Home Blog Page 80

TP PKK Karo Dorong Penguatan UP2K

BIMBINGAN: Ketua  TP PKK Kabupaten Karo, Roswhita Antonius Ginting memberikan bimbingan.
BIMBINGAN: Ketua  TP PKK Kabupaten Karo, Roswhita Antonius Ginting memberikan bimbingan.

KARO— Upaya pemberdayaan ekonomi keluarga terus digencarkan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Karo melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Kegiatan pembinaan kali ini dilaksanakan di Desa Mulawari, Kecamatan Tigapanah, Selasa (14/4), dengan fokus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal desa.

Ketua TP PKK Kabupaten Karo, Roswhita Antonius Ginting, turun langsung melakukan pembinaan sekaligus memberikan arahan kepada para kader PKK dan pelaku usaha mikro di desa tersebut. Program ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan kaum perempuan di tingkat desa.

Dalam kunjungan tersebut, Roswhita menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Menurutnya, kreativitas dalam mengolah potensi daerah menjadi produk bernilai jual tinggi merupakan kunci utama dalam pengembangan usaha kecil berbasis keluarga.

“Melalui UP2K ini, kita ingin setiap ibu memiliki peran aktif dalam mendukung stabilitas ekonomi keluarga. Dengan modal keterampilan dan kemauan, potensi yang ada di desa ini bisa menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Selain peningkatan kualitas produk, pembinaan juga difokuskan pada penguatan administrasi kelompok usaha. Para peserta didorong untuk lebih tertib dalam pencatatan keuangan serta pengelolaan usaha agar lebih profesional dan transparan. Hal ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.

Program UP2K juga diarahkan untuk memperkuat sektor ekonomi mikro di tingkat rumah tangga. Setiap keluarga diharapkan memiliki peluang untuk menambah penghasilan melalui usaha kecil, baik yang dikelola secara mandiri maupun berkelompok.

Kegiatan pembinaan berlangsung interaktif, di mana para peserta diberikan kesempatan berdiskusi langsung mengenai berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Sejumlah pelaku usaha lokal juga menyampaikan masukan terkait pengembangan produk unggulan desa serta strategi pemasaran yang lebih efektif.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pengurus TP PKK Kabupaten Karo, Camat Tigapanah beserta Ketua TP PKK Kecamatan, Kepala Desa Mulawari, serta para kader PKK dan pelaku usaha lokal. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan lintas sektor dalam mendorong kemajuan ekonomi masyarakat desa. (deo/ila)

Puting Beliung Hantam Lae Parira Dairi, 12 Rumah dan Gedung SD Rusak Parah

RUSAK: Belasan rumah warga di Desa Lae Parira dan Buluduri, Kecamatan Lae Parira, Dairi, rusak berat akibat diterjang angin puting beliung, Rabu (15/4). (istimewa).
RUSAK: Belasan rumah warga di Desa Lae Parira dan Buluduri, Kecamatan Lae Parira, Dairi, rusak berat akibat diterjang angin puting beliung, Rabu (15/4). (istimewa).

DAIRI— Bencana angin puting beliung disertai hujan es melanda wilayah Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, Rabu (15/4). Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 12 unit rumah warga di Desa Lae Parira dan Desa Buluduri mengalami kerusakan berat, sementara sejumlah fasilitas umum termasuk gedung Sekolah Dasar (SD) juga terdampak cukup parah.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir cukup besar. Sejumlah rumah warga bahkan mengalami kerusakan pada bagian atap hingga dinding, sementara sebagian lainnya rusak akibat tertimpa pohon tumbang yang tidak mampu menahan terpaan angin kencang.

Camat Lae Parira, Laris Sihombing, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu malam. Ia menjelaskan bahwa angin puting beliung datang secara tiba-tiba dan berlangsung dalam waktu singkat, namun cukup untuk menimbulkan kerusakan di sejumlah titik.

“Angin kencang disertai hujan es ini merusak rumah warga di Desa Lae Parira dan Buluduri, termasuk gedung SD di Lae Parira. Selain itu, banyak pohon tumbang yang menimpa rumah warga,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, tercatat sedikitnya 12 rumah mengalami rusak berat, sementara belasan rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Selain pemukiman warga, satu unit kilang padi juga dilaporkan ikut terdampak akibat terpaan angin kencang tersebut.

Kerusakan paling dominan terjadi pada bagian atap bangunan yang beterbangan akibat kuatnya hembusan angin. Sejumlah warga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat untuk menghindari risiko lanjutan, mengingat kondisi cuaca masih tidak stabil.

Hingga saat ini, pemerintah kecamatan bersama perangkat desa masih melakukan pendataan terhadap jumlah kerusakan serta kebutuhan mendesak warga terdampak. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat proses penyaluran bantuan dari pemerintah daerah. “Kami masih melakukan pendataan bersama pemerintah desa untuk memastikan jumlah kerugian dan kebutuhan warga,” kata Laris.

Peristiwa ini menambah daftar bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera Utara dalam beberapa waktu terakhir. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada masa peralihan musim.

Pemerintah daerah juga diharapkan segera turun tangan memberikan bantuan darurat, baik berupa kebutuhan logistik maupun material perbaikan rumah, agar warga dapat segera kembali beraktivitas seperti biasa. (rud/ila)

Polres Labuhanbatu Gelar Simulasi Sispamkota

SIMUALASI: Polres Labuhanbatu saat menggelar Simulasi Sispamkota di Lapangan Ikabina, Jalan MH Thamrin Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu,  Kamis (16/4). (fajar/ Sumut Pos)
SIMUALASI: Polres Labuhanbatu saat menggelar Simulasi Sispamkota di Lapangan Ikabina, Jalan MH Thamrin Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu,  Kamis (16/4). (fajar/ Sumut Pos)

LABUHANBATU – Polres Labuhanbatu menggelar kegiatan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Lapangan Ikabina, Jalan MH Thamrin Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu,  Kamis (16/4). Kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan kamtibmas.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya ini turut dihadiri para Pejabat Utama Polres Labuhanbatu, Personel Polres Labuhanbatu, personel Kodim 0209/LB, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan. Sinergitas lintas instansi ini menjadi kekuatan penting dalam menciptakan pengamanan yang profesional dan terukur.

Simulasi diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin Kapolres Labuhanbatu, kemudian dilanjutkan dengan Tactical Wall Game (TWG) guna memberikan gambaran strategi dan langkah-langkah pengendalian massa secara terencana.

Dalam arahannya, Kapolres Labuhanbatu menegaskan bahwa setiap personel harus memahami peran dan tanggung jawabnya di lapangan serta mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur.

“Kegiatan ini bukan sekadar simulasi, tetapi bentuk kesiapan kita dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap humanis, dan hindari tindakan yang tidak perlu. Utamakan pendekatan persuasif dalam setiap tahapan pengamanan,” tegas Kapolres.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian simulasi adegan, mulai dari apel kesiapan pengamanan Hari Buruh Internasional (May Day), konsolidasi sebelum aksi, hingga skenario longmarch menuju Kantor Bupati Labuhanbatu.

Situasi kemudian digambarkan berkembang dari kondisi aman (hijau) hingga meningkat menjadi situasi kuning, sebagai bentuk latihan menghadapi dinamika massa yang berubah secara cepat.

Melalui kegiatan ini, Polres Labuhanbatu menunjukkan komitmennya dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, dengan kesiapan personel yang terlatih, profesional, dan tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Diharapkan, setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. (fdh/azw)

Calon Haji Personel Polres Labuhanbatu Ditepungtawari

TEPUNG TAWAR: Kapolres Labuhanbatu menepungtawari Calhaj Personel Polres Labuhanbatu, Kamis (16/4)// (fajar)
TEPUNG TAWAR: Kapolres Labuhanbatu menepungtawari Calhaj Personel Polres Labuhanbatu, Kamis (16/4)// (fajar)

LABUHANBATU – Suasana haru dan penuh doa menyelimuti Masjid Al-Iman Bhayangkara Mapolres Labuhanbatu saat dilaksanakannya kegiatan tepung tawar calon jamaah haji/hajjah (calhaj) personel Polres Labuhanbatu, Kamis (16/4).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, Ustazd Darmansyah Siagian, para Pejabat Utama Polres Labuhanbatu, serta seluruh personel yang turut memberikan doa dan dukungan kepada rekan-rekan yang akan menunaikan ibadah haji.

Dalam arahannya, Kapolres Labuhanbatu menyampaikan kegiatan tepung tawar ini merupakan bentuk doa dan harapan agar seluruh personel yang berangkat diberikan kelancaran, kesehatan, serta menjadi haji yang mabrur.

Ia juga mengingatkan bahwa kunci utama dalam menjalankan ibadah haji adalah iman dan takwa, disertai kesiapan fisik yang baik serta sikap rendah hati.

“Ibadah haji adalah perjalanan suci. Capek itu pasti, namun jangan mengeluh. Jalani dengan ikhlas dan penuh kesabaran, insyaallah akan mendapatkan keberkahan serta kedamaian yang luar biasa, khususnya saat berada di Masjidil Haram,” tutur Kapolres.

Adapun personel Polres Labuhanbatu yang akan melaksanakan ibadah haji tahun ini yakni Iptu Adliansyah, Pengatur TK I Zulham Efendi, dan Fitri Anisah Nasution. Seluruh keluarga besar Polres Labuhanbatu turut mendoakan agar mereka diberikan keselamatan, kelancaran, serta kembali ke tanah air dengan membawa predikat haji yang mabrur.

Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan Polres Labuhanbatu, sekaligus bentuk dukungan moril kepada personel yang akan menjalankan rukun Islam kelima, dengan harapan membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan institusi. (fdh/azw)

Sengketa Lahan SMAN 5 Pematangsiantar, Gubsu dan Sekolah Sepakati Relokasi

TINJAU: Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau SMA Negeri 5 Pematangsiantar, Kecamatan Martoba, Kota Pematangsiantar, Kamis (16/4/2026). Peninjauan Gubernur Sumut ini terkait mencari solusi atas sengketa lahan antara Pihak Sekolah dan Pemilik Lahan Sekolah.
TINJAU: Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau SMA Negeri 5 Pematangsiantar, Kecamatan Martoba, Kota Pematangsiantar, Kamis (16/4/2026). Peninjauan Gubernur Sumut ini terkait mencari solusi atas sengketa lahan antara Pihak Sekolah dan Pemilik Lahan Sekolah.

PEMATANGSIANTAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bersama pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Pematangsiantar sepakat menempuh relokasi lahan sebagai solusi atas sengketa yang tengah dihadapi. Sekolah tersebut akan dipindahkan ke lokasi baru yang lebih representatif.

Saat ini, SMAN 5 Pematangsiantar tengah bersengketa lahan dengan PT Detis Sari Indah (DSI). Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan bahwa PT DSI merupakan pemilik sah lahan tersebut. Sementara proses peninjauan kembali masih berlangsung.

Dalam putusannya, MA juga menetapkan SMAN 5 harus memenuhi kewajiban ganti rugi sekitar Rp40,7 miliar, ditambah biaya sewa selama kurang lebih 18 tahun sebesar Rp10 miliar. Setelah melalui diskusi bersama pihak sekolah, Wali Kota Pematangsiantar, DPRD Sumut, dan DPR RI, relokasi dinilai sebagai opsi paling efektif dan efisien.

“Relokasi opsi yang lebih efektif dan efisien, belum lagi sekolah ini terlalu dekat ke jalan raya dan juga banjir, jadi opsi relokasi paling masuk akal,” kata Bobby Nasution saat diskusi dengan berbagai pihak di SMAN 5 Pematangsiantar, Jalan Medan-Siantar Km 6,8, Kamis (16/4/2026).

Saat ini, Pemprov Sumut bersama SMAN 5 dan Pemerintah Kota Pematangsiantar tengah mencari lahan yang sesuai. Beberapa pertimbangan utama antara lain jarak dari lokasi saat ini, luas lahan minimal setara (1,1 hektare), serta kondisi yang lebih aman dari risiko banjir.

“Satu minggu kita akan cari lahannya, kita tidak ingin anak-anak kita terganggu sekolahnya, ikut memikirkan sekolahnya yang sedang sengketa,” ujar Bobby Nasution.

Sementara itu, Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, menyatakan kesiapan pemerintah kota untuk berkontribusi dalam proses relokasi, baik dari sisi administrasi maupun anggaran.

“Pemko tahun ini sudah mengalokasikan anggaran Rp10 miliar untuk biaya sewa dan kita juga akan melihat lagi kontribusi lainnya untuk relokasi,” kata Wesly.

Diskusi tersebut turut dihadiri Ketua Komisi E DPR RI Subandi, Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga, anggota DPRD Pematangsiantar, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alex Sinulingga, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta Kepala SMAN 5 Pematangsiantar Depson Butarbutar bersama jajaran.(san/azw)

Nyaris Gagal Operasi karena BPJS Nonaktif, Penrad Siagian Bantu Warga Samosir

Purnama Boru Tampubolon, warga Desa Lumban Pinggol yang Kartu BPJS PBI-nya dalam kondisi nonaktif saat hendak digunakan.
Purnama Boru Tampubolon, warga Desa Lumban Pinggol yang Kartu BPJS PBI-nya dalam kondisi nonaktif saat hendak digunakan.

SAMOSIR, SumutPos.co– Sebuah persoalan administrasi nyaris menghambat tindakan medis penting yang harus dijalani salah satu warga di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatra Utara (Sumut). Kartu BPJS PBI milik keluarga Pak Jaya Gurning/Purnama Boru Tampubolon, warga Desa Lumban Pinggol, diketahui dalam kondisi nonaktif saat hendak digunakan.

Masalah ini terungkap ketika salah satu anggota keluarga berobat ke Puskesmas Buhit. Saat itu, pihak Puskesmas menyampaikan, status kepesertaan BPJS PBI mereka sudah tidak aktif. Setelah dikonfirmasi langsung ke BPJS, kondisi tersebut dipastikan benar.

Situasi menjadi semakin mendesak karena keluarga tersebut tergolong kurang mampu, sementara dalam waktu dekat, ibu keluarga itu dijadwalkan menjalani operasi yang membutuhkan jaminan kesehatan aktif. Di tengah kondisi tersebut, laporan yang disampaikan kepada Anggota DPD RI asal Sumatra Utara, Pdt. Penrad Siagian pada Senin 6, April 2026 langsung mendapat respons cepat.

Melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Samosir, persoalan administrasi tersebut segera ditindaklanjuti. Upaya kolaboratif antara tim Penrad Siagian dan pemerintah daerah membuahkan hasil. Status BPJS PBI keluarga tersebut berhasil diaktifkan kembali dalam waktu singkat, sehingga proses pengobatan dapat kembali berjalan tanpa kendala.

Menanggapi hal ini, Senator Pdt Penrad Siagian menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memastikan masyarakat tidak terhambat mengakses layanan kesehatan, terlebih dalam kondisi darurat. “Persoalan seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Ketika masyarakat membutuhkan layanan kesehatan, negara harus hadir dan memastikan tidak ada hambatan, termasuk soal administrasi,” ujar Penrad dalam keterangannya, Kamis, 16 April 2026.

Ia juga mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Samosir, khususnya Dinas Kesehatan, yang dinilai sigap dalam menangani persoalan tersebut.

Sementara itu, Purnama Tampubolon mewakili keluarga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan. Ia menyebut, keterlibatan Penrad Siagian menjadi faktor penting dalam percepatan penyelesaian masalah yang mereka hadapi.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena keluhan kami didengar dan langsung ditindaklanjuti. Ini sangat berarti bagi keluarga kami, apalagi dalam kondisi mendesak seperti ini,” ungkapnya.

“Saya mewakili keluarga ingin menyampaikan terima kasih yang tulus kepada amang Pendeta Penrad Siagian dan tim. Terima kasih ya amang sudah bersedia mendengar keluhan kami dan membantu mengawal proses pengaktifan kembali BPJS PBI Keluarga kami yang sangat mendesak ini,” sambung Purnama.

Apresiasi juga disampaikan kepada Bupati Samosir dan jajaran Dinas Kesehatan yang telah memberikan arahan dan solusi cepat, sehingga keluarga tersebut kini dapat fokus pada proses pengobatan tanpa dibayangi persoalan administrasi.

Peristiwa ini menjadi gambaran nyata bahwa sinergi antara wakil rakyat dan pemerintah daerah mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Akses terhadap layanan kesehatan pun dapat terjamin, terutama bagi warga yang berada dalam kondisi rentan.

Purnama dan keluarga juga berharap, pelayanan yang cepat dan responsif seperti ini dapat terus dipertahankan. (adz)

Rico Waas Tepung Tawar dan Lepas Calon Jamaah Haji Medan

LEPAS:Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melepas pemberangkatan 1.883 Calon jamaah Haji (Calhaj) asal Kota Medan.
LEPAS:Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melepas pemberangkatan 1.883 Calon jamaah Haji (Calhaj) asal Kota Medan.

MEDAN – Dalam suasana hangat dan penuh khidmat Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas melepas pemberangkatan 1.883 Calon jemaah Haji (Calhaj) asal Kota Medan untuk musim haji 1447 Hijriah. Prosesi pelepasan sekaligus kegiatan halalbihalal ini turut diwarnai dengan tradisi tepung tawar sebagai bentuk doa dan harapan agar para jamaah memperoleh keselamatan serta menjadi haji yang mabrur.

Kegiatan yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an dan lantunan kalimat Talbiyah ini dihadiri Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, Unsur Forkopimda, Kakan Kemenag Kota Medan Impun Siregar, Kakan Kementerian Haji dan Umrah Kota Medan Mhd Bambang Irawan Hutasuhut, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan, serta sejumlah tokoh agama, alim ulama dan para calon jemaah haji.

Dalam sambutannya, Rico Waas menekankan pentingnya menjaga kesehatan, memperkuat solidaritas, serta menjunjung tinggi nama baik bangsa Indonesia selama berada di Tanah Suci. “Berbahagialah Bapak Ibu sekalian, karena ini adalah panggilan dari Allah. Tidak semua yang mampu mendapat kesempatan ini,” kata Rico Waas .
Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, Unsur Forkopimda, Kakan Kemenag Kota Medan Impun Siregar, Kakan Kementerian Haji dan Umrah Kota Medan Mhd Bambang Irawan Hutasuhut, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan, serta sejumlah tokoh agama, alim ulama dan para calon jamaah haji.

Menurut Rico Waas, dari data yang diperoleh jamaah haji Kota Medan tahun ini memiliki rentang usia yang cukup luas. Jemaah termuda berusia 15 tahun, sementara yang tertua mencapai 89 tahun. Selain itu, sekitar 4 persen atau sekitar 80 orang termasuk dalam kategori lansia di atas usia 80 tahun.

“Perbedaan usia ini membutuhkan koordinasi dan kerja sama yang baik. Jemaah yang lebih muda diharapkan dapat membantu dan mendampingi para lansia agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar,” kata Rico Waas
Kepada jamaah Calon Haji, Rico Waas mengingatkan bahwa kondisi fisik yang prima merupakan kunci utama dalam menjalankan ibadah haji. Ia juga mengimbau jemaah untuk saling peduli dan membangun semangat teamwork selama berada di Tanah Suci.

“Kita harus saling menjaga, baik kesehatan pribadi maupun sesama jemaah. Dengan kerja sama yang baik, insya Allah seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan lancar,” tegas Rico Waas.

Selain itu, Rico Waas juga berkelakar mengenai godaan kuliner di Arab Saudi yang didominasi olahan daging kambing. Ia mengingatkan jemaah agar tetap menjaga pola makan guna menghindari penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol.

Selanjutnya, Rico Waas juga mengingatkan para jamaah untuk menjaga kekompakan dan menghindari konflik yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah. “Kesempatan berhaji ini tidak mudah didapat. Jangan disia-siakan hanya karena persoalan kecil. Jaga lisan, kendalikan emosi, dan fokuslah pada ibadah,” pesan Rico Waas.

Rico Waas berpesan bahwa jemaah haji merupakan duta bangsa Indonesia di mata dunia, sehingga penting untuk menjaga kebersihan, ketertiban, serta mematuhi seluruh arahan petugas haji. Prosesi pelepasan semakin bermakna dengan dilaksanakannya tepung tawar, sebuah tradisi yang sarat makna doa, keselamatan, dan keberkahan bagi para jemaah sebelum menunaikan ibadah haji.

Rico Waas juga memastikan bahwa Pemerintah Kota Medan siap membantu menjaga keamanan rumah-rumah yang ditinggalkan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. “Silakan berkoordinasi dengan pihak kewilayahan jika ada hal-hal yang perlu dipantau. Kami ingin Bapak dan Ibu berangkat dengan tenang tanpa rasa khawatir meninggalkan keluarga di rumah,” ungkap Rico Waas.

Selanjutnya acara pelepasan ini diisi dengan pemberian souvenir cenderamata kepada seluruh Calhaj yang diberikan oleh Wali Kota Medan Rico Waas dan Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap secara simbolis. Kemudian dilanjutkan dengan tausiah singkat oleh Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum. (map/ila)