Aceh, sumutpos.co – Telkomsel terus mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Hingga saat ini, progres pemulihan jaringan Telkomsel di Aceh telah mencapai 99%, sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan layanan komunikasi tetap andal dan dapat diakses masyarakat selama masa pemulihan.
Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nugroho A. Wibowo, menegaskan bahwa Telkomsel berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan jaringan agar tetap andal di tengah tantangan pascabencana. “Pemulihan jaringan di Aceh terus kami lakukan secara berkelanjutan. Dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk Combat, genset sebagai back up power, serta peningkatan kapasitas jaringan, kami berupaya memastikan masyarakat tetap dapat berkomunikasi dan mengakses informasi penting di masa pemulihan,” ujar Nugroho.
Sejak awal bencana, Telkomsel mengerahkan seluruh sumber daya pendukung yang tersedia untuk menjaga keberlangsungan layanan jaringan di wilayah terdampak. Berbagai upaya dilakukan secara bertahap dan terukur, mulai dari pemulihan infrastruktur jaringan hingga penguatan kapasitas layanan agar kebutuhan komunikasi masyarakat tetap terpenuhi.
Dalam proses pemulihan tersebut, Telkomsel memanfaatkan beragam perangkat pendukung, di antaranya:
5 Perangkat Combat (Compact Mobile BTS) untuk memperkuat cakupan jaringan di lokasi terdampak dan Huntara
316 Genset sebagai sumber listrik cadangan, mengingat pasokan catu daya di sejumlah wilayah masih belum sepenuhnya stabil
Peningkatan kapasitas jaringan guna menjaga kualitas layanan seiring meningkatnya kebutuhan komunikasi masyarakat pascabencana
Telkomsel juga terus melakukan percepatan pemulihan di lokasi-lokasi yang masih terdampak, dengan mengedepankan aspek keselamatan tim, mempertimbangkan kondisi akses di lapangan, serta menyesuaikan dengan ketersediaan pasokan listrik di masing-masing wilayah.
“Kami akan terus menjaga jaringan agar tetap stabil dan andal hingga seluruh layanan di Aceh pulih sepenuhnya. Komitmen kami adalah selalu hadir mendampingi masyarakat, terutama di saat-saat yang paling membutuhkan konektivitas,” tambah Nugroho.
Telkomsel akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, pemangku kepentingan terkait, serta masyarakat setempat untuk mendukung pemulihan jaringan dan memastikan layanan telekomunikasi dapat kembali beroperasi secara optimal di seluruh wilayah Provinsi Aceh.
Menjaga Konektivitas di Masa Pemulihan, Telkomsel Terus Pulihkan Jaringan Aceh
Laznas AQL Salurkan Bantuan Sandang ke Dua Dusun Terpencil di Aceh Tamiang
ACEH TAMIANG, SUMUTPOS.CO— Laznas AQL Peduli terus menyalurkan bantuan sandang ke dusun terpencil di Kabupaten Aceh Tamiang, yakni Dusun Alur Jambu dan Dusun Batang Ara, pada Selasa, 7 Januari 2025. Bantuan sandang yang disalurkan meliputi mukena, pakaian, celana, serta kebutuhan sandang lainnya bagi warga terdampak banjir.
Eko dari Tim Lapangan Laznas AQL Peduli menyampaikan, penyaluran bantuan sandang kali ini difokuskan di dua dusun terpencil di Aceh Tamiang. “Hari ini kami menyalurkan kebutuhan sandang ke dua dusun yang tergolong terpencil, yaitu Dusun Alur Jambu dan Dusun Batang Ara,” katanya, Rabu (7/1/2026) malam.
Eko menerangkan, penyaluran bantuan sandang tersebut menjadi penting, mengingat kondisi warga pascabanjir, sebagaimana kondisi korban banjir, banyak diantara warga tidak memiliki pakaian, peralatan ibadan dan lainnya. “Bantuan sandang ini tidak kalah penting, karena pascabanjir besar banyak warga yang hanya memiliki pakaian yang melekat di badan,” katanya.
Sementara Andi, seorang warga di Dusun Alur Jambu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterima. “Alhamdulillah, perjuangan relawan untuk sampai ke tempat kami ini sangat luar biasa, sebab jarak kami sangat jauh dari ibukota Aceh Tamiang. Saya mewakili warga di Dusun Alur Jambu, mengucapkan banyak terima kasih kepada relawan yang sudah jauh-jauh datang ke dusun kami. Bantuan pakaian ini sangat kami butuhkan, dan masih sangat banyak warga yang kekurangan pakaian, di sin,i” ujarnya seraya menggenggam tangan relawan saat menyerahkan bantuan kemanusian dari Laznas AQL.
Pendiri Laznas AQL Peduli KH Bachtiar Nasir menyampaikan, penyaluran bantuan sandang merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk hadir membersamai masyarakat terdampak bencana.
Di tempat terpisah, saat dihubungi, Koordinator AQL Wilayah Aceh–Sumatera Utara, Affan, menyampaikan, AQL Peduli terus berupaya hadir dan mendampingi masyarakat terdampak hingga kondisi berangsur pulih. (adz)
Kapal Kemanusiaan Gelombang II Tiba di Belawan, Ketua DMI Sumut: Amanah Pak JK Segera Kami Salurkan
MEDAN, SUMUTPOS.CO- Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumatera Utara (Sumut) secara resmi menyambut kedatangan kapal kemanusiaan, Kalla Lines di Pelabuhan Belawan Medan, pada Rabu malam (7/1/2026). Kedatangan kapal hasil kolaborasi Palang Merah Indonesia (PMI) dan DMI ini merupakan pengiriman gelombang ke-2 yang membawa bantuan logistik dan medis untuk didistribusikan kepada masyarakat di wilayah bencana Sumut dan sekitarnya.
Kedatangan kapal ini merupakan tindak lanjut dari pelepasan secara resmi yang dilakukan Ketua Umum DMI sekaligus Ketua Umum PMI, HM Jusuf Kalla (JK), di Jakarta pada 4 Januari lalu.
Dalam sambutannya di dermaga Pelabuhan Belawan, Ketua DMI Sumut H Irhamuddin MA menyampaikan apresiasi yang mendalam atas konsistensi pusat dalam membantu daerah. Ia mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum DMI Jusuf Kalla yang sangat peduli kepada korban bencana banjir di Sumut, Aceh, Sumatera Barat.
“Kami sangat bersyukur bantuan gelombang kedua ini telah tiba dengan selamat. Ini adalah wujud nyata kolaborasi antara masjid dan lembaga kemanusiaan untuk hadir di tengah kesulitan umat. Amanah dari Pak JK ini akan segera kami salurkan bersama tim di lapangan,” kata Irhamuddin.
Menurutnya, DMI Sumut siap berkolaborasi dengan PMI dalam memberikan bantuan kepada masjid-masjid berupa pengeras suara atau toa. “Terima kasih kasih kepada Bapak Yusuf Kalla. Semoga Bapak sehat selalu dan mendapatkan Ridho Allah SWT,” ujarnya didampingi Sekretaris Iwan Rosadi Hasibuan SPdI MSi dan Wakil Sekretaris Fathul Umra SPdI.
“Pak Jusuf Kalla menargetkan, sebelum Ramadan masjid-masjid sudah bersih dan bisa digunakan untuk beribadah dan warga bisa kembali ke rumah saat Ramadan,” imbuhnya.
Menurut Irhamuddin, bantuan yang tiba kali ini mencakup berbagai kebutuhan dan fasilitas pendukung lainnya, di antaranya alat berat untuk pembersihan mesjid dan area terdampak.
Adapun peralatan atau perlengkapan untuk masjid yang terdampak banjir dan longsor di Aceh dan Sumut berupa pengeras suara, sajadah, ambal, dan lainnya Selain itu, obat-obatan dan mobil tangki air bersih.
Irhamuddin juga menegaskan, distribusi akan dilakukan dengan melibatkan pengurus masjid di tingkat cabang yang terdampak banjir. Hal ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan.
Pelepasan kapal ini yang membawa ekscavator sebelumnya di Jakarta menjadi simbol bahwa semangat gotong royong nasional tetap kuat di awal tahun 2026. Dengan tibanya bantuan ini di Belawan, diharapkan beban masyarakat dapat segera teringankan melalui kerja sama yang solid antara relawan PMI dan pengurus DMI di Sumut.
Turut hadir Ketua PMI Sumut Dr H Rahmat Shah, Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat Marsekal Madya Purn Dr. H. Tribowo Budi Santoso, MM., M. Tr (Han) dan Kepala Markas PMI Pusat Arifin MH dan PP DMI. (adz)
Kisah Sukses Anita Ratnasari: Raih Ratusan Juta dari Lazada Affiliate dalam Empat Bulan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Memasuki era ekonomi kreator, peluang penghasilan baru semakin terbuka bagi siapa saja. Salah satu model yang paling menjanjikan adalah afiliasi eCommerce, di mana seorang kreator dapat berbagi tautan produk dan memperoleh komisi dari setiap transaksi.
Menurut laporan Google, Temasek, dan Bain (2025), konten kreator dan social commerce kini menjadi pendorong utama ekonomi digital di Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, 59% konsumen tercatat pernah melakukan pembelian melalui tautan afiliasi (Populix, 2024), menunjukkan potensi pasar yang sangat besar.
Di tengah peluang itu, muncul kisah sukses Anita Ratnasari, seorang lulusan manajemen yang mampu meraih komisi Rp100 juta hanya dalam empat bulan sejak bergabung dengan program Lazada Affiliate. Konsistensi, strategi konten yang autentik, dan kemampuannya membangun komunitas membuat Anita menonjol di antara ribuan mitra lainnya.
Prestasinya pun diakui secara resmi, ketika ia meraih penghargaan Mitra Lazada Affiliate Terbaik kategori Kecantikan 2024. “Awalnya saya hanya ingin menyalurkan hobi dan membantu orangtu. Lazada Affiliate menyediakan infrastruktur dan peluang yang sangat mendukung. Kuncinya adalah konsistensi dan membangun kepercayaan dengan audiens,” ungkap Anita, Rabu (6/1/2026).
Rahasia kesuksesan Anita tidak sekadar membagikan tautan produk. Ia membangun komunitas yang solid melalui kanal Telegram Racun Lazada Diskon Promo Murah, yang kini memiliki lebih dari 141 ribu anggota, serta grup WhatsApp aktif. “Kalau video bisa FYP atau viral di media sosial, anggota baru pasti bertambah, dan itu berpengaruh langsung ke pemasukan,” jelasnya.
Dalam komunitas itu, Anita menjadi pemburu promo ulung, membagikan tautan produk satu per satu terutama saat Flash Sale. Strateginya sederhana namun efektif, yakni membanjiri anggota komunitas dengan informasi promo sehingga tercipta efek FOMO (fear of missing out).
Tak hanya soal kuantitas, Anita juga memperhatikan kualitas konten. Ia menggunakan copywriting persuasif untuk menarik perhatian audiens, menekankan perbandingan harga normal dan harga promo agar mereka merasa harus segera membeli sebelum kehabisan.
Menurut Anita, kunci utama keberhasilan afiliasi adalah kepercayaan. Ia kerap menjadi pembeli pertama untuk membuktikan bahwa produk yang dibagikan memang nyata dan berkualitas. “Kalau ada barang promo yang belum habis, biasanya saya checkout dulu, lalu bagikan bukti pembelian ke anggota. Saat mereka lihat saya juga membeli, yang lain biasanya ikut-ikutan,” ujarnya.
Ia pun memberikan nilai tambah berupa hack belanja, misalnya cara memaksimalkan penggunaan koin di platform atau mendapatkan diskon tambahan saat membeli lebih dari satu produk. Strategi ini membuat komunitasnya merasa mendapatkan keuntungan lebih, bukan sekadar harga promo. Sebagai pionir eCommerce di Indonesia, Lazada telah memperkuat komitmennya terhadap ekosistem affiliate melalui investasi tahunan senilai USD100 juta.
Head of Business Growth & Operations Lazada Indonesia Amelia Tediarjo, mengatakan, pihaknya berkomitmen mengembangkan ekosistem afiliasi melalui struktur komisi kompetitif, pemberian insentif berbasis performa, dan fitur-fitur pemberdayaan yang mempermudah mitra affiliate memaksimalkan potensi mereka.
Lazada juga menghadirkan YouTube Affiliate Program, memungkinkan audiens berbelanja langsung dari konten video kreator favorit mereka. Setiap transaksi yang terjadi menjadi peluang monetisasi tambahan bagi kreator, memperluas cakupan penghasilan dari afiliasi.
Kisah Anita sejalan dengan tren global dan nasional. E-commerce dan social commerce terus tumbuh, menciptakan peluang nyata untuk kemandirian finansial. Lazada Affiliate sendiri menawarkan berbagai skema komisi, mulai dari komisi dasar, komisi merek, hingga bonus insentif, mendorong pertumbuhan penghasilan secara berkelanjutan bagi para kreator.
“Kami bangga melihat mitra seperti Anita berkembang bersama Lazada Affiliate. Ini menjadi bukti bahwa ekosistem ekonomi digital yang inklusif dapat menciptakan peluang nyata dan berdampak positif bagi masyarakat,” kata Amelia.
Bagi Anita, pencapaian ini hanyalah awal. “Kuncinya adalah terus belajar, konsisten, dan membangun komunitas yang percaya. Peluang di ekonomi digital terbuka lebar bagi siapa saja yang mau memulai,” katanya.
Dengan narasi inspiratif ini, Anita Ratnasari membuktikan bahwa dari hobi kecil bisa lahir penghasilan besar. Di era creator economy, kemauan untuk memulai, konsistensi, dan strategi tepat bisa membuka jalan menuju kemandirian finansial dan Lazada Affiliate menjadi salah satu jembatan utama untuk mewujudkannya. (rel/ila)
Karyanto Wibowo Pimpin AMDATARA, Siap Majukan Industri Air Minum Dalam Kemasan
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai asosiasi baru di industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), Perkumpulan Usaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) siap menjadi katalisator bagi kemajuan industri AMDK ke depan. Asosiasi yang resmi terbentuk pada medio Desember 2026 lalu ini akan fokus pada kolaborasi, integritas, dan keberlanjutan industri AMDK.
Ketua Umum Terpilih AMDATARA, Karyanto Wibowo mengatakan AMDATARA berdiri sebagai respons terhadap kebutuhan akan wadah resmi untuk menyatukan pelaku industri untuk bersama-sama mengatasi mengatasi tantangan dan membangun masa depan yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia. “Sebagai Ketua Umum, saya yakin AMDATARA akan menjadi katalisator bagi kemajuan industri AMDK, dengan fokus pada kolaborasi, integritas, dan keberlanjutan,” ujarnya.
Dia menegaskan sebagai rumah bagi industri AMDK yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan, AMDATARA siap membangun kolaborasi solid, memastikan kepatuhan regulasi, dan mendorong inovasi untuk menjaga kualitas produk, serta kontribusi positif terhadap lingkungan dan masyarakat.
Ke depan, lanjutnya, AMDATARA akan berperan sebagai platform kolaborasi antar anggota, advokasi kebijakan dengan pemerintah, edukasi publik tentang hidrasi sehat, sumber daya air pengelolaan sampah kemasan, standardisasi kualitas melalui SNI dan sertifikasi, serta penguatan investasi.
Menurutnya, AMDATARA juga berkomitmen mendukung transformasi industri menuju era 4.0, penerapan teknologi ramah lingkungan, dan sinergi lintas sektor untuk pertumbuhan ekonomi nasional.
AMDATARA didukung puluhan perwakilan anggota dari seluruh Indonesia, termasuk perwakilan dari Sumatra Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara serta beberapa daerah lain di Indonesia.
Pembentukan AMDATARA ini disambut positif Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar di Direktorat Jenderal Industri Agro, Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria, berharap kehadiran AMDATARA ini memiliki peran strategis dalam mensinergikan pelaku industri AMDK dengan kebijakan pemerintah. “Saya berharap melalui kolaborasi yang konsisten, kita dapat mendorong transformasi menuju industri yang berkelanjutan, berdaya saing, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dia menyampaikan efek ganda keberadaan industri AMDK sangat luas dan berdampak positif terhadap tumbuhnya sektor perekonomian lainnya seperti jasa transportasi, penjualan retail, dan industri pendukung lainnya. “Karenanya, kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para pelaku usaha industri AMDK yang telah ikut berperan serta mengembangkan sektor industri minuman,” ucapnya.
Industri AMDK di Indonesia saat ini mengalami ekspansi signifikan, dengan nilai pasar mencapai puluhan triliun rupiah per tahun dan pertumbuhan tahunan rata-rata 5-8 persen.
Dimulai pada tahun 1973, hanya ada satu pabrik AMDK dengan kapasitas 6 juta liter per tahun. Kondisi ini terus berkembang hingga saat ini terdapat 707 pabrik dengan lebih dari 2.000 merek, dan total kapasitas produksi hingga 47 miliar liter per tahun.
Sektor ini menyerap hingga 46.000 tenaga kerja langsung dan berkontribusi pada ekspor makanan dan minuman, dengan tingkat utilisasi di atas 70% selama lima tahun terakhir.
Didorong oleh pertambahan penduduk, urbanisasi, perubahan gaya hidup, dan kesadaran kesehatan masyarakat, AMDK menjadi solusi utama untuk hidrasi aman dan higienis, terutama di segmen air mineral, air mineral alami, dan air demineral sesuai regulasi BPOM.
Meski demikian, industri AMDK menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks, termasuk implementasi SNI wajib, persepsi publik terkait pengelolaan sumber daya air, regulasi migrasi BPA pada kemasan, ketidaksinkronan regulasi pusat-daerah, pengelolaan sampah kemasan, penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) yang inklusif, pajak air serta kompetisi ketat di pasar. Industri AMDK juga menuntut adaptasi terhadap tren seperti penerapan ekonomi sirkular, digitalisasi, dan sertifikasi halal. (ila)
Awal Tahun 2026, RSUD dr Pirngadi Medan Layani 1.127 Pasien
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan mencatat jumlah kunjungan pasien yang mendapatkan pelayanan kesehatan pada awal tahun 2026 mencapai 1.127 orang. Data tersebut dihimpun selama periode 1 Januari hingga 5 Januari 2026.
Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Gibson Girsang, menyampaikan dari jumlah tersebut, 95 pasien tercatat menjalani rawat inap, 870 pasien memperoleh layanan rawat jalan, serta 162 pasien mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (Irawa
Menurut Gibson, secara umum jumlah pasien yang datang berobat ke RSUD dr. Pirngadi Medan pada awal tahun masih tergolong stabil dan tidak mengalami lonjakan yang signifikan. Ia menjelaskan, peningkatan kunjungan hanya terlihat pada layanan rawat jalan, namun jumlahnya masih dalam batas wajar. “Untuk rawat jalan memang ada kenaikan, tetapi hanya berkisar 50 hingga 100 pasien kunjungan, peningkatan ada, tapi tidak begitu signifikan,” jelasnya.
Gibson menambahkan, data jumlah pasien ini menjadi salah satu indikator dalam melihat kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di awal tahun. Oleh karena itu, pihak rumah sakit terus melakukan pemantauan terhadap tingkat kunjungan pasien di setiap unit pelayanan.
Gibson juga menegaskan, RSUD dr. Pirngadi Medan tetap berupaya memberikan pelayanan kesehatan secara optimal kepada seluruh pasien, baik rawat inap, rawat jalan, maupun IGD, sesuai dengan prosedur dan standar pelayanan yang berlaku. (ila)
Wali Kota Medan akan Buka Gebyar Festival Sholawat Antar Masjid se-Kota Medan di Masjid Quatul Muslimin
MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas direncanakan akan membuka secara resmi Gebyar Festival Sholawat antar Masjid se-Kota Medan yang akan digelar di Masjid Quatul Muslimin, Jalan HM Joni pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026.
Ketua Panitia Drs Rivai Nasution MM mengatakan, Gebyar Festival Sholawat yang memperebutkan piala bergilir Wali Kota Medan ini dilaksanakan berkat kerjasama dan kolaborasi BKM Quatul Muslimin dengan Pemerintah Kecamatan Medan Area, Kelurahan Pasar Merah Timur, PW Dewan Masjid Indonesia Sumut, KUA Medan Area, dan Iklab Raya Medan sekitarnya.
Adapun peserta terdiri dari perwakilan masjid di 21 kecamatan se-Kota Medan. Di mana, masing-masing kecamatan akan mengirimkan dua grup sholawat wanita yang terdiri dari tujuh orang dalam satu grup. “Setiap peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran alias gratis,” kata Rivai Nasution didampingi Sekretaris Panitia Hairul Dalimunthe kepada wartawan di Sekretariat Masjid, Selasa (6/1/2026).
Untuk hadiah, kata Rivai, para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang, trophy, dan sertifikat. Tidak itu saja, ada juga voucher biaya umroh senilai Rp2.000.000 bagi setiap anggota grup sholawat yang menjadi juara. “Dan bagi juara umum, akan mendapatkan piala bergilir Wali Kota Medan. Ayo, segera daftarkan tim anda di Sekretariat Masjid Quatul Muslimin. Pendaftaran dibuka hingga 25 Januari 2026,” seru Rivai.
Menurut Rivai, pada pembukaan Gebyar Festival Sholawat tersebut, Wali Kota Medan Rico Waas akan menyerahkan santunan kepada anak-anak fakir miskin dan yatim piatu. Selain itu, untuk menyemarakkan kegiatan, panitia akan menggelar bazar UMKM dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat selama festival berlangsung.
Untuk itu, Rivai mengharapkan partisipasi masyarakat untuk hadir di lokasi acara demi syiarnya Islam, terlebih dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.
“Kita ingin, masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah, namun juga dapat diberdayakan dalam kemaslahatan umat. Melalui festival sholawat ini, kita berharap, selain menumbuhkembangkan minat dan bakat para jamaah dalam melantunkan sholawat, diharapkan akan muncul bibit-bibit baru yang berpotensi untuk ditampilkan dalam even yang lebih besar nantinya,” harap Ketua Umum Iklab Raya ini.
Rivai juga berharap, pemerintah dapat memberikan ruang bagi para pelaku seni religi untuk berkembang dan membudaya di negeri tercinta ini, seperti MTQ yang telah membudaya dan menjadi agenda Nasional. “Insya Allah secara perlahan, sholawat yang mengagungkan junjungan kita Nabi Muhammad SAW bisa lebih menggema di kancah regional dan nasional pada masa mendatang,” ujarnya.
Dengan kegiatan keagamaan seperti ini, Rivai optimis, mampu meminimalisir kenakalan remaja seperti penyalahgunaan narkoba. “Dengan memberikan ruang bagi para remaja dan kaum ibu untuk aktif berkiprah di masjid, melakukan pembelajaran seni sholawat dan majlis taklim, paling tidak akan membentengi diri dari hal-hal negatif,” pungkasnya. (adz)
Telkomsel Salurkan Bantuan CSR Logistik untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Aceh Utara
Aceh Utara, sumutpos.co – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana banjir di Aceh Utara, Telkomsel menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) berupa bantuan logistik untuk membantu meringankan kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascabencana.
Bantuan logistik yang disalurkan Telkomsel meliputi Sembako, Selimut, Kelambu, Handuk, Pakaian Dalam dan Tikar, yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak. Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Telkomsel untuk hadir lebih dekat dan memberikan dukungan nyata bagi masyarakat di tengah situasi darurat.
Bantuan tersebut diserahkan melalui Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, SE, MM, dan Sekretaris Daerah Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., yang turut memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran kepada masyarakat terdampak.

General Manager Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel, Agung E. Setyobudi, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk empati dan kepedulian Telkomsel terhadap masyarakat yang terdampak banjir. “Telkomsel memahami bahwa di masa pascabencana, masyarakat membutuhkan dukungan nyata untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Melalui penyaluran bantuan logistik ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban warga dan mendukung proses pemulihan yang sedang berlangsung,” ujar Agung.
Selain penyaluran bantuan logistik, Telkomsel juga terus memastikan layanan komunikasi di wilayah terdampak tetap berjalan dengan baik agar masyarakat dapat tetap terhubung dengan keluarga, mengakses informasi penting, serta mendukung aktivitas sehari-hari di masa pemulihan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan setempat untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” tambah Agung.
Telkomsel berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat Aceh Utara melalui berbagai inisiatif sosial dan layanan komunikasi, sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati dalam setiap kondisi.(rel)
Sekolah Terendam Lumpur, Laznas AQL Peduli Salurkan Buku Iqro untuk Puluhan Murid TK Al-Ikhlas Aceh Tamiang
ACEH TAMIANG, SumutPos.co— Laznas AQL Peduli menyalurkan bantuan berupa buku Iqro kepada anak-anak TK Al-Ikhlas di Desa Tanah Terban, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1). Bantuan ini diberikan menyikapi kondisi sekolah yang masih terendam lumpur akibat banjir, sehingga aktivitas belajar mengajar belum dapat kembali dilakukan di ruang kelas.
Kepala Sekolah TK Al-Ikhlas, Salma mengatakan, meskipun sekolah sudah mulai masuk, kondisi gedung sekolah belum memungkinkan untuk digunakan karena lumpur masih menutupi sebagian besar area sekolah. “Sekolah sudah mulai masuk, tapi kondisi sekolah masih terendam lumpur. Akibat kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar sementara dialihkan ke area posko kemanusiaan,” kata Salma.
Salma menambahkan, terdapat sekitar 60 murid TK Al-Ikhlas yang terdampak langsung akibat banjir tersebut dan harus mengikuti kegiatan belajar di posko pengungsian.
Ihsan, tim Laznas AQL Peduli menjelaskan, para murid dan guru saat ini menggunakan Posko Laznas AQL Peduli di Masjid Al-Ikhlas sebagai tempat belajar sementara. “Untuk sementara, murid-murid dialihkan belajar dan mengajar di area posko,” kata Ihsan.
Ainun, seorang guru TK Al-Ikhlas mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan buku Iqro yang disalurkan. Menurutnya, hampir seluruh buku Iqro milik anak-anak rusak karena terendam lumpur saat banjir melanda.
“Alhamdulillah, terima kasih telah menyalurkan Iqro kepada anak-anak. Karena hampir semua Iqro mereka terendam lumpur,” ujar Ainun.
Selain buku Iqro, menurut Ainun, saat ini anak-anak masih membutuhkan perlengkapan belajar lainnya seperti buku tulis dan pensil warna untuk menunjang kegiatan belajar di posko.
Lathiful Hakim dari tim media Laznas AQL Peduli, menyampaikan komitmen lembaganya untuk terus mendampingi para korban banjir, khususnya dalam memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.
“Laznas AQL Peduli akan terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga memastikan proses belajar anak-anak tetap berjalan meski dalam keterbatasan,” ujar Lathiful Hakim. (rel/adz)
Telkomsel Percepat Pemulihan Jaringan di Aceh Tengah, Desa Owaq Kembali Terkoneksi
Aceh Tengah, sumutpos.co – Telkomsel berhasil memulihkan layanan jaringan telekomunikasi di Desa Owaq, setelah sebelumnya terdampak gangguan akibat keterbatasan infrastruktur dan pasokan listrik pascabencana. Pemulihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Telkomsel untuk memastikan masyarakat di wilayah pedalaman tetap dapat terhubung dan mengakses layanan komunikasi.
Dalam proses pemulihan jaringan di Desa Owaq, Telkomsel mengoperasikan site dengan dukungan genset sebagai sumber listrik, seiring dengan kondisi sistem catu daya di wilayah tersebut yang hingga kini masih terbatas dan belum sepenuhnya stabil. Langkah ini dilakukan agar layanan komunikasi dapat kembali berjalan dan masyarakat dapat mengakses informasi penting serta berkomunikasi dengan keluarga.
Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nugroho A. Wibowo, menyampaikan bahwa pemulihan jaringan di Aceh Tengah terus menunjukkan progres positif. “Pemulihan jaringan di Desa Owaq merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan konektivitas tetap hadir hingga ke wilayah-wilayah dengan tantangan akses dan catu daya. Meski masih bergantung pada genset, kami memastikan layanan dapat kembali digunakan oleh masyarakat,” ujar Nugroho.
Secara keseluruhan, lebih dari 95% jaringan Telkomsel di Kabupaten Aceh Tengah telah berhasil dipulihkan. Saat ini, masih terdapat 5 site yang meng-cover wilayah Aceh Tengah dan terus dikejar pemulihannya oleh tim Telkomsel di lapangan.
“Kami terus mempercepat proses pemulihan di lokasi-lokasi lainnya dengan mengedepankan keselamatan tim, mempertimbangkan kondisi akses di lapangan, serta menyesuaikan dengan ketersediaan pasokan listrik di masing-masing wilayah,” tambah Nugroho.
Telkomsel akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak serta masyarakat setempat untuk memastikan kualitas jaringan tetap terjaga, sekaligus mendukung aktivitas dan pemulihan kehidupan masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah hingga seluruh layanan kembali normal.(rel)










