27 C
Medan
Tuesday, April 14, 2026
Home Blog Page 861

Panitia Natal Oikumene Deliserdang Berbagi di Panti Asuhan

AKSI PEDULI: Panitia Natal Oikumene Deliserdang menyakurkan tali kasih ke berbagai Panti Asuhan untuk menyemarakkan suasana Natal tahun 2023.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Panitia Natal Oikumene Deliserdang melakukan kunjungan kasih ke berbagai Panti Asuhan untuk menyemarakkan suasana Natal tahun 2023. Kunjungan kasih dengan membawa berbagai sembako diharap dapat membantu atau meringankan beban semua penghuni panti yang dikunjungi.

“Kita sengaja kunjungan kasih ke berbagai Panti Asuhan baik yang dikelola saudara kita yang muslim juga yang Nasrani. Tujuannya adalah bahwa Natal hendaklah berbagi kasih. Jadi sembako yang kita berikan kiranya bermanfaat bagi saudara yang tinggal di panti tersebut,” kata Ketua Umum Panitia Natal Oikumene Deliserdang, Janso Sipahutar saat memimpin Tim 1 penyerahan sembako di Panti Asuhan Al Washliyah, Lubukpakam, Selasa (5/12).

Tim 1 terdiri dari Camat Lubukpakam Syahdin Setia Budi Pane kemudian diikuti panitia yaitu Pdt Andrew M Sibarani STh Kordinator Seksi Kerohanian Natal Oikumene Deliserdang, Rivan Silaen dari Dinas LH Deliserdang, Vini Dwi dari Bappeda Deliserdang dan Meyanto Sagala Kabag Tapem Setdakab Deliserdang.

Sementara Tim 2 dipimpin Kadis Perindustrian dan Perdagangan Deliserdang, Putra Jaya Manalu berbagi kasih ke Panti Asuhan Yayasan Anugrah Terindah di Desa Pasar 6 Kualanamu, Beringin. Panitia yang mendampingi yaitu Pdt Besli Situmorang, Rita Ulina br Ginting (Dinas LH) dan Selly Sihombing

Tim 3 mengunjungi Yayasan Pemulihan Kasih Bangsa, Desa Tanah Abang, Galang yang dipimpin Sekretaris Dewan DPRD Deliserdang Binsar TH Sitanggang. Dengan tim yang mendampingi yaitu Petrus Barus (Sekretaris Dinas Sosial), Tio Tampubolon (Dinas Perikanan) dan Yustina Marbun.

Kemudian Tim 4 dipimpin Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Deliserdang, Remus H Pardede mengunjungi Panti Jompo Werda di Galang. Tim yang mendampingi yaitu Saur Pangaribuan (Sekretaris Dinas LH) lalu Sipayung, Pasti Purba dan Tiodora Pasaribu.

Terakhir Tim 5 dipimpin Kadis Perhubungan Deliserdang Suryadi Aritonang mengunjungi Yayasan HIV di Pancurbatu. Dengan timnya yaitu Camat Pancurbatu Sandra Dewi Situmorang (Sekum Panitia Natal Oikumene Deliserdang), Sekcam Pancurbatu dan Cristian Simanjuntak.

Diketahui sembako yang diberikan berupa beras 90 kg, kacang hijau 20 kg, minyak 1 kotak, Gula 10 kg dan telur 10 papan.

Perayaan Natal Oikumene Kabupaten Deliserdang dan Festival Paduan Suara Gerejawi (FPSG) ke-43 akan dilaksanakan pada Sabtu (9/12) mulai pukul 12.00 WIB di Convention Hall, Lubukpakam. Dengan dimeriahkan artis Osen Hutasoit dan Roison Surbakti, Permata Trio dan Duo Mokmok.(btr/han)

Lomba Desa Percontohan Tingkat Kabupaten Ciptakan Desa Indah Bersih, Teratur dan Nyaman

ist/ SUMUT POS SERAHKAN: Wabup Karo menyerahkan hadiah lomba Desa Percontohan tingkat kabupaten.

KARO, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting bersama Ketua TP PKK Kabupaten Karo, Vera Rika Theopilus Ginting menyerahkan hadiah lomba Desa Percontohan pelaksana sepuluh program pokok PKK tingkat kabupaten di aula kantor Bupati Karo, Rabu (29/11).

Setelah melakukan validasi administrasi dan verifikasi lapangan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan, tim penilai memutuskan dan menetapkan pemenang lomba desa percontohan pelaksana 10 program pokok PKK tingkat Kabupaten Karo.

Adapun desa pemenang di antaranya Desa Sugihen, Kecamatan Dolat Rakyat meraih juara 1, Desa Tanjung Merawa, Kecamatan Tiganderket meraih juara 2 dan Desa Pertumbungen, Kecamatan Munte sebagai juara 3 serta Harapan Pertama Desa Merdeka, Kecamatan Merdeka, Harapan Kedua Desa Lau Gumba, Kecamatan Berastagi dan Harapan Ketiga Desa Simpang Pergendangen, Kecamatan Tigabinanga.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting mengapresiasi semua pihak yang telah mengambil bagian dan bekerjasama dalam kegiatan lomba dan berharap tetap konsisten dan berkelanjutan dalam membenahi desa.

“Kita semua berharap agar kegiatan ini dapat menstimulus pihak desa tetap berupaya menciptakan desa yang bersih, indah, teratur dan nyaman bagi setiap warganya, bahkan bagi orang yang berkunjung. Kami juga berharap agar tanpa event lomba pun, pihak kecamatan dan pihak desa tetap konsisten dan berkelanjutan dalam membenahi desa kita,” ucap wabup.

Ketua TP PKK Kab.Karo Vera Rika Theopilus Ginting juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Karo selaku Ketua Pembina TP PKK Kabupaten Karo dan Wakil Bupati Karo yang telah mendukung, memfasilitasi dan memotivasi semua pihak, khususnya masyarakat desa sehingga kemenangan ini bisa tercapai.

“Semua ini dapat kita capai karena adanya kesatuan gerak dari kita semua, baik dari Pemkab Karo dan seluruh jajarannya, para OPD dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Karo, begitu juga upaya yang cukup gigih dari kecamatan dan khususnya desa,” ujarnya.

Penyerahan hadiah ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab.Karo, Data Martina Ginting, AP, M.Si, Pengurus TP PKK Kab.Karo, Kecamatan dan Desa, Para Camat serta Kepala Desa yang hadir. (deo/han)

Ketua PN Kabanjahe Pindah ke Karanganyer

BEKA BULUH: Wakil Bupati Karo memakaikan kain beka buluh (kain khas Suku Karo) ke pundak Ketua PN Kabanjahe yang pindah ke PN Karanganyar. SOLIDEO/SUMUT POS.

KARO, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting menghadiri acara izin dan pamit Ketua Pengadilan Negeri Kabanjahe yang digelar di Aula Kantor Pengadilan Negeri Kabanjahe, pekan kemarin.

Dalam acara ini Ketua Pengadilan Negeri Kabanjahe Nasri, SH,MH mohon izin dan pamit dikarenakan akan menjalankan tugas di tempat yang baru menjadi Ketua Pengadilan Negeri Karanganyar.

Dalam kesempatan tersebut juga Sanjaya Sembiring, SH, MH juga berpamitan untuk menjalankan tugas di tempat yang baru menjadi Hakim Pengadilan Negeri Karanganyar. Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting bersama dengan unsur Forkopimda Kabupaten Karo menyampaikan ucapan terimkasih sebesar-besarnya atas dedikasi Nasri dan Sanjaya Sembiring selama bertugas di Kabupaten Karo.

“Kami berterima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini. Kita patut mensyukuri dan nikmati kiranya apa yang selama ini menjadi pengalaman dan kenangan di Kabupaten Karo dapat kita jadikan pembelajaran. Dan kami mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekhilafan selama kita menjalankan tugas dan semoga nantinya dalam keadaan sehat dan sukses selalu di tempat tugasnya yang baru,” ucapnya.

Pisah sambut tersebut ditutup dengan pemberian cinderamata dari Wakil Bupati Karo dan unsur Forkopimda Kabupaten Karo serta tamu undangan lainnya kepada Nasri dan Sanjaya Sembiring.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Ketua DPRD Kab.Karo, Iriani Tarigan, Kepala Kejaksaan Negeri Kabanjahe, Tri Sutrisno, S.H.,M.H, Dandim 0205/TK, Letkol. Inf. Ahmad Afriyan Rangkuti, mewakili Danyon 125/Simbisa, mewakili Kapolres Tanah Karo serta tamu undangan lainnya. (deo/han)

Percepatan Penurunan Stunting, Pemkab Toba Gelar Pembinaan Bina Keluarga Balita

SAMBUTAN: Bupati Toba Poltak Sitorus, sampaikan sambutan pada palksanaan Pembinaan Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Balita Bersinergi dengan PAUD di Aula SMK Negeri 1 Laguboti, Kecamatan Laguboti, Senin (4/12).Istimewa.

TOBA, SUMUTPOS.CO – Kejar target penurunan angka stunting, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Toba melaksanakan Pembinaan Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) yang bersinergi dengan PAUD di Aula SMK Negeri 1 Laguboti, Kecamatan Laguboti, Senin (4/12) lalu.

Bupati Toba Poltak Sitorus, yang hadir membuka kegiatan, menyoroti masih tingginya angka prevalensi stunting Kabupaten Toba. “Angka prevalensi stunting kita (Toba) masih di angka 7,35 persen. Dengan masih tingginya angka ini, usaha mewujudkan SDM unggul di Toba, sulit kita capai,” ungkap Poltak.

Karena itu, Poltak mengatakan, kegiatan lintas sektor seperti ini sangat baik dalam percepatan penurunan stunting. Kepada peserta kegiatan, dia pun menyampaikan tips mengasuh balita, yang sejalan dengan usaha penurunan stunting. Poltak menekankan pentingnya memberikan makanan bergizi kepada anak. Dan orang tua berperan menentukan makanan yang boleh dikonsumsi anak.

“Berikan makanan bergizi. Jangan biarkan anak memilih makanannya, karena mereka tidak tahu kandungan gizinya. Orang tua yang mengerti,” jelasnya.

Selanjutnya, dia mengimbau agar orang tua mendorong balita melakukan kegiatan fisik, untuk pertumbuhan dan perkembangannya. “Berikan juga kasih sayang dan perhatian dengan meluangkan waktu bermain dengan anak,” harap Poltak.

Selanjutnya, menurut Poltak, perlu menerapkan disiplin yang positif, membangun rutinitas yang konsisten, serta mengajarkan nilai-nilai moral yang baik. Selain itu, perlu membatasi paparan media dan mengajak anak melakukan interaksi sosial dengan lingkungan luar. “Ajak anak berinteraksi dengan lingkungan sekitar, jangan asyik dengan televisi dan gadget,” imbaunya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PPKB, dr Juliwan Hutapea menuturkan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam upaya percepatan penurunan stunting di desa, dan penguatan kolaborasi serta sinergi lintas sektor.

Pada kesempatan ini, diserahkan BKB Kit Stunting untuk 20 desa. Kit stunting di antaranya terdiri dari alat permainan edukatif, buku bahan penyuluhan, dan media penyuluhan bagi orang tua. (*/mag-10/saz)

Pemkab Dairi Gelar Safari Diakonia Natal

SAFARI DIAKONIA NATAL: Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu memimpin Safari Diakonia Natal Pemkab Dairi di Gereja HKI Pansuran, Kelurahan Bintang Hulu, Kecamatan Sidikalang, Senin (4/12).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemkab Dairi menggelar Safari Diakonia Natal 2023. Safari ini dipimpin langsung Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu di Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) Pansuran, Kelurahan Bintang Hulu, Kecamatan Sidikalang, Senin (4/12) lalu.

Adapun hari pertama Safari Diakonia Natal 2023 dimulai di Kecamatan Sidikalang. Acara diawali Christmas Carol dengan pemberian bingkisan Natal oleh Eddy, didampingi Ketua TP PKK Dairi Romy Mariani Simarmata. Bingkisan diprioritaskan bagi warga lanjut usia (lansia).

Kebaktian Diakonia Natal dipimpin Pendeta Saroha Bintang. Dalam kotbahnya dikutip dari Injil Lukas Pasal 2 Ayat 14, berbunyi, ‘Kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera di bumi’. Secara garis besar disampaikan, kemuliaan Tuhan sudah digenapi dan nyata dalam kehidupan manusia. Dia mencontohkan, Yusuf dan Maria, telah dipakai Allah menyatakan kemuliaan-Nya.

“Karunia yang kita terima akan menjadikan kita semakin kokoh dan memuliakan nama Tuhan. Jadi jangan pernah mundur dari tantangan hidupmu, karena Tuhan sedang menyatakan kemuliaan-Nya dalam hidupmu,” ungkap Saroha.

Safari Diakonia Natal 2023 diisi berbagai kegiatan lain, seperti pemeriksaan kesehatan, penyerahan administrasi kependudukan, pemberian bantuan sosial, dan penyerahan alat pertanian. Eddy pun mengaku bahagia, bisa kembali menyapa warga lewat Safari Diakonia Natal tahun ini, dan mendapat sambutan hangat warga.

“Sambutan hangat ini menjadi tanda optimisme Natal yang segera tiba. Kita berdoa, Diakonia Natal membawa kedamaian, kesejahteraan, serta semangat baru,” harap Eddy.

Eddy juga mengatakan, Safari Diakonia Natal 2023 hadir untuk langsung menyapa dan menyentuh masyarakat, dan masuk ke rumah warga serta menyampaikan suka cita Natal.“Kiranya damai suka cita Natal menyertai semua masyarakat Dairi yang merayakannya,” harapnya. (rud/saz)

Merawat Demokrasi, Aktivis 98 Tolak Politik Dinasti

Dari kiri: Moderator Shandy Saraqi (kaca mata), Aktivis 98 M Taufik Umar Dani Harahap dan Sekretaris Umum GMNI Cabang Medan Ramot Josua Simarmata.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aktivis 98 M Taufik Umar Dani Harahap menilai dinasti politik menjadi persoalan ketika dinasti politik tersebut membajak dan membonsai demokrasi, khususnya untuk negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Bukan hanya itu saja, politik dinasti saat berkuasa dan untuk mempertahankan kekuasaannya memberlakukan aturan main tertutup atau close game,” jelasnya dalam kegiatan Democration Talk, Kaum Milenial: Merawat Demokrasi, Menolak “Politik Dinasti” di Qahwa Coffee Shop and Entertain Jalan Durung, Kecamtan Medan Tembung, Selasa (5/12) sore.

Taufik menuturkan, Politik dinasti perlu dicurigai. Biasanya mereka yang melakukan politik dinasti itu korupsi. Karena itu perampokan aset negara.

Lebih lanjut, Taufik juga bilang, demokrasi merupakan sistim memberlakukan dan membuat sistim yang sesuai kompetensinya dan bukan didesain tiba-tiba. Ini terjadi pada masa pemerintahan Presiden Jokowi.

Anaknya, Gibran Rakabuming terjun ke dunia politik, menjadi Walikota Solo, kini Cawapresnya Prabowo Subianto. Menantunya, Bobby Nasution, adalah Walikota Medan.

Lalu adik Ipar Presiden Jokowi adalah Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman, yang meloloskan sebagian gugatan batas usia capres-cawapres.

“Kita punya penduduk sebanyak 278 juta jiwa, 17 ribu pulau di Indonesia. Itu artinya mengurus Indonesia yang besar memerlukan otak, kematangan dan prestasi. Namun, dalam politik dinasti pasti mengabaikan itu,” tegasnya.

Menurutnya, banyak kasus di Indonesia, karena demokrasi elektoral hanya sekedar formalitas. Hal itu terjadi karena semua kekuatan politik dikendalikan, media massa dilemahkan, dan civil society dikooptasi. Politik dinasti juga menguasai sumber daya ekonomi dan bahkan koruptif.

“Kalau di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, tidak menunjukkan hal yang positif. Itu karena prosesnya membajak demokrasi dan ketika berkuasa mereka koruptif,” tuturnya.

Taufik menyebutkan negara-negara maju juga ada politik dinasti yang melalui proses sesuai dengan prosedur demokrasi.

Tidak ujung-ujung berkuasa, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui melalui pengkaderan dan rekrutmen politik yang sama seperti kader yang lain.

“Mereka juga memiliki kualifikasi dan kapasitas yang baik sehingga ketika berkuasa juga berhasil dengan baik, tidak koruptif. Jika gagal, publik tidak akan memilihnya kembali, ada punishment,” ungkapnya.

Taufik juga menilai jika kondisi politik dinasti berlanjut, bukan tidak mungkin demokrasi akan meradang.

“Untuk proyeksi ke depan, jika politik dinasti tetap bercokol dan menang dalam pemilu, demokrasi Indonesia akan terancam. Sekarang saja demokrasi Indonesia mengalami kemunduran, apalagi nanti jika yang berkuasa dinasti politik,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum GMNI Cabang Medan Ramot Josua Simarmata menuturkan, berpolitik itu punya etika. Namun, hal ini malah sedang dipertontonkan di seluruh Indonesia.

“Kita sepakat untuk menolak politik dinasti. Presiden Jokowi tidak patut membuat semuanya itu dengan merubah undang-undang hanya untuk kepuasaan nafsu belaka,” bebernya.

Ramot juga berharap konstitusi harus dijaga baik secara umum maupun pribadi. Jika tidak, banyak hal-hal yang tak diinginkan bakal terjadi di masa mendatang.

“Kita akan mengawal konstitusi agar tidak terjadi hal-hal seperti ini lagi. Kalau tidak, kita tidak tahu bakal gimana memperbaikinya nanti,” tukasnya.

Kegiatan Democration Talk, Kaum Milenial: Merawat Demokrasi, Menolak “Politik Dinasti” ini dihadiri ratusan mahasiswa dari UINSU (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Unimed dan Universitas Medan Area (UMA). (rel/tri)