Home Blog Page 82

Sengketa Lahan SMAN 5 Pematangsiantar, Gubsu dan Sekolah Sepakati Relokasi

TINJAU: Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau SMA Negeri 5 Pematangsiantar, Kecamatan Martoba, Kota Pematangsiantar, Kamis (16/4/2026). Peninjauan Gubernur Sumut ini terkait mencari solusi atas sengketa lahan antara Pihak Sekolah dan Pemilik Lahan Sekolah.
TINJAU: Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau SMA Negeri 5 Pematangsiantar, Kecamatan Martoba, Kota Pematangsiantar, Kamis (16/4/2026). Peninjauan Gubernur Sumut ini terkait mencari solusi atas sengketa lahan antara Pihak Sekolah dan Pemilik Lahan Sekolah.

PEMATANGSIANTAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bersama pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Pematangsiantar sepakat menempuh relokasi lahan sebagai solusi atas sengketa yang tengah dihadapi. Sekolah tersebut akan dipindahkan ke lokasi baru yang lebih representatif.

Saat ini, SMAN 5 Pematangsiantar tengah bersengketa lahan dengan PT Detis Sari Indah (DSI). Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan bahwa PT DSI merupakan pemilik sah lahan tersebut. Sementara proses peninjauan kembali masih berlangsung.

Dalam putusannya, MA juga menetapkan SMAN 5 harus memenuhi kewajiban ganti rugi sekitar Rp40,7 miliar, ditambah biaya sewa selama kurang lebih 18 tahun sebesar Rp10 miliar. Setelah melalui diskusi bersama pihak sekolah, Wali Kota Pematangsiantar, DPRD Sumut, dan DPR RI, relokasi dinilai sebagai opsi paling efektif dan efisien.

“Relokasi opsi yang lebih efektif dan efisien, belum lagi sekolah ini terlalu dekat ke jalan raya dan juga banjir, jadi opsi relokasi paling masuk akal,” kata Bobby Nasution saat diskusi dengan berbagai pihak di SMAN 5 Pematangsiantar, Jalan Medan-Siantar Km 6,8, Kamis (16/4/2026).

Saat ini, Pemprov Sumut bersama SMAN 5 dan Pemerintah Kota Pematangsiantar tengah mencari lahan yang sesuai. Beberapa pertimbangan utama antara lain jarak dari lokasi saat ini, luas lahan minimal setara (1,1 hektare), serta kondisi yang lebih aman dari risiko banjir.

“Satu minggu kita akan cari lahannya, kita tidak ingin anak-anak kita terganggu sekolahnya, ikut memikirkan sekolahnya yang sedang sengketa,” ujar Bobby Nasution.

Sementara itu, Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, menyatakan kesiapan pemerintah kota untuk berkontribusi dalam proses relokasi, baik dari sisi administrasi maupun anggaran.

“Pemko tahun ini sudah mengalokasikan anggaran Rp10 miliar untuk biaya sewa dan kita juga akan melihat lagi kontribusi lainnya untuk relokasi,” kata Wesly.

Diskusi tersebut turut dihadiri Ketua Komisi E DPR RI Subandi, Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga, anggota DPRD Pematangsiantar, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alex Sinulingga, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta Kepala SMAN 5 Pematangsiantar Depson Butarbutar bersama jajaran.(san/azw)

Nyaris Gagal Operasi karena BPJS Nonaktif, Penrad Siagian Bantu Warga Samosir

Purnama Boru Tampubolon, warga Desa Lumban Pinggol yang Kartu BPJS PBI-nya dalam kondisi nonaktif saat hendak digunakan.
Purnama Boru Tampubolon, warga Desa Lumban Pinggol yang Kartu BPJS PBI-nya dalam kondisi nonaktif saat hendak digunakan.

SAMOSIR, SumutPos.co– Sebuah persoalan administrasi nyaris menghambat tindakan medis penting yang harus dijalani salah satu warga di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatra Utara (Sumut). Kartu BPJS PBI milik keluarga Pak Jaya Gurning/Purnama Boru Tampubolon, warga Desa Lumban Pinggol, diketahui dalam kondisi nonaktif saat hendak digunakan.

Masalah ini terungkap ketika salah satu anggota keluarga berobat ke Puskesmas Buhit. Saat itu, pihak Puskesmas menyampaikan, status kepesertaan BPJS PBI mereka sudah tidak aktif. Setelah dikonfirmasi langsung ke BPJS, kondisi tersebut dipastikan benar.

Situasi menjadi semakin mendesak karena keluarga tersebut tergolong kurang mampu, sementara dalam waktu dekat, ibu keluarga itu dijadwalkan menjalani operasi yang membutuhkan jaminan kesehatan aktif. Di tengah kondisi tersebut, laporan yang disampaikan kepada Anggota DPD RI asal Sumatra Utara, Pdt. Penrad Siagian pada Senin 6, April 2026 langsung mendapat respons cepat.

Melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Samosir, persoalan administrasi tersebut segera ditindaklanjuti. Upaya kolaboratif antara tim Penrad Siagian dan pemerintah daerah membuahkan hasil. Status BPJS PBI keluarga tersebut berhasil diaktifkan kembali dalam waktu singkat, sehingga proses pengobatan dapat kembali berjalan tanpa kendala.

Menanggapi hal ini, Senator Pdt Penrad Siagian menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memastikan masyarakat tidak terhambat mengakses layanan kesehatan, terlebih dalam kondisi darurat. “Persoalan seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Ketika masyarakat membutuhkan layanan kesehatan, negara harus hadir dan memastikan tidak ada hambatan, termasuk soal administrasi,” ujar Penrad dalam keterangannya, Kamis, 16 April 2026.

Ia juga mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Samosir, khususnya Dinas Kesehatan, yang dinilai sigap dalam menangani persoalan tersebut.

Sementara itu, Purnama Tampubolon mewakili keluarga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan. Ia menyebut, keterlibatan Penrad Siagian menjadi faktor penting dalam percepatan penyelesaian masalah yang mereka hadapi.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena keluhan kami didengar dan langsung ditindaklanjuti. Ini sangat berarti bagi keluarga kami, apalagi dalam kondisi mendesak seperti ini,” ungkapnya.

“Saya mewakili keluarga ingin menyampaikan terima kasih yang tulus kepada amang Pendeta Penrad Siagian dan tim. Terima kasih ya amang sudah bersedia mendengar keluhan kami dan membantu mengawal proses pengaktifan kembali BPJS PBI Keluarga kami yang sangat mendesak ini,” sambung Purnama.

Apresiasi juga disampaikan kepada Bupati Samosir dan jajaran Dinas Kesehatan yang telah memberikan arahan dan solusi cepat, sehingga keluarga tersebut kini dapat fokus pada proses pengobatan tanpa dibayangi persoalan administrasi.

Peristiwa ini menjadi gambaran nyata bahwa sinergi antara wakil rakyat dan pemerintah daerah mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Akses terhadap layanan kesehatan pun dapat terjamin, terutama bagi warga yang berada dalam kondisi rentan.

Purnama dan keluarga juga berharap, pelayanan yang cepat dan responsif seperti ini dapat terus dipertahankan. (adz)

Rico Waas Tepung Tawar dan Lepas Calon Jamaah Haji Medan

LEPAS:Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melepas pemberangkatan 1.883 Calon jamaah Haji (Calhaj) asal Kota Medan.
LEPAS:Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melepas pemberangkatan 1.883 Calon jamaah Haji (Calhaj) asal Kota Medan.

MEDAN – Dalam suasana hangat dan penuh khidmat Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas melepas pemberangkatan 1.883 Calon jemaah Haji (Calhaj) asal Kota Medan untuk musim haji 1447 Hijriah. Prosesi pelepasan sekaligus kegiatan halalbihalal ini turut diwarnai dengan tradisi tepung tawar sebagai bentuk doa dan harapan agar para jamaah memperoleh keselamatan serta menjadi haji yang mabrur.

Kegiatan yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an dan lantunan kalimat Talbiyah ini dihadiri Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, Unsur Forkopimda, Kakan Kemenag Kota Medan Impun Siregar, Kakan Kementerian Haji dan Umrah Kota Medan Mhd Bambang Irawan Hutasuhut, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan, serta sejumlah tokoh agama, alim ulama dan para calon jemaah haji.

Dalam sambutannya, Rico Waas menekankan pentingnya menjaga kesehatan, memperkuat solidaritas, serta menjunjung tinggi nama baik bangsa Indonesia selama berada di Tanah Suci. “Berbahagialah Bapak Ibu sekalian, karena ini adalah panggilan dari Allah. Tidak semua yang mampu mendapat kesempatan ini,” kata Rico Waas .
Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, Unsur Forkopimda, Kakan Kemenag Kota Medan Impun Siregar, Kakan Kementerian Haji dan Umrah Kota Medan Mhd Bambang Irawan Hutasuhut, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan, serta sejumlah tokoh agama, alim ulama dan para calon jamaah haji.

Menurut Rico Waas, dari data yang diperoleh jamaah haji Kota Medan tahun ini memiliki rentang usia yang cukup luas. Jemaah termuda berusia 15 tahun, sementara yang tertua mencapai 89 tahun. Selain itu, sekitar 4 persen atau sekitar 80 orang termasuk dalam kategori lansia di atas usia 80 tahun.

“Perbedaan usia ini membutuhkan koordinasi dan kerja sama yang baik. Jemaah yang lebih muda diharapkan dapat membantu dan mendampingi para lansia agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar,” kata Rico Waas
Kepada jamaah Calon Haji, Rico Waas mengingatkan bahwa kondisi fisik yang prima merupakan kunci utama dalam menjalankan ibadah haji. Ia juga mengimbau jemaah untuk saling peduli dan membangun semangat teamwork selama berada di Tanah Suci.

“Kita harus saling menjaga, baik kesehatan pribadi maupun sesama jemaah. Dengan kerja sama yang baik, insya Allah seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan lancar,” tegas Rico Waas.

Selain itu, Rico Waas juga berkelakar mengenai godaan kuliner di Arab Saudi yang didominasi olahan daging kambing. Ia mengingatkan jemaah agar tetap menjaga pola makan guna menghindari penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol.

Selanjutnya, Rico Waas juga mengingatkan para jamaah untuk menjaga kekompakan dan menghindari konflik yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah. “Kesempatan berhaji ini tidak mudah didapat. Jangan disia-siakan hanya karena persoalan kecil. Jaga lisan, kendalikan emosi, dan fokuslah pada ibadah,” pesan Rico Waas.

Rico Waas berpesan bahwa jemaah haji merupakan duta bangsa Indonesia di mata dunia, sehingga penting untuk menjaga kebersihan, ketertiban, serta mematuhi seluruh arahan petugas haji. Prosesi pelepasan semakin bermakna dengan dilaksanakannya tepung tawar, sebuah tradisi yang sarat makna doa, keselamatan, dan keberkahan bagi para jemaah sebelum menunaikan ibadah haji.

Rico Waas juga memastikan bahwa Pemerintah Kota Medan siap membantu menjaga keamanan rumah-rumah yang ditinggalkan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. “Silakan berkoordinasi dengan pihak kewilayahan jika ada hal-hal yang perlu dipantau. Kami ingin Bapak dan Ibu berangkat dengan tenang tanpa rasa khawatir meninggalkan keluarga di rumah,” ungkap Rico Waas.

Selanjutnya acara pelepasan ini diisi dengan pemberian souvenir cenderamata kepada seluruh Calhaj yang diberikan oleh Wali Kota Medan Rico Waas dan Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap secara simbolis. Kemudian dilanjutkan dengan tausiah singkat oleh Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum. (map/ila)

UIN Sumatera Utara Terima Hibah dari PT Musim Mas

SMART CLASS: Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag menandatangani prasasti hibah smart class UIN Sumatera Utara dari PT Musim Mas. (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)
SMART CLASS: Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag menandatangani prasasti hibah smart class UIN Sumatera Utara dari PT Musim Mas. (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)

Upaya modernisasi pendidikan digital Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara mendapat dukungan dari PT Musim Mas, Senin (13/4). Bertempat di Gedung Biro Rektor Kampus II UIN Sumatera Utara dilakukan prosesi peresmian dan serah terima bantuan hibah Corporate Social Responsibility (CSR) berupa smart class dari PT Musim Mas.

Peresmian fasilitas mutakhir ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Direktur Utama PT Musim Mas Ir. Gunawan Siregar dan Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag. Dari PT Musim Mas juga Lenny (head of HR Corporate), Julina (HR development manager) dan Syafruddin Tarigan (corporate wffairs manager) beserta staf dan tim teknis lain.

Peresmian turut dihadiri Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan, Dr. Abrar Dawud Faza, Prof. Katimin dan Prof. Muzzakir (empat wakil rektor), Dr. Ibnu Sa’dan dan Dr. Tohar Bayoangin (dua kepala biro) serta para dekan, direktur pascasarjana, kepala SPI hingga jajaran kepala bagian dan sub bagian di UIN Sumatera Utara.

Ir. Gunawan Siregar menegaskan bahwa CSR ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya di Sumut yang merupakan basis operasional utama. Ia menyampaikan bahwa pendidikan yang berkualitas adalah kunci kemajuan bangsa.

Melalui smart class ini, kata direktur, proses perkuliahan dapat berlangsung dengan sistem yang lebih modern dan interaktif. “Ini adalah langkah kecil kami untuk mendukung lahirnya sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi kelas dunia (global class) yang sangat dibutuhkan oleh dunia industri,” katanya.

Ir. Gunawan Siregar berpesan agar fasilitas smart class dari PT Musim Mas dapat dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan mahasiswa.

Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag bersyukur atas bantuan hibah mengingat ruangan ini sebelumnya adalah kantor administrasi. Ruang ini bertransformasi menjadi fasilitas kelas dunia dilengkapi peralatan teknologi canggih. Diantaranya layar interaktif, sistem pengeras suara modern, koneksi internet cepat hingga pendingin udara yang memadai.

Rektor menambahkan bahwa smart class langsung dioperasikan untuk mendukung berbagai program strategis, mulai dari keperluan akreditasi fakultas hingga menunjang perkuliahan mahasiswa program strata 2 dan strata 3 yang kini banyak dilakukan secara daring.

Dengan fasilitas ini, lanjut rektor, UIN Sumatera Utara optimis dapat semakin kompetitif dalam menjalin kerja sama internasional dan melayani mahasiswa asing. Sejalan dengan program pemerintah untuk mencetak generasi emas 2045 yang sehat, cerdas, dan unggul.

Ruang kelas pintar ini menjadi simbol kolaborasi strategis antara dunia industri dan akademisi dalam mempercepat terciptanya ekosistem kampus yang cerdas dan inovatif. Keberadaan kelas pintar ini juga diharapkan menjadi pemantik bagi fakultas-fakultas lain di lingkungan UIN Sumatera Utara untuk terus berinovasi dalam penyediaan sarana pembelajaran berbasis teknologi informasi.

Kolaborasi ini juga membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa UIN Sumatera Utara untuk terlibat dalam program magang dan pengembangan karir di PT Musim Mas. Kemudian memperpendek jarak antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan nyata di pasar kerja.

Melalui skema hibah CSR, PT Musim Mas menjadi pionir perusahaan swasta yang memberikan dukungan teknologi besar bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia. (dmp)

Pemkab Dairi Dukung Penuh Program BKKBN, Fokus Tekan Stunting dan Perkuat Keluarga

FOTO BERSAMA: Bupati Dairi Vickner Sinaga, foto bersama tim BKKBN Provsu saat kunjungan ke Pemkab Dairi. SUMUT POS/istimewa.
FOTO BERSAMA: Bupati Dairi Vickner Sinaga, foto bersama tim BKKBN Provsu saat kunjungan ke Pemkab Dairi. SUMUT POS/istimewa.

DAIRI– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi menyatakan dukungan penuh terhadap program strategis Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam upaya percepatan penurunan angka stunting serta pembangunan keluarga berkualitas di daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Dairi, Vickner Sinaga, saat menerima kunjungan perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara dalam rangka advokasi dan penguatan komitmen pelaksanaan program kependudukan dan pembangunan keluarga berkelanjutan, Selasa (14/4).

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum pembahasan penguatan program nasional melalui skema Bangga Kencana yang menitikberatkan pada percepatan penurunan stunting serta peningkatan kualitas keluarga Indonesia.

Plt Sekretaris BKKBN Provinsi Sumatera Utara Rizal Lubis, dalam kesempatan itu memaparkan lima program unggulan BKKBN yang saat ini menjadi fokus nasional. Program tersebut meliputi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA), serta Super Aplikasi Keluarga.

Menurutnya, kelima program tersebut dirancang untuk menyentuh seluruh siklus kehidupan keluarga, mulai dari anak usia dini hingga lanjut usia, sehingga pembangunan keluarga dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Dairi Nitawati Sitohang, menyampaikan bahwa Kabupaten Dairi telah lebih dahulu mengimplementasikan tiga dari lima program unggulan tersebut, yakni GENTING, GATI, dan SIDAYA.

Ia menjelaskan bahwa implementasi ketiga program tersebut telah berjalan dan memberikan dampak positif di tengah masyarakat, khususnya dalam upaya menekan angka stunting serta meningkatkan peran keluarga dalam pengasuhan dan pembentukan karakter anak. “Program-program ini sudah berjalan dengan baik dan mulai menunjukkan hasil positif di lapangan,” ujarnya.

Selain itu, Dinas P3AP2KB Dairi saat ini juga tengah mempersiapkan pelaksanaan program TAMASYA yang berfokus pada pengasuhan anak yang berkualitas dan penuh kasih sayang sebagai pondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia sejak dini.

Bupati Dairi, Vickner Sinaga, menegaskan bahwa Pemkab Dairi siap mendukung penuh seluruh program yang digagas BKKBN. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan BKKBN menjadi kunci dalam mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas. “Saya sangat mendukung implementasi seluruh program ini. Kita ingin memastikan setiap program berjalan efektif dan tepat sasaran,” tegasnya.

Vickner juga menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dalam setiap pelaksanaan program. Seluruh kebijakan dan evaluasi harus berbasis data agar capaian program dapat diukur secara jelas dan transparan. “Kita ingin semua program berbasis data, sehingga capaian bisa terlihat dan tantangan bisa diidentifikasi dengan tepat,” ujarnya.

Melalui sinergi ini, Pemkab Dairi berharap pelaksanaan program Bangga Kencana dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mempercepat penurunan stunting dan memperkuat pembangunan keluarga yang berdaya saing di Kabupaten Dairi. (rud/ila)

Viral Pengunjung Helen’s Bergelimpangan, Dispar Medan Perketat Awasi THM

M Odi Anggia Batubara
M Odi Anggia Batubara

Video yang memperlihatkan sejumlah pengunjung Tempat Hiburan Malam (THM) Helen’s Night Market di Jalan Setia Budi, Kecamatan Medan Sunggal, dalam kondisi bergelimpangan viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, para pengunjung yang didominasi kalangan muda tampak tergeletak di area sekitar lokasi usai diduga dalam kondisi mabuk.

Menanggapi hal itu, Dinas Pariwisata Kota Medan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus memberikan imbauan kepada pihak pengelola.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, M Odi Anggia Batubara, mengatakan pihaknya telah meminta manajemen THM Helen’s untuk meningkatkan ketertiban serta menyediakan fasilitas istirahat yang lebih layak bagi pengunjung.

“Begitu viral, kita langsung cek ke lokasi. Kita sudah berikan imbauan agar pihak manajemen lebih tertib, termasuk menyiapkan tempat istirahat pengunjung,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Odi menegaskan bahwa secara administratif dan perizinan, THM Helen’s diketahui telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Namun demikian, kejadian viral tersebut tetap menjadi perhatian serius pemerintah kota.

Terkait isu yang beredar mengenai dugaan penggunaan zat tertentu seperti vape cartridge, Odi menyebut hal tersebut merupakan ranah kepolisian untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut. Sementara Pemko Medan fokus pada aspek pengawasan perizinan dan ketertiban usaha.

“Kita sudah koordinasi dengan OPD terkait. Soal izin, semuanya lengkap. Namun pengawasan tetap kita perketat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian yang sebelumnya telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.

Ke depan, Dinas Pariwisata Kota Medan memastikan akan melakukan pengawasan intensif terhadap seluruh Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayah Kota Medan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa kembali terulang. (map/ila)

“Kita akan cek juga batas usia pengunjung dan memperketat pengawasan di seluruh THM di Medan,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Kota Medan, Rina, menyatakan bahwa Helen’s Night Market telah memiliki izin penjualan minuman beralkohol (minol). “Izin minolnya ada, sudah kita cek,” ujarnya singkat.

Dengan adanya kejadian viral ini, Pemko Medan menegaskan komitmennya untuk menjaga ketertiban dunia hiburan malam sekaligus memastikan seluruh aktivitas usaha tetap sesuai dengan aturan yang berlaku.

DPRD Medan Gelar RDP: Minta Royal Sumatera Serahkan PSU

RDP: Komisi IV DPRD Medan saat RDP bersama manajemen Perumahan Royal Sumatera, Selasa (14/4/2026).
RDP: Komisi IV DPRD Medan saat RDP bersama manajemen Perumahan Royal Sumatera, Selasa (14/4/2026).

DPRD Kota Medan mendesak pihak pengembang Perumahan Royal Sumatera agar segera menyerahkan aset Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin kepastian pengelolaan fasilitas umum sekaligus meringankan beban warga dalam perawatan lingkungan.

Desakan tersebut disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Medan, Dame Duma Sari Hutagalung, saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama anggota dewan Lailatul Badri di Gedung DPRD Medan, Selasa (14/4/2026) sore.

Dalam rapat yang turut dihadiri perwakilan Dinas Perkimcikataru Kota Medan, pihak kelurahan, pengembang, serta masyarakat, Dame menegaskan bahwa penyerahan PSU merupakan kewajiban pengembang sesuai ketentuan yang berlaku.

“PSU Perumahan Royal Sumatera wajib diserahkan ke Pemko Medan. Kita harapkan ini segera direalisasikan, sehingga seluruh fasilitas umum, termasuk jalan di dalam komplek, menjadi tanggung jawab pemerintah,” tegasnya.

Menurutnya, jika aset tersebut telah diserahkan, maka pengelolaan dan biaya perawatan fasilitas umum akan ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan sekaligus memberikan rasa keadilan bagi warga perumahan.

Dame juga menekankan bahwa hasil RDP ini merupakan rekomendasi resmi Komisi IV DPRD Medan yang harus segera ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemko Medan. “Kita minta OPD terkait serius menindaklanjuti keputusan ini. Jangan sampai berlarut-larut karena menyangkut kepentingan masyarakat luas,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan pihak Royal Sumatera, Subianto dan Kasman, menyatakan akan menyampaikan hasil rapat tersebut kepada pimpinan perusahaan. Mereka juga berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Perkimcikataru guna membahas proses penyerahan PSU.

Di sisi lain, warga yang hadir dalam rapat berharap agar proses ini tidak kembali tertunda. Mereka menginginkan adanya kepastian hukum dan kejelasan pengelolaan fasilitas umum, terutama jalan dan drainase yang selama ini masih menjadi tanggung jawab pengembang.

Dengan adanya dorongan dari DPRD Medan, masyarakat berharap penyerahan PSU Perumahan Royal Sumatera dapat segera terealisasi, sehingga pengelolaan fasilitas umum menjadi lebih optimal dan berkelanjutan di bawah tanggung jawab Pemko Medan. (map/ila)

50 Perempuan Mustahik Ikut Program Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Aisyiyah

EKONOMI KREATIF: Program pemberdayaan ekonomi kreatif Aisyiyah Sumut di Hotel Madani Medan, Rabu (15/4). (Istimewa/Sumut Pos)
EKONOMI KREATIF: Program pemberdayaan ekonomi kreatif Aisyiyah Sumut di Hotel Madani Medan, Rabu (15/4). (Istimewa/Sumut Pos)

MEDAN-Sebanyak 50 perempuan berstatus mustahik mengikuti program pemberdayaan ekonomi kreatif yang digagas Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Sumatera Utara sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi berbasis usaha mikro. Program ini diharapkan mampu mengubah penerima bantuan menjadi pelaku usaha produktif yang berdaya saing.

Kegiatan pembukaan berlangsung di Hotel Madani Medan, Rabu (15/4/2026), dan secara resmi dibuka oleh Ketua PW Aisyiyah Sumut Dr Nur Rahmah Amini, MAg. Program ini merupakan hasil kerja sama PW Aisyiyah Sumut dengan MayBank Islamic Malaysia dan MayBank Syariah Indonesia.

Dalam sambutannya, Nur Rahmah Amini menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari proses transformasi ekonomi perempuan mustahik agar mampu mandiri dan beralih status menjadi muzaki di masa mendatang. “Bila hari ini 50 peserta masih tergolong mustahik, ke depan mereka diharapkan bisa bergeser menjadi muzaki,” ujarnya.

Program pemberdayaan ekonomi kreatif ini akan berlangsung hingga Februari 2027 melalui rangkaian pelatihan berkelanjutan, pendampingan usaha, hingga praktik langsung di berbagai sektor usaha.

Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua PW Muhammadiyah Sumut Drs. Mario Kasduri, perwakilan MayBank Syariah Indonesia, serta sejumlah perwakilan pemerintah dan organisasi perempuan dari berbagai daerah di Sumatera Utara.

 PW Aisyiyah Sumut menegaskan bahwa program ini melibatkan banyak mitra strategis, termasuk dinas koperasi dan UKM serta 15 mitra usaha yang akan menjadi lokasi magang peserta. Peserta juga akan mendapatkan pembinaan di bidang pengelolaan keuangan, pemasaran, hingga pengemasan produk.

Ketua program pemberdayaan, Zubaidah Pohan, menjelaskan bahwa peserta berasal dari delapan kabupaten/kota di Sumatera Utara, termasuk Medan, Binjai, Langkat, Deli Serdang, hingga Karo. Kota Medan menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan 28 orang.

“Peserta akan mendapatkan pelatihan intensif, magang di 15 perusahaan mitra, hingga pendampingan usaha secara berkelanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, program ini juga menyasar penguatan kapasitas usaha mikro melalui akses pembiayaan, pelatihan kewirausahaan, serta peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Ketua PW Muhammadiyah Sumut Drs Mario Kasduri, memberikan apresiasi terhadap langkah Aisyiyah yang dinilai konsisten dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan. Ia menyebut, sektor ekonomi menjadi tantangan yang masih perlu diperkuat dalam gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Sementara itu, perwakilan MayBank Syariah Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan melalui program berbasis syariah. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam menopang ketahanan ekonomi keluarga.

 Program ini ditargetkan mampu melahirkan produk-produk unggulan yang siap dipasarkan di berbagai ajang pameran, termasuk Expo Milad Aisyiyah, Pra-Muktamar 49, hingga bazar Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah tahun 2027. (dmp/ila)