Home Blog Page 7

Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd Paparkan Fondasi Filosofis Transformasi Pendidikan Berdampak

CENDERA MATA: Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd menerima pengalungan ulos dari kepala bagian umum LLDikti Wilayah I. (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)
CENDERA MATA: Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd menerima pengalungan ulos dari kepala bagian umum LLDikti Wilayah I. (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd memaparkan tentang ‘Fondasi Filosofis Transformasi Pendidikan Berdampak: Relasi Ilmu, Nilai, Kemanusiaan dan Dimensi Spiritual-Moral Pembangunan’ dalam seminar di Medan, Rabu (3/6).

Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd mengemukakan bahwavtransformasi pendidikan sering dipahami secara sempit sebagai perubahan kurikulum, digitalisasi layanan atau peningkatan indikator kinerja. Pemahaman demikian tidak sepenuhnya keliru, tetapi belum memadai. Transformasi yang sejati menuntut pergeseran cara pandang tentang manusia, ilmu, nilai dan arah pembangunan.

Pendidikan tidak dapat direduksi menjadi mekanisme produksi kompetensi kerja, karena pada saat yang sama ia membentuk nalar, karakter, tanggung jawab sosial dan orientasi spiritual peserta didik.

“Disinilah istilah ‘berdampak’ perlu dibaca secara ontologis dan etis. Berdampak bukan hanya berarti tampak pada angka capaian, melainkan nyata dalam kualitas kemanusiaan, keberdayaan masyarakat dan kemaslahatan publik. Philosophical Foundation of Transformation sebagai dasar untuk menjabarkan makna berdampak, relasi ilmu-nilai-kemanusiaan, pendidikan karakter, dimensi spiritual-moral pembangunan dan kritik terhadap pragmatisme tanpa nilai,” katanya pada seminar pemecahan rekor Muri ’10 pohon ilmu’ yang diikuti 58 ribu peserta dari 118 perguruan tinggi swasta se-Sumut.

Disebutkannya, lima unsur tersebut membentuk kerangka normatif yang penting bagi pendidikan di Indonesia. Khususnya ketika pembangunan daerah seperti ‘Sumut Berkah’ hendak dibaca bukan sebagai jargon administratif, melainkan sebagai orientasi nilai. Pembangunan harus menyejahterakan, memartabatkan dan menumbuhkan akhlak publik.

Secara konseptual, lanjut rektor UMSU, pendidikan berdampak mensyaratkan tiga perubahan. Pertama, perubahan tujuan dari sekadar keluaran administratif menuju pembentukan manusia berpengetahuan, berkarakter dan berdaya. Kedua, perubahan proses dari pengajaran yang berpusat pada transfer informasi menuju pembelajaran dialogis, reflektif dan kontekstual.

Ketiga, sebut rektor, perubahan ukuran keberhasilan. Dari dominasi angka menuju keseimbangan antara kompetensi, karakter, partisipasi sosial dan kemanfaatan. “Arah ini sejalan dengan gagasan Dewey tentang pendidikan sebagai proses sosial-demokratis, Freire tentang pendidikan yang membebaskan serta Biesta tentang pentingnya menilai pendidikan dari dimensi kualifikasi, sosialisasi dan subjektifikasi,” rincinya.

Makna ‘berdampak’ secara ontologis? Rektor UMSU menyebutkan bahwa dampak pendidikan menunjuk pada perubahan nyata dalam keberadaan manusia dan masyarakat. Bukan sekadar efek luar dari sebuah program, melainkan transformasi kualitas eksistensial. Cara seseorang memahami diri, berelasi dengan orang lain, memaknai ilmu dan berkontribusi bagi kehidupan bersama.

“Dengan pengertian ini, dampak pendidikan tidak boleh disamakan dengan keluaran jangka pendek. Nilai ujian, jumlah lulusan, atau akreditasi tetap penting, tetapi semuanya adalah indikator antara, bukan tujuan akhir,” katanya.

Ontologi dampak memandang peserta didik sebagai subjek yang bertumbuh, bukan objek intervensi. Peserta didik memiliki potensi akal, moral, spiritual, sosial dan kreativitas yang harus dikembangkan secara utuh. “Pandangan ini dekat dengan gagasan Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan sebagai tuntunan terhadap kekuatan kodrat anak agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya sebagai manusia dan anggota masyarakat,” ungkapnya.

Dalam bahasa kontemporer, menurut Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd, pendidikan berdampak adalah pendidikan yang memperluas kapabilitas manusia. “Sebagaimana pembangunan menurut Sen tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi dari perluasan kebebasan substantif manusia. Makna berdampak juga bersifat relasional. Dampak tidak berhenti pada individu yang kompeten, tetapi menyentuh keluarga, komunitas, institusi dan ekologi sosial,” ujarnya.

Pendidikan yang menghasilkan lulusan cerdas tetapi abai terhadap keadilan, empati dan amanah publik belum dapat disebut berdampak secara penuh. Oleh karena itu, ontologi dampak harus memasukkan dimensi kebermanfaatan sosial, bukan hanya prestasi individual.

Pendidikan yang baik melahirkan pribadi yang mampu memperbaiki lingkungan, bukan hanya beradaptasi dengan lingkungan yang ada.
“Dari sudut pandang Islam, dampak pendidikan terkait dengan pembentukan insan beradab. Manusia yang menempatkan ilmu, amal, dan akhlak secara proporsional,” kata rektor.

Dalam kesempatan ini, guru besar UMSU juga memaparkan tentang makna berdampak secara etis. Demikian juga tentang relasi ilmu, nilai dan kemanusiaan yang merupakan inti dari fondasi filosofis transformasi. Relasi ilmu-nilai-kemanusiaan mendorong rekonstruksi kurikulum. Kurikulum tidak cukup memuat daftar kompetensi.

Perlu menyusun pengalaman belajar yang menghubungkan pengetahuan dengan masalah nyata, pertimbangan etis dan tindakan sosial. Misalnya, pembelajaran sains dapat dikaitkan dengan etika lingkungan. Pembelajaran ekonomi dengan keadilan distribusi. Pembelajaran agama dengan kepedulian sosial. Pembelajaran teknologi dengan tanggung jawab digital.

“Dengan cara ini, ilmu menjadi sarana memanusiakan manusia dan memperbaiki kehidupan bersama,” katanya seraya menegaskan pendidikan sebagai pembentukan karakter, bukan hanya kompetensi.

Pendidikan berdampak dibawah semangat ‘Sumut Berkah’ berarti menciptakan ekosistem belajar yang menumbuhkan kecakapan akademik sekaligus kepekaan terhadap kemiskinan, ketimpangan, kerusakan lingkungan, konflik sosial dan masalah moral publik. Dengan demikian, pendidikan menjadi jembatan antara iman, ilmu, amal dan pembangunan,” tegas rektor.

Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd juga menyampaikan kritik terhadap pragmatisme tanpa nilai. Pragmatisme tanpa nilai menjadikan pendidikan mudah mengikuti tuntutan pasar tanpa menanyakan apakah tuntutan itu adil, manusiawi dan berkelanjutan.
Kritik terhadap pragmatisme tanpa nilai penting karena pendidikan kontemporer berada dalam tekanan performativitas.

Lembaga pendidikan dituntut menghasilkan lulusan cepat kerja, publikasi meningkat, akreditasi unggul dan indikator kinerja tercapai. Semua itu diperlukan, tetapi berbahaya jika menjadi orientasi tunggal.

Agar fondasi filosofis tidak berhenti sebagai wacana, Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd mengatakan bahwa diperlukan model implementasi. Model transformasi pendidikan berdampak dapat disusun melalui rantai nilai: fondasi filosofis, desain kelembagaan, proses pembelajaran, asesmen dampak dan umpan balik perbaikan.

Rantai ini menempatkan nilai sebagai titik awal sekaligus titik evaluasi. Transformasi tidak dimulai dari teknologi atau prosedur, tetapi dari pertanyaan tentang manusia seperti apa yang hendak dibentuk dan masyarakat seperti apa yang hendak dibangun.
Pada tingkat kelembagaan, kepemimpinan pendidikan perlu membangun visi moral yang operasional.

Bagi perguruan tinggi, termasuk UMSU, kata rektor, implikasinya adalah menghubungkan pengajaran, penelitian, pengabdian dan tata kelola dengan misi kemanusiaan. Pengajaran harus memerdekakan nalar. Penelitian menjawab masalah masyarakat; pengabdian memberdayakan dan tata kelola menjadi teladan integritas. “Dengan demikian, pendidikan tinggi berperan sebagai penjaga akal sehat publik dan pembentuk peradaban,” ungkapnya.

Menutup paparannya, kata rektor UMSU, fondasi filosofis transformasi pendidikan berdampak menegaskan bahwa pendidikan tidak dapat dipahami sebagai urusan teknis semata. Pendidikan adalah proyek kemanusiaan, moral, spiritual dan sosial.

Istilah berdampak secara ontologis menunjuk pada perubahan kualitas keberadaan manusia dan masyarakat. Secara etis menunjuk pada arah kebaikan, keadilan dan kemaslahatan.

Karena itu, lanjut guru besar UMSU, dampak pendidikan harus dilihat dari pembentukan karakter, keberdayaan masyarakat dan keberkahan sosial.
Relasi ilmu, nilai dan kemanusiaan menjadi pusat transformasi. “Ilmu harus bernilai. Nilai harus berilmu. Dan keduanya harus memanusiakan manusia,” tegas rektor UMSU.

Pendidikan sebagai pembentukan karakter bukanlah pelengkap kompetensi, melainkan syarat agar kompetensi digunakan secara bertanggung jawab. Dalam konteks Sumut Berkah, pendidikan perlu mengintegrasikan dimensi spiritual dan moral pembangunan agar kemajuan tidak kehilangan makna.

Dengan kerangka tersebut, menurut Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd, pendidikan menjadi jalan pembentukan manusia yang cerdas, beriman, berakhlak, kritis, kreatif, peduli dan berdaya. Transformasi pendidikan yang berfondasi filosofis bukan hanya perubahan sistem, melainkan perubahan arah peradaban.

“Kemajuan yang bermakna harus menumbuhkan martabat manusia dan menjadikan ilmu sebagai amanah untuk kebaikan bersama,” kata tokoh pendidikan Sumut yang pernah menjadi dekan Fakultas Agama Islam UMSU tersebut. (dmp).

IFA7 World Championship 2026, Indonesia Raih Medali Perak

MEDALI PERAK: Indonesia raih medali perak IFA7 World Championship 2026 di Honduras.
MEDALI PERAK: Indonesia raih medali perak IFA7 World Championship 2026 di Honduras.

JAKARTA – Tim Football Association (FA) 7 Indonesia menorehkan sejarah di panggung sepak bola dunia. Setelah menciptakan kejutan besar dengan menyingkirkan Brasil di babak semifinal, skuad Garuda akhirnya sukses meraih medali perak atau runner-up IFA7 World Championship 2026 usai menghadapi tuan rumah Honduras di partai final yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026.

Pencapaian ini menjadi prestasi membanggakan bagi Indonesia di ajang sepak bola tujuh pemain internasional. Meski belum berhasil membawa pulang trophy juara dunia, keberhasilan menembus final dan meraih posisi kedua dunia menunjukkan perkembangan pesat sepak bola FA7 Indonesia di level internasional.

Perjalanan Indonesia menuju final menjadi sorotan dunia setelah tampil luar biasa pada babak semifinal dengan menumbangkan Brasil, salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia. Dalam laga yang berlangsung sengit, Indonesia memastikan kemenangan melalui drama adu penalti dengan skor 2-1 dan mengamankan tiket ke partai puncak.

Di final, semangat juang para pemain Indonesia tetap menyala. Permainan kolektif, disiplin, dan penuh determinasi yang ditunjukkan skuad Garuda membuat nama Indonesia semakin diperhitungkan dalam peta sepak bola FA7 dunia. Momen berkumandangnya lagu Indonesia Raya di hadapan publik internasional menjadi simbol kebanggaan tersendiri bagi seluruh rakyat Indonesia.

Presiden FA7 Indonesia Raden Bambang Pramukantoro mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas pencapaian bersejarah tersebut.

“Pencapaian Timnas Indonesia menjadi juara dua atau runner-up sudah sangat luar biasa di Piala Dunia IFA7 World Championship ini. Berkat kasih karunia Tuhan, Bangsa Indonesia masih diberikan kesempatan untuk tampil di Piala Dunia,” ujar Bambang Pramukantoro.

Menurut Bambang, keberhasilan meraih medali perak ini menjadi persembahan spesial bagi seluruh rakyat Indonesia yang sedang memperingati Hari Lahir Pancasila. “Kami persembahkan kemenangan ini kepada Bangsa Indonesia sebagai hadiah Hari Lahir Pancasila yang tepat di hari ini, 1 Juni,” kata Bambang Pramukantoro.

Ia juga menyoroti keberhasilan Indonesia menumbangkan Brasil sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah FA7 Indonesia. “Ini satu kebanggaan tersendiri. Timnas Indonesia berhasil mengalahkan tim dari Negeri Samba. Ke depan kami akan berlatih lebih keras dan lebih disiplin lagi agar prestasi kita semakin gemilang di masa yang akan datang,” ucapnya.

Bambang menegaskan komitmennya untuk membesarkan FA7 Indonesia hingga menjangkau seluruh daerah dari Aceh sampai Papua. Menurut dia, sepak bola tujuh pemain memiliki potensi besar berkembang karena tidak membutuhkan fasilitas seluas sepak bola konvensional.

“Kami akan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa dari seluruh pelosok Republik Indonesia untuk menunjukkan bakat terbaik mereka,” papar Bambang Pramukantoro.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain, pelatih, ofisial, manajemen FA7 Indonesia, serta masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan dan doa selama turnamen berlangsung.

Dengan raihan medali perak IFA7 World Championship 2026, Indonesia tidak hanya mencatat sejarah baru di pentas internasional, tetapi juga membuka harapan besar bagi lahirnya generasi baru pemain FA7 yang mampu membawa Merah Putih meraih gelar juara dunia pada masa mendatang. (jpc/tri)

USD Makin Diburu untuk Investasi, Rupiah Sentuh Rp17.900 per Dolar AS

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan. Pada perdagangan kemarin (3/6), mata uang Garuda sempat menembus level Rp 17.900 per dolar Amerika Serikat (USD). Hal itu mencerminkan tingginya tekanan eksternal dan meningkatnya kebutuhan USD di dalam negeri.

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan dolar AS dipicu meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, terutama terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan titik terang dalam perundingan mengenai program nuklir Teheran.

Menurutnya, ketegangan yang melibatkan Iran, Israel, dan Lebanon turut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Kondisi tersebut mendorong investor global memburu aset aman, termasuk dolar AS.

Lonjakan harga minyak dinilai memperbesar tekanan inflasi di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Biaya transportasi dan logistik yang meningkat membuat pasar kembali memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang masih bernada hawkish turut memperkuat sentimen tersebut. Ditambah lagi, data ketenagakerjaan AS yang tetap solid membuat ruang pelonggaran kebijakan moneter menjadi semakin terbatas. ”Kondisi ini membuat dolar AS semakin kuat dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” katanya.

Dari dalam negeri, pelemahan rupiah juga dipicu meningkatnya kebutuhan valuta asing untuk berbagai keperluan. Mulai dari impor minyak dan gas, pembayaran dividen perusahaan kepada investor asing, hingga pelunasan kewajiban utang luar negeri yang jatuh tempo. “Sebagian dana masyarakat juga mulai beralih ke instrumen investasi berbasis valuta asing sebagai bentuk antisipasi terhadap gejolak pasar. Kondisi tersebut semakin mempersempit ruang penguatan rupiah dalam jangka pendek,” tuturnya

Respons Bank Indonesia

Merespons pelemahan rupiah tersebut, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso mengatakan bahwa bank sentral terus memantau perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta akan tetap hadir di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan sektor eksternal.

”Bank Indonesia terus mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas guna mendukung stabilitas pasar keuangan,” katanya.

Sebagai bagian dari penguatan kebijakan stabilisasi, BI mulai memberlakukan ketentuan baru pembelian valuta asing terhadap rupiah tanpa underlying sejak 2 Juni 2026. Dalam aturan tersebut, batas pembelian tunai valas tanpa underlying ditetapkan sebesar USD 25.000 per pelaku per bulan.

Selain itu, BI terus memperluas implementasi local currency transaction (LCT) untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi perdagangan dan investasi internasional. Saat ini kerja sama LCT Indonesia telah berjalan dengan Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. (mim/dio/jpg)

Prabowo: Saya Sedih, tapi Tidak Mau Uang Rakyat Dicuri

Presiden Republik Indonesia
Presiden Republik Indonesia

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akhirnya buka suara terkait penetapan status tersangka terhadap tiga mantan pejabat teras Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Ketiga pejabat tersebut terjerat kasus dugaan korupsi dalam pelaksanaan program andalan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), hanya berselang sehari setelah resmi dicopot dari jabatannya.

Para mantan petinggi BGN yang kini mengenakan rompi tahanan Kejagung tersebut adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, serta dua mantan pejabat teras lainnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Di hadapan ribuan peserta Rapat Konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6), Presiden Prabowo tidak dapat menyembunyikan rasa kecewa dan kesedihannya atas pusaran kasus hukum yang menimpa orang-orang kepercayaannya tersebut.

“Saya sebetulnya, hari ini, saat ini sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena, saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya, sebenarnya yang saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat,” ujar Presiden Prabowo dengan nada emosional di mimbar SICC.

Kendati demikian, Kepala Negara menegaskan dirinya tidak akan mengintervensi ataupun berkomentar terlalu jauh mengenai substansi perkara yang kini sedang ditangani oleh korps adhyaksa tersebut. “Saya tidak mau banyak komentar, karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum. Karena itu saya tidak boleh banyak komentar, nanti seolah saya mempengaruhi,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo membeberkan pergolakan batin yang dihadapinya saat harus menandatangani surat pencopotan Dadan dkk. Ia kemudian mengenang kembali petuah mendalam dari almarhum ayahandanya, Prof. Sumitro Djojohadikusumo. Pesan itulah yang menjadi kompas moral bagi Prabowo dalam mengambil keputusan krusial demi menyelamatkan uang negara.

“Yang jelas, mengganti mereka tidak ringan bagi saya. Tapi, saya ingat kata almarhum ayahanda saya, Prof Sumitro, pernah mengatakan kepada saya, ‘Prabowo kalau satu saat dalam bingung, keadaan ragu, ingat! Berpihaklah selalu kepada rakyatmu’,” ungkap Prabowo yang langsung disambut riuh tepuk tangan dari ribuan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pengelola dapur MBG, dan mitra program yang hadir.

Presiden menambahkan, ketegasan harus diambil tanpa pandang bulu demi menjaga marwah dan integritas program yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup anak-anak Indonesia tersebut.

“Saya katakan berat bagi saya, waktu saya tanda tangan, berat. Ini orang yang saya angkat, ini orang saya kasih bintang (bintang kehormatan), saya kasih pangkat. (Namun) Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian,” tegas mantan Danjen Kopassus tersebut secara repetitif.

Gandeng BPKP dan PPATK Bongkar Penyelewengan

Aksi bersih-bersih di tubuh Badan Gizi Nasional ini rupanya telah direncanakan secara matang. Presiden Prabowo mengaku telah mengendus indikasi penyelewengan anggaran program MBG dari laporan yang diterimanya sejak beberapa waktu lalu.

Guna memastikan kebenaran informasi tersebut, Presiden langsung menginstruksikan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melakukan audit silang dan pelacakan aliran dana secara mendalam.

“Jadi saya waktu dapat laporan itu, saya panggil Kepala BPKP dan juga kepala PPATK dan pejabat lain, tolong saya dapat laporan tentang BGN ini,” urai Prabowo memaparkan kronologi penindakan internal sebelum kasus ini bergulir ke ranah hukum.

Sengkarut korupsi di tubuh lembaga baru ini bergulir cepat dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Langkah hukum ini diawali dengan pengumuman pencopotan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Selasa (2/6) malam. Saat itu, pihak istana menyebut pencopotan dilakukan atas dasar pelanggaran kedisiplinan dalam tata kelola program MBG.

Tak berselang lama, pada Rabu (3/6) pagi, tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung langsung bergerak cepat menggeledah kantor pusat BGN dan sejumlah lokasi terkait untuk mengamankan barang bukti. Di hari yang sama, Dadan dkk digelandang ke Gedung Bundar Kejagung untuk diperiksa intensif, hingga akhirnya status hukum mereka resmi dinaikkan menjadi tersangka pada Rabu petang.

Ketiganya langsung keluar dengan tangan diborgol, mengenakan rompi merah muda khas tahanan Kejagung, dan langsung dibawa menggunakan mobil tahanan menuju Rumah Tahanan (Rutan) Salemba untuk menjalani penahanan selama 20 hari pertama demi kepentingan penyidikan.

Guna memastikan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan tanpa hambatan, Presiden Prabowo telah menunjuk Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang untuk naik jabatan menjadi Kepala BGN yang baru. Sementara posisi Wakil Kepala BGN kini dipercayakan kepada Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono. (jpc/adz)

Wamenhaj: Efek Istithaah Kesehatan Ketat, Jamaah Wafat Turun 34 Persen

Jamaah Wafat Turun 34 Persen.
Jamaah Wafat Turun 34 Persen.

MAKKAH – Kebijakan berani Pemerintah Indonesia dalam memperketat standar istithaah (kemampuan) kesehatan bagi calon jamaah haji mulai membuahkan hasil positif yang signifikan. Penerapan skrining kesehatan yang jauh lebih ketat pada musim haji tahun ini terbukti efektif menekan angka kematian jamaah haji Indonesia selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Berdasarkan data resmi yang dihimpun hingga tanggal 16 Zulhijjah (2/6), tercatat sebanyak 182 jamaah haji Indonesia wafat di Tanah Suci. Angka ini menunjukkan penurunan yang sangat tajam jika dibandingkan dengan periode yang sama pada musim haji tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai catatan, pada musim haji 2025 tercatat ada 277 jamaah yang wafat, sedangkan pada musim haji 2024 jumlah jamaah yang meninggal dunia mencapai 266 orang. “Mudah-mudahan sisa musim haji ini tidak ada penambahan lagi, kita berdoa bareng-bareng supaya tidak ada penambahan jumlah kematian,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat memberikan keterangan pers di Makkah, Rabu (3/6).

Dahnil menjelaskan, pada musim haji kali ini, pemerintah memang melakukan sejumlah perubahan radikal demi keselamatan jemaah, dengan fokus utama pada pengetatan syarat istithaah kesehatan. “Yang berangkat relatif sehat. Jumlah kematian juga turun drastis,” tambah mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah tersebut.

Melihat dampak positif yang nyata, Dahnil memastikan, mekanisme istithaah kesehatan akan diterapkan secara jauh lebih ketat lagi pada musim haji tahun 2027 mendatang. Pemerintah menyadari bahwa langkah ini merupakan sebuah keputusan yang dilematis karena menyangkut impian keberangkatan banyak orang, namun keselamatan jiwa jamaah adalah prioritas utama.

“Memang ini dilematis. Tapi mau tidak mau karena itu mandatory (mandat) dari Kerajaan Arab Saudi yang menjadi host (tuan rumah) dari pelaksanaan haji ini, ya sudah, kita akan lebih ketat terkait dengan istithaah kesehatan,” tegas Dahnil. Saat ini, Kementerian Haji dan Umrah sedang menyusun formula dan mekanisme baru agar para petugas kesehatan di tingkat daerah bisa lebih tegas dan tanpa kompromi dalam menerapkan standar kesehatan tersebut.

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan, ketegasan sistem tahun ini memang membuat banyak calon jamaah terpaksa gagal berangkat demi kebaikan mereka sendiri. Berdasarkan laporan dari berbagai embarkasi, tercatat ada ratusan calon jamaah yang sudah memasuki asrama namun terpaksa dibatalkan keberangkatannya.

“Di embarkasi, saya mendapatkan laporan, sudah masuk asrama haji, diperiksa, ada 345 calon jamaah haji yang diputuskan tidak jadi berangkat,” urai Irfan Yusuf. Ia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim dokter beraliansi yang berani mengambil keputusan medis yang sulit namun krusial demi menegakkan syarat istithaah.

 

Pembentukan Daker Khusus Armuzna

Selain fokus pada faktor kesehatan jamaah, Kementerian Haji dan Umrah RI juga bergerak cepat melakukan evaluasi total pada fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Berdasarkan hasil evaluasi, penurunan kualitas pelayanan di Armuzna selama ini kerap dipicu oleh faktor kelelahan akut yang dialami oleh para petugas haji.

Sebab, petugas yang menangani jamaah di Armuzna merupakan petugas yang sama yang telah menguras energi mereka untuk melayani jamaah sejak awal kedatangan di sektor-sektor penginapan. Guna mengatasi persoalan ini, pemerintah mengumumkan sebuah inovasi struktural mutakhir untuk musim haji 2027, yaitu pembentukan Daerah Kerja (Daker) Khusus Armuzna.

“Kami akan membentuk yang namanya Daker Armuzna. Daker Armuzna itu khusus bertugas hanya di Armuzna,” terang Dahnil Anzar.

Melalui skema baru ini, para petugas yang tergabung dalam Daker Armuzna sama sekali tidak akan dibebani tugas pelayanan di sektor hotel atau penginapan sejak awal. Mereka akan disimpan sebagai “pasukan segar” yang khusus diterjunkan saat fase puncak haji dimulai.

Pada musim haji tahun ini, embrio dari kebijakan tersebut sebetulnya sudah mulai diuji coba melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Mina, yang diisi oleh petugas perlindungan jamaah berpengalaman dan telah bersiaga di Mina sejak 8 Zulhijjah. Ke depan, Daker Armuzna diprediksi akan mengadopsi pola serupa dengan merekrut kembali petugas-petugas haji berkinerja terbaik dari musim haji tahun ini guna menjaga konsistensi dan kualitas pelayanan.

Karena ruang lingkup kerjanya yang spesifik, masa tugas operasional bagi personel Daker Armuzna ini dipastikan akan jauh lebih singkat dibandingkan petugas daker lainnya. “Jadi kira-kira ya mereka bisa bertugas tidak selama yang lain, paling lama 15 hari begitu, di sana atau sampai dengan 20 hari,” pungkas Dahnil. (jpc/adz)

Pansus PAD DPRD Medan, Dorong Bapenda Lakukan Berbagai Inovasi

Anggota Pansus PAD DPRD Medan, Lily.
Anggota Pansus PAD DPRD Medan, Lily.

MEDAN – Panitia Khusus (Pansus) Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Kota Medan menilai potensi peningkatan pendapatan daerah masih sangat besar. Untuk itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan didorong melakukan berbagai terobosan dan inovasi guna mengoptimalkan penerimaan PAD sekaligus menekan potensi kebocoran pendapatan.

Anggota Pansus PAD DPRD Medan, Lily, mengatakan hasil penelusuran dan kunjungan yang dilakukan pansus menemukan masih banyak sektor yang dapat dimaksimalkan sebagai sumber pendapatan daerah.

“Kita sudah melakukan penelusuran dan kunjungan. Hasil temuan kita menunjukkan peluang peningkatan PAD sangat besar. Untuk itu kita harapkan Bapenda melakukan sejumlah inovasi,” ujar Lily, Rabu (3/6/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu mengungkapkan, salah satu temuan yang menjadi perhatian pansus adalah masih adanya potensi kebocoran PAD di sejumlah sektor. Menurutnya, kebocoran tersebut dapat diminimalisir melalui pengawasan yang lebih ketat serta pemanfaatan teknologi dalam sistem pengelolaan pajak daerah.

Karena itu, Lily mendorong Bapenda Medan untuk mempercepat digitalisasi sistem pembayaran dan pelaporan pajak. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan transparansi sekaligus memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

“Pembayaran non-tunai dan pelaporan pajak secara online sangat penting untuk mencegah kebocoran serta memberikan kemudahan bagi wajib pajak,” katanya.

Selain digitalisasi, Pansus PAD juga meminta Bapenda melakukan pemutakhiran data wajib pajak secara berkala, khususnya pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Pendataan yang akurat diyakini akan berdampak langsung terhadap peningkatan penerimaan daerah.

Tak hanya mengandalkan sektor perpajakan, Lily juga menilai optimalisasi aset daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) perlu menjadi perhatian serius. Menurutnya, masih banyak aset milik pemerintah yang dapat dikelola lebih produktif sehingga memberikan nilai ekonomi dan menjadi sumber PAD baru.

“Pengelolaan dan revitalisasi aset daerah harus dilakukan agar aset yang selama ini kurang produktif dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah,” ujarnya.

Di sisi lain, Lily menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui pemberian kemudahan dan insentif bagi investor. Kehadiran investasi baru diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan penerimaan daerah dari sektor pajak restoran, hotel, hiburan, dan berbagai sektor jasa lainnya.

Menurutnya, sejumlah sektor seperti restoran, perparkiran, reklame, hotel, serta pemanfaatan aset milik Pemerintah Kota Medan masih memiliki peluang besar untuk terus ditingkatkan.

“Intinya, sumber PAD dari restoran, parkir, reklame, sewa aset milik Pemko, dan hotel masih berpeluang besar untuk ditingkatkan,” jelasnya.

Selain melakukan intensifikasi atau optimalisasi terhadap wajib pajak yang sudah ada, Lily juga mendorong Bapenda melakukan ekstensifikasi dengan memperluas basis wajib pajak baru. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat struktur penerimaan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber-sumber pendapatan tertentu. (map/ila)

Komisi B DPRD Sumut Desak Tertibkan Tambang Ilegal, Singgung Dugaan Keterlibatan Oknum APH

Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Rudi Alfahri Rangkuti.(Dok : Rudi Alfahri Rangkuti)
Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Rudi Alfahri Rangkuti.(Dok : Rudi Alfahri Rangkuti)

MEDAN- Maraknya aktivitas tambang ilegal di sejumlah wilayah Sumatera Utara dinilai tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengakibatkan kerugian besar bagi daerah karena hilangnya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Rudi Alfahri Rangkuti, yang mendesak pemerintah bertindak tegas terhadap seluruh aktivitas pertambangan yang beroperasi tanpa izin.

Menurut Rudi, praktik tambang ilegal yang masih berlangsung hingga saat ini menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, aktivitas tersebut umumnya dilakukan secara terbuka dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, namun belum tersentuh penegakan hukum yang maksimal.

“Kita meminta dinas terkait untuk bertindak tegas terhadap seluruh aktivitas yang melanggar regulasi dan kebijakan pemerintah. Jika memang ditemukan pelanggaran, jangan ragu melibatkan aparat penegak hukum dan menempuh jalur hukum yang berlaku,” ujar Rudi saat memberikan keterangan kepada Sumut Pos, Selasa (2/6/2026).

Ia meyakini Gubernur Sumatera Utara akan mendukung langkah-langkah tegas yang bertujuan menertibkan aktivitas ilegal yang merugikan daerah dan masyarakat. Menurutnya, pendekatan persuasif dapat dilakukan pada tahap awal, namun apabila tidak diindahkan maka tindakan preventif dan penegakan hukum harus segera dijalankan.

“Kalau pendekatan persuasif sudah dilakukan tetapi tidak ada perubahan, maka tindakan yang lebih tegas harus diambil. Negara tidak boleh kalah dengan pelaku-pelaku yang melanggar aturan,” tegasnya.

Rudi menilai keberadaan tambang ilegal menjadi salah satu penyebab kebocoran potensi pendapatan daerah. Aktivitas yang tidak memiliki izin resmi tidak memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah, sementara dampak kerusakan yang ditimbulkan justru harus ditanggung oleh pemerintah dan masyarakat.

“Kalau semua aktivitas pertambangan berjalan sesuai aturan dan memiliki izin yang lengkap, tentu ada kontribusi terhadap PAD. Yang terjadi sekarang, sumber daya alam diambil, lingkungan rusak, tetapi daerah tidak mendapatkan manfaat yang seharusnya,” katanya.

Selain persoalan PAD, Rudi juga menyoroti dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas pertambangan tanpa izin. Menurutnya, sebagian besar tambang ilegal diduga beroperasi tanpa dokumen perizinan dan tanpa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang memadai.

Rudi menyinggung adanya dugaan keterlibatan oknum aparat yang menyebabkan aktivitas tambang ilegal sulit diberantas. Ia meminta aparat penegak hukum menunjukkan komitmen yang nyata dalam menindak pelanggaran tanpa pandang bulu.

“Kalau memang ada oknum yang membekingi aktivitas ilegal, itu harus diusut secara transparan. Jangan sampai masyarakat melihat hukum tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Aparat yang seharusnya menegakkan hukum tidak boleh justru memberikan perlindungan kepada pelaku pelanggaran,” katanya.

Menurut Rudi, dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang memberikan perlindungan kepada tambang ilegal harus menjadi perhatian serius pemerintah. Ia menegaskan bahwa penegakan hukum yang konsisten menjadi kunci untuk menghentikan aktivitas tersebut secara permanen.

Karena itu, Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itupun meminta pemerintah daerah melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk kepolisian, TNI, serta instansi terkait lainnya untuk melakukan penertiban secara menyeluruh terhadap tambang-tambang yang tidak memiliki izin.

“Kita berharap pemerintah bersama kepolisian, TNI, dan seluruh instansi terkait bisa bergerak bersama. Aktivitas ilegal ini harus dihentikan secara permanen demi menyelamatkan lingkungan dan memastikan kekayaan alam daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (san/ila)

Veda Ega Cetak Sejarah di Moto3 2026

Veda Ega Pratama
Veda Ega Pratama

JAKARTA – Tujuh seri pertama Moto3 2026 menghadirkan gambaran yang cukup jelas tentang sosok Veda Ega Pratama. Pembalap 17 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu menunjukkan bakat besar yang membuatnya layak berada di Kejuaraan Dunia. Namun di saat yang sama, musim debutnya juga mengungkap sejumlah area yang masih perlu diasah.

Satu hal yang paling menonjol adalah kemampuan Veda saat bertarung di tengah rombongan. Berkali-kali ia membuktikan mampu melesat dari posisi belakang dan menembus kelompok depan.

Di Jerez, Veda memulai balapan dari posisi ke-17 dan berhasil finis keenam. Di Catalunya, ia start dari posisi ke-20 sebelum mengakhiri balapan di urutan kedelapan. Dalam tiga seri terakhir, dua kali ia mampu menembus 10 besar meski memulai lomba dari barisan belakang.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa kecepatan balapan dan kemampuan menyalip Veda berada di atas rata-rata pembalap debutan. Ketika ritmenya sudah terbentuk, ia mampu mengejar dan melewati banyak rival dalam waktu singkat.

Namun ada sisi lain yang juga terus muncul sepanjang tujuh seri pertama. Veda kerap mengalami kesulitan mempertahankan posisi ketika sudah berada di kelompok depan. Di Mugello misalnya, ia sempat melesat ke posisi keenam pada lap pertama. Tetapi hanya satu lap kemudian turun ke posisi sepuluh, lalu merosot ke urutan ke-16 pada lap keempat.

Pola serupa terlihat di Catalunya. Setelah melakukan banyak manuver dan naik posisi dengan cepat, ia kembali kehilangan beberapa tempat sebelum akhirnya mampu bangkit menjelang finis. Di GP Amerika, Veda bahkan memulai balapan dari posisi keempat, tetapi tercecer ke posisi kedelapan pada lap pertama sebelum akhirnya gagal menyelesaikan lomba.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Veda masih berada dalam proses adaptasi terhadap kerasnya persaingan Moto3. Kecepatan satu lap dan keberanian menyalip sudah terlihat, tetapi kemampuan menjaga ritme saat berada di grup terdepan masih membutuhkan waktu untuk berkembang.

Hal itu sebenarnya cukup wajar. Usianya baru 17 tahun dan musim 2026 merupakan tahun pertamanya di level Grand Prix. Banyak pembalap Moto3 membutuhkan beberapa musim untuk memahami cara mengelola ban, menjaga momentum, serta mempertahankan posisi ketika berada di tengah pertarungan ketat. Selain itu, tantangan lain yang terus berulang adalah sesi kualifikasi.

Kemampuan menyalip yang dimiliki Veda sebenarnya akan jauh lebih efektif jika ia bisa memulai balapan dari barisan depan. Selama tujuh seri pertama, performa kualifikasi masih sering menjadi pekerjaan rumah. Ia beberapa kali harus start dari baris keenam atau ketujuh, sehingga menghabiskan banyak energi untuk mengejar posisi sejak lap awal.

Padahal ketika mampu berada lebih dekat dengan kelompok terdepan sejak start, peluang meraih hasil besar akan meningkat secara signifikan. Dengan kecepatan balapan yang sudah terbukti kompetitif, peningkatan performa di sesi kualifikasi berpotensi menjadi faktor pembeda dalam sisa musim ini.

Meski demikian, pencapaian Veda hingga seri ketujuh tetap layak mendapat apresiasi. Dalam usia yang masih sangat muda, ia sudah berhasil mencetak sejarah bagi Indonesia di Moto3. Satu podium, rekor top speed, dan koleksi 66 poin dunia menjadi bukti bahwa potensinya bukan sekadar harapan masa depan.

Musim 2026 pun masih panjang. Masih ada 15 seri tersisa dari total 22 balapan, termasuk balapan kandang di Mandalika pada 11 Oktober mendatang. Kesempatan untuk memperbaiki performa kualifikasi, menjaga konsistensi di rombongan depan, dan kembali bersaing dalam perebutan gelar rookie terbaik masih terbuka lebar.

Menariknya, perjalanan ini seolah mengingatkan pada sebuah momen yang terjadi beberapa bulan sebelum debut Grand Prix tersebut.

Pada 30 September 2025, Presiden Prabowo Subianto menerima juara dunia MotoGP Marc M rquez di Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam pertemuan itu hadir pula dua pembalap muda Indonesia, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama.

Saat itu Veda baru berusia 16 tahun dan belum pernah mengaspal di ajang Grand Prix. Namun M rquez sudah berbicara tentang potensinya di hadapan Presiden.
Kini, kurang dari setahun setelah momen tersebut, Veda telah mengubah potensi menjadi prestasi nyata.

Tantangan berikutnya bukan lagi membuktikan bahwa ia layak berada di Moto3, melainkan bagaimana mengubah kilasan-kilasan kecepatan yang sudah terlihat menjadi konsistensi yang mampu mengantarkannya bersaing di barisan depan setiap pekan balapan. (jpc/tri)

Sinergi Menuju Rekor Muri, UM Tapsel Sukses Kirim 135 Artikel pada Agenda ’10 Pohon Ilmu’ LLDikti Wilayah I

UM TAPSEL: Dari kanan Dr. Darliana Sormin, M.A, Ahmad Subhan, S.E, Prof. Dr. Ir. Bilter Sirait, M.S, Triyono dan Dr. Muhsana Pasaribu, M.A. (Istimewa/Sumut Pos)
UM TAPSEL: Dari kanan Dr. Darliana Sormin, M.A, Ahmad Subhan, S.E, Prof. Dr. Ir. Bilter Sirait, M.S, Triyono dan Dr. Muhsana Pasaribu, M.A. (Istimewa/Sumut Pos)

Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM Tapsel) turut ambil bagian dalam agenda akbar ’10 Pohon Ilmu’ yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I bekerja sama dengan Korpri, Rabu (3/6).

Kegiatan ini merupakan gerakan kolaboratif pengumpulan artikel ilmiah yang ditujukan untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri). Program ini melibatkan ratusan perguruan tinggi negeri dan swasta dibawah naungan LLDikti Wilayah I.

Sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, UM Tapsel menunjukkan komitmen dengan mengirimkan 135 artikel ilmiah yang dihasilkan oleh dosen dan sivitas akademika.

Agenda ’10 Pohon Ilmu’ hadir sebagai wadah penguatan kajian ilmiah sekaligus sarana membangun kolaborasi lintas disiplin ilmu antar perguruan tinggi. Kegiatan diawali dengan seminar nasional yang bertujuan menyatukan perspektif konseptual mengenai gagasan ’10 Pohon Ilmu’ sebagai fondasi pengembangan pengetahuan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Aksi kolaboratif berskala besar ini melibatkan 58 sivitas akademika dari 118 perguruan tinggi swasta di Sumut termasuk UM Tapsel. Melalui pencatatan rekor Muri ini diharapkan tercipta ekosistem pengetahuan yang tidak hanya memperkuat budaya akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan pembangunan bangsa.

NONTON BARENG: Sivitas akademika UM Tapsel mengikuti kegiatan seminar '10 pohon ilmu' dari kampusnya. (Istimewa/Sumut Pos)
NONTON BARENG: Sivitas akademika UM Tapsel mengikuti kegiatan seminar ’10 pohon ilmu’ dari kampusnya. (Istimewa/Sumut Pos)

Sebagai bagian dari pilar pendidikan tinggi di Sumut, UM Tapsel terus mendukung berbagai gerakan akademik yang mendorong peningkatan mutu pendidikan, produktivitas ilmiah dan penguatan jejaring kemitraan strategis antar-perguruan tinggi.

Kegiatan ini diikuti secara luring oleh Rektor UM Tapsel Dr. Darliana Sormin, M.A dan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Tapsel Dr. Muhsana Pasaribu, M.A di kantor LLDikti Wilayah I Jalan Sempurna Medan. Sementara pimpinan rektorat, dekanat, ketua program studi, dosen dari mahasiswa mengikuti kegiatan secara daring dari kampus UM Tapsel.

Rektor UM Tapsel Dr. Darliana Sormin, M.A memberikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh dosen, pimpinan, serta mahasiswa yang telah berkontribusi mengirimkan artikel ilmiah. Partisipasi ini menunjukkan komitmen UM Tapsel dalam membangun budaya akademik yang produktif dan kolaboratif,” ungkapnya.

Dr. Darliana Sormin, M.A mengungkapkan bahwa partisipasi aktif UM Tapsel dalam gerakan ’10 Pohon Ilmu’ menjadi bukti nyata semangat kampus dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, memperkuat kolaborasi akademik serta berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul dan berkemajuan.

Pemecahan rekor Muri ini turut dihadiri Gubsu diwakili Staf Ahli Gubernur Ir. Alfi Syahriza, S.T, M.Eng, Sc, Kepala LLDikti Wilayah I Prof. Saiful Anwar Mantondang, M.A, Ph.D, Kabag Umum LLDikti Wilayah I Ahmad Subhan, S.E, Prof. Dr. Ir. Bilter Sirait, M.S (ketua panitia) dan Triyono (senior manajer Muri) serta pimpinan perguruan tinggi swasta se-Sumut dan undangan lainnya. (dmp)