Home Blog Page 6398

Ijeck Merasa Seperti Pulang Kampung

FOTO: IOF PENGHARGAAN: Ijeck menerima penghargaan dari Pengda IOF Sumut. (ist/SUMUT POS)
FOTO: IOF
PENGHARGAAN: Ijeck menerima penghargaan dari Pengda IOF Sumut. (ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Tokoh masyarakat dan otomotif Sumatera Utara H Musa Rajekshah merasa seperti pulang kampung saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Pengurus Daerah Indonesia Off-road Federation Sumatera Utara (Pengda IOF Sumut) di Miyana Hotel Medan, Sabtu (28/4). Musda ini sendiri menetapkan Riza Bastaman Matondang atau akrab dipanggil Omen sebagai Ketua Pengda IOF Sumut Periode 2018-2022.

Musa Rajekshah mengaku memiliki ikatan emosional dengan jajaran pengurus dan anggota IOF Sumut. Terbukti, tanpa canggung Calon Wakil Gubernur Sumut ini begitu akrab merangkul ratusan hadirin, sambil bertukar kabar layaknya keluarga.

“Saya seperti pulang kampung saat berkumpul dengan pengurus IOF. Di sini (IOF) semua profesi bergabung dalam hobi yang sama, tanpa melihat jabatan. Semunya Sama-sama pernah bermain lumpur, sama-sama pernah juga kelaparan kala menerobos hutan,” kenang pria yang akrab dipanggil Ijeck itu.

Ijeck sebenarnya begitu rindu untuk bermain Off road, namun sudah hampir satu tahun tak pernah dilakukanya. Ini karena kesibukan bersama pasanganya Edy Rahmayadi, di Pilgubsu 2018.

“Saya harus mengorbankan kesenangan pribadi saya, untuk Sumut yang lebih baik dan bermartabat. Kepada pengurus IOF Sumut, saya berpesan organisasi ini dirawat lebih baik lagi kedepanya, terutama dalam kekompakan. Tidak sama pilihan bukan berarti harus ada perpecahan. Mudah mudahan nomor satu selalu di hati,” pesanya.

Ketua IOF Sumut terpilih Riza Bastaman Matondang mengharapkan pengurus dan Anggota IOF untuk terus menjaga kekompakan agar solidaritas terus terjaga . “Satu hati , satu rasa , satu jalur, untuk mencapai satu tujuan,” harapnya.

Sedangkan Pembina, Ketua Dewan Pengawas IOF Sumut Isfan Fachrudin mengajak seluruh pengurus untuk bisa memaksimalkan dukungan kepada Eramas . “Mari kita ciptakan bersama kondisi itu. Jika Ijeck terpilih sebagai pemimpin nantinya akan dengan sangat mudah untuk kita berkordinasi dengan beliau untuk memajukan dunia otomotif Sumut,” paparnya.

Ketua Panitia Hasanal Haris Harahap menyampaikan, acara ini dihadiri 167 peserta dan peninjau dari perwakilan Pengcab IOF diantaranya Medan, Asahan, Tapanuli Selatan, Tanah Karo, Siantar dan Simalungun.

Acara ini turut dihadiri perwakilan IOF Pusat Ir Herri Luthfi, Pembina IOF Kota Binjai Mahfullah P Daulay, Bendahara Surya, Sekertaris IOF Isa Anshari dan undangan lainnya. (dek)

 

Turnamen Futsal Hotel Madani Cup I Berakhir Sukses

Tim futsal FB Service Team berfoto bersama usai tampil sebagai juara turnamen Futsal Madani Cup I yang digelar Hotel Madani Medan.
Tim futsal FB Service Team berfoto bersama usai tampil sebagai juara turnamen Futsal Madani Cup I yang digelar Hotel Madani Medan.

SUMUTPOS.CO – FB Service Team tampil sebagai juara turnamen Futsal Madani Cup I yang digelar Hotel Madani Medan. Turnamen internal antar departemen Hotel Madani ini digelar di Lapangan Star Futsal, Jalan Puri Medan, pada 3-27 April.

Pada laga final FB Service menumbangkan HK PA Team dengan skor 7-3. Sementara itu Kitchen Team harus puas meraih peringkat ketiga. Ketiga pemenang memperoleh Hadiah sejumlah uang, trofi dan voucher menginap di hotel Sibayak Brastagi dari manajemen, direksi dan sponsor supplier Hotel Madani Medan yang sangat banyak membantu terselenggaranya event ini.

Turnamen ini digelar Hotel Madani untuk menyambut Ramadan 1439H dan untuk mempererat rasa kekeluargaan antar karyawan. Tingginya minat karyawan Hotel Madani Medan pada olahraga futsal memungkinkan untuk diadakannya pertandingan antara departemen hotel syari’ah yang terletak di jalan Amaliun ini.

Ada delapan tim yang berpartisipasi dalam turnamen ini. Yakni Housekeeping yang dibagi menjadi 3 bagian: HK Team A, HK Team B dan PA Team, FB Product Team (Kitchen), FB Service Team, FO Team, ME Team (Maintenance & Enginnering), Office Team (Gabungan dari departemen Finance, Marketing, Security dan HRD),

Hotel Madani Medan berdiri sejak 06 Juni 2007. Hotel yang terdiri dari 172 kamar dan suit ini menyajikan konsep Islami yang memang sudah menjadi nilai utama dari brand Hotel Madani. Terletak ditengah kota Medan, berdekatan dengan Objek Wisata bangunan bersejarah (Land Mark kota Medan) yaitu Masjid Raya Al-Mahsun dan Istana Maimun, hotel ini juga memiliki 8 ruang pertemuan dan ballroom yang mampu menampung hingga 1000 tamu.

Lokasi yang sangat dekat dengan pusat perbelanjaan seperti Mal Yuki Simpang Raya, Thamrin Plaza, Pasar Ikan Lama, Medan Mal dan pusat makanan kuliner khas kota Medan menjadi salah satu dari keunggulan yang dimiliki oleh hotel ini. (rel/don)

Nobar Piala Dunia Tak Bisa Sembarangan

Ilustrasi

SUMUTPOS.CO – Gelaran Piala Dunia 2018 yang kickoff pada 14 Juni 2018 mendatang di Rusia sudah sangat dinantikan para pecinta sepak bola. Biasanya kemeriahan akan disambut dengan gelaran nonton bareng di berbagai tempat baik di cafe-cafe hingga hotel bahkan di RT/RW.

Namun kini pihak-pihak yang ingin menggelar nonton bareng tidak bisa sembarangan. Pasalnya sudah ada pemilik hak siar yang ditunjuk FIFA. Pemegang nilai lisensi Piala Dunia 2018 dipegang PT. Futbal Momentum Asia (FMA) yang menunjuk partnernya di Indonesia PT PestaBola Indonesia.Dengan demikian PestaBola akan memegang segala perizinan, baik dari publikasi, sponsor, penayangan, maupun pemberitaan mengenai Piala Dunia 2018.

Deputy President Director PestaBola Indonesia, Pongky Rivawanto Hasibuan mengatakan aturan untuk mengadakan nonton bareng di tempat komersial harus memiliki izin dari pemilik hak siar yaitu PestaBola sendiri.

“Semua tempat komersial yang bisa mendatangkan profit harus mendapatkan izin dari pemilik hak siar. Tempat komersial itu sendiri seperti di kafe atau restoran, apartemen, hotel, bandara dan bioskop bila ingin menayangkan Piala Dunia harus memiliki izin,” katanya, Sabtu sore (28/4) saat jumpa pers di Medan.

Namun untuk yang menikmati piala dunia di rumah atau di lingkungan RT/RW hal itu tidak berlaku. Kecuali menggunakan sponsorsip. “Bila ada nonton bersama di RT/RW itu tidak masalah namun bila telah disponsori suatu brand, itu akan menjadi area komersial dan harus memiliki izin penyiaran,” katanya.

“Izin penyiaran ini diberlakukan bukan semata-mata untuk mencari laba. Tapi juga mengedukasi masyarakat di seluruh Indonesia ini akan kami lakukan roadshow di setiap daerah. Kita ingin mensukseskan penyelenggaraan Piala Dunia di Indonesia dan motivasi kita adalah untuk memajukan sepakbola di Indonesia,” jelasnya.

Ortega Jadi Bintang

Fernando Rodriguez Ortega
Fernando Rodriguez Ortega

TENGGARONG, SUMUTPOS.CO – Fernando Rodriguez Ortega menjadi bintang Mitra Kukar saat menjamu Persebaya Surabaya pada pekan keenam Liga 1 2018. Pemain yang pernah merumput di La Liga bersama Sevilla itu membantu Mitra Kukar menekuk Persebaya dengan skor 3-1 (1-0) di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Minggu (29/4).

Dalam laga itu, Ortega berhasil menjebol gawang Persebaya sebanyak dua kali. Bermain di depan publik sendiri, Mitra Kukar memang tampil agresif. Di satu sisi, Persebaya tampil minor dalam laga tandang kali ini.

Diuntungkan karena Mitra Kukar bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-67, Persebaya justru tetap mengalami kekalahan. Tuan rumah mengancam pada awal pertandingan. Beruntung, Miswar Saputra masih sangat sigap untuk menjaga gawang Persebaya.

Persebaya memperoleh tiga peluang dalam kurun waktu tiga menit. Namun dua kans Oktafianus Fernando dan satu kesempatan Sidik Saimima tersebut belum berbuah gol. Mitra Kukar membuka keunggulan lewat gol cantik Fernando Rodriguez pada menit ke-35.

Menyambut umpan lambung Dedi Hartono dari sisi kiri pertahanan Persebaya, Rodriguez melepaskan sepakan voli yang melesat mulus ke gawang Green Force.Skor 1-0 untuk keunggulan Naga Mekes bertahan hingga turun minum.

Green Force menggebrak pada awal babak kedua. Sebuah gol dari Sidik Saimima pada menit ke-46 membuat skor imbang 1-1. Sundulan pelan Saimima memaksimalkan umpan sepak pojok Oktafianus mengoyak gawang Mitra Kukar yang dijaga Gerri Madagi.

Lima menit berikutnya giliran Ferinando Pahabol yang menebar ancaman. Namun, dua sepakannya gagal berujung gol. Fernando Rodriguez kembali menggetarkan gawang Persebaya pada menit ke-55. Kali ini, dia memaksimalkan umpan cantik Arif Suyono yang terlepas dari jebakan offside. Skor 2-1.

Mitra Kukar harus bermain dengan sepuluh orang menyusul kartu merah Arif Suyono pada menit ke-67. Mantan pemain Arema FC ini diusir wasit setelah melanggar Abu Rizal Maulana. Bermain melawan sepuluh pemain seharusnya menjadi sebuah keuntungan bagi anak asuh Angel Alfredo Vera.

Namun, Persebaya seolah kebingungan meski unggul jumlah pemain. Mereka kurang sabar dan kurang telaten untuk membongkar pertahanan Mitra Kukar. Masuknya Rendi Irwan dan Ricky Kayame juga tidak memberikan dampak apa-apa.

Persebaya akhirnya memainkan Rishadi Fauzi untuk menambah daya dobrak. Dua upaya Oktafianus dan Robertino juga gagal menghasilkan. Justru Mitra Kukar memperbesar keunggulan menjadi 3-1 lewat Dedi Hartono pada menit ke-89. (jpnn/don)

PSDS Junior Menang Telak

Foto: Batara/Sumut Pos Pemain PSDS Junior melakukan tekel kepada pemain Medan Estate di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam.
Foto: Batara/Sumut Pos
Pemain PSDS Junior melakukan tekel kepada pemain Medan Estate di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, beberapa waktu lalu. PSDS Junior kembali melakukanlaga ujicoba dan  berhasil mengalahkan PS Medan Sinembah (Mensen) dengan skor 5-0 dalam menghadapi Piala Soeratin di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Sabtu (28/4).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -PSDS Junior berhasil mengalahkan PS Medan Sinembah (Mensen) dengan skor 5-0 dalam laga ujicoba menghadapi Piala Soeratin di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Sabtu (28/4).

Gol-gol kemenangan diciptakan Gilang di menit 30, Gladian menit ke-60. Yopi menit ke-65, Fauzan menit ke-80 dan ditutup Sandi menit ke-90.

Menurut, Pelatih Kepala PSDS Jr, Nasib Iwan beberapa laga ujicoba yang akan diikuti untuk meningkatkan mental timnya. Sebelumnya Traktor Kuning Muda baru usai mengikuti turnamen sepak bola Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PPLP Sumut yang digelar beberapa waktu lalu.

“Biar mental anak-anak naik. Soalnya, kita baru mengikuti turnamen dan hasilnya diketahui Binjai United juara,”terangnya.

Dilanjutkan Nasib, atas kemenangan timnya dari PS Mensen adalah tren positif untuk membangkitkan mental. Meski diakui Nasib masih banyak yang perlu dibenahi dari segi skill individu, kerjasama tim dan taktik yang belum didapat skuat PSDS Junior.

“Pertama mental. Kalau mental sudah siap, yang lainnya akan ikut sendiri terbenahi. Semua awalnya mental,”terangnya.

Karena itu, diterangkan Nasib, kembali dalam waktu beberapa massa kedepan timnya akan mengikuti beberapa laga ujicoba dengan tim-tim yang ada di sekitar Medan. (btr/don)

Indonesia v Korut: Harus Lebih Tajam

Ilija Spasojevic akan turun dari awal saat bersua Korea Utara.
Ilija Spasojevic akan turun dari awal saat bersua Korea Utara.

SUMUTPOS.CO – Indonesia akan menjalani ujian keduanya di turnamen Anniversary Cup. Tim besutan Luis Milla akan menghadapi Korea Utara di Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (30/4) malam.

Pada laga ini Milla menjanjikan akan merotasi pemainnya. Ilija Spasojevic yang sebelumnya hanya main 10 menit saat bersua Bahrain kemungkinan akan main dari awal. “Kami akan memakai Spaso dari babak pertama dan melihat apa yang bisa dia berikan,” ujar Milla.

Spaso memang berada di bangku cadangan saat laga perdana yang mempertemukan Timnas Indonesia melawan Bahrain. Dalam laga tersebut, skuad Garuda harus kalah dengan skor tipis 0-1. Gol Bahrain itu dicetak oleh gelandang Mohamed Marhoon di menit kelima. “Setiap pemain akan mendapatkan giliran bermain,” tutur Bima.

Timnas telah membaca permainan Korut. Tim yang pernah lolos ke Piala Dunia 2010 ini mempunyai fisik yang bagus dalam permainan.

“Kami kemarin sempat menonton juga, mengevaluasi permainan Korea. Mereka memang punya speed dan power yang bagus. Mereka main agresif dan pressing-nya juga ketat. Jadi kami harus mengimbangi dengan cara main cepat juga,” kata Bima.

“Jangan sering hilang bola, karena itu modal buat kami untuk bisa membangun serangan. Kemudian kami harus main satu-dua sentuhan, karena mereka pressing-nya ketat, dan sangat fisikal sekali. Memang dia (Sol Song) pemain punya skill bagus, dia juga jadi kartu As buat korea, jadi kami perlu waspadai dia,” lanjutnya.

Bima berharap skuadnya bisa memperbaiki kesalahan dari laga sebelumnya. Salah satunya finishing touch yang buruk. “Evaluasi ada berapa poin yang harus diperbaiki terutama organisasi kami saat bertahan. Saat menyerang juga sentuhan akhir kami harus diperbaiki. Mungkin kami kecolongan karena kurang fokus di belakang. Sebenarnya sudah diinformasikan supaya fokus di 15 sampai 20 menit awal,” kata Bima.

Warga Ambarita: Jangan Gusur Kami

Lokasi Dermaga Ferry Ambarita saat masih dalam proses pembangunan yang berada di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.
Lokasi Dermaga Ferry Ambarita saat masih dalam proses pembangunan yang berada di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO –Rencana pembangunan dermaga/pelabuhan ferry Ambarita, di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, saat ini sedang dalam proses pembangunan.

Tahap pertama, yakni pembangunan dermaga, sudah selesai dilakukan. Sementara tahap kedua, yakni pembangunan perkantoran dan area parkir, masih dalam perencanaan.

Terkait pembangunan area perkantoran dan area parkir yang mengancam akan menggusur warga yang bermukim di Dusun Labuan Ambarita,   Lembaga Komunikasi Masyarakat Labuhan Ambarita dan Perantau (LKMLAP), menyatakan, mendukung pembangunan sekaligus menuntut pemerintah, dalam hal ini pihak Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Dirjen Perhubungan Darat, agar transparan dalam rencana pembangunan dermaga/pelabuhan feri tersebut.

“Kami warga Dusun Labuhan-Ambarita, menyampaikan kekecewaan yang mendalam atas kebijakan Bupati Samosir, Rapidin Simbolon, terkait hibah lahan pembangunan dermaga ferry di Labuhan-Ambarita. Surat Hibah lahan seluas 7.011 meter persegi yang terletak di Labuhan-Ambarita, ditandatangani Bupati Samosir, Rapidin Simbolon dan dikirimkan kepada Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan untuk dibangun dermaga pelabuhan ferry. Padahal, di atas lahan itu berdiri rumah milik kurang lebih 34 kepala keluarga (KK) penduduk Dusun Labuhan-Ambarita. Kami sudah bermukim di lahan ini selama tiga generasi, jauh sebelum Indonesia Merdeka dan tidak pernah ada yang mengusik,” kata Ketua Umum LKMLAP, Monang Sidabutar, kepada Sumut Pos, Minggu (29/4). Ia didampingi Dewan Penasihat Lembaga Tokoh Masyarakat: P Sidabutar dan Ketua Harian LKMLAP:  Hasiholan Sitanggang.

Monang mengatakan, sebagai warga negara Indonesia yang baik, warga Dusun Labuhan Ambarita sangat mendukung pembangunan, termasuk pembangunan dermaga pelabuhan ferry di Dusun Labuhan, Desa Ambarita. “Sebagai bukti dukungan pembangunan, awal 2017 lalu, seluruh  warga Dusun Labuhan-Ambarita sudah memberikan tandatangan sebagai bentuk  dukungan untuk pembangunan dermaga ferry,” jelasnya.

Namun tanpa diduga, pembangunan itu ternyata berkembang menjadi rencana penggusuran warga setempat. “Bupati membuat surat hibah sepihak, dan pihak Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan menerima hibah lahan seluas 7.011 meter persegi, tanpa melakukan konfirmasi ke penduduk. Ini sangat disesalkan,” ungkapnya.

Bukti lain bahwa warga mendukung pembangunan, yakni lancarnya tahap pertama pembangunan dermaga tanpa gangguan. Yang menjadi permasalahan, kata Monang, pembangunan proyek tahap kedua sesuai dengan gambar yang diperoleh warga, ternyata menyebabkan rumah warga ikut kena dampak pembangunan. “Kami khawatir, proyek tahap dua akan menggusur rumah 34 KK warga Dusun Labuhan,” ungkapnya.

Keluarga Korban Hanyut Minta Bantuan Paranormal

Foto: Adi Laoli/Sumut Pos PENCARIAN: Tim Sar Gabungan saat melakukan pencarian terhadap korban Yuliati Zai di muara Sungai Idanoi, Sabtu (28/4).
Foto: Adi Laoli/Sumut Pos
PENCARIAN: Tim Sar Gabungan saat melakukan pencarian terhadap korban Yuliati Zai di muara Sungai Idanoi, Sabtu (28/4).

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO –Hingga hari ketiga pencarian terhadap Yuliati Zai (60), warga desa Luahalaraga, Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli, yang hanyut saat menyeberangi Sungai Idanoi pada Kamis (26/4) lalu, belum juga ditemukan. Pihak keluarga mepun mendatangkan paranormal untuk mencari korban.

Meski belum ditemukan, Tim SAR Nias akhirnya memutuskan untuk menghentikan pencarian terhadap korban yang akrab disapa Ina Atinaso, tersebut.

Kepala Pos Sar Nias, Tonggor Gultom dihubungi melalui selulernya, mengatakan penghentian pencarian dikarenakan sudah tidak efektif dan efesien untuk dilanjutkan.

“Hingga pukul 16.00 WIB hari ini, tim gabungan telah melakukan pencarian di lokasi titik awal korban hanyut sampai ke muara, sepanjang pesisir pantai ke arah perairan Kota dan perairan Foa, dengan hasil korban belum dapat kita temukan”,ujar Tonggor, Sabtu (28/4).

Menurut Tonggor, pihaknya dan tim gabungan mengalami beberapa kendala saat melakukan pencarian, diantaranya, air sungai yang masih keruh sehingga jarak pandang ke dalam air sangat terbatas dan Sunyai Idanoi terdapat buaya.

“Dari kejadian sebelumnya, orang hanyut di sungai ini jarang bisa ditemukan, dan menurut informasi dari warga sekitar di sungai Idanoi ini pernah ada warga dimangsa buaya”,ungkap Tonggor.

Terpisah, Kadus Ononamolo yang dihubungi Minggu (29/4), mengakui kalau pihak korban akan meminta bantuan paranormal (dukun) untuk menemukan jasad korban. “Ini kan sudah empat hari namun belum juga ditemukan, pihak keluarga korban mendatangkan dukun, karena menurut cerita di sungai ini ada penghuninya”,kata Kadus Ononamolo. (mag-5/han)

 

 

 

240 Kades Dibimbing Kelola Dana Desa

Foto : Bambang/Sumut Pos ARAHAN: Sekdakab Langkat dr H Indra Shalahudin didampingi Assisten Administrasi Tata Pemerintahan Drs Abdul Karim MAP, Kadis PMD Drs Jaya Sitepu saat memberikan arahan kepada 240 Kepala Desa dan para Ketua BPD.
Foto : Bambang/Sumut Pos
ARAHAN: Sekdakab Langkat dr H Indra Shalahudin didampingi Assisten Administrasi Tata Pemerintahan Drs Abdul Karim MAP, Kadis PMD Drs Jaya Sitepu saat memberikan arahan kepada 240 Kepala Desa dan para Ketua BPD.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO -Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH diwakili Sekda Kabupaten Langkat dr H Indra Shalahudin MKes MM membuka kegiatan Pengawasan dan Pengendalian Pemanfaatan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) bagi Kepala Desa dan ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Langkat, di Gedung Pegnasos, Stabat, Jumat (27/4).

Bupati Langkat dalam arahan dan bimbingannya yang dibacakan Indra menyebutkan,  penyelenggaraan kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman antara kementrian desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi, kementrian dalam negri dan kepolisian negara Republik Indonesia.

Tentang pencegahan, pengawasan  dan penanganan permasalahan Dana Desa, yang bertujuan mewujudkan pengelolaan DD dan ADD yang efektif, efisien dan akuntabel, serta terjalinnya sinergitas kerja sama di antara para pihak di bidang pencegahan, pengawasan dan penanganan permasalahan DD maupun ADD dalam rangka mendorong percepatan pembangunan Desa.

Oleh karena itu, sambung Sekda, dirinya  meminta agar seluruh kepala desa sebagai pemegang kekuasaan pengelolan keuangan desa yang  bertanggungjawab dalam pelaksanan APB Desa, serta kepada ketua BPD sebagai perwakilan lembaga desa,  agar dapat memberikan perhatian yang serius  terhadap penjelasan–penjelasan yang diberikan  narasumber pada even acara ini.

“Untuk menjadi acuan ataupun pedoman dalam melaksanakan pengelolaan keuangan desa, nantinya,”sebutnya.

Selanjutnya, dr.H.Indra, menjelaskan  pemerintah pusat dari tahun 2015 sampai saat ini telah menyalurkan dana desa yang bersumber dari APBN, untuk digunakan desa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat .

Begitupun Pemkab Langkat dari tahun pertama pelaksanaan kebijakan pengalokasian dana desa, selalu komit untuk memberikan  fasilitas kepada ke camat  dan desa   dalam rangka mendorong terlaksananaya pengelolaan keuangan yang baik melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas dan partisipasi masyarakat.“Termasuk mendorong penerapan aplikasi system keuangan desa (Siskeudes) di 240 desa, guna mempermuda desa dalam merencanakan, melaksanakan dan menata usahakan keuangannya,”paparnya.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Drs Jaya Sitepu, menyampaikan laporan pada acara tersebut, bahwa peserta berjumlah 480 orang yang terdiri dari  240 kepala desa dan 240 dari  ketua BPD. Sedangkan untuk pembelajarannya dibagi 2 kelas yaitu  A dan B.  Sementara untuk narasumber dihadirkan  dari direktur fasilitas keuangan dan asset pemerintah desa kementrian dalam negri, lalu dari Tim TP4D dari kejaksaan negri Langkat, kemudian dari tim Tipikor Polres Langkat.

“Saya berharap semua peserta dapat benar-benar mengikuti kegiatan ini, agar  dapat mengelola DD maupun ADD dengan benar,  sehingga nantinya tidak ada lagi yang salah pada admintrasinya, apalagi  sampai terjerat hukum,”ujarnya. (bam/han)

 

 

 

 

 

 

Demokrat Bisa Jadi Penonton di Pilgubsu

Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz.
Muhri Fauzi Hafiz.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sampai kini Partai Demokrat belum menentukan sikap dukungan di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut (Pilgubsu). Jika tak kunjung memberikan arah dukungan, bukan tak mungkin partai yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal jadi penonton.

Kebimbangan arah dukungan partai berlambang mercy ini, dikarenakan kader yang diusung yakni Jopinus Ramli (JR) Saragih harus kandas mengikuti kontestasi Pilgubsu.

JR Saragih dinyatakan dua kali Tidak Memenuhi Syarat (TMS) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, lantaran tidak bisa melengkapi legalisir fotokopi ijazah SMA sebagai syarat pencalonan.

Atas kondisi tersebut, kader Partai Demokrat Sumut, Muhri Fauzi Hafiz menyayangkan sikap partai yang begitu lambat dalam memberi arah dukungan di Pilgubsu. Ia mengakui sampai sekarang belum ada seruan secara resmi dari DPP terkait sikap dan dukungan kepada satu pasangan calon. Baik Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) ataupun Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss).

“Ya, sejauh ini belum ada. Jika dukungan dari DPP ada maka pasti akan disosialisasikan kepada kami. Sifat sosialisasinya juga pasti tidak terbatas,” katanya saat dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (29/4).

Dirinya pun tak mengetahui kabar perihal awal Mei nanti DPP akan memutuskan sikap dan dukungan tersebut. “Soal kabar itu kami belum mengetahuinya. Kita berharap ada sikap poltiik dari DPP Partai Demokrat, kemana dukungan kita diberikan,” katanya.