Home Blog Page 681

Belasan Rumah Terbakar di Perkampungan Babussalam Langkat

Petugas Pemadam Kebakaran Langkat/Sumut Pos PADAMKAN: Petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan si jago merah di Perkampungan Babussalam Langkat.

STABAT, SUMUTPOS.CO- Kebakaran hebat terjadi di Perkampungan Babussalam, Dusun II Hulu, Desa Besilam, Kecamatan Padangtualang, Langkat, Rabu (4/6/2024) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Belasan rumah dilaporkan dilahap si jago merah.

Uraiannya, 5 rumah masyarakat yang terbakar dan 9 lainnya bangunan semi permanen yang dihuni panti jompo di Perkampungan Babussalam. Informasi dirangkum, api diduga berasal dari korsleting listrik di rumah panti jompo.

Setelahnya, api menjalar luas hingga membakar 5 rumah masyarakat. Adapun rumah masyarakat yang terbakar adalah milik Asiah Soleh (65), Baki (42), Samsiah (60), Mursidin (50) dan Inang Boru (70).

Beruntung tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini. Namun, kerugian materil ditaksir mencapai Rp1 miliar.

Kasatpol PP Kabupaten Langkat, Dameka Singarimbun menjelaskan, sedikitnya 3 unit armada gajah merah meluncur ke lokasi kebakaran.

Petugas pemadam kebakaran yang berjibaku menjinakkan si jago merah berakhir pukul 04.42 WIB.

“Ya, sudah kita padamkan apinya, data korban juga sudah masuk, saat ini tim lagi bersiaga di lokasi, untuk memastikan tidak adanya potensi bara api yang masih menyala,” tukasnya. (ted/han)

Pj Bupati Langkat Buka Rakoor P3DN

FOTO BERSAMA: Pj Bupati Langkat dengan peserta Rakoor P3DN di ruang pola.Diskominfo Langkat/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO- Penjabat Bupati Langkat, H M Faisal Hasrimy menghadiri sekaligus membuka rapat koordinasi P3DN di ruang pola kantor, Selasa (4/6/2024). Rakoor P3DN digelar dalam rangka pencapaian target realisasi belanja PDN Kabupaten Langkat tahun 2024.

Pj Bupati Langkat yang akrab disapa Hasrimy ini mengajak kepada peserta yang hadir untuk melaksanakan pekerjaan dengan serius, terkhusus program P3DN.

“Kalau kita semua serius dalam melakukan P3DN, kita akan mendapat apresiasi oleh pusat. Maka, ayo kita serius melakukan pekerjaan ini,” kata dia.

Hasrimy menyebut, pemerintah pusat juga akan memberi penghargaan jika rakoor P3DN ini serius mengikutinya. Penghargaan dimaksud diberikan kepada Pemkab Langkat.

“Jadi teman-teman semua, kalau kita melaksanakan P3DN ini dengan serius, kita akan mendapatkan reward dari pusat, dan yang terpenting memiliki laporan data,” lanjut Hasrimy.

P3DN adalah peluang bagi untuk mendukung para pelaku UMKM yang telah berjuang keras untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi. Dengan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, artinya dapat memberi mereka peluang yang lebih besar untuk berkembang dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Selain itu, juga dapat turut memperkuat rantai pasokan lokal, menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi. P3DN juga memiliki dampak yang lebih luas, yaitu dalam hal lingkungan dan keberlanjutan.

Dengan mengurangi ketergantungan terhadap produk import, dapat mengurangi jejak karbon dan dampak lingkungan yang dihasilkan dari rantai pasok global yang panjang. Karenanya, hal tersebut dinilai telah memberikan berkontribusi dalam upaya global untuk mengurangi perubahan iklim dan melestarikan keanekaragaman hayati.

Hasrimy juga meminta untuk melakukan pendataan dan pelaporan secara serius serta meminta agar melakukannya secara baik. “Jadi saya minta sama kawan-kawan kali ini untuk pendataan kita serius, dan kawan-kawan semua berikanlah yang terbaik, dan tunjukkan keseriusan. Saya tahu kawan-kawan semua bisa melaksanakannya,” tukasnya. (ted/han)

Tim PKM Unimed Gelar Pengabdian di SMA Negeri 14 Medan

PENGABDIAN: Tim PKM Unimed diketuai Miftah El Fikri SE MSi melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di SMA Negeri 14 Medan.ISTIMEWA.

TIM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPM) Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar kegiatan pada 25 Mei 2024.

Tim yang diketuai Miftah El Fikri SE MSi (dosen Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi Unimed) melakukan kegiatan PKM di SMA Negeri 14 Medan. Hal ini disampaikan Miftah El Fikri SE MSi kepada Sumut Pos di Medan, Rabu (5/6).

PKM dilakukan bersama mitra usaha masyarakat yakni usaha penyewaan alat atau kebutuhan camping (outdoor) dan para siswa gerakan Pramuka di SMA Negeri 14 Medan.

Kegiatan ini juga dihadiri alumni gerakan Pramuka SMA Negeri 14 Medan yang menjadi pengelola usaha mitra yakni Alim Fatwa Camp Medan (AF Camp Medan).

Peserta kegiatan ini adalah para alumni dan siswa Gerakan Pramuka SMA Negeri 14 Medan yang merupakan pengelola usaha penyewaaan alat outdoor di Kota Medan bernama AF Camp Medan.

Para pengelola memiliki jiwa kemandirian dan kerja sama dalam mengelola usaha bersama ini dengan visi dan misi yang sama. AF Camp tumbuh sebagai salah satu pemain baru di dunia usaha penyewaan alat camping dan nantinya akan menjadi mitra di semua destinasi wisata outdoor di Sumut.

Kegiatan PKM Unimed dimulai dari pemaparan materi: Pramuka dan Kemandirian sebagai Wujud Generasi Masa Depan. Materi disampaikan Doni Amirsyah SE MSi yang merupakan pembina gerakan Pramuka SMA Negeri 14 Medan.

Materi dilanjutkan Fajar Ramadhan Siregar (Model Bisnis Penyewaan Alat Camping), Jabal Ahsan SPd MPd (Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Dini), Danny Ajar Baskoro SPd SE MPd (Digital Marketing Usaha Penyewaan Alat Camping) dan Nadia Amelia Poluan SKom MKom (Komunikasi Pemasaran Content Sosial Media).

Nadia Amelia Poluan SKom MKom merupakan salah satu pakar komunikasi digitalisasi content dan komunikasi pemasaran, juga melakukan praktik materi: Komunikasi dan Konten Pemasaran Bisnis Digital.

Para peserta menikmati kegiatan dengan menjalankan tugas yang diberikan pemateri, terutama dalam praktik pembuatan content marketing. Mahasiswa Unimed yang ikut PKM juga berkontribusi membantu pemateri dalam menyuguhkan materi dan praktik lapangan.

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00-18.00 diikuti 30 peserta. Kegiatan PKM diakhiri dengan diserahkannya bantuan dari Tim PKM Unimed kepada AF Camp Medan berupa perlengkapan outdoor (tenda, matras, dll) guna menunjang operasional usaha bersama tersebut. (dmp)

USM Indonesia Gelar Seminar Nasional Prospek Pengolahan Sampah

HARI LINGKUNGAN: Dari kanan Dr Parlindungan Purba MM, Dr Kurnya Roesad, Prof Dr Abdul Rauf dan Dr Vivi Purwandari MSi pada seminar nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kampus USM Indonesia.ISTIMEWA.

PERSOALAN sampah di Indonesia masih menjadi masalah besar karena belum dikelola dengan baik. Hal ini karena tumpukan sampah kian meningkat.

Di tahun 2023, timbunan sampah ada 69,9 juta ton per tahun. Paparan ini disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rosa Vivien Ratnawati SH MSD, Selasa (4/6).

Ia berbicara secara daring pada kegiatan Seminar Nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diselenggarakan Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia. Seminar nasional ini dihadiri Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elisabeth Purba MKes diwakili Wakil Rektor III Dr Ns Johansen Hutajulu AP, dosen dan mahasiswa USM Indonesia serta undangan lainnya.

Tema seminar yakni: Prospek Pengolahan Sampah Sumut dalam Mendukung Restorasi Lahan, Penggurunan dan Ketahanan terhadap Kekeringan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan bahwa timbunan sampah perkotaan diperkirakan akan meningkat dari 2,3 miliar ton pada tahun 2023 menjadi 3,8 miliar ton pada tahun 2050.

Selain itu terdapat 38 persen sampah global yang tidak terkelola dengan baik yang mengakibatkan pencemaran lingkungan. Akibatnya bisa menimbulkan polutan dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Belum lagi sampah yang masuk ke perairan.

”Tanpa tindakan segera dalam pengelolaan sampah, pada tahun 2050 biaya tahunan global ini bisa mencapai dua kali lipat hingga mencapai USD 640,3 miliar,” kata Rosa Vivien Ratnawati SH MSD.

Sesuai penelitian, lanjut direktur jenderal, 400 ribu hingga satu juta orang meninggal setiap tahun akibat penyakit yang berhubungan dengan pengelolaan sampah yang salah seperti diare, malaria, penyakit jantung dan kanker.

Ia menambahkan bahwa plastik menyumbang setidaknya 85 persen dari total sampah laut. Sampah plastik merupakan penyebab sebagian besar atau 36 persen produksi plastik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provsu Ir Yuliani Siregar MHP saat membuka seminar nasional mengutarakan bahwa jumlah sampah di Sumut mencapai 2,2 juta ton per tahun atau 6.242 ton per hari.

Di Sumut, sebut kepala dinas, sampah juga menjadi persoalan besar. Beberapa daerah memang memiliki tempat pembuangan akhir (TPA), namun kondisinya tidak memadai dan belum diolah menjadi energi terbarukan.

Padahal timbunan sampah bisa menimbulkan gas metan dan berbahaya kalau meledak bagi masyarakat sekitar dan menimbulkan emisi karbon.

Untuk itu, katanya, salah satu solusi, PUPR dan Pemprovsu berencana membangun TPA regional seluas 50 hektar di Deliserdang yang menjadi tempat pembuangan akhir bagi lintas daerah.
Dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) juga sudah disiapkan. Tinggal menyelesaikan ganti rugi rugi lahan dengan masyarakat.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provsu sudah membentuk bank unit sampah atau rumah hijau.

Di Belawan ada koperasi bisa mengelola sampah plastik menjadi pengganti kayu. Sedangkan untuk sampah organik bisa diolah eco enzyme. Eco Enzyme banyak fungsinya bisa untuk mengepel, pupuk, disinfektan dan meningkatkan kualitas air.

Disamping itu sedang dikembangkan budidaya magot yang bernilai ekonomi tinggi untuk mengurangi sampah buah dan sayur di pasar-pasar. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke parit. Lakukan pemilahan sampah agar lebih bermanfaat.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surakarta Kristiana Hariyanti APi MSi MM secara daring menyebutkan bahwa Surakarta sudah mampu mengatasi sampah. Tidak ada lagi tempat pembuangan sampah konvensional karena diganti TPS mobile. Kemudian membangun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).

Untuk menghasilkan energi lima mega watt dibutuhkan sampah 545 ton sampah per hari. Sementara per hari produksi sampah 245 ton. Kekurangan sampah 300 ton per hari diambil dari TPA.

Seminar nasional dengan moderator Dr Vivi Purwandari MSi (ketua Pusat Studi Rendah Karbon USM Indonesia) juga menghadirkan nara sumber Prof Dr Abdul Rauf (guru besar Konservasi Tanah dan Pengelolaan DAS Universitas Sumatera Utara), Armawati Chaniago (direktur Perkumpulan Arta Jaya) dan Dr Kurnya Roesad (Global Green Growth Institute).

Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba MM saat menutup seminar nasional meminta keseriusan semua pihak terhadap persoalan pengelolaan air, sampah dan pangan.

Mantan senator anggota DPD RI juga berharap seminar yang dilakukan USM Indonesia tersebut dapat membawa kebaikan bagi bangsa dan negara. (dmp)

Miliki 17 Paket Sabu, Pria Lajang Ditangkap Polisi

DIAMANKAN: Sat Narkoba Polres Tebingtinggi berhasil mengamankan pria lajang Hasan dengan barang bukti narkotika jenis sabu.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO- Satuan Narkoba Polres Tebingtinggi kembali mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba yang ada diwilayah hukumnya. Seorang pria lajang berinisial MH alias Hasan (28) beralamat di Jalan Bakti Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi ditangkap Sat Narkoba Polres Tebingtinggi usai dirinya diketahui memiliki narkotika jenis sabu.

Hal ini seperti diungkapkan Kasat Narkoba Polres Tebingtinggi AKP Wisnugraha Paramaartha melalui Kasi Humas AKP Agus Arianto dalam keterangannya, Selasa (4/6), bahwa penangkapan pelaku HM berdasarkan informasi dari masyarakat yang mencurigai gerak gerik pelaku dan membuat resah masyarakat sekitar lingkungan tersebut. Menindaklanjutinya, petugas melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi yang telah diketahui oleh petugas.

“Petugas Sat Narkoba dengan didampingi Kepling setempat melakukan penggeledahan terhadap rumah pelaku di Jalan Bakti Kota Tebingtinggi. Dari hasil penggeledahan tersebut, petugas berhasil menemukan 1 buah dompet yang didalamnya berisi 17 paket narkotika jenis sabu siap edar seberat 19,44 gram dari atas lantai dibelakang lemari,” jelas AKP Agus Arianto.

Dari hasil interogasi dilapangan, pelaku mengakui bahwa sabu tersebut benar miliknya yang diterima dari seorang temannya yang selanjutnya akan dia edarkan di Kota Tebingtinggi.

“Petugas Sat Narkoba masih menyelidiki kasus ini dan akan melakukan pengembangan. Dan untuk pelaku saat ini sudah mendekam di RTP Polres Tebingtinggi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tutupnya. (ian)

Institut Jantung Negara Jalin Kerja Sama dengan IHC, Upaya Tingkatkan Kesehatan Jantung

KERJA SAMA: IJN dan Pertamina Bina Medika Jalin Kerja Sama.(istimewa/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Institut Jantung Negara (IJN) Malaysia bekerjasama dengan PT. Pertamina Bina Medika IHC, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) untuk merevolusi pelatihan kesehatan, serta memajukan ilmu kedokteran.

Kemitraan tersebut ditandai melalui Memorandum of Understanding (MoU), sebagai upaya untuk meningkatkan hasil perawatan kesehatan jantung secara global dan mendorong inovasi dalam sektor ini.

IJN merupakan rumah sakit yang terunggul di Kuala Lumpur. Selama lebih dari 30 tahun, IJN telah membina reputasi cemerlang sebagai salah satu institusi perubatan terkemuka di Malaysia bagi penjagaan kardiovaskular dan toraks.

Dikenal bukan saja di peringkat tempatan tetapi juga serantau, IJN sinonim dengan kecemerlangan dan inovasi dalam penjagaan kesehatan jantung. Dedikasinya untuk terus berada di barisan depan dalam kemajuan perobatan telah mengukuhkan kedudukannya sebagai peneraju dalam bidang ini.

Sementara itu, PT Pertamina Bina Medika IHC yang berbasis di Jakarta, Indonesia merupakan operator rumah sakit milik negara yang terkenal, mengelola 36 rumah sakit, serta berafiliasi dengan 39 rumah sakit lainnya dan 172 klinik kesehatan di seluruh Indonesia.

Acara penandatanganan MOU ini, dihadiri oleh para pemimpin kunci dan pemangku kepentingan dari kedua-dua institusi. Peristiwa bersejarah ini menandakan pertemuan dua pembangkit tenaga listrik di bidang medis, berkomitmen untuk memanfaatkan keahlian dan sumber daya gabungan mereka untuk melatih bakat medis khusus dan meningkatkan perawatan pasien.

Ketua Pegawai Eksekutif IJN, Datuk Dr Aizai Azan Abdul Rahim mengatakan, kolaborasi ini dibangun di atas visi bersama untuk memperkuat pemberian layanan kesehatan sambil memberi manfaat bagi pasien di kedua dua negara.

“Komitmen IJN terhadap inovasi tidak hanya berfokus pada keunggulan klinis saja, tetapi juga melibatkan aspek-aspek seperti penelitian dan pendidikan. Selain itu, melalui inisiatif penyelidikan berterusan, IJN kekal di barisan depan inovasi perubatan, menyumbang pengetahuan berharga kepada bidang perubatan kardiovaskular,” kata Dr Aizai, dalam keterangannya, Selasa (4/6).

Selain itu, Ia mengatakan pihaknya sebagai hospital pengajaran, IJN memainkan peranan penting dalam melatih generasi profesional kesihatan yang akan datang.

“Memastikan warisan kecemerlangan dalam penjagaan jantung untuk tahun-tahun akan datang,” tutur Datuk Dr Aizai.

Ruang lingkup kolaborasi yang diuraikan dalam MOU selama tiga tahun sangat luas dan mencakup berbagai inisiatif yang bertujuan untuk mendorong pendidikan, branding, perluasan pengetahuan, layanan e-health, dan konsultasi perawatan kesehatan.

Di antara inisiatif pendidikan yang diuraikan termasuk pelatihan persekutuan dan lampiran untuk ahli jantung, ahli anestesi, ahli bedah jantung; program pertukaran dan pengembangan untuk perawat dan profesional kesehatan sekutu; dan rencana program pendidikan kedokteran berkelanjutan bersama.

Kedua belah pihak juga berusaha untuk berpartisipasi aktif dalam simposium dan konferensi yang diselenggarakan di bawah kolaborasi.

Dalam konteks yang lebih luas, kolaborasi ini juga berkontribusi pada upaya kesehatan global, khususnya melalui berbagi data dan pengetahuan kardiologi untuk memperdalam penelitian dan pengembangan medis.

Saat IJN memulai kolaborasi ini, pusat spesialis jantung tetap berkomitmen untuk mendorong perubahan positif dan meningkatkan hasil perawatan kesehatan bagi pasien secara global.(gus/han)

Pastikan Harga Beras Masih Stabil, Kadis KP3 Medan : Tidak Berdampak Terhadap Harga Kebutuhan Pokok Lainnya

Kadis KP3 Kota Medan, Gelora Kurnia Putra Ginting.

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (KP3), mengatakan bahwa kebijakan Pemerintah Pusat yang secara resmi telah menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras jenis premium dan jenis medium secara nasional, termasuk di Kota Medan, tidak berdampak terhadap kenaikan harga beras di Kota Medan.

Kadis KP3 Kota Medan, Gelora Kurnia Putra Ginting, mengatakan hingga saat ini harga beras di Kota Medan masih terpantau stabil.

“Kenaikan HET beras tidak terlalu berdampak terhadap kenaikan harga beras di Kota Medan,” ucap Gelora Ginting kepada Sumut Pos, Selasa (4/6/2024).

Dijelaskan Gelora, hal itu bisa terjadi di Kota Medan karena kenaikan harga beras di pasaran memang telah terjadi sebelum adanya penetapan HET tersebut.

“Sehingga, penetapan HET yang baru tidak lagi berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Medan,” ujarnya.

Dicontohkan Gelora, saat HET beras medium di angka Rp11.500/kg, harga rata-rata beras eceran di pasaran justru berada di atas HET. Namun saat adanya kenaikan HET beras medium menjadi Rp13.100/kg, harga rata-rata beras eceran kelas medium tetap stabil dan tidak melewati HET yang baru.

“Artinya HET tidak berpengaruh terhadap kenaikan beras. Begitu juga dengan beras jenis premium, masih di sekitar harga Rp15.000/kg dan tidak melewati HET yang baru. Padahal, HET beras premium yang baru di angka Rp15.400,” katanya.

Selain itu, sambung Gelora, ditetapkannya HET beras jenis premium dan medium juga bertujuan positif, yakni untuk melindungi para petani.

“Adapun tujuan (kenaikan HET beras) kemarin yang dimaksud, yakni untuk mengantisipasi dan melindungi petani agar pada saat panen raya, harga-harga hasil panen tidak anjlok. Jadi tujuannya justru untuk melindungi petani,” ungkapnya.

Lantas, bagaimana pengaruh kenaikan HET beras dengan kenaikan harga bahan pokok lainnya? Gelora mengatakan bahwa kenaikan HET beras juga tidak berdampak kepada harga komoditas lainnya. Pasalnya, kestabilan masing-masing harga komoditas bahan pokok tergantung dari ketersediaan pasokan.

“Kenaikan HET beras belum mempengaruhi untuk komoditas lain. Karena apapun ceritanya, ini tergantung pasokan dan permintaan juga. Kalau ketersediaannya terus ada dan mampu memenuhi permintaan, pasti harganya akan terus stabil. Apapun itu komoditasnya,” terangnya.

Oleh sebab itu, lanjut Gelora, untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok tersebut, Pemko Medan akan terus berusaha untuk menjaga ketersediaan stok bahan pangan agar tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Medan.

“Jadi untuk menjaga kesetabilan harga bahan pokok, baik beras dan harga komoditi lainnya, kita dari Pemko Medan terus berupaya untuk menjaga ketersediaan dan pasokannya agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
(map/han)