Home Blog Page 74

Sri Rezeki Dorong Ekosistem UMKM Kuat, Koperasi Jadi Kunci Perubahan

Sri Rezeki.
Sri Rezeki.

Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu “naik kelas” terus menjadi perhatian kalangan legislatif di Kota Medan.

Anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS, Sri Rezeki, menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah dalam menciptakan ekosistem usaha yang kuat, kompetitif, dan berkelanjutan.

Menurut Sri Rezeki, Pemerintah Kota (Pemko) Medan perlu memperkuat komitmen dalam pemberdayaan UMKM melalui berbagai intervensi strategis, mulai dari akses permodalan, pelatihan berbasis kebutuhan, hingga perluasan jaringan pemasaran.

“Pengembangan UMKM harus menjadi prioritas bersama. Kita ingin ada sinergi antara usaha besar dan UMKM, sehingga mampu menciptakan pasar baru dan memperkuat ekonomi lokal,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Ia menilai, kebijakan yang adaptif dan berpihak pada pelaku usaha kecil sangat dibutuhkan di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi faktor penting agar UMKM mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga global.

Sri Rezeki menekankan bahwa kolaborasi strategis antara pengusaha besar dan UMKM harus dibangun dalam pola kemitraan yang saling menguntungkan. Dengan begitu, UMKM tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga bagian utama dalam rantai ekonomi.

Sebagai langkah konkret, Bendahara Koperasi Wanita Syariah Usaha Mulia ini mendorong pelaku UMKM untuk bergabung dalam wadah koperasi. Menurutnya, koperasi dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan posisi tawar pelaku usaha kecil, terutama dalam hal akses bahan baku, distribusi, dan pemasaran.

Ia mencontohkan peluang besar dari kolaborasi antara program nasional Makan Bergizi Gratis dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Sinergi tersebut dinilai mampu membuka ruang bagi UMKM lokal untuk berperan lebih besar dalam rantai pasok program pemerintah.

“Melalui koperasi, akan ada standarisasi mutu dan pemanfaatan bahan baku lokal yang lebih terorganisir. Ini penting untuk memastikan UMKM menjadi pemain utama, bukan hanya penonton,” tegasnya.

Selain memperkuat UMKM, kolaborasi tersebut juga dinilai berpotensi menekan laju inflasi melalui penguatan produksi dan distribusi berbasis lokal.

Meski memiliki potensi besar, Sri Rezeki mengakui bahwa UMKM masih menghadapi berbagai tantangan klasik, seperti keterbatasan modal, kendala produksi, hingga minimnya kesiapan menghadapi perubahan pasar dan faktor eksternal.

Oleh karena itu, ia mendorong adanya perlindungan hukum yang lebih kuat melalui regulasi yang berpihak pada pelaku usaha kecil. Menurutnya, kemudahan dalam perizinan serta akses terhadap pembiayaan menjadi kunci utama dalam mempercepat pertumbuhan UMKM.

“Keberadaan UMKM harus dijamin melalui regulasi yang memudahkan, bukan mempersulit. Dengan kebijakan yang tepat, kita optimis ekonomi kerakyatan di Kota Medan akan semakin kokoh,” ujarnya.

Sri Rezeki juga menegaskan bahwa DPRD Kota Medan akan terus mendorong dan mengawal kebijakan yang pro terhadap UMKM, sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur ekonomi daerah.

Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, ia berharap UMKM di Kota Medan dapat berkembang lebih pesat, berdaya saing tinggi, serta menjadi tulang punggung ekonomi daerah di masa depan. (map/ila)

Reinhart: Disabilitas dan Lansia Wajib Dilindungi

SOSIALISASI: Reinhart Jeremy Anindhita, saat Sosialisasi Perda tentang Perlindungan Penyandang Disabilitas dan Lansia, Sabtu (18/4/2026).
SOSIALISASI: Reinhart Jeremy Anindhita, saat Sosialisasi Perda tentang Perlindungan Penyandang Disabilitas dan Lansia, Sabtu (18/4/2026).

Komitmen Pemerintah Kota Medan dalam melindungi kelompok rentan kembali ditegaskan melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2024. Regulasi ini dinilai menjadi payung hukum penting dalam menjaamin hak-hak penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia) agar mendapatkan perlakuan setara tanpa diskriminasi.

Hal tersebut disampaikan Bendahara Fraksi PSI DPRD Kota Medan, Reinhart Jeremy Anindhita, saat menggelar Sosialisasi Perda tentang Perlindungan Penyandang Disabilitas dan Lansia di Jalan Pancing, Pasar 4, Lingkungan V, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Sabtu (18/4/2026).

Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan warga itu, turut hadir perwakilan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, pihak kecamatan hingga kelurahan. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus memastikan implementasi Perda dapat berjalan optimal di tengah masyarakat.

Reinhart menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan masyarakat pada umumnya. Ia menolak anggapan bahwa disabilitas merupakan beban, melainkan bagian dari masyarakat yang harus diberdayakan dan dilindungi.

“Disabilitas memiliki hak hidup, hak atas privasi, keadilan, perlindungan hukum, pendidikan, pekerjaan, kewirausahaan, hingga layanan kesehatan. Semua itu dijamin dalam regulasi,” ujarnya.

Ia juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 yang memperkuat perlindungan terhadap penyandang disabilitas secara nasional. Dalam undang-undang tersebut ditegaskan bahwa setiap penyandang disabilitas berhak atas penghormatan, perlindungan, serta pemenuhan hak untuk hidup mandiri tanpa diskriminasi.

Lebih lanjut, Reinhart menjelaskan bahwa Perda Nomor 2 Tahun 2024 mencakup empat kategori disabilitas, yakni fisik, intelektual, mental, dan sensorik. Regulasi ini tidak hanya mengatur perlindungan dasar, tetapi juga membuka ruang partisipasi aktif bagi penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan.

“Perda ini bukan sekadar aturan, tetapi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan mereka mendapatkan kesempatan yang sama di semua bidang,” tegas anggota Komisi I DPRD Medan tersebut.

Dalam Pasal 2 Perda tersebut, disebutkan bahwa tujuan utama regulasi adalah memberikan penghormatan, pemenuhan hak, serta perlindungan bagi penyandang disabilitas dan lansia. Hak-hak tersebut meliputi perlindungan dari bencana, akses habilitasi dan rehabilitasi, kemudahan hidup mandiri, hingga kebebasan berekspresi dan memperoleh informasi.

Tak hanya itu, penyandang disabilitas juga diberikan kesempatan yang sama untuk berperan sebagai tenaga pendidik maupun peserta didik di berbagai jenjang pendidikan, dengan dukungan fasilitas yang layak.

Sementara bagi lansia, pemerintah daerah diwajibkan memberikan layanan kesehatan yang komprehensif, mulai dari promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif. Hal ini menjadi langkah penting dalam memastikan kualitas hidup lansia tetap terjaga.

Reinhart juga mendorong agar Pemerintah Kota Medan segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai petunjuk teknis pelaksanaan Perda tersebut di lapangan.

“Kita berharap Wali Kota Medan segera mengeluarkan Perwal agar implementasi Perda ini lebih terarah dan efektif,” ujarnya.

Di sisi lain, perwakilan Dinas Sosial Kota Medan, Tuti Diana, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah program bantuan bagi penyandang disabilitas dan lansia. Salah satunya melalui program PKH Medan Makmur yang menyasar kelompok rentan.

“Program ini diproyeksikan untuk disabilitas dan lansia. Untuk wilayah Medan Deli saja kuotanya mencapai ratusan penerima, dengan syarat masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 5,” jelasnya.

Dengan hadirnya Perda Nomor 2 Tahun 2024, diharapkan tidak ada lagi diskriminasi terhadap penyandang disabilitas dan lansia di Kota Medan. Sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat menjadi kunci agar regulasi ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan kelompok rentan. (map/ila)

Aksi Tegas Berantas Begal di Belawan, Hadi Suhendra Apresiasi Camat

Hadi Suhendra
Hadi Suhendra

Upaya pemberantasan aksi begal di kawasan Medan Belawan mulai menunjukkan hasil dan mendapat sorotan positif dari berbagai pihak. Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, Hadi Suhendra, secara terbuka memberikan apresiasi kepada Camat Medan Belawan, Robby Kurniawan, atas langkah cepat dan konkret dalam menekan angka kriminalitas di wilayah tersebut.

Menurut Suhendra, aksi kejahatan jalanan khususnya begal di Medan Belawan selama ini telah menimbulkan keresahan serius di tengah masyarakat. Bahkan, tidak sedikit korban yang mengalami luka berat hingga kehilangan harta benda akibat aksi brutal para pelaku.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Camat Medan Belawan. Meski baru dua bulan menjabat, beliau sudah menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas begal,” ujar Suhendra, Sabtu (18/4/2026).

Langkah strategis yang dilakukan Robby Kurniawan dinilai tepat, terutama dalam membangun koordinasi lintas instansi. Ia menggandeng aparat dari Polres Pelabuhan Belawan serta unsur TNI melalui Danpomal Belawan untuk memperkuat pengamanan di wilayah rawan kriminalitas.

Hasilnya mulai terlihat. Dalam beberapa waktu terakhir, aparat berhasil mengamankan sejumlah pelaku begal yang kerap meresahkan warga. Penindakan cepat tersebut memberi rasa aman bagi masyarakat yang sebelumnya diliputi ketakutan, terutama saat beraktivitas di malam hari.

“Koordinasi yang baik antara pemerintah kecamatan dan aparat penegak hukum ini patut diapresiasi. Kita juga memberikan penghargaan kepada pihak kepolisian dan Danpomal yang sigap dalam menangani kasus-kasus begal,” tambahnya.

Meski demikian, Suhendra mengingatkan bahwa upaya menjaga keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada camat semata. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen, mulai dari aparat kelurahan hingga lingkungan masyarakat.

“Camat tidak mungkin bekerja sendiri. Semua perangkat di bawahnya harus bergerak bersama, termasuk dukungan masyarakat,” tegas politisi Partai Golkar yang dikenal vokal tersebut.

Lebih jauh, Suhendra juga menyoroti bahwa persoalan di Medan Belawan tidak hanya sebatas aksi begal. Ia menyebut masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, seperti maraknya tawuran antar pemuda, tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, kondisi permukiman kumuh, hingga persoalan banjir rob yang kerap melanda kawasan pesisir tersebut.

Sebagai bentuk komitmen, DPRD Kota Medan, lanjutnya, terus mendorong percepatan pembangunan di wilayah Medan Utara, termasuk Belawan. Salah satu langkah konkret yang dikawal adalah alokasi sekitar 35 persen APBD Kota Medan untuk mendukung pembangunan kawasan tersebut.

“Pembangunan harus merata. Kami di DPRD akan terus mengawal agar anggaran untuk Medan Utara benar-benar terealisasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, diharapkan Medan Belawan dapat bertransformasi menjadi kawasan yang lebih aman, nyaman, dan layak huni bagi seluruh warganya. (map/ila)

Si Jago Merah Ngamuk di Starban, Empat Rumah Ludes Terbakar

TERBAKAR: Rumah warga di Jalan Starban, Medan Polonia terbakar, Minggu (19/4). Ist
TERBAKAR: Rumah warga di Jalan Starban, Medan Polonia terbakar, Minggu (19/4). Ist

Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat di Jalan Starban, Kecamatan Medan Polonia, Minggu (19/4/2026), sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam waktu singkat, si jago merah melalap empat unit rumah semipermanen hingga rata dengan tanah. Api yang diduga berasal dari dapur salah satu warga dengan cepat membesar dan memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah aktivitas warga yang sedang beristirahat di akhir pekan. Asap tebal yang membumbung tinggi ke udara menjadi tanda awal kebakaran, sebelum kobaran api terlihat membesar dan menjalar ke bangunan lain yang berdempetan.

“Awalnya kami lihat asap dari salah satu rumah, tak lama kemudian api langsung membesar. Karena rumahnya rapat-rapat, api cepat sekali menyebar,” ujar seorang warga di lokasi kejadian.

Warga yang panik langsung berhamburan keluar rumah. Sebagian berusaha menyelamatkan barang berharga seperti dokumen penting dan perabot rumah tangga, sementara lainnya berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak mampu menghentikan laju api yang semakin membesar.

Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu dan bahan mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan. Ditambah lagi kondisi permukiman yang padat mempercepat rambatan api dari satu rumah ke rumah lainnya.

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Medan yang menerima laporan segera turun ke lokasi dengan mengerahkan delapan unit mobil pemadam. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyekatan untuk mencegah api merembet ke rumah warga lainnya.

Proses pemadaman berlangsung dramatis. Petugas harus menghadapi akses jalan yang sempit serta banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi. Meski demikian, setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan Wandro Abadi Agnellus Malau, mengatakan api awalnya hanya membakar dua rumah sebelum akhirnya menjalar ke bangunan lain.

“Kebakaran pertama kali dilaporkan sekitar pukul 11.00 WIB. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan empat rumah. Dugaan sementara, sumber api berasal dari dapur salah satu warga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Empat keluarga kini harus kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Sementara itu, aparat kepolisian dari Polsek Medan Baru telah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Dugaan awal mengarah pada kebocoran atau ledakan tabung gas LPG yang kemudian memicu api dan menyambar bangunan di sekitarnya.

Hingga sore hari, lokasi kebakaran masih dipadati warga yang ingin melihat kondisi rumah yang hangus terbakar. Sisa-sisa puing bangunan tampak berserakan, menyisakan kepedihan bagi para korban yang kehilangan harta benda mereka dalam sekejap. (man/ila)

Ricuh Acara Pelantikan KA KAMMI Sumut, Anggota Satpol PP dan Peserta Terluka

LUKA: Seorang mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) mengalami luka akibat terlibat kericuhan di Kantor Gubernur Sumut, Minggu (19/4/2026).
LUKA: Seorang mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) mengalami luka akibat terlibat kericuhan di Kantor Gubernur Sumut, Minggu (19/4/2026).

Momentum pelantikan Pengurus Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) Sumatera Utara periode 2025–2030 yang seharusnya berlangsung khidmat justru berujung ricuh.

Acara yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Minggu (19/4/2026), itu diwarnai bentrokan antarkelompok mahasiswa yang menyebabkan korban luka serta kepanikan di dalam lokasi kegiatan.

Sejak pagi hari, kegiatan berlangsung dengan suasana tertib dan penuh keakraban. Agenda yang dirangkai dengan halalbihalal tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur Sumatera Utara, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta para alumni dan kader KAMMI dari berbagai daerah di Sumut. Prosesi pelantikan pun berjalan lancar, ditandai dengan pengukuhan Abdul Rahim Siregar sebagai Ketua Umum KA KAMMI Sumut periode 2025–2030.

Namun, kondisi mulai berubah tak lama setelah Wakil Gubernur meninggalkan lokasi acara. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, suasana yang semula kondusif tiba-tiba memanas akibat cekcok antara beberapa peserta. Adu argumen tersebut dengan cepat berkembang menjadi aksi dorong hingga berujung bentrokan fisik di dalam ruangan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumut Moettaqien Hasrimi, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung menerima laporan adanya keributan sesaat setelah rangkaian acara utama selesai. Dugaan sementara mengarah pada konflik internal di tubuh organisasi.

“Awalnya kegiatan berjalan lancar tanpa kendala. Tetapi setelah Wakil Gubernur meninggalkan tempat, kami mendapat informasi adanya keributan di antara peserta. Dugaan sementara ini merupakan persoalan internal,” ujar Moettaqien.

Kericuhan yang terjadi sempat membuat panik para tamu undangan. Beberapa peserta terlihat berlarian keluar ruangan untuk menghindari situasi yang semakin tidak terkendali. Suara teriakan dan keributan sempat menggema di dalam aula, menciptakan suasana tegang di lokasi acara resmi pemerintahan tersebut.

Petugas Satpol PP yang berjaga bersama aparat kepolisian dari Polsek Medan Baru segera mengambil tindakan cepat. Mereka berupaya memisahkan kelompok yang terlibat bentrok serta menenangkan massa. Langkah pengamanan dilakukan secara bertahap guna menghindari eskalasi yang lebih besar.

Dalam proses peleraian itu, seorang anggota Satpol PP Sumut, Rahmat Daulay, menjadi korban kekerasan. Ia diduga terkena pukulan dari salah satu peserta yang terlibat keributan. Akibatnya, Rahmat mengalami pendarahan di bagian hidung dan harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Haji Medan untuk mendapatkan perawatan medis.

“Kami sangat menyayangkan adanya korban dalam kejadian ini. Anggota kami mengalami luka saat menjalankan tugas untuk mengamankan situasi. Saat ini korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani visum dan penanganan lebih lanjut,” kata Moettaqien.

Selain Rahmat, satu anggota KAMMI juga dilaporkan mengalami luka akibat bentrokan tersebut. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi terkait identitas maupun kondisi terkini korban dari pihak organisasi.

Aparat kepolisian yang berada di lokasi segera mengamankan sejumlah individu yang diduga terlibat dalam kericuhan. Mereka dibawa untuk dimintai keterangan guna mengungkap kronologi lengkap serta penyebab pasti insiden tersebut. Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih berlangsung.

Pihak Satpol PP dan kepolisian juga masih melakukan pendalaman terkait kemungkinan adanya unsur provokasi maupun faktor lain yang memicu terjadinya bentrokan. Tidak menutup kemungkinan, konflik tersebut berkaitan dengan dinamika internal organisasi yang belum terselesaikan sebelum acara berlangsung.

Moettaqien menegaskan bahwa pengamanan kegiatan telah dilakukan sesuai prosedur. Namun, ia mengakui bahwa kericuhan yang bersifat spontan dan melibatkan banyak pihak cukup sulit diprediksi.

“Kami sudah menempatkan personel untuk mengamankan jalannya kegiatan. Namun situasi seperti ini memang terjadi secara tiba-tiba. Ke depan, kami berharap koordinasi dan komunikasi antar panitia serta peserta dapat lebih diperkuat,” jelasnya.

Ia juga mengimbau seluruh organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan agar lebih matang dalam melakukan konsolidasi internal sebelum menyelenggarakan kegiatan besar, terutama yang melibatkan banyak pihak.

“Kegiatan seperti pelantikan ini seharusnya menjadi momentum mempererat silaturahmi, bukan justru menimbulkan konflik. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama,” tambahnya.

Sementara itu, pelantikan Abdul Rahim Siregar sebagai Ketua Umum KA KAMMI Sumut periode 2025–2030 tetap dinyatakan sah meski diwarnai insiden kericuhan. Ia diharapkan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih solid serta menjaga kekompakan di tengah dinamika internal yang ada.

Hingga saat ini, situasi di sekitar Kantor Gubernur Sumatera Utara telah kembali kondusif. Aparat keamanan berjaga untuk memastikan tidak ada lanjutan konflik pascakejadian. Penyelidikan pun terus dilakukan guna memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. (san/ila)

Perumda Tirtanadi Bagikan 5.974 Handuk kepada Jamaah Haji, Dirut: Doakan Kami Tetap Amanah Layani Masyarakat

SIMBOLIS: Dirut Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti menyerahkan 5.974 handuk secara simbolis kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Zulkifli Sitorus di Gedung Asrama Haji Medan, Jumat (17/4).(ISTIMEWA)
SIMBOLIS: Dirut Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti menyerahkan 5.974 handuk secara simbolis kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Zulkifli Sitorus di Gedung Asrama Haji Medan, Jumat (17/4).(ISTIMEWA)

MEDAN – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi menunjukkan komitmen sosialnya dengan membagikan 5.974 lembar handuk kepada jamaah haji Embarkasi Medan. Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung di Gedung Asrama Haji Medan, Jalan Abdul Haris Nasution, Jumat (17/4).

Direktur Utama Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti menyatakan, aksi religi ini merupakan agenda rutin tahunan perusahaan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada para tamu Allah yang berangkat dari Sumatera Utara.

“Ini adalah wujud nyata kepedulian Tirtanadi. Kami berharap para jamaah mendapatkan haji yang mabrur dan mabruroh. Kami juga memohon doa agar Tirtanadi terus amanah dan maksimal dalam melayani kebutuhan air masyarakat,” ujar Ardian didampingi Sekretaris Perusahaan Nurlin dan Kabid Publikasi & Komunikasi Lokot Parlindungan Siregar.

Ardian menambahkan, saat ini Perumda Tirtanadi tengah melakukan berbagai terobosan kerja untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Menurutnya, kerja keras seluruh pegawai perlu dibarengi dengan keberkahan agar visi “Sumut Berkah” dapat terwujud.

“Kami sangat berharap para jamaah mendoakan seluruh stakeholder, manajemen, dan pegawai Tirtanadi di tempat-tempat yang mustajab. Semoga kami diberi kekuatan dan kemudahan oleh Allah SWT dalam menjalankan tugas melayani masyarakat,” ujarnya.

Bantuan ribuan handuk tersebut diterima langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Dr H Zulkifli Sitorus. Dalam sambutannya, Zulkifli mengapresiasi langkah cepat Tirtanadi yang dinilai sangat memahami kebutuhan jamaah selama di Tanah Suci.

“Alhamdulillah, handuk ini sangat bermanfaat bagi jamaah saat menjalankan rukun haji, terutama untuk menjaga kenyamanan saat melaksanakan tawaf. Inilah wujud nyata dari kolaborasi Sumut Berkah,” ungkap Zulkifli.

Seluruh paket handuk tersebut akan segera didistribusikan kepada jamaah guna mendukung kelancaran ibadah selama di Arab Saudi. Turut hadir menyaksikan penyerahan tersebut Kabag TU Alfian S.Ag, Kabid Pelayanan Haji H. Subagyo, serta Kabid Bina dan Pengendalian Haji & Umroh Dr. Torang Rambe. (adz/ila)

Dorong Pengentasan Kemiskinan Tepat Sasaran, Datuk Iskandar Muda: Validasi Data Jadi Kunci

SOSIALISASI: Datuk Iskandar Muda, saat sosialisasi Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan, Sabtu hingga Minggu (18–19/4/2026).
SOSIALISASI: Datuk Iskandar Muda, saat sosialisasi Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan, Sabtu hingga Minggu (18–19/4/2026).

Upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Medan dinilai tidak akan efektif tanpa didukung data yang akurat. Hal ini ditegaskan anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS, Datuk Iskandar Muda, saat menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan, Sabtu hingga Minggu (18–19/4/2026).

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di sejumlah titik di wilayah Medan Perjuangan dan Medan Tembung, di antaranya di Jalan Pahlawan Gang Gembira, Kelurahan Pahlawan, Jalan M. Yakub Gang Imam, Kelurahan Sei Kera Hilir II, serta Jalan Baru Gang Family, Kelurahan Indra Kasih.

Dalam kesempatan itu, Iskandar menekankan pentingnya validasi data masyarakat miskin sebagai fondasi utama dalam merancang kebijakan yang efektif.

“Kita menekankan pentingnya pendataan yang akurat terhadap masyarakat miskin. Validasi data menjadi kunci agar setiap program tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” ujarnya di hadapan warga.

Menurutnya, masih sering terjadi ketidaksesuaian antara data dan kondisi riil di lapangan, yang berdampak pada tidak meratanya distribusi bantuan. Oleh karena itu, ia mendorong peran aktif perangkat pemerintahan di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk terus memperbarui data secara berkala.

Dalam Perda tersebut, terdapat tiga sektor utama yang menjadi fokus penanggulangan kemiskinan, yakni kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Iskandar menilai ketiga aspek ini merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar masyarakat dapat keluar dari jerat kemiskinan secara berkelanjutan.

“Tiga program ini sangat fundamental. Ketepatan implementasinya sangat bergantung pada ketersediaan data yang valid dan terverifikasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, politisi dari daerah pemilihan (dapil) III Kota Medan ini menegaskan bahwa Perda Nomor 5 Tahun 2015 bukan sekadar regulasi administratif, melainkan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan, perda tersebut dirancang untuk memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif, sekaligus memastikan keterlibatan lintas sektor dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Program-program yang diatur mencakup bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat termasuk pelaku UMKM, peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan, hingga perlindungan terhadap kelompok rentan.“Perda ini menjadi instrumen penting agar penanganan kemiskinan dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Iskandar juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan program-program pemerintah. Transparansi dan akuntabilitas, menurutnya, menjadi faktor penting agar kebijakan benar-benar memberikan dampak nyata.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan perda ini, agar berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran,” katanya.

Ia optimistis, dengan kolaborasi yang kuat antara DPRD, Pemerintah Kota Medan, serta masyarakat, angka kemiskinan di Kota Medan dapat terus ditekan. Selain itu, peningkatan kualitas hidup warga juga diharapkan dapat terwujud secara merata. “Dengan sinergi yang baik, kita yakin kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat dan program penanggulangan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif,” pungkasnya. (map/ila)

Wujudkan Perjalanan Berkesan, KAI Divre I Sumut Jaga Kebersihan Sarana

BERSIHKAN: Petugas kereta api saat membersihkan gerbong kereta api penumpang. Pencucian kereta rutin dilakukan saat rangkaian berada dalam kondisi stabling atau berhenti di stasiun terminus.
BERSIHKAN: Petugas kereta api saat membersihkan gerbong kereta api penumpang. Pencucian kereta rutin dilakukan saat rangkaian berada dalam kondisi stabling atau berhenti di stasiun terminus.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik melalui perawatan sarana yang intensif. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebersihan dan kenyamanan pelanggan tetap terjaga di setiap tahapan perjalanan.

Salah satu fokus utama adalah pencucian kereta rutin yang dilakukan saat rangkaian berada dalam kondisi stabling atau berhenti di stasiun terminus. Proses pencucian ini dilaksanakan di lima titik strategis, yakni Stasiun Pulubrayan, Medan, Tebing Tinggi, Tanjungbalai, dan Rantauprapat.

Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini, KAI menyiagakan 49 personel khusus untuk memastikan seluruh fasilitas sarana tetap higienis sebelum kembali melayani penumpang.

“Perawatan sarana, termasuk pencucian kereta, adalah upaya fundamental kami dalam menjaga standar kebersihan fasilitas. Kami ingin memastikan pelanggan merasakan atmosfer yang segar dan nyaman sejak mereka melangkah masuk ke dalam kereta,” ujar Anwar saat memberikan keterangannya, Minggu (19/4/2026).

Selain kebersihan eksterior dan interior, KAI Divre I Sumut juga menaruh perhatian khusus pada ketersediaan air bersih di toilet kereta. Stasiun Kisaran dipilih sebagai pusat pengisian air karena letaknya yang strategis sebagai titik pertemuan jalur dari arah Tanjungbalai dan Rantauprapat.

“Petugas di Stasiun Kisaran bertugas memastikan ketersediaan air di tangki penampungan selalu mencukupi. Hal ini krusial agar pelanggan dapat menggunakan fasilitas toilet dengan nyaman sepanjang perjalanan berkat air pembilas yang selalu tersedia,” tambah Anwar.

Terkait aspek sanitasi jangka panjang, KAI juga melakukan fumigasi secara berkala setiap empat bulan sekali di Stasiun Pulubrayan, Medan, Tebing Tinggi, dan Siantar. Proses sterilisasi ini bertujuan membebaskan area sarana dari hewan pengganggu seperti rayap, tikus, serangga, hingga mikroorganisme berbahaya.

Kenyamanan selama perjalanan juga ditunjang dengan kehadiran petugas On Train Cleaning (OTC). KAI mengimbau pelanggan untuk berperan aktif menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan di dalam kereta.

“Setelah mengonsumsi makanan atau minuman, kami mengimbau pelanggan untuk memasukkan sampah ke dalam plastik yang tersedia. Nantinya, petugas OTC akan berkeliling secara berkala untuk mengumpulkan sampah-sampah tersebut,” jelasnya.

Komitmen menjaga kebersihan ini juga selaras dengan penggunaan teknologi Toilet Ramah Lingkungan (TRL) yang mengandalkan bakteri pengurai, sehingga limbah yang dibuang lebih aman bagi ekosistem.

Anwar menegaskan bahwa konsistensi ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap kepercayaan masyarakat.

“Komitmen KAI Divre I Sumatera Utara adalah meningkatkan kenyamanan pelanggan dengan menjaga kebersihan sarana secara menyeluruh, mulai dari sebelum keberangkatan, selama dalam perjalanan, hingga kereta tiba di tujuan. Kami ingin setiap perjalanan bersama KAI menjadi pengalaman yang berkesan bagi setiap pelanggan,” pungkas Anwar.(san/ila)

Polres Labuhanbatu Laksanakan Patroli Gabungan, Polisi: Demi Hadirkan Rasa Aman bagi Masyarakat

PATROLI: Polres Labuhanbatu bersama TNI dan Satpol PP melaksanakan Patroli Gabungan 3 Pilar, Sabtu (18/4) malam. (fajar/ Sumut Pos)
PATROLI: Polres Labuhanbatu bersama TNI dan Satpol PP melaksanakan Patroli Gabungan 3 Pilar, Sabtu (18/4) malam. (fajar/ Sumut Pos)

LABUHANBATU – Polres Labuhanbatu bersama TNI dan Satpol PP melaksanakan Patroli Gabungan 3 Pilar pada Sabtu malam (18/4) di wilayah hukum Polres Labuhanbatu. Hal itu dilakukan dalam upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Labuhanbatu AKP Sontang Tampubolon selaku Perwira Pengawas. Dalam arahannya, ia mengingatkan seluruh personel untuk melaksanakan patroli secara humanis. Mengedepankan pendekatan persuasif. Serta tetap menjaga keselamatan selama bertugas.

Patroli ini difokuskan pada upaya pencegahan potensi gangguan kamtibmas. Sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan rasa aman dan nyaman.

Dengan menyusuri sejumlah titik yang dianggap rawan serta pusat aktivitas masyarakat, kehadiran personel gabungan tidak hanya memberikan pengawasan, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian negara dalam melindungi warganya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, melalui Kasi Humas Polres Labuhanbatu AKP Aswin Irwan menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat merasakan langsung kehadiran aparat yang melindungi dan mengayomi. Patroli ini juga sebagai langkah preventif agar potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.

Polres Labuhanbatu juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas, saling peduli terhadap lingkungan sekitar, serta segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan. Sinergi antara aparat dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Labuhanbatu. (fdh/azw)

Polres Tebingtinggi Amankan Perayaan Kelahiran Guru Angad Dev Ji, Ibadah Umat Sikh Berlangsung Aman dan Kondusif

PENGAMANAN: Personel Polres Tebingtinggi saat melakukan pengamanan dan pemantauan kegiatan ibadah peringatan kelahiran Guru Angad Dev Ji di Rumah Ibadah Sikh Gurdwara Shree Guru Granth Sahib, Jalan Imam Bonjol, Kota Tebingtinggi, Minggu (19/4).(Azan purba /sumut pos).
PENGAMANAN: Personel Polres Tebingtinggi saat melakukan pengamanan dan pemantauan kegiatan ibadah peringatan kelahiran Guru Angad Dev Ji di Rumah Ibadah Sikh Gurdwara Shree Guru Granth Sahib, Jalan Imam Bonjol, Kota Tebingtinggi, Minggu (19/4).(Azan purba /sumut pos).

TEBINGTINGG – Polres Tebingtinggi melaksanakan pengamanan kegiatan peringatan Hari Besar Keagamaan Dhan Dhan Guru Angad Dev Ji Da Parkash Dihara (Hari Kelahiran Guru Kedua) umat Sikh (Hindu), Minggu (19/4). Kegiatan itu berguna untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Kota Tebingtinggi.

Kegiatan berlangsung di Rumah Ibadah Sikh Gurdwara Shree Guru Granth Sahib, Jalan Imam Bonjol No 64, Kelurahan Satria, Kota Tebing Tinggi ini dengan dihadiri ratusan umat Sikh yang datang dari berbagai daerah, seperti Medan, Kisaran, Indrapura, Pematangsiantar, hingga Kota Tebingtinggi.

Perayaan keagamaan tersebut telah dilaksanakan selama tiga hari, terhitung sejak Jumat (17/4) hingga Minggu (19/4), dengan rangkaian kegiatan berupa doa bersama dan pembacaan kitab suci.

Dalam kegiatan ini, Polres Tebing Tinggi menurunkan personel untuk melaksanakan pengamanan serta patroli mobile di sekitar lokasi guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan lancar.

Kehadiran personel Polri juga sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam menjamin kebebasan beribadah serta mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan.

Dalam hal ini, Polres Tebingtinggi memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman tanpa adanya gangguan kamtibmas. Polres Tebing Tinggi juga menegaskan akan menjaga toleransi antar umat beragama serta menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polres Tebingtinggi. (mag-3/azw)