Home Blog Page 839

HNSI Medan Bantah Ada Pencemaran Di Perairan Belawan

BERSANDAR: Kapal SPBO SBHM I muatan Marine Fuel Oil (MFO) yang bersandar di dermaga 203 Ujung Baru Pelabuhan Belawan mengalami kebocoran sepekan yang lalu, tidak sempat mencemari Pelabuhan Belawan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO –  Kapal SPBO SBHM I muatan Marine Fuel Oil (MFO) yang bersandar di dermaga 203 Ujung Baru Pelabuhan Belawan mengalami kebocoran sepekan yang lalu, tidak sempat mencemari Pelabuhan Belawan.
Hal ini karena ditangani langsung oleh pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan KSOP Utama Belawan dan PT Pelabuhan Indonesia dengan memasang Oil Boom.

Demikian disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kota Medan Abdul Rahman melalui Wakil Ketua Awal Yatim, Sabtu (20/1/2024) siang.

Dikatakan Awal Yatim, dengan dipasangnya Oil Booms itu sehingga minyak yang tumpah tidak menyebar ke daerah lainya dan dengan mudah petugas dapat membersihkan tumpahan minyak tersebut.
Bahkan KSOP Utama Belawan telah melakukan penyisiran di perairan menggunakan kapal Patroli KN 463 dan sarana prasarana lainnya.Sehingga ikan di perairan Belawan masih tetap berkembang biak seperti biasa.

“Kami atas nama DPC HNSI Kota Medan mengucapkan terima kasih kepada
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Belawan Rivolindo, SH, MM yang dengan sigap menurunkan anggota ke lokasi kejadian, sehingga tidak terjadi pencemaran. Demikian juga dari pihak PT Pelindo Regional l,” ucap Awal Yatim.

Ketika ditanya awak media tentang adanya isu pergantian Ketua DPC HNSI Kota Medan, Awal Yatim menjelaskan bahwa sampai saat ini tidak ada pergantian Ketua DPC HNSI Kota Medan.

“Kalau ada yang mengatakan adanya pergantian Ketua DPC HNSI Medan dari Abdul Rahman kepada yang lain, itu berita hoaks. Karena berdasarkan SK kepengurusan yang di terbitkan DPD HNSI Sumut, Abdul Rahman priode 2021 – 2026,” pungkas Awal Yatim.(mag-1/ila)

Pengamat Hukum Unpab: Masalah Lingkungan, Sosial Dan Ekonomi Penyebab Utama Tawuran di Belawan

Pengamat Hukum dan Kriminolog Universitas Panca Budi, Redyanto Sidi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aksi tawuran antarkelompok remaja yang terjadi di Kecamatan Medan Belawan beberapa saat yang lalu sudah tidak mengherankan bagi masyarakat Kota Medan. Hal ini karena sering terjadi.

Pengamat Hukum dan Kriminolog Universitas Panca Budi, Redyanto Sidi mengatakan, ada beberapa faktor yang harus dibenahi dalam mengatasi masalah aksi tawuran yang sering terjadi di Kecamatan Medan Belawan dan sekitarnya.

Menurutnya, masifnya terjadi tawuran di Belawan ada beberapa faktor. “Mungkin faktor lingkungan, kemudian sosial dan ekonomi. Tentu saja pemicu di faktor lingkungan itu kerap terjadinya kasus tawuran mungkin diduga banyak beredar narkotika di wilayah itu,” ucapnya Jumat (19/1/2024).

Ia menyebutkan, kurangnya pengawasan dari orangtua dan beberapa pengaruh kontrol di lingkungan sekitar yang menjadi penyebab utama dalam tawuran di Kecamatan Medan Belawan.

“Kemudian, ada faktor sosial atau faktor kontrol orangtua yang kurang memadai sehingga kurangnya pengawasan dari orangtua. Dan Ini mungkin yang menjadi salah satu pemicu besar tindakan tindakan kejahatan yang bisa terjadi seperti tawuran di kalangan remaja,” sebutnya.

Tidak hanya itu, Redyanto juga mengungkapkan, selama ini belum ada tindakan-tindakan tegas yang dilakukan oleh aparat penegakan hukum. Sehingga kalangan remaja yang saat ini tidak takut akan melakukan aksi kriminalitas.

“Lalu berikutnya adalah penegakan hukum terhadap peristiwa yang sebelum-sebelumnya pernah terjadi,” ungkapnya.

“Jadi yang saat ini mereka melihat, bahwa peristiwa sebelumnya atau peristiwa yang lama itu pelaku-pelakunya ini tidak diberikan tindakan oleh penegak hukum jadi mereka saat ini tidak takut akan hal itu,” tambah Redyanto.

Menurutnya, hal ini tidak hanya menjadi bagian dari perhatian khusus pihak kepolisian. Melainkan harus saling melibatkan aparat pemerintahan dan tokoh masyarakat di wilayah tersebut.

Tentu ini tidak menjadi perhatian khusus oleh pihak kepolisian, tetapi harus ada campur tangan dari pemerintahan terkait aksi tauran yang kerap terjadi di Belawan dan harus juga tokoh masyarakat ikut adil dalam hal ini. Jadi dibeberapa titik rawan terjadinya tawuran harus bisa didata semaksimal mungkin dan ditempatkan petugas gabungan untuk bisa mencegah terjadinya tawuran ditempat tersebut,” tuturnya.

Redyanto menambahkan, pihak kepolisian yang saat ini menjadi memegang peran sentral dalam melakukan pengamanan dan penegakan hukum dalam konteks tawuran tentu menjalankan tugas dilindungi oleh undang-undang.

Sepanjang melakukan tindakan sesuai SOP dan tidak ada melakukan kesalahan tentu pihak kepolisian itu dilindungi oleh undang-undang,” pungkasnya.(mag-1/ila)

IKA USU Jakarta Siap Membangun Ruang Sinergi untuk Terus Berkontribusi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Universitas Sumatera Utara (USU) saat ini telah menjadi salah satu universitas terbesar di Wilayah Barat Indonesia, terutama Pulau Sumatera. Berdiri sejak tahun 1952, saat ini USU menuju peringkat World Class University (WCU). Ratusan ribu alumni yang tersebar di seluruh Wilayah Indonesia dari Aceh hingga Papua dan luar negeri berhimpun dalam Ikatan Keluarga Alumni (IKA) USU.

Salah satu Pengurus Wilayah (PW) IKA USU, yakni IKA USU Jakarta, sukses menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) pada November 2023. Di mana Tujuh Martogi Siahaan terpilih sebagai Ketua PW USU Jakarta periode 2023-2027.

“Kami sangat bersyukur, roda organisasi alumni IKA USU Jakarta bisa kembali berjalan setelah pengurus pusat melantik kami secara sah sebagai Pengurus Wilayah IKA USU Jakarta. Setelah pelantikan kami langsung melakukan Rapat Kerja Pengurus, untuk menghasilkan program-program yang mengangkat nama almamater kami dan pastinya bisa bermanfaat bagi para stake holder,” kata Martogi Siahaan, dalam orasinya usai pelantikan, Sabtu (20/1/2024).

Kepengurusan IKA USU Jakarta Periode 2023-2027 terbilang cukup gemuk, terdiri dari 150 orang alumni USU dari berbagai latar belakang profesi dan jenjang pendidikan, mulai alumni lulusan Diploma (D3), Strata 1 (S1), Alumni Pasca Sarjana jenjang S2 hingga S3. Menurut Martogi, banyak atau besarnya komposisi kepengurusan periode ini menjadi tantangan tersendiri baginya sebagai nakhoda PW IKA USU Jakarta Periode mutakhir ini.

Namun, lanjut Martogi, tantangan tersebut juga memberikan sebuah peluang bagi alumni, mahasiswa, bahkan institusi USU sendiri. “Tentu harapannya, pengaruh yang diberikan melalui program yang dikerjakan nantinya akan memberikan dampak yang signifikan bagi para stake holder baik itu alumni, almamater, masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Lebih jauh Martogi mengungkapkan, Jakarta sebagai pusat bisnis dan pusat pemerintahan Indonesia saat ini, juga menjadi tempat berkumpulnya para alumni USU. Maka menurutnya, sudah sewajarnya, Alumni-alumni USU yang berkarya di Jakarta, menjadi inspirasi bagi mahasiswa USU dan alumni yang baru saja lulus. Maka kata dia, dasar pemikiran ini akan menjadi pemantik program kepengurusan ini. “PW IKA USU Jakarta 2024 akan membangun ruang sinergi semua pihak untuk berkontribusi demi kemajuan alumni dan kampus USU,” ucapnya.

Menjaga Pemilu Damai
Mengingat pelantikan PW IKA USU Jakarta kali ini berdekatan dengan momentum penting bagi rakyat, bangsa dan negara Indonesia, yaitu dengan adanya pesta demokrasi pada pertengahan Februari 2024, segenap pengurus dan anggota IKA USU Jakarta mengimbau seluruh elemen bangsa untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia. “Kami mendoakan yang terbaik bagi para alumni-alumni Sumatera Utara di seluruh Indonesia yang mengikuti kontestasi politik seperti pemilihan kepala daerah dan pemilihan legeslatif. “Selamat berkompetisi dalam mendapatkan hati rakyat Indonesia,” ucapnya.

Sebagai organisasi atau lembaga, IKA USU Jakarta mendorong individu alumni-alumni untuk ikut serta atau berpartisipasi dalam pesta demokrasi kali ini. Namun secara organisasi atau kelembagaan IKA USU Jakarta berposisi netral, dalam dukung-mendukung atau tidak memberikan dukungan terhadap salah satu Calon Presiden dan Wakil Presiden atau Partai Politik (Parpol) yang sedang berkontestasi tahun ini. “Jadi ini ketegasan sikap IKA USU Jakarta sebagai sebuah organisasi Ikatan Alumni,” ucapnya.

IKA USU Jakarta tentu punya harapan yang besar agar pesta demokrasi tahun ini bisa berjalan dengan baik dan kondusif. IKA USU Jakarta selalu mendorong para alumni-alumni sebagai kaum intelektual untuk berperan aktif mensukseskan pesta demokrasi ini, yang sederhana saja seperti menggunakan hal pilihnya dan ikut menjadi agen sosialisasi di lingkungan sekitarnya. Bijak dalam menerima dan juga saat membagikan informasi melalui media sosial.

“Kami berharap Pesta Demokrasi tahun ini bisa berjalan dengan baik dan aman, sehingga seluruh masyarakat bisa merasakan kegembiraan. Dan Pemilu tahun ini yang kita harapkan berjalan dengan baik, akan menjadi modal besar kita dalam menghadapi tantangan ke depan untuk mencapai Indonesia emas 2045”, pungkasnya. (adz)

Tiga Target Behind Football di Medan

KETERANGAN: Chief Of Business PT LIB, Budiman Dalimunthe (tengah) didampingi Manager PT LIB Hanif Marjuni (kanan) memberikan keterangan di Medan. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bukan hanya bekerja sama dalam gelaran Liga 2, PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan Pegadaian Peduli juga menggelar kegiatan sosial bertajuk Behind Football Pegadaian Liga 2 musim 2023/2024. Kegiatan ini digelar di 12 kota kontestan babak 12 besar Liga 2 musim 2023/2024.

Medan merupakan kota ketiga yang disinggahi Behind Football. Sebelumnya mereka singgah di Gresik dan Padang. Di Medan, sejumlah kegiatan sosial dilaksanakan mulai dari Sabtu (20/1/2024) hingga Senin (22/1/2024).

Chief Of Business PT LIB, Budiman Dalimunthe mengungkapkan, behind sepakbola ini bagian yang tidak menyatu dengan kompetisi. Namun, bila ini berjalan dengan baik, maka akan menjadi sesuatu yang besar.

Dirinya juga menegaskan, program ini tidak ada kaitannya dengan politik. Mengingat, saat ini sedang dalam suasana politik.

“Tujuan program ini ingin sama sama membangun karakter personel di sepak bola. Bila individunya baik, maka klubnya, organisasinya juga akan baik,” ungkap Budiman Dalimunthe didampingi Media and Public Relation Manager PT LIB Hanif Marjuni di Medan, Sabtu (20/1/2024) malam.

Dia mencontohkan, klub PSMS Medan. Apabila ingin mau menang, tentunya tidak bisa hanya mengandalkan striker yang hebat. Perlu pemain belakang dan tengah yang hebat juga. Begitu juga lainnya. “Nah, inilah yang ingin dilakukan melalui behind football. Individu yang baik, maka klubnya pun menjadi bagus. Sepak bola dan kompetisinya juga menjadi lebih bagus,” jelasnya.

Ada tiga target dari Behind Football ini. Pertama adalah good attitude. Hal ini menjadi basic development dari program ini. Dimana, setiap individu yang terlibat dalam klub selalu menjaga hubungan yang baik. Salah satu, contoh pemain selalu bersalaman dengan pelatih dan lainnya. Apabila hal ini dibiasakan, maka prilaku sesuai norma.

“Karakter ini tidak bisa langsung berubah. Harus dilakukan secara perlahan. Bila sudah terbiasa, maka semua komposisi tim akan menjadi lebih baik, dan tidak bisa dibantahkan klub itu akan menjadi jauh lebih baik. Untuk membiasakan ini dilakukan sebuah kegiatan yang menganalogikan itu,” katanya.

Kedua, knowledge. Target ini dianalogikan dengan berbagi kepada anak yatim. Alasan berbagi dengan anak yatim dikarenakan 77 persen dari jumlah penduduk Indonesia merupakan pencinta sepak bola. Bahkan, Indonesia merupakan jumlah terbesar kedua di dunia pencinta sepak bola.

Penncinta sepak bola ini juga terbagi, mulai yang tergabung dalam kelompok suporter, suka menonton bersama keluarga di stadion, suka tapi tidak pernah datang ke stadion dan terakhir karena ikut ikutan.

“Berbagi dengan anak yatim tidak hanya sekadar memberikan bantuan dan pulang. Hal ini tidak memberikan kesan. Bahkan, tidak diingat. Tapi, mereka diberi sentuhan dan pemahaman. Tidak mungkin mereka tidak suka dengan sepak bola. Mereka suka tapi tidak pernah datang ke stadion. Bila dikenalkan lebih, maka mereka semakin paham dan suka. Akhirnya mereka datang ke stadion untuk menonton bola. Kalau mereka datang ke stadion, maka klub semakin diuntungkan. Pendapatan meningkat dari penjualanan tiket masuk,” tambahnya.

Ketiga, perilaku. Program ini ingin membentuk perilaku pemain kepada pelatih dan juga wasit di lapangan. Caranya membiasakan diri dari masih muda.

Makanya, dilakukan melalui coaching clinic untuk anak anak SSB dan juga membersihkan stadion dengan melibatkan suporter.

“Kita mendorong agar perilaku terhadap wasit berubah. Bagaimana protes yang baik. Pengetahuan tentang peraturan. Sehingga tidak hanya menyalahkan wasit. Cara berpikir harus mulai dirubah. Mereka yang berlatih sepak bola, tidak harus menjadi pemain sepak bola. Persaingan menjadi pemain timnas ketat. Kenapa tidak jadi wasit saja. Dengan begitu wasit yang ada semakin baik. Inilah yang menjadi target behind football. Apa yang di luar sepak bola harus didorong agar berpengaruh kepada klub dan kompetisinya, ” pungkasnya. (dek)

TKD Sumut: Kami Tak Pandai Berjanji, Tapi Terus Bergerak Tanpa Henti

Menhan RI sekaligus Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) yang juga Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto kembali mengirimkan bantuan kepada warga Palestina. Sebelumnya, Prabowo memberikan bantuan dana sebesar Rp5 miliar dan beasiswa di Universitas Pertahanan bagi beberapa remaja Palestina.

Bantuan kedua ini dikirim menggunakan KRI dr Radjiman Wedyodiningrat-992. “Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus membantu guna mengurangi penderitaan saudara-saudara kita di Palestina. Semoga bantuan yang kita kirim hari ini bisa sampai tujuan dengan aman dan lancar serta bermanfaat untuk saudara-saudara kita di sana,” tulis Prabowo dalam laman Instagram pribadinya, @prabowo.

Postingan ini tentu menarik simpatik masyarakat. Sebab, pengiriman bantuan ini merupakan sebuah langkah konkret melihat kondisi di Palestina yang belum juga membaik. Postingan itupun banjir komentar dari para kaum netizen.

“Menhan yang anda kasih nilai 11 dari 100 baru saja mengirim bantuan untuk Palestina,” tulis akun @teguhramadhan06. Postingan ini jgua disambut positif oleh masyarakat dengan memuji Prabowo yang berani mengambil tindakan dalam rangka kemanusiaan. Narasi ‘All in Prabowo-Gibran’ juga memenuhi kolom komentar postingan pelepasan kapal ini.

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Sumatera Utara (Sumut), Ade Jona Prasetyo mengatakan, bahwa upaya membantu warga Palestina merupakan komitmen bersama.

Dia menjelaskan, bahwa bantuan dalam bentuk riil harus segera disalurkan karena kebutuhan yang mendesak. Di hari yang sama, TKD Prabowo-Gibran Sumut bersama Wali Kota Medan, Bobby Nasution juga menyalurkan bantuan.

“Ini misi kemanusiaan dan murni panggilan nurani. Terlalu lama warga Palestina menunggu janji-janji kita. Kita perlu langkah konkret. Kita harus segera memberikan bantuan nyata buat warga Palestina. TKD Prabowo-Gibran Sumatera Utara dan para relawan berkomitmen untuk membantu Palestina. Sama seperti Pak Prabowo, kami tidak terlalu pandai dalam berjanji, tapi kami akan bergerak tanpa henti untuk memperjuangkan saudara kita di Palestina,” tegas pria yang mencalonkan diri jadi anggota DPR RI Dapil Sumut 1 dari Partai Gerindra tersebut (dwi/ila)

Ketua TKD Sumut: Prabowo Negarawan Matang, Tetap Santun Meski Kerap Diserang

Teks Foto: Capres-Cawapres nomor urut 02 bersama paslon lainnya. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Sumatera Utara (Sumut), Ade Jona Prasetyo terus mengimbau kepada seluruh relawan dan pendukung calon presiden (capres) nomor urut 02 untuk terus mengedepankan sikap politik riang dan gembira.

Hal ini sesuai arahan Prabowo Subianto yang ingin menciptakan politik riang dan gembira.
Jona juga mengimbau kepada relawan dan pendukung Prabowo Subianto, khususnya yang tergabung dalam TKD Sumut untuk tidak menebar berita hoaks dan kebencian. Sebab, hal itu akan membuat suasana pemilu menjadi tidak nyaman.

“Pak Prabowo selalu menggaungkan politik riang dan gembira. Untuk itu tidak menebar berita hoaks. Sebab, hal ini hanya membuat suasana pemilu menjadi tidak nyaman,” ungkap pria yang juga caleg DPR RI Dapil Sumut 1, nomor urut 2 dari Gerindra ini, Jumat (19/1/2024) petang.

Jona menjelaskan, Prabowo Subianto telah mengajarkan langsung kepada pendukungnya bagaimana sikap ditunjukkan terhadap lawan politiknya. Tetap santun meskipun di serang dengan kritikan. Ia tetap tenang dan hormat.

“Inilah hebatnya Pak Prabowo. Beliau adalah seorang negarawan yang matang. Meskipun disinggung, diserang dengan kritikan, tapi beliau tetap tenang dan santun menjawab. Tdak tendensius, monoton apalagi menyudutkan. Inilah edukasi beliau secara langsung kepada pendukungnya melalui sikap,” tegasnya.

Sikap negarawan yang matang ditunjukkan Prabowo saat menghadiri acara, Paku Integritas KPK bersama Gibran. Dalam kegiatan tersebut, Prabowo bersama Gibran menunjukkan sikap hangat kepada dua kandidat lain yang juga hadir dalam acara tersebut.

Sikap ini mendapat pujian dari para masyarakat Indonesia. Padahal sebelum kegiatan tersebut, Prabowo mendapat serangan bertubi-tubi dari dua kandidat lain saat debat capres ketiga. (Dwi/ila)

Pembangunan Bronjong dan TPT Jalan Lahusa – Gomo Dikeluhkan Kualitas

AMBRUK : Tokoh Masyarakat, Tafaogosokhi Laia saat menunjukkan Bronjong ambruk di Desa Olanori.

NISEL, SUMUTPOS.CO – Pembangunan bronjong dan tembok penahan tanah (TPT) pada preservasi Jalan Lahusa – Gomo Kabupaten Nias Selatan dikeluhkan kualitas. proyek tersebut diduga asal jadi dan juga kurangnya pengawasan PPK 35 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

Proyek itu adalah preservasi jalan Lahusa -Gomo dari Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga. Nomor Kontrak : 07/KTR-APBN/Bb2-Wil3.S/PPK.35/2023 tanggal 31 Juli 2023. Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2023 Tentang Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.

Selanjutnya, proyek preservasi jalan Lahusa-Gomo tersebut bersumber dari Anggaran DIPA APBN Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp49.471.764.523,00 dengan jangka waktu pelaksanaan 150 hari kalender dari tanggal Agustus 2023 sampai dengan tanggal 27 Desember 2023. Kontrak Pelaksana adalah PT. Rius Sejahtera Raya.

Salah seorang tokoh masyarakat, Tafaogosokhi Laia menuturkan kepada sejumlah awak media bahwa beberapa bronjong yang baru sebulan dibangun sudah ambruk.

“Belum sebulan dibangun, pembangunan bronjong di Desa Olanori Kecamatan Sidua’ori sudah ambruk. Ini menandakan pengerjaannya asal jadi dan begitu pula PPK 35 BBPJN tidak melakukan pengawasan dengan benar,” kata Tafaogosokhi. Sabtu, (20/1/2024)

Lanjut Tafaogosokhi Laia menjelaskan, bahwa pembangunan bronjong yang kualitasnya dikeluhkan ada dua titik lagi yaitu di Desa Hililaora dan Desa Hilidohona.

Selain bronjong, pembangunan pendukung lainnya seperti tembok penahan tanah (TPT) juga dijadikan sebagai bangunan baru dengan modus dibersihkan bagian luarnya kemudian diplaster bagian luar dan atasnya dan menaikkan tinggi 10-15 cm.

“Seharusnya TPT lama itu dibongkar habis, kemudian dibangun TPT yang baru. Namun patut diduga pihak rekanan mengerjakan asal-asalan demi meraih keuntungan besar,” ujarnya.

Ia berharap supaya bronjong yang sudah ambruk tersebut dikerjakan kembali, dan dasar bronjongnya jangan hanya satu meter lebar alangkah baik 2-3 meter lebar karena disebabkan tanahnya lumpuh dan lari dasar. Begitu juga TPT bangunan lama dibongkar dan dibangun kembali jangan hanya difinishing saja. Demikian, agar aspalnya kokoh, permintaan base-nya dicampur pakai abu batu untuk menghindari berlubang-lubang.

“Semoga pengawasan dari PPK 35 tetap diperketat untuk menghindari pekerjaan asal jadi seperti bangunan sekarang,” harapnya.

Untuk diketahui publik, pembangunan tembok penahan tanah (TPT) jalan Lahusa – Gomo telah dibangun dari Tahun sebelumnya oleh Pihak JAKON (Jaya Kontruksi) pada tahun 2010 silam, namun proyek tersebut gagal karena pihak Jakon atau Subkon dilapangan mengerjakan TPT tersebut asal jadi dan terjadi kecurangan dalam pengerjaan proyek tersebut yakni pencurian galian dan pasangan batu TPT.

Hingga berita ini terbit, beberapa kali dikonfirmasi kepada PKK 35 saat dihubungi, tidak direspon. (mag-8/ila)

Sayangkan Buruknya Pengelolaan Medan Zoo, DPRD Sumut Minta Pemko Medan Gandeng Swasta

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting, menyayangkan buruknya pengelolaan Medan Zoo yang hingga saat ini masih dikelola Pemko Medan melalui salah satu BUMD nya, yakni Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan.

Politisi senior PDI Perjuangan itu menilai, buruknya pengelolaan dan penataan Medan Zoo menjadi faktor penyebab rendahnya minat masyarakat untuk berkunjung ke sana.

Baskami mengatakan, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatra Utara telah memberikan teguran sebanyak dua kali pada 2022 lalu kepada Medan Zoo.

“Akan tetapi tidak ada perubahan, malah semakin buruk dan banyak satwa langka yang mati disana,” ucap Baskami, Minggu (21/1/2024).

Oleh sebab itu, Baskami meminta agar Kebun Binatang milik Pemko Medan yang terletak di Jalan Bunga Rampai IV, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan itu dapat dikelola secara profesional.

“Harus dikelola secara profesional, oleh orang-orang profesional. Disana (Medan Zoo) harus ada ahli satwa yang tentunya berpengalaman dalam menangani satwa-satwa langka,” ujarnya.

Baskami menuturkan, kejadian yang dialami Medan Zoo ini memiliki kemiripan dengan kejadian yang menimpa Kebun Binatang Ragunan, Jakarta satu dasawarsa silam.

Menurut Baskami, saat itu Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) yang menjabat sebagai Wagub DKI Jakarta melakukan pembenahan secara besar-besaran terhadap Kebun Binatang Ragunan.

“Pada saat itu melibatkan swasta untuk perbaikan dan pengelolaan, tetapi Pemprov Jakarta tetap yang mengkoordinir,” katanya.

Untuk itu, Baskami juga meminta Pemko Medan untuk belajar dari Pemprov DKI Jakarta dalam membenahi Kebun Binatang miliknya, yakni dengan melibatkan pihak swasta dalam pengelolaan Medan Zoo.

“Libatkan pihak swasta, libatkan yang sudah berpengalaman dan terbukti mampu mengurus Kebun Binatang dengan baik. Dengan demikian, mudah-mudahan pengunjung (Medan Zoo) bisa meningkat,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai, sejatinya keberadaan Medan Zoo sangat penting sebagai ikon Kota Medan dan wahana edukasi sekaligus hiburan yang terjangkau bagi masyarakat.

“Di saat masyarakat sibuk dalam menjalani rutinitas yang berhadapan dengan banjir dan macet, Medan Zoo harusnya bisa menjadi destinasi keluarga untuk berlibur di akhir pekan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Medan Zoo dibangun pada tahun 2005 dengan luas 30 hektare. Belakangan, Medan Zoo menjadi sorotan akibat pengelolaannya yang buruk. Tercatat dalam kurun waktu dua bulan (November – Desember 2024), tercatat ada sebanyak tiga ekor harimau yang mati disana, yakni dua ekor Harimau Sumatera dan satu ekor Harimau Benggala.

Kini, tersisa empat ekor Harimau Sumatera di Medan Zoo. Sayangnya saat ini, empat ekor Harimau Sumatera yang tersisa tersebut dalam kondisi sakit.

Tak sampai disitu, PUD Pembangunan Kota Medan selaku pengelola Medan Zoo juga menyebutkan bahwa pihaknya mengalami kondisi kesulitan keuangan. Selain tak mampu memberikan pakan satwa, mereka juga bahkan tidak mampu menggaji para karyawannya.
(map/ila)

Polres Batubara Giat Gowes Colling System Sambang Kamtibmas

Foto Bersama : Kapolres Batubara AKBP Taufiq Hidayat Thayeb bersama Camat Datuk Limapuluh Wahidin Kamal, Kades Lubuk Hulu Syarifuddin, Kades Empat Negeri Kamel, Kades Pulau Sejuk Siswanto saat digelar Gowes Cooling System, dan Sambang Kamtibmas Polres Batubara, Sabtu(20/1) di Desa Lubuk Hulu. Foto: /Liberti H Haloho.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Polres Batubara lakukan kegiatan Gowes Cooling System, Bantuan Sosial dan Sambang Kamtibmas Polres Batubara, Sabtu(20/1/2024) di sejumlah desa se-Kecamatan Datuk Limapuluh, Batubara.

Mengambil start dari Mako Polres Batubara, rombongan Goes Colling System Sambang Kamtibmas Polres Batubara yang dipimpin langsung Kapolres Batubara AKBP Taufiq Hidayat Thayeb didampingi Wakapolres Batubara, para JPU, Para Kasat, Para Kanit di Lingkungan Polres Batubara, Kapolsek Limapuluh AKP L Simamora, bergerak menuju Desa Empat Negeri, Desa Kuala Gunung dan Desa Lubuk Hulu, Kecamatan Datuk Lima Puluh.

Rombongan  Gowes Colling System Sambang Kamtibmas Polres Batubara tiba di Desa Lubuk Hulu disambut dan berlangsung silahturahmi oleh Camat Datuk Limapuluh Wahidin Kamal,Kades Lubuk Hulu Syafaruddin, Kades Pulau Sejuk Siswanto, Kades Empat Negeri Kamel, dan Para Kades se-Kec. Datuk Tanah Datar, Para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat di Kecamatan Datuk Tanah.

Kapolres Batubara AKBP Taufiq Hidayat Thayeb menyampaikan kegiatan Gowes Colling System dalam rangka menjalin silahturahmi dan sinergi dengan tokoh agama,  adat, pemuda dan para tokoh masyarakat menciptakan Kamtibmas yang sejuk di wilayah hukum Polres Batubara, sekaligus situasi Kamtibmas menjelang pemilu tahun 2024.

Ia mengimbau kepada Kapolsek Limapuluh dan Porkopinca serta para Kades untuk lebih sering turun ke Masyarakat untuk melihat Kondisi masyarakat.

“Disisi lain untuk giat Pemilu 2024, ia katakan bahwa pihak Polri bersikap netral, dan menjadi petugas pengamanan sehingga dapat berjalan aman dan nyaman,” sebutnya.

Kapolres juga tegaskan
akan memerangi narkoba di Batubara, karena narkoba adalah musuh bersama. “kalau ada yang mengetahui untuk melaporkan ke Kapolres termasuk adanya oknum personel Polres Batubara yang terlibat,” tegasnya

Camat Datuk Lima Puluh Wahidin Kamal mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kapolres Batu Bara serta rombongan dan berharap segala arahan dan bimbingan yang diberikan dapat bermanfaat dalam menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusi. “Terutama menjelang pemilu 2024,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Kapolres juga memberikan bantuan sosial pada warga Desa Kuala Gunung. (mag-3/ila)

Lebih 70 Persen Usulan Ditanggapi Pemko Medan, Mulia: Penanganan LPJU Berjalan Baik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Kota Medan dan Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus berkolaborasi dalam membangun Kota Medan yang lebih baik. Hingga saat ini, Pemko Medan dinilai selalu merespon positif setiap usulan dan pokok-pokok pikiran yang disampaikan DPRD Kota Medan.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Gerindra, Mulia Syahputra Nasution SH MH, saat menggelar Reses Masa Sidang I Tahun 2024 di Jalan Setiabudi Pasar I, Gg Pribadi IV, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (20/1/2024) sore.

“Saya sendiri sudah sangat banyak memberikan usulan dan pokok-pokok pikiran kepada Pemko Medan. Alhamdulillah, lebih dari 70 persen usulan yang saya sampaikan telah ditindaklanjuti dengan baik oleh Pemko Medan,” ucap Mulia dalam kegiatan yang turut dihadiri perwakilan Kecamatan Medan Selayang, Kelurahan Tanjungsari, Dinas SDABMBK Medan, Dinas sosial Medan, sejumlah OPD lainnya, serta BPJS Kesehatan Kota Medan tersebut.

Sebagai contoh, kata Mulia, dirinya cukup sering menyampaikan aspirasi warga terkait masalah penerangan jalan ke Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan yang kini bertugas untuk menangani masalah Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).

Hasilnya, seluruh aspirasi tersebut ditindaklanjuti dengan cepat oleh Dinas Perhubungan Kota Medan.

“Dinas Perhubungan selalu merespon dengan cepat masalah LPJU yang saya sampaikan. Bila bapak/ibu ada masalah LPJU di wilayah tempat tinggalnya, silakan sampaikan ke saya agar saya teruskan ke Dishub Medan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Mulia juga menjelaskan sejumlah program bantuan sosial yang telah disiapkan Pemko Medan di tahun 2024. Mulai dari bantuan dibidang kesehatan, pendidikan, UMKM, dan masih banyak bantuan lainnya.

“Bahkan di tahun 2024 ini, Pemko Medan akan memberikan bantuan pendidikan kepada 20 ribu siswa SD dan 20 ribu siswa SMP. Bantuannya tak hanya sekedar sekolah gratis, tapi juga mendapat seragam dan tas gratis,” katanya.

Tak sampai disitu, Mulia juga menyebutkan adanya program bantuan untuk anak putus sekolah di Kota Medan karena ketiadaan hingga tingkat SMP sederajat.

“Jadi bila ada anak atau saudara ataupun tetangga bapak/ibu yang anaknya putus sekolah karena terkendala biaya, sampaikan ke kita atau pihak kelurahan agar dapat diurus ke Dinas Pendidikan (dan Kebudayaan) Kota Medan. DPRD Medan sudah menyiapkan anggarannya di 2024 ini. Jadi mulai saat ini, tidak boleh ada lagi anak putus sekolah karena ketiadaan biaya di Kota Medan,” ungkapnya.

Masih pada kesempatan itu, Mulia juga menerima banyak aspirasi dari warga Kelurahan Tanjungsari. Yang paling dominan, Mulia banyak menerima keluhan terkait masalah banjir yang kerap melanda permukiman warga saat dilanda hujan.

“Aspirasi bapak/ibu ini akan saya tindaklanjuti ke OPD terkait. Khususnya masalah fungsi drainase yang kerap menjadi pemicu terjadinya banjir di lingkungan permukiman warga, kita akan minta untuk dapat dituntaskan di tahun ini,” pungkasnya. (map)