MEDAN, SUMUTPOS.CO -Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara lebih ketat melakukan pengawasan dan pengamatan bagi kedua pasangan calon (Paslon) Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) selama bulan suci Ramadan. Salah satunya, tentang penyaluran sumbangan ke rumah-rumah ibadah dengan membawa identitas paslon.
Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida Rahmawati Rasahan mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang perwakilan kedua paslon untuk menjelaskan mengenai penyaluran sumbangan ini. “Kami perlu diskusi internal dulu, tapi paling lambat 10 Mei ini,” katanya kepada Sumut Pos, Minggu (29/4).
Hal itu diutarakan Syafrida, saat dimintai tanggapan soal rambu-rambu khusus pihaknya terhadap tata cara kampanye paslon selama Ramadan.
“Untuk rambu-rambu khusus, ya terkait sumbangan dari paslon/parpol pengusung ke rumah ibadah. Termasuk juga acara buka bersama, sahur, dan acara open house Hari Raya itu juga diatur. Agar sumbangan yang diberikan tidak ada identitas dari paslon. Dan tidak berulang-ulang diberikan di satu rumah ibadah,” terang dia.
Kedua paslon tidak dilarang untuk menghadiri acara buka puasa dan sahur bersama, baik di masjid maupun tempat-tempat lain. Selain itu, paslon juga diperbolehkan menggelar open house atau diundang perseorangan maupun dari lembaga pada acara tersebut asalkan tidak ada menyampaikan visi dan misi.
“Ya, tidak apa-apa. Asalkan tidak ada penyampaian visi-misi dan ajakan memilih. Makanya kami perlu mengundang kedua paslon untuk hal tersebut. Ini termasuk bagian dari pengawasan dana kampanye paslon,” tegas Syafrida.
Dermaga Ferry Ambarita saat masih tahap pembangunan. Saat ini, pembangunan dermaga sudah selesai, dana akan dilanjutkan tahap kedua, yakni pembangunan area parkir dan perkantoran.
Dermaga Ferry Ambarita saat masih tahap pembangunan. Saat ini, pembangunan dermaga sudah selesai, dana akan dilanjutkan tahap kedua, yakni pembangunan area parkir dan perkantoran.
SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Rencana pembangunan dermaga/pelabuhan ferry Ambarita, di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, saat ini sedang dalam proses pembangunan. Tahap pertama, yakni pembangunan dermaga, sudah selesai dilakukan. Sementara tahap kedua, yakni pembangunan perkantoran dan area parkir, masih dalam perencanaan.
Terkait pembangunan area perkantoran dan area parkir yang mengancam akan menggusur warga yang bermukim di Dusun Labuan Ambarita, Lembaga Komunikasi Masyarakat Labuhan Ambarita dan Perantau (LKMLAP), menyatakan mendukung pembangunan sekaligus menuntut pemerintah, dalam hal ini pihak Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Dirjen Perhubungan Darat, agar transparan dalam rencana pembangunan dermaga/pelabuhan feri tersebut.
“Kami warga Dusun Labuhan-Ambarita, menyampaikan kekecewaan yang mendalam atas kebijakan Bupati Samosir, Rapidin Simbolon, terkait hibah lahan pembangunan dermaga ferry di Labuhan-Ambarita. Surat Hibah lahan seluas 7.011 meter persegi yang terletak di Labuhan-Ambarita, ditandatangani Bupati Samosir, Rapidin Simbolon dan dikirimkan kepada Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan untuk dibangun dermaga pelabuhan ferry. Padahal, di atas lahan itu berdiri rumah milik kurang lebih 34 kepala keluarga (KK) penduduk Dusun Labuhan-Ambarita. Kami sudah bermukim di lahan ini selama tiga generasi, jauh sebelum Indonesia Merdeka dan tidak pernah ada yang mengusik,” kata Ketua Umum LKMLAP, Monang Sidabutar, kepada Sumut Pos, Minggu (29/4). Ia didampingi Dewan Penasihat Lembaga Tokoh Masyarakat: P Sidabutar dan Ketua Harian LKMLAP: Hasiholan Sitanggang.
Monang mengatakan, sebagai warga negara Indonesia yang baik, warga Dusun Labuhan Ambarita sangat mendukung pembangunan, termasuk pembangunan dermaga pelabuhan ferry di Dusun Labuhan, Desa Ambarita. “Sebagai bukti dukungan pembangunan, awal 2017 lalu, seluruh warga Dusun Labuhan-Ambarita sudah memberikan tandatangan sebagai bentuk dukungan untuk pembangunan dermaga ferry,” jelasnya.
Namun tanpa diduga, pembangunan itu ternyata berkembang menjadi rencana penggusuran warga setempat. “Bupati membuat surat hibah sepihak, dan pihak Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan menerima hibah lahan seluas 7.011 meter persegi, tanpa melakukan konfirmasi ke penduduk. Ini sangat disesalkan,” ungkapnya.
Bukti lain bahwa warga mendukung pembangunan, yakni lancarnya tahap pertama pembangunan dermaga tanpa gangguan. Yang menjadi permasalahan, kata Monang, pembangunan proyek tahap kedua sesuai dengan gambar yang diperoleh warga, ternyata menyebabkan rumah warga ikut kena dampak pembangunan. “Kami khawatir, proyek tahap dua akan menggusur rumah 34 KK warga Dusun Labuhan,” ungkapnya.
Khawatir Digusur
Terkait rencana penggusuran ini, Monang mengatakan warga sangat keberatan. Karena tanah seluas 7011 meter persegi dimaksud sudah dikuasai oleh warga Labuhan-Ambarita secara turun temurun, selama tiga generasi. “Selama ini tidak ada hak pihak lain untuk mengklaim hak atas tanah dan mengurus sertifikat hak kepemilikan.
Malah, kata dia, sekitar bulan Okober 2017, oknum-oknum dari Pemkab Samosir berusaha mengurus pembuatan sertifikat tanah Desa Labuhan Ambarita ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Samosir, diduga untuk melegalisasi agar tanah itu menjadi milik Pemkab Samosir. “Sampai saat ini, BPN Kabupaten Samosir belum menerbitkan surat tanah tersebut, karena tanah masih bertatus sengketa,” sebutnya.
Kekhawatiran akan terjadi penggusuran terhadap warga membuat para orangtua di Labuhan mengadu ke anak-anaknya di perantauan. Curhat para orangtua ini bersambut. Pada 29 Desember 2017, dideklarasikanlah LKMLAP sekaligus memberikan mandat dari warga kepada LKMLAP untuk memperjuangkan hak kepemilikan lahan dan rumah di Dusun Labuhan-Ambarita.
“Saat ini, LKMLAP sudah diaktakan dan tedaftar di Kemenkum HAM dan menjadi wadah warga Desa Labuhan Ambarita untuk berkomunikasi dengan pihak lain, termasuk instansi terkait pembangunan pelabuhan ferry.
Beberapa langkah yang sudah dilakukan LKMLAP, yakni melayangkan surat kepada Pemkab Samosir meminta penjelasan dan sosialiasi mengenai pembangunan dermaga di Labuhan Ambarita.
Pada 23 Januari 2018, pihak kecamatan melalui camat Simanindo, Dapot Simbolon, mengundang warga Labuhan untuk sosialisasi dan dialog dengan warga yang rencananya dihadiri Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Camat Simanindo dan jajarannya terkait pembangunan dermaga ferry di Labuhan-Ambarita. Sayangnya, inisiatif dialog bupati dengan warga tidak terjadi, karena bupati dan camat tidak hadir tanpa penjelasan resmi.
Warga yang kecewa pun bertanya-tanya mengapa bupati dan camat tidak hadir. Apalagi, unsur LKMAP menghadirkan anak rantau dari Jakarta dan Medan dan dari daerah perantauan lainnya. Rapat diundur ke tanggal 25 Januari 2018. Namun rencana sosialisai dan dialog antara Bupati Samosir Rapidin Simbolon dengan warga Labuhan-Ambarita juga tak terlaksana. Rapidin Simbolon dan Dapot Simbolon kembali tidak hadir. Pertemuan hanya dihadiri Asisten I Pemkab Samosir, Drs Mangihut Sinaga, MM.
Dalam dialog tersebut, Asisten I Mangihut Sinaga tidak bisa mengambil keputuan dan hanya menampung aspirasi dan berjanji menyampaikan ke atasannya, Rapidin Simbolon.
“Perlu kami sampaikan, dalam dialog kami tetap menyatakan mendukung pembangunan, terutama pembangunan yang berpihak pada rakyat. Tapi kami menuntut transparansi kepada pihak pemkab Samosir. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Kami juga meminta agar pelaksanaan pembangunan dermaga tidak mengabaikan penduduk setempat yang sudah tiga generasi mendiami Dusun Labuhan-Ambarita. Jangan abaikan kearifan lokal dengan mengatasnamakan pembangunan,” kata Monang.
Ia menegaskan, warga mendukung program Nawacita Presiden Joko Widodo, membangun dari desa untuk kemakmuran warga desa. Tetapi, warga meminta pembangunan dermaga ferry dilakukan tanpa harus menggusur warga setempat. (rel/mea)
Foto: Istimewa
Gubsu HT Erry Nuradi memberikan apresiasi atas produk olahan kreatif konservasi keanekaragaman hayati dan olahan limbah yang ditampilkan di Inacraft 2018 di JCC Jakarta.
Foto: Istimewa Gubsu HT Erry Nuradi memberikan apresiasi atas produk olahan kreatif konservasi keanekaragaman hayati dan olahan limbah yang ditampilkan di Inacraft 2018 di JCC Jakarta.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Produk olahan tanaman khas kawasan Danau Toba laris manis selama penyelenggaraan Inacraft 2018 di JCC Jakarta yang berakhir, Minggu (29/4). Spesies endemik langka yang habitatnya terbatas pada daerah sekitar Danau Toba itu, yakni pohon andaliman, dari tangan-tangan kreatif anak Sumatera Utara (Sumut) berhasil dijadikan komoditas ekonomis, yang laku keras antara lain sambal andaliman, sasagun andaliman dan bubuk masak andaliman Toba.
Sejumlah turis mancanegara yang berkunjung ke Paviliun Sumut semuanya mengaku kagum atas kreativitas bernuansa Danau Toba ketika diwawancarai wartawan. “Kami sudah lama kenal Danau Toba yang tersohor. Dengan adanya produk kreatif bernuansa Danau Toba, khususnya produk olahan dari spesies endemik, selain untuk pelestarian lingkungan juga bermanfaat secara ekonomis. ‘Good’ untuk Toba,” ujar Barbara dan Carmel, turis asal Belanda dan Jerman hampir senada.
Beberapa both yang hadir di Paviliun Sumut memang menonjolkan nuansa Danau Toba, meski sejumlah both lainnya dari sekira 57 both di Paviliun Sumut itu juga cukup menarik perhatian pengunjung dengan menampilkan sejumlah komoditas pengrajin Sumut. Seperti ulos dan tenunan dari beberapa daerah di propinsi ini dan hasil kerajinan lainnya. Dari pengamatan wartawan dan catatan sementara setidaknya lebih 150.000 pengunjung singgah ke Paviliun Sumut hingga hari terakhir.
Khusus tentang spesies endemik Danau Toba andaliman yang menarik minat pengunjung, hal ini terutama dikarenakan produk olahan kreatif ini bernilai konservasi keanekaragaman hayati. Jadi tidak heran, bukan hanya pengunjung dalam negeri, khususnya para perantau asal Sumut yang datang dari berbagai propinsi di Indonesia, melainkan juga turis mancanegara betah berlama-lama di both Sumut dan berlomba-lomba mencicipi sample produk ini, lalu membelinya.
Konservasi hayati ini mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memberikan nuansa baru bagi membangkitkan nilai-nilai kearifan tradisional lokal Sumut ke alam modernisasi, seperti sambal andaliman dan bubuk masak Toba yang rasanya diakui lezat di lidah turis mancanegara, apalagi lidah nusantara, yang sempat mencicipi produk olahan ini.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo maupun Gubernur Sumut Dr Ir HT Erry Nuradi MSi menjawab wartawan secara terpisah mengakui even yang selalu dinantikan para pelaku industri kreatif sektor kerajinan ini memang signifikan untuk mengangkat potensi lokal dan mendongkrak nilai jual produk kerajinan seni dan budaya Sumut. “Bagus, saya memberi apresiasi atas komitmen Sumut yang bersedia menjadi ikon Inacraft ke-20 tahun 2018 sejak 25 hingga 29 April 2018,” ujar Mendagri menjawab wartawan ketika bertemu di Bandara Soekarno Hatta.
Kadis Lingkungan Hidup Sumut Dr Ir Binsar Situmorang MSi MAP selaku penanggung jawab Both Dinas Lingkungan Hidup pada Paviliun Provinsi Sumut di Inacraft 2018 yang menyajikan produk-produk olahan kreatif berbabis konservasi keanekaragaman hayati dan pelestarian lingkungan hidup, juga mengakui produk tanaman andalimantelah mendapat pengakuan LIPI sebagai tanaman khas Danau Toba yang baik untuk kesehatan, mengandung vitamin C baik dan juga anti oksidan. “Kita bekerjasamma dengan Taman Eden 100. Juga sudah ada penelitian dari LIPI,” jelasnya.
Foto: BIRO HUMAS & KEPROTOKOLAN
Gubsu H T Erry Nuradi, berbincang bersama Morris Alexander Siregar, pelukis yang menggunakan bahan-bahan tidak biasa seperti kopi, abu erupsi sinabung, debu dan lainnya di Stand utama Inacraft 2018 dimana Sumut menjadi ikon. Morris ikut memamerkan karyanya berupa lukisan wajah Presiden RI Joko Widodo yang terbuat dari bubuk kopi, pada ajang Inacraft 2018 pada tanggal 25-29 April di Jakarta Convention Center.
Foto: BIRO HUMAS & KEPROTOKOLAN Gubsu H T Erry Nuradi, berbincang bersama Morris Alexander Siregar, pelukis yang menggunakan bahan-bahan tidak biasa seperti kopi, abu erupsi sinabung, debu dan lainnya di Stand utama Inacraft 2018 dimana Sumut menjadi ikon. Morris ikut memamerkan karyanya berupa lukisan wajah Presiden RI Joko Widodo yang terbuat dari bubuk kopi, pada ajang Inacraft 2018 pada tanggal 25-29 April di Jakarta Convention Center.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ada lukisan yang tidak biasa yang dipajang di stand utama Inacraft 2018 di Jakarta Convention Centre (JCC) 25-29 April 2018. Lukisan wajah Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang terbuat dari bubuk kopi ini menarik perhatian ribuan pasang mata pengunjung.
Lukisan ini dibuat menggunakan kopi oleh Morris Alexander Siregar. Mungkin banyak pelukis saat ini yang menggunakan bahan bubuk kopi, tetapi karya anak Medan ini memang berbeda. Tingkat kedetailan Morris patut diacungi jempol. Untuk menyelesaikan lukisan ini Morris butuh waktu kurang lebih dua bulan. Dia memang sudah mempersiapkannya untuk ajang pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft 2018.
Ada dua karya Morris pada INACRAFT yang bertemakan ‘The Loftiness Of North Sumatera’ ini. Satu lagi dia melukis Istana Maimun yang juga menggunakan kopi dan abu vulkanik Gunung Sinabung. Kemudian ada satu lukisan dengan bahan teh dari Zaman Art. Selain itu ada juga dipajang dua lukisan lain yang menggunakan bahan sabut kelapa oleh seniman Febri Yunarta, dia juga melukis wajah Jokowi dan harimau.
Pada even akbar ke-20 dari ASEPHI, Sumatera Utara menjadi ikon sehingga pengrajin Sumut punya ruang yang besar memamerkan hasil kerajinan tangan mereka. Lukisan Jokowi dengan bahan kopi ini di pajang di stand utama Sumatera Utara, sehingga orang yang masuk dari pintu utama akan langsung melihat hasil karya ini.
Istri Wakil Presiden Mufidah Kalla yang hadir dalam acara pembukaan bersama Jusuf Kalla juga tertarik dengan lukisan ini. Didampingi Ketua Dekranasda Sumut Evi Diana Erry Nuradi, cukup lama Ketua Dekranas ini memandangi lukisan Presiden RI ini sebelum melanjutkan ke stand-stand lainnya.
Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi juga mengaku terkesan dengan lukisan berbahan dasar kopi ini. Tengku Erry mengatakan sangat ingin seniman seperti ini bisa diberdayakan. “Hasil karya seperti ini jarang dan sangat bagus, unik dan kualitasnya juga baik. Kita harus bisa memberdayakan seniman seperti ini,” ujar Erry.
Erry Nuradi dengan semangat mengatakan kepada jajaran OPD yang mendampinginya agar bisa memaksimalkan seniman seperti ini karena tidak banyak seniman seperti Morris. “Tolong ya agar seniman-seniman seperti ini harus kita dukung terus dan berdayakan. Nanti coba kita bahas apa langkah yang bisa kita ambil untuk memaksimalkan mereka,” katanya.
Morris merupakan pelukis terkenal di Sumut bahkan Indonesia, dia sudah mendapat tiga rekor Muri untuk lukisan terbesar dari bubuk teh, lukisan terbesar dari limbah sawit dan mozaik kulit telur terbesar. (rel/mea)
TEPAK SIRIH: Artis dan Brand Ambasador LP3I Andi Arsyil didampingi Direktur Politeknik LP3I Medan Akhwanul Akmal SP MSi menerima tepak sirih.
TEPAK SIRIH: Artis dan Brand Ambasador LP3I Andi Arsyil didampingi Direktur Politeknik LP3I Medan Akhwanul Akmal SP MSi menerima tepak sirih.
MEDAN – ”Buat adik-adik lulusan SMA sederajat yang cepat kerja? Pilih Politeknik LP3I Medan yang membimbing mahasiswa tepat dan cepat bekerja. Lulus kuliah, langsung laku!”
Ungkapan ini disampaikan artis dan Brand Ambasador LP3I Andi Arsyil Rahman Putra saat menggelar meet and greet di Kampus Politeknik LP3I Medan Jalan Sei Serayu Medan Baru, Minggu (22/4).
Di hadapan ratusan mahasiswa Politeknik LP3I Medan dan siswa SMA sederajat yang menyambutnya antusias, pemeran tokoh Furqon dalam film Ketika Cinta Bertasbih dan Robbi pada sinetron Tukang Bubur Naik Haji ini juga banyak memberi motivasi meraih sukses.
Tokoh muda asal Makassar ini juga berbagi pengalaman sukses menamatkan kuliah di Sulawesi Selatan. Ia bahkan dilakoni pendidikan tinggi pada tiga program studi berbeda dalan waktu bersamaan yaitu Geofisika (Fakultas MIPA), Manajemen Ekonomi (Fakultas Ekonomi) dan Teknik Informatika (Fakultas Teknik).
Demikian pula pengalamannya dalam meniti karir dalam dunia hiburan baik sebagai aktor dan produser, menjadi dosen dan pemilik usaha yang terus dilakoninya. Banyak kiat dan jurus jitu yang disampaikan Arsyil dalam mengatasi tiap hambatan.
Arsyil juga mengungkapkan alasan mengapa bersedia menjadi Brand Ambasador LP3I. Menurut dia, LP3I sangat berperan membantu pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkompetensi.
”Pendidikan vokasi di Politeknik LP3I Medan bersama Politeknik LP3I lain se-Indonesia menjadi suatu keunggulan dibanding perguruan tinggi lain di tanah air karena banyak memberikan skill. Karenanya lulus kuliah, langsung laku,” katanya.
Secara khusus, artis yang akan melaunching film terbaru pada 9 Mei 2018 ini merasa senang berada ditengah-tengah mahasiswa Politeknik LP3I Medan. ”Mahasiswa di Medan luar biasa banget. Saya bahagia banget dapat hadir di Politeknik LP3I Medan,” ujarnya.
Apresiasi terhadap kiprah Politeknik LP3I Medan juga disampaikan Head of Departement Politeknik Port Dickson Malaysia Siti Morni. Bersama puluhan dosen dan mahasiswi dari Malaysia, ia berharap terjalin sinergi antar-dua perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia yang berlangsung secara berkelanjutan.
Andi Arsyil dan Civitas Akademika Politeknik Port Dickson Malaysia Kunjungi Politeknik LP3I Medan.
29 Tahun Berkarya
Terkait meet and greet Andi Arsyil Rahman Putra, Direktur Politeknik LP3I Medan Akhwanul Akmal SP MSi berharap mahasiswa dapat memetik pelajaran berharga dari pengalaman dari Brand Ambasador LP3I.
”Kita berharap pertemuan ini mampu memacu mahasiswa agar belajar lebih giat. Selain sukses menjadi artis, Arsyil juga punya pengalaman luar biasa dalam bidang pendidikan. Kita harap semua mahasiswa Politeknik LP3I Medan benar-benar belajar dengan serius untuk meraih masa depan yang lebih baik,” harapnya.
Saat bertemu dengan civitas akademika Politeknik Port Dickson Malaysia, Direktur Politeknik LP3I Medan bersyukur karena collaboration programme Politeknik LP3I Medan dengan pihaknya telah berlangsung selama tiga tahun. Kedepan, ia berharap kerjasama internasional ini dapat terus diperkuatkan dalam membangun atmosfer akademik.
Sembari memperkenalkan para wakil direktur dan dosen Politeknik LP3I Medan yang banyak menamatkan pendidikan strata-2 di Malaysia, Akhwanul Akmal menceritakan sejarah panjang LP3I yang telah berusia 29 tahun dalam mendidik generasi muda di Indonesia. Kampus ini dibawah Yayasan Lembaga Pengembangan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I).
Akhwanul Akmal juga mengemukakan bahwa Politeknik LP3I Medan dengan tiga program studi Administrasi Bisnis, Akuntansi dan Teknologi Komputer. Mahasiswa belajar pada tiga lokasi kampus di Jalan Amaliun Medan, Jalan Sei Serayu Medan dan Jalan Platina Raya Marelan. ”Kita telah mendapatkan akreditasi institusi perguruan tinggi dengan predikat B,” katanya.
Disamping itu, lanjut dia, tiap lulusan Politeknik LP3I Medan yang memiliki visi menjadi institusi vokasi terbaik di Indonesia yang berorientasi pada kebutuhan pasar kerja ini juga memiliki sertifikasi internasional dan memiliki peringkat Politeknik yang baik secara nasional.
Direktur Politeknik LP3I Medan menambahkan, saat ini Politeknik LP3I Medan telah menjalin kerja sama dengan lebih dua ribu perusahaan sehingga memudahkan lulusannya dapat langsung bekerja. (dmp)
Foto: Istimewa
SAPA MEDAN: TOP 1 Lintas Nusantara menyapa kota Medan dalam roadshow yang diselenggarakan PT Topindo Atlas Asia di berbagai kota di Indonesia. Gaspoll Community foto bersama di depan Setiabudi Oil, Sabtu (28/4).
Foto: Istimewa SAPA MEDAN: TOP 1 Lintas Nusantara menyapa kota Medan dalam roadshow yang diselenggarakan PT Topindo Atlas Asia di berbagai kota di Indonesia. Gaspoll Community foto bersama di depan Setiabudi Oil, Sabtu (28/4).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Belasan pengendara yang diundang PT Topindo Atlas Asia melalui program TOP 1 Lintas Nusantara, mengakui keunggulan menggunakan oli Top 1 yang mereka gunakan pada kendaraannya.
“Begitu mengganti oli dengan oli Top 1, mesin mobil langsung terasa ringan,” kata Jamil, pengendara mobil dari Gaspoll Community, tentang produk experience oli Top 1, dalam gathering yang dihadiri mekanik dan komunitas otomotif di Setiabudi Oil Medan, Sabtu (28/4).
Sehari sebelumnya, Top 1 mengajak ratusan mekanik se Kota Medan mengikuti gathering bertema edukasi untuk para mekanik bengkel. Dalam sesi edukasi tersebut, mekanik akan dibekali sebuah pengetahuan umum seputar dasar-dasar pelumas dan perawatan kendaraan serta berbagi pengetahuan tentang perkembangan teknologi produk TOP 1. Acara kebersamaan tersebut juga dihadiri sekira 180 orang mekanik se-kota Medan.
Esoknya pada Sabtu, TOP 1 mengajak komunitas roda empat yaitu Gaspoll Community untuk ikut serta dalam acara ganti oli bersama di bengkel Setiabudi Oli. Di situlah mereka diminta merasakan sekaligus menjajal salah satu produk TOP 1 yaitu TOP 1 HP Plus 10W 40.
Jumlah pengendara motor yang dilibatkan berasal dari Club Vanatic dan Gaspoll Community diwakili 10 pengendara.
“TOP 1 Lintas Nusantara memang menjadi salah satu cara kami dalam memberikan edukasi bertema fun, pada mekanik. Acara ini juga merupakan salah satu upaya kami untuk memanjakan mitra dan pelanggan kami,” ujar Brand Activation & PR Manager PT Topindo Atlas Asia, Akmeilani.
Foto: Istimewa Vanatic Club foto bersama di depan Bengkel Bima Motor, Sabtu (28/4), dalam acara gathering yang digelar TOP 1 Lintas Nusantara di kota Medan.
Sementara itu, komunitas roda dua Vario Honda Matic Club Medan (Vanatic) juga diminta mencoba produk TOP 1 Action Matic 10W-30 yang spesifikasinya sangat pas dengan Honda Vario. Khusus untuk komunitas roda dua, kegiatan ganti oli digelar di bengkel Bima Motor.
Jaya dari klub roda dua Vanatic mengakui keunggulan oli Top 1. “Terasa bedanya,” cetusnya usai test drive mesin menggunakan oli Top 1, dari Setiabudi Oil ke Restoran Lucky King untuk makan siang bersama.
Menurut Akmeilani, mengganti oli kendaraan itu penting agar pengendara merasakan kenyamanan berkendara. Karena penggantian oli secara berkala dapat menjaga atau merawat ketahanan mesin lebih lama.
“Jika tidak teratur mengganti oli, dapat menyebabkan kerusakan pada mesin kendaraan. Skala medium, umur mesin lebih pendek dan boros biaya karena harus bolak-balik ke bengkel,” katanya.
Di akhir gathering, Akmeilani mengimbau para pengendara khususnya komunitas agar menjadi pelopor keselamatan berkendara di jalan raya.
Seperti diketahui, TOP 1 Lintas Nusantara menjadi salah satu roadshow yang diselenggarakan PT Topindo Atlas Asia di berbagai kota di Indonesia. Sejauh ini, kegiatan itu sudah diselenggarakan di Padang, Surabaya, Tuban, Tangerang, Lombok, dan kota-kota lain. Acara ini pun akan diselenggarakan TOP 1 hingga pertengahan Mei 2018. (mea)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PASLON_Kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yakni Edy Rahmayadi- Musa Rajeckshah (kanan) dan Djarot Saiful Hidayat- Sihar Sitorus (kiri) bergandengan tangan usai pencabutan nomor urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018 di Hotel Grand Mercure Medan, Selasa (13/2) Pasangan Djarot dan Sihar mendapat nomor urut 2 dan Pasangan Edi Rahmayadi dan Musa Rajeckshah mendapat nomor urut 1 dalam Pilgub Sumut 2018.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PASLON_Kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yakni Edy Rahmayadi- Musa Rajeckshah (kanan) dan Djarot Saiful Hidayat- Sihar Sitorus (kiri) bergandengan tangan usai pencabutan nomor urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018 di Hotel Grand Mercure Medan, beberapa waktu lalu.
SUMUTPOS.CO – Media sosial (medsos) menjadi salah satu pilihan ‘murah meriah’ bagi pasangan calon gubernur Sumatera Utara, untuk menyosialisasikan diri kepada masyarakat. Bahkan, medsos dinilai paling efektif, dalam menginformasikan sosok paslon kepada masyarakat.
WAKIL Ketua Tim Kampanye Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas), Sugiat Santoso mengakui, pengaruh medsos sebagai instrumen kampanye paslon sangat besar dan efektif. “Medsos itukan tempat bertukar informasi dengan mudah dan cepat. Tidak menunggu berapa lama dan bisa segera saat itu juga disampaikan ke publik atau netizen,” katanya.
Terlebih di era milineal saat ini, katanya, netizen sudah relatif cerdas termasuk dalam hal berpolitik. Bahkan, berdasar survei internal Eramas, media kampanye paling efektif adalah melalui medsos. “Jadi memang peran medsos ini sangat besar pengaruhnya,” tegas Ketua KNPI Sumut itu.
Pada prinsipnya, menurut dia, baik kampanye langsung ataupun melalui medos dan media massa, tidak boleh hoax dan mengumbar fitnah. “Sehingga demokrasi kita menjadi bermartabat. Dan tidak karena perbedaan sikap politik, perpecahan dan permusuhan malah makin tajam,” katanya.
Ia menambahkan, tim kampanye Eramas selalu mengimbau ke seluruh pendukung, relawan dan bahkan partai politik pendukung untuk berkampanye secara santun dan bermartabat. “Sangat diharamkan kepada seluruh pendukung Eramas untuk membuat kampanye hoax dan fitnah tersebut,” pungkasnya.
Sementara bagi pasangan Djarot-Sihar (Djoss), medsos juga menjadi satu poin penting dalam berkampanye. Memulai perkenalan sebagai sosok baru yang egaliter, tim kampanye terlihat memanfaatkan betul sarana itu agar sang jagoan diterima dengan baik di masyarakat. Koordinator Tim Pemenangan Djoss Wilayah Tabagsel Sutrisno Pangaribuan mengatakan, medsos menjadi sarana efektif untuk mempublikasikan ide dan program kerja Paslon nomor urut dua di Pilgub Sumut 2018. Kuncinya secara sederhana katanya, yakni bagaimana jagoan mereka dikenal, disukai dan dipilih.
“Meskipun begitu, kita harus akui bahwa upayanya belum digerakkan secara maksimal. Sebab gagasan dan garis-garis besar program dan ide masih belum ditonjolkan. Jadi sifatnya masih jalan kesana kemari. Lebih banyak diekspose kegiatan yang sifatnya interaktif,” sebut Sutrisno kepada Sumut Pos, Jumat (27/4).
Menurutnya kekuatan medsos harus dimanfaatkan secara dinamis dan dialektis. Sebab pertama untuk peran medsos, tentu akan banyak yang melihat dan mengetahui informasi dan sosialisasi pasangnya Djoss. Tetapi juga di sisi lain, kritik terhadap kegiatan dan konsep serta program yang disampaikan paslon juga akan mudah disampaikan secara terbuka. Sehingga mau tidak mau, tim harus siap menghadapi komentar publik.
“Kalau selama ini lebih banyak kegiatan interaktif, maka sisa waktu kurang dari dua bulan kedepan, materi harus digeser ke yang lain. Bagaimana kita masuk ke materi gagasan, program kerja 100 hari atau program kerja 6 bulan. Itu harus disampaikan ke publik melalui medsos, selain media massa yang ada,” jelasnya terkait pemanfaatan medsos secara dialektis.
Dengan banyaknya kelompok masyarakat yang semakin cerdas melihat kondisi sosial dan pemerintahan lanjut Sutrisno, tentu program 100 hari atau 6 bukan dapat dianggap sebagai gambaran bagaimana pemerintah provinsi (Pemprov) Sumut akan berjalan melaksanakan pembangunan lima tahun ke depan.
“Jadi jika dengan medsos, paslon dikenal, maka selanjutnya bagaimana mereka ini disukai. Namun untuk memilih, tentu harus ada tolok ukur, khususnya bagi warga yang melek politik dan kritis, mereka akan mencari alasan konkrit, yakni apa yang ditawarkan calon,” sebutnya.
Dirinyapun menilai, dengan kesiapan memanfaatkan medsos, maka paslon diharapkan mampu menjawab ekspektasi masyarakat tentang apa yang ditawarkan dalam diharapkan.
“Jadi bagaimana kita bisa dikenal, disukai dan dipilih. Sehingga, meskipun kita menginginkan kemenangan, tetapi juga pendidikan politik itu penting. Peran medsos disini sangat vital untuk zaman sekarang,” pungkasnya.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Frets Butuan cs berambisi mencuri poin di kanadng Persela Lamongan, Minggu (29/4) malam nanti.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Frets Butuan cs berambisi mencuri poin di kanadng Persela Lamongan, Minggu (29/4) malam nanti.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS mengincar poin perdananya di kandang lawan saat bertandang ke markas Persela di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (29/4). PSMS harus menunjukkan mentalitas yang tangguh di kandang lawan.
Dari enam poin yang sudah diraih PSMS, semua diraih di kandang. Sementara dua laga away sebelumnya berakhir dengan kekalahan. Tumbang dari Bali United 0-1 dan dibantai PSIS 1-4. Karena itu PSMS tak mau lagi pulang tanpa poin. Meskipun tak dipungkiri, Persela tentu sulit ditumbangkan di kandangnya.
“Persela secara tim bagus. Mereka kuat di tengah. Mereka punya Matsunaga, ada gelandang Brasil (Diego Assis) dan lainnya. Tapi kami akan coba meraih poin dari sana. Minimal dapat satu angka,” kata Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman.
PSMS baru tiba di Lamongan pada Kamis (27/4) malam pukul 19.30 WIB. Untuk itu dia mengistirahatkan skuadnya. “Kami tiba malam hari jadi tidak ada kegiatan. Istirahat saja sampai besok official training pada malam hari. Menyesuaikan jam dengan kick off pertandingan,” kata Djanur.
Djanur mengakui bakal ada perubahan komposisi pemain dari laga sebelumnya. Apalagi beberapa pemain seperti Wilfried Yessoh dan Antoni Putro Nugroho sudah pulih. “Ya ada perubahan tapi masih ada satu hari lagi besok (hari ini) untuk melihat pergantian siapa yang siap dan tidak siap,” bebernya.
Hanya saja ada hal yang buruk di sektor kiper. Pasalnya Ahmad Fauzi sedang dalam kondisi tidak fit. Namun karena stok kiper hanya tersisa dua karena Abdul Rohim cedera. “Fauzi sakit tapi memang kita paksakan bawa karena kiper hanya dua,” bebernya.
Antoni Putro kemungkinan akan kembali menempati pos sayap kanan mendampingi Suhandi di tengah dan Frets Butaun di kiri. Sementara lini depan masih jadi tanda tanya, apakah Yessoh atau Sadney Urikhob yang dipercaya menjadi ujung tombak. Tugas berat juga dibebankan kepada Dilshod Sharofetdinov dan Abdul Azis mengimbangi lini tengah Laskar Joko Tingkir.
Sementara itu kuartet pertahanan kemungkinan tak berubah dengan duet stoper Reinaldo Lobo dan Muhammad Roby dengan dua full back Fredyan Wahyu dan Jajang Sukmara.
Kate bersama Louis Arthur Charles yang lahir pada hari Senin (23/04).
Kate bersama Louis Arthur Charles yang lahir pada hari Senin (23/04).
LONDON, SUMUTPOS.CO – Pangeran William dan istrinya Kate memberikan nama anak ketiga mereka Louis Arthur Charles. Anak ketiga pasangan kerajaan Inggris ini lahir pada hari Senin di Rumah Sakit St Mary’s London.
Cuitan dari Istana Kensington memastikan bahwa pangeran baru ini akan mendapatkan gelar Royal Highness Prince Louis of Cambridge, Yang Mulai Pangeran Louis dari Cambridge.
Louis menjadi penerus kelima tahta kerajaan Inggris. Louis sendiri adalah nama tengah kakak tertuanya, Pangeran George. Sementara Arthur adalah nama tengah Raja George VI, ayah Ratu Elizabeth II, dan Charles adalah nama kakek pangeran kecil ini.
Rumah-rumah taruhan sebelumnya memilih Arthur sebagai nama favorit untuk pangeran kecil ini, diikuti dengan James dan Philip.
Pangeran William mengatakan Kamis malam (26/04) kepada para wartawan bahwa mereka masih tengah mempertimbangkan nama anak ketiganya.
Sebelumnya ia mengatakan Kate dan bayinya “sehat-sehat”. Ia menambahkan, “Tidurnya baik-baik saja sejauh ini” dan ‘bayinya tidak cengeng. Dan ini berita bagus.’ (vic)
Foto drone, lokasi sumur minyak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Kamis(26/4).
Bastin/Komunitas Aceh Flight Forum/Rakyat Aceh
Foto drone, lokasi sumur minyak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Kamis(26/4). Bastin/Komunitas Aceh Flight Forum/Rakyat Aceh
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Tragedi meledaknya sumur minyak ilegal yang dibor masyarakat di Rantau Panjang Pereuleak, Aceh Timur, dan merenggut puluhan korban jiwa, Rabu (25/4) dini hari lalu, menjadi pelajaran berharga bagi Pemkab Langkat. Karenanya, Pemkab Langkat meminta masyarakat untuk segera menghentikan pengeboran dan eksploitasi minyak mentah yang tidak memiliki izin.
Diketahui, di Kabuaten Langkat masih banyak pengeboran minyak secara ilegal dilakukan masyarakat. Bahkan, beberapa kali tambang minyak mentah yang dikelola masyarakat secara ilegal itu meledak dan menimbulkan banyak korban.
Diantaranya pada 14 Desember 2012 silam, kobaran api dari ledakan sumur minyak di Dusun Proyek, Desa Buluh Telang, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, mengakibatkan sebelas orang warga mengalami luka serius akibat terbakar.
Berselang dua bulan kemudian, tepatnya pada 3 Februari 2013, di Desa Bukit Mengkirai, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, salah satu sumur minyak yang dieksploitasi secara ilegal kembali meledak dan menyebabkan seorang penambang terbakar. Sementara berdasarkan informasi yang diterima, masyarakat di sejumlah desa di Langkat seperti di Desa Jati Tunggal, Telaga Said, Securai, Kecamatan Sei Lepan, Langkat terus mengusahai dan melakukan pengeboran sumur minyak mentah tanpa izin.
Sekda Kabupaten Langkat, dr Indra Salahudin kepada wartawan mengakui masih banyak pengeboran sumur minyak ilegal dilakukan warga. Menurutnya, saat ini ada dua pengelola sumur minyak di luar PT Pertamina yang memiliki izin, yakni PT Eksindo Telaga Said Darat dan PT Lor. “PT Lor ini di bawah PT Eksindo, yang lain ada yang masih mengurus izin. Jadi, kepada masyarakat diimbau jauh sebelumnya tidak mengelola maupun melakukan pengeboran ilegal,” kata dr Indra Salahudin, Jumat (27/4).
Menyinggung tragedi terbakarnya sumur minyak yang dibor masyarakat di Rantau Panjang Pereuleak, Aceh Timur dengan merenggut puluhan korban jiwa pada Rabu (25/4), Indra menegaskan, Pemkab Langkat jauh sebelumnya sudah melakukan tindakan dan telah dilakukan razia sebelum ada korban. Tapi masyarakat masih ada yang beraktivitas melakukan pengeboran sumur minyak mentah, dan pernah terjadi kebakaran, itu mereka yang tidak mau mematuhi imbauan dan.larangan pemerintah.
“Sebenarnya bukan karena membaca dan belajar dari peristiwa di Aceh Timur, tetapi pihak Pemkab Langkat bersama pihak terkait telah mengimbau dan melakukan upaya penindakan jauh sebelumnya sewaktu maraknya aktivitas masyarakat melakukan pengeboran tak berizin. Hanya yang memiliki izin yang diperbolehkan melakukan pengeboran. PT Eksindo Telaga Said Darat itu izinnya sampai 2020,” tegasnya.