Home Blog Page 6387

Frets dan Sadney Terancam Absen

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Frets Butuan meluapkan kegembiraan usai Sadney Urikhob mencetak gol ke gawang Perseru.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Frets Butuan meluapkan kegembiraan usai Sadney Urikhob mencetak gol ke gawang Perseru. Frets Butuan dan Sadney Urikhob diragukan tampil saat PSMS bersua Barito Putera si Stadion Teladan, Sabtu (5/5).

SUMUTPOS.CO – PSMS mendapat kabar buruk jelang laga kandang kontra Barito Putera di Stadion Teladan, Sabtu (5/5). Dua pemain pilarnya Frets Butuan dan Sadney Urikhob diragukan tampil pada laga lanjutan Liga 1 ini.

Sadney sebelumnya cedera saat bentrok dengan Persela Lamongan. Dia sudah absen berlatih sejak tim kembali ke Medan. Sementara Frets Butuan hanya berlatih di pinggir lapangan saat tim berlatih kemarin di Stadion Teladan.

“Kalau Sadney iya (absen), tapi kalau Frets kita lihat besok. Kemarin latihan kena benturan dikit. Memar doang tapi tidak bisa kita pastikan sekarang,” kata pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman.

Jika nantinya Frets dan Sadney absen menurut Djanur akan menjadi hal yang tidak diharapkan. Terutama, Frets yang selama ini menjadi tumpuan di lini depan. “Pengaruh mungkin ada. Tapi saya harapkan pemain yang menggantikan bisa,” tambahnya.

Soal Barito yang diperkuat pemain asal Medan, Paulo Sitanggang, Djanur mengakui akan menjadi lawan yang tangguh. Menurutnya sama halnya dengan Jacksen F Tiago, kedua tim sudah saling intip kekuatan.

“Paulo pemain bagus. Gak ada keuntungan buat mereka dengan status dia sebagai pemain Medan. Jacksen saja sudah tahu permainan kita seperti apa. Saya juga sudah tahu kekuatan Barito. Semua tim sudah mengevaluasi dan menganalisas kekuatan lawan dan kita sudah bertemu di pra musim,” tambahnya.

Laskar Antasari merupakan tim yang menurut Djanur cukup baik secara kualitas individu maupun tim. Selain Paulo mereka punya para pemain yang menonjol.

“Secara tim mereka bagus kompak. Douglas Packer itu menonjol dan Rizki Pora sudah kembali. Sitanggang juga menguasai lini tengah dan bisa mencetak gol,” bebernya.

Kembalinya Hansamu Yama dari timnas U-23 juga menjadi tambahan kekuatan bagi Barito. Namun menurut Djanur jika Hansamu absen pun tidak akan terlalu menguntungkan bagi PSMS. “Dengan atau tanpa Hansamu Yama kekuatan Barito tidak berkurang. Pasti mereka punya pengganti sepada,” katanya.

Sementara itu di kubu lawan, Paulo Sitanggang termotivasi bermain di kampung halamannya. Memang PSMS bukan eks klubnya. Paulo Sitanggang pun mengaku tak sabar menunggu laga akhir pekan ini. “Kali ini ada motivasi tersendiri karena bermain di Medan,” tuturi playmaker tangguh ini.

Paulo siap tampil, dan kondisi fisiknya tidak ada masalah. “Tidak ada persiapan khusus (pulang kampung, Red). Tapi, saya terima materi dari pelatih (untuk menaklukkan PSMS, Red),” katanya. (don)

PSMS Ditantang Kuala Nanggroe

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Para pemain PSMS saling gendong usai bermain internal game pada sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga, Selasa (24/4).
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Para pemain PSMS saling gendong usai bermain internal game pada sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga, beberapa waktu lalu. Dari hasil drawing Piala Indonesia, PSMS Medan akan berhadapan dengan tim asal Aceh, Kuala Nanggroe.

SUMUTPOS.CO – DRAWING Piala Indonesia sudah dilakukan, Kamis (3/5) sore di Stadion Pakansari, Bogor. Sebanyak 128 klub yang berasal dari Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, bakal bersaing dari babak awal

PSSI membagi zona per zona untuk meringankan beban klub yang tampil di babak 128 besar.128 klub dibagi ke dalam zona 1 sampai 16. Setiap zona, rata-rata dibagi sesuai dengan kedekatan wilayah. Nantinya, setiap zona ada yang diisi delapan klub, ada juga yang sembilan klub.

PSMS Medan sendiri akan berhadapan dengan tim asal Aceh, Kuala Nanggroe. Laga akan digelar 8 Mei mendatang. “Mainnya di kandang mereka. Memang jadwalnya bakal padat karena mainnya setelah lawan Barito, dan sebelum lawan PS Tira,” kata Sekretaris PSMS, Julius Raja.

Piala Indonesia akan dibuka laga juara bertahan edisi terakhir, Persibo Bojonegoro, akan berjumpa tim Liga 1 2018, Madura United (MU), di laga pembuka pada 8 Mei mendatang di Stadion Letjen Soedirman.

Pada hari pembukaan tersebut, ada juga laga yang disiarkan langsung, yakni mempertemukan PSBK Blitar kontra Arema FC di Stadion Gelora Supriyadi, Blitar tapi laga digelar malam hari.

Dalam babak 128 besar ini seluruh pertandingan dilaksanakan dengan single match. “Untuk tuan rumahnya, saat tim beda kasta ketemu, yang tuan rumah adalah tim yang kastanya lebih rendah. Karena itu Persibo tuan rumah, Madura United jadi tamu,” kata Iwan Budianto, Kepala Staf Ketua Umum PSSI sekaligus Wakil Ketua PSSI tersebut, usai drawing. (dkk/jpnn/don)

Hasil Drawing Piala Indonesia 2018

Zona 1
Kuala Nangroe vs PSMS Medan
PSBL Langsa vs PSDS Deliserdang
Persiraja Banda Aceh vs Aceh United
PS Keluarga USU vs Waiting List

Polisi Razia Miras

Foto: Tomi Sanjaya Lubis/Sumut Pos PERLIHATKAN: Kapolsek Kota Kisaran, Kota Iptu Rianto SH dan Kanit Reskrim Ipda Syamsul Adhar SH memperlihatkan hasil razia miras, di depan Halaman Mapolsek Kota Kisaran Jalan Mahoni.
Foto: Tomi Sanjaya Lubis/Sumut Pos
PERLIHATKAN: Kapolsek Kota Kisaran, Kota Iptu Rianto SH dan Kanit Reskrim Ipda Syamsul Adhar SH memperlihatkan hasil razia miras, di depan Halaman Mapolsek Kota Kisaran Jalan Mahoni.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO -Polsek Kota Kisaran melakukan razia miras ke sejumlah pedagang yang menjajakan minuman keras (miras) yang tidak memiliki izin, Rabu (2/5) malam.

Razia miras langsung dipimpin Kapolsek Kisaran Kota Iptu Rianto SH dan Kanit Reskrim Ipda Syamsul Adhar SH. Hasilnya, diamankan 80 botol miras berbagai merk dari sejumlah pedagang.

“Razia ini sesuai perintah bapak Kapolres sebagai wujud antisipasi terhadap fenomena yang lagi marak, miras oplosan yang telah memakan korban jiwa. Kejadian itu jangan sampai terjadi di asahan,” Kata Rianto saat menggelar pres realase i Halaman Mapolsek Kota Kisaran JalanMahoni, Kecamatan Kisaran Barat, Kamis (3/5).

Rianto juga berharap kepada pihak pedagang  agar menjelang dan bulan suci Ramadan, tidak menjual miras.

“Selain untuk menghormati bulan suci Ramadan, kita tidak mau kamtibmas terganggu karena miras. Nanti akan kita limpahkan ke polres,”bilang Rianto.

“Dasar kita lakukan razia ini adalah Permenkes dan Peraturan Menteri Perdagangan tentang minuman beralkohol,”sambungnya.

Rianto juga yakin, bila bekerjasama akan terwujud ketertiban dan keamanan saat menjalankan ibadahan bulan suci puasa.

Kanit Reskrim Polsek Kota Kisaran, Ipda Syamsul Adhar SH menambahkan, miras yang diamankan dari pedagang karena tidak dilengkapi dokumen. ”Kita akan menindak tegas pedagang yang menjual miras tanpa dilengkapi dokumen yang jelas,” tandasnya.

Dengan digelarnya operasi pekat ini, lanjut Syamsul Adhar, diharapkan dapat menciptakan situasi yang kondusif, terutama menjelang bulan suci Ramadan dan pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2018.

Adapun miras yang diamankan terdiri dari berbagai merk seperti topi miring, anggur merah, kamput, black horse, vigour dan scoth.(omi/han)

 

 

 

 

Tiket Pesawat Nias-Medan Mahal

Teks/Foto : Adi Laoli/Sumut Pos Sekda Kabupaten Nias, Drs F Yanus Larosa, MAP.
Teks/Foto : Adi Laoli/Sumut Pos
Sekda Kabupaten Nias, Drs F Yanus Larosa, MAP.

NIAS, SUMUTPOS.CO -Tingginya animo masyarakat kepulauan Nias memanfaatkan jasa penerbangan, akhir-akhir ini menuai banyak keluhan. Diantaranya harga tiket yang terlalu mahal, dan pesawat sering keterlambatan penerbangan (Delay).

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM telah menyurati Direktur PT Garuda Indonesia dan Direktur PT Lion Air Group untuk menyesuaikan kembali harga tiket pada ambang normal seperti sedia kala, dan mengharapkan agar jadwal penerbangan sesuai dengan jadwal (on time).

Selain itu, Bupati Nias juga telah menyurati PT Sriwijaya Air untuk membuka rute baru  Gunungsitoli (Nias)-Jakarta. Hal itu diungkapkan Sekda Kabupaten Nias, Drs F Yanus Larosa, MAP, kepada Sumut Pos di ruang kerjanya, Kantor Bupati Nias, Jalan Plud Binaka, Kamis (3/5).

“Bupati Nias sudah menyurati pihak Garuda Indonesia dan Lion Air Group untuk membuka jalur penerbangan baru Gunungsitoli (Nias)-Jakarta. Dengan dibukanya jalur ini, diharapkan wisatawan yang datang ke Nias semakin meningkat,”kata Yanus Larosa.

Dijelaskannya, langkah tersebut sebagai dukungan Pemerintah Kabupaten Nias atas Surat Kepala UPBU Bandara Binaka Gunungsitoli kepada Manager Operasional PT Garuda Indonesia  dan Manager Operasional PT Siriwijaya air  yang minta penambahan rute baru di Bandara Binaka Gunungsitoli.

“Surat bapak Bupati tersebut selain menyampaikan keluhan masyarakat atas tingginya harga tiket, dan juga sebagai wujud untuk mensukseskan kepulauan Nias sebagai destinasi wisata”,Kata Sekda.

Terpisah, salah seorang warga kota Gunungsitoli Budi Mendrofa mengatakan, harga tiket pesawat Gunungsitoli-Medan kemahalan. D

Dikatakannya, pada saat situasi normal saja berkisar antara Rp800 hingga Rp900 ribu. Dan situasi ramai harga tiket melambung naik mendekati Rp2 juta.

“Kalau kita bandingkan saja harga tiket Medan-Jalarta hanya berkisar Rp700 ribu, ditempuh dua jam perjalanan, sementara Gunungsitoli-Medan hanya ditempuh 50 menit”,tuturnya kesal.

Budi yang mengaku sering menggunakan jasa penerbangan untuk keperluan dinas, berharap kepada maskapai yang melayani rute Gunungsitoli-Medan, menurunkan harga tiket.

“Saya selaku warga kepulauan Nias berharap harga tiket ini diturunkan, kalau bisa disesuaikan dengan harga awal dua tahun yang lalu, Rp400  ribu hingga Rp500 ribu saja”,harapnya.(mag-5/han).

 

 

Polisi Buka Tutup Akses ke Berastagi

Foto : SOLIDEO/SUMUT POS PENGECORAN: Petugas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Medan melakukan pengecoran saluran drainase melintang di simpang Listrik Atas Berastagi.
Foto : SOLIDEO/SUMUT POS
PENGECORAN: Petugas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Medan melakukan pengecoran saluran drainase melintang di simpang Listrik Atas Berastagi.

BERASTAGI, SUMUTPOS.CO -Pengecoran dalam rangka perbaikan cross drain (saluran drainase melintang) di kawasan kilometer 63, tepatnya di simpang Listrik Atas Berastagi, Desa Lau Mulgab I, Jalan Djamin Ginting Berastagi, Kabupaten Karo, membuat petugas Satlantas Polres Karo melakukan sistem buka tutup hingga Rabu(3/5) pagi.

Dimana sebelumnya, jembatan Bellay dipasang bagi pengguna jalan yang menghubungkan dua jalur, sudah diangkat instansi PPK 18 Satker Metropolitan Medan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Medan guna pengecoran Cross Drain tersebut.

Meski jalan buka tutup diberlakukan di lokasi tersebut,  pengguna jalan  dapat melintasi wilayah Jalur II Sibayak tepatnya melintasi Desa Jaranguda, Kecamatan Simpang Empat, yang akan melintas menuju Medan dari Kabanjahe.

Begitu juga sebaliknya, kendaraan yang datang dari Medan menuju Berastagi sekitarnya, dapat menikmati perjalanan dari Jalur Sibayak II, tepatnya dari Desa Togkoh (Penjual Bunga Pelawi) yang akan tembus ke Desa Jaranguda, persis di samping Hotel Sibayak.

Pantauan di lokasi, kemacetan berlangsung setiap pagi, dimulai saat aktivitas kerja berlangsung, dan begitu juga dengan pulang kerja. Hal itu dikarenakan banyaknya jumlah kendaraan yang melintasi jalur jalan tersebut. “Semoga cepatlah siap saluran drainase melintang ini diperbaiki oleh pihak terkait, agar kemacetan berkurang, dan tidak banyak memakan waktu saat berangkat kerja,”ujar Diantie, salah satu karyawan hotel di Berastagi. (deo/han)

 

 

Madina Deklarasi Dukung DJOSS

Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos DUKUNGAN: Deklarasi Relawan Perubahan Sumatera Utara di Medan.
Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
DUKUNGAN: Deklarasi Relawan Perubahan Sumatera Utara di Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Masyarakat tergabung dalam Relawan Gerakan Perubahan Sumatera Utara bersama DJOSS Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendeklarasi mendukung Pasangan Calon Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS) di Pemilihan Gubernur Sumut 2018.

Deklrasi tersebut, langsung dilakukan Posko Pemenangan DJOSS di Jalan Dr Cipto Medan, Rabu (2/5) siang. Kemudian, secara ?simbolis para pendukung ini mengenakan kaos DJOSS serta pin dan penyerahan alat peragah kampanye.

“Ini panggilan hati nurani untuk memenangkan DJOSS. Karena, menilai DJOSS pantas untuk memimpin Sumatera Utara?,” ungkap Kordinator Relawan Perubahan Sumatera Utara bersama DJOSS Kabupaten Madina, Faisal Haris Nasution kepada wartawan di Medan, kemarin siang.

Faisal juga mengungkapkan Djarot memiliki rekam jejak politik yang baik sebagai pemimpin. Dengan itu, kelompok masyarakat untuk siap memenangkan DJOSS pada Pilkada Sumut ini, khusus di Kabupaten Madina.

“Djarot pernah memimpin di Jakarta, pernah memimpin di Blitar, pernah jadi DPRD Sumut. Kami melihat dari situ. Kita bukan bedah yang lainnya ya. Kita ingin pemimpin yang bersih dari korupsi,” ungkap Faisal.

Faisal mengklaim didalam kelompoknya terdapat 3 ribu anggota merupakan masyarakat di 23 Kecamatan di Kabupaten Madina. Atas hal itu, ia yakin relawan ini bisa memenangkan DJOSS di Kabupaten Madina.

“Dengan ini, yang kita inginkan itu adalah pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Sumut,” ungkap Faisal.

Sementara itu, Koordinator Relawan DJOSS Se-Sumut, Riki Sitorus menyambut baik dengan bergabungnya Relawan Perubahan Sumatera Utara bersama DJOSS Kabupaten Madina. Hal ini, terus menunjukan kekuatan di tengah masyarakat untuk mendukung DJOSS di Pilgub Sumut ini.

“Mereka yakin dibawah kepemimpinan Djarot Sihar akan berubah lebih baik. Semoga bisa menjadi Sumut yang membanggakan. Bergabungnya teman teman ini, kami sangat apresiasi. Kita menginginkan masyarakat Sumut ke depan bisa bersatu tanpa membeda-bedakan golongan untuk membangun Sumut,” tutur Riki.(gus/azw)

 

 

KPU Akui Bisa Terjadi Penurunan DPT

Triadi Wibowo/Sumut Pos_ Gedung KPUD Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Jumat (9/3).
Triadi Wibowo/Sumut Pos_
Gedung KPUD Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Jumat (9/3).

KARO, SUMUTPOS.CO -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara mengungkapkan secara terbuka soal Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018 bisa mengalami penurunan paska hasil Daftar Pemilihan Sementara (DPS) sebelumnya.

“Penurunan jumlah DPT Pilgubsu ini jelas bukan kemauan saya, kalau kita ingat Pilkada serentak 2015 itu sumber datanya sama DP4 yang diperoleh dari pemerintah, baru KPU melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) dan seterusnya DPS, DPT,” kata Nazir Salim Manik, Komisioner KPU Sumut, saat menjadi narasumber tentang data pemilih di acara Media Gathering KPU Sumut, Berastagi, Kabupaten Karo, Senin (30/4).

Menurut Nazir, pada proses coklit ada yang sangat berbeda didalam UU sebelumnya, dimana terdapat ketentuan misalnya yang mengatur bahwa yang disebut dengan penduduk syarat minimal adalah berdomisili di suatu kawasan itu enam bulan berturut-turut, dan boleh dikeluarkan administrasi kependudukannya oleh kepala desa, kepling, lurah, ataupun camat.

Lebih lanjut disampaikan, pascaterbitnya UU No.10/2016 ada satu gebrakan yang membuat banyak perubahan sehingga pemerintah daerah melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) maupun di beberapa lembaga, diakui banyak yang komplain yang sebelumnya masuk DPT.

“Nah, kami ini user (pengguna) data, tak berwenang keluarkan data apapun, apa saja termasuk yang leges-leges itu. Juga kalau ada pengadilan bilang ini sedang dicabut hak pilihnya ya udah, itu kewenangan ketua pengadilan, jadi kami terima itu,” tegasnya.

Survei Indikator: Jokowi Unggul 51,9%, Prabowo Hanya 19,2%

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terhadap elektabilitas bakal calon presiden 2019. Hasilnya, elektabilitas petahana Joko Widodo (Jokowi) masih mengungguli sejumlah nama pada survei Pilpres 2019.

Survei tersebut dilakukan pada 25-31 Maret 2018. Survei dilakukan kepada 1.200 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Margin of error dari survei +- 2,9%, dengan tingkat kepercayaan 95%.

Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia (WNI) yang telah memiliki hak pilih, yakni yang sudah berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Indikator Politik Indonesia mengumpulkan data dengan wawancara lewat tatap muka. Hasil untuk pertanyaan terbuka (top of mind) sebagai berikut:

 

  1. Jokowi 51,9%
  2. Prabowo 19,2%
  3. Anies 2,2%
  4. AHY 2,0%
  5. Gatot 1,7%
  6. Hary Tanoe 1,4%
  7. JK 1,0

Tidak tahu/tidak menjawab 12,7%

 

Nama-nama lain juga muncul, jumlahnya lebih dari 40 nama. Namun, di luar tujuh nama di atas, elektabilitas nama-nama lain itu di bawah 1 persen.

Untuk pertanyaan semiterbuka, dengan simulasi nama calon, elektabilitas Jokowi dan Prabowo sama-sama meningkat sekitar 5 persen.

“Berdasarkan tren semiterbuka dengan pertanyaan jika pemilihan presiden diadakan sekarang, dengan simulasi 5 nama, Jokowi unggul dengan 56,5%, Prabowo Subianto 24,2%. Yang lain terus terang per hari ini belum cukup kompetitif. Anies Baswedan 4,1%, serta Gatot Nurmantyo dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) imbang di 2,9%, dan undecided voter (TT/T) 9,8%,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam paparannya di kantor Indikator Politik Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).

Sedangkan untuk simulasi 4 nama, Jokowi tetap unggul dengan perolehan suara 57,3%, disusul Prabowo 25,2%, Anies Baswedan 4,5%, dan Gatot 3,3%.

“Yang diambil nama Mas AHY. Suara Mas AHY ini cenderung berpindah ke Prabowo dan sedikit ke Anies,” ujar Burhanuddin.

Sementara itu, jika Jokowi head to head dengan Prabowo Subianto, hasilnya, Jokowi tetap unggul. Jokowi memperoleh 60,6%, sedangkan Prabowo 29% dan TT/T 10,4%.

“Belum memanaskan mesin saja sudah mendapat hampir 30 persen. Kalau Pak Jokowi kan sudah muter ke mana-mana,” kata Burhanuddin.

Jika head to head dengan capres selain Prabowo, Jokowi tetap unggul dengan elektabilitas di atas 69%. Sedangkan lawannya, seperti Anies, mendapat perolehan 15,7%, dan Gatot 14,5%.

“Jadi kalau Pak Prabowo nggak maju, itu nggak semata-mata pemilih Pak Prabowo lari ke anyone else but Jokowi. Ada juga yang lari ke Jokowi kalau menurut data,” papar Burhanuddin.

Hadir sebagai narasumber politikus Golkar sekaligus Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, politikus PKS Mardani Ali Sera, dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat. Sedangkan politikus PDIP Maruarar Sirait dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, yang dijadwalkan hadir, hingga saat ini belum tiba di lokasi.

(tor/dtc)

Golongan Darah O Punya Risiko Kematian Tinggi

Golongan darah-Ilustrasi
Golongan darah-Ilustrasi

SUMUTPOS.CO – Golongan darah sering dikaitkan dengan kepribadian dan jenis diet yang tepat bagi seseorang. Ternyata tak sampai di situ saja, golongan darah juga berhubungan dengan risiko kematian seseorang.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Tokyo Medical and Dental University Hospital menemukan hal tersebut. Mereka menemukan bahwa golongan darah bisa memiliki implikasi serius bagi kesempatan Anda untuk selamat dari cedera serius. Para peneliti mengaitkan golongan darah O dengan risiko kematian yang tinggi dari trauma berat akibat cedera serius.

Cedera serius yang dimaksud adalah cedera yang cukup buruk untuk membunuh atau menyebabkan seseorang menjadi cacat dalam jangka panjang. Para peneliti menemukan, orang dengan golongan darah O hampir tiga kali lipat (dibanding golongan darah lain) berpotensi meninggal akibat cedera semacam itu.

Wataru Takayama, penulis penelitian ini menyebut bahwa literatur sebelumnya menunjukkan golongan darah mungkin menempatkan pasien pada risiko pendarahan yang lebih besar. “Kehilangan darah adalah penyebab utama kematian pada pasien dengan trauma berat, tetapi penelitian tentang hubungan golongan darah dengan risiko kematian akibat trauma jarang dilakukan,” ungkap Takayama dikutip dari Newsweek, Rabu (02/05/2018).

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Critical Care ini menunjukkan, 28 persen pasien golongan darah O dengan cedera serius meninggal. Padahal, pada golongan darah lain, hanya 11 persen yang meninggal.

“Penelitian terbaru menunjukkan bahwa golongan darah O bisa menjadi faktor risiko potensial untuk pendarahan,” ujar Takayama dikutip dari Science Daily, Selasa (01/05/2018).

Godaan Maut Istri Bikin Suami Lemas tak Berdaya

SUMUTPOS.CO –  Godaan maut istri ternyata bisa membuat suami tak berdaya. Seperti yang dilakukan Sephia. Wanita berusia 26 tahun itu terbilang lihai meluluhkan hati suaminya, Donwori yang sebelumnya berapi-api hendak menceraikannya.

Keduanya kembali bersatu lagi, setelah semalam sebelum dijatuhkan talak tiga di pengadilan berpadu kasih.

Donwori dengan muka lemas keluar dari ruang persidangan di pengadilan agama. Rencana yang ia susun rapi untuk berpisah dengan istrinya demi memperistri selingkuhannya batal, karena ia digoda oleh sang istri.

Di sidang terakhirnya, hakim membatalkan putusannya lantaran sehari sebelum berpisah, Donwori melakukan hubungan suami istri dengan Sephia.

“Wah, padahal sudah tak rancang mau bagaimana setelah bercerai, tapi malah gak jadi berpisah,” keluhnya. Donwori mengaku, hubungan intim yang ia lakukan dengan Sephia dengan dalih tidak ia lakukan lantaran cinta.

Hubungan itu ia lakukan lantaran tak tahan dengan rayuan sang istri. Ia mengaku telah lama keluar dari rumah dan di malam saat kejadian ia kembali ke rumah untuk menjenguk anak. Dalam kesempatan itulah, Sephia berusaha menggoda Donwori.

“Dia di rumah pakai baju super tipis. Trus manja-manja sama aku minta untuk nginep,” ujar Donjuan, salah satu manager restoran franchise ini.

Donwori pikir, hubungan terakhirnya dengan sang istri sekalian sebagai salam perpisahan. Dirinya mengaku tak tahu kalau dengan melakukan ini bisa mempengaruhi kelancaran proses sidangnya.

Kini Donwori pun bingung bagaimana merajut kembali hubungan yang ingin ia akhiri. Keputusannya untuk berpisah dengan Sephia sudah bulat, eh malah sekarang harus satu rumah lagi dengan sang istri.

Padahal kini, ia mengaku sudah tidak ada rasa cinta lagi dengan Sephia. Berbeda dengan Donwori, Sephia merasa menang lantaran dirinya sejak awal tidak mau berpisah dengan Donwori.

“Terus harus bagaimana saya ini. Saya sudah tidak cinta, kalau gini caranya, dia yang senang,” pungkasnya dengan nada lesu.(JPR)