Home Blog Page 75

Polres Tebingtinggi Amankan Perayaan Kelahiran Guru Angad Dev Ji, Ibadah Umat Sikh Berlangsung Aman dan Kondusif

PENGAMANAN: Personel Polres Tebingtinggi saat melakukan pengamanan dan pemantauan kegiatan ibadah peringatan kelahiran Guru Angad Dev Ji di Rumah Ibadah Sikh Gurdwara Shree Guru Granth Sahib, Jalan Imam Bonjol, Kota Tebingtinggi, Minggu (19/4).(Azan purba /sumut pos).
PENGAMANAN: Personel Polres Tebingtinggi saat melakukan pengamanan dan pemantauan kegiatan ibadah peringatan kelahiran Guru Angad Dev Ji di Rumah Ibadah Sikh Gurdwara Shree Guru Granth Sahib, Jalan Imam Bonjol, Kota Tebingtinggi, Minggu (19/4).(Azan purba /sumut pos).

TEBINGTINGG – Polres Tebingtinggi melaksanakan pengamanan kegiatan peringatan Hari Besar Keagamaan Dhan Dhan Guru Angad Dev Ji Da Parkash Dihara (Hari Kelahiran Guru Kedua) umat Sikh (Hindu), Minggu (19/4). Kegiatan itu berguna untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Kota Tebingtinggi.

Kegiatan berlangsung di Rumah Ibadah Sikh Gurdwara Shree Guru Granth Sahib, Jalan Imam Bonjol No 64, Kelurahan Satria, Kota Tebing Tinggi ini dengan dihadiri ratusan umat Sikh yang datang dari berbagai daerah, seperti Medan, Kisaran, Indrapura, Pematangsiantar, hingga Kota Tebingtinggi.

Perayaan keagamaan tersebut telah dilaksanakan selama tiga hari, terhitung sejak Jumat (17/4) hingga Minggu (19/4), dengan rangkaian kegiatan berupa doa bersama dan pembacaan kitab suci.

Dalam kegiatan ini, Polres Tebing Tinggi menurunkan personel untuk melaksanakan pengamanan serta patroli mobile di sekitar lokasi guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan lancar.

Kehadiran personel Polri juga sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam menjamin kebebasan beribadah serta mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan.

Dalam hal ini, Polres Tebingtinggi memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman tanpa adanya gangguan kamtibmas. Polres Tebing Tinggi juga menegaskan akan menjaga toleransi antar umat beragama serta menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polres Tebingtinggi. (mag-3/azw)

RSI Resmikan Jembatan Sei Nagalawan-Nagakisar

PERESMIAN JEMBATAN: Peresmian jembatan penghubung Sei Nagalawan–Desa Nagakisar dari CSR RSI, Jumat (17/4). ( Fad/ Sumut Pos)
PERESMIAN JEMBATAN: Peresmian jembatan penghubung Sei Nagalawan–Desa Nagakisar dari CSR RSI, Jumat (17/4). ( Fad/ Sumut Pos)

SERGAI-Regal Springs Indonesia (RSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui peresmian jembatan penghubung antara Desa Sei Nagalawan dan Desa Nagakisar, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Jumat (17/4/2026).

Jembatan yang berlokasi di Dusun II Sei Nagalawan ini menjadi akses alternatif penting bagi warga, terutama dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Kehadirannya diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian, sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas dan efisiensi waktu tempuh.

Peresmian jembatan dihadiri oleh Kepala Desa Sei Nagalawan, Mahyaruddin Salim, bersama perwakilan perusahaan, Rachmat Hidayat, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Mahyaruddin menyampaikan apresiasi atas kontribusi Regal Springs Indonesia dalam mewujudkan pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan warga. Ia menegaskan bahwa jembatan ini bukan hanya sekadar infrastruktur penghubung, tetapi juga simbol kolaborasi antara sektor swasta dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Jembatan ini sebelumnya sudah sekitar delapan tahun rusak parah dan tidak dapat dilalui. Kini, melalui kemitraan yang baik, akhirnya dapat dibangun kembali dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain pembangunan jembatan, Regal Springs Indonesia juga aktif menyalurkan berbagai bantuan sosial, seperti pemberian makanan bergizi bagi lansia dan ibu hamil, serta bantuan pipa air saat terjadi tanggul jebol pascabanjir.

Sementara itu, Rachmat Hidayat menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung aksesibilitas dan pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional.

“Kami berharap jembatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam memperlancar mobilitas, memudahkan akses layanan dasar, maupun mendukung aktivitas ekonomi warga,” katanya.

Peresmian ini juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

Pembangunan jembatan Sei Nagalawan–Naga Kisar ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi Regal Springs Indonesia dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat sekitar, sekaligus mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi yang lebih inklusif.(fad/azw)

Banjir Rob Rendam Jalan Desa Bagankuala

JALAN TERGENANG: Banjir rob saat genangi jalan dusun I,II Deda Bagankuala Kecamatan Tanjungberingin, Sabtu (18/4)///( Fad )
JALAN TERGENANG: Banjir rob saat genangi jalan dusun I,II Deda Bagankuala Kecamatan Tanjungberingin, Sabtu (18/4)///( Fad )

SERGAI – Fenomena pasang air laut (rob) kembali merendam ruas jalan di Dusun I dan Dusun II, Desa Bagankuala, Kecamatan Tanjungberingin, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Sabtu (18/4) sekitar pukul 16.45 WIB. Air laut sempat meluap hingga ke badan jalan dan menggenangi akses utama warga. Namun demikian, kondisi pasang rob kali ini dilaporkan tidak terlalu parah. Tidak adanya gelombang besar membuat aktivitas masyarakat masih berjalan normal dan belum terganggu secara signifikan.

Kepala Desa (Kades) Bagankuala, Sapril, mengatakan bahwa pasang rob yang terjadi masih dalam kategori aman dan merupakan fenomena rutin yang kerap dialami masyarakat pesisir.

“Pasang rob kali ini tidak begitu parah dan tidak mengkhawatirkan karena tidak ada gelombang. Ini masih tergolong pasang dua puluh sembilan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi air laut diperkirakan akan segera surut dalam waktu singkat, terutama menjelang malam hari. Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak panik.

“Air pasang sore ini diperkirakan akan segera surut, jadi masyarakat tidak perlu terlalu khawatir,” tambahnya.

Meski demikian, Sapril mengingatkan bahwa potensi pasang yang lebih tinggi kemungkinan terjadi pada keesokan hari seiring memasuki fase pasang tiga puluh. Untuk itu, warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan air laut yang lebih besar.

“Pasang rob besar kemungkinan terjadi besok. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada,” tegasnya.

Sementara itu, kondisi kawasan wisata Pantai Merdeka ‘Kampung Kito’ dilaporkan masih aman untuk dikunjungi. Tidak adanya gelombang tinggi membuat wisatawan tetap dapat menikmati suasana pantai dengan nyaman.

Pemerintah desa juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, agar terus memantau perkembangan kondisi air laut serta mengantisipasi dampak yang mungkin timbul, terutama terhadap akses jalan dan aktivitas sehari-hari. (fad/azw)

Dipaksa Bayar Parkir Tanpa Layanan, Dishub Tebingtinggi Ancam Tindak Oknum Jukir

PAJAK: Jukir mengenakan rompi oranye bertuliskan ‘Parkir’ terlihat berada di area Pajak Inpres saat beraktivitas di sekitar lapak pedagang, terkait keluhan warga mengenai pelayanan parkir, Sabtu (18/04/2026). (Azan purba/ sumut pos).
PAJAK: Jukir mengenakan rompi oranye bertuliskan ‘Parkir’ terlihat berada di area Pajak Inpres saat beraktivitas di sekitar lapak pedagang, terkait keluhan warga mengenai pelayanan parkir, Sabtu (18/04/2026). (Azan purba/ sumut pos).

TEBINGTINGGI – Seorang warga mengeluhkan perlakuan tidak menyenangkan yang dialaminya saat berbelanja di Pajak Inpres Kota Tebingtinggi, Sabtu (18/4)  sekitar pukul 07.00 WIB. Ia mengaku telah memarkirkan sepeda motornya sendiri di depan lapak penjual telur langganannya tanpa bantuan juru parkir. Setelah selesai berbelanja, warga tersebut kembali ke kendaraannya dan hendak pulang. Namun, saat akan menghidupkan sepeda motor, ia didatangi oleh seorang juru parkir (jukir) yang meminta uang parkir.

Warga itu kemudian menolak membayar dengan alasan bahwa ia mencari tempat parkir sendiri dan juga mengeluarkan kendaraannya tanpa bantuan dari juru parkir. Penolakan tersebut justru memicu reaksi tidak pantas dari oknum juru parkir.

Menurut pengakuannya, juru parkir tersebut melontarkan kata-kata kasar dengan memaki dirinya.

Merasa tidak terima, warga tersebut sempat menegur dan terjadi cekcok singkat di antara keduanya sebelum ia memilih pergi meninggalkan lokasi.

Tidak berhenti di situ, warga tersebut kembali lagi ke lokasi dengan tujuan mengambil foto sebagai bukti. Namun, juru parkir itu justru menantang dengan mengatakan tidak takut jika dirinya diviralkan.

Merasa situasi semakin tidak kondusif, warga tersebut akhirnya memilih pergi tanpa melanjutkan perdebatan. Ia kemudian menyampaikan keluhannya sebagai bentuk pertanyaan terhadap pelayanan juru parkir di lapangan.

Menurutnya, tindakan juru parkir yang meminta uang tanpa memberikan pelayanan, serta bersikap kasar kepada masyarakat, tidak mencerminkan tugas pokok dan fungsi yang seharusnya dijalankan.

Ia juga mempertanyakan apakah memang dibenarkan bagi juru parkir untuk tetap meminta bayaran meskipun tidak memberikan bantuan, serta bagaimana tindakan tegas dari dinas terkait terhadap perilaku seperti itu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Bernard Hutapea menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan menurunkan UPTD Parkir ke lokasi untuk memberikan teguran kepada juru parkir yang bersangkutan.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas informasi yang diberikan dan memastikan akan menindaklanjuti pelayanan jukir yang dikeluhkan masyarakat. (mag-3/azw)

Hemat Energi, Pemkab Karo Terapkan Car Free Day

SEPEDA: Bupati Karo bersepeda ke kantor dalam program car free day
SEPEDA: Bupati Karo bersepeda ke kantor dalam program car free day

KARO – Untuk penghematan energi serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan, Pemerintah Kabupaten Karo melaksanakan kegiatan Car Free Day menuju Kantor Bupati Karo.

Kegiatan yang diawali dari kawasan Berastagi Cottage ini diikuti  oleh Bupati Karo Antonius Ginting, Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting serta jajaran ASN) di lingkungan Pemkab Karo.

Para peserta mengikuti kegiatan dengan berjalan kaki, bersepeda, maupun menggunakan transportasi ramah lingkungan lainnya saat menuju kantor. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol gerakan penghematan energi, tetapi juga sebagai upaya konkret dalam mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor di lingkungan pemerintahan.

Pelaksanaan Car Free Day ini sekaligus merupakan tindak lanjut atas arahan pemerintah pusat terkait penerapan pola kerja fleksibel (Work From Home/WFH) serta kebijakan pengurangan penggunaan kendaraan dinas dan pribadi guna menekan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon.

Pemkab Karo berkomitmen untuk mengintegrasikan kebijakan tersebut melalui langkah nyata di lapangan.  Salah satunya dengan mendorong ASN untuk memanfaatkan moda transportasi alternatif serta mengoptimalkan sistem kerja yang efisien dan berkelanjutan.

Bupati Karo dalam keterangannya menyampaikan kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Melalui kegiatan Car Free Day ini, kita ingin memberikan contoh langsung bahwa penghematan energi dapat dimulai dari hal sederhana, termasuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam penerapan WFH dan efisiensi penggunaan energi,” ujarnya.

Selain berdampak pada penghematan energi, kegiatan ini juga diharapkan dapat membentuk budaya hidup sehat di kalangan ASN serta menjadi contoh positif bagi masyarakat luas. Pemkab  Karo berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, serta menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan, mengurangi emisi, dan mendukung kebijakan nasional dalam efisiensi energi. (deo/ila)

Tifatul Sembiring: Cinta Damai adalah Karakter Bangsa Indonesia

MEDAN, SumutPos.co– Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Ir H Tifatul Sembiring menekankan, karakter cinta damai merupakan identitas sekaligus kekuatan bangsa Indonesia dalam menjaga keutuhan negara. Hal tersebut ia sampaikan saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di hadapan puluhan ibu-ibu majelis taklim dan tokoh agama di Medan, Selasa (17/3).

Dalam paparannya, Tifatul menyebut, kerukunan yang terjaga di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya bukanlah hal yang instan, melainkan karakter asli yang sudah mengakar.
“Cinta damai sudah menjadi kebiasaan dan karakter orang Indonesia. Meskipun kita berbeda-beda, kita tetap rukun dan guyub. Ini adalah anugerah Allah SWT yang wajib kita jaga bersama,” ujar Tifatul.

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) era Presiden SBY ini juga mengajak peserta menilik sejarah melalui Mosi Integral Mohammad Natsir tahun 1950. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan bukti nyata bahwa para pendiri bangsa (founding fathers) telah menanamkan benih persatuan dalam bingkai NKRI sejak awal.

Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan yang lahir dari rasa cinta damai berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. “Dengan cinta damai, rakyat merasa tenang menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga sosial. Hal ini tentu membuat kita semakin produktif sebagai bangsa,” tambahnya.

Dukungan Kemanusiaan untuk Palestina

Di sela pemaparan mengenai empat poin penting kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—Tifatul juga memberikan perhatian khusus pada isu kemanusiaan internasional. Ia mengajak peserta untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina.

“Kita tidak mau lagi ada kolonialisme di zaman modern ini. Dukungan bisa dalam bentuk materi, makanan, obat-obatan, maupun doa. Intinya, semangat anti-penjajahan harus tetap hidup,” tegas kader senior PKS tersebut.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan hangat dari warga Medan. Salah seorang peserta mengaku terkesan karena bisa berdialog langsung dengan wakil rakyatnya yang biasanya hanya terlihat di media sosial. “Senang bisa silaturahmi langsung, biasanya cuma lihat di medsos, sekarang bisa berjumpa dan mendengar langsung paparannya,” ungkapnya.

Melalui agenda ini, Tifatul berharap pemahaman masyarakat terhadap Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan tetap terjaga sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara. (adz)

Paskah Oikumene di Dairi, Bupati Ajak Wujudkan Daerah Damai dan Sejahtera

BERSAMA: Bupati Dairi Vickner Sinaga bersama unsur Forkopimda serta pemuka agama saat Paskah Oikumene Pemkab Dairi di GOR Sidikalang, Jumat (17/4).(istimewa).
BERSAMA: Bupati Dairi Vickner Sinaga bersama unsur Forkopimda serta pemuka agama saat Paskah Oikumene Pemkab Dairi di GOR Sidikalang, Jumat (17/4).(istimewa).

DAIRI— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi menggelar Perayaan Paskah Oikumene yang berlangsung khidmat di Gedung Olahraga (GOR) Sidikalang, Jumat (17/4). Kegiatan ini menjadi ajang refleksi iman sekaligus penguatan nilai-nilai kasih, perdamaian, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ibadah Paskah dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), Pendeta Parsaoran Sinaga. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa makna Paskah tidak hanya sebatas perayaan keagamaan, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap sesama.

“Paskah yang kita rayakan saat ini adalah tentang kepedulian. Kristus yang bangkit menunjukkan bahwa Ia adalah Tuhan yang hidup dan penuh kuasa,” ungkapnya.

Bupati Dairi  Vickner Sinaga, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Paskah Oikumene merupakan momentum penting untuk merefleksikan kasih Kristus sekaligus memperkuat peran sebagai pelayan publik yang berlandaskan iman, harapan, dan kasih.

Ia menekankan bahwa Paskah bukan hanya seremonial tahunan, tetapi juga panggilan untuk menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Ini adalah momen berbagi kasih, perdamaian, dan kepedulian terhadap sesama serta merawat bumi. Paskah harus menjadi refleksi untuk menjadi terang dunia melalui tindakan nyata dan solidaritas,” ujar Vickner.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat Kabupaten Dairi yang beriman kepada Kristus untuk terus menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam keluarga dan lingkungan kerja.

“Mari kita wujudkan Dairi yang sejahtera dan berdaya saing dengan pemerataan pembangunan yang berkeadilan, dengan semangat pelayanan yang dilandasi kasih Kristus,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani, dalam kesempatan tersebut mengingatkan bahwa semangat Paskah harus diiringi dengan peningkatan kinerja dan tanggung jawab dalam pelayanan publik.

Ia menegaskan bahwa DPRD sebagai fungsi pengawasan akan terus memantau kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Dairi.

“Doa dan iman harus diimbangi dengan prestasi kerja. Jika ada OPD yang tidak mampu mengikuti ritme kerja pimpinan daerah, maka akan kami sampaikan untuk dievaluasi,” tegasnya.

Perayaan Paskah Oikumene ini turut dihadiri Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Rita Puspita Situmorang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran ASN di lingkungan Pemkab Dairi.

Acara berlangsung penuh kekhidmatan dan kebersamaan, mencerminkan semangat persatuan serta komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Dairi yang damai, maju, dan sejahtera. (rud/ila)