26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 689

Lomba Kreafor Pemuda Piala Wali Kota Medan, Ajang Mengasah Ketangkasan Pelajar Dalam Baris Berbaris

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 20 Tim Pelajar dari perwakilan sekolah tingkat SMA, SMK dan MA mengikuti lomba Kreafor (Kreasi Formasi) Pemuda yang memperebutkan piala Wali Kota Medan Bobby Nasution di lapangan Cadika, Medan Johor, Sabtu (10/2/2024). Selain piala Wali Kota Medan, pemenang dalam lomba Kreafor Pemuda yang digelar Dispora Kota Medan ini juga akan mendapatkan piagam dan uang pembinaan.

Pembukaan lomba Kreafor Pemuda ini ditandai dengan upacara yang dipimpin Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Kadispora Damikrot Harahap yang diikuti seluruh peserta lomba. Hadir Kabid Layanan Kepemudaan Dispora Muhammad Rizki Husni, Tim Juri dari Kodim 0201/Medan dan Kopasgat Medan serta pendamping peserta lomba Kreafor Pemuda.

Dalam sambutannya Kadispora Damikrot Harahap mengatakan lomba kreasi pasukan baris-berbaris merupakan kegiatan ekstrakurikuler positif di kalangan para pelajar sekolah menengah.

“Kegiatan lomba Kreafor ini tidak hanya mengasah pelajar dalam ketangkasan baris-berbaris, formasi barisan maupun sistematika tata Upacara, lomba kreasi ini juga merupakan sarana latihan kedisiplinan kita sikap mental dan perilaku fisik prima serta semangat dan kekompakan antar sesama pelajar”, jelasnya.

Ditambahkan Damikrot, lomba Kreafor ini tidak hanya membentuk pengetahuan sikap dan perilaku tetapi juga ditambahkan akan nilai-nilai estetika yang berangkat dari kreativitas setiap peserta untuk dapat menunjukkan nilai-nilai positif.

“karena saya yakin kalian adalah siswa-siswi yang terbaik yang diutus oleh sekolah kalian masing-masing”, kata Damikrot seraya menambahkan kegiatan ini juga upaya dalam mewujudkan visi misi bapak Wali Kota Medan Bobby Nasution khususnya di bidang Kepemudaan.

Dijelaskan Damikrot, kegiatan lomba kreasi memperebutkan piala Wali Kota Medan ini juga sudah menjadi ajang tahunan namun pernah terhenti dikarenakan wabah Covid-19. Oleh karena itu Dispora berharap bagi para siswa yang ikut lomba agar mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin serta upayakan apa yang akan ditampilkan nanti memiliki nilai orisinalitas.

“Kepada yang peserta yang ikut lomba saya berpesan agar terus menjaga sportivitas, jadikanlah persaingan untuk menambah pertemanan antar sesama kalian. Artinya lomba ini menjadikan kalian untuk memiliki orientasi akan nilai persatuan dan kesatuan kepada sesama rekan satu sekolah tetapi juga persatuan dan kesatuan antar sekolah yang berbeda, sehingga jadikanlah kegiatan ini sebagai sarana untuk membina persahabatan dan saling kenal”, sebut Damikrot.

Damikrot juga berpesan kepada para pelajar yang mengikuti lomba untuk selalu menjauhi narkoba karena narkoba adalah batu sandungan bagi prestasi kalian, artinya semakin banyak generasi muda yang bebas narkoba maka kota Medan memiliki harapan untuk lebih berkembang di masa mendatang.

“Selamat mengikuti lomba Kreafor pasukan baris-berbaris bagi para pemuda kota Medan dan pada seluruh peserta tampilkanlah yang terbaik demi mengharumkan nama sekolah dan tetap menjaga nama baik nama baik sekolah kalian masing-masing”, pintanya.

Sebelumnya Kabid Layanan Kepemudaan Dispora Muhammad Rizki Husni, mengungkapkan lomba Kreafor Pemuda ini diikuti 20 tim Pelajar/ Pemuda dari perwakilan SMA, SMK dan MA di kota Medan. Peserta yang mengikuti lomba yang memperebutkan piala Wali Kota Medan ini tidak dikenakan biaya alias gratis.

“Terdapat empat kategori dalam lomba Kreafor Pemuda yaitu kreasi formasi, kostum terbaik, komandan terbaik dan suporter terbaik. Masing-masing dari pemenang nantinya akan mendapatkan tropi, piagam dan sejumlah uang pembinaan dengan total hadiah sebesar Rp 30 juta”, jelas Rizki.

Sementara itu salah satu peserta lomba Kreafor Pemuda,dari SMA Negeri 19 Medan, Muhammad Hadian Raffi, mengaku sangat senang bisa mengikuti lomba Kreafor Pemuda ini, sebab melalui kegiatan ini kami bisa mengasah kemampuan dan skill dalam kreasi narasi dan gerakan formasi.

“Sebelum mengikuti lomba kami sudah latihan sekitar satu Minggu. Dalam lomba ini kami membentuk formasi tentang kepemimpinan dengan jumlah anggota 13 orang”, jelasnya.(rel/sih)

Ahok Jadi “Senjata” Ganjar untuk Lawan Prabowo-Gibran

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pengamat politik, Ujang Komarudin meyakini, munculnya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat masa kampanye Pemilu 2024, menjadi “senjata” bagi PDIP untuk menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Sejak mundur dari Komisaris Utama Pertamina, Ahok langsung turun mengkampanyekan pasangan calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Pilpres 2024. Pada kampanye yang dijalaninya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengeluarkan beberapa pernyataan kontroversial yang salah satunya menyebut Gibran tak bisa bekerja.

Pernyataan tersebut lalu dianggap Ujang sebagai ciri khas Ahok, karena kerap berbicara dengan nada tinggi dan tendensius. “Ahok itu kontroversi gitu ya. Dia mulutnya nggak bisa dijaga, tembak sana tembak sini,” kata Ujang dalam keterangannya, Jumat (9/2/2024).

“Dirinya sendiri punya banyak kekurangan dan kelemahan. Ya apapun itu, itu adalah pilihan Ahok, pendukung Ganjar-Mahfud, karena dia kader PDIP,” imbuhnya.

Ujang melanjutkan dengan keberadaan Ahok di tengah masa kampanye juga sebagai amunisi PDIP menyerang pasangan Prabowo-Gibran. “Saya lihat dia ada di PDIP, karena dia kader PDIP. Dan suka tidak suka, senang tidak senang harus mendukung Ganjar-Mahfud kan di situ,” ucapnya.

“Lalu, apakah Ahok senjata Ganjar-Mahfud untuk menggerus pasangan Prabowo-Gibran? Nah kelihatannya (memang) menjadi salah satu amunisi ya dari PDIP, dari Ganjar-Mahfud untuk menyerang Prabowo-Gibran,” jelasnya lagi.

Kendati meyakini Ahok menjadi penyerang untuk PDIP, Ujang melihat pernyataan-pernyataan tersebut tidak akan menggerus elektabilitas Prabowo-Gibran. “Jadi, kayanya dari senjata menjadi amunisi Ganjar-Mahfud untuk menyerang Prabowo-Gibran terus menyerang Jokowi. Terus, apakah nada sumbang Ahok membuat pindah pemilih Prabowo-Gibran? Enggak. Enggak gampang, enggak ada pengaruhnya gitu,” ujarnya.

“Jadi kembali kepada serangan Ahok, apakah nanti akan berpindah pemilih suara dari Prabowo ke Ganjar? Enggak. Karena saat ini, masyarakat sudah memiliki pilihan masing-masing termasuk pilihan memilih Prabowo-Gibran,” pungkasnya. (adz)

Revisi UU Desa, Dedi Iskandar Ingatkan Peningkatan SDM Hingga Pengelola Dana Desa

Anggota DPD RI, Dedi Iskandar Batubara.(ist/ Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aksi demontrasi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia atau Apdesi yang berlangsung selama ini membuahkan hasil persetujuan revisi Undang-Undang (UU) Desa. Pada Selasa (6/2) kemarin, tergambarkan rasa syukur atas upaya memperjuangkan aspirasi dari perangkat pemerintahan terkecil di negeri ini.

Tuntutan penambahan masa jabatan menjadi satu dari beberapa aspirasi agar revisi UU Desa segera dilakukan oleh lembaga legislatif. Hal tersebut menurut Anggota DPD RI, Dedi Iskandar Batubara telah membawa angin segar, sehingga para demonstran dari Apdesi mengungkapkan rasa syukur atas langkah itu.

Alasannya adalah, sesuai dengan semangat ‘Membangun Desa Menata Kota’, agar masyarakat memperoleh manfaat dari pembangunan secara langsung.

“Semangat ini tentu menjadi perhatian kita, bahwa berdasarkan pengalaman, keberadaan UU Desa tahun 2014, masih belum cukup mengoptimalkan perkembangan pembangunan di tingkat pedesaan. Walaupun secara fisik, sebagian besar mengalami peningkatan dengan adanya dana desa yang dikelola langsung oleh Pemdes,” ujar Dedi Iskandar Batubara, Sabtu (10/2).

Sambutan itu, kata Dedi Iskandar Batubara, tentu seiring dengan ekspektasi (harapan) yang besar sekaligus tuntutan kebutuhan bagi pembangunan desa yang berkelanjutan. Sehingga tujuan ‘Desa yang Mandiri, bukan hanya dari segi fisik, tetapi menyeluruh dan membawa masyarakatnya menjadi sejahtera.

Penambahan masa jabatan kepala desa dari yang sebelumnya 6 tahun menjadi 8 tahun, menurut Dedi bukan hanya soal waktu, kewenangan dan keleluasaan mengurus desa. Namun di balik itu, justru tersimpan tanggungjawab yang besar, agar revisi UU Desa ini, bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Terutama yang selama ini belum dirasakan optimal atas pengelolaan dana desa tersebut.

“Semangatnya kan untuk stabilitas dan keberlanjutan pembangunan, hingga mengurangi biaya pelaksanaan pemilihan kepala desa yang jumlahnya 74 ribu desa. Karenanya kita berharap revisi Undang-Undang ini, didukung dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam hal pengelolaan dana desa oleh perangkat desa. Utamanya adalah perencanaan pembangunan,” ungkap Ketua Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU) DPD RI ini.

Dari aspek perencanaan tersebut, Dedi Iskandar Batubara berharap pemerintah memberikan pendampingan yang lebih serius dan profesional. Apalagi pengelolaan dana desa, menurutnya sudah harus selevel kualitasnya dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tingkat kabupaten.

“Ada rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes), oleh Kepala Desa bersama BPD dan perangkat desa, termasuk kepala dusun. Semuanya terlibat dalam menentukan program pembangunan di desa. Sehingga aspirasi ini tidak dianggap sebagai ajang mengakomodir kepentingan kekuasaan seorang kepala desa,” kata Ketua PW Al-Washliyah Sumut ini.

Terkait itu, Dedi mengingatkan juga tentang pembangunan sektor potensial di desa. Setelah selama ini, yang ditampilkan adalah peningkatan infrastruktur jalan, hingga yang berbau fisik. Beberapa menggunakan dana desa membangun badan usaha milik desa (BUMDes), namun belum terlihat maksimal.

“Dengan masa jabatan 8 tahun, kita berharap kepala desa bersama perangkatnya dapat mengelola dana desa, untuk kepentingan yang substansial. Sehingga persoalan mendasarnya adalah perencanaan, melalui fokus RPJMDesa. Kebanyakan kita tidak melihat arah pembangunan, kecuali dalam bentuk fisik,” sebut Dedi Iskandar Batubara.

Namun tidak hanya kapasitas dan kualitas SDM perangkat desa atau perencanaan pembangunan yang berkelanjutan, Dedi Iskandar Batubara juga melihat bahwa persoalan hukum masih menjadi momok seram bagi keberadaan kepala desa dengan adanya dana desa yang dikelola sendiri. Sebab sudah banyak contoh kasus yang menjerat aparatur Pemdes.

“Saya sebenarnya tidak mau melihat itu dari sisi tindak pidana, apakah korupsi dan lain sebagainnya. Tetapi bagaimana peluang (curang) itu dikunci melalui dua faktor utama tadi, ditambah dukungan lembaga hukum yang mendampingi. Ini agar kepala desa tidak khawatir atau waswas dalam menajalankan programnya,” sebut Calon DPD RI Nomor urut 7 asal Sumut.

Pandangan lainnya menurut Dedi Iskandar Batubara adalah bagaimana kegiatan-kegiatan pelatihan yang memakan biaya, berlangsung serius dan bukan seremonial. Bahkan bila perlu, pemerintah menyiapkan sumber daya pelatih di bidangnya masing-masing untuk megedukasi perangkat desa.

“Jadi pendamping desa yang sudah ada selama ini, juga bisa terbantu dengan uluran tangan pemerintah menurunkan semacam mentor ya. Jadi pelatihan dengan jumlah ratusan orang, yang dibuka oleh kepala daerah, seperti dilakukan selama ini, kan merepotkan. Harus persiapan besar, yang biayanya mahal. Saya kira langkah-langkah yang lebih substansial sangat jauh lebih berguna daripada seremonial,” jelasnya.

Untuk itu, Dedi Iskandar Batubara menyampaikan apresiasi atas revisi UU Desa ini. Sekaligus mengharapkan agar kehadiran Pemerintah Desa membawa kemaslahatan bagi masyarakatnya, menuju desa yang mandiri.

Tidak hanya itu, sebelumnya Dedi Iskandar Batubara juga mengusulkan agar aspirasi terkait kejelasan status perangkat desa, yang perlu diperjuangkan hingga tertuang dalam Undang-Undang tentang Desa (revisi UU Nomor 6/2014 tentang Desa).

“Ini momentum yang tepat menurut saya, dalam rangka usulan perubahan Undang-Undang Nomor 6 tentang Desa, yang sebelum ini tidak memperjelas status perangkat desa. Apakah mereka PNS, PPPK atau honor. Karenanya saya kira, revisi ini menjadi sangat strategis,” ujar Dedi Iskandar Batubara.(gus)

Prabowo Subianto Bantu Kaki Palsu Penyandang Disabilitas

KAKI PALSU: Prabowo Subianto menyerahkan kaki palsu dan pembiayaan perobatan lanjutan Nabila Febrianti dan belasan Penyandang Disabilitas (ist)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO- Ketua Barisan Pengusaha Pejuang (BPP) Labuhanbatu, Chepy Aditya mengapresiasi kebijakan Calon Presiden (Capres) RI, Prabowo Subianto menyerahkan kaki palsu dan pembiayaan perobatan lanjutan Nabila Febrianti, anak perempuan yang tertabrak truk saat menyelamatkan kucing di Kabupaten Labuhanbatu.

Chepy Aditya merasa terharu dengan kepedulian sosok Prabowo Subianto dalam membantu pengobatan Nabila sejak dibawa ke Jakarta hingga sampai sekarang.

“Ini bentuk sosok seseorang yang peduli dengan rakyatnya. Menyempatkan waktu di balik kesibukannya selama kampanye pilpres ada tetap hadir diantara orang yang membutuhkan. Bahwa, perhatian welas asih Prabowo kepada Nabila juga adalah simbolik kepribadiannya terhadap masyarakat kecil,” kata Chepy Aditya, Jumat 9 Februari 2024 di Rantaupapat.

Chepy mendapat informasi bersama belasan penyandang disabilitas lainnya, Nabila Febrianti mendapat perhatian empati dari Prabowo Subianto. Penyerahan kaki palsu dilakukan Kamis 8 Februari 2024 di Rumah Sakit Kemenhan RI Dr Suyoto. Nabila menjalani pengobatan dan pasca pengobatan selama 8 bulan di RS Suyoto.

Kaki Nabila bocah di Kabupaten Labuhanbatu ini harus diamputasi karena kakinya hancur terlindas truk saat menyelamatkan kucingnya di Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, pada 21 Juli 2023 lalu.

Saat kejadian, kucing peliharaan korban tiba-tiba berlari menyeberangi jalan. Korban pun sontak berlari untuk menyelamatkan kucingnya itu. Namun, naas, pada saat yang bersamaan, sebuah truk melintas hingga akhirnya melindas kaki korban.

Sosok Nabila Febrianti harus dilakukan perawatan lanjutan di Rumah Sakit milik Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Dr Suyoto. Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) sempat menjenguk Prabowo Nabila ketika Sabtu (12/8/2023) itu.

Prabowo membawa boneka beruang coklat untuk Nabila. Dia pun menyampaikan kata-kata penyemangat untuk Nabila, serta memegang bahu Nabila. (fdh/ram)

Hormati Peran Pers, Prabowo Sosok yang Menjujung Tinggi Kebebasan Berpendapat

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Sumatera Utara (Sumut), Ade Jona Prasetyo mengungkapkan, Prabowo Subianto merupakan sosok yang menghormati peran pers bagi masyarakat. Calon presiden nomor urut 02 itu sangat menjunjung tinggi nilai kebebasan berpendapat dan para jurnalis adalah pilar utamanya.

“Pak Prabowo sempat mengunjungi PWI pada 4 Januari silam. Ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan Hari Pers Nasional. Peran pers dalam memberikan informasi, memengaruhi masyarakat, mengedukasi masyarakat dan memberikan hiburan sangat vital,” ungkap pria yang akrab disapa Jona ini, Jumat (9/2/2024).

Pria yang maju di Pileg DPR RI Dapil Sumut 1, nomor urut 2 dari Partai Gerindra tersebut menjelaskan, Prabowo menjunjung tinggi pers yang bebas. Menurutnya, pasangan Gibran itu mengerti asas demokrasi. Sehingga kebebasan pers merupakan sebuah keniscayaan.

“Saya tahu betul Pak Prabowo maupun Mas Gibran. Keduanya sangat menjunjung tinggi kebebasan pers. Marah sekali beliau ini kalau tahu ada dengar pers yang dibungkam kebebasannya. Pokoknya untuk Pak Prabowo, kebebasan pers ini mutlak dan tidak bisa ditawar. Pers adalah bagian dari edukator primer, khususnya di era teknologi sekarang,” sebutnya.

Dia menambahkan, keyakinan dan semangat Prabowo merupakan tekad yang harus dijaga bersama. Jona juga bersedia menjadi bagian dari kebebasan demokrasi dengan cara mendorong kebebasan pers sebagai pahlawan demokrasi.

“Di mata Pak Prabowo, pers ini pahlawan demokrasi. Kami TKD Prabowo-Gibran Sumatera Utara dan para relawan sepakat akan hal ini. Di era teknologi ini pers punya peran besar untuk penyebaran informasi secara merata. Ini juga bagian dari patriotisme kita. Sebab, pers sudah diakomodasi oleh UU Nomor 40 tahun 1999. Bersama Prabowo-Gibran, Insya Allah kebebasan pers sebagai pilar demokrasi akan terus kita dorong,” tambahnya. (dwi/ram)

Pastikan Kamtibmas Kondusif, Polsek Kotarih Bersinergi dengan TNI-Polri Lakukan Pendekatan

BERAS: Wakapolsek Kotarih Ipda Brinen bersama bhabinkamtibmas dan Danramil saat berikan beras kepada Bapak Umar.

SERDANGBEDAGAI, SUMUTPOS.CO- Polsek Kotarih, Polres Serdangbedagai (Sergai), dan Koramil 17/KTR Kodim 0204/Deliserdang melakukan pendekatan sosiologis ke masyarakat lewat kegiatan ‘siap peduli’ pada Jumat (9/2/2024) di Dusun II Desa Banjaran Godang Kecamatan Kotarih Kabupaten Serdangbedagai.

Kapolsek Kotarih Iptu Mula Purba didampingi Wakapolsek Ipda Brimen, mengatakan pendekatan sosiologis ini dengan melaksanakan program ‘siap peduli’ dengan memberikan bahan pangan kepada warga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

“Esensi pendekatan sosiologis ini merupakan implementasi kepedulian TNI-Polri sebagai insan makhluk sosial kepada warga kita yang kurang mampu dengan memberikan bantuan bahan pangan,” terang Kapolsek didampingi Kanit Sabhara Aipda Noman Purba, Koptu Sugianto dan Bripka H. Simanjuntak.

Perlunya pendekatan sosiologis yang merupakan sebuah kajian ilmu yang berkaitan dengan aspek hubungan sosial manusia antara satu dengan yang lain dan dapat menciptakan dampak positif yang besar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang kondusif.

Program ‘siap peduli’ bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga menunjukkan kepedulian untuk mendukung kesejahteraan sosial dan mengurangi beban ekonomi bagi keluarga yang membutuhkan.

“Kita bersyukur personel kita Bhabinkamtibmas dan Babinsa dapat bersinergi dengan baik dalam pelayanan masyarakat dengan melakukan pendekatan sosiologis dan humanis, guna ciptakan kamtibmas kondusif,” pungkasnya.

Penerima bantuan, Umar memberikan respon positif pada kegiatan ‘siap peduli’ yang digaungkan Polsek Kotarih dan Koramil 17/KTR dengan memberikan bantuan bahan pangan kepada warga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

“Saya dalam keadaan sakit dan hidup sendiri dalam keterbatasan, saya sangat senang kepedulian Kapolsek, Danramil yang menanyakan kondisi warga dan memberikan bantuan sembako, saya hanya bisa mendo’akan Bapak-Bapak terimakasih,”ujarnya. (fad/ram)

Presiden Joko Widodo Pastikan Progam JKN Berjalan Optimal dan Berkelanjutan

BERTEMU: Presiden RI Joko Widodo ketika bertemu dengan 1.500 penerima JKN di Gedung Olahraga Asber Nasution Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menyapa langsung peserta JKN sebanyak 1.500 orang di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Olahraga (Gor) Asber Nasution Jalan Gunung Lauser Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Rabu (7/2/2024) sore.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, bersama Pj Gubernur Sumatera Utara, Hasanuddin, Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani serta Steakholder yang ada.

Presiden Jokowi menegaskan pentingnya Program JKN sebagai bentuk jaminan kesehatan yang komprehensif bagi seluruh warga negara. Menurutnya kesehatan adalah investasi masa depan bangsa. Melalui Program JKN, pemerintah memberikan perlindungan kesehatan yang luas dan terjangkau bagi masyarakat.

“Saat ini terdapat lebih dari 96,7 juta peserta JKN yang iurannya ditanggung oleh negara. Capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia,” ucap Jokowi.

Jokowi juga menekankan komitmen pemerintah dalam menyediakan fasilitas kesehatan yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Dikatakan bahwa pemerintah terus berupaya memastikan bahwa setiap warga negara dapat mengakses layanan kesehatan yang berkualitas, tanpa terkecuali.

“Meski sudah tersedia rumah sakit, peserta JKN dapat mengakses layanan kesehatan di FKTP terlebih dahulu bila sakit ringan. Jangan semuanya ke rumah sakit, karena bila demikian maka antrean di rumah sakit akan menjadi panjang dan tidak maksimal dalam melayani peserta JKN,” jelas Jokowi.

Jokowi juga mengatakan, kesehatan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan bangsa. Dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Indonesia dapat terus maju dalam mencapai kesejahteraan dan kesehatan yang merata.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa Program JKN telah menjadi program strategis pemerintah yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan capaian kepesertaan JKN yang semakin tinggi. Per 1 Februari 2024, terdapat 267,87 juta atau 95,97 persen dari total penduduk Indonesia yang telah terdaftar sebagai peserta JKN.

“Di Kota Tebingtinggi sendiri, seluruh penduduk telah terdaftar sebagai peserta JKN dan menyandang predikat Universal Health Coverage (UHC). Capaian ini tentu berkat dukungan yang luar biasa dari pemerintah dan seluruh stakeholder yang terlibat dalam menyukseskan Program JKN,” ujar Ghufron.

Ghufron menekankan, dengan semakin tingginya jumlah peserta JKN juga perlu diimbangi dengan jumlah fasilitas kesehatan yang mumpuni untuk melayani peserta JKN. Saat ini terdapat 23.639 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.120 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia.

“Terdapat 19 FKTP dan 6 FKRTL di Kota Tebingtinggi yang telah menjadi mitra BPJS Kesehatan. Dari jumlah tersebut, beberapa rumah sakit telah menyediakan layanan canggih bagi peserta JKN, seperti CT-scan, ekokardiografi, pemeriksaan appendicogram dan mammografi,” tambah Ghufron.

Peningkatan jumlah fasilitas kesehatan ini tentu akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang diterima oleh peserta JKN. Ghufron juga menyebutkan bahwa jumlah pemanfaatan layanan di fasilitas kesehatan meningkat drastis. Pada tahun 2023, terdapat 606,7 juta pemanfaatan atau 1,6 juta pemanfaatan per hari, baik pelayanan sehat dan pelayanan sakit.

“Dari total pemanfaatan yang ada, pada tahun 2023 tercatat 29,73 juta kasus penyakit berbiaya katastropik dengan beban pelayanan kesehatan mencapai lebih dari 34,7 triliun rupiah. Penyakit jantung merupakan penyakit dengan biaya terbesar sejumlah 20,04 juta kasus dengan beban pelayanan kesehatan mencapai lebih dari 17,6 triliun rupiah,” kata Ghufron.

Ghufron mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit. Seperti mengonsumsi makanan yang bergizi, berolahraga secara teratur, dan kelola stres dengan baik.

“Apa yang sudah dan akan dicapai oleh BPJS Kesehatan merupakan manifestasi dari doa dan ikhtiar kita bersama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera, terutama melalui Penyelenggaraan Program JKN. BPJS Kesehatan senantiasa memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan setara bagi masyarakat Indonesia. Dengan masyarakat yang sehat, Indonesia dapat menjadi negara yang bersaing di kancah dunia,” pungkas Ghufron.

Manfaat besar tersebut langsung dirasakan oleh Farida, salah satu peserta JKN yang memiliki riwayat penyakit pada kelenjar getah bening. Ia menuturkan bahwa selama menjalani perawatan di rumah sakit hingga sembuh semuanya ditanggung oleh Program JKN

“Saya pernah melakukan operasi kelenjar getah bening. Beruntung, berkat pemerintah yang telah menghadirkan Program JKN ini meringankan saya dari segi finansial. Tak terbayangkan berapa uang yang harus saya keluarkan bila tidak ditanggung oleh Program JKN ini,” cerita Farida

Tidak hanya itu, Sumiati yang juga merupakan peserta JKN menjadi salah satu saksi manfaat kehadiran Program JKN. Sumiati menyatakan bahwa dirinya telah merasakan manfaat langsung dari Program JKN .

“Saya merasakan manfaat besar menjadi peserta JKN, seperti mengakses layanan kesehatan untuk pemeriksaan mata. Dari awal periksa sampai selesai semuanya tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun. Bahkan, kacamata yang saya dapat juga ditanggung oleh Program JKN, terima kasih Program JKN,” ucap Sumiati. (ian/ram)

Bobby: Jangan Sombong Kali, Medan Juga Bangun Stadion

BERSAMA: Tokoh Muda Indonesia asal Sumut, Bobby Afif Nasution bersama Istri dan Ketua TKD Prabowo Gibran Sumut, Ade Jona Prasetyo. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Tokoh muda Indonesia asal Sumatera Utara (Sumut), Bobby Afif Nasution mengungkapkan, saat ini sepak bola Indonesia jauh lebih maju dari sebelumnya sejak ditangani Erick Thohir. Hal ini dilakukan karena keseriusan dalam melakukan pembinaan dan telah dibuktikan.

“Yang kita hadirkan ke sini, bukan hanya yang cakap-cakap saja. Yang omongin sepakbola yang hari ini kita buktikan. Yang buat sepak bola maju, orangnya ada di sini,” ujar Bobby saat Konser Musik Koalisi Indonesia Maju di Stadion Baharoeddin Siregar, Deliserdang, Rabu (7/2/2024).

Erick Thohir sendiri merupakan bagian dari pendukung Prabowo dan Gibran. Apabila pasangan ini memenangkan kontestasi Pilpres 2024, tentunya Erick akan memberikan masukan bagaimana memajukan sepak bola Indonesia.

“Bang Erick Thohir Ketua PSSI yang pastinya akan mendukung dan memberikan masukan ke Pak Prabowo dan Mas Gibran,” sambungnya.

Bobby melanjutkan bila Capres-Cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, maka akan semakin memajukan generasi muda di Sumut.

Ia pun menyindir soal pembangunan stadion sepakbola megah di Indonesia. “Kalau hanya perkara bangun stadion, Mas Gibran pun bangun stadion di Solo. Jadi, jangan sombong-sombong kali. Kita pun di Medan bisa juga bangun stadion, cocok,” ungkap Bobby.

Lebih lanjut, Bobby mengatakan kalau pembangunan stadion gampang dilakukan kalau ada anggaran. “Bangun stadion itu kalau anggarannya ada, bisa. Jadi, jangan sombong-sombong kali,” tukasnya. (dwi/ram)

Harga Rp 13 Ribu Per 2 Kg, PBB Gelar Bazar Beras Murah Di Sejumlah Titik di Sumut

PBB Gelar Bazar Beras Murah Di Sejumlah Titik di Sumut.(Ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Partai Bulan Bintang (PBB) menggelar bazar beras murah di 200 titik dengan total 470 ton beras dengan harga Rp 13 ribu per 2 kilogram untuk jenis premium.

Kegiatan bazar yang digelar partai yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra ini merupakan terobosan baru dengan berbagai program nyata. Ini juga upaya untuk menembus syarat ambang batas parlemen 4 persen.

Ketua Pelaksana program bazar beras murah, Yuri Kemal Fadlullah menjelaskan, PBB harus hadir ditengah-tengah masyarakat untuk mendengarkan dan memberikan solusi nyata untuk masyarakat.

“Program Bazar Beras Murah adalah bukti nyata dari Partai Bulan Bintang tentang kepedulian terhadap masyarakat. Ini adalah program inisiasi ketua umum Prof Yusril Ihza Mahendra yang secara resmi digelar di 200 titik lokasi di Indonesia,” kata Kemal dalam keterangannya, Jumat (9/2).

Dia mengatakan, program bazar beras murah inisiasi ini sekaligus menjawab aspirasi dari masyarakat, tentang kebutuhan bahan pokok seperti beras, dengan langkah itu PBB konsisten mengawal aspirasi masyarakat.

“Dalam rangka mewujudkan PBB Menang Sembako Murah, semoga bisa sama-sama berjuang dengan masyarakat dalam mencapai target lolos parlemen 4 persen,” ungkapnya.

Untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut) sendiri, DPW PBB dan DPC PBB bersama para Caleg dari PBB sudah menggelar bazar beras murah ini dapil Sumut I, Deli Serdang, Kota Medan, dan Dapil Sumut II, Labuhanbatu, Kota Padang Sidempuan, dan Kota Sibolga.

Bazar ini merupakan titik pertama yang digelar di Deli Serdang dan Padang Sidempuan dilaksanakan oleh (Parsaulian) sedangkan di kota sibolga dilaksanakan Hj Nur Arifah.SKM (Caleg dan ketua DPC Kota Sibolga).

Caleg DPR RI Fera Novita, mengatakan bahwa Bazar Beras Murah ini merupakan bentuk kepedulian PBB terhadap kebutuhan pokok masyarakat Sumut. Khususnya di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit.

“Maka dari itu besar harapannya pasar beras murah ini bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. PBB akan selalu hadir ditengah-tengah masyarakat. Termasuk dengan solusi atas setiap keluhan dari masyarakat tentang harga kebutuhan pokok dan dengan menyediakan beras murah. Ini adalah salah satu bentuk kepedulian PBB terhadap rakyat,” kata Fera.

Sementara itu, Ketua DPW PBB Sumut, Awwaludin menambahkan bahwa Bazar Beras Murah ini merupakan salah satu program unggulan PBB dalam rangka membantu masyarakat dan meningkatkan elektabilitas PBB dalam Pemilu 2024.

“Kemudian dengan Program Pendidikan, kesehatan dan ekonomi, PBB sangat berkomitmen untuk terus membantu masyarakat dan mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera sesuai dengan tagline PBB Menang Rakyat Senang,” kata Awwaludin.

Dia menjelaskan, Program Bazar Beras Murah yang disalurkan oleh Ketua Umum dan Ketua Pelaksana merupakan langkah tepat untuk memberikan motivasi dalam meraih target suara 4 persen nasional.

“Selain bisa membantu masyarakat, program bazar beras murah adalah program yang tepat untuk memenangkan PBB di setiap daerah,” tegasnya.

Bazar Beras Murah PBB di Dapil Sumut I dan II ini mendapat sambutan yang positif dari masyarakat. Ratusan warga antusias mengantri untuk membeli beras murah.

“Saya sangat senang dengan adanya Bazar Beras Murah ini. Harganya jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran. Sangat membantu sekali,” kata Indah, salah seorang warga.

Bazar Beras Murah PBB di Dapil Sumut I dan II ini akan terus berlanjut di Langkat dan titik lainnya. PBB berharap program ini dapat membantu masyarakat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap PBB.

Chairunisa Adinda Yakin Raih Emas PON 2024

Chairunisa Adinda Putri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut merupakan yang kedua bagi Chairunisa Adinda Putri. Atlet loncat indah asal Kota Medan ini pun yakin mampu meraih medali emas.

“Dengan latihan yang sungguh-sungguh, support system yang hebat dari keluarga, pelatih, juga rekan latihan, InsyaAllah saya yakin bisa meraih emas di PON 2024,” ujar Chairunisa Adinda Putri.

Ini merupakan PON kedua bagi Chairunisa Adinda. Sebelumnya atlet berusia 21 tahun tersebut telah tampil pada PON Papua 2021. Saat itu, dia masih gagal menyumbangkan medali, karena hanya berada di posisi kelima.

“Pada PON Papua tahun 2021 lalu, saya peringkat kelima di nomor Event Synchro Women Springboard 3 meter dan Synchro Women Platform 5 meter,” ungkap mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi tersebut.

Pada PON kali ini, putri pasangan Yedri Saputra dan Vivi Chairina tersebut tidak ingin gagal lagi. Dia membidik medali emas dari dua nomor yang akan diikuti, yakni Synchro Mix Springboard 3 meter dan Synchro Women Springboard 3 meter.

“PON 2024 ini akan digelar di Sumatera Utara. Sebagai tuan rumah, saya tentu tidak ingin gagal. Saya ingin meraih medali emas dan membahagiakan kedua orang tua,” jelasnya.

Alumni SMA Swasta Dharma Pancasila Medan ini mengaku termotivasi karena kedua orang tuanya memberikan dukungan penuh. Meski kedua orang tuanya tidak memberikan target khusus, tapi dia ingin memberikan prestasi.

“Kedua orang tua tidak ada memberikan target khusus. Bahkan ketika saya pertama kali menekuni olahraga, orang tua tidak pernah menekankan untuk meraih prestasi. Mereka hanya berpesan untuk tampil lebih enjoy,” jelasnya.

Chairunisa Adinda mengakui persaingan di PON 2024 nanti bakal bersaing sengit. Untuk nomor yang diikutinya, dia memprediksi saingan bakal datang dari DKI Jakarta dan Jawa Timur.

“Tapi dengan latihan keras, saya yakin bisa menjadi terbaik. Meskipun saat ini latihan kami terkendala karena Kolam Renang Selayang sedang direnovasi. Kami juga sempat latihan ke Malaysia,” sebutnya.

Karena Kolam Renang Selayang sedang direnovasi, atlet loncat indah Sumut fokus meningkatkan fisik. “Selama Pelatda kami fokus meningkatkan fisik dengan nge-gym. Kami latihan 10 kali dalam seminggu,” tandasnya.

Chairunisa Adinda tidak gentar meski akan bersaing dengan kakak sendiri pada PON 2024 nanti. Saat ini sang kakak membela DKI Jakarta.

“Meski akan bersaing dengan kakak sendiri, saya tidak gentar. Saya menganggap dia (kakak) bukan saingan, tapi rekan. Kami selalu saling mendoakan jika tampil dalam kejuaraan,” jelasnya.

Sang kakak memang memiliki peran penting dalam karir gadis kelahiran 19 April 2002 tersebut. Sebab dari sang kakak lah dia mengenal loncat indah.

“Dari kecil saya sering melihat kakak latihan di Kolam Renang Selayang. Saya kemudian tertarik untuk berlatih juga. Saya kemudian mulai latihan tapi belum fokus. Saya bahkan sempat berlatih bulutangkis dan panahan. Namun mulai kelas 2 SMP, saya kembali fokus ke loncat indah,” ungkapnya.

Alumni SMP Swasta Mayjend Sutoyo SM Medan ini mengakui menjadi atlet loncat indah itu memang tidak mudah. Pasalnya jarang ada event digelar. Paling banyak event digelar dua kali dalam setahun.

“Terkadang event digelar pada pertengahan tahun atau akhir tahun. Saya tidak bisa ikut karena fokus juga ke pendidikan,” tambahnya.

Meski begitu, Chairunisa Adinda pernah meraih medali pada Indonesia Open Aquatic Championship 2019 dan Kejurda 2022. “Prestasi itu belum memuaskan saya. Saya ingin meraih medali emas PON,” pungkasnya. (dek)