31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 761

Kasus Curanmor di Gudang Milik TNI di Sidoarjo, Keuntungan Pelaku Rp4 Miliar per Tahun

SALMAN TOYIBI/JAWA POS TEMU PERS: Dari kiri ke kanan, Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi, Wadanpuspomad Mayor Jenderal TNI Eka Wijaya Permana, Karo Penmas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra saat rilis ratusan kendaraan hasil curian ditampung di Gudang Balkir Pusat Zeni TNI Angkatan Darat (AD) di Polda Metro Jaya, Jakarta, (10/1). Polda Metro Jaya bersama Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) menetapkan dua orang tersangka yakni MY dan EI.

SUMUTPOS.CO – Polda Metro Jaya terus melakukan pengembangan terkait pengungkapan kasus kasus pencurian dengan pemberatan kendaraan bermotor (Curanmor) dan atau penggelapan dan atau UU Fidusia dan atau penadahan dan atau penadahan sebagai mata pencarian di Gudbalkir Sidoarjo, Jawa Timur.

Terbaru, sebanyak 6 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Dimana tiga di antaranya merupakan anggota TNI angkatan darat (AD) berinisial Mayor Czi BP, Kopda AS, Praka J. Sedangkan tiga warga sipil berinisial MY, EI dan GS (DPO) Debitur.

Dirreskrimum PMJ Kombes Pol Wira Satya Triputra mengatakan, pengungkapan kasus curat dan penggelapan dan atau UU fidusia dan atau penadahan berdasarkan laporan polisi LP/B/20/I/2024/SPKT/Polda Metro Jaya, tanggal 2 Januari 2024 dan LP/A/3/I/2024/SPKT.DITKRIMUM/Polda Metro Jaya, tanggal, 7 Januari 2024. Adapun kasus tersebut berawal di mana TKP nya berada di wilayah PMJ, dilaporkan.

“Untuk waktunya periode 2022 sampai Januari 2024 jadi sampai saat ini. Sedangkan korban adalah TS, IMF dan Lembaga Pembiayaan Kredit yang termasuk dalam anggota asosiasi perusahaan pembiayaan Indonesia,” terang Wira, kemarin (10/1).

Dari laporan yang diterima, Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya kemudian melakukan upaya penyelidikan dan berhasil menangkap 2 orang berinisil MY dan EI. Dimana keduanya memiliki peran masing-masing.

“MF berperan sebagai pengepul dari kendaraan tersebut yang nantinya akan dikirim ke Timor Leste sedangkan dan terangka EI pengepul sekaligus yang memberikan biaya untuk pengiriman ke Timor Leste,” ungkapnya.

Dari pengungkapan tersebut, penyidik kemudian melakukan pengembangan dan ditemukan barang bukti kendaraan roda 4 sebanyak 46 unit dan kendaraan roda dua sebanyak 214 unit dengan berbagai macam merk.

“Tersangka membeli daripada pelaku baik pelaku curanmor, penggelapan, ataupun pelaku fiducia dengan harga rata-rata kendaraan untik roda 2 seharga Rp8 juta sampai Rp10 juta, jadi tersangka ini membeli dari orang yang ngejual,” kata Wira.

Adapun modus operandi para tersangka adalah dengan cara membeli, selanjutnya menyimpan, dan menampung, baik kendaraan roda 4 maupun roda 2 yang didapat dari debitur yang tidak melakukan ataupun tidak memenuhi kewajibannya dengan membayar cicilan. Selanjutnya kendaraan pun dijual kepada tersangka EI yang selanjutnya ditampung di suatu tempat di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur.

Kemudian, tersangka membeli kendaraan tersebut dengan menggunakan identitas palsu. Dimana para debitur ini rata-rata menggunakan identitas palsu untuk membeli kendaraan dari leasing.

“Tersangka menyewa lahan untuk menyimpan kendaraan barang bukti di sebuah gudang kosong di Guduran Jawa Timur dengan membayar setiap parkir kontainer Rp2 juta dengan estimasi per bulannya membayar Rp20 juta sampai dengan Rp30 juta,” jelasnya.

Adapun para tersangka mendapatkan kendaraan roda empat maupun roda dua dari beberapa wilayah seperti wilayah Jakarta, wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, maupun Jawa Barat. Dimana, kendaraan tersebut rata-rata tidak dilengkapi dengan STNK maupun BPKB sebagai identitas ketika dibeli ataupun ditampung oleh para pelaku.

“Kendaraan kemudian ditampung di suatu tempat di sebuah gudang di Sidoarjo, Jawa Timur. Menggunakan kontainer kendaraan dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Perak,m selanjutnya akan diberangkatkan menuju ke Timor Leste, di mana di Timor Leste ini sudah ada pemesan yang akan menampung di sana,” paparnya.

Dari hasil keterangan yang didapat dari tersangka, pengiriman biasanya dilakukan dalam tempo sebulan sekali atau 2 bulan sekali. Pengiriman tergantung dari pada berapa besar kendaraan yang sudah bisa ditampung. Dimana para pelaku membeli kendaraan roda empat maupun roda dua ini dengan harga yang cukup bervariasi.

“Kendaraan dijual kembali ke Timor Leste dengan estimasi harga seharga, antara Rp15-20 juta. Sedangkan untuk roda empat itu ditampung oleh mereka dengan harga kisaran Rp60 juta sampai Rp120 juta tergantung merek kendaraan tersebut. Dijual kembali Timor Leste dengan estimasi harga antara Rp100 juta sampai Rp200 juta per unit,” jelasnya.

Wira menjelaskan, kronologis pengungkapan kasus tersebut berawal dari Subdit Ranmor Polda Metro Jaya melakukan pengungkapan kasus setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dan saksi korban, bahwa ada beberapa pengajuan leasing terhadap kendaraan yang sudah menunggak, dan ternyata setelah dilakukan penelusuran kendaraan tersebut dialihkan kepada orang lain. Karena dialihkan ke orang lain sehingga ini dikirim ke Jawa Timur.

“Petugas dari Subdit Ranmor berhasil mengamankan sebuah Toyota Avanza dengan plat nomor B 1149 ZKS yang rencananya mobil tersebut akan dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Perak, yang akan dikirim ke Timor Leste,” kata Wali.

Dari hasil kejahatan tersebut para tersangka setiap bulannya diperkirakan mendapat penghasilan sekitar senilai Rp400 juta. “Dari hasil kegiatan tersebut, berdasarkan hasil penelitian sementara kami mencoba menghitung besaran keuntungan dari pelaku per tahunnya bisa mencapai angka Rp3-4 miliar,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Wira, tersangka menjual kendaraan tersebut di Timor Leste. Tersangka mengenal para pembeli di Timor Leste melalui akun Facebook, dimana dari hasil penyelidikan ada 4 orang warga Timor Leste.

Pihaknya akan melakukan identifikasi terhadap unit kendaraan baik R2 maupun R4 untuk mengetahui siapa yang mengajukan kredit kendaraan tersebut.”Kita juga melakukan pengembangan terhadap pelaku lain agar bisa mengungkap jaringan lebih besar,” ujarnya.

Para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun. Kemudian Pasal 460 KUHP penadahan dan Pasal 481 KUHP dengan ancaman 7 tahun, kemudian pasal 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun, Pasal 45 Undang-Undang no 42 tahun 99 tentang jaminan fiducia dengan ancaman 5 tahun, Pasal 36 Undang-Undang 42 tahun 99 tentang jaminan fiducia dengan ancaman paling lama 2 tahun.

Di tempat yang sama, Wadan Puspomad Mayjen Eka Wijaya Permana mengatakan tiga oknum prajurit TNI Angkatan Darat (AD) diduga terlibat sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Sidoarjo, Jawa Timur, kini ditahan di Puspomad. Kasus ini terungkap atas kerja sama dan koordinasi antara Pomdam V Brawijaya, Polda Metro Jaya, dan Polda Jawa Timur.

“Pada saat ini memang sudah ada tiga terduga oknum TNI yang sedang diperiksa dan diselidiki oleh Pomdam V Brawijaya,” ujar Eka.

Ketiga oknum prajurit TNI tersebut ialah Kopda AS, Praka J, dan Mayor Czi BP. Secara terperinci, Wadan Puspomad Mayjen TNI Eka Wijaya Permana menjelaskan kasus ini terungkap atas sinergisitas dan kerja sama antara TNI dan Polri.

“Kami pimpinan Puspomad telah menerima informasi tentang kejahatan ini, kemudian kami membentuk tim bersama-sama yaitu Pomad dengan Polri berangkat ke Surabaya dan saya delegasikan, karena wilayah Kodam Brawijaya maka Danpomdam saya Perintahkan bekerja sama dalam pengungkapan kasus ini,” jelas Eka.

Eka Wijaya menyampaikan, ada 3 oknum prajurit TNI yang terlibat dalam kasus tersebut. Saat ini ketiganya telah dilakukan penahanan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Ada tiga personel kami yang ikut terlibat dalam kasus tersebut, yaitu Mayor BP, kemudian Kopda AS, dan Praka J. Ketiga prajurit ini sudah kami tahan, kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Ketiga prajurit TNI tersebut diduga melakukan pelanggaran antara lain Pasal 408 KUHP tentang penadahan hasil kejahatan, Pasal 56 KUHP turut serta dalam kejahatan, dan Pasal 126 KUHPidana Militer. “Ini karena prajurit, kami gunakan juga KUHPidana Militer di mana atas kewenangannya dia melakukan tindak pidana. Selanjutnya, kami tekankan juga Pasal 103, yaitu tidak menaati perintah atasan,” tuturnya.

Eka melanjutkan, proses hukum terhadap ketiga oknum prajurit TNI tersebut masih terus berjalan. Pihaknya bersinergi dengan Polda Metro Jaya dan akan melakukan pengembangan lebih lanjut.

Eka memastikan gudang tersebut sudah kosong. Untuk motor dan mobil curian yang sempat disimpan di sana sudah disita sebagai barang bukti. “Jadi, Gudbalkir ini adalah barang-barang dari Pusziad apabila sudah melaksanakan kegiatan atau ‘dropping’ untuk pelaksanaan tugas-tugas yang ada di lingkungan TNI AD. Dan saat ini gudang ini adalah kosong,” katanya.

Eka juga menambahkan dengan terjadinya kasus ini pihaknya akan melakukan evaluasi Prosedur Standar Operasi (SOP) dan pengawasan serta pengendalian fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. “Kita akan evaluasi bagaimana bisa sampai terjadi seperti itu, bagaimana unsur pengawasan dari seorang komandan, komandan kepala satuan kerja,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Kristomei Sianturi menambahkan bahwa gudang di Sidoarjo (Jawa Timur) yang menjadi lokasi penadahan kendaraan hasil kejahatan adalah milik Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad). “Gudbalkir milik Pusziad sebenarnya adalah gudang tempat barang yang sudah tidak digunakan, yang akhir untuk ditaruh di sana,” katanya.

Dia menambahkan, pengungkapan kasus di Sidoarjo ini adalah wujud komitmen dan sinergi antara TNI dan Polri serta berkomitmen dalam penegakan hukum. “Saat ini penyidik Pomdam V/Brawijaya sedang bekerja. Jadi mohon bersabar, bagaimana dan apa keterlibatan dan bagaimana keterlibatannya,” katanya.

Pimpinan TNI AD akan menghukum anggota atau oknum anggota yang benar-benar terlibat dan melanggar hukum dan dikenakan ancaman hukuman secara maksimal. “Saya minta untuk bersabar karena kasus ini akan terus dikembangkan,” pungkasnya. (ygi/jpg/ila)

BKKBN Gelar Roadshow Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting

SOSIALISASI: BKKBN dan mitra kerja sama H Saleh Partaonan Daulay, Anggota DPR RI Komisi IX menggelar sosialisasi KIE dan penurunan stunting.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – BKKBN menggelar Roadshow Sosialisasi dan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting bertempat di Warung Kopi Pak Umbi Jalan Aek Matio, Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, kamis (11/01/2024).

Penata KKB Ahli Madya Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Syamsurizal Lubis dalam laporannya menyampaikan, tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut antara lain untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat tentang Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Dijelaskannya, saat ini di Sumut ada sebanyak 1.166.929 keluarga berisiko stunting, kemudian untuk Orang beresiko itu tidak otomatis stunting hanya perlu mendapat perhatian.

“Karena stunting ini bukan hanya masalah gizi saja, tetapi juga soal sanitasi, air bersih dan lainnya. Informasi itu penting, harus bisa sampai ke daerah, ke masyarakat seperti yang dilakukan Labura, posyandunya aktif di semua tempat, bukan sekedar ada tapi aktif ini perlu dicontoh,” ujarnya.

H Saleh Partaonan Daulay, Anggota DPR RI Komisi IX sebagai mitra kerja menambahkan,
Sumut berhasil menurunkan angka prevalensi stunting sebesar 4,7%, menjadi 21,1%, dari sebelumnya 25,8% pada tahun 2021.
“Capaian yang luar biasa ini atas kerja sama antara Kepala Perwakilan BKKBN dengan pemerintah provinsi dan Kabupaten/Kota,” ucapnya. (rel/ram)

Anak AKBP Achiruddin, Aditya Hasibuan Bebas

SIDANG: Aditiya Hasibuan saat menjalani sidang di PN Medan. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anak AKPB Achiruddin Hasibuan, Aditiya Hasibuan bebas dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan. Aditiya menghirup udara segar, setelah masa hukuman yang dijalaninya terkait kasus penganiayaan terhadap Ken Admiral dinyatakan berakhir.

Kepala Rutan Kelas I Medan, Nimrot Sihotang membenarkan hal tersebut. Aditiya resmi bebas dari tahanan usai mendapatkan remisi dan cuti bersyarat. “(Aditiya Hasibuan) sudah (bebas),” ucap Nimrot Sihotang, Rabu (10/1/2024).

Nimrot menyebutkan bahwa terpidana Aditiya Hasibuan telah bebas sejak Desember 2023 lalu. “(Telah bebas sejak) bulan 12 tahun 2023,” sebutnya.

Terpidana Aditiya Hasibuan telah membayar restitusi (ganti rugi) sebesar Rp52.382.200 yang dibayarkan secara tangung renteng dengan Ayahnya, Achiruddin Hasibuan.

Kemudian, Aditiya juga telah menjalani pidana pokoknya, yaitu pidana penjara selama 1 tahun di dalam Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan.

Diketahui, Aditiya Hasibuan sebelumnya dihukum penjara selama 1 tahun dan 6 bulan (1,5 tahun) oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Selain itu, PN Medan juga menghukun Aditiya untuk membayar restitusi kepada Ken Admiral sebesar Rp52.382.200 yang dibayarkan secara tangung renteng dengan Ayahnya. Dengan ketentuan, apabila restitusi tersebut tidak dibayarkan, maka diganti dengan kurungan selama 2 bulan.

Merasa keberatan atas putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum dan Penasihat Hukum (PH) Aditiya Hasibuan pun mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Medan.

Kemudian, PT Medan menjatuhkan hukuman yang lebih ringan dari PN Medan, yaitu pidana penjara selama 1 tahun dan membayar restitusi sebesar Rp52.382.200 yang dibayarkan secara tangung renteng dengan Ayahnya.

Dengan ketentuan, apabila restitusi tersebut tidak dibayarkan, maka diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan. Hingga akhirnya, putusan banding di PT Medan tersebut pun berkekuatan hukum tetap (inkrah). (man/ram)

Pemberitaan Bansos Tas Kepresidenan Untuk Pemenangan Capres Nomor Urut 2 Hoaks

Teks Foto: Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Beredar pemberitaan terkait pemberian bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng menggunakan tas kepresidenan oleh Tim pemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di media sosial. Berita tersebut diposting salah satu akun media sosial @pa** itu mendadak viral.

Pemilik akun tersebut menuliskan bansos tersebut diberikan untuk pemenangan capres nomor urut 2, Prabowo-Gibran dan diberikan kepada RT se DKI Jakarta.

Menanggapi pemberitaan tersebut Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka dengan tegas mengatakan, tidak ada arahan bagi-bagi bansos kepada warga. ”Waktu ditegur tidak boleh membagikan susu kan langsung kami stop juga susunya. Enggak ada seperti itu. Makanya, saya tanya bansosnya di mana, berupa apa, diberikan ke siapa,” tanya Gibran.

Bagi-bagi bansos yang dilakukan di sejumlah RT di Jakarta dengan menggunakan tas kepresidenan adalah pemberitaan hoaks. Berita tersebut sangat keliru dan menyesatkan. Pemberitaan itu menuduh tanpa bukti jelas dan sangat merugikan pasangan capres nomor urut 02.

Menanggapi pemberitaan hoaks tersebut , Ketua TKD Prabowo-Gibran Sumut, Ade Jona Prasetyo mengatakan, sebelum diposting seharusnya cek dulu fakta sebenarnya. Sebab, bisa berujung fitnah yang menyesatkan masyarakat.

“Bansos memakai tas kepresidenan itu tiap tahun ada dan itu merupakan bantuan dari Pak Presiden Jokowi. Jangan dihubung-hubungkan dengan pilpres,” ucap Ade Jona.

Pasca pemberitaan hoaks yang menyudutkan paslon nomor urut 2 tersebut, elektabilitas pasangan ini justru semakin unggul di semua lembaga survei yang ada di Indonesia. Hal ini menggambarkan masyarakat Indonesia sangat cerdas dalam mencerna pemberitaan-pemberitaan yang bersifat hoax di media sosial. TKD Sumut pun semakin yakin pasangan Prabowo-Gibran menang satu putaran. (dwi/ram)

Dirbinmas Polda Sumut: Tantangan Satpam Semakin Tak Mudah

HUT SATPAM: Dirbinmas Polda Sumut Kombes Pol Mohammad Muslim Siregar menghadiri syukuran HUT ke-43 satpam yang digagas Abujapi dan Apsi di Manhattan Urban Market, Jalan Gatot Subroto, Medan, Rabu (10/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tantangan tugas satuan pengaman (satpam) semakin tak mudah, sehingga satpam dituntut lebih meningkatkan kapasitas atau kemampuan
diri.

“Untuk itu, kami apresiasi program membanggakan yang dilakukan yakni memberikan potongan 50 persen bagi satpam yang hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi (PT).

Sebagai pembina, kami bangga dan saya kira program ini hanya ada di Sumatera Utara (Sumut),” ujar Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sumut Kombes Pol
Mohammad Muslim Siregar dalam arahannya saat menghadiri syukuran HUT ke-43 satpam yang digagas Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) dan Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (Apsi) bertema ‘Satpam Tangguh Mendukung Pemilu Aman dan Damai’ di Manhattan Urban Market, Jalan Gatot Subroto, Medan, Rabu (10/1).

Namun, kata Kombes Pol Muslim, alangkah baiknya jika ada program-program lain yang bisa meningkatkan kesejahteraan para satpam. Dikatakannya, ada sekitar 2,5 juta orang di Indonesia berprofesi sebagai satpam. Sedangkan di Sumut berkisar 50 ribu orang, termasuk satpam wanita.

Di kesempatan itu, Muslim mengajak seluruh pihak, khususnya satpam untuk sama-sama menjaga dan menciptakan Pemilu Damai di 2024. “Ajak keluarga tidak terpengaruh empat H, yakni hasut, hasat, hate speech (ujaran kebencian) dan hoaks. Perbedaan pilihan jangan sampai menimbulkan perpecahan bahkan keributan. Kalau negara aman, kita bisa beraktivitas dengan nyaman,” tuturnya seraya menyampaikan, sebagai wujud perhatian senantiasa memberikan penghargaan terhadap satpam berprestasi.

Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) Abujabi H Djoned Djubaidi SH, SH, MH mengatakan, satpam punya pengaruh dan dampak besar terhadap aset
perusahaan. Dia mengajak senantiasa menciptakan keamanan dan
ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Berkat bimbingan Dirbinmas Polda
Sumut, sejumlah program bisa dijalankan,” katanya.

Ungkapan senada disampaikan Ketum Apsi Drs H Ibrahim Tarigan. Dia
meminta satpam senantiasa meningkatkan kualitas dan disiplin. Apalagi
dalam waktu dekat menghadapi pemilu. “Bersama Polri, mari kita jaga
kamtibmas,” ajaknya.

Sementara, Ketua Panitia syukuran M Iqbal Sinaga SH MH menyampaikan,
sebelum syukuran dilakukan sejumlah kegiatan di antaranya donor darah
dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP), Jalan Sisingamangaraja
dipimpin Dirbinmas Polda Sumut.

“Sebenarnya HUT satpam tepat 30 Desember, namun secara serentak
seluruh satpam di Indonesia merayakan syukuran hari ini. Rangkaian
acara tersebut tidak terlepas dukungan Polda Sumut, asosiasi satpam
dan pihak terkait,” terangnya.

Iqbal menyebut, Abujapi dan APSI menjalin kesepakatan dengan perguruan
tinggi swasta. Yakni potongan 50 persen biaya pendidikan bagi satpam
yang memiliki kartu tanda anggota (KTA) dari Abujapi dan APSI. “Terima
kasih kami sampaikan kepada seluruh panitia, hingga acara berlangsung
meriah dan lancar,” tandasnya.

Syukuran dirangkai penyerahan penghargaan kepada seorang satpam
berprestasi dan dua satpam terbaik berdasarkan penilaian. Kemudian
Dirbinmas Polda Sumut Kombes Pol Mohammad Muslim Siregar didampingi
Ketua Abujapi dan APSI dan lainnya, memotong tumpeng serta
memberikannya kepada satpam tertua dan termuda.(rel/azw)

Postingan Foto sebelum Debat, Akun Medsos Prabowo Banjir Pujian Warganet

Teks Foto: Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Postingan Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto yang menampilkan foto bersama Calon Wakil Presiden (Cawapres) nya, Gibran Rakabuming Raka sebelum Debat Capres ketiga dimulai menuai reaksi dari warganet. Kolom komentar akun resmi Prabowo Subianto tersebut sontak menuai pujian dari para netizen.

Berdasarkan amatan di akun Instagram resminya @Prabowo, postingan tersebut mendapat like sebanyak 956 ribu. Jumlah tersebut diprediksi bertambah seiring berjalannya waktu. Postingan tersebut berbarengan dengan hastag #BersamaIndonesiaMaju.

Warganet, terkhusus dari kalangan Gen Z, membanjiri komentar positif pada sosok Prabowo. Sebelumnya, Prabowo sempat menarik perhatian publik dengan banyolan ‘gemoy’. Istilah gemoy sukses menarik perhatian masyarakat, terutama kalangan anak muda.

Mereka mengungkapkan rasa bangga dan meyakini atas kemenangan Prabowo sebagai presiden, selanjutnya dibarengi dengan berbagai macam dukungan dan apresiasi terhadap kesan positif dalam Debat Capres.

Sejumlah komentar terangkum pada cerminan apresiasi perihal kesungguhan Prabowo dalam memajukan negara dengan fokus pembangunan ketimbang menyerang lawan politik.

Netizen dari kalangan Gen Z juga menyatakan dukungannya secara mantap untuk Prabowo, serta menunjukkan antusiasme tinggi dari generasi muda. Beberapa komentar yang tertulis yakni, dari akun @ramlahh_yang mengutarakan rasa bangganya pada Prabowo, dan meyakini bahwa Prabowo akan menang menjadi presiden selanjutnya. Dia mengatakan, “Bapak memang yang terbaik, mau debat/tidak debat bapak adalah presiden 2024 ku”.

Dukungan lain pun senantiasa juga berdatangan dari sejumlah warganet yang mengagumi kebesaran hati Prabowo, dalam merespons segala pertanyaan pada debat ketiga capres jelang Pemilu 2024. Antara lain seperti dari akun @agitandik_86, “Semua paslon punya kekurangannya. Yang lain fokus menjatuhkan untuk menang, hanya Pak Prabowo yang fokus memajukan negara dalam debatnya”. Dirinya menilai jika Prabowo telah berupaya sebaik mungkin untuk memajukan negara Indonesia.

Kemudian, seperti dilansir dari akun @ii.daaa_rj yang mengaku bahwa pemilu kali ini akan menjadi kali pertamanya untuk memilih, dan dirinya telah memantapkan hati untuk memilih Prabowo. “Diumurku yg 19 udah bisa nyoblos, dan manusia pertama yg bakal aku coblos ya bapak Prabowo, sehat terus bapak gemoyyyy”. Disisi lain, akun @nitanendita secara mantap memberikan performa debat Prabowo secara tegas dengan nilai 10/10. “Bapak 10/10 POKONYAAA”.

Pastinya momentum ini telah memberikan gambaran mengenai bagaimana rasa antusias masyarakat yang melonjak tinggi.

Sama halnya seperti yang diutarakan oleh Ade Jona Prasetyo, ketua TKD Prabowo-Gibran Sumut yang sekaligus merupakan calon legislatif DPR-RI dari Sumatera Utara.

Dirinya mengakui bahwa pengaruh Prabowo selaku sosok pemimpin yang ideal memang sudah banyak terlihat di masyarakat. “Banyak dukungan mengalir membanjiri Pak Prabowo. Sehingga, ini sebenanrya dapat dikatakan sebagai bentuk kasih sayang masyarakat terhadap Pak Prabowo,” tegasnya, Selasa (9/1/2024) malam.

Ade Jona menambahkan, jika Prabowo memang selayaknya mendapatkan dukungan yang massif dari masyarakat. Sebab, Prabowo yang selalu berupaya memenuhi aspirasi masyarakat. “Jadi, rasanya akan tidak masuk akal, jika masyarakat malah melayangkan rasa tidak sukanya kepada Prabowo,” pungkasnya.(dwi/ram)

Rencana Perekrutan 2,3 Juta CASN 2024, Pemko Medan Segera Lakukan Pembahasan dan Pemetaan Kebutuhan

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Medan, Sutan Tolang Lubis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengaku telah menerima surat edaran (SE) dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Kemenpan RB) terkait perekrutan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2024, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Atas SE yang diterima tersebut, Pemko Medan mengaku akan segera menindaklanjutinya.

“Surat terkait perekrutan CASN tahun 2024 baru kita terima dan segera kita tindaklanjuti,” ucap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Medan, Sutan Tolang Lubis kepada Sumut Pos, Rabu (10/1/2024).

Ditanya berapa banyak kebutuhan CASN yang akan diusulkan Pemko Medan ke Pemerintah Pusat pada perekrutan CASN tahun 2024, Sutan mengaku bahwa pihaknya akan segera melakukan rapat bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemko Medan guna membahas dan memetakan hal itu.

“Soal berapa banyak kebutuhan yang akan kita usulkan, hal itu akan segera kita bahas dengan seluruh OPD yang ada di lingkungan Pemko Medan. Tak hanya melakukan pembahasan soal jumlah yang dibutuhkan, tapi kita juga akan melakukan pemetaan agar formasi yang diusulkan nanti sesuai dengan yang dibutuhkan,” ujarnya.

Diterangkan Sutan, setelah nantinya melakukan pembahasan terkait jumlah dan penataan terkait formasi yang dibutuhkan, Pemko Medan juga akan menyesuaikannya kembali dengan kemampuan kas daerah.

“Kemudian kita juga kan harus menyesuaikan dengan kesanggupan kas daerah kita, sebab nantinya yang kita rekrut itu kan akan menjadi beban daerah, khususnya untuk PPPK. Kalau untuk PNS, setidaknya harus ditanggung tunjangan jabatannya,” terangnya.

Dijelaskan Sutan, berdasarkan SE yang diterima pihaknya dari Pemerintah Pusat, di tahun 2024 ini Pemerintah Daerah telah diberikan kewenangan oleh Pemerintah Pusat untuk membuka formasi CPNS apabila memang dibutuhkan.

“Tahun (2023) lalu kita Pemerintah Daerah memang hanya diberikan kewenangan untuk membuka formasi PPPK, makanya tahun lalu Pemko Medan tidak ada membuka formasi CPNS. Tetapi di tahun ini, kita diberi kewenangan untuk membuka formasi CPNS bila memang kita butuhkan,” jelasnya.

Lantas, apakah nantinya formasi CASN 2024 yang dibuka Pemko Medan juga akan membuka formasi CPNS atau justru hanya untuk formasi PPPK seperti tahun 2023 lalu? Sutan mengatakan bahwa semua itu akan masuk ke dalam pembahasan.

“Itu juga akan kita bahas, bila memang formasi untuk CPNS kita butuhkan, tentu akan kita usulkan,” jawabnya.

Sutan pun memastikan bahwa pembahasan tersebut akan segera digelar dalam waktu dekat, sebab pihaknya menargetkan pembahasan tersebut selesai sebelum akhir Januari 2024.

“Karena targetnya paling lama akhir Januari ini kita sudah harus menyampaikan usulan itu ke (Pemerintah) Pusat. Jadi sebelum akhir Januari pembahasannya sudah harus selesai,” pungkasnya. (map/ram)