24 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 650

Performa Meningkat Pesat, Pengguna MADINA Bank Muamalat Naik 18%

JAKARTA, SUMUTPOS CO – Layanan Cash Management System (CMS) PT Bank Muamalat Indonesia Tbk yang bernama Muamalat Digital Integrated Access (MADINA) mencatatkan pertumbuhan yang positif sepanjang 2023.

SEVP Enterprise Banking Bank Muamalat Irvan Yulian Noor mengatakan, pengguna MADINA secara keseluruhan bertambah sebanyak 1.568 pengguna atau meningkat sebesar 18% secara year on year (yoy) per akhir Desember 2023. Peningkatan tersebut sejalan dengan volume transaksi MADINA yang tumbuh 23% (yoy) dari Rp40,8 triliun menjadi Rp50,4 triliun. Demikian pula dengan jumlah frekuensi transaksi MADINA yang naik 7% (yoy) menjadi 1.366.838 transaksi.

“Peningkatan tersebut merupakan hasil dari upaya kami yang gencar menjalin kerja sama dengan berbagai instansi dan implementasi sejumlah strategi untuk meningkatkan utilisasi layanan MADINA. Tren positif tersebut akan kami lanjutkan pada tahun ini dengan fokus pada segmen lembaga keuangan syariah dan institusi Islam, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, layanan Virtual Account (VA) yang terintegrasi dengan MADINA juga turut meningkat. Jumlah frekuensi transaksi VA Bank Muamalat naik 12% (yoy) menjadi 3.594.765 transaksi. Adapun volume transaksi VA Bank Muamalat naik 9% (yoy) menjadi Rp5,7 triliun.

Program pendukung

Untuk meningkatkan utilisasi MADINA pada 2023, Bank Muamalat melaksanakan MADINA Activation Program (MAP) dimana nasabah diberikan benefit bebas biaya transaksi hingga 30 kali/bulan selama 3 bulan. Selain itu, Bank Muamalat juga menggelar MADINA Class Training (MCT) secara rutin setiap minggu via online, yaitu pelatihan yang ditujukan bagi nasabah baru maupun eksisting agar segera mengaktifkan layanan MADINA dan menjadikan Bank Muamalat sebagai bank operasional mereka.

Sebagai informasi, MADINA merupakan layanan internet banking untuk nasabah korporasi yang memungkinkan nasabah untuk memonitor maupun melakukan transaksi perbankan non tunai atas seluruh rekening yang berada di Bank Muamalat secara realtime. MADINA menawarkan fleksibilitas kepada nasabah melalui opsi layanan MADINA Advanced dan MADINA Basic dimana fiturnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi dan transaksi nasabah.

Untuk menggunakan layanan MADINA, nasabah korporasi perlu mengakses website MADINA menggunakan browser kapan saja dan dimana saja sepanjang terkoneksi dengan internet sehingga transaksi bisnis akan menjadi lebih mudah bagi nasabah. (rel/ram)

Pemkab Langkat Peringkat 5 Penilaian Ombudsman

PENGHARGAAN: Plt Bupati Langkat, H Syah Afandin (dua dari kanan) foto bersama dengan Ombudsman RI usai menerima hasil penilaian kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik.Istimewa/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Langkat menempati urutan kelima dalam penilaian Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara. Hasil penilaian ini diterima langsung Pelaksana Tugas Bupati Langkat, H Syah Afandin di Kantor Ombudsman Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Medan, Selasa (23/1/2024).

Penilaian berdasarkan Surat Keputusan Ombudsman RI Nomor 418 Tahun 2023 Tentang Hasil Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Kabupaten Langkat menempati peringkat 5 kabupaten di Sumut dengan nilai 91,40 dan predikat zona hijau, kategori A dan opini kualitas tertinggi.

Dadang S Suharmawijaya selaku perwakilan Ombusman RI memaparkan sistem kerja ombudsman. “Ombudsman bekerja ketika ada laporan pengaduan dari masyarakat tentang administrasi pada suatu institusi. Ketika itu terjadi, maka pekerjaan Ombudsman dimulai,” jelasnya.

“Kami bekerja bagaimana memperbaiki sistem yang ada di institusi tersebut dan terus mengawasi hingga pelayanannya benar benar baik,” sambungnya.

Dadang menyatakan, pelayanan publik harus terus diupgrade sehingga dapat menciptakan kenyamanan untuk masyarakat. Ombudsman diperintahkan Presiden Indonesia menjadi pengawasan dan mengeluarkan opini untuk pelayanan publik.

“Setiap tahunnya kami selalu me-upgrade indikator penilaian agar kita lebih memaksimalkan pelayanan publik, sehingga diharapkan dari penilaian yang kami berikan ke depannya semakin meningkatkan pelayanan publik di pemerintahan kabupaten/kota masing masing,” sebutnya.

Sekertaris Daerah Provinsi Sumut, Arief Sudarto Trinugroho menjelaskan, pentingnya penilaian pelayanan publik dan penerapan cepat, mudah, terjangkau dan ukur dalam melayani publik. Ombudsman mengawasi pelayanan publik yang dilaksanakan oleh institusi pemerintah.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya diskriminasi pelayanan atau tebang pilih, pemungutan dalam pelayanan dan hilangnya kepercayaan masyarakat.

“Diharapkan ke depannya dalam memberikan pelayanan harus cepat, mudah, terjangkau dan terukur sehingga ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk pelayanan publik. Semoga dengan penilaian ini menjadi evaluasi pelayanan publik kabupaten/kota untuk kedepannya,” tukasnya. (ted/ram)

Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang Maksimalkan Peran AgenBRILink Genjot Perekonomian Inklusif

Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang meraih Juara Harapan 1 Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023 yang diinisiasi BRI lewat pengoptimakan BUMDes/BUMNag sebagai tulang punggung perekonomian desa. ((Dok. Folka Space))

SUMUTPOS.CO – Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), merupakan wilayah yang diberkahi sumber daya alam (SDA) serta panorama menawan. Wilayah tersebut berhasil menjadi desa berdaya dengan memaksimalkan ragam potensi yang dimiliki, mulai dari alam, ekonomi, budaya, hingga pariwisata.

Atas upaya itu, Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang terpilih menjadi Juara Harapan 1 Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023 yang diinisiasi Tbk atau BRI.

Wali Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang Nofrizal mengatakan, prestasi itu tak terlepas dari pengoptimalan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau BUMNag sebagai tulang punggung perekonomian desa. Salah satu unit usaha yang dikelola BUMNag itu adalah Folka Space, yakni coffee shop di tengah hutan pinus.

“Bagi kami, BUMNag atau BUMDes merupakan tulang punggung pemerintahan nagari. Dalam pemerintahan desa, BUMNag merupakan salah satu program prioritas agar nagari makin berdaya. Alhamdulillah, kehadiran unit usaha Folka Space direspons positif wisatawan lokal sehingga meraih omzet ratusan juta per bulan,” ujarnya, Sabtu (13/1/2024).

Nofrizal mengatakan, Folka Space didirikan sebagai salah satu cara untuk mengatasi konflik sosial serta penebangan hutan pinus oleh warga Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang.

Saat pandemi Covid-19, lanjut Nofrizal, warganya yang menjadi perantau di berbagai daerah pulang ke kampung halaman lantaran dirumahkan. Keterbatasan finansial memaksa warga nagari menebang hutan pinus secara massif. Konflik horizontal pun tak terelakkan.

“Kami akhirnya mendirikan Folka Space di tengah hutan pinus tersebut. Folka Space didirikan mulanya sebagai pendekatan untuk membangun rasa memiliki warga terhadap SDA pinus,” tuturnya.

Tak disangka, Folka Space berkembang dan memberi dampak baik bagi lingkungan dan ekonomi warga lokal. Dalam pengembangan Folka Space, Nofrizal turut memberdayakan warga yang semula sebagai penebang hutan pinus. Mereka dilibatkan sebagai pekerja, mulai dari juru parkir hingga peracik kopi (barista).

“Alhamdulillah, hutan pinus terselamatkan, konflik sosial reda, dan warga pun makin berdaya,” kata Nofrizal.

Inovasi Desa Lerep Manfaatkan AgenBRILink Untuk Layanan Perbankan hingga Inovasi Eduwisata Raih Penghargaan Juara 3 Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023

Salah satu destinasi wisata di Desa Wisata Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (dok. Jadesta Kemenparekraf)

SUMUTPOS.CO – Memiliki wilayah dengan potensi alam melimpah, mendorong warga dan perangkat Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah memanfaat itu untuk kesejahteraan bersama.

Berlokasi di kaki Gunung Ungaran dengan ketinggian 340-910 meter di atas permukaan laut (mdpl), membuat Desa Lerep sangat baik untuk budi daya kopi, cengkih, durian, bahkan hingga rempah-rempah. Dengan luas wilayah mencapai 682,32 hektare (ha), Desa Lerep juga memiliki Curug Indrokilo dan Embung Sebligo yang punya potensi wisata.

Ini mendorong pemerintah desa beserta warga Desa Lerep berinovasi mengembangkan potensi tersebut dengan bertransformasi menjadi desa wisata.

Kepala Desa Lerep Sumariyadi bercerita, ide inovasi desa wisata bermula dari sapi-sapi yang dirawat oleh warga di kediaman masing-masing.

Karena menimbulkan permasalahan limbah yang mengganggu lingkungan, pemerintah desa dan masyarakat berinisiatif untuk mengumpulkan seluruh sapi peliharaan warga di satu lokasi dan menjadikannya peternakan sapi.

Sumaryadi menuturkan bahwa berangkat dari permasalahan yang ada, banyak warga memberikan masukan untuk mengembangkan peternakan serta produk sampingannya, seperti biogas dan pupuk organik.

Akhirnya, lanjut Sumaryadi, usaha peternakan dikembangkan menjadi kampung tematik sapi.

Dari inovasi tersebut, Desa Lerep berkembang menjadi desa wisata edukasi dan ekologi. Tak hanya kampung sapi, kini, setiap dusun di desa ini telah bertransformasi menjadi kampung-kampung tematik, seperti Kampung Durian, Kampung Kopi, dan Kampung Keripik.

Sejumlah inovasi terus dilakukan Desa Lerep. Untuk semakin mengembangkan potensi, Desa Lerep kemudian mengembangkan program Paket Eduwisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gerbang Lentera.

Melalui inovasi itu, BUMDes Gerbang Lentera menawarkan pengalaman wisata edukasi yang lengkap kepada wisatawan, mulai dari mengunjungi Kampung Durian, belajar menanam padi, membuat olahan susu sapi, membuat kerajinan berbahan sampah, hingga mempelajari budaya setempat.

“Untuk mendukung program eduwisata itu, masyarakat Desa Lerep juga membuat homestay di rumah-rumah warga sebagai tempat wisatawan bagi menginap,” kata Sumariyadi.

Di samping itu, Desa Lerep juga mengembangkan potensi wisata lain. Sebut saja, wisata alam Curug Indrokilo, Wisata Embung Sebligo, wisata offroad, hingga Pasar Kuliner Jajanan Ndeso.

Telkom dan Indosat Jalin Kemitraan Strategis Antara NeutraDC dan BDx Indonesia

KEMITRAAN: Direktur Utama Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah (kedua dari kiri) bersama President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha (ketiga dari kanan), menyaksikan momen penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara anak perusahaan Telkom Indonesia, NeutraDC, dan joint venture dari BDx Data Centers (BDx), Indosat Ooredoo Hutchison, dan Lintasarta, BDx Indonesia terkait kemitraan strategis untuk memperkuat infrastruktur digital melalui ekosistem Internet Exchange (IX) di Pacific Telecommunications Council (PTC) 2024, di Honolulu, Hawaii, AS, pada Minggu (21/1/2024).

HAWAII, SUMUTPOS.CO – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison atau Indosat atau IOH), dua pemimpin utama industri telekomunikasi di Indonesia, mengumumkan kemitraan strategis untuk memperkuat infrastruktur digital melalui ekosistem Internet Exchange (IX). Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) dan joint venture dari BDx Data Centers (BDx), Indosat, dan Lintasarta, BDx Indonesia di Pacific Telecommunications Council (PTC) 2024, di Honolulu, Hawaii, AS, pada Minggu (21/1/2024).

Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh CEO NeutraDC, Andreuw Th A F, dan CEO BDx, Mayank Srivastava, disaksikan oleh Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, dan President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha. Turut hadir dalam acara penandatanganan tersebut Direktur Group Business Development Telkom, Honesti Basyir; Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia, Bogi Witjaksono; Gautam Bhandari, Managing Partner and Chief Investment Officer of I Squared Capital; dan Sujit Panda, Chief Operating Officer (COO) of BDx.

Andreuw Th A F, CEO NeutraDC, dengan antusias menyatakan, NeutraDC sangat senang dapat menjalin kolaborasi yang kuat bersama BDx Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur digital Indonesia.

“Sebagai penyedia terdepan dalam neutral ecosystem terbesar yang mencakup AI, CDN, konektivitas, dan layanan cloud, NeutraDC telah siap terhadap katalisasi demokratisasi akses internet di seluruh Indonesia dengan populasi yang besar. Langkah berani ini bisa membuka peluang tanpa batas bagi ekonomi digital Indonesia, yang membawa perubahan dalam lanskap digital regional,” ujarnya.

Mayank Srivastava, CEO BDx, menyatakan dengan perluasan portofolio, BDx Indonesia kini menjadi penyedia pusat data carrier-neutral terbesar di Indonesia.

“Kolaborasi ini merupakan langkah besar menuju penciptaan Infrastruktur Digital Mesh yang paling terhubung untuk Indonesia – sebuah visi yang didukung oleh BDx Indonesia dan Neutra DC,” ucapnya.

Melalui kemitraan strategis, kedua pemain besar telekomunikasi sepakat untuk memberdayakan bisnis pusat data masing-masing, di mana NeutraDC merupakan entitas pusat data dari Telkom Indonesia dan BDx Indonesia adalah mitra bisnis pusat data Indosat. Saat ini, gelombang transformasi digital berjalan secara masif dan permintaan yang terus meningkat terhadap pusat data di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, telah menciptakan peluang kolaborasi yang strategis. Ekspansi pesat dalam sektor e-commerce dan adopsi teknologi pada proses bisnis turut memberikan dorongan besar terhadap kebutuhan akan infrastruktur pusat data yang andal.

Kolaborasi ini akan meningkatkan kapabilitas dan kapasitas kolokasi. Dengan ekosistem IX yang terkoneksi, para pengguna dipastikan dapat merasakan fleksibilitas menggunakan berbagai layanan lewat arsitektur keamanan satu pintu.

Sebagai bagian dari kerja sama ini, semua pihak telah mengidentifikasi titik-titik fokus kunci ekosistem IX, berfokus pada lokasi carrier-neutral yang memenuhi standar Tier 3 dan tersebar di kota-kota utama di Indonesia. NeutraDC dan BDx Indonesia akan menjadi mengelola beberapa IX independen, bersama-sama menyediakan bantuan dan dukungan teknis untuk menciptakan interkoneksi ekosistem IX yang tangguh, meningkatkan ketahanan infrastruktur internet dan menciptakan kerangka kerja internet nasional yang lebih efisien.

Telkom, melalui NeutraDC, telah memainkan peran kunci dalam mendukung transformasi ini. Saat ini NeutraDC memiliki pusat data hyperscale di Cikarang dan Batam. Tidak hanya berskala hyperscale, NeutraDC juga memiliki pusat data enterprise yang tersebar di beberapa titik di seluruh Indonesia. Sementara BDx Indonesia, memiliki fasilitas di seluruh pulau besar, mengoperasikan portofolio pusat data enterprise dan hyperscale di Jakarta dan Jawa Barat, mengembangkan hyperscale campus khusus di Suryacipta, Jakarta Timur, bersama dengan pengembangan greenfield yang mendukung beban kerja Artificial Intelligence (AI).

Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkom Indonesia, menegaskan, dengan semakin kuatnya kehadiran Telkom Indonesia di Asia Pasifik, akan berdampak baik terhadap kualitas layanan internet secara signifikan. Sehingga, dapat mempercepat akses informasi yang berdampak positif terhadap masyarakat secara luas.

“Hal ini juga menekankan komitmen TelkomGroup dalam memberikan layanan tanpa batas kepada pelanggan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital di regional. “Melalui kolaborasi strategis dan memanfaatkan seluruh layanan yang dimiliki, membuat kami memiliki tolak-ukur kualitas layanan. Melalui keahlian NeutraDC dan BDx Indonesia, kami yakin dapat menciptakan solusi akses informasi yang inovatif dan efisien, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang dinamis dalam menghadapi ekonomi digital regional,” ungkapnya.

Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan, tujuan besar dari Indosat Ooredoo Hutchison adalah untuk menghubungkan dan memberdayakan setiap masyarakat Indonesia.

“Kolaborasi yang disepakati melalui BDx Indonesia ini akan membantu memperkuat infrastruktur jaringan internet Indonesia secara signifikan dan mempercepat pemerataan digitalisasi dalam negeri. Dengan semangat gotong royong, kerja sama ini menunjukkan komitmen Indosat untuk membuka potensi ekonomi digital Indonesia demi kesejahteraan masyarakat luas,” ujarnya.

Dengan terjalinnya kerja sama ini, Vikram menegaskan bahwa baik Telkom maupun Indosat tidak hanya menunjukkan komitmen bersama dalam memajukan infrastruktur digital, mendorong inovasi, mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia lewat konektivitas yang lebih efisien, namun lebih lanjut keduanya semakin memperkuat posisi Indonesia menjadi pemain pusat data tingkat global dan menjadi data center hub Asia Tenggara. (rel/ram)

Kemenag Sumut Serahkan Bantuan Media Pembelajaran ke TK Amanah Labusel

BANTUAN: Kemenag Sumut menyerahkan bantuan pembelajaran kepada TK Amanah. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara (Kemenag Sumut) menyerahkan bantuan paket alat peraga berupa teknologi WiFi Router (Kios Pintar) sebagai media pembelajaran. Bantuan diserahkan Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam, Muksin Batubara.

“Bantuan tersebut merupakan program Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Republik Indonesia ke sekolah Taman Kanak-kanak (TK),” ungkap Muksin, Rabu (24/1/2024).

Bantuan itu diterima langsung TK Amanah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), yang diterima Tendci Fanny Khaiyruisya selaku Bendahara TK Amanah dan Dewi Hardillah Nasution staf Pendidikan Islam Kementerian Agama Labuhanbatu Selatan.

“Semoga dengan adanya bantuan paket ini bisa menambah kreativitas dan inovasi pembelajaran di TK. Amanah dan akan menjadi contoh untuk TK lainnya,” katanya.

Adapun paket bantuan (Kios Pintar) yang diterima dengan spesifikasi Router berkapasitas maksimal 30 siswa/guru bersama dengan dua teknologi software, server, kipin school 4.0, hybrid, download dan server perpustakaan digital plus fitur upload lokal konten (mykippin).

“Semoga bantuan ini untuk meningkatkan kreatifitasnya dan inovasi pendidikan digital serta menjadikan TK percontohan di Labusel khususnya dan di Sumut pada umumnya,” pungkasnya. (man/ram)

Kurir 10,4 Kg Sabu dan 50 Butir Ekstasi, Terancam Hukuman Mati

KETERANGAN: Saksi polisi memberikan keterangan terhadap terdakwa kasus sabu, Rabu (24/1/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Mahdi (39) warga asal Aceh terancam hukuman mati. Dia didakwa jaksa atas kasus sabu seberat 10,4 kilogram dan 50 butir ekstasi, dalam sidang virtual di ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (24/1/2024).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novalita dalam dakwaannya mengatakan, berawal pada 5 Oktober 2023, terdakwa Mahdi dihubungi oleh teman terdakwa, Bang Udin (belum tertangkap) terkait jual beli sabu seberat 5 kg.

Kemudian, lanjut JPU, terdakwa bertanya kepada Udin, apakah ikut datang bersama orang yang mau mengambil sabu tersebut. Namun, Udin mengatakan belum pasti dan akan mengirimkan nomor handphone orang yang akan mengambil sabu kepada terdakwa.

“Selanjutnya terdakwa menyiapkan sabu sebanyak 5 kg yang akan diambil oleh pembeli dengan cara terdakwa mengambil 5 bungkus sabu dari bawah meja kompor di dapur rumah terdakwa, kemudian terdakwa memasukkan sabu tersebut kedalam plastik asoi lalu narkotika jenis sabu tersebut dimasukkan terdakwa kedalam jok sepeda motor Yamaha N Max BK 6859 ALC milik terdakwa,” kata Jaksa.

Terdakwa, lanjutnya, menunggu kabar dari Bang Udin di rumah terdakwa di Jalan Karya Jaya, Gang Eka Budi, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor. kemudian sekira pukul 15.00 WIB, Bang Udin mengirimkan nomor handphone kepada terdakwa.

Singkat cerita, terdakwa membawa 5 bungkus narkotika sabu seberat 5.000 gram yang disimpan terdakwa didalam jok sepeda motor yang dikendarai terdakwa.

“Sesampainya di lokasi, terdakwa menunggu di belakang warung yang ada di jalan tersebut lalu sekira pukul 16.00 WIB datang beberapa orang laki-laki yang berpakaian preman yang ternyata adalah petugas kepolisian Polrestabes Medan,” urainya JPU.

Kemudian, petugas menanyakan nama terdakwa dan merasa curiga atas gerak gerik terdakwa kemudian melakukan pemeriksaan terhadap diri terdakwa dan menanyakan kendaraan apa yang dibawa oleh terdakwa.

Lalu terdakwa menunjuk sepeda motor yang terpakir berada 3 meter dari tempat duduk terdakwa, selanjutnya petugas kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap sepeda motor milik terdakwa tersebut.

Alhasil, petugas menemukan serta menyita barang bukti berupa 5 bungkus plastik berisi narkotika jenis sabu dari dalam jok sepeda motor milik terdakwa yang setelah dilakukan penimbangan berat bersih 5.000 gram.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pada Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” tegasnya.

Usai mendengar dakwaan, hakim ketua Lucas Sahabat Duha melanjutkan persidangan untuk mendengar keterangan saksi. (man/ram)

Ade Jona: Gibran Pantas Jadi Representasi Anak Muda Saat Ini

Cawapres nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Sumatera Utara (Sumut), Ade Jona Prasetyo mengungkapkan, Gibran Rakabuming Raka benar-benar menjadi representasi bagi anak muda saat ini.

Meskipun berhadapan dengan para senior, Gibran tidak tertekan sama sekali. Bahkan, bisa tampil offensif dan menguasai panggung.

“Kami, TKD Prabowo-Gibran Sumatera Utara bangga melihat penampilan Mas Gibran yang tenang dan menguasai panggung. Keberanian beliau menjadi representasi anak muda zaman now, selalu tenang terhadap tekanan,” ungkap Jona, Selasa (23/1/2024) malam.

Dalam bertanya, Gibran menyampaikan isu-isu dan terminologi kekinian. Mulai dari LFP dan greenflation. Hal ini membuktikan dirinya tahu betul terkait isu ini. “Bahkan, ketika ditanya dengan terminologi kekinian, Mas Gibran bisa menjawab,” tegasnya.

Pihaknya juga tidak peduli dengan adanya cacian dan cercaan yang disampaikan pendukung kandidat lain kepada Gibran terkait etika. “Selama pertanyaan zaman now dan sesuai tema, kami tidak peduli. Daripada menjawab cacian oknum-oknum itu, lebih baik kami menyebarkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Insya Allah, TKD Prabowo-Gibran Sumatera Utara akan berusaha dan yakin memenangkan Prabowo-Gibran satu putaran,” tukasnya. (dwi/ram)

Wacana Pembangunan Sekolah Negeri Unggul Bertaraf Internasional, Komisi II Minta Fokus ke Kualitas

Anggota Komisi II DPRD Medan, Syaiful Ramadhan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Komisi II DPRD Kota Medan berkomentar terkait rencana Pemko Medan untuk membangun sekolah negeri unggulan bertaraf nasional maupun internasional di Kota Medan.

Anggota Komisi II DPRD Medan, Syaiful Ramadhan mengatakan, pihaknya sangat mendukung upaya Pemko Medan dalam melakukan upaya-upaya kualitas pendidikan di Kota Medan. Namun, Syaiful berharap ada langkah yang harus diutamakan sebelum melakukan pembangunan sekolah unggul bertaraf nasional dan internasional.

“Tentu kita mendukung upaya untuk meningkatkan pendidikan di Kota Medan, salah satunya membangun sekolah unggul. Tapi saya fikir ada upaya yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum membangun sekolah unggul bertaraf nasional maupun internasional,” ucap Syaiful kepada Sumut Pos, Rabu (24/1/2024).

Dikatakan Ketua Fraksi PKS itu, adapun langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu, yakni membangun kualitas setiap sekolah di Kota Medan. Baik dari sisi fasilitas, maupun kualitas SDM yang ada didalamnya.

“Kita harus pastikan setiap sekolah negeri di Medan punya kualitas yang baik, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas setiap SDM yang ada di sekolah itu. Itu yang lebih penting untuk terlebih dahulu dilakukan, sebelum membangun sekolah unggul bertaraf nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Dijelaskan Syaiful, saat Pemko Medan membangun sebuah sekolah unggul di satu wilayah atau Kecamatan di Kota Medan, maka wilayah lainnya juga akan berharap untuk dibangunkan sekolah bertaraf yang sama.

“Akan lebih baik kalau setiap sekolah yang sudah ada di setiap kecamatan yang dibuat menjadi sekolah unggul. Dengan begitu, setiap kecamatan punya sekolah unggul bertaraf nasional ataupun internasional,” katanya.

Selain itu, lanjut Syaiful, Pemko Medan harus lebih mengutamakan skala prioritas dalam setiap pembangunan. Sementara untuk membangun sekolah unggul bertaraf internasional, dibutuhkan biaya yang sangat besar.

“Dalam menggunakan anggaran, saat ini kita harus lebih berfokus ke hal-hal yang sifatnya langsung dirasakan masyarakat. Sementara untuk sekolah bertaraf internasional, belum tentu semua masyarakat yang tidak mampu yang sekolah di sana,” lanjutnya.

Dengan kata lain, jelas Syaiful, pihaknya sangat mendukung dilakukannya upaya-upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kota Medan. Namun diharapkan, setiap kebijakan yang dilakukan dapat menyasar ke masyarakat kecil.

“Kualitas pendidikan harus terus meningkat, tapi penggunaan anggaran juga harus kita fokuskan untuk membangun kualitas hidup orang kecil di Kota Medan yang saat ini sangat membutuhkan kebijakan dari pemerintah,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pemko Medan berencana akan memperkecil jumlah sekolah-sekolah di Kota Medan. Hal itu dikakukan bukan tanpa sebab, Wali Kota Medan Bobby Nasution akan membuat sekolah unggulan baik bertaraf nasional maupun internasional di ibukota Provinsi Sumatera Utara mulai dari tingkat SD hingga SMP.

Hal itu diungkapkan Bobby Nasution saat hadir dalam kegiatan Resolusi Cipayung Plus Kota Medan di Tahun 2024 di Aula Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (11/1).

Dalam kesempatan itu, Bobby Nasution didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Benny Sinomba Siregar dan Kaban Kesbangpol Andi Mario.

“Ini masih akan kita kaji terus baik dari sisi fasilitas bangunan dan tenaga pendidiknya. Mudah-mudahan di tahun 2024 ini, bisa kita kerjakan. Mohon dukungan dan masukan dari teman-teman mahasiswa juga agar program ini bisa sama-sama kita wujudkan,” kata Bobby Nasution.

Diungkapkan Bobby, program tersebut dipandang perlu untuk dilakukan. Sebab, selama ini sekolah negeri (SD & SMP) di Kota Medan tidak jarang dinilai atau dipandang kurang bagus dibandingkan sekolah swasta. Ditambah lagi, SD dan SMP negeri menjadi pilihan terakhir bagi orang tua untuk menyekolahkan anaknya.
(map/ram)

PT PSU Unjuk Rasa di Pemprovsu, Minta Gaji Dibayar

DEMO: Ratusan karyawan PT PSU demo di Kantor Gubernur Sumut menuntut gaji dibayar.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ratusan karyawan PT Perkebunan Sumatra Utara (PSU) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Kota Medan, Rabu (24/1/2024). Massa para pekerja ini, menuntut kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut selaku pemilik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menaungi PT PSU, agar memberikan hak-hak karyawan, yang mana gaji belum dibayarkan selama dua bulan yaitu November dan Desember 2023.

Untuk diketahui, unjuk rasa ini berasal dari tiga unit usaha, yang bertugas di Kabupaten Mandailing, Kabupaten Batubara, dan Kabupaten Serdangbedagai.

Ketua Pengurus Daerah (PD) Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan (FSPPP) Sumut, Suryono mengungkapkan bahwa gaji telat dibayarkan sejak tahun 2019 lalu. Kedatangan mereka ke Kantor Gubernur Sumut, agar ada solusi diberikan Pemprov Sumut untuk memenuhi hak-hak karyawan.

“Ini sebenarnya kasusnya sudah ada sejak tahun 2019, terutama di Kabupaten Batubara. Kenapa kami datang aksi ke sini? Karena sudah tidak tertahankan lagi bagi kami. Kami sudah melakukan pertemuan dengan direksi dua kali, tapi tidak ada titik terang,” ucap Suryono, dalam orasi unjuk rasa tersebut.

Suryono mengaku, tidak mau melakukan pertemuan dengan manajemen PT PSU, karena beberapa kali dilakukan mediasi. Namun, tidak ada kepastian. Sehingga mereka meminta Penjabat (Pj) Gubernur Sumut, Hassanudin untuk merespons permasalahan tersebut.

“Kami langsung to the point saja, kami minta gaji kami dibayarkan. Jangan ada lagi pertemuan-pertemuan, kami sudah lelah. Ini perusahaan pelat merah, kalau kami berkoar-koar, malu Pemprov Sumut,” sebut Suryono.

Dia mengatakan, banyak pekerja yang tidak mampu melakukan pekerjaan karena tidak sanggup membeli makan.

“Kami mau ngutang ke kedai, sudah tidak dikasih karena sudah kebanyakan utang. Jadi perut kami ini lapar, kalau lapar kami tidak ada tenaga ngegrek sawit,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua FSPP SPSI Sumut, H Rudi menuturkan, PT PSU dan Pemprov Sumut sudah melakukan praktik perbudakan karena mempekerjakan karyawan tanpa memberikan upah.

“Ini sudah perbudakan namanya, bekerja tidak digaji. Padahal saham Pemprov Sumut ada 99 persen di PT PSU. Pertanyaan, kami kerja hasilnya ke mana?,” ucapnya.

Usai melakukan orasi, pihak Pemprov Sumut yang diwakili Kepala Biro Administrasi Sekretariat Daerah Pemprov Sumut, Lies Handayani menerima 20 orang massa aksi untuk berdialog. Dalam dialog tersebut juga dihadiri Direktur Utama (Dirut) PT PSU, Agus Salim.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati PT PSU akan mencicil membayar gaji karyawannya, sebesar 25 persen untuk dua bulan tersebut. Gaji itu akan dibayarkan pada 25 Januari 2024 atau besok.

“Hasil pertemuan dengan Karyawan, pertama sampai dengan besok, kami wajib membayarkan 25 persen gaji karyawan untuk gaji bulan desember 2023,” kata Dirut PT PSU, Agus Salim Harahap.

Agus mengatakan, dirinya juga akan segera melaporkan persoalan yang tengah dialami BUMD milik Pemprov Sumut ini, kepada Hassanudin.

“Kemudian hari Jumat akan ada pertemuan dengan PT PSU didampingi oleh Asisten dan Biro Perekonomian untuk menghadap Pj Gubernur sekaligus meminta saran dari pak Pj Gubernur untuk mengatasi problem ini,” ungkapnya.

“Kemudian dari sini sampai kehari Kamis sebelum ada pertemuan dengan pak Pj Gubernur itu, karyawan tidak dipekerjakan, yang hanya dipekerjakan adalah Security untuk mengamankan aset perusahaan,” sambungnya.

Agus menambahkan, untuk pembayaran gaji secara penuh, PT PSU akan membayarkan gaji tersebut pada minggu pertama pada Februari 2024.

“Untuk 25 persen nanti kita ajukan ke pihak komisaris untuk peminjaman dana, kemudian untuk Desember itu akan kita bahas dengan pak Pj Gubernur,” tandasnya.(gus/ram)