28 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 647

Pengedar Sabu Disergap Saat Tunggu Pembeli di Rumah Kosong

Terduga pengedar sabu-sabu diamankan bersama barang bukti. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang terduga pengedar Narkotika jenis sabu-sabu disergap petugas Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor (Satresnarkoba Polres) Labuhanbatu Selatan (Labusel), Rabu (24/1) sore.

Dari tangan tersangka, Ahmad Hidayat Hasibuan (36), warga Lingkungan Kampung Malim, Kelurahan Kota Pinang Kabupaten Labusel disita 2 paket sabu seberat 0,36 gram dan lainnya.

“Tersangka kita tangkap di sebuah rumah kosong atas informasi masyarakat yang resah karena di lokasi sering terjadi transaksi narkoba,” sebut Kapolres Labusel, AKBP Maringan Simanjuntak didampingi Kasat Reserse Narkoba, AKP Endang R Ginting, Kamis (25/1).

Dikatakannya, setelah menerima informasi berharga dari masyarakat pihaknya segera melakukan penyelidikan. Saat itu, petugas melihat tersangka sesuai ciri-ciri yang disebutkan tengah berada di sebuah rumah kosong diduga sedang menunggu calon pembeli.

“Ketika melakukan penyelidikan di TKP, kita melihat seorang pria mencurigakan, sehingga langsung disergap,” kata Maringan.

Bersama tersangka, paparnya, turut disita barang bukti 2 paket sabu seberat 0,36 gram, pipet skop, 10 plastik klip kosong, 1 HP dan uang Rp190.000, celana sebelah kanan 2 paket kecil berisi narkotika jenis sabu-sabu seberat 0, 36 gram bruto,1 buah pipet berbentuk skop, 10 buah plastik klip kosong, 1 buah Hp android warna hitam merek Oppo dan uang tunai Rp190.000.

“Barang bukti itu kita temukan di saku kanan celana tersangka,” terangnya.

Kepada penyidik, sambung Maringan, tersangka mengaku sabu-sabu tersebut miliknya, diperoleh dari bandar berinisial CIIM, warga Labuhan Baru, Kota Pinang, Labusel.

“Kita sempat mengejar bandar sabu tersebut ke rumahnya, namun tidak ditemukan, dan sekarang buron,” pungkasnya. (dwi)

Polisi Belawan Tangkap 3 Tersangka Pengedar Sabu

Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan menangkap tiga tersangka pengedar sabu di kawasan Tanjung Mulia, Rabu, (24/1).(Istimewa)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan menangkap tiga tersangka pengedar sabu, Rabu (24/1). Ketiga tersangkanya masing-masing berinisial Do (40), Ra (29), dan Ram (42). Mereka ditangkap di daerah Brayan dengan barang bukti berupa dua paket sabu dengan berat bruto 0,63 gram, satu bungkus plastik klip, satu unit timbangan digital, uang penjualan sabu sebesar Rp215.000, dan dua buah sendok sabu.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Janton Silaban SH SIK MKP melalui Kasat Narkoba AKP Abdi Harahap SH menjelaskan bahwa penangkapan ketiga tersangka Brayan berawal dari adanya informasi terkait peredaran narkoba di Tanjung Mulia. Setelah dilakukan penyelidikan dan pengintaian, akhirnya petugas berhasil menangkap ketiganya di daerah Brayan.

“Penangkapan ini merupakan hasil dari kerja keras dan koordinasi yang baik antara petugas Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Kami mendapat informasi terkait peredaran narkoba di Tanjung Mulia dan segera melakukan tindakan,” ungkap Kasat Narkoba AKP Abdi Harahap.

Ketiga tersangka akan dihadapkan pada proses hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kasat Narkoba juga menegaskan komitmen pihaknya untuk terus berupaya memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

“Pemberantasan narkoba adalah prioritas kami. Kami mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya kegiatan atau individu yang terlibat dalam peredaran narkoba,” pungkas AKP Abdi Harahap.(mag-1/azw)

DPRD Medan Minta Pemko Segera Beri Solusi Terkait Krisis Air

Anggota Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Anggota Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak merasa prihatin dengan masih banyaknya krisis air bersih yang dialami warga Medan. Paul berharap kondisi itu tidak terus menerus dibiarkan, sebab sebagian masyarakat Kota Medan sudah sangat tersiksa dengan kondisi krisis air bersih tersebut.

“Di era modern seperti saat ini masih banyak warga Kota Medan yang krisis air bersih, saya harap ini bisa diperhatikan secara lebih serius, jangan biarkan berlarut-larut. Kita sangat prihatin dengan kondisi ini,” ucap Paul, Kamis (25/1/2024).

Untuk itu, kata Paul, Pemko Medan tidak boleh tinggal diam. Sebagai pemerintah, Pemko Medan diminta untuk segera memberikan solusi atas keluhan warga tersebut.

“Harus ada koordinasi yang lebih serius dengan Perumda Tirtanadi. Bila tidak ada solusi dengan mereka (Perumda Tirtanadi), mungkin Pemko Medan bisa mencari jalur alternatif lain sebagai solusi, salah satunya dengan membuat sumur bor untuk warga,” ujarnya.

Paul pun berharap, ketiadaan air bersih di sejumlah wilayah Kota Medan tidak meluas ke wilayah lainnya. Sebaliknya, DPRD Medan berharap Perumda Tirtanadi mampu menyuplai setiap rumah di Kota Medan dengan pasokan air bersih yang mereka miliki.

“Sebab kita sangat berharap tidak ada lagi warga Kota Medan yang mengalami krisis air bersih,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga lingkungan 13 Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, mengaku mengalami krisis air bersih. Warga pun berharap bisa mendapatkan distribusi air bersih dari Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Tirtanadi atau adanya pengadaan sumur bor dari Pemko Medan.

“Kami berharap dapat distribusi air bersih, kami warga Medan berharap Pemko Medan dan DPRD Medan memperhatikan nasib kami,” ucap salah satu warga R Sitinjak mewakili keluhan ratusan KK warga lingkungan 13 kepada wartawan, Kamis (25/1/2024).

Disampaikan R Sitinjak, warga cukup menderita karena krisis air bersih. Sementara untuk air yang bersumber dari milik sumur warga, kondisinya kuning dan berbau. Oleh sebab itu, kebutuhan untuk mandi dan cuci pakaian harus disaring terlebih dahulu dan keperluan untuk masak terpaksa harus membeli air.

“Permohonan sudah sering kami ajukan, namun hingga saat ini belum ada realisasi. Kami sangat berharap Pemko Medan dapat mencari solusinya,” pinta Sitinjak.
(map/ram)

Kejari Binjai Musnahkan Barang Bukti dari 117 Perkara, Didominasi Narkotika

MUSNAHKAN: Kajari Binjai, Jufri saat menuangkan barang bukti pil ekstasi untuk dimusnahkan.Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Kejaksaan Negeri Binjai melakukan pemusnahan barang bukti dari 117 perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Dari seratusan perkara berbagai tindak pidana ini, didominasi narkotika.

Pemusnahan barang bukti disaksikan unsur forkopimda yang dipimpin Kajari Binjai, Jufri. “Barang bukti yang dimusnahkan dari 117 perkara yang sudah inkrah,” ujar Jufri didampingi Kepala Seksi Intelijen, Adre Wanda Ginting, Kamis (25/1/2024).

Pemusnahan barang bukti berlangsung di halaman Kantor Kejari Binjai, Jalan Tengku Amir Hamzah, Binjai Utara. Barang bukti sabu dan pil ekstasi dimusnahkan dengan cara diblender yang dilarutkan bersama air.

Sementara bareng bukti ganja dan yang lainnya dimusnahkan dengan cara dibakar. Dia menambahkan, 85 perkara narkotika adalah yang mendominasi dalam pemusnahan tersebut.

Rinciannya, 315,27 gram narkotika jenis sabu, 533 butir pil ekstasi dan 67,05 gram daun kering ganja. Selain itu, juga ada 25 perkara orang dan harta benda (oharda) dan 7 perkara keamanan dan ketertiban umum (kamtibum).

“Lalu ada 16 unit telepon genggam dari berbagai jenis dan merek turut dimusnahkan,” katanya.

Dia menjelaskan, 117 perkara ini adalah yang sudah inkrah dan merupakan periode dari Agustus 2023 hingga Desember 2023. Pemusnahan barang bukti itu, katanya, merupakan bagian dari melaksanakan putusan pengadilan.

“Dengan kita melaksanakan ini (pemusnahan barang bukti) maka tuntaslah penanganan perkara dari masing-masing perkara. Dengan pemusnahan ini kita menunjukkan kepada masyarakat bahwa Kejaksaan Negeri Binjai berkomitmen dan bersungguh-sungguh untuk melaksanakan setiap penegakan hukum,” tukasnya.

Terkait dengan perkara narkotika, dia menegaskan, Kejari Binjai bersungguh-sungguh yang menyatakan perang bersama melawan narkotika. Barang bukti yang dimusnahkan ini jika dijumlahkan dengan uang mencapai puluhan juta rupiah. (ted/ram)

PT PSU Bayar Cicilan Utang Rp1,3 Miliar per Bulan

Dirut PT PSU, Agus Salim Harahap.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU), memiliki utang kepada Bank Mandiri, sebesar Rp200 miliar. Dengan cicilan yang harus dibayarkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut tersebut sekitar Rp1,3 miliar per bulan.

Direktur Utama (Dirut) PT PSU, Agus Salim Harahap mengatakan, pihaknya sisa utang yang harus dibayarkan saat ini sekitar Rp72 miliar. Karena membayar utang inilah yang membuat perusahaan tidak mampu membayar gaji karyawan pada November dan Desember 2023.

“Ada utang pinjaman ke Bank Mandiri, itu ada Rp200 Miliar, saat ini tinggal 72 miliar lagi, itu lah yang harus saya bayar cicilan perbulannya sampai dengan 2023. Itu perbulannya Rp1,3 miliar cicilannya, saya lunasi, saya bayar perbulan,” jelas Agus.

Agus menjelaskan selain memiliki utang, kondisi lahan perkebunan yang dimiliki PT PSU sekitar 15 hektar, kondisinya sangat memperhatinkan. Sehingga hasil produksi sawit yang dihasilkan tidak maksimal. Alhasil, penghasilan yang diperoleh tidak menutupi biaya produksi.

“Secara umum konstruksi dari tanamannya kebun nya memang rusak, jadi mempengaruhi ke produksi. Kedua faktor yang sangat ekstrim khususnya di Madina itu mangganggu dari trasnportasi TBS untuk keluar ke PKS,” ucap Agus.

Agus mengungkapkan bahwa memperbaiki lahan perkebunan dengan hasil produksi yang baik dan bagus, tidak bisa dalam waktu cepat. Namun, PT PSU tengah melakukan perbaikan lahan satu per satu.

“Kalau untuk perbaikan kebun, gak serta merta sim sala bim, karena dari awal sudah memprihatinkan. Ya perlu waktu, salah satu contoh proses pemupukan itu, bisa berdampak bagus setelah 1,2 sampai 2 tahun. Jadi gak bisa sim sala bim, tapi itu tadi, perlu komitmen dari semua pihak untuk perbaikan perusahaan ini,” kata Agus.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan, bahwa pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah perbaikan dengan cara mengundang investor untuk berinvestasi di BUMD milik Pemprov Sumut itu.

“Kita kan kemaren dari 2022 sudah ada KSO ternyata gagal, pemenangnya tarik diri, kenapa kita bikin KSO karena memang tujuan kita untuk perbaikan, salah satu contoh, saya pernah studi banding ke PTPN II tahun 2022,” sebutnya.

“Sampai sekarang ini solusi yang masih kami fikirkan adalah KSO, untuk bagaimana dapat investor untuk perbaikan,” tandasnya.(gus/ram)

SPPT PBB Kota Medan Tahun 2024 akan Didistribusikan Bulan Depan

Kepala Bidang PBB dan BPHTB Bapenda Kota Medan, Sutan Partahi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kota Medan. Hal itu dilakukan guna mendukung percepatan pembangunan yang menjadi target Pemko Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

Adapun salah satu sumber PAD Kota Medan yang sangat memberikan pengaruh besar bagi pembangunan Kota Medan adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Bahkan di tahun 2024 ini, Pemko Medan kembali meningkatkan target PBB nya hingga Rp962.054.109.379.

“Target PBB Kota Medan tahun 2024 ini sebesar Rp962 Miliar lebih atau naik Rp10 Miliar lebih dibandingkan target PBB tahun 2023 lalu yang berjumlah Rp952 Miliar. Dari target Rp952 Miliar itu, realisasi PBB Kota Medan di tahun lalu mencapai Rp730.758.291.942 atau 76 persen lebih,” ungkap Kepala Bidang PBB dan BPHTB Bapenda Kota Medan, Sutan Partahi kepada Sumut Pos, Kamis (25/1/2024).

Dikatakan Sutan, Pemko Medan pun berharap capaian PBB Kota Medan di tahun 2024 bisa lebih baik dari tahun lalu. Oleh sebab itu, Bapenda Kota Medan akan terus berupaya untuk melakukan berbagai terobosan dalam meningkatkan pendapatan daerah dari sektor PBB.

“Sesuai instruksi Wali Kota Medan, Pak Bobby Nasution dan sesuai arahan Kepala Bapenda Medan, Pak Endar Lubis, kita akan terus melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan capaian PBB di tahun 2024 ini,” ucapnya.

Dikatakan Sutan, adapun sejumlah terobosan yang dimaksud, diantaranya adalah mempercepat proses pencetakan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB dan pendistribusiannya di tahun ini.

Bila dulunya pencetakan dan pendistribusian SPPT PBB baru selesai dilakukan di Bulan April, maka tahun ini proses pencetakan dan pendistribusian SPPT dilakukan jauh lebih cepat.

“Di Bulan Januari ini kita sudah selesai melakukan pencetakan SPPT, dan Bulan Februari nanti sudah langsung kita distribusikan. Harapan kita dengan semakin cepatnya SPPT didistribusikan, maka wajib pajak dapat sesegera mungkin membayar PBB nya,” ujarnya.

Guna memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran PBB, Bapenda Kota Medan juga berkordinasi dengan Bank Indonesia agar kolaborasi Pemko Medan dengan pihak perbankan di Kota Medan dalam melakukan pembayaran PBB dapat terus berkembang.

Selanjutnya, sesuai rekomendasi Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman, Bapenda Kota Medan juga melakukan validasi bangunan. Mengingat, validasi bangunan akan menambah potensi bagi PBB Kota Medan.

“Kita juga akan terus meningkatkan upaya penagihan piutang dengan lebih masif, termasuk kepada piutang tahun sebelumnya. Tindakan ini akan didukung oleh OPD terkait dan instansi vertikal,” katanya.

Kemudian, Bapenda Kota Medan juga melakukan koordinasi dan berkolaborasi dengan seluruh Kepala OPD yang ada di Pemko Medan untuk memerintahkan setiap pegawainya, baik ASN maupun non ASN untuk segera membayar pajaknya.

“Tentunya terobosan lainnya yang bersifat memudahkan masyarakat untuk melakukan pembayaran PBB akan terus kita lakukan, misalnya seperti membuka Pojok PBB di tanggal 26 hingga 27 Januari ini di Lapangan Benteng Medan,” tuturnya.

Dalam kegiatan Perayaan HUT ke-52 KORPRI di Lapangan Benteng Kota Medan tersebut, Bapenda Kota Medan telah menyiapkan undian hadiah menarik berupa 1 unit Sepeda Motor, 1 unit Sepeda Gunung dan Smart TV bagi setiap wajib pajak yang membayar PBB di lokasi acara. Selain hadiah undian, setiap wajib pajak yang membayar PBB di lokasi acara juga dipastikan akan mendapat minyak goreng sebagai hadiah langsung.

“Kegiatan seperti itu akan rutin kita lakukan kedepannya di berbagai tempat di Kota Medan. Mari kita bayar PBB tepat waktu, demi pembangunan Kota Medan,” pungkasnya.
(map/ram)

Yuk Catat Meter Mandiri Lewat PLN Mobile

Pelanggan melakukan catat meter mandiri menggunakan aplikasi PLN Mobile

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara gencar sosialisasikan kemudahan bagi pelanggan pascabayar untuk pantau pemakaian listrik setiap bulan. Melalui fitur Catat Meter secara mandiri yang tersedia di aplikasi PLN Mobile, pelanggan dapat mengetahui pemakaian listrik setiap bulannya, sebelum tagihan resmi keluar.

General Manager PLN UID Sumatera Utara Awaluddin Hafid mengatakan layanan catat meter mandiri melalui PLN Mobile bisa menjadi salah satu solusi agar pelanggan bisa memperkirakan pemakaian listrik setiap bulan. Dengan begitu, pelanggan dapat mengontrol sendiri pemakaian listrik bulanan.

“Melalui fitur Catat Meter, pelanggan pascabayar bisa mengetahui perkiraan tagihan listrik dan mengontrol sendiri pemakaian listrik bulanan. Untuk pencatatan meter mandiri dapat dilakukan antara tanggal 23 sampai 27 setiap bulannya,” kata Awaluddin.

Awaluddin menambahkan pelanggan juga tidak perlu khawatir kesulitan melakukan pencatatan meter mandiri melalui fitur tersebut. Karena, langkah-langkah membaca meter mandiri melalui aplikasi PLN Mobile sangat mudah, berikut tahapannya:

1. Buka aplikasi PLN Mobile
2. Pilih menu Catat Meter
3. Pilih mulai swacam & foto angka stand meter yang ada di kWh meter
4. Pilih ID Pelanggan
5. Masukan angka stand meter
6. Kirim

Setelah melakukan hal di atas, maka estimasi biaya tagihan rekening listrik juga akan muncul. Kemudian, tagihan listrik akan keluar setiap awal bulan berikutnya. Pembayaran listrik pun bisa dilakukan dengan mudah melalui Aplikasi PLN Mobile.

Selain itu, layanan Catat Meter Mandiri di PLN Mobile ini sudah mengikuti perhitungan yang didasarkan pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016.

“Selain bisa mengetahui estimasi tagihan lebih awal. Dengan catat meter mandiri, privasi pelanggan juga lebih terjaga, karena petugas PLN tidak perlu masuk ke halaman rumah untuk melakukan pencatatan meter di kWh meter,” ujar Awaluddin.

Awaluddin berharap, hadirnya berbagai fitur PLN Mobile dapat memudahkan pelanggan bisa mengakses seluruh layanan tanpa perlu lagi ke kantor PLN. Mulai dari pasang baru, tambah daya, bayar tagihan, sampai baca meter mandiri.

“Pelanggan dapat mendownload aplikasi PLN Mobile melalui AppStore maupun PlayStore secara gratis,” pungkas Awaluddin. (Ila)

Program Smart Farming Prabowo-Gibran, Tak Ada Lagi Petani yang Tak Keren

Ketua TKD Prabowo-Gibran Sumut, Ade Jona Prasetyo. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program petani milenial berbasis smart farming yang digagas Pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden (Paslon Capres-Cawapres) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka merupakan terobosan baru yang patut diapresiasi.

Hal ini bisa menjadi lapangan pekerjaan baru yang menjanjikan bagi kaum millenial dan Gen Z saat ini. Mengingat, keberadaan para pelaku pertanian semakin dibutuhkan ke depan.

Berdasarkan data BBSDMP Kementan pada 2020, petani usia 20-39 tahun hanya sebesar 2,7 juta dari total petani 33,4 juta.

Sebanyak 61 persen petani di Indonesia berusia di atas 45 tahun. Hal ini menandakan minimnya minat pemuda yang ingin menjadi petani. Sehingga butuh inovasi kekinian untuk mendongkrak minat anak muda di bidang ini. Smart farming akan menjadi solusi menarik minat anak muda.

Ketua TKD Prabowo-Gibran Sumut, Ade Jona Prasetyo mengungkapkan, program ini memerlukan kinerja aplikasi yang kompleks. Namun, gagasan ini dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas dan keberlanjutan.

Baginya, gagasan ini merupakan inovasi zaman now yang sangat mendesak untuk pertanian. Selain untuk mendongkrak minat pemuda menjadi petani, gagasan ini akan meningkatkan produktivitas pangan bangsa Indonesia.

“Jelas penting program ini. Isunya saat ini pemuda tidak minat lagi jadi petani. Alasannya tidak keren dilihat orang. Ini harus kita ubah. Problem zaman now harus ada solusi zaman now juga. Dengan memanfaatkan IoT, drone dan sebagainya. Smart farming ini membawa modernisasi di dunia pertanian. Jadi, tidak ada lagi istilah petani itu tidak keren. Sudah dirancang modern semua,” ungkap pria yang juga mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI dari Partai Gerindra tersebut, Kamis (25/1/2024).

Dia menambahkan, pertanian merupakan sektor sentral dalam keberlanjutan bangsa. Akan sangat berbahaya apabila para pemuda tidak memiliki minat di bidang pertanian.

“Narasi besarnya kita mau buat petani ini modern. Jadi, pemuda juga mau ikut andil sebagai petani. Bahaya sekali kalau pemuda-pemuda ini tidak minat jadi petani. Program petani milenial dan smart farming inilah yang menjadi kekuatan kita untuk menarik minat pemuda. Apresiasi untuk Mas Gibran yang sudah menyuarakan program ini. TKD Prabowo-Gibran Sumatera Utara optimis dengan program ini, dan kita gas Prabowo-Gibran satu putaran,” tandasnya. (dwi/ram)

Dukung Indonesia Emas 2045, Prabowo-Gibran Libatkan Anak Muda Dalam Setiap Program Kerja

Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Sumatera Utara (Sumut), Ade Jona Prasetyo mengungkapkan, dalam setiap program kerja yang telah disiapkan bila terpilih nanti, Prabowo-Gibran tetap melibatkan anak muda. Hal ini sebagai bentuk dukungan Indonesia Emas 2045.

“Seperti yang disampaikan Mas Gibran, tantangan zaman now membutuhkan solusi zaman now. Jadi, terima kasih kepada Pak Prabowo dan Mas Gibran selalu melibatkan anak muda dalam setiap program kerja,” ungkap pria yang maju dalam Pileg DPR RI Dapil Sumut 1, nomor urut 2 dari Gerindra ini, Kamis (25/1/2024).

Jona menilai, dengan melibatkan anak muda dalam setiap program, maka harus semakin terampil dan siap dalam menghadapi tantangan ke depan. Hal ini juga sebagai wujud dukungan untuk tampilnya Gen Z dan Gen Millenial ke depan.

“Artinya, Pak Prabowo dan Mas Gibran melibatkan anak muda dalam melaksanakan program hilirasi. Selain itu, menyiapkan sejumlah program untuk anak muda. Begitu juga untuk lapangan pekerjaan disesuaikan dengan tren saat ini,” katanya. (dwi/ram)