Home Blog Page 76

Paskah Oikumene di Dairi, Bupati Ajak Wujudkan Daerah Damai dan Sejahtera

BERSAMA: Bupati Dairi Vickner Sinaga bersama unsur Forkopimda serta pemuka agama saat Paskah Oikumene Pemkab Dairi di GOR Sidikalang, Jumat (17/4).(istimewa).
BERSAMA: Bupati Dairi Vickner Sinaga bersama unsur Forkopimda serta pemuka agama saat Paskah Oikumene Pemkab Dairi di GOR Sidikalang, Jumat (17/4).(istimewa).

DAIRI— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi menggelar Perayaan Paskah Oikumene yang berlangsung khidmat di Gedung Olahraga (GOR) Sidikalang, Jumat (17/4). Kegiatan ini menjadi ajang refleksi iman sekaligus penguatan nilai-nilai kasih, perdamaian, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ibadah Paskah dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), Pendeta Parsaoran Sinaga. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa makna Paskah tidak hanya sebatas perayaan keagamaan, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap sesama.

“Paskah yang kita rayakan saat ini adalah tentang kepedulian. Kristus yang bangkit menunjukkan bahwa Ia adalah Tuhan yang hidup dan penuh kuasa,” ungkapnya.

Bupati Dairi  Vickner Sinaga, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Paskah Oikumene merupakan momentum penting untuk merefleksikan kasih Kristus sekaligus memperkuat peran sebagai pelayan publik yang berlandaskan iman, harapan, dan kasih.

Ia menekankan bahwa Paskah bukan hanya seremonial tahunan, tetapi juga panggilan untuk menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Ini adalah momen berbagi kasih, perdamaian, dan kepedulian terhadap sesama serta merawat bumi. Paskah harus menjadi refleksi untuk menjadi terang dunia melalui tindakan nyata dan solidaritas,” ujar Vickner.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat Kabupaten Dairi yang beriman kepada Kristus untuk terus menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam keluarga dan lingkungan kerja.

“Mari kita wujudkan Dairi yang sejahtera dan berdaya saing dengan pemerataan pembangunan yang berkeadilan, dengan semangat pelayanan yang dilandasi kasih Kristus,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani, dalam kesempatan tersebut mengingatkan bahwa semangat Paskah harus diiringi dengan peningkatan kinerja dan tanggung jawab dalam pelayanan publik.

Ia menegaskan bahwa DPRD sebagai fungsi pengawasan akan terus memantau kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Dairi.

“Doa dan iman harus diimbangi dengan prestasi kerja. Jika ada OPD yang tidak mampu mengikuti ritme kerja pimpinan daerah, maka akan kami sampaikan untuk dievaluasi,” tegasnya.

Perayaan Paskah Oikumene ini turut dihadiri Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Rita Puspita Situmorang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran ASN di lingkungan Pemkab Dairi.

Acara berlangsung penuh kekhidmatan dan kebersamaan, mencerminkan semangat persatuan serta komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Dairi yang damai, maju, dan sejahtera. (rud/ila)

Proyek Tambal Sulam Binjai Makan Korban, Pakar Hukum: PUTR Binjai Bisa Dipidana

BERLUBANG: Jalan berlubang dari proyek tambal sulam di Jalan Tengku Amir Hamzah Binjai yang tak kunjung diaspal usai dilakukan potong dan tidak diberi rambu penanda.(Teddy Akbari/Sumut Pos)
BERLUBANG: Jalan berlubang dari proyek tambal sulam di Jalan Tengku Amir Hamzah Binjai yang tak kunjung diaspal usai dilakukan potong dan tidak diberi rambu penanda.(Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI — Proyek perbaikan jalan dengan metode tambal sulam di Kota Binjai kini menjadi sorotan tajam setelah diduga menyebabkan sejumlah kecelakaan tunggal yang dialami pengendara sepeda motor.

Kondisi jalan yang telah dikeruk namun dibiarkan tanpa penanganan cepat dan tanpa rambu pengaman disebut sebagai bentuk kelalaian serius yang berpotensi menyeret pihak terkait ke ranah pidana.

Praktisi Hukum Kota Binjai, Ferdinand Sembiring, menegaskan bahwa tanggung jawab atas insiden tersebut dapat melekat pada penyelenggara jalan, dalam hal ini instansi terkait di Pemerintah Kota Binjai, jika terbukti lalai dalam memenuhi standar keselamatan.

Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya Pasal 273 yang mewajibkan penyelenggara jalan untuk segera memperbaiki kerusakan serta memasang rambu peringatan di area berbahaya.

“Jika kelalaian menyebabkan kecelakaan dengan luka ringan, ancamannya bisa enam bulan penjara atau denda Rp12 juta. Jika luka berat, hingga satu tahun penjara. Bahkan jika menyebabkan kematian, ancaman bisa mencapai lima tahun penjara,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, kondisi jalan yang telah dilakukan pemotongan (cutting) namun dibiarkan tanpa penanganan cepat serta tanpa rambu peringatan merupakan bentuk kelalaian yang tidak bisa dianggap sepele.

Bahkan, selain pidana, korban juga berhak mengajukan gugatan perdata berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 1365 untuk menuntut ganti rugi atas kerusakan kendaraan maupun dampak psikologis.

“Kalau tidak memasang rambu saja sudah bisa dipidana, apalagi ini jalan sudah dikorek lalu dibiarkan terbuka tanpa penanda bahaya,” tegasnya.

Diketahui, insiden kecelakaan terjadi di ruas Jalan Tengku Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara. Sejumlah pengendara dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal akibat menghindari kondisi jalan yang rusak dan tidak aman.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa pengerjaan tambal sulam sudah berlangsung sejak sekitar satu minggu, namun sebagian ruas jalan yang telah dikeruk belum segera dilakukan pengaspalan.

Lebih memprihatinkan, tidak terlihat adanya rambu peringatan atau pengaman di lokasi tersebut, sehingga membahayakan pengguna jalan.

Warga yang melintas mengaku resah dengan kondisi itu. Mereka menilai proyek yang seharusnya memperbaiki jalan justru berubah menjadi sumber bahaya baru bagi pengendara.

“Harusnya kalau sudah dikorek langsung dikerjakan, jangan dibiarkan berhari-hari tanpa tanda bahaya. Ini sudah makan korban,” keluh salah seorang warga yang merekam kejadian dan viral di media sosial.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Binjai mengakui adanya kegiatan pemeliharaan jalan dengan metode tambal sulam di sejumlah titik. Namun, pihak dinas belum memberikan penjelasan rinci terkait jadwal penyelesaian pengaspalan di lokasi yang telah dilakukan cutting.

Kepala Dinas PUTR Binjai Wahyu Umara, menyebutkan bahwa pekerjaan masih dalam tahap pelaksanaan di beberapa ruas jalan.“Pekerjaan sedang kita laksanakan tahap cutting di beberapa lokasi,” ujarnya singkat.

Ia juga menyebutkan bahwa terdapat sekitar belasan ruas jalan yang masuk dalam program perbaikan, di antaranya Jalan Amir Hamzah, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Ahmad Yani, hingga Jalan Kartini, dengan total anggaran mencapai ratusan juta rupiah pada tahun berjalan.

Namun demikian, masyarakat menyoroti lambannya pengerjaan serta minimnya pengamanan di lokasi proyek. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya, terutama di jalan yang memiliki lalu lintas padat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana teknis proyek belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait dugaan kecelakaan yang terjadi maupun langkah antisipasi ke depan. (ted/ila)

The Reiz Suites Rayakan Easter Day dengan Aktivitas Kreatif untuk Anak-anak Tamu

MEDAN, SumutPos.co- Dalam rangka memperingati Hari Paskah, The Reiz Suites menghadirkan rangkaian kegiatan bertema Easter Day yang berfokus pada pengalaman keluarga (family-friendly experience). Acara yang berlangsung pada Minggu (5/4) ini dirancang khusus untuk menciptakan momen kebersamaan yang hangat bagi para tamu, terutama anak-anak.
The Reiz Suites menyediakan berbagai aktivitas kreatif bagi anak-anak dari tamu yang melakukan proses check-in pada hari tersebut. Agenda utama meliputi dekorasi dan pewarnaan patung gypsum berbentuk kelinci serta telur Paskah yang menjadi simbol khas perayaan. Untuk mendukung kreativitas tersebut, pihak manajemen juga menyediakan colouring kit lengkap sebagai sarana bagi anak-anak untuk mengekspresikan imajinasi mereka.
Selain sebagai sarana hiburan, kegiatan ini juga membawa nilai edukatif yang bertujuan melatih motorik halus dan kemampuan berekspresi anak dalam suasana hotel yang nyaman dan interaktif.
Anton Subiyakto, Cluster General Manager The Reiz Suites, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya hotel untuk memberikan pengalaman menginap yang lebih bermakna.
“Kami ingin setiap momen menginap di The Reiz Suites tidak hanya sekadar menjadi tempat beristirahat, tetapi juga menghadirkan kenangan yang berkesan. Melalui perayaan Easter ini, kami menghadirkan aktivitas sederhana namun penuh keceriaan untuk mendukung quality time keluarga,” ujar Anton.
Langkah ini mempertegas posisi The Reiz Suites sebagai serviced apartment pilihan di Kota Medan yang konsisten menghadirkan program tematik yang relevan dengan momen hari besar. Ke depannya, The Reiz Suites berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan yang berorientasi pada pengalaman tamu guna menciptakan standar baru dalam industri hospitality. (adz)

193 Tahun Kabupaten Simalungun, Bank Sumut Pertegas Peran Strategis Lewat Sinergi dan Transformasi

PEMATANG RAYA – Memasuki usia ke-193, Kabupaten Simalungun mempertegas langkah menuju kemajuan melalui kolaborasi strategis dengan PT Bank Sumut. Sinergi ini terbukti efektif dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, serta memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui capaian kinerja perbankan yang signifikan.

Dalam peringatan Hari Jadi ke-193 Kabupaten Simalungun pada Sabtu (18/4), Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, mengungkapkan, Bank Sumut Cabang Pematang Raya mencatatkan tren pertumbuhan positif. Aset tercatat tumbuh 5,25 persen menjadi Rp1,04 triliun, sementara laba meningkat tajam 10,96 persen menjadi Rp77,62 miliar.

Lonjakan paling mencolok terlihat pada Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 30,04 persen menjadi Rp902,9 miliar, disusul penyaluran kredit yang tumbuh 6,11 persen mencapai Rp1,03 triliun. “Ini bukan sekadar angka, tetapi refleksi dari kepercayaan masyarakat dan efektivitas kolaborasi dengan pemerintah daerah,” ujar Heru.

Sebagai pemegang saham dengan penyertaan modal senilai Rp100,05 miliar, Pemerintah Kabupaten Simalungun menerima dividen sebesar Rp22,8 miliar. Selain kontribusi fiskal, Bank Sumut juga memperkuat dukungan sosial melalui realisasi CSR sebesar Rp3,3 miliar dalam lima tahun terakhir. Salah satu proyek mercusuarnya adalah pembangunan videotron di Pantai Bebas Parapat senilai Rp700 juta guna mendukung pariwisata lokal.

Selaras dengan semangat transformasi “Berubah, Bertumbuh, dan Berprestasi,” Bank Sumut masif mendorong digitalisasi. Hingga kini, telah terbentuk 156 agen Sumut Link dan 65 merchant QRIS aktif. Inovasi unggulan berupa QRIS Mata Pajak kini memfasilitasi sekitar 385.000 wajib pajak PBB untuk bertransaksi secara transparan dan akuntabel, sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Untuk memastikan aksesibilitas, Bank Sumut kini mengoperasikan 1 kantor cabang, 6 kantor cabang pembantu, layanan di Mal Pelayanan Publik, hingga 3 layanan kas Samsat yang tersebar di wilayah Simalungun.

Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, SE, MM, memberikan apresiasi tinggi atas peran Bank Sumut sebagai motor penggerak ekonomi. Menurutnya, kolaborasi dengan mitra strategis adalah kunci utama mewujudkan visi Simalungun Maju.

“Pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga harus memperkuat karakter dan jati diri masyarakat,” tegas Bupati Anton saat membuka rangkaian pesta rakyat tersebut.

Peringatan Hari Jadi ke-193 ini turut dihadiri Asisten Umum Provinsi Sumut, DR. Muhammad Suib Sitorus, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat, yang secara kolektif menegaskan bahwa sinergi adalah fondasi utama pembangunan daerah di masa depan. (adz)

Gelaran HBH Lintas Parsadaan Tabagsel Gelorakan Percepatan Provinsi Sumatera Tenggara

JAKARTA, SumutPos.co– Momentum silaturahmi masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) di perantauan tahun ini mencatatkan sejarah baru. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sejumlah organisasi kedaerahan besar di Jakarta dan sekitarnya menggelar Halal Bihalal (HBH) dan pelantikan pengurus secara kolaboratif di Sekolah Al-Jannah, Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (18/4/2026).

Acara bertajuk “Gelaran HBH Lintas Parsadaan” ini dihadiri sedikitnya 1.500 warga Tabagsel. Di balik kemeriahan tarian Tor-Tor Naposo Nauli Bulung dan alunan musik khas daerah, tersirat pesan politik yang kuat: Desakan kolektif untuk mewujudkan Provinsi Sumatera Tenggara.

Kolaborasi ini melibatkan empat organisasi besar, yakni Forum Komunikasi Lintas Parsadaan Masyarakat Tabagsel (FKLPM-TBS), Ikatan Alumni Mahasiswa IPB Tabagsel (IKAMATABAGSEL), Parsadaan Siregar Boru dohot Babere (PSBB), dan Parsadaan Alumni Pelajar Padangsidempuan dan Sekitarnya (PAPPSI).

Ketua Umum PAPPSI yang juga Staf Ahli Kementerian Dalam Negeri, Prof Dr Brigjend (Purn) Hoiruddin Hasibuan menegaskan, aspirasi pemekaran ini sudah mengakar selama 75 tahun dan tidak bisa ditunda lagi.

“Saya sebagai Ketua PAPPSI sekaligus bagian dari Kemendagri akan berupaya sekuat mungkin untuk mengawal permohonan pemekaran provinsi baru ini agar segera terwujud,” tegas Hoiruddin dalam sambutannya.

Senada dengan Hoiruddin, Komjen Pol (Purn) Dr Saud Usman Nasution menyoroti pentingnya persatuan di tanah rantau. Ia menyebut, berkumpulnya ribuan perantau ini sebagai bukti nyata eksistensi dan kekompakan masyarakat Tabagsel.

“Singkirkan ego sektoral, mari kita bangun kampung halaman. Kita jaga kekompakan demi tujuan bersama, yakni berdirinya Provinsi Sumatera Tenggara,” ujar mantan Kepala BNPT tersebut.

Sementara itu, diplomat senior Bomer Pasaribu menekankan, selain perjuangan administratif, pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi harus menjadi prioritas utama dalam memajukan Bona Pasogit.

Hadirnya Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan para perantau. Acara ini juga dihadiri oleh deretan tokoh nasional asal Tabagsel, di antaranya Mulia P Nasution (Mantan Sekjen Kemenkeu), Samsir Siregar (Mantan Kepala BIN), Saud Usman Nasution (Mantan Kepala BNPT), Hoiruddin Hasibuan (Staf Khusus Kemendagri), dan Bomer Pasaribu (Diplomat RI).

Pertemuan akbar ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah pusat bahwa aspirasi pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak yang didukung penuh oleh lintas tokoh, akademisi, hingga praktisi di tingkat nasional. (adz)

Tambang PT Marudut Tua Jaya Legal, Kadis ESDM: Aspirasi Warga Tetap Diproses

USAI PENINJAUAN: Tim Cabang Dinas Wilayah III Pematangsiantar bersama sejumlah instansi terkait usai melakukan peninjauan lapangan pertambangan batuan oleh PT Marudut Tua Jaya di Kabupaten Toba, Jumat (17/4/2026).
USAI PENINJAUAN: Tim Cabang Dinas Wilayah III Pematangsiantar bersama sejumlah instansi terkait usai melakukan peninjauan lapangan pertambangan batuan oleh PT Marudut Tua Jaya di Kabupaten Toba, Jumat (17/4/2026).

MEDAN – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM)  Sumatera Utara (Sumut) memastikan kegiatan pertambangan batuan oleh PT Marudut Tua Jaya di Kabupaten Toba berjalan sesuai ketentuan perizinan dan tetap responsif terhadap aspirasi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, usai peninjauan lapangan yang dilakukan tim lintas instansi menindaklanjuti arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Jumat (17/4/2026).

“Peninjauan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai regulasi, sekaligus menjawab langsung kekhawatiran masyarakat di lapangan,” tegas Dedi.

Peninjauan dilakukan oleh Tim Cabang Dinas Wilayah III Pematang Siantar bersama sejumlah instansi terkait, meliputi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provsu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Toba, Satpol PP, pemerintah kecamatan dan desa, serta perwakilan masyarakat.

Dari hasil verifikasi di lapangan, PT Marudut Tua Jaya diketahui telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi yang sah. Selain itu, perusahaan juga telah menempatkan jaminan reklamasi dan pascatambang sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, sejumlah isu yang menjadi perhatian masyarakat seperti dampak lingkungan, getaran aktivitas tambang, akses jalan, hingga potensi gangguan irigasi tetap menjadi fokus evaluasi. Seluruh persoalan tersebut telah ditinjau langsung dan dijelaskan oleh instansi teknis kepada masyarakat.

“Pemerintah tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Namun, penyampaian tersebut diharapkan dilengkapi dengan data faktual agar dapat ditindaklanjuti secara tepat,” ujar Dedi.

Di sisi lain, pihak perusahaan menyatakan komitmennya untuk menjalankan operasional secara bertanggung jawab serta siap menindaklanjuti setiap dampak yang mungkin timbul.

Langkah pengawasan ini merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam menertibkan aktivitas pertambangan, khususnya yang tidak memiliki izin.

Sebelumnya, Bobby menyampaikan bahwa Pemprov Sumut akan melakukan pemetaan menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan ilegal atau galian C di wilayah Sumatera Utara.

“Kalau memang ada aktivitas ilegal, ya harus ditindak. Kita minta ditangkap,” tegas Bobby usai menghadiri sidang paripurna istimewa Hari Ulang Tahun ke-78 Provinsi Sumatera Utara di Gedung DPRD Sumut, Medan, Rabu (15/4).

Namun demikian, Bobby juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk beroperasi secara legal dengan mengikuti seluruh prosedur perizinan yang berlaku.

Ia menegaskan, verifikasi akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan kesesuaian dengan tata ruang dan kelengkapan izin usaha pertambangan.

“Kalau memang lahannya boleh dan bisa ditambang, kita bantu urus izinnya. Tapi kalau tidak sesuai tata ruang, ya tidak boleh dilanjutkan,” jelasnya.

Gubernur juga menyoroti dampak negatif aktivitas tambang ilegal yang kerap merugikan masyarakat dan daerah, mulai dari kerusakan infrastruktur hingga tidak adanya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Jangan sampai kekayaan alam hanya dinikmati sendiri, sementara daerah tidak mendapat apa-apa dan masyarakat terdampak,” pungkas Bobby.(san/azw)

Hari Ketujuh Pencarian Mahasiswa Tenggelam di Air Terjun, Situmurun Belum juga Ditemukan

PENCARIAN: Upaya pencarian terhadap seorang mahasiswa yang dilaporkan tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun masih terus berlanjut. Hingga memasuki hari ketujuh, Jumat (17/4/2026), Tim Search and Rescue (SAR) dari Kodaeral I Belawan belum juga berhasil menemukan korban.( Dispen Kodaeral I)
PENCARIAN: Upaya pencarian terhadap seorang mahasiswa yang dilaporkan tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun masih terus berlanjut. Hingga memasuki hari ketujuh, Jumat (17/4/2026), Tim Search and Rescue (SAR) dari Kodaeral I Belawan belum juga berhasil menemukan korban.( Dispen Kodaeral I)

MEDAN – Upaya pencarian terhadap seorang mahasiswa yang dilaporkan tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun masih terus berlanjut. Hingga memasuki hari ketujuh, Jumat (17/4/2026), Tim Search and Rescue (SAR) dari Kodaeral I Belawan belum berhasil menemukan korban.

Korban diketahui bernama Christopher Rustam Muda Dua, mahasiswa semester II STFT St Yohanes Pematangsiantar. Ia merupakan warga Kabil, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Insiden tersebut terjadi di kawasan wisata alam yang berada di wilayah Kabupaten Toba, yang dikenal memiliki arus deras dan kondisi perairan yang cukup ekstrem.

Operasi pencarian dipusatkan di Wisma Bahari Tiga Raja yang difungsikan sebagai titik kendali sekaligus staging area bagi tim di lapangan. Sejak pukul 07.00 WIB, satu unit sea rider berbahan aluminium Marine 5083 dikerahkan menuju lokasi kejadian dengan membawa lima personel terlatih.

Tim SAR dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung, mulai dari motor tempel 40 PK, pelampung, riding buoy, hingga perlengkapan selam. Seluruh peralatan tersebut digunakan untuk menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian yang memiliki kontur dasar tidak merata serta arus bawah yang kuat.

Adapun personel yang terlibat dalam operasi ini antara lain Serka Esa Lumbansiantar, Kopka Mes Adih, Kopka Mar Syahdan, Praka Mar Parulian Simanulang, serta Kls Amo Muhammad Yusri. Meski berjumlah terbatas, tim ini mengemban tanggung jawab besar dalam menghadapi medan pencarian yang menantang.

Salah satu perwakilan tim Serka Esa Lumbansiantar dalam keterangannya mengatakan bahwa operasi pencarian dilakukan secara terkoordinasi dan mengedepankan standar keselamatan tinggi. Evaluasi harian juga terus dilakukan untuk menentukan strategi lanjutan.

“Tim terus melakukan penyisiran secara maksimal dengan mempertimbangkan kondisi arus dan faktor keselamatan personel. Hingga saat ini, pencarian masih difokuskan di sekitar titik awal korban dilaporkan tenggelam,” ujar Serka Esa.

Ia juga menambahkan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk unsur SAR lainnya, terus diperkuat guna memperluas area pencarian apabila diperlukan.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar lokasi Air Terjun Situmurun selama proses pencarian berlangsung. Imbauan ini disampaikan demi menjaga keselamatan warga sekaligus memastikan kelancaran operasi di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menjauhi lokasi pencarian agar tidak mengganggu proses evakuasi dan demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Pencarian ini menjadi perlombaan melawan waktu di tengah derasnya arus kawasan Danau Toba. Di balik tantangan alam yang tidak bersahabat, harapan untuk menemukan korban masih terus dijaga oleh tim SAR yang berjibaku di garis depan operasi kemanusiaan tersebut.(san/azw)

Dampak Penutupan TPL Meluas, Pendidikan hingga UMKM Terpukul

BENTANG SPANDUK: Seorang masa aksi membentangkan spanduk berisi pencabutan izin PBPH PT.TPL mengancam UMKM dan investasi yang sedang berjalan, yang ditunjukan di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (18/4/2026). Foto : Ihsan Syahreza
BENTANG SPANDUK: Seorang masa aksi membentangkan spanduk berisi pencabutan izin PBPH PT.TPL mengancam UMKM dan investasi yang sedang berjalan, yang ditunjukan di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (18/4/2026). Foto : Ihsan Syahreza

MEDAN – Dampak penghentian operasional Toba Pulp Lestari (TPL) kian meluas di kawasan Danau Toba. Mulai dari sektor pendidikan, ekonomi masyarakat, hingga stabilitas sosial disebut terdampak signifikan.

Hal ini disampaikan perwakilan Forum Masyarakat Bersatu, Maju Butarbutar, usai menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Kamis (16/4), malam.

Maju mengungkapkan bahwa salah satu sektor paling terdampak adalah pendidikan. Yayasan Bona Pasogit yang telah berdiri selama 37 tahun dan menaungi sekitar 1.600 siswa tingkat TK, SD, dan SMP kini berada di ambang krisis.

“Selama ini uang sekolah disubsidi oleh TPL, sehingga siswa hanya membayar Rp60 ribu per bulan. Kalau subsidi dihentikan dan sekolah harus mandiri, biaya bisa melonjak hampir Rp500 ribu per bulan. Ini jelas memberatkan, karena mayoritas orang tua siswa adalah petani,” ujar Maju.

Yayasan tersebut juga didukung oleh 66 tenaga pengajar yang nasibnya turut terancam jika subsidi tidak lagi berlanjut. Meski disebutkan subsidi masih dipertahankan hingga tahun ajaran baru, ketidakpastian ke depan menjadi kekhawatiran utama masyarakat.

Di sektor ekonomi, penghentian operasional TPL disebut memukul keras perputaran uang di masyarakat. Sebelumnya, aktivitas perusahaan melibatkan sekitar 450 truk pengangkut kayu setiap hari. Dari aktivitas itu, tercipta perputaran ekonomi hingga Rp360 juta per hari.

“Warung kopi, rumah makan, hingga usaha tambal ban sangat bergantung pada aktivitas sopir dan kernet. Sekarang lumpuh total,” katanya.

Selain itu, sekitar 300 vendor lokal yang selama ini menjadi mitra kerja juga ikut terdampak. Bahkan, 80 persen operasional TPL disebut dikerjakan oleh pihak ketiga, mulai dari pengangkutan hingga perbaikan jalan. Para vendor ini selama ini juga dikenal sebagai pembayar pajak yang berkontribusi terhadap pendapatan daerah.

Dampak lain juga dirasakan oleh pemilik plasma atau PKR yang mencapai 1.013 orang dengan total lahan sekitar 70 ribu hektare. Dengan potensi panen mencapai 80 ton per hektare, penghentian aktivitas dinilai mengancam sumber penghasilan utama masyarakat.

“Sekitar 95 persen tenaga kerja adalah putra daerah, baik sebagai sopir maupun kernet. Sekarang mereka kehilangan pekerjaan,” ujarnya.

Tak hanya ekonomi, dampak sosial juga mulai dirasakan. Maju menyebut selama ini TPL turut berkontribusi dalam kegiatan sosial seperti rehabilitasi gereja, sekolah, dan dukungan kegiatan adat.

Kini, kondisi semakin memprihatinkan. Sejumlah buruh harian lepas (BHL) bahkan telah mulai mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT) untuk bertahan hidup, yang diperkirakan hanya cukup untuk dua bulan ke depan.

“Kalau kondisi ini terus berlanjut, kami khawatir akan terjadi peningkatan kriminalitas. Sudah mulai ada indikasi pencurian hasil pertanian seperti kopi, jahe, hingga besi,” ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak pemerintah untuk segera membatalkan pencabutan izin operasional TPL. Mereka juga menyayangkan sikap pemerintah kabupaten yang dinilai belum maksimal memperjuangkan nasib masyarakat, terutama terkait potensi penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam aksi tersebut, perwakilan massa juga telah bertemu dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumatera Utara, Heri Wahyudi Marpaung.

Ia disebut berjanji akan memfasilitasi pertemuan antara masyarakat dengan Gubernur Sumatera Utara agar tuntutan dapat disampaikan secara langsung dalam dua hari kedepan.

“Harapan kami jelas, pemerintah segera mengambil langkah konkret. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban,” pungkas Maju.(san/azw)

Sertijab PJU Polres Langkat

SERTIJAB: Pejabat utama Polres Langkat yang dilakukan sertijab di markas komando. (Istimewa/Sumut Pos)
SERTIJAB: Pejabat utama Polres Langkat yang dilakukan sertijab di markas komando. (Istimewa/Sumut Pos)

STABAT – Sejumlah pejabat utama di lingkungan Polres Langkat dimutasi dan dirotasi, Jumat (17/4/2026). Hal ini diketahui dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo.

Iptu Yasir Parinduri dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolsek Padangtualang, menggantikan Iptu Bayu Mahardika. Selain itu, juga ada sertijab Kabag Ops Polres Langkat dari Kompol Abdul Rahman kepada Kompol Firman Imanuel Perangin-angin, Kasi Propam Iptu Faisal Hasibuan kepada Iptu Ferry Irmawan, Kapolsek Besitang AKP Sugiono kepada AKP Abed Nebo, Kapolsek Gebang AKP Abed Nebo kepada Iptu Jona Wira Karya dan Kapolsek Salapian Iptu MK Bima Prakarsa kepada AKP Master Maruli Tanjung.

Sertijab ini berdasarkan keputusan Kapolda Sumut. Kapolres mengucapkan selamat kepada pejabat baru dan meminta segera menyesuaikan diri dengan situasi hingga kondisi wilayah tugas.

Dia juga meminta untuk meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas. Sementara kepada pejabat lama, dia mengucapkan terima kasih sekaligus apresiasi atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas.

“Mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bentuk penyegaran dan pembinaan karier. Saya berharap pejabat yang baru dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Sertijab ini bagian dari memperkuat komitmen seluruh jajaran Polres Langkat dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat secara optimal. Sertijab berjalan aman dan kondusif, yang ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari seluruh personel kepada para pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan. (ted/ila)