Home Blog Page 771

Asprov PSSI Sumut Didesak Gelar KLB

Idris SE

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Prestasi sepak bola Sumatera Utara dinilai mengalami kemunduran. Selain itu munculnya kasus honor wasit belum dibayar menunjukkan bahwa pengelolaan sepak bola di Sumut tidak serius.

“Prestasi sepak bola Sumut mengalami kemunduran. Satu tim asal Sumut, yakni Sada sudah dipastikan degradasi dari Liga 2. Wakil Sumut di Piala Soeratin juga tidak bisa berbicara banyak,” ujar pemerhati sepak bola Sumut, Idris SE kepada wartawan, Kamis (1/2/2024).

Idris menyebutkan, mundurnya prestasi tersebut karena buruknya pembinaan sepak bola di Sumut. Dia mengakui jarang ada kompetisi yang digelar di Sumut selain Piala Soeratin atau Liga 3.

“Piala Soeratin dan Liga 3 itu merupakan program dari pusat. Sedangkan untuk event lokal sendiri hampir tidak ada. Padahal dalam pembinaan sepak bola itu diperlukan kompetisi,” ungkap Idris.

Selain itu, Mantan CEO PSMS ini kecewa dengan munculnya kasus honor wasit yang bertugas di Piala Soeratin dan Liga 3 yang belum dibayar. Ini merupakan noda bagi sepak bola Sumatera Utara.

“Sangat memalukan jika honor wasit sampai belum dibayar. Padahal sebelum kompetisi digelar, panitia sudah menganggarkan honor wasit itu,” tambahnya.

Idris menambahkan, buruknya pengelolaan dan mundurnya prestasi sepak bola Sumut tersebut disebabkan hilangnya leader atau motor di Asprov PSSI Sumut. Asprov PSSI Sumut sendiri saat ini tanpa pemimpin setelah Kodrat Shah meninggal dunia beberapa waktu lalu.

“Sepak bola Sumut memang sangat kehilangan sosok Almarhum Kodrat Shah. Untuk itu jangan dibiarkan kursi yang ditinggalkan almarhum kosong terlalu lama, sehingga berpengaruh terhadap pembinaan sepak bola Sumut,” paparnya.

Untuk itu, Idris mendesak agar Asprov PSSI Sumut segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) dengan agenda pemilihan Ketua Umum sesuai dengan statuta PSSI. Sebab, sepak bola Sumut membutuhkan sosok yang bisa menjadi leader atau motor untuk kemajuan sepak bola Sumut.

“Sosok ketua umum Asprov PSSI Sumut sangat dibutuhkan. Apalagi sebentar lagi ada pelaksanaan PON 2024. Sumut sebagai tuan rumah tentu memiliki target tinggi. Ini harus dipikirkan bersama-sama,” ungkapnya.

Idris pun mengajak semua insan sepak bola Sumut untuk bersatu. Jangan ada lagi pecah belah, karena akan merugikan diri sendiri. “Mari kita bersatu untuk kemajuan sepak bola Sumut,” ajaknya. (dek)

Bawaslu Sumut Siapkan Penataan Penertiban APK Jelang Berakhirnya Masa Kampanye Pemilu 2024

APK: APK terpasang di persimpangan Jalan Brigjen Katamso/Jalan Pandu, Kota Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Sembilan hari menjelang berakhir masa tahapan kampanye Pemilu tahun 2024. Alat Peraga Kampanye (APK) menghiasi di seluruh ruas jalan Kabupaten/Kota. Bila tidak dilakukan penataan penertiban APK, akan menjadi tumpakan sampah nantinya.

Untuk diketahui, tahapan Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, serta Pemilu DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota dilaksanakan pada tanggal 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024 atau selama 75 hari.

Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat, Data Informasi Bawaslu Sumut, Saut Boangmanalu, menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan mekanisme hingga kordinasi penertiban APK tersebut.

“Kalau sesuai mekanisme penertiban dilakukan Satpol PP, kalau kecamatan ada trantibum. Sebelum dilakukan penertiban APK, Bawaslu dari tingkat Provinsi hingga Kecamatan akan melakukan kordinasi terlebih dulu dengan stakeholder terkait,” ucap Saut saat dikonfirmasi Sumut Pos, Kamis (1/2/2024).

Kemudian, dilakukan penertiban APK keseluruhan pada masa tenang Pemilu 2024. Meski ada skenario penertiban APK. Saut mengatakan memberikan kesempatan bagi peserta pemilu untuk melakukan penurunan sendiri APK.

“Agar bisa diturunkan secara mandiri. Sehingga pada waktunya, ada APK masih terpasang akan kita lakukan penertiban menyeluruh,” sebut Saut.

Selain itu, Saut mengatakan Bawaslu Sumut bersama jajarannya akan menyurati peserta Pemilu, untuk menurunkan APK secara mandiri. Sebelum, dilakukan penertiban keseluruhannya.

“Kita akan surati peserta pemilu dan pemerintah sebagai pihak melakukan penertiban, dilakukan Satpol,” jelas Saut.

Saut mengatakan setelah ditertibkan akan dilakukan pendataan, dokumentasi hingga dilakukan pemusnahan APK, yang ditertibkan tersebut.

“Setelah tertibkan, akan diamankan di gudang Satpol PP di Kabupaten/Kota, atau gudang Bawaslu Kabupaten/Kota dan Panwascam. Sampai batas waktu tertentu, kita lakukan dokumentasi, tabulasi dan ditentukan kapan dihanguskan,” jelas Saut.

Disinggung berapa jumlah laporan pelanggaran kampanye diterima Bawaslu Sumut. Suat menjelaskan pihaknya, belum melakukan tabulasi. Karena, pihaknya masih fokus melakukan penanganan laporan yang diterima Bawaslu Sumut dan jajarannya.

“Kami masih fokus melakukan penanganan laporan, sehingga tabulasi itu, belum kami tuntaskan, di Bawaslu Sumut hampir setiap hari ada laporan, kordinasi dan termasuk di Bawaslu Kabupaten/Kota. Jadi, kami belum bisa melakukan tabulasi,” tandasnya.(gus/ram)

KPU Langkat Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

SIMULASI: Suasana simulasi yang digelar KPU Langkat di kantornya.Istimewa/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Langkat menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara di kantornya, Rabu (31/1/2024). Simulasi ini diikuti oleh unsur forkopimda atau yang mewakili.

Ketua KPU Langkat, Sopian Sitepu menjelaskan, sejumlah tahapan dan persiapan telah dilakukan. Mulai dari persiapan logistik surat suara hingga perlengkapan untuk di tempat pemungutan suara.

“Kemudian pelantikan petugas pemilu dan bimtek. Simulasi sudah dilakukan beberapa kali di tiga zona, Langkat hulu, Langkah Hilir dan Teluk Aru. Ini untuk memastikan tahapan di TPS dapat dipahami terutama untuk petugas pemilu dan pihak yang berkepentingan terhadap pemilu,” katanya.

Dia mengajak seluruh pihak yang ada di Kabupaten Langkat untuk bersama-sama menyukseskan pemilu 2024 yang tinggal belasan hari lagi. “Mari kita sukseskan pemilu 2024, karena ini membawa nama baik Kabupaten Langkat dalam pelaksanaan teknis pemilu 2024. Semoga pemilu 2024 berjalan lancar dan sukses,” serunya.

Sopian yang membuka simulasi pemungutan dan penghitungan suara. Sementara, Plt Bupati Langkat, H Syah Afandin diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, H Rudi Kinandung berharap, pesta demokrasi yang jatuh pada Rabu (14/2/2024) ini dapat berjalan lancar dan sukses.

“Simulasi pemilu bertujuan menggambarkan gambaran utuh situasi sebenarnya, antisipasi segala permasalahan yang akan terjadi, memastikan kesiapan dan sosialisasi agar pada hari H akan lebih paham dalam melaksanakan tugasnya,” tukasnya.

Simulasi Pemilu 2024 ini terdiri dari 250 peserta, termasuk PPK se Kabupaten Langkat, parpol, pers, penggiat demokrasi, Bawaslu, Kelompok Disabilitas dan Umum. Simulasi yang dilakukan meliputi penghitungan suara, pengisian formulir hasil dan penggunaan Sirekap. (ted/ram)

Balai Diklat Basarnas akan Dibangun di Langkat

KOMANDO: Plt Bupati Langkat, H Syah Afandin (dua dari kiri) saat salam komando dengan Kepala Basarnas Medan, Mustari.Istimewa/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Pelaksana Tugas Bupati Langkat, H Syah Afandin menerima kunjungan kerja Kepala Basarnas Medan di Ruang VIP, Kamis (1/2/2024). Pada kesempatan ini, Kepala Basarnas Medan, Mustari dan rombongan mengucapkan terima kasih kepada Plt Bupati Langkat yang akrab disapa Ondim tersebut lantaran telah menghibahkan lahan seluas 1,2 hektar.

Rencananya lahan hibah ini akan dibangun Balai Diklat Basarnas yang pertama di Pulau Sumatera wilayah barat.

Kata Mustari, pengerjaan nantinya akan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat. Karenanya, Basarnas Medan saat ini tengah menunggu surat hibah saja dari Pemerintah Kabupaten Langkat untuk pembangunannya.

Dia juga menjelaskan bahwasanya kabupaten Langkat merupakan satu-satunya kabupaten yang akan didirikan Balai Diklat Basarnas wilayah Sumatera. Di Indonesia cuma terdapat tiga tempat saja yang didirikan.

Yakni, wilayah timur Indonesia di Kota Makasar, wilayah tengah di Jawa barat dan di wilayah barat didirikan di Kabupaten Langkat. “Kedatangan saya juga ingin bersilaturahim kepada bapak, karena saya baru saja menjabat sebagai Kepala Basarnas Medan dan ini pertama kalinya saya berdinas di Sumatera”, ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Plt Bupati Langkat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Basarnas yang telah memberi kepercayaan kepada Bumi Bertuah (julukan Kabupaten Langkat) sebagai tempat atau lokasi dibangunnya Balai Diklat tersebut. “Mengenai surat hibah sedang dilakukan proses oleh Bagian Hukum Setda Langkat, dan saya juga berharap surat ini segera selesai, agar Balai Diklat dapat dibangun sesuai apa yang kita inginkan,” pungkasnya. (ted)

Warga Pinggiran Sungai Sampaikan Keluhan Soal Infrastruktur ke DPRD Sumut

KELUHAN: Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting saat mendengar keluhan warga Medan terkait banjir dan lampu penerangan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persoalan infrastruktur di Kota Medan, masih menjadi momok bagi sebagian masyarakat. Surbakti (53) misalnya, warga Jalan Tali Air Gang Sejuk, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, mengeluhkan infrastruktur di lingkungannya yang tak kunjung dibenahi Pemko Medan.

Surbakti menyampaikan keluhannya terkait sungai yang berada di kawasannya kerap banjir dan longsor. Sebagai warga Pinggiran Sungai, ia meminta agar Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting dapat menyampaikan keluhannya kepada Pemko Medan.

“Pak, saya dan saudara-saudara yang ada di sini adalah warga ‘pingsui’, pinggir sungai. Sudah berkali-kali saya menyampaikan ke Pak Bobby mengenai kondisi sungai kita yang sering banjir dan longsor, tapi belum ada tindak lanjut,” ucapnya pada Baskami, Kamis (1/2/2024).

Surbakti menjelaskan, debit air sungai yang sering meluap, membuat warga sekitar selalu khawatir.

“Agar ada tindaklanjut pak, supaya minimal dibentengi sungai kami ini memakai bronjong,” ujarnya.

Tak hanya itu, Surbakti juga menyampaikan persoalan penerangan jalan yang tidak memadai di lingkungannya.

“Bapak Ketua kalau malam ke jalan Tali Air ini, pasti tidak berani. Kami juga seperti itu, tidak berani karena rawan kejahatan akibat penerangan tidak ada,” katanya.

Menurut Surbakti, ia beserta warga lainnya telah menginisiasi pembuatan penerangan seadanya dalam bentuk swadaya.

“Kami sudah mengupayakan secara gotong royong empat unit penerangan masuk ke gang ini, tapi belum memadai. Kalau kita memekikkan merdeka pak, nyatanya kita belum merdeka,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan para warga.

“Kalau sungai, kita sampaikan ke BWSS II, karena mereka yang berwenang. Saya sudah mengupayakan di beberapa titik, termasuk di Simalingkar ini terkait pemasangan bronjong di pinggir sungai,” katanya.

Baskami juga meminta warga untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.

“Kita jaga lingkungan ini agar asri dan nyaman. Saya yakin kesadaran warga di sini sama seperti Pak Surbakti yang sangat memperhatikan lingkungannya,” jelasnya.

Terkait penerangan, Baskami yang juga Caleg DPRD Sumut dapil Sumut II (Medan B) nomor urut 02 ini berjanji akan meneruskan keluhan warga ke Pemko Medan.

“Saya kontak Dinas terkait untuk penerangan jalan ini, dalam waktu dekat akan dipasang, mohon bersabar,” pungkasnya.
(map/ram)

Seleksi Direktur PDAM Tirtasari Tuntas, DPRD Binjai: Harus Mampu Penuhi Harapan Masyarakat

DIREKTUR: Tiga Calon Direktur PDAM Tirtasari periode 2024-2029.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS CO – Tim penjaringan dan seleksi jabatan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Tirtasari periode 2024-2029 tuntas. Karenanya, kalangan legislatif menyerukan agar direktur terpilih mampu penuhi harapan masyarakat.

Mulai dari peningkatan kualitas pelayanan dan tercukupinya kebutuhan air bersih di Kota Binjai. Dalam pengumuman hasil seleksi akademik, psikotes dan wawancara Calon Direktur PDAM Tirtasari nomor: 500-258/B.Perkosda/1/2024, Ashari menempati peringkat pertama dengan nilai 75,91.

Saat ini, Ashari menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur PDAM Tirtasari. Dua pesaing lainnya masing-masing Zul Umri dan Herry Dani, jauh di bawahnya berdasarkan nilai.

Herry Dani menempati peringkat kedua dengan nilai 66,84 dan Zul Umri meraih 66,26. Anggota Tim Penjaringan dan Seleksi, Rahmad Fauzi Salim membenarkan, pihaknya sudah mengumumkan hasilnya.

Bahkan, hasil penjaringan dan seleksi ini sudah diserahkan kepada Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah. “Ya, sudah diumumkan dan hasil juga diserahkan kepada pak wali,” kata Fauzi, Kamis (1/2/2024).

Sementara, Ketua Komisi A DPRD Kota Binjai, H Marasonang Lubis berharap Direktur PDAM Tirtasari Kota Binjai terpilih periode 2024-2029 harus mampu memenuhi harapan masyarakat yang menginginkan peningkatan kualitas pelayanan dan tercukupinya kebutuhan air bersih di Kota Binjai.

“Siapapun yang terpilih, harus punya track record yang baik, berkredibilitas tinggi, memiliki kompetensi yang jelas, serta berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan berupaya memajukan PDAM Tirtasari. Ini sesuai dengan komitmen Walikota dan harapan masyarakat Binjai,” katanya.

Marasonang yang juga mantan Anggota Dewan Pengawas PDAM Tirtasari menyerukan secara khusus kepada H Amir Hamzah selaku Wali Kota Binjai agar benar-benar selektif dalam menentukan pilihan. Termasuk meminta saran dan masukan dari DPRD Kota Binjai jika memang dibutuhkan.

Sebab dari tiga kandidat Calon Direktur PDAM Tirtasari yang kini mengikuti tahapan seleksi, tentu saja masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan. “Satu hal lagi yang tidak kalah penting, saya berharap juga Wali Kota Binjai dapat menempatkan orang-orang berkompeten dalam struktur Dewan Pengawas PDAM Tirtasari. Artinya, mereka juga dituntut optimal dalam menjalankan tupoksinya. Tidak hanya sekadar melengkapi struktur tanpa ada kontribusi nyata,” tukasnya. (ted/ram)

Sektor Jasa Keuangan Sumut Kokoh Hadapi Potensi Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Global

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Utara (OJK Sumut) menilai, stabilitas sektor jasa keuangan di Sumut terjaga, didukung oleh permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terjaga sehingga mampu menghadapi potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Secara umum sentimen di pasar keuangan global cenderung positif pada Desember 2023 didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga Fed Funds Rate (FFR) dan narasi soft landing di Amerika Serikat (AS), sehingga mendorong kembalinya aliran dana masuk ke Emerging Markets (EM) dan penguatan pasar keuangan global, termasuk pasar keuangan Indonesia, khususnya Sumut.

Situasi ekonomi di mitra dagang utama Sumut, yaitu AS, China, dan India yang merupakan tiga negara tujuan ekspor terbesar Sumatera Utara terpantau bervariasi. Ekspektasi penurunan suku bunga Fed Funds Rate (FFR) dan narasi soft landing di AS cenderung mendorong kembalinya aliran dana masuk ke Emerging Markets (EM) dan penguatan pasar keuangan global, termasuk pasar keuangan Indonesia, khususnya Sumut.

Kondisi ekonomi India yang cukup kuat menjaga permintaan domestiknya untuk untuk minyak sawit mentah (CPO) Sumut tetap tinggi, sementara di China masih mengalami perlambatan di tengah sektor properti yang masih tersendat.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Kantor OJK Provinsi Sumut, Wan Nuzul Fachri mengatakan, perekonomian Sumut pada triwulan III 2023 tetap solid didukung kuatnya permintaan domestik. Pertumbuhan tersebut walaupun lebih lambat dibandingkan triwulan sebelumnya, namun masih tetap kuat di tengah masih lemahnya harga komoditas dunia yang berdampak pada penurunan ekspor.

“Sektor perdagangan serta konstruksi menopang pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara. Akselerasi konsumsi masyarakat mendorong kinerja sektor perdagangan terutama untuk penjualan kendaraan bermotor,” ujarnya, Kamis (1/2).

Di sisi lain, lanjutnya, kinerja sektor konstruksi juga meningkat seiring akselerasi pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan berlanjutnya pembangunan sejumlah infrastruktur strategis.

“Keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang positif serta stabilitas sektor keuangan yang terjaga memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan lebih lanjut dalam sektor ekonomi dan keuangan, serta memperkuat upaya menuju inklusi keuangan yang lebih luas dan berkelanjutan di Sumut,” imbuhnya.

Sementara itu, sambung Wan Nuzul, sektor perbankan di Sumut menunjukkan stabilitas yang konsisten dengan modal yang kokoh dan likuiditas yang memadai, meskipun peran intermediasi sedikit terbatas. Sampai November 2023, total penyaluran kredit oleh bank umum di Sumatera Utara mencapai Rp256,81 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 0,69 persen secara year or year (yoy) setelah sebelumnya terkontraksi selama pertengahan tahun.

Dijelaskannya, penyaluran kredit didominasi oleh kredit produktif, mencapai Rp180,43 triliun atau 70,26 persen dari total kredit, dengan pertumbuhan yang termoderasi sebesar negatif 2,67 persen yoy.

“Perlambatan kredit produktif turut dipengaruhi oleh distribusi kredit di sektor pertanian, terutama perkebunan sawit, yang melambat seiring dengan masih lemahnya harga crude palm oil (CPO) di pasar global dan industri pengolahan, terutama pengolahan minyak goreng dari kelapa sawit, yang lebih moderat sepanjang tahun 2023 akibat rendahnya demand dari mitra dagang utama,” jelasnya.

Namun demikian, sebutnya, kredit produktif secara stabil menunjukkan pemulihan terlihat dari penyaluran kredit pengolahan minyak goreng dari sawit yang bertumbuh sebesar 16,52 persen sejak akhir 2022. Hal ini turut dipengaruhi oleh permintaan domestik yang tetap kuat seiring dengan kondisi pandemi yang membaik dari tahun sebelumnya, serta program hilirisasi industri kelapa sawit nasional, yakni program B35 dan B40 yang terus dilakukan pemerintah yang dapat terus meningkatkan kinerja industri pengolahan.

“Selain itu, Indikator Purchasing Manager’s Index (PMI) negara mitra dagang utama seperti India masih berada di atas zona ekspansif,” katanya.

Menurutnya, upaya untuk memperluas akses keuangan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus berlanjut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Per November 2023, penyaluran kredit kepada UMKM di Sumatera Utara mencapai Rp78,23 triliun dengan pertumbuhan sebesar 12,19 persen yoy. Andil kredit UMKM terhadap total kredit juga telah melewati target yang dicanangkan oleh pemerintah sebesar 30 persen (November 2023: 30,46 persen, meningkat cukup substansial dibandingkan November 2022 yang tercatat 27,34 persen).

Ia memaparkan, pertumbuhan kredit UMKM yang cukup signifikan didorong oleh pertumbuhan kredit segmen usaha mikro yang memiliki share outstanding terhadap kredit UMKM total sebesar 50,13 persen, diikuti oleh segmen kecil 27,93 persen dan menengah 21,94 persen. Pola penyaluran kredit mikro yang lebih besar dibandingkan segmen kredit lainnya telah terjadi sejak akhir 2021, yang pada tahun-tahun sebelumnya, kredit menengah lebih mendominasi penyaluran kredit UMKM. Pergeseran segmen kredit UMKM ini diperkirakan karena munculnya beragam jenis usaha perorangan dalam era new normal sehingga kredit yang disalurkan kepada kelompok mikro lebih besar dibandingkan kelompok lainnya.

“Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara juga mendorong pengembangan UMKM melalui pemenuhan target Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Adapun target pengembangan tersebut di antaranya pengembangan UMKM go marketplace, UMKM go cashless, fasilitasi UMKM go export, dan pemberdayaan kelompok UMKM wanita,” tandasnya. (dwi)

Tiga Terdakwa Tawuran Antar Gank Motor Diadili

TAWURAN: Tiga terdakwa tawuran antar gank motor saat dihadirkan di PN Medan, Kamis (1/2/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Terdakwa Anju Purba (18), Maren Sihotang (18) dan Angling Dharma Pardamean Sinaga (20), ketiganya warga Deliserdang, diadili terkait tawuran antar gank motor, dalam sidang di ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (1/2/2024).

Beragendakan keterangan terdakwa, ketiganya mengaku jika mereka ditangkap sekaitan kasus tawuran dengan barang bukti senjata tajam jenis samurai.

“Kalian ini yang buat rusuh kota Medan. Ngapain kalian jam 2 pagi belum tidur? Seharusnya jam segitu kalian tidur,” bentak hakim ketua Happy Efrata, kepada para terdakwa.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, majelis hakim menunda sidang hingga pekan mendatang, dengan agenda tuntutan jaksa.

Mengutip dakwaan JPU Rahmayani Amir, bermula pada 3 September 2023, Putra Saragih (DPO) datang ke rumah terdakwa Anju Purba, mengajak nongkrong di kedai depan Simpang Karya 7. Ditempat itu, mereka bertemu dengan anggota Simple Life Karya 7, yakni terdakwa Maren Sihotang dan Angling Dharma.

Kemudian, saat sedang asik nongkrong sesama anggota Simple Life yang berjumlah 10 orang, tiba-tiba dilempar oleh 4 orang mengendarai dua sepeda motor sambil membawa parang dan batu, dari anggota gank motor RNR.

Terpancing, Putra Saragih lantas menyuruh Atila mengambil 3 bilah pedang samurai dan 1 pedanga panjang berbentuk gergaji milik simple life. Ketiga terdakwa bersama teman-temannya kemudian mencari keberadaan anggota gank motor RNR tersebut.

Saat diketahui keberadaan anggota gank motor RNR di Jalan Kapten Sumarsono, Medan, para terdakwa bersama anggota gank motor simple life, mengendarai sepeda motor sambil mengayunkan samurai menyerang lokasi gank motor RNR tersebut.

Tim Polrestabes Medan yang sedang melakukan razia begal, kemudian melakukan penangkapan terhadap ketiga terdakwa serta BVS dan RFP (berkas terpisa). Sementara rekan-rekan mereka berhasil meloloskan diri.

Akibat perbuatannya, para terdakwa diatur dan diancam pidana menurut Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat No12 Tahun 1951. (man/ram)

10 Hari Terakhir Masa Kampanye, KPU Medan Minta Setiap Peserta Pemilu Tetap Patuhi Aturan

Ketua KPU Kota Medan, Mutia Atiqah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masa kampanye Pemilu akan berakhir pada tanggal 10 Februari 2024. Artinya, setiap peserta Pemilu 2024, baik Pilpres maupun Pileg hanya memiliki waktu kurang lebih 10 hari lagi dalam melakukan kegiatan kampanye kepada masyarakat.

Terkait hal itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan meminta setiap peserta pemilu 2024 di Kota Medan untuk memanfaatkan masa kampanye yang tersisa.

“Masa kampanye sampai tanggal 10 Januari 2024, silakan manfaatkan masa kampanye yang tersisa dengan sebaik-baiknya,” ucap Ketua KPU Kota Medan, Mutia Atiqah kepada Sumut Pos, Kamis (1/2/2024).

Dikatakan Mutia, setiap Peserta Pemilu akan memasuki masa tenang pada tanggal 11 hingga 13 Februari 2024 atau tiga hari terakhir sebelum hari pemungutan suara Pemilu 2024.

“Di masa tenang nanti, tidak boleh lagi ada kegiatan kampanye dalam bentuk apapun,” ujarnya.

Mutia pun meminta setiap peserta pemilu untuk tetap mematuhi aturan selama 10 hari sisa masa kampanye, termasuk dengan tidak memasang Alat Peraga Kampanye (APK) di tempat-tempat terlarang.

“Kemudian, kita juga mengimbau kepada setiap Peserta Pemilu agar mau membongkar sendiri APK nya yang masih terpasang di masa tenang nanti. Mari kita sama-sama tetap mematuhi aturan demi kondusifitas di Pemilu 2024 ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui, masa kampanye Pemilu 2024 telah berlangsung sejak 28 November 2023 lalu hingga 10 Februari 2023 mendatang. Dengan kata lain, masa kampanye Pemilu 2024 digelar selama 75 hari. Kemudian dilanjutkan dengan masa tenang selama 3 hari, yakni mulai tanggal 11 Februari hingga 13 Februari 2024.

Sementara untuk hari pencoblosan akan dilakukan pada tanggal 14 Februari 2024. Pada Pemilu 2024 ini, masyarakat akan mencoblos 5 surat suara, yakni surat suara untuk calon Presiden/Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.
(map/ram)