Home Blog Page 83

Hari In Buruh Demo ke Kantor Gubsu, Tuntut Sahkan UU Ketenagakerjaan Baru

BERSAMA: Ketua Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo bersama Sekretaris Ijon Tua Hamonangan Purba, dan lainnya. Istimewa/Sumut Pos
BERSAMA: Ketua Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo bersama Sekretaris Ijon Tua Hamonangan Purba, dan lainnya. Istimewa/Sumut Pos

Exco Partai Buruh dan Elemen Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) di Sumatera Utara (Sumut) menggelar aksi unjuk rasa (Unras), di Kantor Gubernur Sumut dan Kantor DPRD Sumut, Kamis (16/4).

Ketua Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo menyampaikan, aksi ini sebagai pemanasan menjelang perayaan Hari Buruh Ibternasional (Pra May Day), yang akan jatuh pada 1 Mei 2026.

Para buruh rencananya mengusung beberapa poin tuntutan, di antaranya agar pemerintah segera mengesahkan Undang Undang (UU) Ketenagakerjaan yang baru.

“Tuntutan utama agar disahkan UU Ketenagakerjaan yang baru yang berpihak pada kaum buruh, hapus outsourcing dan tolak upah murah. Kita juga tagih janji pak Prabowo yang akan menyejahterakan buruh,” ujar Willy yang juga Ketua DPW FSPMI Sumut kepada wartawan di Medan, Rabu (15/4).

Selain tuntutan nasional tersebut, para buruh juga mengusung tuntan lokal, yakni agar Gubsu Bobby Nasution segera membuat perumahan murah bagi buruh Sumut, bongkar perbudakan di pekerja sektor perkebunan, tindak pengusaha pelanggar K3 di Sumut, selesaikan kasus kasus perburuhan, dan agar Gubsu segerah memberikan tanah pada petani di Sumut.

“Ini aksi pemanasan pra May Day. Jika pak Bobby tidak menerima kami, maka kami akan aksi besar besatan pada 1 Mei 2026 nanti pas peringatan Hari Buruh Internasional,” tegas Willy.

Sementara itu, Sekretaris Partai Buruh Sumut, Ijon Tua Hamonangan Purba mengatakan, Partai Buruh akan mengerahkan massa aksi sekitar 500 an orang, yang berasal dari 10 Kabupaten/Kota dan Elemen SP/SB di Sumut, yakni KSPSI AGN, KSPI Sumut, FSPMI Sumut, KPBI, Serikat Petani, Komunitas Ojol dan mahasiswa.

“Kami berharap Pak Gubsu Bobby dapat menerima aspirasi kami. Kami aksi damai, menuntut kesejahteraan buruh dan rakyat di Sumatera Utara,” harap Ijon.

Sedangkan untuk rute aksi, Ijon mengungkapkan, titik kumpul massa aksi nanti akan berpusat di depan Istana Maimun Medan, sekira pukul 08.00-10.00 WIB. Kemudian massa akan longmarch menuju Kantor Gubsu sekira pukul 10.30 WIB. “Kita pastikan aksi damai. Kita harap semua dapat berjalan lancar aspirasinya,” pungkasnya. (dwi/ila)

HUT ke-78 Sumatera Utara, KAI Divre I Sumut Dukung Mobilitas Masyarakat

KERETA API: Calon penumpang kereta api saat di Stasiun Besar Kereta Api.
KERETA API: Calon penumpang kereta api saat di Stasiun Besar Kereta Api.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-78 kepada Provinsi Sumatera Utara yang tahun ini mengusung tema “Satu Kolaborasi, Sejuta Energi”.

Tema tersebut mencerminkan semangat sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan daerah serta memperkuat konektivitas antarkota di Sumatera Utara.

Sepanjang Triwulan I 2026, KAI Divre I Sumatera Utara telah melayani sebanyak 698.256 pelanggan yang menggunakan layanan kereta api untuk perjalanan antarkota di wilayah Sumatera Utara.

Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo, mengatakan kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan kerja, pendidikan, hingga kunjungan keluarga.

“Kereta api mendukung mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Utara melalui perjalanan yang aman dan tepat waktu,” ujar Anwar saat memberikan keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Selain angkutan penumpang, KAI Divre I Sumatera Utara juga melayani angkutan barang untuk mendukung distribusi logistik di wilayah Sumatera Utara dengan realisasi angkutan barang sebanyak 179.605 ton pada Triwulan I 2026.

Dalam mendukung kenyamanan pelanggan, KAI Divre I Sumatera Utara juga melakukan penataan fasilitas pelayanan di sejumlah stasiun. Penataan telah dilakukan di Stasiun Perbaungan dan Stasiun Limapuluh guna meningkatkan fungsi pelayanan serta kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan kereta api.

Upaya beautifikasi juga akan terus dilanjutkan di sejumlah stasiun lainnya untuk menghadirkan lingkungan stasiun yang lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi pelanggan.

“KAI berharap sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat terus terjalin dalam mendukung mobilitas masyarakat serta konektivitas antarwilayah di Sumatera Utara,” pungkas Anwar.(san/ila)

Ziarah Penuh Makna HUT ke-78 Sumut, Bobby Nasution Ajak Teladani Jasa Pahlawan

ZIARAH: Gubsu Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Ketua TP PKK Kahiyang Ayu Bobby Nasution, menabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan, Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (15/4/2026).
ZIARAH: Gubsu Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Ketua TP PKK Kahiyang Ayu Bobby Nasution, menabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan, Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (15/4/2026).

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution memimpin Upacara Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan, Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (15/4/2026).

Upacara berlangsung khidmat, diawali dengan prosesi mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur. “Sebagai bentuk penghormatan pada jasa pahlawan, terutama yang telah berjasa pada pembangunan Sumut, mari kita heningkan cipta,” ucap Bobby Nasution.

Sebagai simbol penghormatan tertinggi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Bobby Nasution meletakkan karangan bunga di monumen utama. Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga, diawali di makam almarhum Raja Inal Siregar.

Didampingi Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Bobby Nasution menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan, yang kemudian diikuti rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Ziarah kemudian berlanjut ke makam Marah Halim Harahap. Kehadiran jajaran pejabat serta Konsul Jenderal (Konjen) negara sahabat di makam kedua tokoh tersebut menjadi momen refleksi atas jasa besar mereka dalam meletakkan fondasi pembangunan di Sumut.

Menurut Bobby Nasution, kegiatan ziarah ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum bagi generasi penerus untuk mengambil nilai-nilai perjuangan para pendahulu. “Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk melanjutkan perjuangan mereka demi mewujudkan Sumut yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, jajaran Forkopimda, perwakilan negara sahabat, serta pimpinan BUMN dan BUMD.

Dalam rangka mengenang jasa para pemimpin terdahulu, ziarah ini juga menjadi pengingat akan dedikasi dua tokoh penting Sumatera Utara. Raja Inal Siregar yang menjabat sebagai Gubernur Sumut periode 1988–1998 dikenal sebagai pencetus program “Marsipature Hutanabe” (Membangun Kampung Halaman Masing-masing).

Melalui program tersebut, pembangunan daerah didorong dengan melibatkan peran aktif putra daerah. Sebelum menjabat gubernur, ia merupakan tokoh militer dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal TNI.

Sementara itu, Marah Halim Harahap yang menjabat sebagai Gubernur Sumut periode 1966–1978 tercatat sebagai gubernur dengan masa jabatan terlama di Sumut. Ia dikenal atas kontribusinya dalam bidang olahraga, khususnya melalui turnamen sepak bola internasional Marah Halim Cup yang pernah mengharumkan nama Medan dan Sumatera Utara di kancah dunia. Selain itu, ia juga berperan penting dalam menjaga stabilitas daerah pada awal masa Orde Baru.(san/ila)

Polda Sumut Dalami Kasus Kebakaran di Labuhanbatu, Keluarga Korban Menduga Anaknya Tewas Dibakar

KONFERENSI PERS: Pihak keluarga korban kebakaran di rumah kontrakan, Jalan Sudirman, Kelurahan Labuhanbilik, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu saat menggelar konferensi pers di Mapolda Sumut, Rabu (15/4). Istimewa/Sumut Pos
KONFERENSI PERS: Pihak keluarga korban kebakaran di rumah kontrakan, Jalan Sudirman, Kelurahan Labuhanbilik, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu saat menggelar konferensi pers di Mapolda Sumut, Rabu (15/4). Istimewa/Sumut Pos

MEDAN – Keluarga James Markus Purba (25) dan Samuel Alexander (23), yang merupakan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuhanbilik, Labuhanbatu dan bertugas sebagai personel Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), yang tewas dalam peristiwa kebakaran di rumah kontrakan milik Rudi Damanik, pada Minggu (21/12/2025) silam, sekitar pukul 20.30 WIB.

Ayah Kandung James, Juni Iskandar Muda Purba menuturkan, bahwa Alm James adalah anak satu satunya harus tewas dalam peristiwa kebakaran tersebut. Ia meminta pihak Kepolisian agar dapat menguak kasus ini secara terang benderang dan menjerat pelakunya. “Kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Kapolda serta pihak terkait, ia adalah anak saya satu satunya yang saya banggakan.

Tega teganya dia menghabisi nyawa anak saya (terduga pelaku), saya minta tolong buka kasus ini seterang terangnya, apa penyebab dan motif kematian anak saya ini. Saya juga memohon keadilan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, tidak bisa semua ini ditutup tutupi,” ungkapnya sambil menangis kepada sejumlah wartawan, usai mengikuti Gelar Perkara di Ditreskrimum Polda Sumut, Rabu (15/4).

Sementara itu, Kakak Kandung Almarhum (Alm) Samuel, Maya Pandiangan menduga, bahwa rumah kontrakan itu memang sengaja dibakar. Dari gelar perkara, ditemukan fakta juga banyak ditemui yang tidak pada tempatnya.

“Jadi seperti sengaja disebar dulu. Karena itu kita berharap ada penetapan tersangka, kita nggak tahu siapa tersangkanya, tetapi ada lima orang saksi yang selamat. Dugaan kita ke sana ya dan berharap agar penyidik segera menuntaskan kasusnya serta segera menangkap pelakunya. Empat saksi yang selamat itu, yakni ACS, SSS dan ANH dan ada dua orang lagi,” bebernya.

Ibunda Alm Samuel, M Gustiani Sibarani berharap, agar kasus ini dibuka secara terang benderang atas kasus tewasnya Samuel Alexander dalam kasus kebakaran tersebut.

Pihaknya meyakini bahwa memang ada pemicu serta unsur kesengajaan pembakaran anaknya di rumah kontrakan itu. “Kami juga meminta kepada Bapak Kapolda agar turun tangan dalam kasus ini, kami juga mohon kepada penyidik agar tetap di dalam pekerjaannya serta amanah dalam mengungkap dugaan pembakaran itu dan siapa yang melakukannya,” katanya sambil menahan isak tangis.

Kuasa Hukum Keluarga James Markus Purba, Martin Lukas Simanjuntak SH menyebutkan, bahwa kesimpulan seintificrat investigationnya ada dugaan memang sengaja dibakar. “Ini api terbuka, berdasarkan autopsi dari tubuh korban bahwa ada udara yang menyebar ke paru paru menyebabkan kematian korban. Jadi bisa dipastikan kedua korban itu masih hidup ketika terjadinya kebakaran,” sebutnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan saat dikonfirmasi menyatakan, bahwa pihak penyidik masih terus memproses dan mendalami kasus kebakaran di rumah kontrakan, Jalan Sudirman, Kelurahan Labuhanbilik, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu.

“Tadi masih gelar perkara, tentunya masih panjang proses kepenyidikannya. Tentunya penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditreskrimum Polda Sumut) akan tetap bekerja mengungkap fakta fakta kebakaran tersebut. Ini masih terus berproses dan didalami,” katanya. (dwi/azw)

Wali Kota Medan Hadiri Paripurna HUT ke-78 Provinsi Sumut

HUT PROVINSI SUMUT: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Utara, dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumatera Utara, Rabu (15/4/2026).
HUT PROVINSI SUMUT: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Utara, dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumatera Utara, Rabu (15/4/2026).

MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Utara, dalam rangka Peringatan Hari Jadi Ke-78 Provinsi Sumatera Utara, Rabu (15/4/2026).

Di tengah suasana yang khidmat itu, Rico Waas menyampaikan pesan dan harapan untuk masa depan Provinsi Sumatera Utara. Dirinya menekankan pentingnya kekompakan antarwilayah di bawah kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara untuk mencapai target pembangunan yang merata.

“Sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara, kami mendoakan Provinsi Sumatera Utara semakin solid, kabupaten/kotanya kompak, dipimpin oleh bapak Gubernur, sehingga semakin berjaya, sejahtera masyarakatnya, serta pembangunan dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah,”kata Rico Waas.

Rico Waas juga menambahkan bahwa kunci utama kemajuan daerah terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM). Untuk itu, ia berharap Sumatera Utara dapat terus mencetak SDM unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia. “Mudah-mudahan Sumatera Utara semakin maju, semakin sukses SDM nya, dan benar-benar bisa memberikan kontribusi besar kepada bangsa kita, bangsa Indonesia,” harap Rico Waas menambahkan.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam sambutannya pada rapat Paripurna DPRD itu menyampaikan, momentum hari jadi ke-78 Provinsi Sumatera Utara manjadi simbol dalam memperkuat sinergitas dan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mewujudkan Sumatera Utara yang unggul, maju, dan berkelanjutan dalam rangka menyongsong Indonesia Emas sebagai negara nusantara yang berdaulat, maju, berkelanjutan di tahun 2045 mendatang. “Melalui semangat kebersamaan ini, kita optimis Sumatera Utara akan terus tumbuh sebagai rumah besar yang memancarkan energi kolaborasi bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Bobby Nasution.

Dengan mengangkat tema “Satu Kolaborasi, Sejuta Energi”, Bobby Nasution menyatakan ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah seruan nyata untuk mencerminkan keyakinan bersama bahwa kita seluruh elemen bangsa, bersatu dalam satu gerakan kolaborasi, maka akan lahir energi yang tak terbatas untuk mendorong kemajuan Sumatera Utara.

“Satu langkah kolaborasi mampu menggerakkan sejuta potensi, dari ujung pantai barat hingga ke pesisir timur, dari pegunungan Bukit Barisan hingga dataran rendah Nias, untuk bersama-sama membangun daerah yang unggul, berkeadilan, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung hangat ini juga diwarnai dengan pemberian cendramata kepada para tokoh yang telah berjasa membangun Sumut, mulai dari mantan Gubernur, mantan pimpinan DPRD, hingga mantan Sekda Provinsi. (map/ila)

Rico Waas Dorong Penguatan Ekonomi Lokal melalui Program MBG

RAPAT: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan MBG dan Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (14/4/2026).
RAPAT: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan MBG dan Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (14/4/2026).

MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong penguatan sirkulasi ekonomi lokal melalui keterlibatan pedagang pasar tradisional dan pelaku usaha dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dukungan sistem koordinasi data yang real-time dinilai menjadi kunci agar distribusi kebutuhan pangan berjalan tepat sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal, termasuk pedagang di 52 pasar tradisional di bawah BUMD Medan. Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan MBG dan Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (14/4/2026).

Dalam rapat yang dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut Imam Gunadi, Sekda Wiriya Alrahman, Kasubag TU Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan Erdianta, Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, dan sejumlah pimpinan perangkat daerah, dan pihak Korwil SPPG itu, Rico Waas menekankan pentingnya menjadikan program MBG tidak hanya sebagai upaya pemenuhan gizi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan tenaga kerja lokal di setiap titik layanan perlu terus diperkuat agar manfaat program dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di tingkat kecamatan, sekaligus mempererat hubungan sosial di lingkungan sekitar.
Rico Waas juga menyampaikan apresiasi terhadap skema penyerapan tenaga kerja dalam program SPPG yang memprioritaskan masyarakat dari kategori Desil 1 dan Desil 2. “Ini adalah program yang sangat baik di tengah tantangan lapangan pekerjaan saat ini. Kami sangat mengapresiasi kebijakan penyerapan tenaga kerja yang menyentuh lapisan masyarakat yang paling membutuhkan,” ujarnya.

Seiring meningkatnya kebutuhan pangan dalam program tersebut, Rico Waas menilai sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan penyedia bahan pangan menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran distribusi. Ia mencontohkan kebutuhan telur yang diproyeksikan mencapai jutaan butir per bulan, sehingga memerlukan kesiapan pasokan yang terencana. “Kita ingin kebutuhan SPPG berjalan selaras dengan kesiapan peternak dan UMKM. Dengan sinergi yang kuat, target pemenuhan gizi masyarakat dapat tercapai seiring dengan terjaganya stabilitas ekonomi daerah,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, pihak Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG memaparkan capaian program hingga pertengahan April 2026. Secara kumulatif, MBG telah menjangkau 449.694 penerima manfaat. Distribusi program didukung oleh 201 satuan SPPG, dengan 181 di antaranya telah aktif melayani 3.134 kelompok masyarakat (Kelompok PM).

Partisipasi masyarakat turut menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program ini, dengan tercatat 9.149 relawan yang terlibat. Mayoritas penerima manfaat berasal dari kalangan peserta didik, yakni sebanyak 374.567 orang. Selain itu, 75.136 penerima lainnya berasal dari kelompok non-peserta didik, terutama kelompok rentan kesehatan yang juga menjadi prioritas perhatian program. (map/ila)

Libatkan 2.800 Pendonor Secara Nasional, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal di Medan

MEDAN, SumutPos.co- Bank Mandiri terus menegaskan komitmennya untuk hadir dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui kegiatan donor darah di Medan. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Mandiri Donor Darah bertema “Berbagi Kebaikan untuk Sesama” yang dilaksanakan di lebih dari 10 kota dan kabupaten dengan partisipasi 2.800 pendonor secara nasional.

Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri mengambil langkah proaktif melalui penyelenggaraan program Mandiri Donor Darah yang dilaksanakan di seluruh wilayah operasional, untuk menjawab kebutuhan ketersediaan darah di Indonesia. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mendukung penguatan ketahanan sektor kesehatan nasional.

Berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), pelaksanaan donor darah bertempat di Mandiri University di Kota Medan wilayah kerja Bank Mandiri Region I / Sumatera 1 ini tidak hanya melibatkan karyawan Bank Mandiri, tetapi juga masyarakat umum di sekitar wilayah operasional.

Regional CEO Bank Mandiri Region I / Sumatera 1, I Gede Raka Arimbawa mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya pada pilar kesehatan. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan perseroan dalam menciptakan nilai tambah yang positif serta wujud nyata peran BUMN sebagai agen pembangunan yang responsif terhadap isu-isu kemanusiaan.

“Melalui kegiatan donor darah ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan yang sederhana namun memiliki dampak besar. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan darah di wilayah Region I / Sumatera 1 sekaligus memperkuat semangat kepedulian sosial,” ujar I Gede Raka Arimbawa, dalam keterangan resminya.

Para peserta donor darah sebelumnya telah melalui tahapan registrasi serta pemeriksaan kesehatan oleh tim medis untuk memastikan kondisi fisik yang memenuhi syarat. Proses ini dilakukan guna menjamin kenyamanan seluruh pendonor selama kegiatan berlangsung.

Program Mandiri Donor Darah ini merupakan bagian dari agenda rutin Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Mandiri yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah operasional. Melalui pendekatan yang konsisten dan kolaboratif, perseroan berupaya menghadirkan manfaat sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ke depan, perseroan berkomitmen untuk menjaga kesinambungan program kemanusiaan ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara konsisten oleh masyarakat di berbagai wilayah operasional.

“Bank Mandiri optimistis bahwa sinergi antara perusahaan, lembaga kesehatan, dan masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan sektor kesehatan nasional,” pungkas I Gede Raka Arimbawa. (rel/adz)

Seleksi KPID Sumut 2026-2029 Resmi Dibuka, Tes CAT Jadi Tahapan Awal

KONFERENSI PERS: Tim Seleksi KPID Sumut saat konferensi pers terkait jadwal pelaksanaan dan persyaratan serta tahapan seleksi bagi para calon komisioner di Hotel Grand Inna Medan, Selasa (14/4/2026).
KONFERENSI PERS: Tim Seleksi KPID Sumut saat konferensi pers terkait jadwal pelaksanaan dan persyaratan serta tahapan seleksi bagi para calon komisioner di Hotel Grand Inna Medan, Selasa (14/4/2026).

Proses penjaringan calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Utara periode 2026–2029 resmi dimulai. Tim Seleksi (Timsel) KPID Sumut mengumumkan tahapan, jadwal, serta persyaratan seleksi dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Grand Inna Medan, Selasa (14/4/2026).

Ketua Timsel, Corry Novrica AP Sinaga, didampingi anggota tim seperti Yovita Sabarina Sitepu, Faisal, Mimah Susanti, dan Sulaiman Harahap, menegaskan bahwa proses seleksi tahun ini akan menggunakan sistem gugur di setiap tahap. Langkah ini diambil untuk memastikan hanya kandidat terbaik yang mampu melaju hingga tahap akhir.

“Dengan berbagai pertimbangan, kami menerapkan sistem gugur di setiap tahapan. Ujian awal akan menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test) untuk menjamin transparansi dan objektivitas,” ujar Corry.

Penerapan tes berbasis komputer ini menjadi sorotan utama, mengingat metode tersebut dinilai mampu meminimalisir potensi kecurangan sekaligus meningkatkan akuntabilitas proses seleksi.

Sementara itu, anggota Timsel, Faisal, menegaskan bahwa seluruh mekanisme seleksi telah disusun berdasarkan regulasi yang berlaku.  Setiap tahapan mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran sebagai landasan hukum utama.

“Semua persyaratan dan tahapan telah kami sesuaikan dengan ketentuan dalam undang-undang, sehingga proses ini tidak hanya transparan, tetapi juga sah secara hukum,” jelasnya.

Adapun tahapan seleksi dimulai dari pendaftaran yang dibuka pada 20 April hingga 20 Mei 2026, pemeriksaan berkas administrasi pada 21 Mei – 18 Juni 2026,  pengumuman hasil pemeriksaan berkas administrasi pada 19 Juni 2026, tes tertulis pada 22 Juni 2026, pengumuman hasil tes tertulis pada 24 Juni 2026, tes psikologi pada 30 Juni – 1 Juli 2026, pengumuman hasil tes psikologi pada 21 Juli 2026, wawancara pada 28 – 30 Juli 2026. Seluruh rangkaian seleksi dijadwalkan berakhir pada 11 Agustus 2026 dengan pengumuman hasil akhir.

Timsel juga menetapkan sejumlah persyaratan ketat bagi para calon peserta, mulai dari kualifikasi pendidikan minimal sarjana, integritas pribadi, hingga independensi dari kepentingan politik maupun kepemilikan media.

Selain itu, peserta diwajibkan melengkapi berbagai dokumen administrasi, termasuk makalah visi dan misi yang menjadi salah satu indikator penilaian kualitas calon.

Dengan sistem seleksi yang lebih terstruktur dan transparan, Timsel berharap dapat melahirkan komisioner KPID Sumut yang profesional, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan dunia penyiaran yang semakin kompleks.  (san/ila)

Pemprovsu Diminta Bangun Panti Rehab Narkoba

HM Subandi.
HM Subandi.

Tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumatera Utara kembali menjadi sorotan serius. DPRD Sumut mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) untuk segera merealisasikan pembangunan panti rehabilitasi narkoba milik pemerintah sebagai solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan pemulihan.

Ketua Komisi E DPRD Sumut, HM Subandi, menegaskan bahwa kebutuhan akan fasilitas rehabilitasi sudah sangat mendesak. Ia mengingatkan bahwa gagasan pembangunan panti tersebut sebenarnya telah lama muncul, bahkan sejak pembahasan Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang bahaya narkoba.

“Sejak saya di Komisi A tahun 2019, kita sudah punya Perda tentang bahaya narkoba. Saat itu juga sudah disetujui perlunya panti rehabilitasi. Anak-anak yang terdampak harus direhabilitasi, tidak bisa dibiarkan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Menurut HM Subandi, keterbatasan fasilitas rehabilitasi yang ada saat ini menjadi persoalan utama. Sebagian besar layanan masih dikelola oleh pihak swasta dengan biaya yang tergolong tinggi, bahkan bisa mencapai lebih dari Rp3 juta per bulan. Kondisi ini membuat banyak keluarga, khususnya dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, kesulitan membawa anggota keluarganya untuk menjalani rehabilitasi.

“Ini temuan kami di lapangan saat reses. Banyak orang tua bingung, karena biaya rehabilitasi mahal. Kalau dipaksakan, kebutuhan keluarga lain bisa terganggu,” ungkapnya.

Situasi semakin kompleks dengan terbatasnya fasilitas rehabilitasi milik pemerintah, seperti yang dikelola oleh Badan Narkotika Nasional di Deli Serdang. Tingginya jumlah pasien membuat antrean panjang tak terhindarkan, sehingga banyak penyalahguna narkoba tidak mendapatkan penanganan tepat waktu.

Akibatnya, tak sedikit dari mereka yang akhirnya terjerumus ke dalam tindak kriminal hingga memenuhi lembaga pemasyarakatan. Hal ini dinilai menjadi ancaman serius bagi kondisi sosial di Sumatera Utara.

Melihat kondisi tersebut, DPRD Sumut mendorong agar pembangunan panti rehabilitasi nantinya tidak sekadar menjadi tempat pemulihan, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang komprehensif. Mulai dari sarana ibadah, pendidikan, olahraga, hingga pelatihan keterampilan agar para pasien dapat kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik.

“Kalau kita punya panti sendiri, kita bisa menampung lebih banyak korban dan memberikan pembinaan menyeluruh,” kata Subandi.

Ia juga mencontohkan keberhasilan daerah lain seperti Jawa Barat dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba melalui penyediaan fasilitas rehabilitasi yang memadai.

Tak hanya di tingkat provinsi, ia turut mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk aktif menindaklanjuti Perda Nomor 1 Tahun 2019 dengan membuat aturan turunan yang lebih spesifik, termasuk penerapan sanksi sosial di tingkat desa.

“Peran kepala daerah sangat penting. Jangan hanya provinsi, kabupaten/kota juga harus punya aturan tegas sesuai kondisi masing-masing,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa kondisi peredaran narkoba di Sumatera Utara sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan telah menjangkau hingga ke pelosok desa.

“Saya pernah kumpulkan kepala desa di Deli Serdang, tidak ada satu pun yang berani bilang desanya bersih dari narkoba. Ini menunjukkan kondisi kita sudah sangat parah,” ungkapnya.

DPRD Sumut, lanjutnya, siap memberikan dukungan penuh, baik dari sisi regulasi maupun penganggaran, untuk merealisasikan pembangunan panti rehabilitasi tersebut. Ia berharap Pemprovsu segera menentukan lokasi yang strategis namun tetap kondusif bagi proses pemulihan pasien. “Kami sarankan lokasinya tidak terlalu dekat dengan keramaian agar pasien bisa lebih fokus menjalani rehabilitasi, tetapi tetap dilengkapi fasilitas yang memadai,” jelasnya.

Menurutnya, usulan pembangunan panti rehabilitasi narkoba ini juga kerap menjadi aspirasi masyarakat dalam setiap kegiatan reses anggota dewan. (map/ila)