28 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 727

Isu Greenflation Bukan Receh, Jangan Berlindung Dari Ketidaktahuan

Capres-Cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ekonom Senior Indonesia, Dradjad Wibowo mengungkapkan, persoalan greenflation bukan pertanyaan receh. Bahkan, pertanyaan tersebut tak boleh ditertawakan. Menurut Dradjad, isu tersebut tidak bisa dianggap main-main. Sebab, bisa mempengaruhi keadaan dunia.

“Isu ini memang sedang menjadi tantangan di berbagai belahan dunia menuju ekonomi hijau. Sebagai contoh tantangan greenflation, bobot bahan baku dalam struktur biaya baterai meningkat dari 40 hingga 50 persen dari biaya baterai pada tahun 2017 menjadi 50-70 persen pada tahun 2022. Sehingga membuatnya lebih rentan terhadap variasi harga bahan baku,” ungkapnya dalam sebuah wawancara.

Dradjad memberikan contoh lain, banyak negara sekarang menerapkan standar kelestarian yang ketat bagi dunia usaha. Menurut dia, biaya pemenuhan standar ini juga cukup mahal dan menimbulkan inflasi hijau. Demikian juga dengan pajak karbon dan berbagai inisiatif lainnya. “Jadi, inflasi hijau itu tempatnya di jantung dari topik kelestarian, transisi ke ekonomi hijau, serta mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” tambahnya.

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Sumatera Utara (Sumut), Ade Jona Prasetyo juga angkat bicara mengenai isu ini. Menurut pria yang mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI Dapil Sumut I, nomor urut 2 dari Partai Gerindra ini, apabila isu tersebut tidak bisa dijawab cukup dibilang saja, tidak perlu sampai mengatakan bahwa isu ini tidak penting.

“Saya lihat di media sosial banyak sekali yang mencaci Mas Gibran dan menertawakan beliau terkait greenflation. Seharusnya, kandidat cawapres lebih simple saja. Lihat akibatnya, netizen yang tidak tahu hanya tertawa, padahal ini isu global. Mas Gibran juga ditanyakan istilah bioregional kok. Bedanya, mas Gibran menyanggupi pertanyaan itu dan tidak mau berlindung dibalik ketidaktahuan,” tegas Jona.

Jona juga mengatakan, dirinya sangat bangga dengan penampilan Gibran dalam debat tersebut. Menurutnya Gibran sangat substantif dengan bukti check fakta dan peka terhadap isu global.

“Mas Gibran ini saat fact checking mulus kok, tapi banyak yang nyinyir beliau ini tidak ada isinya. Pada debat yang lalu mas Gibran dibilang pengetahuannya terbatas di lokal saja, tapi saat bawa isu global malah dibilang tidak nyambung,” tambahnya.

Dikatakannya, TKD Prabowo-Gibran Sumut optimis dan bangga dengan keberanian Gibran. Ini bentuk representasi politik yang akan terus dibangun. “Bersama Prabowo-Gibran, kami siap membawa Indonesia menjadi maju,” pungkasnya. (dwi/ram)

Ade Jona: Gimmick Gibran Bagian dari Strategi, Hal Wajar Dalam Politik

Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gimmick yang ditampilkan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka saat Debat Cawapres kedua yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Minggu (21/1/2024) malam merupakan bagian dari strategi. Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar dalam dunia politik.

Menurut Ketua TKD Prabowo-Gibran Sumut, Ade Jona Prasetyo secara keseluruhan penampilan Gibran dalam debat tersebut pantas mendapatkan apresiasi. Meskipun atas gimmick tersebut feedbacknya menuai pro dan kontra.

“Apapun ceritanya, penampilan Mas Gibran dalam debat tersebut harus diapresiasi,” katanya, Selasa (23/1/2024).

Dirinya juga mencoba menyelaraskan pandangannya dengan menggarisbawahi bahwa dalam konteks politik, setiap langkah dan penampilan memiliki nuansa yang strategis. Terrmasuk penggunaan gimmick. Namun, yang paling penting adalah bagaimana substansi yang disampaikan Gibran dalam debat.

“Gagasan yang disampaikan Gibran menjawab permasalahan yang terjadi di publik, terkhusus pada upaya reforma agraria melalui digitalisasi yang memang perlu dilakukan,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Daulay menambahkan, apabila ada yang menyatakan gimmick yang ditampilkan Gibran sebagai bentuk kurangnya etika, hal itulah yang tidak pantas disampaikan.

Menurutnya, Gibran sangat bersikap sopan. Dirinya bertanya sesuai topik dan tidak melakukan tindakan asal-asalan. “Jika ada yang tidak bisa menjawab, itu hanya menunjukkan kelemahan lawan debat yang tidak siap,” tandasnya. (dwi/ram)

Pembangunan Jembatan Jalan Abdullah Lubis Selesai Paling Lama Pertengahan Februari

Kadis SDABMBK Kota Medan, Topan O.P Ginting.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) tengah berfokus untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan di Jalan Abdullah Lubis, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru.

Dinas SDABMBK Kota Medan menginginkan, pembangunan jembatan Jalan Abdullah Lubis dapat segera diselesaikan dan dipergunakan seperti halnya Jembatan Jalan H.M Yamin yang telah selesai dibangun.

“Untuk Jembatan Jalan Abdullah Lubis, itu terus kita fokuskan penyelesaiannya. Kita harapkan (pembangunan Jembatan Jalan Abdullah Lubis) itu bisa segera selesai supaya bisa segera dipergunakan seperti Jembatan Jalan H.M Yamin yang sudah selesai kita bangun,” ucap Kadis SDABMBK Kota Medan, Topan O.P Ginting kepada Sumut Pos, Selasa (23/1/2024).

Dikatakan Topan, saat ini pembangunan Jembatan Jalan Abdullah Lubis telah menyelesaikan proses pembangunan lantai jembatan. Dengan kata lain, proses pembangunan Jembatan Abdullah Lubis akan selesai dalam waktu dekat.

“Jembatan Abdullah Lubis sudah selesai pemasangan lantai. Cuma memang harus kita cek dulu, apakah umur (lantai) nya sudah cukup untuk dibuka. Karena kita juga harus menunggu umur betonnya, supaya layak untuk dilintasi,” ujarnya.

Topan pun menargetkan, pembangunan Jembatan Jalan Abdullah Lubis dapat selesai paling lama pertengahan Februari 2024 mendatang. Namun ia optimis, pembangunan tersebut dapat diselesaikan lebih awal dari target yang ditentukan tersebut.

“Kemarin kita kasih waktu perpanjangan 50 hari, karena (pembangunan Jembatan Jalan Abdullah Lubis) itukan sama seperti Jalan H.M Yamin, sama-sama sudah masuk perpanjangan (waktu). Artinya paling lama sudah harus selesai di pertengahan Februari. Tapi kita yakin (Jembatan Jalan Abdullah Lubis) ini sama seperti pembangunan (jembatan) di Jalan HM Yamin, sama-sama akan selesai lebih cepat dari waktu yang ditargetkan di masa perpanjangan (waktu) ini,” ungkapnya.

Diterangkan Topan, dari sisi urgenitas, sejatinya penyelesaian pembangunan Jembatan Jalan H.M Yamin dinilai lebih mendesak dari Jembatan Abdullah Lubis. Selain karena kondisi mobilitas yang lebih tinggi di Jalan H.M Yamin, kondisi banyaknya ruas jalan alternatif di seputar Jalan Abdullah Lubis juga dinilai sangat membantu masyarakat yang ingin mencari jalur alternatif.

“Jalan H.M Yamin itu salah satu jalur utama, mobilitas disana sangat tinggi. Sementara di Jalan Abdullah Lubis mobilitas tidak setinggi di Jalan HM Yamin, dan di seputar Jalan Abdullah Lubis lebih banyak jalan alternatif. Begitupun, kita tidak akan memperlambat penyelesaian pembangunan Jembatan Jalan Abdullah Lubis, akan kita selesaikan secepatnya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Dinas SDABMBK Kota Medan telah melakukan pembangunan dua buah jembatan di Kota Medan sejak September 2023 yang lalu dan ditargetkan selesai Desember 2023. Adapun kedua jembatan tersebut, yakni Jembatan Jalan H.M Yamin dan Jembatan Jalan Abdullah Lubis.

Pembangunan kedua jembatan tersebut tidak dapat diselesaikan tepat waktu karena tingginya curah hujan di akhir tahun 2023 lalu. Alhasil, Pemko Medan memberikan perpanjangan waktu selama 50 hari kepada pihak kontraktor untuk menyelesaikannya, yakni hingga 19 Februari 2024.

Hasilnya, pembangunan Jembatan Jalan H.M Yamin telah selesai dikerjakan di Januari 2024 atau lebih cepat dari target di masa perpanjangan waktu. Saat ini, jembatan tersebut telah dipergunakan dan ruas jalan H.M Yamin telah dibuka kembali. Sementara ruas Jalan Abdullah Lubis hingga kini masih ditutup, pembukaan ruas jalan tersebut menunggu selesainya pembangunan Jembatan Jalan Abdullah Lubis dalam waktu dekat.
(map/ram)

Bapemperda DPRD Medan Usulkan Pemotong Hewan Unggas di Pasar Harus Bersertifikat Halal

Ketua Bapemperda, Dedy Aksyari Nasution.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Medan, Dedy Aksyari Nasution, mengusulkan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar mewajibkan sertifikasi kepada para pemotong hewan unggas seperti ayam atau bebek yang berada di seluruh pasar tradisional di Kota Medan.

“Ini untuk menepis keraguan masyarakat ketika akan membeli dan mengkonsumsi ayam maupun bebek yang dijual para pedagang di setiap pasar tradisional di Kota Medan,” ucap Dedy, Selasa (23/1/2024).

Menurut Politisi Partai Gerindra Medan ini, latar belakang usulan ini diajukan karena dirinya banyak menerima kekhawatiran masyarakat terkait kehalalan daging ayam potong (ras) yang mereka beli di pasar tradisional.

“Kalau menurut syariat Islam, pemotongan hewan harus diawali dengan membaca do’a dan menghadap kiblat. Sehingga, daging ayam menjadi halal untuk dikonsumsi. Tapi masyarakat bilang, banyak yang main potong saja,” ujarnya.

Untuk itu, sambung Dedy, Pemko Medan bersama MUI Kota Medan perlu melakukan pembahasan mendalam terkait usulan mewajibkan sertifikasi kepada setiap petugas pemotong ayam dan unggas yang ada di pasar-pasar tradisional di Kota Medan

“Kita di DPRD Medan siap berkolaborasi dengan pihak terkait untuk pembahasan usulan ini. Sehingga kedepannya, masyarakat Kota Medan tidak merasa was-was saat akan mengkonsumsi ayam atau bebek yang dibeli dari para pedagang yang berjualan di pasar tradisional di Kota Medan,” pungkasnya.
(map/ram)

Belasan Pelajar Diamankan, Polres Binjai Tetapkan Dua Tersangka

AMANKAN: Tim gabungan saat mengamankan belasan pelajar dan barang bukti motor tanpa nomor plat di Jalan Diponegoro, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai menetapkan dua orang remaja berusia 17 tahun sebagai tersangka. Keduanya kini ditahan di sel tahanan Mapolres Binjai.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut, penyidik menetapkan dua orang yang berstatus anak atau remaja sebagai tersangka. Keduanya berinisial DP dan SA,” kata Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Zuhatta Mahadi, Selasa (23/1/2024).

Keduanya diamankan tim gabungan yang tengah patroli, Minggu (21/1/2024). Saat tim gabungan Polres Binjai dan Kodim Langkat melintas di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur, diperoleh informasi ada sekelompok remaja yang diduga tergabung dalam geng motor mau melakukan penyerangan ke arah Pajak Rambung di Jalan Jambi, Binjai Selatan.

Informasi tersebut ditindaklanjuti tim gabungan dan bersama masyarakat dilakukan penangkapan. Zuhatta menambahkan, keduanya disangkakan atas kepemilikan senjata tajam.

“Kedua remaja ini dijerat dengan undang-undang darurat dan terancam hukuman paling lama 10 tahun,” ujarnya.

Sementara yang lainnya turut ditangkap telah dikembalikan kepada orang tua masing-masing. “Mereka kita duga akan melakukan tawuran dan karena itu diamankan yang kemudian dibawa ke Polres Binjai,” pungkasnya.

Tim gabungan mulanya mengamankan 15 pelajar yang diduga hendak melakukan tawuran atau perang antar kelompok. Mereka yang diamankan berinisial DM (16), AA (17), RP (16), HB (14), DK (17), AAP (16), RO (16), RA (15), TS (16), MNF (17), DP (17), SA (17), MI (15), MR (15) dan AI (16).

Selain belasan pelajar, tim gabungan juga mengamankan 6 unit motor tanpa nomor polisi, sebilah samurai, 3 bilah parang panjang, sebilah celurit, 1 gear motor dan 1 ketapel. Keberadaan geng motor memang belakangan marak di Kota Binjai.

Tingkah laku mereka yang melakukan konvoi sembari membawa senjata tajam ini cukup meresahkan masyarakat. Beruntung tim gabungan sedang patroli dan mengamankan belasan pelajar tersebut. Jika tidak, perang pun terjadi antar kelompok geng motor ini. (ted/ram)

Optimalisasi AgenBRILink, Desa Bansari Raih Juara Umum Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023

SUMUTPOS.CO – Desa Bansari merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Berada di ketinggian 1.000 – 1.500 mdpl, Desa ini memiliki potensi alam yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakatnya yang berjumlah 4.900 jiwa.

Selain hasil pertanian dan perkebunan, Desa Bansari juga punya kekayaan wisata alam. Kearifan lokal berupa kesenian Jaran Kepang, Kubro Siswo, dan Karawitan, serta industri kreatifnya turut menyokong sektor wisata Desa Bansari.

Menyadari potensi tersebut, Desa Bansari pun melakukan sejumlah inovasi, seperti pemanfaatan teknologi smart internet of things (IoT) untuk membantu memantau lahan dan hasil pertanian, hidroponik greenhouse untuk budi daya melon, dan penggunaan energi listrik terbarukan, seperti panel surya.

Untuk memperkuat potensi yang ada, Desa Bansari mengikuti program Desa BRILiaN 2023 yang diinisiasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Selama mengikuti program, mulai dari perangkat desa, pengurus BUMDes, hingga pelaku usaha mendapatkan pelatihan dan pendampingan.

Salah satunya adalah pemanfaatan digitalisasi, baik dalam pemasaran maupun transaksi. Untuk pemasaran, Desa Bansari membuat situs web, media sosial desa, serta memanfaatkan marketplace Localoka dan Pasar.id.

Sementara, digitalisasi pembayaran, Desa Bansari memanfaatkan BRImo, QRIS BRI untuk pelaku usaha, dan AgenBRILinK.

BRImo merupakan mobile Banking dari BRI yang hadir untuk memberikan kemudahan bagi nasabah maupun non-nasabah BRI agar dapat bertransaksi secara praktis.

Lewat aplikasi tersebut, masyarakat desa dapat membayar tagihan bulanan, seperti listrik dan air, hingga top-up saldo untuk dompet digital. BRImo juga dilengkapi dengan fitur pembayaran QRIS BRImo.

Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Tirta Sembada, Hendi Nurseto menjelaskan, BRImo menjadi salah satu layanan perbankan yang digunakan oleh masyarakat Desa Bansari. Saat ini, lebih dari 90 persen masyarakat Desa Bansari menggunakan BRImo.
Layanan tersebut digunakan lantaran semakin banyak aktivitas transaksi di Desa Bansari yang dilakukan secara digital.

Jumlah pengguna BRImo yang tinggi di Desa Bansari sendiri tidak terlepas dari penggunaan QRIS BRI, oleh pelaku usaha.

Untuk diketahui, BRI menyediakan membantu membuat kan QRIS BRI untuk memudahkan pelaku usaha. Layanan itu juga sudah terhubung dengan Aplikasi BRI Merchant.

Dengan demikian, pelaku usaha jadi mudah memonitor transaksi bisnisnya secara real-time dengan berbagai macam fitur dan layanan. Dengan begitu, masyarakat dapat bertransaksi secara nontunai dengan pelaku usaha di Desa Bansari yang sudah memanfaatkan QRIS BRI.

Bukan itu saja, BRImo juga memudahkan penduduk desa dalam bertransaksi di marketplace atau lokapasar.

“Masyarakat Desa Bansari itu kan mayoritas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta petani. Nah, BRI juga bekerja sama dengan marketplace, seperti Localoka dan Pasar.id. Di sana, pelaku UMKM bisa melakukan aktivitas perdagangan dan pembayarannya dilakukan melalui BRImo. Selain di marketplace itu, BRImo juga digunakan untuk pembayaran platform lain,” kata Hendi.

Sementara itu, AgenBRILinK adalah layanan perbankan tanpa kantor yang diinisiasi oleh bank BRI. Dalam layanan tersebut, BRI menggandeng nasabah sebagai agen yang dapat melayani transaksi perbankan bagi masyarakat secara real-time online dengan konsep sharing fee.

“Edukasi dari pihak BRI semakin membuat kami dapat mengoptimalkan potensi yang ada di Desa Bansari,” tutur Hendi.

Inovasi dan digitalisasi dengan produk BRI turut menguatkan BUMDes Tirta Sembada. Berkat itu pula, Desa Bansari dinobatkan sebagai Juara Utama Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023.

Hendi menjelaskan, BUMDes Tirta Sembada memiliki tanggung jawab untuk mengelola empat unit usaha yang ada di Desa Bansari.

“Salah satunya adalah destinasi wisata Embung Bansari. Wisata alam Embung Bansari itu ada di ketinggian 1.400 mdpl. Di sini, wisatawan bisa melihat sembilan gunung yang ada di Jateng,” ucapnya.

Unit usaha selanjutnya adalah pengelolaan air bersih. Dari unit ini, BUMDes Tirta Sembada mendapatkan pemasukan hingga ratusan juta per tahun. Meski demikian, Hendi mengaku bahwa pengelolaan air bersih tak sepenuhnya dijadikan sebagai lahan usaha. Sebab, sebagian besar air dialokasikan untuk masyarakat setempat.

“Selain kedua unit usaha itu, ada juga usaha benih cabai yang diolah menggunakan teknologi. Bibitnya kami kirim ke berbagai perusahaan karena sudah menjalin kerja sama dengan mereka. Lalu, ada pula unit usaha berupa warung sembako yang bantu dijalankan oleh AgenBRILinK,” terang Hendi.

Tertarik untuk meningkatkan potensi desa Anda agar lebih maju dan kreatif di masa depan dan sekaligus mengikuti jejak desa-desa yang menjadi pemenang Program Desa BRILiaN? Segera raih kesempatan jadi peserta Desa BRILiaN untuk periode 2024. Segera kunjungi atau hubungi kantor BRI Unit dan Mantri BRI Unit yang ada di Desa Anda. Jadikan Desa Anda sebagai Desa BRILiaN selanjutnya. (*/sih)

Anak Yatim Berprestasi Tak Dapat Bantuan, Warga Mohonkan Program PIP ke DPRD Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang warga lingkungan I Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Endang Sri Rahayu, berharap mendapatkan bantuan pendidikan untuk anaknya yang duduk di bangku Sekolah Dasar. Endang mengaku bahwa anaknya merupakan seorang anak yatim. Secara akademik, anaknya juga merupakan seorang siswa yang berprestasi di sekolah.

Harapan itu diungkapkan Endang saat menghadiri kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2024 yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraksi NasDem, T Edriansyah Rendy SH M.Kn di Jalan Besi Lingkungan 2, Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (21/1/2024) sore.

“Di sekolah SD anak saya ranking 3 pak, sekarang anak saya anak yatim. Mohon dibantu anak saya pak,” ucap Endang kepada anggota DPRD Medan yang akrab disapa Rendy tersebut.

Pasalnya, Endang mengaku bahwa meskipun anaknya seorang yatim dan berprestasi di sekolah, namun sang anak belum pernah mendapatkan bantuan pendidikan dari pemerintah. Oleh sebab itu, ia pun meminta agar sang anak bisa mendapatkan bantuan berupa Program Indonesia Pintar (PIP).

“Tolong dibantu pak supaya anak saya ini bisa dapat PIP. Itu saja pak (permintaan saya),” ujarnya dalam kegiatan yang dihadiri Sekretaris Lurah Tanah 600 M Achbar Lubis, perwakilan Puskesmas Rengas Pulau (Dinkes Medan) Rini Resky Manda Daulay, dan perwakilan Dinas Sosial Medan Linda Ramayani tersebut.

Menanggapi hal itu, Rendy mengaku akan meminta timnya untuk memastikan bahwa keluarga Endang telah masuk ke dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Mengingat Endang merupakan seorang Janda dan anaknya berstatus yatim. Pasalnya, DTKS merupakan langkah awal bagi masyarakat tidak mampu untuk bisa mendapatkan berbagai program bantuan dari pemerintah, termasuk PIP yang merupakan program Pemerintah Pusat.

Kemudian di tahun ini, sambung Rendy, Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan telah menganggarkan bantuan untuk 20 ribu siswa SD dan 20 ribu siswa SMP (tidak mampu). Lalu, ada bantuan untuk anak putus sekolah di Kota Medan agar bisa kembali bersekolah.

“Untuk anak ibu (Endang) yang berprestasi dan seorang yatim, tentu harus terus bersekolah. Kita akan minta agar anak ibu bisa mendapatkan bantuan pendidikan, setidaknya untuk awal dari APBD (Kota Medan) dulu. Kita juga akan upayakan agar bisa mendapatkan PIP,” kata Rendy.

Selain masalah pendidikan, warga lainnya juga menyampaikan berbagai keluhan kepada Rendy yang sehari-hari duduk sebagai Anggota Komisi II DPRD Medan tersebut. Diantaranya, masalah tidak adanya tiang listrik di lingkungan permukiman warga.

“Di gang Kesuma lingkungan 8, Kelurahan Tanah 600, tidak ada satu pun tiang listrik, jadi kabel listrik itu ditarik dari satu rumah ke rumah yang lain pak. Terus kalau hujan, Gg Kesuma itu banjir pak, becek. Mohon dibantu ya pak,” kata warga Gg Kesuma, Effendy yang dibenarkan oleh sejumlah warga Gg Kesuma lainnya.

Pada kesempatan itu, Rendy juga menerima berbagai aspirasi lainnya dari warga yang hadir, diantaranya masalah bantuan sosial hingga pelayanan kesehatan.

Menjawab hal itu, Rendy mengaku bahwa keluhan-keluhan warga tersebut akan dimasukkannya ke dalam Pokok Pikiran DPRD Medan dan akan disampaikan dalam sidang Paripurna DPRD Medan dalam waktu dekat.

“Nantinya, keluhan bapak/ibu akan kita masukkan ke dalam Pokok Pikiran DPRD Medan untuk dapat ditindaklanjuti dan diselesaikan dengan pihak-pihak terkait,” pungkasnya. (map)

Lentera Nusantara Tabur 10 Ribu Benih Ikan Patin

TABUR BENIH: Ketua Yayasan Cinta Lingkungan Hidup Lentera Nusantara M Rafiq SE bersama Sekretaris Jimmy Purba dan Penasehat Lentera Ustaz Saut Silalahi dan warga menabur benih ikan patin. Liberti H Haloho/sumut pos.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Yayasan Cinta Lingkungan Hidup Lentera Nusantara tabur sebanyak 10 ribu benih ikan Patin di Sungai Sei Tanjung, Kabupaten Batubara, Minggu (21/1).

Ketua Lentera H. Muhammad Rafik didampingi Sekretaris Jimmy Purba dan Penasehat Kentera Ustaz Saut Silalahi mengatakan, bahwa kegiatan ini menabur ikan untuk meningkatkan jumlah ikan di perairan umum, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan ikan khususnya ikan air tawar.

“Kami dari Lembaga Pecinta Lingkungan Hidup Nusantara Kabupaten Batubara melaksanakan kegiatan Restokin Ikan di beberapa titik sungai di wilayah Kabupaten Batubara, program 1 juta benih ikan,”sebutnya.

Menurut Rafiq, perikanan merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Sektor ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan negara dan penyerapan tenaga kerja.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sektor perikanan mengalami berbagai tantangan, salah satunya adalah penurunan jumlah ikan di perairan umum. Penurunan jumlah ikan ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain penangkapan ikan yang berlebihan, pencemaran air dan perubahan iklim.

Ia berharap dari kegiatan itu nantinya mampu meningkatkan ketersediaan ikan untuk konsumsi masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan, melestarikan sumber daya alam dan ekosistem lingkungan hidup.

“Kami ucapkan terima kasih kepada teman teman Lentera Nusantara. Kami juga berharap nantinya para aktifis peduli lingkungan ini juga melakukan sosialisasi ke desa desa, untuk dapat menjaga pelestarian dengan tidak merusak habitat ekosistim di alur sungai,”kata Alung.

Menurut Rafik, kegiatan tabur benih ikan ini akan dilaksanakan di perairan umum di wilayah Kabupaten Batubara meliputi: Danau Laut Tador

Sungai Suka, Sungai Alang Tahar, Sungai Tanjung, Sungai Dalu-dalu, Sungai Gambus, Sungai Lima Puluh, Sungai Selantik, Sungai Sei Petatal, Sungai Sei Bejangkar, Sungai Sei Balai, Sungai Bluru, Sungai Tanjung Tiram dan Waduk Tanjung Muda.

Rafik juga mengucapkan terima kasih kepada PT Socfindo, Firma Hukum Zamal dan Kawan kawan Bapera Air putih, atas kerjasama dan perhatian sehingga tabur benih tahap pertama terselenggara sesuai dengan rencana,” tutupnya. (mag-3/han)

Pemkab Langkat Bangun Jembatan Batu Katak di Bahorok

BATU PERTAMA: Plt Bupati Langkat Syah Afandin, melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Dusun Batu Katak, Desa Jong Jong, Kecamatan Bahorok.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Plt Bupati Langkat Syah Afandin, melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Dusun Batu Katak, Desa Jong Jong, Kecamatan Bahorok, Minggu (21/1) lalu. Ribuan masyarakat Kecamatan Bahorok menghadiri peletakan batu pertama pembangunan jembatan tersebut.

Jembatan ini merupakan jembatan yang hanyut terkena dampak bencana alam banjir bandang pada November 2023 lalu. Pembangunan ini menggunakan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) BPBD Kabupaten Langkat, sebesar Rp16 miliar, dengan menggunakan jasa PT Torang.

Atas pembangunan ini, masyarakat dan para tokoh agama serta pemuda, menyatakan sikap memberi dukungan kepada Ondim, sapaan karib Syah Afandin, untuk mencalonkan kembali menjadi bupati periode 2024-2029. Masyarakat Kecamatan Bahorok mendukung Ondim untuk menjadi Bupati Langkat.

Ondim mengatakan, Kecamatan Bahorok adalah kecamatan kebanggaannya.

“Bahorok merupakan daerah kebanggaan saya, karena selalu ramai yang menyambut saya di sini. Saya selalu merasa terharu jika datang ke Bahorok,” ungkap Ondim.

Ondim juga menyampaikan, pembangunan jembatan di Dusun Batu Katak, merupakan pekerjaan yang harus didahulukan dan dipercepat. Alasannya, merupakan akses penting masyarakat Desa Jong Jong.

“Kalau pembangunan jembatan ini dimasukkan ke APBD, ini bakalan lama dikerjakan, karena butuh Rp16 miliar lebih. Jadi karena ini bencana alam, Pemkab Langkat menggunakan dana BPBD untuk pembangunan jembatan. Karena ini sangat penting untuk akses masyarakat. Insya Allah April 2024 ini, sudah selesai. Ini bukti cinta saya kepada masyarakat Bahorok,” jelasnya lagi.

“Sebentar lagi di sini akan dibuat taman safari, jadi akan kita perbaiki akses jalan, fsn fasilitasnya. Jadi bisa lebih banyak turis berkunjung ke Bahorok ini. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan destinasi wisata di Bahorok,” imbuh Ondim.

Selanjutnya, Ondim mengundi undian berhadiah dua unit sepeda gunung, dan tambahan Rp5 juta untuk lima orang. Didampingi Sekdakab Langkat Amril, Ondim melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan Dusun Batu Katak, Desa Batu Jong Jong, Kecamatan Bahorok.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, semoga pembangunan jembatan ini berjalan dengan lancar,” ucapnya. (ted/saz)

Sorlip Surat Suara Sumut 100 Persen Selesai, Dilakukan Distribusikan Berjenjang hingga ke TPS

PENGECEKAN: Komisioner KPU Sumut, Robby Effendi saat melakukan pengecekan logistik Pemilu 2024.

SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) mencatat sudah 100 persen proses sortir hingga pelipatan (sorlip) Surat Suara Pemilu 2024 selesai dilakukan dengan tempat waktu. Kemudian, logistik juga sudah distribusikan ke masing-masing KPU kabupaten/kota se-Sumut.

“Syukur Alhamdulillah, kita sudah selesai sortir dan dilipat tepat waktu dan tepat jumlah pada 20 Januari 2024,” ucap Anggota KPU Sumut, Robby Effendi saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (22/1).

Berdasarkan data diperoleh dari KPU Sumut, di mana jumlah Surat Suara (SS) diterima seluruh KPU kabupaten/kota dengan total 55.463.115 SS atau 100 %. Dengan rincian sebagai berikut, SS DPR RI 11.092.623 (100 %), SS pemilihan presiden dan wakil presiden (PPWP) 11.092.623 (100 %), SS dewan perwakilan daerah (DPD) 11.092.623 (100 %), SS DPRD Provinsi Sumut (Sumut) 11.092.623 (100 %) dan SS DPRD kabupaten/kota 11.092.623 (100 %).

“100 persen sudah didistribusikan ke Kabupaten/Kota. Logistik Pemilu 2024, juga sudah aman berada di gudang logistik KPU kabupaten/kota,” kata Robby.

Sedangkan, seluruh surat suara juga sudah disortir dan dilipat 100 persen, dengan total

55.463.115 (100 %). Dengan rincian, SS PPWP : 11.092.623 (100%), SS DPR : 11.092.623 (100%), SS DPD 11.092.623 (100%), SS DPRD Provinsi 11.092.623 (100%) dan SS DPRD kabupaten/kota 11.092.623 (100%).

“Dan seluruh KPU kabupaten/kota, juga sudah 100 persen surat suara Pemilu 2024, selesai melakukan sortir dan lipat,” jelas Robby.

Untuk diketahui, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Sumut, 10.853.940 pemilih, tersebar di 33 Kabupaten/Kota, dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), berjumlah 45.875 TPS.

“Sejauh ini, belum ada ditemukan yang rusak. Namun, sudah 100 persen siap dan lengkap,” tutur Robby.

Robby menjelaskan bahwa saat ini, di masing-masing gudang KPU kabupaten/kota, sedang dilakukan proses setting surat suara di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS). Setting logistik dalam dan luar kotak untuk. Selanjutnya, disusun lagi di gudang logistik.

“Untuk pendistribusian masih menunggu arahan. Distribusi boleh berjenjang sesuai tingkatan mulai ke PPK, PPS atau langsung didistribusikan ke TPS. Tergantung cakupan area dan wilayah,” papar Robby.

Anggota KPU Sumut ini, mengatakan sejauh ini, dari hasil monitoring, yang dilakukan pihak KPU Sumut, ke 33 Kabupaten/Kota di Sumut ini. Ia mengatakan semua berjalan sesuai dengan target dan perencanaan.

“Oleh pimpinan KPU RI, juga kita diminta untuk fokus ke tahapan penyiapan dan distribusi logistik dan kesiapan Bimtek KPPS. Dua hal ini wajib jadi perhatian tanpa mengenyampingkan tahapan lainnya,” kata Robby.

Disisi lain, Robby mengungkapkan bahwa tanggal 25 Januari 2024, akan digelar pelantikan anggota KPPS serentak di seluruh NKRI. Ia menjelaskan dalam pelantikan ini, akan digelar sekaligus penanaman pohon sebagai wujud peduli KPU, untuk lingkungan.

“Selanjutnya, mulai 25 hingga 29 Januari 2024. Kita juga menggelar Bimtek kepada semua anggota KPPS. Untuk Sumut, kita akan melakukan monitoring sekigus ikut menjadi Narsum di acara Bimtek itu,” tandas Robby. (gus/azw)