32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 721

Performa Meningkat Pesat, Pengguna MADINA Bank Muamalat Naik 18%

JAKARTA, SUMUTPOS CO – Layanan Cash Management System (CMS) PT Bank Muamalat Indonesia Tbk yang bernama Muamalat Digital Integrated Access (MADINA) mencatatkan pertumbuhan yang positif sepanjang 2023.

SEVP Enterprise Banking Bank Muamalat Irvan Yulian Noor mengatakan, pengguna MADINA secara keseluruhan bertambah sebanyak 1.568 pengguna atau meningkat sebesar 18% secara year on year (yoy) per akhir Desember 2023. Peningkatan tersebut sejalan dengan volume transaksi MADINA yang tumbuh 23% (yoy) dari Rp40,8 triliun menjadi Rp50,4 triliun. Demikian pula dengan jumlah frekuensi transaksi MADINA yang naik 7% (yoy) menjadi 1.366.838 transaksi.

“Peningkatan tersebut merupakan hasil dari upaya kami yang gencar menjalin kerja sama dengan berbagai instansi dan implementasi sejumlah strategi untuk meningkatkan utilisasi layanan MADINA. Tren positif tersebut akan kami lanjutkan pada tahun ini dengan fokus pada segmen lembaga keuangan syariah dan institusi Islam, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, layanan Virtual Account (VA) yang terintegrasi dengan MADINA juga turut meningkat. Jumlah frekuensi transaksi VA Bank Muamalat naik 12% (yoy) menjadi 3.594.765 transaksi. Adapun volume transaksi VA Bank Muamalat naik 9% (yoy) menjadi Rp5,7 triliun.

Program pendukung

Untuk meningkatkan utilisasi MADINA pada 2023, Bank Muamalat melaksanakan MADINA Activation Program (MAP) dimana nasabah diberikan benefit bebas biaya transaksi hingga 30 kali/bulan selama 3 bulan. Selain itu, Bank Muamalat juga menggelar MADINA Class Training (MCT) secara rutin setiap minggu via online, yaitu pelatihan yang ditujukan bagi nasabah baru maupun eksisting agar segera mengaktifkan layanan MADINA dan menjadikan Bank Muamalat sebagai bank operasional mereka.

Sebagai informasi, MADINA merupakan layanan internet banking untuk nasabah korporasi yang memungkinkan nasabah untuk memonitor maupun melakukan transaksi perbankan non tunai atas seluruh rekening yang berada di Bank Muamalat secara realtime. MADINA menawarkan fleksibilitas kepada nasabah melalui opsi layanan MADINA Advanced dan MADINA Basic dimana fiturnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi dan transaksi nasabah.

Untuk menggunakan layanan MADINA, nasabah korporasi perlu mengakses website MADINA menggunakan browser kapan saja dan dimana saja sepanjang terkoneksi dengan internet sehingga transaksi bisnis akan menjadi lebih mudah bagi nasabah. (rel/ram)

Pemkab Langkat Peringkat 5 Penilaian Ombudsman

PENGHARGAAN: Plt Bupati Langkat, H Syah Afandin (dua dari kanan) foto bersama dengan Ombudsman RI usai menerima hasil penilaian kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik.Istimewa/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Langkat menempati urutan kelima dalam penilaian Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara. Hasil penilaian ini diterima langsung Pelaksana Tugas Bupati Langkat, H Syah Afandin di Kantor Ombudsman Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Medan, Selasa (23/1/2024).

Penilaian berdasarkan Surat Keputusan Ombudsman RI Nomor 418 Tahun 2023 Tentang Hasil Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Kabupaten Langkat menempati peringkat 5 kabupaten di Sumut dengan nilai 91,40 dan predikat zona hijau, kategori A dan opini kualitas tertinggi.

Dadang S Suharmawijaya selaku perwakilan Ombusman RI memaparkan sistem kerja ombudsman. “Ombudsman bekerja ketika ada laporan pengaduan dari masyarakat tentang administrasi pada suatu institusi. Ketika itu terjadi, maka pekerjaan Ombudsman dimulai,” jelasnya.

“Kami bekerja bagaimana memperbaiki sistem yang ada di institusi tersebut dan terus mengawasi hingga pelayanannya benar benar baik,” sambungnya.

Dadang menyatakan, pelayanan publik harus terus diupgrade sehingga dapat menciptakan kenyamanan untuk masyarakat. Ombudsman diperintahkan Presiden Indonesia menjadi pengawasan dan mengeluarkan opini untuk pelayanan publik.

“Setiap tahunnya kami selalu me-upgrade indikator penilaian agar kita lebih memaksimalkan pelayanan publik, sehingga diharapkan dari penilaian yang kami berikan ke depannya semakin meningkatkan pelayanan publik di pemerintahan kabupaten/kota masing masing,” sebutnya.

Sekertaris Daerah Provinsi Sumut, Arief Sudarto Trinugroho menjelaskan, pentingnya penilaian pelayanan publik dan penerapan cepat, mudah, terjangkau dan ukur dalam melayani publik. Ombudsman mengawasi pelayanan publik yang dilaksanakan oleh institusi pemerintah.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya diskriminasi pelayanan atau tebang pilih, pemungutan dalam pelayanan dan hilangnya kepercayaan masyarakat.

“Diharapkan ke depannya dalam memberikan pelayanan harus cepat, mudah, terjangkau dan terukur sehingga ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk pelayanan publik. Semoga dengan penilaian ini menjadi evaluasi pelayanan publik kabupaten/kota untuk kedepannya,” tukasnya. (ted/ram)

Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang Maksimalkan Peran AgenBRILink Genjot Perekonomian Inklusif

Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang meraih Juara Harapan 1 Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023 yang diinisiasi BRI lewat pengoptimakan BUMDes/BUMNag sebagai tulang punggung perekonomian desa. ((Dok. Folka Space))

SUMUTPOS.CO – Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), merupakan wilayah yang diberkahi sumber daya alam (SDA) serta panorama menawan. Wilayah tersebut berhasil menjadi desa berdaya dengan memaksimalkan ragam potensi yang dimiliki, mulai dari alam, ekonomi, budaya, hingga pariwisata.

Atas upaya itu, Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang terpilih menjadi Juara Harapan 1 Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023 yang diinisiasi Tbk atau BRI.

Wali Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang Nofrizal mengatakan, prestasi itu tak terlepas dari pengoptimalan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau BUMNag sebagai tulang punggung perekonomian desa. Salah satu unit usaha yang dikelola BUMNag itu adalah Folka Space, yakni coffee shop di tengah hutan pinus.

“Bagi kami, BUMNag atau BUMDes merupakan tulang punggung pemerintahan nagari. Dalam pemerintahan desa, BUMNag merupakan salah satu program prioritas agar nagari makin berdaya. Alhamdulillah, kehadiran unit usaha Folka Space direspons positif wisatawan lokal sehingga meraih omzet ratusan juta per bulan,” ujarnya, Sabtu (13/1/2024).

Nofrizal mengatakan, Folka Space didirikan sebagai salah satu cara untuk mengatasi konflik sosial serta penebangan hutan pinus oleh warga Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang.

Saat pandemi Covid-19, lanjut Nofrizal, warganya yang menjadi perantau di berbagai daerah pulang ke kampung halaman lantaran dirumahkan. Keterbatasan finansial memaksa warga nagari menebang hutan pinus secara massif. Konflik horizontal pun tak terelakkan.

“Kami akhirnya mendirikan Folka Space di tengah hutan pinus tersebut. Folka Space didirikan mulanya sebagai pendekatan untuk membangun rasa memiliki warga terhadap SDA pinus,” tuturnya.

Tak disangka, Folka Space berkembang dan memberi dampak baik bagi lingkungan dan ekonomi warga lokal. Dalam pengembangan Folka Space, Nofrizal turut memberdayakan warga yang semula sebagai penebang hutan pinus. Mereka dilibatkan sebagai pekerja, mulai dari juru parkir hingga peracik kopi (barista).

“Alhamdulillah, hutan pinus terselamatkan, konflik sosial reda, dan warga pun makin berdaya,” kata Nofrizal.

Inovasi Desa Lerep Manfaatkan AgenBRILink Untuk Layanan Perbankan hingga Inovasi Eduwisata Raih Penghargaan Juara 3 Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023

Salah satu destinasi wisata di Desa Wisata Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (dok. Jadesta Kemenparekraf)

SUMUTPOS.CO – Memiliki wilayah dengan potensi alam melimpah, mendorong warga dan perangkat Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah memanfaat itu untuk kesejahteraan bersama.

Berlokasi di kaki Gunung Ungaran dengan ketinggian 340-910 meter di atas permukaan laut (mdpl), membuat Desa Lerep sangat baik untuk budi daya kopi, cengkih, durian, bahkan hingga rempah-rempah. Dengan luas wilayah mencapai 682,32 hektare (ha), Desa Lerep juga memiliki Curug Indrokilo dan Embung Sebligo yang punya potensi wisata.

Ini mendorong pemerintah desa beserta warga Desa Lerep berinovasi mengembangkan potensi tersebut dengan bertransformasi menjadi desa wisata.

Kepala Desa Lerep Sumariyadi bercerita, ide inovasi desa wisata bermula dari sapi-sapi yang dirawat oleh warga di kediaman masing-masing.

Karena menimbulkan permasalahan limbah yang mengganggu lingkungan, pemerintah desa dan masyarakat berinisiatif untuk mengumpulkan seluruh sapi peliharaan warga di satu lokasi dan menjadikannya peternakan sapi.

Sumaryadi menuturkan bahwa berangkat dari permasalahan yang ada, banyak warga memberikan masukan untuk mengembangkan peternakan serta produk sampingannya, seperti biogas dan pupuk organik.

Akhirnya, lanjut Sumaryadi, usaha peternakan dikembangkan menjadi kampung tematik sapi.

Dari inovasi tersebut, Desa Lerep berkembang menjadi desa wisata edukasi dan ekologi. Tak hanya kampung sapi, kini, setiap dusun di desa ini telah bertransformasi menjadi kampung-kampung tematik, seperti Kampung Durian, Kampung Kopi, dan Kampung Keripik.

Sejumlah inovasi terus dilakukan Desa Lerep. Untuk semakin mengembangkan potensi, Desa Lerep kemudian mengembangkan program Paket Eduwisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gerbang Lentera.

Melalui inovasi itu, BUMDes Gerbang Lentera menawarkan pengalaman wisata edukasi yang lengkap kepada wisatawan, mulai dari mengunjungi Kampung Durian, belajar menanam padi, membuat olahan susu sapi, membuat kerajinan berbahan sampah, hingga mempelajari budaya setempat.

“Untuk mendukung program eduwisata itu, masyarakat Desa Lerep juga membuat homestay di rumah-rumah warga sebagai tempat wisatawan bagi menginap,” kata Sumariyadi.

Di samping itu, Desa Lerep juga mengembangkan potensi wisata lain. Sebut saja, wisata alam Curug Indrokilo, Wisata Embung Sebligo, wisata offroad, hingga Pasar Kuliner Jajanan Ndeso.