Home Blog Page 6397

Maia Estianty Nikah Tahun Ini?

SUMUTPOS.CO – Maia Estianty selama ini memang kurang terbuka soal hubungan asmaranya. Walau begitu, banyak rumor yang menyebutkan, sosok yang biasa dipanggil Bunda Maia ini, segera mengakhiri masa kesendiriannya tahun ini. Saat ditanyakan kepada Al Ghazali, putra pertama Maia ini, tak mau banyak komentar.

No comment dulu sih. Ya doanya aku sih semoga cepat ya,” kata Al Ghazali, Jumat (27/4) lalu.

Al pastinya sudah tahu tentang sosok pria yang kini sedang dekat dengan sang bunda. Saat ditanya apakah Al setuju dengan pria yang sedang dekat dengan Maia, pacar dari Alyssa Daguise ini, langsung bilang iya. “Setelah aku lihat kepribadiannya, personality-nya, aku juga melihat bunda lebih bahagia sekarang. Enggak kayak dulu. Dulu kan pas jaman chaos, sekarang aku lihat bunda bahagia otomatis Al, El, Dul juga ikut bahagia,” ungkapnya.

Bintang film LDR ini, lalu menunjukkan kepribadian dari calon suami Maia yang membuatnya merasa nyaman. Al juga menjelaskan, apa alasan yang membuatnya bisa dekat dengan sang calon ayah yang kini masih dipanggilnya sebagai om itu. “Ia kan businessman. Kunci kesuksesan businessman itu adalah men-service orang. Dan Om Irwan itu orangnya sangat men-service, jadi ya kita merasa di-service, bikin kita nyaman. Kalau dekat sih karena kita sama-sama orang Jawa, jadi enak kalau ngobrol, nge-guyon tuh nyambung. Sama-sama Surabaya, guyon-nya nyambung, lucu, seru,” cerita Al.

Terakhir, Al pun punya doa lagi untuk sang bunda, tulus dari hatinya. “Doa buat bunda, semoga bisnisnya makin sukses, makin sehat, bahagia selalu yang paling penting. Makin sayang sama anak-anak, cepat nikah,” pungkasnya. (kplc/saz)

Deadpool dan Wolverine ‘Bicara’

SUMUTPOS.CO – Ryan Reynolds dan Hugh Jackman ditemani Kepala Distribusi Fox Chris Aronson, muncul di CinemaCon. Meski hanya sebatas sebuah video, ketiganya membicarakan isu hangat.

Tiga pria itu memang tak bisa datang secara langsung dalam ajang tersebut. 20th Century Fox memulai presentasi dengan paduan suara ditambah dengan penari latar. Di belakangnya mulai muncul Reynolds dengan kostum Deadpool, dengan ucapan maaf karena tak bisa hadir langsung. Setelah itu, muncul Chris Aronson yang muncul mengenakan pakaian The Greatest Showman. Lalu sosok Jackman menyusul.

Reynolds mengatakan kepada Aronson, ia tak bisa hadir ke CinemaCon karena terlambat.

“Aku benar-benar kacau,” jawab Aronson.

“Sepertinya Comcast benar-benar menghindari peluru,” tutur Reynolds.

Video tersebut memperlihatkan sedikit isu mengenai akuisisi Disney dari Fox yang tertunda. Sementara para penonton tertawa, karena tiba-tiba ada Mickey Mouse dan Pluto yang muncul dari latar belakang mengakhiri video tersebut.

Reynolds sebelumnya telah bercanda tentang akuisisi itu, termasuk men-tweet gambar Deadpool yang ditendang keluar dari taman Disney. Itu juga menjadi satu promo film ‘Deadpool 2’ yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 18 Mei 2018 mendatang. (dtc/saz)

Lambatnya Kereta Cepat

BERHENTI: Dahlan Iskan menikmati perjalanan dengan kereta api yang berhenti menjelang tiba di pegunungan Rocky Mountain. DIS
BERHENTI: Dahlan Iskan menikmati perjalanan dengan kereta api yang berhenti menjelang tiba di pegunungan Rocky Mountain.
DIS

SUMUTPOS.CO – AMERIKA sudah lebih dulu bangun kereta cepat. Rencananya. Misalnya jurusan Las Vegas – Los Angeles ini. Rencana itu sudah matang sejak tahun 2005. Sejauh sekitar 300 km. Ingin segera mempercepat yang selama ini lambat: empat jam naik mobil. Atau 6 jam naik bus Greyhound. Seperti yang pernah saya lakukan.

Sampai hari ini rencana itu belum juga dimulai. Sudah 17 tahun. Padahal sudah begitu banyak energi dikeluarkan. Di pemerintah pusat maupun daerah.

Pemilik proyeknya pun sebenarnya sudah disetujui: Marnell Carrao Associates. Perusahaan swasta terbesar bidang kontraktor dan arsitektur. Tidak ada BUMN di Amerika. Pengalaman Marnell tak terpermanai: membangun berbagai hotel dengan total kamar 70.000. Bahkan saat itu juga sedang membangun hotel casino seluas 32 ha.

Marnell sudah siap dengan modal setor Rp 20 triliun. Tepatnya 1,4 miliar dolar. Biaya proyeknya sendiri sekitar Rp 100 triliun. Sisanya sudah sangat optimistis. Didapat dari lampu hijau: pinjaman pemerintah pusat. Dari program rehabilitasi dan pengembangan kereta api.

Siplah sudah. Proyek bisa dimulai tahun 2012. Tapi urusan-urusan tanah, amdal dan lampu hijau ternyata tidak mudah. Belum selesai. Maka diundur. Tidak kepalang tanggung: diundur dua tahun. Tapi mulai ada kepastian: proyek akan selesai tahun 2016.

Saat itu saya sudah mimpi naik kereta cepat di Amerika. Tidak mau lagi naik kereta ini: lambat sekali. Dari Denver di Colorado ke Salt Lake City selama 14 jam. Padahal dengan pesawat hanya satu jam. Hujan salju lagi berat saat itu. Penerbangan dari dan.ke Denver dibatalkan. Selama dua hari. Terpaksa naik kereta siput itu. Untunglah memandangannya luar biasa. Terutama saat kereta melintasi gugusan Rocky Mountain. Yang meliuk-liuk. Yang bersalju. Sangat wild.

Dua hari di Utah saya sambung lagi naik kereta ke Sacramento di California. Hampir 24 jam. Melewati gurun Nevada. Kalau Las Vegas berada di Nevada selatan, jalur ini di gurun Nevada utara.

Maka berita bagus kalau akan ada kereta cepat.

Suryanation Motorland Battle Seri Kedua Kembali Hadir

Foto: M IDRIS/SUMUT POS Suryanation Motorland Committee, Hendyanto bersama para juri saat memberikan penjelasan dalam temu pers Suryanation Motorland Battle Seri Kedua di Lapangan MMTC, Medan, akhir pekan lalu.
Foto: M IDRIS/SUMUT POS
Suryanation Motorland Committee, Hendyanto bersama para juri saat memberikan penjelasan dalam temu pers Suryanation Motorland Battle Seri Kedua di Lapangan MMTC, Medan, akhir pekan lalu.

SUMUTPOS.CO – Festival custom culture terbesar di Indonesia, Suryanation Motorland kembali hadir di kota Medan yang berlangsung di Lapangan MMTC, akhir pekan lalu.

Acara ini merupakan seri kedua dari rangkaian Suryanation Motorland Battle yang akan diadakan pada 7 kota. Sebelumnya, kegiatan tersebut telah sukses digelar di Kota Palembang, yang berhasil mendatangkan sekitar 12.000 pengunjung untuk menikmati berbagai keseruan acara khas dunia roda dua ini.

“Hadir dengan tema baru ‘Live to Inspire’ kami berharap bisa berbagi inspirasi dengan pecinta custom culture roda dua di kota Medan dan sekitarnya. Kami melihat perkembangan custom culture di Medan ini sangat kuat dan melihat karya-karya yang dihasilkan oleh builder-builder lokal disini, ternyata memiliki kualitas yang baik dan bisa bersaing dengan di Pulau Jawa,” ungkap Suryanation Motorland Committee, Hendyanto disela-sela acara.

Diutarakannya, keseruan Suryanation Motorland Battle kali ini dipenuhi oleh berbagai acara khas anak motor. Kegiatan acara Suryanation Motorland Battle dibuka dengan acara rolling thunder bersama dengan komunitas di jalanan kota Medan. Kemudian, dilanjutkan dengan berbagai keseruan di lokasi acara seperti games, juga berbagai booth apparel dan live art workshop dari para artis. Seperti, Yus Tattoo, Katros Garage, Hacka Pinstripe dan Cetul Leatherart.

“Tak hanya sekadar ajang kreatifitas modifikasi motor, pengunjung juga bisa melihat proses dan progres pembuatan motor yang dilakukan oleh artworker Suryanation Motorland 2018. Dengan keahlian yang dimiliki oleh masing-masing artworker, mereka membangun sebuah motor custom yang nantinya dijadikan sebagai iconic bike Suryanation Motorland,” papar Hendyanto.

Ia menjelaskan, acara utama dari Suryanation Motorland Battle ini adalah Custom Bike Contest yang akan mempertandingkan tiga kelas dan juga 12 kategori. Motor-motor yang ikut dalam kompetisi ini akan terbagi menjadi beberapa kelas, seperti kelas di bawah 250cc dengan beberapa kategori chopper/bobber, scrambler/tracker, cafe dacer, street/choppy cub, sport FFA.

Kemudian, kelas di atas 250 cc dengan kategori chopper/bobber, scrambler/tracker dan special class: free for all, classic scooter, matic custom, classic bike dan collaboration concept.

Empat Ruas Jalan di Medan Direkayasa

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS ZONA LARANGAN_Beberapa kendaraan melintas dibawah papan reklame di Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (18/7) Meski sudah 56 papan reklame di tertibkan tim terpadu tapi masih banyak papan reklame yang berdiri di daerah zona larangan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Beberapa kendaraan melintas  di Jalan Imam Bonjol Medan. Mulai hari ini Jalan Imam Bonjol menjadi satu arah menuju Jlaan Diponegoro.

SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan bekerja sama dengan Satlantas Polrestabes Medan melakukan uji coba rekayasa arus lalu lintas (lalin) di empat ruas jalan. Rekayasa lalin ini dilakukan dalam upaya mengurangi kemacetan. Direncanakan, rekayasa lalin ini akan dilakukan selama sepekan mulai 28 April asampai 5 Mei mendatang.

Kadishub Medan Renward Parapat mengatakan, beberapa ruas jalan yang menjadi objek rekayasa lalin itu yakni Jalan Palang Merah, Jalan Imam Bonjol, Jalan Cut Mutia dan Jalan RA Kartini. Oleh karenanya, diharapkan para pengemudi kendaraan bermotor agar dapat mengetahuinya.

“Rekayasa lalin yang kita lakukan terhadap 4 ruas jalan itu sebagai upaya untuk mengatasi kemacetan. Melalui rekayasa lalin, kita dapat mengurai sejumlah titik macet. Untuk itu, kita minta dukungan penuh seluruh pengemudi kendaraan bermotor demi keberhasilan rekayasa lalin yang kita lakukan,” kata Renward, Minggu (29/4).

Adapun berdasarkan rekayasa lalin yang dilakukan, Jalan Palang Merah yang semula dua arah menjadi satu arah dari Jalan Pangeran Diponegoro menuju Jalan Imam Bonjol. Kemudian, Jalan Cut Mutia yang semula satu arah dari Jalan Pangeran Diponegoro menuju Jalan Imam Bonjol menjadi satu arah dari Jalan Imam Bonjol menuju Jalan Pangeran Diponegoro.

Selanjutnya, Jalan RA Kartini semula satu arah dari Jalan Imam Bonjol menuju Jalan Pangeran Diponegoro, menjadi satu arah dari Jalan Pangeran Diponegoro menuju Jalan Imam Bonjol. Oleh sebab itu, pengguna kendaraan bermotor dari Jalan Imam Bonjol dan Jalan Palang Merah yang menuju ke Jalan KH Zainul Arifin-S Parman dapat melalui Jalan Cut Mutia atau Jalan Cut Nyak Dien.

Warga Medan Paling Banyak Menunggak

ilustrasi.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PAJAK KENDARAAN_Sejumlah warga mengantre untuk memperpanjang STNK di Samsat Polda Sumut, Medan, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) terus mengembangkan sayap dalam hal pelayanan kemudahan pembayaran pajak kepada masyarakat. Setelah sukses meluncurkan e-Samsat PATEN pada April 2017 bersama Bank Sumut, Pemprovsu melalui Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), kini siap menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk bekerjasama.

Kepala BPPRD Provinsi Sumut, Sarmadan Hasibuan mengatakan, sistem aplikasi bersama BRI ini sudah maksimal dan rampung disiapkan serta tinggal menunggu waktu peluncuran saja. Sengaja dipilih BRI untuk pengembangan pembayaran pajak, karena sistemnya sudah canggih dan menyentuh hingga ke pelosok-pelosok daerah.

“Sebenarnya sudah sejak Januari 2018 kita kembangkan. Selain sistem dan aplikasi yang sudah canggih, satelit mereka (BRI) juga sangat bagus. Sehingga jangkauannya bisa sampai ke daerah terpencil. Cuma memang tinggal menunggu waktu yang tepat Pak Gubernur dan Pak Kapolda  untuk hadir saat peluncuran,” katanya kepada wartawan, Minggu (28/4).

Pihaknya mengaku, semakin banyak menggandeng bank guna memberi pelayanan tentu semakin baik pula bagi masyarakat. Dimana setiap ingin melakukan transaksi sebagai wajib pajak, masyarakat tak perlu jauh-jauh datang ke kantor pajak.”Persyaratannya juga gak susah. Semua transaksi menyangkut kewajiban pajak dipermudah dan praktis. Masyarakat tentu akan sangat terbantu melalui sistem dan aplikasi ini,” katanya.

Selain BRI, mantan Kepala BPPT Sumut ini menambahkan, kerja sama perbankan seperti BCA, BNI 46 dan Mandiri juga sudah oke. Hanya soal waktu grand lauching-nya saja yang belum pas. “Tahun lalu kan kita sudah luncurkan bersama Bank Sumut. Kita berpikir untuk meraup wajib pajak yang lebih besar, makanya bekerjasama dengan bank-bank besar lainnya. Sehingga jangkauannya bisa sampai ke strata sosial menengah keatas,” katanya.

Tak hanya itu, dalam waktu dekat Provinsi Sumut juga bersiap mengoneksikan aplikasi pembayaran pajak bekerjasama dengan Korlantas Mabes Polri. Disamping kemudahan pembayaran pajak kenderaan bermotor (PKB) dan bea balik nama kenderaan (BBNKB), juga menyasar pada pengurusan surat izin mengemudi (SIM) secara online.

26 Imigran Afganistan Tinggal di Masjid Jamik

Foto: Fachril/Sumut Pos Sebanyak 26 imigran asal Afganistan ditampung di Mejid Jamik, Jalan Slebes, Kecamatan Medan Belawan.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Sebanyak 26 imigran asal Afganistan ditampung di Mejid Jamik, Jalan Slebes, Kecamatan Medan Belawan.

SUMUTPOS.CO – Sebanyak 26 imigran asal Afganistan terpaksa ditampung di Mejid Jamik, Jalan Slebes, Kecamatan Medan Belawan. Pasalnya, Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Belawan tidak mampu menampung atau over kapasitas.

Ketua DPP Kesatuan Aksi Umat Islam( Kaumi ) H Irfan Hamidi, mengatakan,  ke 26 orang warga asing asal Afganistan terdiri dari pria, wanita dan anak – anak telah terlantar di depan kantor Rudenim Medan di Belawan sudah sekitar 3 minggu lebih.

Melihat itu, selaku Ketua BKM Mesjid Jami bersama pengurus DPP Kaumi, mendatangi Kantor Rudenim untuk mendata seluruh pengungsi untuk diberikan bantuan menjelang Bulan Suci Ramadan.

Karena kondisi mereka memprihatinkan, sehingga diambil sikap untuk membawa ke 26 pengungsi asal Afganistan itu ke Mesjid Jamik agar bisa tidur dan makan yang layak. “Melihat kondisi mereka, kita sangat sedih, karena mereka tidur di teras, makanya kita bawa mereka ke masjid untuk menetap sementara. Mereka kita tempatkan di lantai 2 dengan ditanggung makan sementara,” kata H Irfan, Minggu (29/4).

Harapan H Irfan, pemerintah dapat segera mengambil sikap untuk menyelamatkan pengungsi asal Afganistan itu, agar mereka bisa dapat menetap di lokasi pengungsian yang lebih layak.”Semoga ini segera teratasi oleh pemerintah, mereka adalah saudara kita bersama, kita juga membuka bantuan kepada masyarakat yang ingin memberikan sumbangan untuk mereka,” kata H Irfan.

Kepala Rudenim Belawan, Victor Manurung dikonfirmasi ke kantornya tidak dapat dilakukan, karena orang nomor satu di Rudenim Belawan tidak berada di tempat. (fac/ila)

Dituding Mencuri, Nelayan Tewas Dianiaya

Foto: Fachril/Sumut Pos Salah satu tersangka (tengah) pembunuh M Ali diboyong petugas Reskrim Polres Pelabuhan Belawan usai diamankan, Sabtu (28/4).
Foto: Fachril/Sumut Pos
Salah satu tersangka (tengah) pembunuh M Ali diboyong petugas Reskrim Polres Pelabuhan Belawan usai diamankan, Sabtu (28/4).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – M Ali (27) meregang nyawa. Warga Ujung Tanjung, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan ini dituding mencuri dan dianiaya hingga tewas.

Peristiwa itu terjadi pada salah satu gudang di Gabion, Kecamatan Medan Belawan, Sabtu (28/4) sekira pukul 17.30 WIB.

Tiga pelaku berhasil dibekuk. Ketiganya masing-masing, Binsar Hutapea (28) warga Lorong Gereja, Bagan Deli, Belawan; Daniel Simbolon (28) warga Bagan Deli, Belawan dan Agus Susanto alias Batak (20) warga Jalan Bengkalis, Belawan. Sedangkan seorang lagi, Yoga (DPO) masih diburu petugas.

Informasi diperoleh, korban yang dituding mencuri langsung dianiaya oleh para pelaku. Korban yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan itu menderita luka di kepala dan kaki hingga akhirnya tewas.

Foto: Fachril/Sumut Pos
Jenazah M Ali usai diotopsi di RS Bhayangkara, Medan.

Peristiwa itu membuat suasana heboh. Masyarakat sekitar melaporkan peristiwa itu ke Polres Pelabuhan Belawan. Korban yang telah tewas lalu dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan.

“Informasi yang kami terima, katanya si korban itu mencuri, makanya dipukuli pelaku. Rupanya korban itu meninggal dikeroyok mereka,” kata Samsul warga sekitar.

Menerima informasi identitas para pelaku, polisi gerak cepat melakukan pengejaran. Dalam waktu beberapa jam, ketiga pelaku berhasil ditangkap. Sedangkan satu pelaku berhasil kabur.

“Motifnya masih kita dalami, ketiga pelaku masih dimintai keterangan. Korban sudah kita bawa visum ke rumah sakit,” singkat Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Yayang Rizky Pratama.(fac/ala)

Lurah Polisikan Ketua OKP

Foto: Diva/Sumut Pos Massa melakukan pengrusakan di kantor Lurah Sei Kera Hilir, beberapa waktu lalu.
Foto: Diva/Sumut Pos
Massa melakukan pengrusakan di kantor Lurah Sei Kera Hilir, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Unjuk rasa menyoal pungutan liar (pungli) di Kantor Lurah Sei Kera Hilir, Jalan Pimpinan Medan berbuntut panjang. Lurah M Ilfan melaporkan salah satu ketua organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) ke Polrestabes Medan. Ketua OKP tersebut dituding telah melakukan pengerusakan kantor Lurah Sei Kera Hilir.

Usai membuat pengaduan, Lurah Sei Kera Hilir M Ilfan mengatakan, kasus ini bermula ketika kantornya didatangi oleh sekelompok dan melakukan aksi unjuk rasa. Massa menduga, pihak kelurahan melakukan punli.

Namun, aksi anarkis dan berujung dengan pengerusakan inventaris kantor lurah. “Kita laporkan dugaan pengerusakan meja dan kursi,” ujar Ilfan kepada wartawan di Mapolrestabes Medan, kemarin.

Dijelaskannya, massa menuding pihak kelurahan melakukan pungli karena tak kunjung memuluskan surat hak ahli waris salah seorang pihak yang didukung massa tersebut.

Diterangkan Irfan, seharusnya yang mengurus surat hak ahli waris adalah orang yang bersangkutan dan tidak bisa diwakilkan oleh orang lain. Apalagi bukan warganya.

Karena proses pengurusan mandek, Ketua salah satu OKP Medan Perjuangan bersama sekelompok orang kemudian mendatangi kantornya.

Awalnya, keributan ini telah dimediasi oleh pihak Polsek Medan Timur. Akan tetapi, adanya pengerusakan di dalam kantor lurah membuat Ilfan menempuh jalur hukum.

“Mereka melakukan pengerusakan secara beramai-ramai. Dan saya tahu yang merusak itu bukan warga saya,” katanya.

Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha membenarkan adanya laporan tersebut.

“Saya baru mendapat laporannya, akan diselidiki dulu kasusnya bagaimana. Intinya kasus itu akan dipelajari dan diusut sesuai prosedur hukum bila memang ada unsur pidananya,” ungkap Putu.(dvs/ala)

Dua Penganiaya Bripka Eric Ditembak

TERBANG: Tersangka Ramki (atas/tengah) didampingi Kanit Pidum Iptu Raffles (atas/kanan) dan tersangka Ayub (bawah/tengah) saat akan terbang menuju Medan, Sabtu (28/4).
TERBANG: Tersangka Ramki (atas/tengah) didampingi Kanit Pidum Iptu Raffles (atas/kanan) dan tersangka Ayub (bawah/tengah) saat akan terbang menuju Medan, Sabtu (28/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelarian para pelaku penganiayaan Bripka Eric Tambunan akhirnya berakhir. Polisi berhasil meringkus dua pelaku dari tempat persembunyiannya di Provinsi Riau.

Personel gabungan Satreskrim Polrestabes Medan dan Ditreskrimum Polda Sumut berhasil menangkap M. Ayub (33) dan Ramki (27). Penangkapan keduanya berawal dari informasi yang menyebut, para tersangka berada di Air Molek, Pasir Penyu, Indragiri Hulu, Riau. Tepatnya di rumah Ayub.

Berbekal infomasi tersebut, petugas gabungan kemudian bergerak, Jumat (27/4). Sebelum membekuk keduanya, petugas gabungan lebih dulu berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Indragiri Hulu (Inhu).

Sekira pukul 18.30 WIB, petugas melihat kedua pelaku keluar dari masjid. Tak mau buang waktu, petugas langsung menyergap keduanya.

“Namun saat diinterogasi tidak kooperatif, yaitu tidak mau memberitahu posisi pelaku lainnya. Termasuk tidak mengakui perbuatan penganiayaan secara bersama terhadap korban Eric Tambunan. Kedua pelaku bahkan mengatakan tidak tahu bahwa Eric adalah polisi,” papar Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha kepada Sumut Pos, Minggu (29/4).

Setelah diinterogasi selama kurang lebih delapan jam, Sabtu (28/4) sekira pukul 04.00 WIB akhirnya keduanya mengakui perbutannya. Karen (adik kandung Ramki) juga diakui keduanya ikut melakukan penganiayaan.

“Hasil interogasi keduanya, Karen bersembunyi di pemukiman keturunan etnis India di Air Molek,” tukasnya.

Didampingi personel Polres Inhu, tim gabungan mencari tersangka Karen. Namun seperti biasa, Ramki dan Ayub memberontak dan berusaha melepaskan diri dari petugas dengan cara mencekik dari belakang.

Polisi pun terpaksa menembak kaki kiri keduanya. Karena luka tembak, keduanya langsung dilarikan menuju RSUD Indragiri Hulu untuk pertolongan pertama.