31 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 71

Dishub Diminta Evaluasi Median Jalan

Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak.

MEDAN – Keberadaan sejumlah median atau pembatas jalan di Kota Medan menuai keluhan dari masyarakat. Kondisi tersebut mendapat sorotan serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan yang menilai penempatan dan panjang median jalan justru kerap merepotkan warga serta memicu kemacetan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan masyarakat terkait median jalan di Jalan Karya Wisata dan Jalan Sisingamangaraja. Penutupan median yang terlalu panjang dinilai membuat pengendara harus memutar terlalu jauh untuk berbalik arah.

“Banyak laporan dari masyarakat yang merasa sangat keberatan karena median jalan ditutup terlalu panjang. Akibatnya, warga harus memutar cukup jauh dan ini sangat merepotkan,” ujar Paul Mei Anton, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, kebijakan penempatan median jalan seharusnya mempertimbangkan kenyamanan dan mobilitas masyarakat. Bukannya mengurai kemacetan, median yang terlalu panjang justru menciptakan penumpukan kendaraan di titik-titik putar arah.

“Kondisi ini tidak tepat dan harus dievaluasi. Jangan sampai kebijakan lalu lintas justru membuat kemacetan semakin panjang dan masyarakat dirugikan,” tegas politisi tersebut.
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Suriono S.SiT., MT, menjelaskan bahwa untuk Jalan Karya Wisata, Dishub Medan telah menyiapkan lokasi putar arah atau open median di depan Komplek J-City.

“Untuk Jalan Karya Wisata, median tidak sampai ke Taman Cadika. Kami sudah membuka putar arah di depan Komplek J-City sehingga pengendara masih bisa berbalik arah di sana,” jelas Suriono.

Ia mengakui bahwa keberadaan median jalan di beberapa titik memang sempat menuai keluhan dari masyarakat, terutama dari pihak sekolah yang aktivitasnya terdampak akibat pembatasan akses kendaraan.

“Keluhan banyak datang dari sekolah, khususnya terkait aktivitas siswa SD. Namun saat ini sudah ada dua titik yang kami buka untuk kepentingan sekolah. Yang kami prioritaskan adalah pergerakan orang, bukan kendaraan,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait median jalan di Jalan Sisingamangaraja, Suriono menyebutkan pihaknya akan kembali melakukan kajian dan berkoordinasi dengan instansi terkait, mengingat status jalan tersebut bukan merupakan kewenangan Pemerintah Kota Medan.
“Untuk Jalan Sisingamangaraja, kami akan pelajari kembali dan selanjutnya berkoordinasi dengan pihak terkait,” pungkasnya.

DPRD Medan berharap Dishub Kota Medan lebih responsif terhadap keluhan masyarakat dan melakukan penataan lalu lintas yang berorientasi pada kenyamanan, keselamatan, serta kelancaran aktivitas warga sehari-hari. (map/ila)

Menjaga Konektivitas di Masa Pemulihan, Telkomsel Terus Pulihkan Jaringan Aceh

Aceh, sumutpos.co – Telkomsel terus mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Hingga saat ini, progres pemulihan jaringan Telkomsel di Aceh telah mencapai 99%, sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan layanan komunikasi tetap andal dan dapat diakses masyarakat selama masa pemulihan.
Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nugroho A. Wibowo, menegaskan bahwa Telkomsel berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan jaringan agar tetap andal di tengah tantangan pascabencana. “Pemulihan jaringan di Aceh terus kami lakukan secara berkelanjutan. Dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk Combat, genset sebagai back up power, serta peningkatan kapasitas jaringan, kami berupaya memastikan masyarakat tetap dapat berkomunikasi dan mengakses informasi penting di masa pemulihan,” ujar Nugroho.
Sejak awal bencana, Telkomsel mengerahkan seluruh sumber daya pendukung yang tersedia untuk menjaga keberlangsungan layanan jaringan di wilayah terdampak. Berbagai upaya dilakukan secara bertahap dan terukur, mulai dari pemulihan infrastruktur jaringan hingga penguatan kapasitas layanan agar kebutuhan komunikasi masyarakat tetap terpenuhi.
Dalam proses pemulihan tersebut, Telkomsel memanfaatkan beragam perangkat pendukung, di antaranya:
5 Perangkat Combat (Compact Mobile BTS) untuk memperkuat cakupan jaringan di lokasi terdampak dan Huntara
316 Genset sebagai sumber listrik cadangan, mengingat pasokan catu daya di sejumlah wilayah masih belum sepenuhnya stabil
Peningkatan kapasitas jaringan guna menjaga kualitas layanan seiring meningkatnya kebutuhan komunikasi masyarakat pascabencana
Telkomsel juga terus melakukan percepatan pemulihan di lokasi-lokasi yang masih terdampak, dengan mengedepankan aspek keselamatan tim, mempertimbangkan kondisi akses di lapangan, serta menyesuaikan dengan ketersediaan pasokan listrik di masing-masing wilayah.
“Kami akan terus menjaga jaringan agar tetap stabil dan andal hingga seluruh layanan di Aceh pulih sepenuhnya. Komitmen kami adalah selalu hadir mendampingi masyarakat, terutama di saat-saat yang paling membutuhkan konektivitas,” tambah Nugroho.
Telkomsel akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, pemangku kepentingan terkait, serta masyarakat setempat untuk mendukung pemulihan jaringan dan memastikan layanan telekomunikasi dapat kembali beroperasi secara optimal di seluruh wilayah Provinsi Aceh.

Laznas AQL Salurkan Bantuan Sandang ke Dua Dusun Terpencil di Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG, SUMUTPOS.CO— Laznas AQL Peduli terus menyalurkan bantuan sandang ke dusun terpencil di Kabupaten Aceh Tamiang, yakni Dusun Alur Jambu dan Dusun Batang Ara, pada Selasa, 7 Januari 2025. Bantuan sandang yang disalurkan meliputi mukena, pakaian, celana, serta kebutuhan sandang lainnya bagi warga terdampak banjir.

Eko dari Tim Lapangan Laznas AQL Peduli menyampaikan, penyaluran bantuan sandang kali ini difokuskan di dua dusun terpencil di Aceh Tamiang. “Hari ini kami menyalurkan kebutuhan sandang ke dua dusun yang tergolong terpencil, yaitu Dusun Alur Jambu dan Dusun Batang Ara,” katanya, Rabu (7/1/2026) malam.

Eko menerangkan, penyaluran bantuan sandang tersebut menjadi penting, mengingat kondisi warga pascabanjir, sebagaimana kondisi korban banjir, banyak diantara warga tidak memiliki pakaian, peralatan ibadan dan lainnya. “Bantuan sandang ini tidak kalah penting, karena pascabanjir besar banyak warga yang hanya memiliki pakaian yang melekat di badan,” katanya.

Sementara Andi, seorang warga di Dusun Alur Jambu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterima. “Alhamdulillah, perjuangan relawan untuk sampai ke tempat kami ini sangat luar biasa, sebab jarak kami sangat jauh dari ibukota Aceh Tamiang. Saya mewakili warga di Dusun Alur Jambu, mengucapkan banyak terima kasih kepada relawan yang sudah jauh-jauh datang ke dusun kami. Bantuan pakaian ini sangat kami butuhkan, dan masih sangat banyak warga yang kekurangan pakaian, di sin,i” ujarnya seraya menggenggam tangan relawan saat menyerahkan bantuan kemanusian dari Laznas AQL.

Pendiri Laznas AQL Peduli KH Bachtiar Nasir menyampaikan, penyaluran bantuan sandang merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk hadir membersamai masyarakat terdampak bencana.

Di tempat terpisah, saat dihubungi, Koordinator AQL Wilayah Aceh–Sumatera Utara, Affan, menyampaikan, AQL Peduli terus berupaya hadir dan mendampingi masyarakat terdampak hingga kondisi berangsur pulih. (adz)

Kapal Kemanusiaan Gelombang II Tiba di Belawan, Ketua DMI Sumut: Amanah Pak JK Segera Kami Salurkan

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumatera Utara (Sumut) secara resmi menyambut kedatangan kapal kemanusiaan, Kalla Lines di Pelabuhan Belawan Medan, pada Rabu malam (7/1/2026). Kedatangan kapal hasil kolaborasi Palang Merah Indonesia (PMI) dan DMI ini merupakan pengiriman gelombang ke-2 yang membawa bantuan logistik dan medis untuk didistribusikan kepada masyarakat di wilayah bencana Sumut dan sekitarnya.

Kedatangan kapal ini merupakan tindak lanjut dari pelepasan secara resmi yang dilakukan Ketua Umum DMI sekaligus Ketua Umum PMI, HM Jusuf Kalla (JK), di Jakarta pada 4 Januari lalu.

Dalam sambutannya di dermaga Pelabuhan Belawan, Ketua DMI Sumut H Irhamuddin MA menyampaikan apresiasi yang mendalam atas konsistensi pusat dalam membantu daerah. Ia mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum DMI Jusuf Kalla yang sangat peduli kepada korban bencana banjir di Sumut, Aceh, Sumatera Barat.

“Kami sangat bersyukur bantuan gelombang kedua ini telah tiba dengan selamat. Ini adalah wujud nyata kolaborasi antara masjid dan lembaga kemanusiaan untuk hadir di tengah kesulitan umat. Amanah dari Pak JK ini akan segera kami salurkan bersama tim di lapangan,” kata Irhamuddin.

Menurutnya, DMI Sumut siap berkolaborasi dengan PMI dalam memberikan bantuan kepada masjid-masjid berupa pengeras suara atau toa. “Terima kasih kasih kepada Bapak Yusuf Kalla. Semoga Bapak sehat selalu dan mendapatkan Ridho Allah SWT,” ujarnya didampingi Sekretaris Iwan Rosadi Hasibuan SPdI MSi dan Wakil Sekretaris Fathul Umra SPdI.

“Pak Jusuf Kalla menargetkan, sebelum Ramadan masjid-masjid sudah bersih dan bisa digunakan untuk beribadah dan warga bisa kembali ke rumah saat Ramadan,” imbuhnya.

Menurut Irhamuddin, bantuan yang tiba kali ini mencakup berbagai kebutuhan dan fasilitas pendukung lainnya, di antaranya alat berat untuk pembersihan mesjid dan area terdampak.

Adapun peralatan atau perlengkapan untuk masjid yang terdampak banjir dan longsor di Aceh dan Sumut berupa pengeras suara, sajadah, ambal, dan lainnya Selain itu, obat-obatan dan mobil tangki air bersih.

Irhamuddin juga menegaskan, distribusi akan dilakukan dengan melibatkan pengurus masjid di tingkat cabang yang terdampak banjir. Hal ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan.

Pelepasan kapal ini yang membawa ekscavator sebelumnya di Jakarta menjadi simbol bahwa semangat gotong royong nasional tetap kuat di awal tahun 2026. Dengan tibanya bantuan ini di Belawan, diharapkan beban masyarakat dapat segera teringankan melalui kerja sama yang solid antara relawan PMI dan pengurus DMI di Sumut.

Turut hadir Ketua PMI Sumut Dr H Rahmat Shah, Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat Marsekal Madya Purn Dr. H. Tribowo Budi Santoso, MM., M. Tr (Han) dan Kepala Markas PMI Pusat Arifin MH dan PP DMI. (adz)

Karyanto Wibowo Pimpin AMDATARA, Siap Majukan Industri Air Minum Dalam Kemasan

Ketua Umum Terpilih AMDATARA, Karyanto Wibowo
Ketua Umum Terpilih AMDATARA, Karyanto Wibowo

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai asosiasi baru di industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), Perkumpulan Usaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) siap menjadi katalisator bagi kemajuan industri AMDK ke depan. Asosiasi yang resmi terbentuk pada medio Desember 2026 lalu ini akan fokus pada kolaborasi, integritas, dan keberlanjutan industri AMDK.

Ketua Umum Terpilih AMDATARA, Karyanto Wibowo mengatakan AMDATARA berdiri sebagai respons terhadap kebutuhan akan wadah resmi untuk menyatukan pelaku industri untuk bersama-sama mengatasi mengatasi tantangan dan membangun masa depan yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia. “Sebagai Ketua Umum, saya yakin AMDATARA akan menjadi katalisator bagi kemajuan industri AMDK, dengan fokus pada kolaborasi, integritas, dan keberlanjutan,” ujarnya.

Dia menegaskan sebagai rumah bagi industri AMDK yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan, AMDATARA siap membangun kolaborasi solid, memastikan kepatuhan regulasi, dan mendorong inovasi untuk menjaga kualitas produk, serta kontribusi positif terhadap lingkungan dan masyarakat.

Ke depan, lanjutnya, AMDATARA akan berperan sebagai platform kolaborasi antar anggota, advokasi kebijakan dengan pemerintah, edukasi publik tentang hidrasi sehat, sumber daya air pengelolaan sampah kemasan, standardisasi kualitas melalui SNI dan sertifikasi, serta penguatan investasi.

Menurutnya, AMDATARA juga berkomitmen mendukung transformasi industri menuju era 4.0, penerapan teknologi ramah lingkungan, dan sinergi lintas sektor untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

AMDATARA didukung puluhan perwakilan anggota dari seluruh Indonesia, termasuk perwakilan dari Sumatra Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara serta beberapa daerah lain di Indonesia.

Pembentukan AMDATARA ini disambut positif Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar di Direktorat Jenderal Industri Agro, Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria, berharap kehadiran AMDATARA ini memiliki peran strategis dalam mensinergikan pelaku industri AMDK dengan kebijakan pemerintah. “Saya berharap melalui kolaborasi yang konsisten, kita dapat mendorong transformasi menuju industri yang berkelanjutan, berdaya saing, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dia menyampaikan efek ganda keberadaan industri AMDK sangat luas dan berdampak positif terhadap tumbuhnya sektor perekonomian lainnya seperti jasa transportasi, penjualan retail, dan industri pendukung lainnya. “Karenanya, kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para pelaku usaha industri AMDK yang telah ikut berperan serta mengembangkan sektor industri minuman,” ucapnya.

Industri AMDK di Indonesia saat ini mengalami ekspansi signifikan, dengan nilai pasar mencapai puluhan triliun rupiah per tahun dan pertumbuhan tahunan rata-rata 5-8 persen.
Dimulai pada tahun 1973, hanya ada satu pabrik AMDK dengan kapasitas 6 juta liter per tahun. Kondisi ini terus berkembang hingga saat ini terdapat 707 pabrik dengan lebih dari 2.000 merek, dan total kapasitas produksi hingga 47 miliar liter per tahun.

Sektor ini menyerap hingga 46.000 tenaga kerja langsung dan berkontribusi pada ekspor makanan dan minuman, dengan tingkat utilisasi di atas 70% selama lima tahun terakhir.
Didorong oleh pertambahan penduduk, urbanisasi, perubahan gaya hidup, dan kesadaran kesehatan masyarakat, AMDK menjadi solusi utama untuk hidrasi aman dan higienis, terutama di segmen air mineral, air mineral alami, dan air demineral sesuai regulasi BPOM.

Meski demikian, industri AMDK menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks, termasuk implementasi SNI wajib, persepsi publik terkait pengelolaan sumber daya air, regulasi migrasi BPA pada kemasan, ketidaksinkronan regulasi pusat-daerah, pengelolaan sampah kemasan, penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) yang inklusif, pajak air serta kompetisi ketat di pasar. Industri AMDK juga menuntut adaptasi terhadap tren seperti penerapan ekonomi sirkular, digitalisasi, dan sertifikasi halal. (ila)

Awal Tahun 2026, RSUD dr Pirngadi Medan Layani 1.127 Pasien

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan mencatat jumlah kunjungan pasien yang mendapatkan pelayanan kesehatan pada awal tahun 2026 mencapai 1.127 orang. Data tersebut dihimpun selama periode 1 Januari hingga 5 Januari 2026.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Gibson Girsang, menyampaikan dari jumlah tersebut, 95 pasien tercatat menjalani rawat inap, 870 pasien memperoleh layanan rawat jalan, serta 162 pasien mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (Irawa

Menurut Gibson, secara umum jumlah pasien yang datang berobat ke RSUD dr. Pirngadi Medan pada awal tahun masih tergolong stabil dan tidak mengalami lonjakan yang signifikan. Ia menjelaskan, peningkatan kunjungan hanya terlihat pada layanan rawat jalan, namun jumlahnya masih dalam batas wajar. “Untuk rawat jalan memang ada kenaikan, tetapi hanya berkisar 50 hingga 100 pasien kunjungan, peningkatan ada, tapi tidak begitu signifikan,” jelasnya.

Gibson menambahkan, data jumlah pasien ini menjadi salah satu indikator dalam melihat kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di awal tahun. Oleh karena itu, pihak rumah sakit terus melakukan pemantauan terhadap tingkat kunjungan pasien di setiap unit pelayanan.

Gibson juga menegaskan, RSUD dr. Pirngadi Medan tetap berupaya memberikan pelayanan kesehatan secara optimal kepada seluruh pasien, baik rawat inap, rawat jalan, maupun IGD, sesuai dengan prosedur dan standar pelayanan yang berlaku. (ila)

Telkomsel Salurkan Bantuan CSR Logistik untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Aceh Utara

Aceh Utara, sumutpos.co – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana banjir di Aceh Utara, Telkomsel menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) berupa bantuan logistik untuk membantu meringankan kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascabencana.

Bantuan logistik yang disalurkan Telkomsel meliputi Sembako, Selimut, Kelambu, Handuk, Pakaian Dalam dan Tikar, yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak. Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Telkomsel untuk hadir lebih dekat dan memberikan dukungan nyata bagi masyarakat di tengah situasi darurat.

Bantuan tersebut diserahkan melalui Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, SE, MM, dan Sekretaris Daerah Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., yang turut memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran kepada masyarakat terdampak.

General Manager Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel, Agung E. Setyobudi, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk empati dan kepedulian Telkomsel terhadap masyarakat yang terdampak banjir. “Telkomsel memahami bahwa di masa pascabencana, masyarakat membutuhkan dukungan nyata untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Melalui penyaluran bantuan logistik ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban warga dan mendukung proses pemulihan yang sedang berlangsung,” ujar Agung.

Selain penyaluran bantuan logistik, Telkomsel juga terus memastikan layanan komunikasi di wilayah terdampak tetap berjalan dengan baik agar masyarakat dapat tetap terhubung dengan keluarga, mengakses informasi penting, serta mendukung aktivitas sehari-hari di masa pemulihan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan setempat untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” tambah Agung.

Telkomsel berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat Aceh Utara melalui berbagai inisiatif sosial dan layanan komunikasi, sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati dalam setiap kondisi.(rel)