25 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 818

Rangkap Jabatan dan Terima Gaji dari APBN dan APBD, Staf Panwascam Dilapor ke Bawaslu Langkat

DEPAN: Kantor Bawaslu Langkat di Jalan Sudirman, Kelurahan Dendang, Stabat tampak dari depan.Istimewa/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO- Staf Panitia Pengawas Kecamatan di Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat ditemukan merangkap pekerjaan dan menerima gaji yang bersumber dari APBD serta APBN. Adapun oknum staf panwascam dimaksud berinisial HR.

Abd Jabbar yang melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Langkat mengatakan HR merangkap jabatan sebagai staf panwascam, pendamping program keluarga harapan dan sebagai guru pendidikan agama Islam di SMKN 1 Stabat yang diduga turut menerima tunjangan sertifikasi. Kabarnya, HR juga kepala biro pada salah satu media online.

Informasi dirangkum, HR diangkat sebagai staf berdasarkan Surat Keputusan Koordinator Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Langkat Nomor: 288.13/KP.04/SU-10/12/2025 tentang Penetapan dan Pengangkatan Staf Non PNS dan Tenaga Pendukung Panitia Pengawasasan Pemilihan Umum Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. SK tersebut ditandatangani dan distempel oleh Syofian Tarigan tertanggal 22 Desember 2022.

HR juga merangkap pekerjaan sebagai Pendamping PKH di Kecamatan Wampu diketahui berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jaminan Sosial Nomor 8/3.4/KP.02.03/1/2023 tentang Pengangkatan Pendamping Sosial Tahun 2023. Bahkan HR juga guru PAI SMK Negeri 1 Stabat yang diduga menerima tunjangan sertifikasi.

Karenanya, HR telah menabrak aturan dan perekrutan yang dilakukan Koordinator Sekretariat (Koorsek) Bawaslu Langkat tidak sesuai dengan peraturan maupun perundang-undangan. Menanggapi hal ini, Koorsek Bawaslu Langkat, Syofian Tarigan enggan berkomentar panjang.

Dia hanya menjawab singkat konfirmasi yang dilakukan wartawan. “Terkait informasi itu, saya akan memanggil Kasek (kepala sekretariat) Wampu dan yang bersangkutan (HR) untuk mendapat penjelasan,” ujarnya singkat, Selasa (19/12/2023).

Disinggung pengangkatan HR berdasarkan SK Koorsek Bawaslu Langkat, Syofian berdalih, berdasarkan usulan. Artinya, penetapan dan pengangkatan dengan penerbitan SK yang dilakukan Sekretariat Bawaslu Langkat atas usulan dari bawah.

“Benar, itukan berdasarkan usulan dari Kasek Kecamatan (Wampu),” ujarnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Langkat, Supriadi mulanya enggan menanggapi konfirmasi yang dilakukan wartawan, Senin (18/12/2023). Namun ketika dikonfirmasi ulang pada Selasa (19/12/2023), Supriadi hanya menjawab singkat.

“Masih ditelusuri dan dikroscek dulu,” pungkasnya.

Persoalan HR yang merangkap jabatan sudah dilaporkan ke Bawaslu Langkat. Karenanya, pelapor meminta agar Bawaslu Langkat memanggil pihak-pihak terkait, seperti Dinas Pendidikan Sumut, Dewan Pers hingga Dinas Sosial.

Bahkan apa yang dilakukan oleh HR terdapat unsur pidananya lantaran merangkap jabatan yang cukup banyak tersebut. (ted/ram)

Binjai Raih Penghargaan Kota Peduli HAM Tahun 2022

KAKANWIL: Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah (kanan) foto bersama dengan Kakanwil Kemenkumham Sumut, Jahari Sitepu usai menerima penghargaan peduli HAM.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah menerima Penghargaan Kabupaten/Kota Peduli HAM Tahun 2022 dalam rangkaian peringatan hari Hak Asasi Manusia Tahun 2022. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut, Jahari Sitepu, di Aula Soepomo Lantai 5, Kanwil Kemenkumham Sumut, Jalan Putri Hijau No 4, Medan, Senin (18/12/2023).

Dalam sambutannya, Jahari mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan kabupaten/kota Peduli HAM sebagai usaha untuk melaksanakan penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM di Provinsi Sumatera Utara.

“Penyerahan penghargaan KKP HAM Tahun 2022 ini merupakan rangkaian kegiatan dari peringatan Hari HAM Sedunia yang mengusung tema yaitu harmoni dalam keberagaman,” jelasnya.

Jahari menambahkan harmoni dalam keberagaman menjadi pengingat akan pentingnya, mengakui, menghormati, dan merayakan keberagaman Indonesia yang berlimpah. Mempromosikan keharmonisan dalam keberagaman, berarti memerangi diskriminasi, prasangka, intoleransi, dan ketidaksetaraan.

PENGHARGAAN: Wali Kota Binjai, Amir Hamzah (tengah) foto bersama dengan pegawai yang ikut menerima penghargaan.

“Semoga pada periode yang akan datang, semakin banyak daerah yang mendapatkan penghargaan kabupaten/kota Peduli HAM serta sinergitas dan kolaborasi antara Kanwil Kemenkumham Sumut dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dapat terus terjalin terus dengan baik,” ujarnya.

“Selamat kepada Bupati/Wali Kota penerima Penghargaan Kabupaten/Kota Peduli HAM. Hendaklah semangat kita dalam penegakan hak asasi manusia tidak surut untuk Provinsi Sumatera Utara yang Harmoni dalam Keberagaman,” sambungnya.

Usai penyerahan penghargaan KKP HAM Tahun 2022, Wali Kota Binjai Amir Hamzah mengaku bangga dan berterima kasih kepada Kemenkumham RI serta Kakanwil Kemenkumham Sumut atas predikat yang diberikan kepada Pemerintah Kota Binjai.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Binjai atas kerja keras yang telah dilakukan dalam memenuhi hak-hak kebutuhan dasar masyarakat,” tukasnya. (ted/ram)

TPN: Ganjar-Mahfud Bakal Permudah Pasangan Muda Beli Rumah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud, Aryo Seno Bagaskoro mengatakan, pasangan capres-cawapres nomor 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD berkomitmen menuntaskan masalah perumahan bagi anak-anak muda atau generasi milenial dan Gen Z.

“Masalah perumahan dan hunian bagi anak-anak muda akan dipermudah. Harapannya, beli rumah harus semudah beli motor. Agar bisa jadi jawaban bagi pasangan muda pasca pernikahan,” kata Seno kepada wartawan, Selasa (19/12).

Seno mengatakan, Ganjar-Mahfud juga ingin memastikan ruang kreatif bagi anak-anak mudah diperbanyak di setiap kota dan daerah. “Bukan hanya ruang terbuka, tapi juga ruang menyalurkan ekspresi,” ujarnya.

Menurutnya, ruang-ruang ekspresi ini penting untuk menjaga mental wellness, mental health kawan-kawan muda khususnya di perkotaan. “Selain dengan memperbanyak pos layanan konseling dan mengaktifkan konselor-konselor sebaya,” katanya.

Ganjar dan Mahfud terus berkampanye ke sejumlah daerah untuk menyampaikan visi-misi, program, dan menyerap aspirasi masyarakat. Pasangan nomor urut 3 ini mendatangi daerah yang berbeda.

Pada Jumat (22/12), Mahfud akan mengikuti debat pertama cawapres 2024. Ia akan menghadapi Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan Gibran Rakabuming. Debat rencananya akan digelar mulai pukul 19.00 WIB di Jakarta Convention Center (JCC). Tema yang akan dibahas meliputi Ekonomi Kerakyatan, Ekonomi Digital, Keuangan, Investasi Pajak, Perdagangan, Pengelolaan APBN/APBD, Infrastruktur, dan Perkotaan. (adz)

Soal Besarnya Biaya Pengungsi Rohingya, Pemerintah Minta Tanggung Jawab UNHCR

SUAPKAN NASI: Seorang balita disuapkan nasi oleh orangtuanya yang merupakan pengungsi Muslim Rohingnya yang terlantar di Pekanbaru, Kamis (14/12). Saat ini pemerintah Indonesia bersedia menampung pengungsi Rohingya.MHD AKHWAN/RIAU POS.

SUMUTPOS.CO – Eksodus pengungsi Rohingya ke Indonesia menuai sorotan. Selain soal perilalu sebagian dari pengungsi yang dinilai kurang ramah, juga adanyan praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan sikap pemerintah terkini terkait pengungsi Rohingya tersebut.

Ma’ruf mengatakan atas dasar kemanusiaan, pemerintah Indonesia bersedia menampung pengungsi Rohingya. “Tapi tentu ini juga memerlukan biaya besar. Karena itu kita berkoordinasi dengan UNHCR yang bertanggungjawab,” katanya di Jakarta kemarin (18/12).

UNHCR adalah lembaga di bawah payung PBB yang berfokus menangani pengungsi. Termasuk pengungsi Rohingya yang masuk ke Indonesia. Ma’ruf juga menyampaikan, pemerintah Indonesia sedang mempelajari kenapa warga Rohingya itu berduyun-duyun masuk ke Indonesia.

“Kan Indonesia bukan negara tujuan sata kira. Tapi (tujuan) sementara, semacam transit,” kata dia. Namun kemudian malah muncul kasus TPPO pengungsi Rohingya di Indonesia. Ma’ruf meminta praktik TPPO itu harus dicegah dan ditindak tegas pelakunya. Namun untuk aspek kemanusiaan, Ma’ruf mengatakan pemerintah tetap menangani para pengungsi itu. Diantaranya dengan mencarikan tempat penampungan yang baik serta tidak menganggu masyarakat setempat atau sekitarnya.

Munculnya eksodus pengungsi Rohingya itu, tidak lepas dari adanya konflik bernuansa agama di Myanmar. Masih maraknya kekerasan atau peperangan berlatarbelakang keagamaan itu, juga menjadi keprihatinan Kementerian Agama (Kemenag) bersama PBNU. Keduanya bakal menggelar The Asia-Africa and Latin America Conference and Religious Moderation, untuk meredam konflik bernuansa agama di belahan dunia.

Ketua PBNU Ulil Abshar Abdallah mengatakan ada fenomena merebaknya politik identitas di sejumlah negara di Eropa. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat memicu konflik. “Di Eropa sekarang mulai bangkitnya partai-partai (beraliran) kanan,” ungkap Ulil.

Menurut Ulil kebangkitan partai-partai beraliran kanan tersebut, mengancam perdamaian di Barat. Dia menyebut penyelenggaraan The Asia-Africa and Latin America Conference and Religious Moderation oleh Kementerian Agama (Kemenag) sangat penting. Yaitu untuk menghadirkan pemahaman keagamaan yang moderat. Tidak ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Moderasi beragama itu berlaku untuk semua agama, tidak hanya bagi Islam.

“Agama jangan jadi bensin di setiap konflik,” katanya. Ulil menuturkan masih banyak ditemukan bahwa konflik di berbagai negara, muncul karena agama. Padahal semua agama memiliki inti ajaran yang sama. Yaitu menjunjung tinggi perdamaian. Serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Ulil mengakui bahwa tokoh agama tidak memiliki peran mengatur sebuah negara. Kendali sebuah negara tetap ada di tokoh politik yang menjadi kepala negara. Namun tokoh atau pemuka agama bisa memberikan masukan bahkan meluruskan pemahaman yang kurang tepat. Apalagi banyak kepala negara yang terikat kuat kepada tokoh agama, untuk mendapatkan simpati dari rakyatnya. (wan/jpg/ila)

Februari 2024 Groundbreaking , BRT Solusi Urai Kemacetan di Medan

Iswar Lubis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bus Rapid Transit (BRT) salah satu solusi memecahkan masalah kemacetan di Medan. Pada Februari 2024 mendatang mulai groundbreaking, baik itu depo maupun jalur-jalur koridor, khususnya dari Amplas ke Pinangbaris yang melewati inti kota.

Ini diungkapkan Kadis Perhubungan Me-dan Iswar Lubis dalam salah satu sesi podcast Kolaborasi Medan Berkah Edisi Ngobrol Asik Bareng Perangkat Daerah (Ngobras Pede) yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Medan, kemarin.

“Kemungkinan DED selesai Desember 2023 atau Januari 2024. Jadi di Februari langsung groundbreaking, langsung pekerjaan sampai selesai. Target kita sampai 15 koridor, tapi pastinya akan dikerjakan secara bertahap,” ujarnya dalam podcast yang berlangsung di Studio Dinas Komunikasi dan Informatika Medan dengan host Kabid Statistik dan Informasi Publik, Rizka Firdahlia

Iswar menginformasikan, saat ini proses pengadaan BRT ini sudah sampai pada finalisasi Detail Engineering Design (DED) untuk mengoperasikan 17 koridor di Medan Binjai Deliserdang. Sesuai dengan arahan Menteri Perhubungan, saat DED siap langsung dilakukan pekerjaan sampai selesai.

DED merupakan dokumen desain teknis bangunan yang terdiri dari gambar teknis, spesifikasi teknis dan spesifikasi umum, volume serta biaya pekerjaan. “Dari 17 koridor, 15 ada di Medan, dua ada di Binjai dan Lubukpakam,” ungkapnya.

Menurutnya, operasional angkutan massal modern yang didukung kesadaran masyarakat menggunanya bisa mengurangi 50 persen kemacetan.

“Saya bisa menjamin kemacetan itu berkurang 50 persen, tetapi dengan catatan penumpang memiliki kesadaran tidak lagi menggunakan kendaraan pribadinya dan beralih ke BRT ini nantinya,” ucapnya.

Iswar menjelaskan, setiap kota mempunyai problem kemacetan lalu lintas. Kota Medan, sebagai ibu kota Sumatra Utara harus melakukan langkah-langkah meng-atasi masalah i.ni.

“Empat sampai lima tahun ke depan, menurut saya akan stagnan dan macet total Kota Medan jika kita melakukan perubahan dan langkah-langkah lainnya,” ungkapnya.

Operasional BRT, kata Iswar, salah satu langkah solutif. Dia menjelaskan, mengatasi kemacetan dapat dilakukan dengan mengecilkan volume atau memperbesar kapasitas. Pilihan memperbesar kapasitas dengan menambah ruas jalan, sebutnya, membutuhkan biaya yang mahal.

“Kita harus berpikir bagaimana memanajemen perjalanan. Kita kecilkan perjalanan. Hak masyarakat berpindah dari A ke B tetap kita jamin, namun dengan moda yang ditentukan oleh pemerintah yang nyamannya sama dengan kendaraan pribadinya,” ungkapnya.

Dengan BRT ini, lanjut Iswar, jumlah orang yang bisa berpindah tetap sama, bahkan bisa bertambah, namun jumlah kendaraannya berkurang. Dengan demikian, kelancaran lalu lintas pun meningkat. “Kita ingin memanjakan masyarakat, tidak memanjakan kendaraannya. Yang dimanjakan orang, bukan barang.”

Sebagaimana diketahui, dalam waktu dekat pembangunan BRT Medan-Binjai-Deliserdang dimulai. Wali Kota Medan, Bobby Nasution, pada 16 Oktober lalu juga telah menandatangani Pembaharuan Working Level Agreement (WLA) Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang ini di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubsu.

Turut menandatangani WLA proyek percontohan nasional yang didukung World Bank dan AFD Pracis ini Wakil Bupati Deliserdang Ali Yusuf Siregar, Wali Kota Binjai Amir Hamzah, Pj Gubsu Hassanudin, dan Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubung-an Darat Amirulloh. (map/ila)

Konsisten Hadirkan Layanan Terbaik di Kota Medan, Telkomsel Gelar Customer Gathering

General Manager Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel Erwin T Saragih beserta jajaran Telkomsel saat mengunjungi beberapa pelanggan loyal di Kota Medan. Kegiatan ini merupakan bagian dari voice of customer sekaligus memberikan pelayanan terbaik dan apresiasi kepada pelanggan setia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam meningkatakan loyalitas serta apresiasi kepada pelanggan setia, Telkomsel gelar acara Customer Gathering yang dilakukan di kota Medan. Acara ini digelar secara eksklusif di mana Manajemen Telkomsel hadir menyapa dan mendengar langsung berbagai masukan serta insight menarik mengenai produk dan layanan Telkomsel yang digunakan.

Genaral Manager Consumer Business Region Sumbagut Erwin T Saragih mengatakanSebagai digital telecomunication company terdepan di Indonesia, Telkomsel hadir untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan baik itu pengguna Indihome maupun produk Prabayar dan Pascabayar. Secara rutin kami juga hadir untuk menyapa para pelanggan setia serta mendengarkan langsung berbagai masukan yang membangun untuk kemajuan perusahaan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana silaturahmi dan berbagi insight dari sudut pandang customer serta meningkatkan loyalitas pelanggan.”

Telkomsel mengundang beberapa pelanggan loyal terpilih pada acara Customer Gathering yang digelar tidak hanya di kota Medan tetapi nantinya akan diadakan di berbagai wilayah operasional lainnya seperti Aceh, Binjai, Rantau Prapat, Padang Sidempuan dan Pematang Siantar hingga akhir tahun ini. Selain Customer Gathering, Manajemen Telkomsel juga hadir mengunjungi dan menyapa langsung pelanggan setia serta membagikan beragam merchandise menarik sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan. Kegiatan yang di gelar beberapa hari lalu di kota Medan ini juga mendapatkan respon positif dari Pelanggan serta apresiasi terhadap layanan terbaik yang diberikan.

“Terimakasih banyak kepada Telkomsel atas kunjungan dan segala perhatiannya kepada customer yang sudah cukup bagus serta intens. Semoga kedepannya Telkomsel terus konsisten menghadirkan berbagai program baru yang memberi nilai tambah.” Pungkas pelanggan loyal Telkomsel Sutan P Siregar saat dikunjungi di kediamannya.

Selain itu salah satu pelanggan loyal Telkomsel di Kota Medan Harry Marbun juga ikut mengapresiasi Telkomsel yang selalu setia memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. “Terimakasih Telkomsel sebagai kebanggaan Indonesia karena selama 23 tahun menjadi pelanggan setia, pelayanan yang saya dapatkan sangat baik dan hampir semua wilayah di Indonesia sudah di cover dengan jaringan Telkomsel. Semoga Telkomsel semakin jaya dan makin disukai oleh masyarakat.” Ungkap Harry Marbun saat di kunjungi oleh Manajemen Telkomsel di kota Medan.

“Selama ini kami mendapatkan pelayanan yang baik dan respon yang cepat dari Telkomsel. Terimakasih banyak untuk Telkomsel yang selalu hadir memberikan pelayanan terbaik untuk kami. Semoga kedepannya Telkomsel selalu konsisten dalam melayani serta terus memberikan dampak yang positif untuk para pelanggan” Pungkas bapak Pajlih Amruh pada acara Customer Gathering Telkomsel di kota Medan (18/12).

“Telkomsel berkomitmen untuk selalu membuka lebih banyak melalui berbagai produk dan layanan digital yang inklusif serta mendukung perkembangan ekosistem digital di Indonesia. Dalam menghadirkan layanan tersebut Telkomsel juga menerapkan prinsip customer centricity, dimana layanan yang hadir merupakan selaras dengan kebutuhan pelanggan. Baik layanan Fix Broadband seperti Indihome maupun layanan mobile seperti Telkomsel Prabayar dan Pascabayar, Telkomsel ingin seluruh pelanggan dapat menikmati experience yang maksimal serta membantu dalam memenuhi digital lifestyle pelanggan” Pungkas Erwin.(rel)

Kapoldasu Berikan Pembekalan 441 Siswa Diktuk Bintara

FOTO BERSAMA: Kapoldasu Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi foto bersama usai memberikan pembekalan, di Aula Tribrata Mapoldasu, Senin (18/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi memberikan pembekalan kepada 441 Siswa Diktuk Bintara Polri Gelombang ll Angkatan 49 Tahun Anggaran 2023, di Aula Tribrata Mapoldasu, Senin (18/12).

“Pembekalan yang saya berikan ini dengan Tema “Kesiapan Lulusan Diktuba Polri dalam menghadapi era 5.0,” katanya saat membuka acara yang dihadiri seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut.

Agung mengungkapkan, untuk menjadi polisi yang baik, para siswa harus mencintai pendidikan dan pelatihannya. “Saya ingin punya polisi yang berwatak Bhayangkara, mengerti dan tidak ada keraguan selama bertugas dan terpenting rasa percaya diri tumbuh karena anda memegang nilai kejujuran,” harapnya.

Agung meminta kepada seluruh calon Bintara Polri untuk memanfaatkan waktu lebih baik dengan kehadiran di tengah-tengah masyarakat, sehingga menjadikan polisi yang semakin baik dan dicintai.

“Saat ini dan seterusnya, yang kurang pada diri anda harus diperbaiki. Anda bukan orang-orang yang berdarah biru, tunjukkan dan buktikan diri anda kepada semua, bahwa anda mampu bertugas dengan baik. Profesional dan dapat menampilkan sosok polisi modern,” pungkasnya. (dwi/ila)

Limbah Perusahaan Karet Diduga Cemari Saluran Drainase KIM 3

WARNA HITAM: Diduga limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun) dari salah satu perusahaan karet mencemari drainase di Jalan Pulau Bunaken, Kelurahan Tangkahan, Medan Labuhan, Kawasan Industri Medan 3.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun) dari salah satu perusahaan karet diduga mencemari drainase di Jalan Pulau Bunaken, Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan, Kawasan Industri Medan 3, Sabtu (16/12).

Limbah yang mencemari dan berbau tidak sedap itu berasal dari perusahaan PT Karet Hijau Nusantara yang sehari seharinya melakukan aktifitas pengolahan limbah ban.

Salah satu warga setempat Irwan mengatakan, limbah yang diduga berasal dari perusahan dibuang langsung melalui saluran air parit. “Setiap kami melintas di sini memang tercium aroma yang tidak sedap dan bau busuk dan menyengat berasal dari parit ini. Lihat itu airnya tampak hitam berminyak kalau saat hujan dan banjir, air di sini kadang berubah menjadi hitam agak putih kecoklatan, baunya sangat luar biasa bang,” ujarnya.

Melihat kejadian tersebut berbekal dari sample air yang diambil dari saluran yang berasal dari perusahaan tersebut, terlihat hitam dan berminyak.

Kemudian awak media mencoba melakukan konfirmasi ke pihak perusahaan. “Masalah limbah tidak ada urusan dengan perusahaan kami. Semua sudah kami limpahkan ke PT KIM Pak,” ujar dari salah satu perwakilan dari perusahaan tersebut yang tidak mau menyebutkan nama dan jabatannya kepada awak media yang saat itu ada di lokasi.

Humas Kawasan Industri Medan, Niko ketika dikonfirmasi tidak berada di tempat, dan awak media sempat dihalang-halangi oleh pihak keamanan setiap kali melakukan peliputan maupun konfirmasi.

Ketua umum AMPHIBI Kecamatan Medan Labuhan Agus Salim Tanjung ketika dikonfirmasi Sumut Pos mengatakan, permasalahan lingkungan yang terjadi di Kawasan Industri Medan sangat klasik.

Hal ini dikarenakan kurangnya pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, hampir mayoritas perusahaan yang menghasilkan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) di Kawasan Industri Medan tidak melakukan pengelolaan sesuai aturan yang berlaku.

“Coba rekan rekan media mempertanyakan hal tersebut kepada Dinas LH setempat terkait laporan tentang ketaatan dan kepatuhan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan khususnya tentang laporan limbah B3 setiap triwulannya. Nanti saya coba arahkan pengurus AMPHIBI Medan Labuhan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat di sana,” ucapnya.(mag-1)