28 C
Medan
Monday, April 6, 2026
Home Blog Page 764

Korupsi Dana BOS, Mantan Kasek SMK Pencawan Tertunduk Divonis 6,5 Tahun Penjara

TUNDUK: Mantan Kasek SMK Pencawan, Restu Utama Pencawan tertunduk saat mendengarkan vonis hakim Pengadilan Tipikor Medan, Senin (8/1/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Kepala Sekolah (Kasek) SMK Pencawan 1 Medan, Restu Utama Pencawan divonis hakim 6,5 tahun penjara. Dia terbukti bersalah korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dalam sidang di ruang Cakra 9 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (8/1/2024).

Hakim ketua M Nazir dalam amar putusannya menyatakan, perbuatan terdakwa dinilai melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana Jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Restu Utama Pencawan oleh karenanya dengan pidana penjara 6 tahun 6 bulan, denda sebesar Rp300 juta, subsider kurungan 3 bulan,” tegasnya.

Selain itu, terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp1,8 miliar, dengan ketentuan 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, terdakwa tidak mampu membayar uang pengganti kerugian negara tersebut, maka harta bendanya disita dan dilelang.

“Apabila tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun,” kata hakim.

Dalam kasus yang sama, hakim juga menghukum terdakwa Ismail Tarigan, selaku mantan Bendahara BOS, selama 6 tahun penjara, denda sebesar Rp300 juta, subsider kurungan 3 bulan. Terdakwa Ismail dalam kasus ini tidak dibebankan membayar uang pengganti.

Menurut hakim, hal memberatkan kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Sementara hal meringankan, kata hakim, kedua terdakwa bersikap sopan dan belum pernah dihukum.

Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan JPU Fauzan Irgi Hasibuan, yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa masing-masing selama 7,5 tahun penjara, denda Rp300 juta, subsider kurungan 4 bulan. Selan itu, terdakwa Restu Pencawan dituntut membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp2.122.042.000.

Diketahui, semula SMK Pencawan Medan menerima Dana BOS sebesar Rp1.139.880.000 dengan kebutuhan Rp1.400.000 per siswa per tahun pada TA 2018. Pada TA 2019, Triwulan I dan II sebesar Rp749.760.000, yang ditransfer oleh Kemendikbud ke rekening BRI atas nama SMK Pencawan 1 Medan.

Sejumlah item belanja (pengeluaran) ada dilakukan ada dilampirkan pada Laporan Pertanggung jawaban kedua terdakwa namun diduga kuat tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Antara lain, pembelian buku paket berupa Lembaran Kerja Siswa (LKS) tetapi buku tersebut pembeliannya dilakukan dengan mengutip uang dari siswa/siswi. Restu Utama Pencawan bersama-sama dengan Ismail Tarigan dalam mengelola dana BOS telah melakukan belanja-belanja fiktif.

Terdakwa tidak ada melakukan pembahasan atau musyawarah terkait dengan penerimaan dan penggunaan Dana BOS Tahun 2018 dan Tahun 2019 triwulan I dan II dengan dewan guru dan komite sekolah.

Restu Utama Pencawan bersama Ismail Tarigan melakukan pencairan tahap I Pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) tahun 2019, tetapi tidak ada melakukan pembangunan terhadap RPS tersebut.

Seyogianya dana BOS dimaksud dipergunakan untuk pengembangan perpustakaan meliputi penyediaan buku teks utama, pemeliharaan buku/koleksi perpustakaan, peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan.

Pengembangan data base perpustakaan, pemeliharaan dan pembelian perabot perpustakaan dan atau pemeliharaan dan pembelian AC perpustakaan.

Penggandaan formulir pendaftaran siswa baru, administrasi pendaftaran, penentuan minat/psikotes, publikasi atau pengumuman PPDB, biaya kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dan atau konsumsi penyelenggaraan kegiatan dan transportasi.

Biaya kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler yang meliputi kegiatan pengadaan alat habis pakai praktikum pembelajaran, biaya pengadaan bahan habis pakai praktikum pembelajaran, pembiayaan untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran intrakurikuler, ekstrakurikuler serta pengembangan karakter.

Kegiatan evaluasi pembelajaran yang meliputi kegiatan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan semester, ulangan kenaikan kelas dan atau USBN dan lainnya. (man/ram)

Apel Perdana Tahun 2024, Wali Kota Binjai Ajak Seluruh ASN Tulus Layani Masyarakat

PIMPIN: Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah saat pimpin apel gabungan perdana tahun 2024.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah memimpin apel gabungan perdana tahun 2024. Apel gabungan diikuti Sekretaris Daerah Kota Binjai, para asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, lurah dan seluruh ASN serta Non ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Binjai digelar di halaman apel balai kota, Senin (8/1/2024).

“Mengawali tahun 2024 ini, semoga kita senantiasa diberikan tekad dan semangat untuk lebih baik dalam mengemban tugas dan tanggung jawab selaku aparatur pemerintah serta abdi negara, yang akan melaksanakan, melanjutkan serta meningkatkan proses penyelenggaraan tugas pemerintah, pembangunan serta pembinaan kemasyarakatan di Kota Binjai,” seru Amir.

Amir menyebut, sebagai Aparatur Sipil Negara sudah diformat untuk melayani masyarakat. Apabila terdapat pelayanan yang kurang baik, menandakan kurang optimalnya disiplin dalam bekerja.

“Untuk itu, saya mengajak kita semua untuk memperbaiki diri sehingga proses penyelenggaraan pemerintahan ke depan akan lebih baik. Mari kita layani masyarakat dengan tulus dan ikhlas melalui disiplin, etos kerja, kinerja yang efektif dan efisien agar menciptakan pelayanan yang prima, serta dapat menjadikan Kota Binjai menjadi kota yang lebih baik lagi kedepannya,” katanya.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Binjai mengimbau kepada seluruh organisasi perangkat daerah agar segera mengirimkan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Aparatur Sipil Negara yang ada di OPD masing-masing. “Saya berharap dengan meningkatnya kepatuhan dalam penyusunan dan pengiriman SKP, semoga indeks profesionalitas ASN Pemko Binjai pada tahun ini bisa lebih meningkat lagi, sehingga dapat mempertahankan posisi 3 besar tingkat kabupaten/kota se-Sumatera Utara,” pungkasnya. (ted/ram)

Sepanjang 2023, Seratusan Perkara Narkotika Diadili PN Binjai

Ilustrasi palu hakim.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Negeri Binjai mencatat ada seratusan perkara narkotika yang masuk untuk diadili dan disidang sepanjang 2023. Bahkan perkara narkotika yang mendominasi dalam sidang di PN Binjai bila dibandingkan dengan perkara lain.

“Ada 136 perkara narkotika yang masuk sepanjang 2023 ditambah sisa perkara yang belum divonis tahun 2022 ada 10 perkara,” ujar Humas PN Binjai, Wira Indra Bangsa, Senin (8/1/2024).

Dari jumlah perkara narkotika yang masuk, kata Wira, sebanyak 131 perkara sudah dijatuhi vonis dengan beragam. Namun sayangnya, dia tidak menguraikan secara rinci putusan yang sudah dijatuhi melalui palu majelis hakim tersebut.

“Sisa perkara narkotika yang belum dijatuhi vonis ada 15 jadinya,” sambung Wira.

Perkara kedua diikuti dengan tindak pidana pencurian yang diadili oleh majelis hakim PN Binjai. Setali tiga uang, hal tersebut sejalan dengan maraknya narkotika.

Bagi budak atau pecandu narkotika, tentu hal tersebut sejalan. Pasalnya, para terpidana kasus pencurian diduga melakukan tindak pidana pencurian untuk membeli narkotika.

Wira menambahkan, ada 103 perkara pencurian yang disidang di PN Binjai. Ditambah sisa perkara 2022 ada 10 sehingga jumlahnya menjadi 113 perkara.

“Untuk tahun 2023 ini, 101 perkara tindak pidana pencurian yang sudah dijatuhi vonis. Selebihnya yang belum dijatuhi vonis, dilanjutkan tahun 2024,” beber Wira.

Setelah tindak pidana pencurian, diikuti perkara penggelapan. Wira menjelaskan, ada 19 perkara tindak pidana penggelapan yang disidang di PN Binjai.

Ditambah 2 sisa tahun 2022 totalnya menjadi 21 perkara. “Ada 20 perkara tindak pidana penggelapan yang sudah dijatuhi vonis,” sambungnya.

Wira menambahkan, PN Binjai mengadili tindak pidana penganiayaan sebanyak 9 perkara sepanjang 2023. Kemudian dilanjutkan dengan tindak pidana penipuan ada 8 perkara.

Lalu ada perkara tindak pidana perjudian sebanyak 8 perkara. “Untuk perkara pembunuhan dan perkara kekerasan dalam rumah tangga, masing-masing ada 3 perkara yang diadili di PN Binjai,” ujarnya.

Total ada 312 perkara yang ditangani PN Binjai sepanjang 2023. Jumlah tersebut dengan beragam jenis perkara.

“Ditambah sisa 2022, jadi ada 335 perkara yang ditangani PN Binjai sepanjang 2023. Sedangkan yang sudah divonis hukuman ada 299 perkara, sisanya akan dilanjutkan pada tahun 2024,” pungkasnya. (ted/ram)

Komisi I RDP dengan KPU dan Bawaslu

RAPAT: Komisi I DPRD Medan saat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan KPU dan Bawaslu Medan terkait kesiapan penyelenggaraan Pemilu di ruang komisi I gedung dewan, Senin (8/1/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Komisi I DPRD Kota Medan meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Medan untuk sama-sama menjaga kondusifitas menjelang Pemilu 2024.

Hal itu dimintakan Komisi I saat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan KPU dan Bawaslu Medan terkait kesiapan penyelenggaraan Pemilu di ruang komisi I gedung dewan, Senin (8/1/2024).

“Mari kita sepakati penyelenggaraan pemilu damai, mari kita bersama-sama menjaga kondusifitas,” ucap Anggota Komisi I DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong, Senin (8/1/2024).

Untuk itu, dalam RDP yang dipimpin Ketua Komisi I DPRD Medan Robi Barus didampingi para anggota komisi seperti Parlindungan Sipahutar, Rudiyanto Simangunsong, Abdul Latif, Abdul Rani, Habiburahman Sinuraya, dan Abdul Rahman Nasution tersebut, Komisi I mendorong Bawaslu Medan untuk meningkatkan pengawasan guna meminimalisir serangan money politik.

“Mari sama-sama kita berantakan politik uang,” ujarnya dalam RDP yang turut dihadiri Ketua KPU Medan Mutia Atiqah bersama Anggota Bobby Niedal, Saut Sagala, M Taufiq Urrohman dan Ade Nurkhairi. Sementara dari Bawaslu, dihadiri Ketua David Reynold bersama anggota Imeldaria Butarbutar, Fachril Syaputra, Yuna Novita Sari dan Ferlando J.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi I, Abdul Rani SH, mengatakan demi terciptanya Pemilu damai, Bawaslu diminta agar lebih meningkatkan koordinasi antar lembaga.

“Pemilu tinggal menghitung hari, saat ini menjadi pusat perhatian semua pihak terkhusus masyarakat. DPRD Medan bersama KPU dan Bawaslu telah memperjuangkan anggaran untuk pesta demokrasi. Untuk itu mari kita jaga kepercayaan masyarakat menjamin Pemilu yang kondusif,” ajak Abdul Rani.

Ditambahkan Abdul Rani, DPRD Medan bersama KPU dan Bawaslu juga harus mampu meyakinkan masyarakat bahwa penyelenggara dan caleg harus bersatu dalam menjaga serta membuktikan suasana kondusif.

Disisi lain, anggota dewan lainnya, Abdul Latif juga mempertanyakan upaya penyelenggara Pemilu seperti KPU mengantisipasi terjadinya korbab jiwa akibat kelelahan seperti Pemilu lalu.

“Kita tidak ingin terjadi banyak korban petugas KPPS meninggal dunia dan sakit akibat kecapekan hingga pukul 2 dinihari. Untuk itu pihak KPU agar mengantisipasi hal tersebut,” kata Abdul Rani.

Sementara itu, anggota dewan lainnya, Parlindungan Sipahutar mempertanyakan sejauh mana sosialisasi KPU terkait penyelenggaraan Pemilu. Seperti sosialisasi warna kertas suara mulai DPRD Kabupaten/Kota hingga Capres.

Menyahuti pernyataan dewan, Ketua KPU Medan Mutia Atiqah mengatakan, sepakat untuk menciptakan suasana kondusif pada Pemilu mendatang dan lebih baik dari sebelumnya.

Sedangkan terkait mengantisipasi korban jiwa bagi petugas KPP karena kelelahan sehingga tidak terulang lagi, pihak KPU Medan melakukan perekrutan petugas demgan usia produktif yakni usia 17 Tahun sd 55 tahun. Bahkan, saat seleksi penerimaan dilakukan tes kesehatan yang ketat, bagi yang memiliki riwayat penyakit serius otomatis tidak diloloskan.
(map/ram)

Warga Karang Gading Minta Pengungsi Rohingya Segera Dipindahkan

PENGUNGSI: Masyarakat sekitar Pantai Mercusuar, Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli meminta para pengungsi Rohingya dipindahkan lebih cepat.

LABUHAN DELI, SUMUTPOS.CO – Masyarakat di Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang meminta agar pengungsi Rohingya segera dipindahkan. Padahal, Pemkab Deliserdang meminta waktu hingga 14 Januari 2024.

Kepala Desa Karang Gading, Agus Sanjaya mengatakan, letak geografis Desa Karang Gading berbatasan antara Kabupaten Langkat tepatnya Desa Kwala Besar. Nah, beberapa masyarakat merasa resah dengan keberadaan pengungsi ini.

“Masyarakat sudah menyampaikan kalau bisa jangan terlalu lama, karena mereka dengar dari pemberitaan di media massa, pengungsi Rohingya ini banyak menimbulkan keresahan, ya kami tetap mengupayakan menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten,” ujarnya, Senin (8/1/2024).

Aspirasi masyarakat tersebut disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan juga lembaga terkait yang menangani pengungsi tersebut, yakni UNHCR dan IOM.

Dijelaskan Agus, meski meminta relokasi, masyarakat juga berempati kepada para pengungsi, ditandai dengan pemberian bantuan makanan setiap hari, melalui swadaya.

Lanjut Agus, kondisi para pengungsi juga sangat memprihatinkan, selain kekurangan air bersih, di sana juga tidak ada fasilitas MCK (Mandi Cuci Kakus).

“Dengan jumlah 157 orang pengungsi ini, untuk buang kotoran tidak sedikit, kalau tidak ada kemungkinan (direlokasi) sampai tanggal 14, atau berlanjut, kami tidak bisa menjamin kesehatan para pengungsi, ucapnya.

Ia juga mengatakan, pihak desa juga tidak bisa berlama-lama untuk terus mengawasi para pengungsi. Sebab, mereka juga mempunyai tugas untuk melayani masyarakat.

“Kami dari pihak desa terus stand by dari pagi berangkat lalu besok pagi baru pulang.”

“Kalau memang konsentrasi kami ke pengungsi rohingnya maka pelayanan ke masyarakat juga pasti kurang, kami mengantisipasi juga adanya keluhan masyarakat karena pelayanan kami tidak seperti biasanya,” ucap Agus.(mag-1/ram)

Tahapan Rekrutmen PTPS Pemilu 2024 Diperpanjang

Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Bawaslu Sumut, Saut Boangmanalu.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara membeberkan ada sejumlah Bawaslu Kabupaten/Kota di Sumut, melakukan perpanjangan waktu pendaftaran rekrutmen petugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS).

Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Bawaslu Sumut, Saut Boangmanalu membenarkan hal tersebut. Namun, ia enggan membeberkan secara detail, Kabupaten/Kota mana saja melakukan perpanjangan waktu rekrutmen petugas PTPS.

“Sekarang ini, ada beberapa Kabupaten/Kota yang masih melakukan perpanjangan. Tapi, rinciannya saya belum dapat semua. Nanti kalau sudah rampung se-Sumut, kita sampaikan informasinya,” jelas Saut.

Saut mengungkapkan untuk kekurangan jumlah petugas PTPS dalam tahapan rekrutmennya tergolong masih kecil. Tapi, harus dipenuhi 45.875 orang petugas, yang akan bertugas pada 14 Februari 2024.

“Yang pasti ada beberapa yang dia melakukan perpanjangan, presentasenya tergolong kecil,” kata Saut.

Saut mengungkapkan pada tahap rekrutmen PTPS ini, tidak ada kendala. Proses pelaksanaan on the track. Namun, proses masih terus berjalan hingga nanti penetapan PTPS yang diputuskan Bawaslu Kabupaten/Kota berdasarkan rekrutmen dilakukan Panwascam.

“Tidak ada kendala dan masih berproses, kemaren juga saya di Labuhanbatu. Saya cek langsung ke salah satu Kecamatan, saya ketemu dengan petugas kita, tidak ada masalah semua lancar. Semua persiapan juga tidak ada kendala, Walaupun ada beberapa Rumah Sakit, mungkin kekurangan lampiran surat dan tempatnya digeser ke lokasi terdekat,” jelas Saut.

Berdasarkan data KPU Sumut masyarakat yang akan menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2024 di 45.875 tempat pemungutan suara (TPS) pada 6.100 kelurahan/desa di 455 kecamatan di 33 kabupaten/kota se-Sumut.

Disinggung soal cuaca di Sumut yang kerap dilanda hujan dengan intensitas tinggi, dapat memicu banjir dan longsor. Atas hal itu, Saut mengatakan pihaknya, sudah melakukan pemetaan terhadap TPS rawan bencana alam.

Untuk melakukan pencegahan dan antisipasi TPS rawan bencana alam tersebut. Saut mengatakan pihak sudah berkoordinasi dengan KPU Sumut dan KPU Kabupaten/Kota untuk menyiapkan langkah-langkah kedepannya.

“Sebenarnya itu, sepanjang tidak berubah, itu tahun kemaren sudah ada pernah launching, tapi dia tidak berbasis TPS. Tapi, nanti setelah terbentuk TPS, nanti akan disampaikan, apakah ada perubahan atau pertambahan untuk TPS yang rawan,” tandas Saut.(gus/ram)

1,1 Juta Lembar Lebih Surat Suara Pemilu 2024 Diterima KPU Binjai

TIBA: Surat suara untuk Pemilu 2024 diterima secara bertahap saat tiba di Kantor KPU Binjai, Jalan Gatot Subroto, Binjai Barat.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Ketua KPU Binjai, Anton Indratno menjelaskan, ada 1,1 juta lembar surat suara yang bakal diterima. Surat suara yang diterima secara bertahap ini untuk kebutuhan tahapan pemungutan dan penghitungan suara pemilihan presiden dan wakil presiden pada 14 Februari 2024 mendatang.

“Sudah kita terima tadi malam. Untuk Sumut, kebetulan KPU Binjai yang terakhir terima,” kata Anton, Senin (8/1/2024).

Anton menjelaskan, surat suara untuk Pilpres 2024 tiba di Kantor KPU Binjai di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Binjai Barat, pada Sabtu (6/1/2024). Surat suara yang tiba ini bersamaan dengan surat suara untuk Pemilihan Calon Anggota DPD RI.

Kata dia, ada 112 kotak surat suara untuk Pilpres 2024 yang diterima dan surat suara DPD RI ada 442 kotak. “Proses distribusi surat suara Pilpres dan DPD RI 2024 tidak dilakukan sekaligus, melainkan dalam dua tahap. Distribusi tahap pertama berlangsung 3 Januari 2024 dan distribusi tahap kedua pada 6 Januari 2024,” urainya.

Menurut dia, pihaknya sejauh ini baru menerima surat suara Pilpres dan DPD RI. Sedangkan untuk kebutuhan surat suara lain seperti calon Anggota DPR RI, DPRD Sumut dan DPRD Kota Binjai, belum diterima.

“Kalau berdasarkan jadwal pengiriman, seharusnya surat suara DPR RI, DPRD Provinsi Sumatera Utara, dan DPRD Kota Binjai kota terima tanggal 9 Januari 2024 ini. Tapi dari hasil monitoring kita, kemungkinan hari ini, (8/1/2024) sudah dapat kita terima,” ujar dia.

Terkait proses sortir dan pelipatan (sorlip) surat suara, Anton mengaku, kegiatan tersebut baru akan dimulai setelah seluruh surat suara kebutuhan Pemilu 2024 diterima KPU Kota Binjai, dengan jumlah keseluruhan mencapai lebih dari 1,1 juta lembar.

“Setelah semua surat suara kita terima, maka proses sorlip baru dapat kita mulai. Jangka waktunya itu lima hari, dan dipusatkan di Gudang Logistik KPU Binjai. Kita targetkan perhari satu petugas sorlip seribu lembar surat suara,” pungkasnya. (ted/ram)

Kesadaran Caleg Masih Kurang, Pasang APK di Pohon

CALEG: APK Caleg terpasang di pohon di pinggir Jalan Yos Sudarso, Kota Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara mencatat penanganan pelanggaran pada masa tahap kampanye Pemilu 2024 se-Sumut sebanyak 65 laporan.

Data penanganan Bawaslu di Bulan Desember 2023 yaitu, 65 laporan sebanyak temuan 17 laporan, diregistrasi 49 laporan, tidak registrasi 31 laporan dan belum diregistrasi 2 laporan.

Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Bawaslu Sumut, Saut Boangmanalu mengatakan bahwa pada bulan Januari 2024 ini, masih berlangsung dan masih dilakukan pendataan oleh pihaknya, terkait penanganan pelanggaran di masa tahapan kampanye ini.

“Dari 49 laporan diregistrasi tersebut, 3 kode etik, 1 administrasi, dan 15 tidak terbukti. Sisanya, dalam proses penanganan,” jelas Saut saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (8/1/2024).

Sedangkan laporan terbanyak diterima oleh Bawaslu Kabupaten Nias Selatan, sebanyak 28 laporan, dengan perincian, yakni diregistrasi 17 laporan, tidak diregistrasi 11 laporan. Hasilnya, 6 temuan, 13 kode etik, 9 tidak terbukti.

Saut menjelaskan bahwa penanganan pelanggaran kampanye pada Pemilu 2024, mengalami penurunan pada masa kampanye pada Pemilu tahun 2019 lalu. Sehingga, ada peningkatan kesadaran tidak melakukan pelanggaran kampanye oleh peserta Pemilu ini.

“Saya pikir secara kasat mata, kita boleh apresiasi ya. Apa yang sudah terjadi hari ini, dibandingkan dengan Pemilu sebelumnya 2019,” kata Saut.

Dalam pengawasan di media sosial, Saut mengungkapkan ada penurunan tajam. Meski masih terdapat pelanggaran, tapi mengalami penurunan.

“Khusunya, pada sektor medsos. Di medsos kita lihat itu lebih adem, walaupun dibeberapa medsos masih ada, informasi yang kita harus tetap waspadai dan pantau,” ujar Saut.

Saut mengatakan secara umum Pemilu 2024 lebih baik, khususnya menyangkut isu-isu sara, isu vital yang bepotensi menyangkut bangsa. Karena, isu tersebut lebih menunjukkan gagasan, ide yang kreatif.

“Dan sejauh ini, dari Kabupaten/Kota juga dapat laporan bahwa kalau bersifat vital, belum ada kita temukan,” jelas Saut.

“Akan tetapi ada beberapa peserta Pemilu, yang membuat model kampanye yang lebih kreatif, yang kadang kadang belum diatur atau tidak diatur sehingga kita lebih mengedepankan pencegahan bila ada mode model baru kampanye yang belum diatur, paling itu,” tutur Saut kembali.

Saut mengungkapkan masih banyak peserta Pemilu 2024 yang melakukan pelanggaran terkait dengan estetika kota, dengan memasang alat peraga kampanye (APK) dipasang di pohon-pohon di pinggir jalan.

“Jadi inikan sebenarnya tidak hanya masalah Bawaslu. Kalau persoalan APK ini, dimana kami juga punya kesulitan, kami juga punya kendala,” jelas Saut.

Saut mengungkapkan soal APK terpasang di pohon tidak saja di Kota Medan, hampir seluruh daerah di Sumut ini. Ia mengimbau peserta Pemilu 2024 memiliki kesadaran untuk memasang APK sesuai dengan ketentuan dan jangan merusak estetika kota.

“Ini tidak hanya di Kota Medan, sepanjang jalan di kota-kota di daerah itu ada, yang sangat masif dan membutuhkan energi, yang lebih pada Bawaslu dan petugas eksekusinya Satpol PP. Tidak hanya di pohon di tiang listrik di jalan-jalan yang tidak diatur KPU,” kata Saut.

“Hari ini misalnya dicopot besok sudah masuk lagi, hal hal seperti ini menjadi catatan pada kita semua, kami imbau pada semua peserta pemilu untuk agar memasang APK nya, dengan mengikuti aturan,” ucap Saut kembali.(gus/ram)

Alfa Scorpii Gelar Pameran Varian Yamaha Classy di Irian Supermarket

DIPAMERKAN: Motor varian Yamaha Filano Hybrid-Connected dipamerkan di Irian Supermakert. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Alfa Scorpii kembali mengelar pameran di Irian Supermarket Marelan dan Irian Supermarket Jalan Karya, Medan. Dalam pameran kali ini, Alfa Scorpii menghadirkan motor kategori Yamaha classy yang kini sedang digemari konsumen, yaitu Fazzio dan Filano.

Banyak promo yang dihadirkan di event pameran yang berlangsung sampai dengan tanggal 30 Desember 2023 ini, diantaranya dengan uang muka atau dp mulai dari Rp 2 jutaan untuk Yamaha Fazzio, dan dp mulai Rp 3 jutaan untuk Yamaha Filano, konsumen sudah bisa membawa pulang motor yamaha idamannya.

Selain itu, konsumen yang membeli Fazzio dan Filano secara kredit, akan mendapat voucher senilai Rp 500 ribu. “Ini adalah event regular yang Alfa Scorpii jalankan setiap bulannya dan ada special promo untuk setiap pembelian di Irian Supermarket,” kata ujar Jordan Naibaho, tim Promosi PT Alfa Scorpii dalam pers rilisnya, Rabu (20/12/2023) lalu.

Segara kunjungi pameran Yamaha di Irian Supermarket Marelan dan Irian Supermarket dapatkan special promo menarik dengan syarat dan ketentuan berlaku.

“Selain promo voucher, konsumen juga akan mendapatkan hadiah langsung berupa hadiah merchendais menarik bagi pengunjung Irian Supermarket,” tambahnya.

Jordan mengatakan, Grand Filano telah disematkan fitur dan desainnya yang stylis serta teknologi modern. Seperti teknologi Hybrid yang memadukan tenaga dari BBM dan listrik dimana tenaga listrik ini akan meningkatkan torsi sehingga tenaga lebih besar khususnya diawal akselerasi, yang membuat tarikannya menjadi ringan.

Disematkannya teknologi Smart Motor Generator, memberi keunggulan dalam menghidupkan mesin motor jadi lebih cepat. Selain itu juga untuk pengisian daya baterai atau aki dan membuat suara yang sangat halus saat di hidupkan.

Teknologi stop and star system yang disematkan pada motor ini mbuat otomatis mematikan mesin ketika motor berhenti.

Tidak hanya sampai di sana,Grand Filano Hybrid Connected juga menghadirkan kemudahan dalam berkendara dengan hadirnya tempat pengisian BBM di bagian depan.

Grand Filano Hybrid Connected sejatinya paket lengkap yang dihadirkan Yamaha untuk eksekutif muda yang membutuhkan alternatif kendaraan selain roda empat. Yang mana dapat memadukan kelincahan dalam mobilitas namun tetap stylis dan fashionable.

Sedangkan Yamaha Fazzio sebagai keluarga baru Classy Yamaha, menghadirkan berbagai keunggulan seperti desain baru yang simpel dan modern, teknologi terbaru yang cocok untuk gaya hidup masa kini serta aksesoris port yang mewakili kebutuhan anak muda dalam mengekspresikan diri pada sepeda motornya sesuai dengan style masing-masing.

Adapun teknologi yang dihadirkan yakni Blue Core Hybrid yang membuat semakin bertenaga, ramah lingkungan dan handal. Dilengkapi dengan Yamaha Motorcycle Connect yang mendukung generasi muda saat ini untuk selalu terkoneksi dengan smartphone lewat aplikasi Y-Connect.

Model baru Yamaha Fazzio memiliki desain simple dan modern yang menjadikannya lebih stylish serta semakin berkelas. Tampilannya yang stylish semakin diperkuat dengan adanya Full Digital Speedometer serta Desain LED headlight yang unik.

Selain unggul dengan desain motor unik yang stylish, Yamaha Fazzio Hybrid-Connected dengan teknologi Blue Core generasi terbaru memberikan pengalaman berkendara lebih bertenaga, ramah lingkungan dan handal.

Teknologi Blue Core Hybrid ini memiliki 2 sumber tenaga yang saling bersinergi, yaitu tenaga yang dihasilkan dari mesin serta tenaga yang berasal dari Electric Power Assist Start yang membuat akselerasi awal lebih bertenaga dan halus khususnya ketika membawa penumpang, barang, dan jalan menanjak. (dek)

Masjid BSI Sebagai Pusat Kesejukan di Destinasi Wisata

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Selain sebagai tempat beribadah, masjid juga memainkan peran penting sebagai oasis bagi para musafir untuk beristirahat sejenak dari perjalanan panjang mereka. Sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual, PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) dengan penuh dedikasi membangun masjid di lokasi-lokasi wisata, menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat beribadah tetapi juga sebagai ruang rehat yang bermakna.

Hal itu semakin ditegaskan oleh BSI pada momen libur panjang Nataru ini, di mana masjid bukan hanya menjadi tujuan utama untuk beribadah, melainkan juga menjadi destinasi yang menyediakan tempat nyaman bagi para wisatawan untuk beristirahat sejenak.

“Dengan atmosfer yang tenang dan damai, masjid menjadi pelengkap yang sempurna, memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk meresapi ketenangan spiritual sambil menikmati momen istirahat dalam perjalanan mereka,” kata Gunawan Arief Hartoyo, Corporate Secretary BSI.

Membangun lebih dari sekadar tempat ibadah, masjid BSI di Bromo dan Labuan Bajo dirancang untuk memberikan pengalaman tak terlupakan kepada para wisatawan. Gunawan menambahkan, tidak sekadar menyediakan tempat, kedua masjid tersebut menciptakan suasana yang unik, menggabungkan daya tarik keindahan alam dengan pengalaman beribadah yang nyaman.

“Sebagai destinasi yang lebih dari sekadar fisik, masjid BSI di Bromo dan Labuan Bajo menjadi penjalin harmoni antara keagungan alam dan ketenangan spiritual, mengundang para pengunjung untuk meresapi keajaiban yang tak terlukiskan dalam perjalanan mereka,” ujar Gunawan.

Masjid BSI di Bromo, misalnya, menawarkan pengalaman beribadah dengan dikelilingi oleh keindahan alam pegunungan. Sunrise View Point Bromo, yang berada di seberang Masjid BSI, memberikan pengalaman spiritual yang tak terlupakan dengan pemandangan matahari terbit yang memukau di pegunungan.

Sementara itu, Masjid BSI di Labuan Bajo menonjolkan keunikan wisata baharinya. Dikelilingi oleh Sunset View Point yang mengarah ke area pelabuhan dan pusat kota Labuan Bajo, masjid ini menjadi pusat spiritual yang cocok bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi kecantikan pemandangan pelabuhan dan kota Labuan Bajo sambil memperdalam nilai-nilai keagamaan.

Selama periode libur Natal dan Tahun Baru tahun lalu, Masjid BSI di kedua lokasi ini menjadi tujuan bagi para wisatawan yang datang ke Bromo dan Labuan Bajo. “Masjid BSI di Bromo, tercatat menyambut sekitar 12.788 pengunjung, sedangkan Masjid BSI Labuan Bajo menerima kunjungan dari lebih dari 4.000 orang,” jelas Gunawan.

Dengan keberadaan Masjid BSI di lokasi wisata ini, akses wisatawan untuk melaksanakan ibadah menjadi lebih mudah, menciptakan harmoni antara kegiatan turisme dan spiritualitas. Masjid BSI di destinasi wisata selama periode liburan Nataru bukan hanya menjadi tempat peribadatan, namun juga sebagai jembatan yang menggabungkan keindahan alam yang memukau dengan pengalaman rohaniah yang mendalam.

Dengan demikian, para wisatawan tidak hanya dapat memanjakan mata dengan panorama alam yang menakjubkan, tetapi juga mengalami ketenangan dan kehangatan spiritual selama perjalanan wisata mereka.(rel)