Home Blog Page 6385

Wagubsu Tinjau Pembangunan Lokasi Utama MTQN 2018

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Nurhajizah Marpaung SH MH saat meninjau lokasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional (MTQN) ke XXVII tahun 2018.
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Nurhajizah Marpaung SH MH saat meninjau lokasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional (MTQN) ke XXVII tahun 2018.

SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu)  Dr Nurhajizah Marpaung SH MH optimis persiapan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional (MTQN) ke XXVII tahun 2018 akan berjalan dengan lancar. Pembangunan lokasi utama MTQN diharapkan rampung sebelum Oktober 2018.

Hal ini disampaikannya saat meninjau pembangunan lokasi utama MTQN 2018 di seputaran gedung Serba Guna, Jalan Pancing/Jalan Willem Iskandar Medan, Rabu (2/5). “MTQN memang masih Oktober ya, tetapi sejak Maret pembangunan sudah kita persiapkan. Saat ini, pembangunan baru berjalan lima minggu dan Alhamdulillah sudah banyak progres. Ini membuat kita tentunya merasa optimis sebagai tuan rumah,” ujar Wagubsu Nurhajizah.

Dari hasil peninjauannya, Nurhajizah memaparkan bahwa progres lima minggu pembangunan lokasi utama telah mencapai 20 persen, yakni penataan kontur tanah yang sudah mulai rampung sekaligus persiapan pembuatan pondasi untuk astaka (gedung utama). “Targetnya, untuk 3 bulan kedepan kita harus sudah capai 80 persen pembangunan. Saya akan tinjau kembali bulan depan, dan bulan-bulan berikutnya tentu lebih intens lagi peninjauannya,” paparnya.

Nurhajizah mengaku tidak menemukan kendala signifikan dalam proses persiapan MTQN 2018. Saat ditanya soal kendala dana, ia berpendapat bahwa saat ini dana yang tersedia masih cukup untuk persiapan MTQN 2018. Nurhajizah yakin bahwa banyak donatur-donatur Sumut yang akan siap membantu apabila persiapan MTQN terkendala dana.

Nurhajizah juga mengimbau kepada masyarakat Sumatera Utara (Sumut) untuk ikut mensukseskan acara MTQN 2018. “MTQN ini adalah acara besar dan suatu kehormatan bagi kita bisa menjadi tuan rumah kembali. Terakhir kali kita jadi tuan rumah sekitar 50 tahun lalu, jadi masyarakat Sumut harus bangga dan membantu pemerintah daerah mensukseskannya,” katanya.

Komunitas Alumni SMANSA Deklarasi Dukungan untuk DJOSS

Cagubsu Djarot Saiful Hidayat berbicara saat komunitas alumni SMA Negeri 1 Medan (SMANSA) mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon Gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat - Sihar Sitorus atau DJOSS, Kamis (3/5).
    Cagubsu Djarot Saiful Hidayat berbicara saat komunitas alumni SMA Negeri 1 Medan (SMANSA) mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon Gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus atau DJOSS, Kamis (3/5).

SUMUTPOS.CO – Bertempat di Jalan Monginsidi Medan (belakang Hotel Pardede), komunitas alumni SMA Negeri 1 Medan (SMANSA) yang terdiri atas angkatan 1962 – 2006 mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon Gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus atau DJOSS (Kamis, 3/5/2018).

Menurut Ketua Komunitas Alumni SMANSA Akhmad Utoyo, dukungan kepada DJOSS mereka lakukan karena Djarot – Sihar adalah calon Gubernur Sumut yang terbaik dari antara calon yang ada. Terutama karena pengalaman Djarot di pemerintahan yang pernah memimpin Blitar dan DKI Jakarta, faktor itu yang membuat mereka memilih mendukung DJOSS.
“Coba saja bandingkan dengan pasangan calon lainnya, apa mereka punya pengalaman seperti yang dimiliki Djarot,”,kata Akhmad.
Didampingi Sekretaris Komunitas Benny Tobing, Akhmad menyatakan tidak masalah walaupun ada kelompok alumni SMANSA lainnya yang memilih mendukung Eramas, hal itu bukan menandakan telah terjadi perpecahan. Kendati sama-sama alumni SMA yang sama, pilihan politik boleh berbeda.
Sebelumnya di bawah kepemimpinan Gus Irawan alumni SMANSA telah lebih dulu menyatakan dukungan terhadap Eramas. Kendati demikian tidak sedikit diantaranya yang tetap mendukung DJOSS dengan cara bergabung ke relawan pendukung yang ada.
“Para alumni yang berada di berbagai kelompok relawan pendukung DJOSS kemudian bertemu dan membentuk komunitas alumni pendukung DJOSS, ” tegas Benny.
Ke depan dalam rangka pemenangan DJOSS, Benny mengatakan komunitas akan melakukan berbagai kegiatan terutama terkait bidang pendidikan. (rel)

4,7 Juta Warga Sumut Belum Terdaftar JKN

Seorang ibu beserta anakmya keluar dari kantor BPJS Kesehatan Medan di Jalan Karya Medan, beberapa waktu lalu.

 

Seorang ibu beserta anakmya keluar dari kantor BPJS Kesehatan Medan di Jalan Karya Medan, beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – BPJS Kesehatan Regional I Sumut-Aceh menghitung, sekitar 4,7 juta penduduk di Sumatera Utara (Sumut) belum terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sebab, dari 14,7 juta penduduk, baru 9,9 juta yang tercover dalam program JKN Kartu Indonesia Sehat (KIS) BPJS Kesehatan.

Asisten Deputi Monitoring dan Evaluasi BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Sumut dan Aceh, dr Sari Quratul Ainy AAK  mengatakan, dari 9,9 juta itu, distribusi peserta JKN KIS berdasarkan segmentasi di Sumut, ada 4,3 juta yang merupakan Peserta Bebas Iuran (PBI) APBN, Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) 1,7 juta, kemudian Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU) ada 1,2 juta  selanjutnya Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD sebanyak 1,1 juta,PPU PNS 882,4 dan Bukan Pekerja (BP) ada 287 orang.

Guna memaksimalkan implementasi Program JKN-KIS, lanjutnya, pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program JKN. Dimana, memerintahkan 10 lembaga negara untuk mengambil langkah sesuai kewenangannya dalam rangka menjamin keberlangsungan dan peningkatan kualitas Program JKN-KIS tersebut.

“Sebanyak 10 lembaga itu diantaranya pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Instruksi tersebut tentu saja harus diimplementasikan oleh semua pihak yang berkepentingan termasuk oleh BPJS Kesehatan. Usaha ini memang tidak bisa terlaksana kalau cuma BPJS Kesehatan saja, jadi kita harapkan peran Pemda juga,” kata Sari saat menggelar Ngopi Bareng wartawan di Opal Coffe Jalan Amir Hamzah, Kamis (3/5) Medan.

Selain itu, lanjutnya, ada 7.497 Badan Usaha Potensial yang belum terintegrasi ke dalam progran JKN-KIS, dengan kisaran ada lebih dari 25 ribu pekerja yang belum menjadi peserta. Ada 11.303 Badan Usaha yang telah teregistrasi ke dalam program JKN-KIS dengan jumlah terdaftar 1.354.051 jiwa.

Menindak lanjuti Inpres Nomor 8 Tahun 2017 dan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam implementasi Program JKN KIS, Gubsu secara resmi telah menerbitkan Instruksi Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.54/2/INST/2018 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program JKN dimana memerintahkan para Kepala Daerah (Bupati dan Walikota), 6 pimpinan SKPD setingkat Provinsi Sumatera Utara, 1 instansi vertikal dan 2 lembaga asosiasi/organisasi untuk mengambil langkah sesuai kewenangannya dalam rangka menjamin keberlangsungan dan peningkatan kualitas Program JKN-KIS.

Adapun 6 pimpinan SKPD setingkat Provinsi Sumatera Utara itu terdiri atas Dinas Kesehatan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Komunikasi dan Informatika. Untuk 2 Lembaga Asosiasi/Organisai yaitu Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumut.

“Dengan diterbitkannya Instruksi Gubernur ini, kami mengharapkan agar instruksi ini diimplementasikan oleh semua pihak yang berkepentingan. Dukungan Pemprov Sumut atas penyelenggaraan Program JKN-KIS di wilayah Sumut tidak perlu diragukan lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan, instruksi ini diharapkan mampu memperluas kepesertaan JKN-KIS di Sumut lebih optimal. Fokusnya, agar akhir 2018 Provinsi Sumut mencapai Universal Health Coverage (UHC).

Nilai UN Siantar Kalahkan Medan

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS LULUS_Siswa dan siswi SMA Negeri 1 Medan menunjukan tanda kelulusan di SMA negeri 1 Jalan Cik Ditiro Medan, Kamis (03/5) Kota Medan tertinggi ke dua setelah pematang siantar untuk hasil nilai UNBK se sumatera utara tingkat SMA.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
LULUS_Siswa dan siswi SMA Negeri 1 Medan menunjukan tanda kelulusan di SMA negeri 1 Jalan Cik Ditiro Medan, Kamis (03/5) Kota Medan tertinggi ke dua setelah pematang siantar untuk hasil nilai UNBK se sumatera utara tingkat SMA.

SUMUTPOS.CO – Hasil Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran (TP) 2017/2018 tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat sudah keluar dan umumkan. Hasilnya, nilai tertinggi rangking pertama diraih oleh Kota Pematang Siantar dengan nilai rata-rata 51,64.  Kemudian, rangking ke-2 diraih Kota Medan dengan nilai rata-rata 51,05.

Kemudian, rangking ke-3 diraih Kabupaten Samosir nilai rata-rata 48,20. Sedangkan Kabupaten Nias memperoleh nilai terendah UN tahun ini dengan nilai rata-rata 35,08. Untruk tingkat Provinsi, UN di Sumut meraih nilai rata-rata 45,24. Nilai UN tersebut di bawah nilai standart UN 55,00.

Nilai UN itu, Sesuai Peraturan Badan Standar Naaional Pendidikan nomor : 0044/P/BSNP/XI/2017 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional T.P 2017/2018 bahwa hasil UN sudah diterima satuan pendidikan pada tanggal 2 Mei 2018.

Ketua panitia Ujian Nasional (UN) Prov Sumut August Sinaga mengatakan, hasil UN tidak menjadi persyaratan kelulusan sekolah. Namun, kelulusan siswa dikembalikan hasil musyawarah dilakukan pihak sekolah terhadap peserta UN tersebut.

“Hari ini (kemarin,Red) seluruh satuan pendidikan SMA sederajat melaksanakan pengumuman kelulusan peserta didik kelas XII dari satuan pendidikan melalui hasil rapat dewan guru yg dipimpin oleh masing masing kepala sekolah,” ungkap August kepada Sumut Pos, Kamis (3/6) siang.

August menjelaskan, persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan, yakni menyelesaikan seluruh program, memiliki sikap/perilaku minimal baik, mengikuti UN dan Lulus USBN. Kemudian, salah satu manfaat hasil Ujian Nasional baik moda UNKP (Ujian Nasional Kertas Pensil) maupun UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) adalah untuk pemetaan mutu program pendidikan atau satuan pendidikan.

“Sedangkan manfaat hasil UN bagi Pemerintah Daerah adalah untuk melakukan perencanaan program pembinaan satuan pendidikan dalam rangka peningkatan kualitas lulusan yang unggul dan berdaya saing , baik pada tataran lokal , nasional maupun global,” ujarnya.

Sementara itu, data yang diperoleh Sumut Pos dari Disdik Sumut, bahwa UN Tingkat SMA sederajat mengikuti UN tahun 2018, sebanyak 146.825 siswa dengan total sekolah berjumlah 1.511 sekolah. Untuk UNBK SMA peserta sebanyak 135.917 siswa dengan jumlah sekolah pelaksana 1.305 sekolah.  Sedangkan UNPK diikuti sebanyak 10.908 siswa dengan jumlah peserta sekolah sebanyak 206 sekolah.

Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Aceh, Prof Dian Armanto mengatakan, setiap tahun ada 150 ribu siswa yang tamat sekolah tingkat SMA sederajat setiap tahunnya.”Untuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri) daya tampung 30 ribu orang. Masih ada 120 ribu orang lagi. Untuk PTS (Perguruan Tinggi Swasta) yang ada di Sumut, melanjutkan kuliah berjumlah 60 ribu orang. Ada 60 ribu lagi, tidak kuliah,” pungkas Dian di UMSU, Kamis (3/5) siang.(gus/ila)

 

Jalan Diponegoro Makin Macet

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS REKAYASA_Pengendara terlihat melintas dari Jalan diponegoro menuju Jalan Palang Merah Medan, Selasa (01/5) Dinas perhubungan kota medan bekerja sama dengan Satlantas melakukan rekayasa lalu lintas salah satu nya jalan diponegoro menuju jalan palang merah yang menjadi satu arah.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
REKAYASA_Pengendara terlihat melintas dari Jalan diponegoro menuju Jalan Palang Merah Medan, Selasa (01/5) Dinas perhubungan kota medan bekerja sama dengan Satlantas melakukan rekayasa lalu lintas salah satu nya jalan diponegoro menuju jalan palang merah yang menjadi satu arah.

SUMUTPOS.CO – Rekayasa lalu lintas yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Medan terhadap sejumlah jalan inti kota masih terus berlanjut hingga Kamis (3/5). Rekayasa lalu lintas terhadap empat ruas jalan sepertinya belum efektif. Pasalnya, penumpukan kendaraan malah semakin parah di Jalan Diponegoro menuju Jalan Zainul Arifin.

Berdasarkan pantauan Sumut Pos, penumpukan terjadi pada pagi hari dan sore hari. Terlihat kendaraan mengular lantaran berebut ingin menuju ke arah Sun Plaza. Kondisi ini terjadi pada pagi, siang dan sore hari pulang jam kantor.

Pengamat Transportasi Medan Bhakti Alamsyah menilai, bila rekayasa itu justru menimbulkan masalah baru, hendaknya rekayasa tersebut harus dievalusi.  “Pengalihan arus lalu lintas bertujuan untuk menyelesaikan masalah. Akan tetapi, bukan berarti tidak timbul masalah baru. Kalau ternyata dari hasil evaluasi terjadi masalah di tempat lain, maka tak perlu dilakukan lagi. Kalau memang mau menyelesaikan jangan menambah masalah atau muncul masalah baru. Bila makin macet, evaluasi saja,” ujar Bhakti Alamsyah.

Menurut Bhakti, kalau menangani persoalan kemacetan ini seperti efek domino atau memencet balon. Artinya, ketika diatasi masalah di jalur ini, muncul kemacetan di jalur lain. Sebab, perubahan arus lalu lintas terjadi kegamangan terhadap para pengendara sehingga mengakibatkan penumpukan-penumpukan. “Kalau rekayasa ini hanya untuk menyelesaikan masalah kemacetan di kawasan Sun Plaza, maka kemacetan timbul di jalan lain,” ujarnya.

Dikatakan Bhakti, apabila ingin membangun suatu tempat keramaian atau gedung tertentu, bukan lahan parkirnya saja yang perlu dipikirkan. Melainkan, tumpahan kendaraan yang masuk dan keluar dari tempat tersebut. Artinya, tumpahan kendaraan jangan hanya pada satu tempat.

“Seharusnya tumpahan kendaraan dibuat tempat alternatif. Coba perhatikan ketika malam minggu di Sun Plaza bubar, pasti kemacetan panjang terjadi. Kemacetan paling parah di area gedung pusat keramaian tersebut hingga merembet terhadap kendaraan yang keluar masuk,” bebernya.

Sedangkan Sekretaris Komisi D DPRD Medan Salman Alfarisi mengatakan, upaya-upaya untuk mengatasi kemacetan di Medan ini memang perlu dilakukan, seperti rekayasa lalu lintas. Setelah dilakukan maka selanjutnya wajib dievaluasi, apakah efektif rekayasa tersebut atau tidak.”Kalau memang tidak efektif, maka secepatnya dikembalikan seperti semula dan jangan terlalu lama dilakukan. Sebab, dikhawatirkan kemacetan malah semakin parah,” kata Salman.

Namun demikian, ia mengaku apa yang dilakukan Dishub masih positif. Sebab, berupaya untuk mengatasi persoalan kemacetan yang terjadi di kota Medan.”Upaya mengatasi persoalan kemacetan sebenarnya terletak pada disiplin pengendara, seperti saat berhenti, parkir, berbelok dan lainnya. Karena, kebanyakan pengendara lebih mengutamakan kepentingan pribadinya ketimbangan kepentingan umum. Padahal, seharusnya tidak boleh seperti itu,” tutur Salman.

Target: Raditya Dika Gandeng Cinta Laura

SUMUTPOS.CO – Komika sekaligus penulis Raditya Dika, kembali hadir dengan film baru berjudul Target. Dalam film bergenre action comedy itu, Radit berperan sebagai sutradara dan pemain.

“Saya menjamin film ini adalah pengalaman yang mengasikkan. Ini pasti jadi tontonan yang seru,” kata Radit, saat peluncuran trailer di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/5).

Dalam film ini, Radit menggandeng Cinta Laura. Ia menilai, Cinta cocok memerankan karakter di film tersebut. “Kami sempat ngobrol, terus gue tawarin mau ikut film baru gue, terus ia tertarik gitu. Karakter yang ada di film ini cocok banget diperankan sama Cinta,” ujarnya.

“Kebetulan Cinta profesional, jadi gue senang. Sampai lokasi, udah siap syuting dan sangat-sangat rapih semua dengan pekerjaannya, ia mau membantu banget,” sambung Radit.

Film Target bercerita tentang 9 karakter yang dihubungi untuk melakukan syuting. Namun nahas, mereka ternyata dijebak di dalam gedung yang menjadi lokasi syuting tersebut.

Tak berapa lama, muncul seseorang bernama Game Master, yang memberi petunjuk untuk melewati teka-teki permainan. Permainan itu tergolong menakutkan, karena 9 karakter di atas tidak bisa selamat semuanya. “Ini film komedi akan berbeda banget. Semua pemain di sini sangat talented dan ceritanya pantas saat Lebaran. Ini agak beda dengan tontonan yang lain,” imbuh Sunil Soraya, selaku produser.

Selain Radit dan Cinta, film produksi Soraya Intercine Film itu, juga melibatkan Samuel Rizal, Anggika Bolsterli, Willy Dozan, Abdur Arsyad, Hifdzi Khoir, Ria Ricis, dan Romy Rafael.

Film Target dijadwalkan tayang di bioskop mulai 15 Juni 2018 mendatang, bertepatan dengan momen Lebaran. (mg7/jpnn/saz)

Chacha Frederica Ingin Fokus Ibadah

SUMUTPOS.CO – Ramadan tinggal menghitung hari. Seorang artis seperti Chacha Frederica, sudah siap menyambut bulan penuh berkah itu. Sejak berhijab, member Girls Squad itu menyebut, akan mengurangi pekerjaannya di malam hari saat bulan puasa, dan ingin fokus beribadah.

“Kalau malam aku udah enggak mau, misalkan meeting atau ketemu, kecuali urgent banget baru mau ya,” ungkapnya, saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (3/5).

Enggak boleh juga, karena kita melalaikan tanggung jawab itu, tapi jangan sampai tanggung jawab kita di dunia bikin kita jadi khilaf, lupain apa yang harus dilakukan, jadi harus balance,” sambung Chacha.

Saat bulan puasa, Chacha mengaku, senang jika bisa menghabiskan waktu di masjid saat malam tiba, untuk beribadah. Namun hal itu tentunya harus seizin suaminya, Dico Ganindito. “Karena aku perempuan, sulitnya itu. Aku suka banget i’tikaf, tapi kalau suami aku yang nemenin, kalau suamiku enggak mau nemenin karena mungkin ada urusan atau di luar kota, lebih baik di rumah,” imbuh wanita 28 tahun itu.

“Karena memang perempuan harus ada yang dampingin, kecuali suamiku izinin nitipin aku ke kakakku, itu beda cerita. Tapi kalau suamiku bilang, ‘udah deh kamu di rumah aja istirahat, aku lagi di luar kota’, suamiku enggak nyaman aku di luar i’tikaf, ya udah aku akan di rumah,” pungkas Chacha. (dtc/saz)

PLN Wilayah Sumut Bentuk Command Center 123

BERSAMA: General Manager PLN Wilayah Sumatera Utara Feby Joko Priharto, Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto dan tim Center 123 pada acara peresmian Command Center 123.
BERSAMA: General Manager PLN Wilayah Sumatera Utara Feby Joko Priharto, Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto dan tim Center 123 pada acara peresmian Command Center 123.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berinovasi untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan menjadi tujuan utama dibentuknya Command Center 123. Program unggulan PLN Wilayah Sumut ini menjadi pusat kendali penanganan laporan gangguan pelanggan.

Command Center 123 berfungsi memberikan penugasan kepada petugas pelayanan teknik terdekat dengan lokasi gangguan, mempercepat jalur komunikasi antara PLN dengan pelanggan. Sehingga durasi gangguan dapat di selesaikan dalam waktu yang singkat.

“Command Center 123 memiliki cakupan yang menggunakan pola operasi borderless. Realisasi implementasi command center 123 hingga bulan maret 2018 adalah respon time 42,00 dan recovery time 52.81,” ungkap General Manager PLN Wilayah Sumatera Utara Feby Joko Priharto pada acara peresmian Command Center 123.

Peresmian program unggulan PLN Wilayah Sumut dilakukan oleh Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto serta seluruh General Manager PLN se-Regional Sumatera Utara, ditandai dengan pemukulan gordang sembilan secara bersamaan. Peresmian ini berlokasi di PLN Wilayah Sumatera Utara, dilaksanakan pada Senin (30/4).

“Kehadiran Command Center 123 diharapkan dapat menjawab tantangan yang dihadapi PLN untuk mempercepat penyelesaian gangguan yang dihadapi pelanggan. Dibutuhkan kekompakaan dan kebersamaan dari segala lini sehingga PLN dapat melayani pelanggan dengan optimal,” ungkap Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto.

Usai peresmian, Direktur Bisnis Regional Sumatera didampingi oleh seluruh General Manajer PLN se-Regional Sumatera Utara mengunjungi langsung Command Center 123 yang terletak di komplek Kantor PLN Wilayah Sumatera Utara.

Dengan teknologi yang telah diperbaharui, Command Center dapat mendeteksi petugas terdekat dengan lokasi pelanggan yang menyampaikan pengaduan, sehingga penanganan gangguan dapat segera diatasi.

Bersama ini juga, masyarakat diimbau untuk melaporkan keluhan melalui Contact Center PLN 123 agar lebih mudah mendeteksi lokasi gangguan pelanggan. (ila)

 

 

Chelsea Islan Ingin Selesaikan Kuliah Diplomasi

SUMUTPOS.CO – Di balik kesibukan film, Chelsea Islan belum juga menyelesaikan kuliah. Sang aktris ingin melanjutkan pendidikan di bidang diplomasi.

“Aku rencana kuliah ngelanjutin di bidang diplomasi,” kata Chelsea saat ditemui di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (3/5).

Lebih lanjut, bidang hubungan internasional memang adalah mimpi Chelsea. Ia berharap bisa menyelesaikannya. “Hubungan internasional itu stau mimpi yang belum terwujud,” bebernya.

Chelsea sebelumnya sempat berhenti kuliah. Selain akting, kekasih Daffa Wardhana itu, juga punya beberapa kegiatan sosial. (dtc/saz)

Mulan: Jangan Diembel-embelin

SUMUTPOS.CO – Penyanyi Mulan Jameela dituding sengaja mengeluarkan single anyar berdekatan dengan lagu milik Maia Estianty dan Tata Janeeta.

Single berjudul Sang Penggoda dirilis pada 11 April lalu, sedangkan Mulan mengenalkan Bye Bye Boy pada 20 April. Bye Bye Boy dinyanyikan Mulan bersama Jebe dan Patty, jebolan ajang pencarian bakat.

Mulan pun meminta agar karya barunya tidak dikaitkan dengan mantan pasangan duet di Duo Ratu itu. “Lagu itu kan bukan dibikin 5 hari lalu, tapi setahun lalu. Jadi sudahlah, stop, jangan terlalu mengangkat hal enggak terlalu penting dibahas,” kata Mulan di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (2/5) lalu.

“Itu kan jadi makanan yang enggak baik buat masyarakat. Kami keluarkan karya ya terima karyanya, jangan diembel-embelin oh, kok ini, kok itu,” sambung Mulan.

Istri Ahmad Dhani itu, pun memastikan tak ingin bersaing dengan penyanyi manapun, termasuk Maia. “Aku enggak pernah berniat saingan dengan siapa pun ya, namanya sesama musisi. Yang penting mengeluarkan karya aja sih,” tukasnya.

Tak ingin melebar, Jebe mengungkap, lagu tersebut murni ciptaannya yang mengangkat dari pengalaman hidupnya. “Kenapa bisa sindir-sindiran sama Bunda Maia kalau kita yang nulis? Dan lagunya memang dibuat tahun lalu, berdasarkan pengalaman pribadi aku,” pungkasnya. (mg7/jpnn/saz)