persaingan sengit terjadi di Pool F yang dihuni Setwan B, Disdik, Pustaka dan Arsip. Pool C dihuni Pariwisata, Distankan A dan Setwan A. Terakhir, Pool H diramaikan Kominfo, Disnaker, Dinas PU B dan Bagian Perlengkapan/Layanan Pengadaan. (dek)
Ketua KONI Medan Drs Eddy H Sibarani memantau pertandingan cabang menembak Porwil Medan.
Ketua KONI Medan Drs Eddy H Sibarani memantau pertandingan cabang menembak Porwil Medan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kecamatan Medan Helvetia membuktikan sebagai gudangnya penembak di Kota Medan. Hal itu dibuktikan dengan dominasi raihan emas pada Porwil Medan 2018 Wilayah III di Lapangan Tembak Perbakin Sumut Jalan Beringin Helvetia, Medan, kemarin.
Medan Helvetiamengumpulkan dua emas, dua perak dan dua perunggu. Medali emas Medan Helvetia disumbangkan oleh Togi Advance dengan nilai 150 dinomor Metal Silhoutte dan Fikri Haykal di nomor Air Riffle Match Putra dengan total nilai 575.
Untuk medali perak medan Helvetia diraih Ricky ferdinan dari nomor Metal Silhoutte dengan nilai 130 dan Zulfiqih dari nomor Air Riffle match putra dengan total nilai 564. Sementara medali perunggu disumbangkan Ferdiansyah dari nomor metal Silhoutte dengan nilai 120 dan Feri Ananda dari nomor air pistol putra dengan nilai 519.
Di peringkat kedua ditempati Medan Deli dengan raihan satu emas, satu perak dan satu perunggu. Emas disumbangkan Shiva Awallu Nissa dari nomor Air Pistol Putri, perak oleh Edison dari nomor Air Pistol Putra dan perunggu oleh Atta dari nomor Air Riffle Match Putra.
Sementara diperingkat ketiga di tempati Medan Barat dengan satu emas dan satu perunggu. Emas disumbangkan oleh Okky Tanuwijaya dari nomor Air Pistol Putra dan perunggu oleh Sami Hadisti dari nomor Air Pistol Putri.
Ketua KONI Medan Eddy H Sibarani mengaku sangat mengapresiasi Perbakin Medan yang terus secara kontiniu melakukan pembinaan dalam upaya lebih banyak lagi memunculkan atlet-atlet berkualitas.
Yang nantinya diharapkan mampu menjadi atlet andalan daerah itu diberbagai even nasional maupun internasional.c Karena memang pihaknya menyadari kerjasama yang baik antara induk cabang olahraga dengan KONI akan sangat bermanfaat dalam upaya memacukan olahraga.
“Kami sangat mengapresiasi Perbakin yang secara rutin menggelar kejuaraan termasuk Porwil. Kami berharap nantinya akan muncul atlet-atlet berkualitas yang mampu membawa harum nam adaerah,” katanya. (dek)
Pelatih PSDS, Ansyari Lubis memberika instruksi kepada skuadnya.
Pelatih PSDS, Ansyari Lubis memberika instruksi kepada skuadnya.
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -PSDS menjadi salah satu tim Liga 3 asal Sumatera Utara yang berkesempatan bermain di Piala Indonesia 2018. Traktor Kuning, julukan PSDS, akan bersua PSBL Langsa pada laga perdana.
PSDS masuk zona satu bersama Persiraja, Aceh United, PSK USU, Kuala Nangro, PSMS Medan, dan PSBL Langsa. Pelatih PSDS, Ansyari Lubis merasa terhormat dengan kesempatan bermain di Piala Indonesia. PSDS akan berhadapan dengan tim tim besar yang merumput di Liga 2, Liga 1 dan peserta Liga3.
Meski tidak memasang target di Piala Indonesia, Ansyari tetap optimis bahwa timnya akan mempunyai poin.”Kita sebenarnya konsentrasi menghadapi Liga 3, namun demikian even Piala Indonesia serius diikuti,”terangnya.
Ansyari mengatakan latihan khusus tidak dilakukan khusus untuk Piala Indonesia. Menurutnya akan berjalan seiringan dengan persiapan Liga 3. PSDS sendiri menggelar latihan lima kali dalam speekan.
Lewat momen Piala Indonesia dijadikan juga sebagai sarana untuk menguji serta menambah pengalaman secara keseluruhan untuk menghadapi Liga 3. “Momen PI (Piala Indonesia) sebagai pembelajaran dan untuk mengetahui peta kekuatan lawan pada liga 3. Soalnya di sana ada juga peserta liga 3,”ungkapnya. (btr/don)
Para pesepakbola Sumut saat mengikuti seleksi menunu Belgia di Lapangan PPLP Sumut, Kamis (3/5).
Para pesepakbola Sumut saat mengikuti seleksi menunu Belgia di Lapangan PPLP Sumut, Kamis (3/5).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 296 pesepakbola U-17 asal Medan dan sekitarnya bersaing dalam seleksi di Lapangan PPLP Sumut, Kamis (3/5). Seleksi digelar untuk mencari talenta-talenta Sumut yang dipersiapkan untuk dilatih di Belgia.
Koordinator seleksi, Hendriyana mengatakan seleksi ini digelar karena adanya kepedulian terhadap sepak bola Sumut. “Penyelenggaranya dari pusat dan untuk lokal kami percayakan kepada AM Manajemen. Intinya kerjasama dari seseorang yang peduli terhadap sepak bola Sumut.Jadi kami gelar di enam daerah. Kami ingin menunjukkan ini caranya talent scouting yang baik. Jika suatu saat ada ide pemain itu diambil untuk timnas, akademi, dan ditarik keluar negeri. Kami upayakan ada kerjasama dengan negara Eropa khususnya Belgia terkait pemain-pemain bertalenta,” kata Hendriyana di Lapangan PPLP kemarin.
Salah satu inspirasi digelarnya seleksi ini adalah munculnya Egy Maulana Vikri sebagai pemain Sumut bertalenta dan kini berkarir di Eropa. Karena itulah mereka yakin Sumut salah satu gudangnya pemain berpotensi seperti Egy. “Kita punya pemain nasional Egy Maulana yang sudah berkiprah di Eropa. Basicnya Egy kan dari Sumut. Kami berharap ada Egy-Egy yang baru. Pertama kali di Sumut. Mungkin kesempatan anak-anak seperti Egy itu banyak,” bebernya.
Enam kota yang menjadi tempat digelar seleksi antara lain di Medan pada 3 Mei, Tebingtinggi 6 Mei, Kisaran 7 Mei, Padangsidimpuan 9 Mei, Sibolga 10 Mei, dan Dairi/Sidikalang 12 Mei.
“Jadi dari kota-kota ini kita cari pemain kemudian kita bentuk sebuah tim hebat . Ujungnya adalah final ditemukan talenta 18 pemain per tim, jadi ada enam tim. Kita saring kembali lewat sebuah turnamen. Untuk tempat dan jadwal belum bisa diapstikan karena terkait Idul Fitri, dan Ramadan. Kita ada kerjasama sebuah media di Jakarta untuk mengelola turnamen,” tambahnya.