31 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 87

Jelang Nataru Gelar Pasar Murah, Rico Waas Minta Stok Bahan Pokok Tersedia

PEMBUKAAN PASAR MURAH: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka Pasar Murah dalam rangka menyambut Nataru yang digelar Pemko Medan di Halaman Gereja GKPI Jemaat Khusus Sidorame, Jalan Pelita II, Medan Perjuangan, Rabu (10/12).
PEMBUKAAN PASAR MURAH: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka Pasar Murah dalam rangka menyambut Nataru yang digelar Pemko Medan di Halaman Gereja GKPI Jemaat Khusus Sidorame, Jalan Pelita II, Medan Perjuangan, Rabu (10/12).

SUMUTPOS.CO – Pasar murah dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Medan resmi dibuka Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Halaman Gereja GKPI Jemaat Khusus Sidorame, Jalan Pelita II, Medan Perjuangan, Rabu (10/12/25) kemarin.

Pada pasar murah yang digelar di 53 titik dan tersebar di 21 Kecamatan ini terdapat 8 jenis produk bahan pokok. Kehadiran pasar murah ini merupakan komitmen Pemko Medan untuk membantu masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru, di mana harga bahkan pokok cenderung naik.

Dalam sambutannya Wali Kota Medan Rico Waas, menyampaikan menuju akhir tahun sering terjadi lonjakan harga baik itu di pasar tradisional maupun di supermarket. Seperti saat dirinya mengunjungi pasar Pringgan kemarin, beberapa harga kebutuhan pokok ada sedikit kenaikan. Kondisi kenaikan harga ini menjadi salah satu yang menyebabkan inflasi.

“Maka dari itu Pemko Medan menggelar pasar murah jelang Natal dan tahun baru. Dengan tujuan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang terjangkau”, kata Rico Waas.

Menurut Rico Waas pasar murah ini merupakan bentuk komitmen Pemko Medan ingin membantu masyarakat dengan menyediakan bahan pokok dengan harga yang lebih murah dan terjangkau sehingga mereka dapat menghemat pengeluaran.

“Pasar murah ini komitmen Pemko Medan untuk membantu masyarakat dalam menyambut Natal dan tahun baru. Setidaknya ini bisa meringankan biaya yang dikeluarkan masyarakat”, jelas Rico Waas.

Selama berlangsungnya pasar murah, Rico Waas menegaskan agar stok bahan pokok yang dijual di pasar murah harus selalu tersedia. Karena nantinya akan banyak masyarakat yang membeli bahan pokok di pasar murah dengan harga yang telah disubsidi.

“Saya minta stok bahan pokok di Pasar Murah diperhatikan. Jangan setelah launching tiba-tiba kehabisan atau kosong stoknya. Pantau terus selama pelaksanaan pasar murah “, tegas Rico Waas.

Dalam kesempatan ini, Rico Waas juga memberikan bantuan peralatan sejumlah 122 unit (16 jenis) secara simbolis kepada 60 kelompok usaha bersama & koperasi binaan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag).

“Saya berharap bahwa bantuan ini dapat membantu meningkatkan usaha masyarakat dan meningkatkan kualitas kehidupan pelaku usaha,” ucap Rico Waas.

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Koperasi UKM Perindag Kota Medan, Citra Effendi Capah menjelaskan pasar murah Natal dan tahun Baru ini digelar untuk mengendalikan inflasi daerah dan mendorong terciptanya stabilisasi harga serta meningkatkan daya beli masyarakat kelompok ekonomi menengah ke bawah terhadap pemenuhan kebutuhan pokok.

“Pasar murah ini dilaksanakan di 53 titik/lokasi yang tersebar di 21 kecamatan yang ada di Kota Medan.
Pasar murah ini berlangsung selama 10 hari dari tanggal 10 hingga 20 Desember.
Ada 8 jenis produk yang dijual yaitu beras kualitas medium, gula pasir, telur, tepung terigu, kacang kupas, margarine, minyak goreng dan sirup-sirup”, jelasnya.

Adapun harga kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah setelah disubsidi diantaranya beras Rp12.500 kilogram (kg), gula pasir Rp14.000 per kg, telur Rp1.550 per butir, tepung terigu Rp11.800 per kg, kacang tanah kupas, Rp31.300 per kg, minyak sania Rp17.800 per kg, dan margarin Rp4.900 per bungkus, serta sirup Rasberry, Rp18.667 per botol. (map/azw)

Di Sidang Paripurna DPD RI, Penrad Siagian Desak Hentikan Operasi Korporasi Perusak Lingkungan

JAKARTA, SumutPos.co– Anggota DPD RI Pdt Penrad Siagian menolak narasi yang hanya menyalahkan Siklon Tropis pada bencana alam yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera. Ia menegaskan, bencana ini harus dilihat sebagai bencana akibat kebijakan yang salah di sektor kehutanan, perkebunan, pertambangan, dan perizinan.

“Saya melihat ada penggiringan bahwasanya ini akibat Siklon Tropis yang memicu ini semua. Saya ingin mengatakan, kalau ini (Siklon Tropis) terjadi atau masuk ke Indonesia 50 tahun yang lalu, saya tidak akan membayangkan kerusakan dan dampaknya itu seperti sekarang. Karena sekitar 50 tahun yang lalu, hutan-hutan masih cukup terjaga dan masih cukup besar,” kata Penrad dalam Sidang Paripurna ke-5 Masa Sidang II Tahun Sidang 2025-2026 yang digelar Rabu (10/12/2025),

Karena itu, Penrad menilai, ini harus dilihat sebagai bencana akibat sebuah kebijakan. “Bencana yang sedang dihadapi Sumut, Aceh, dan Sumbar, adalah akibat kebijakan yang salah. Karena itu saya mendesak melalui sidang yang terhormat ini, agar DPD RI mengambil inisiasi untuk mengevaluasi berbagai regulasi-regulasi terkait hal itu,” desaknya.

Berdasarkan pengamatannya selama hampir dua minggu di lapangan, ia melaporkan bahwa aktivitas korporasi di sektor-sektor tersebut masih berjalan, bahkan saat bencana berlangsung. Ia menyebut, truk-truk pengangkut kayu masih melintas di daerah bencana.

Penrad juga menyinggung akar penyebab bencana yang terjadi di Sumut, yang erat kaitannya dengan aktivitas pembabatan hutan oleh korporasi-korporasi di daerah hulu sehingga merusak aliran sungai.

“Saya berharap DPD RI sesegera mungkin, dalam tempo sesingkat-singkatnya, menginisiasi untuk menyampaikan segera agar operasi-operasi korporasi sektor-sektor tadi itu yang terbukti merusak ekologi dan menimbulkan konflik berkepanjangan dihentikan sampai dilakukan evaluasi menyeluruh,” tegasnya.

“Minimal di Sumut itu ada 18 korporasi yang bergerak di bidang perkebunan, hutan, tambang dll termasuk PT TPL, agar segera ditutup karena sektor ini ada di hulu-yang merusak aliran sungai,” imbuhnya.

Selain itu, Penrad juga menyampaikan laporan kritis dan sejumlah desakan terkait penanganan bencana yang melanda Sumut, Aceh, Sumbar. Menurut Penrad, setelah lebih dari dua minggu pasca-bencana, penanganan di lapangan masih dinilai sangat lambat, sporadik, dan tidak terkoordinasi.

“Saya perlu melaporkan dalam Paripurna yang terhormat ini, bahwasanya penanganan terhadap kedaruratan yang terjadi ini, saya melihat di lapangan secara langsung masih sangat lambat, sporadik, dan tidak terkoordinasi,” kata Penrad.

Ia menekankan, hingga mendekati minggu ketiga, masih banyak daerah dan desa terisolasi akibat jalan yang putus. “Sebenarnya kita punya banyak sumber daya, alat-alat berat, helikopter dan lainnya. Itu seharusnya bisa dipakai untuk memperbaiki jalan-jalan yang masih putus,” katanya.

Menurut Senator asal Sumut ini, akar lambatnya penanganan terletak pada belum ditetapkannya status bencana nasional oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Ia menegaskan, semua indikator dalam UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana telah terpenuhi, mulai dari jumlah korban, kerusakan infrastruktur, luas wilayah terdampak lintas provinsi, hingga kapasitas fiskal daerah yang terbatas.”Bayangkan, kabupaten/kota yang terdampak hanya punya dana sedikit di akhir tahun ini. Bagaimana mereka bisa menangani!” ujarnya.

Ia juga menyoroti kesenjangan pendanaan, di mana BNPB hanya mendapatkan pendanaan sebanyak Rp 491 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Sementara, perkiraan kerusakan fisik di tiga provinsi terdampak bencana, menurut lembaga seperti Celios, bisa mencapai Rp 75 triliun.

“Itu masih kerusakan fisik atau infrastruktur, belum lagi dinamika ekonomi jangka benah dari masyarakat terdampak yang kita tahu mencapai ratusan ribu hektare pertanian. Siapa yang menanggung itu,” tuturnya.

Tanpa status bencana nasional yang membuka akses pada sumber pendanaan khusus, Penrad pesimistis proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana akan berjalan baik..”Saya sangat mengharapkan DPD RI sebagai sebuah institusi mendesak dan mendorong pemerintah melalui presiden menetapkan ini menjadi status bencana nasional. Sehingga proses rekonstruksi rehabilitasi ke depan bisa dilakukan secara menyeluruh,” tegasnya. (adz)

Telkomsel Percepat Pemulihan Jaringan dan Salurkan Bantuan Sosial untuk Masyarakat Aceh Tamiang

Dalam situasi bencana, Telkomsel juga terus menjalankan peran sosialnya. Untuk membantu masyarakat terdampak, Telkomsel telah menyalurkan air bersih, pakaian layak pakai, dan sembako melalui posko-posko kemanusiaan dan pusat pengungsian, termasuk di wilayah Aceh Tamiang.
Dalam situasi bencana, Telkomsel juga terus menjalankan peran sosialnya. Untuk membantu masyarakat terdampak, Telkomsel telah menyalurkan air bersih, pakaian layak pakai, dan sembako melalui posko-posko kemanusiaan dan pusat pengungsian, termasuk di wilayah Aceh Tamiang.

Aceh Tamiang, SUMUTPO.CO – Telkomsel memastikan percepatan pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang pasca bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak akhir November lalu. Hingga saat ini, sebanyak 21 site Telkomsel di Aceh Tamiang telah berhasil dipulihkan, sementara 67 site lainnya tengah menjalani percepatan pemulihan secara bertahap. Selain itu, Telkomsel juga turut menyalurkan bantuan sosial di berbagai posko bencana yang ada di wiayah terdampak.

VP Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nugroho A. Wibowo, menjelaskan bahwa sebagian besar perangkat jaringan sebenarnya sudah kembali berfungsi, namun operasional site sangat bergantung pada ketersediaan pasokan listrik di lapangan. “Secara teknis, banyak perangkat jaringan yang sudah kami pulihkan dan siap beroperasi. Namun site baru dapat hidup sepenuhnya apabila pasokan catu daya memadai. Saat ini di beberapa titik, pasokan listrik masih belum stabil, sehingga mempengaruhi proses normalisasi layanan. Kami terus berkoordinasi dengan PLN, pemerintah daerah, dan mitra strategis agar pemulihan bisa dipercepat,” ujar Nugroho..

Selain pemulihan di Aceh Tamiang, Telkomsel juga terus mempercepat pemulihan jaringan di seluruh wilayah Provinsi Aceh. Hingga saat ini Telkomsel telah berhasil memulihkan sekitar 1500 site atau lebih dari 80% dari total site yang terdampak bencana di Aceh, dimana site tersebut juga membutuhkan dukungan suplai catu daya dari PLN. Upaya pemulihan di Provinsi Sumatera Utara juga terus berlangsung, di mana Telkomsel telah berhasil memulihkan 1030 site atau sekitar 97% dari total perangkat yang terdampak. Sementara itu, di wilayah provinsi Sumatera Barat sendiri Telkomsel telah berhasil memulihkan 98% site terdampak bencana.

Proses pemulihan ini dilakukan melalui berbagai langkah strategis, seperti:

  1. mobilisasi perangkat mobile BTS,
  2. penambahan genset untuk suplai catu daya,
  3. pengalihan rute backbone dan penguatan jalur transmisi,
  4. hingga peningkatan koordinasi dengan pemerintah daerah, dan mitra strategis lainnya di lapangan.

Dalam situasi bencana, Telkomsel juga terus menjalankan peran sosialnya. Untuk membantu masyarakat terdampak, Telkomsel telah menyalurkan air bersih, pakaian layak pakai, dan sembako melalui posko-posko kemanusiaan dan pusat pengungsian, termasuk di wilayah Aceh Tamiang.

“Kami memahami bahwa masa pemulihan adalah masa yang penuh tantangan. Telkomsel berkomitmen untuk terus bekerja keras agar layanan kembali normal, sembari memberikan dukungan kemanusiaan agar masyarakat dapat segera bangkit. Bersama-sama, kita akan melewati masa sulit ini dan kembali bangkit menatap masa depan dengan optimisme,” ujar Nugroho.(rel)

Ajak Semua Bersatu Tangani Bencana, M Nuh: Stop Saling Menyalahkan!

SAMBUTAN: Muhammad Nuh saat membuka Focus Group Discusion (FGD) yang digelar DPD RI Sumatera Utara di Aula DPD RI Sumatera Utara, Jalan Gajah Mada Medan, Jumat (12/12).
SAMBUTAN: Muhammad Nuh saat membuka Focus Group Discusion (FGD) yang digelar DPD RI Sumatera Utara di Aula DPD RI Sumatera Utara, Jalan Gajah Mada Medan, Jumat (12/12).

MEDAN, SumutPos.co- Anggota DPD RI KH Muhammad Nuh MSP mengajak semua elemen anak bangsa untuk bersatu, bekerjasama, dan saling bergandengan tangan dalam membantu saudara saudara kita yang terdampak banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

“Pendekatan kita tidak sedang mencari siapa yang salah, tapi dengan sumbang pemikiran terbaik agar bencana ini dapat segera teratasi,” ujar Muhammad Nuh saat membuka Focus Group Discusion (FGD) yang digelar DPD RI Sumatera Utara di Aula DPD RI Sumatera Utara, Jalan Gajah Mada Medan, Jumat (12/12/2025).

Ia juga tak mempermasalahkan mengenai status bencana saat ini harus dinaikkan menjadi status bencana nasional atau tidak. “Yang terpenting adalah, mari kita bersama-sama menanggulangi bencana ini,” ujar Nuh.

Ketua Persis Sumatera Utara ini juga memaparkan data yang ia miliki. Berdasarkan data terbaru yang ia dapatkan pada Jumat (12/12/2025) pagi jam 09.00 WIB, total meninggal dunia 990 jiwa, hilang 222 jiwa, luka-luka lebih dari 5.400 jiwa. Dengan rincian, Sumatera Utara meninggal dunia 342 jiwa, hilang 98 jiwa, Sumatera Barat meninggal dunia 240 jiwa, hilang 93 jiwa, dan Aceh meninggal dunia 407 jiwa, hilang: 31 jiwa.

Melihat data tersebut M Nuh mengajak para peserta FGD untuk selalu berbaik sangka kepada Allah SWT. “Kita wajib meyakini, seluruh peristiwa yang terjadi saat ini akan berbuah kebaikan,” sebutnya.

FGD ini mengangkat tema, “Literasi, Mitigasi dan Pemulihan Bencana di sumatera Utara”. Selain M Nuh, yang menjadi keynote speakers ada beberapa pakar seperti akademisi USU Drs Karyono, M.Si, MCE dan Perwakilan dari BMKG Wilayah 1 Indah Paramita.

FGD berlangsung dinamis dengan diselingi beberapa pertanyaan dari peserta. Adapaun peserta yang hadir yaitu perwakilan pengurus Muhammadiyah Sumatera Utara, PUI Sumatera Utara, PERSIS Sumatera Utara, MUI Sumatera Utara, DMI, FPRD, FOZ Sumatera Utara, Ayah Yatim Indonesia, Ikut Berbagi, Laz Persis dan yang menjadi spesial juga dihadiri oleh Baitul Maal dari Surbaya yaitu: Baitul Maal Ar Rahmah. (adz)

Pewarta Polrestabes Medan Jalankan Program Jumat Barokah

SEMBAKO: Pewarta Polrestabes Medan menggelar program rutin Jumat Barokah dengan membagikan sembako di Markas Besar Pewarta Polrestabes Medan, Jalan Bromo, Lorong Karya, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Jumat (12/12) siang.
SEMBAKO: Pewarta Polrestabes Medan menggelar program rutin Jumat Barokah dengan membagikan sembako di Markas Besar Pewarta Polrestabes Medan, Jalan Bromo, Lorong Karya, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Jumat (12/12) siang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan kembali menggelar program rutin Jum’at Barokah. Kegiatan yang digagas sebagai bentuk solidaritas antarjurnalis ini digelar di Markas Besar Pewarta Polrestabes Medan, Jalan Bromo, Lorong Karya, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Jumat (12/12) siang.

Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis SH, memimpin langsung kegiatan pembagian paket sembako kepada para pengurus dan anggota.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan wujud nyata kebersamaan dan kepedulian antarsesama pekerja media, terutama di masa sulit setelah musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara baru-baru ini.

“Semoga rekan-rekan Pewarta dapat terbantu dan semakin memperkuat komitmen untuk saling berbagi, minimal kepada warga di sekitar kita,” ujar Chairum Lubis.

Banjir yang terjadi beberapa waktu terakhir tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas jurnalis di lapangan. Sejumlah wartawan Pewarta Polrestabes Medan turut terdampak dan mengalami kerugian. Di tengah kondisi tersebut, solidaritas antar sesama pewarta kembali menjadi kekuatan yang mempererat hubungan sekaligus menjadi ruang penguatan mental bagi para jurnalis yang tetap harus menjalankan tugasnya di tengah bencana.

Kegiatan Jum’at Barokah kali ini tidak hanya diisi dengan penyaluran bantuan, tetapi juga sesi berbagi cerita dan pengalaman di antara wartawan. Momen tersebut menjadi ruang untuk saling menguatkan, membahas tantangan liputan pascabanjir, sekaligus merawat rasa kebersamaan dalam komunitas jurnalistik.

Pada kesempatan itu, Chairum Lubis juga memohon doa dari seluruh rekan untuk proses pemulihan kesehatan dirinya yang kini menunjukkan perkembangan positif. Ia turut memberikan apresiasi kepada seluruh wartawan yang tetap konsisten menjalankan tugas jurnalistik meski menghadapi berbagai hambatan.

“Semangat rekan-rekan adalah energi bagi kita semua. Kita saling menguatkan agar tetap profesional, tetap peduli, dan terus membawa manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Program Jum’at Barokah menjadi simbol bahwa profesi jurnalis tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga membangun solidaritas sosial, terutama ketika bencana melanda. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari kontribusi nyata Pewarta Polrestabes Medan bagi masyarakat dan komunitas pers di Sumatera Utara. (azw)

Bupati Karo Lauching Mal Pelayanan Publik Digital

LAUCHING: Bupati Karo melaunching mal pelayanan publik digital.
LAUCHING: Bupati Karo melaunching mal pelayanan publik digital.

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemkab Karo meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) Digital Karo. Hal ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat transformasi digital di sektor pelayanan publik, Rabu (10/12).

Peresmian yang dipusatkan di Pendopo Kabupaten Karo ini menjadi momentum penting dalam upaya menghadirkan layanan yang cepat, mudah, terjangkau, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Karo Antonius Ginting menyampaikan bahwa MPP Digital Karo merupakan bentuk integrasi berbagai layanan yang diberikan oleh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, hingga pihak swasta ke dalam satu sistem terpadu berbasis teknologi informasi.

Dengan hadirnya konsep digital ini, masyarakat dapat mengakses layanan administrasi kependudukan, perizinan, perpajakan daerah, dan berbagai layanan publik lainnya secara lebih efektif dan efisien.

Bupati Karo menjelaskan bahwa program MPP Digital Karo dirancang untuk mendukung pola layanan “one day service”, sehingga sejumlah jenis layanan dapat diselesaikan dalam satu hari kerja.

Digitalisasi data dan proses ini diharapkan mampu menciptakan pelayanan yang lebih responsif, inklusif, transparan, serta meningkatkan daya saing dan kemudahan berusaha di Kabupaten Karo.

Bupati Karo menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, serta mitra layanan yang telah berkolaborasi dalam mewujudkan MPP Digital Karo.

Menurutnya, teknologi hanyalah alat pendukung, sehingga peningkatan kompetensi aparatur, penguatan integritas, dan semangat melayani tetap menjadi kunci terwujudnya birokrasi yang bersih dan profesional.

Dengan mulai beroperasinya Mal Pelayanan Publik (MPP) Digital Karo, pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal. Pemkab Karo berharap keberadaan MPP Digital ini mampu menjadi wujud nyata perubahan tata kelola pelayanan publik yang modern, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dalam rangkaian acara Bupati Karo,  juga menyerahkan secara simbolis  kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan Rentan Dana Bagi Hasil Sawit kepada masyarakat Kecamatan Mardingding dan Kecamatan Laubaleng.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, S.P,  Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP, MM, Staf Ahli Bupati,  para Kepala OPD, Instansi Vertikal, Camat se-Kabupaten Karo, serta Pelaku Usaha dan Masyarakat. (deo/ila)

Siantar Marihat Meriahkan Gebyar Lansia 2025

PEMERIKSAAN: Para lansia melakukan pemeriksaan kesehatan di acara Gebyar Lansia
PEMERIKSAAN: Para lansia melakukan pemeriksaan kesehatan di acara Gebyar Lansia

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Suasana penuh kehangatan dan keceriaan menyelimuti Lapangan Farel Pasaribu, Jalan Farel Pasaribu Kelurahan Suka Maju, Rabu (10/12/2025) pagi. Ratusan lanjut usia (lansia) dari Kecamatan Siantar Marihat mengikuti Gebyar Lansia 2025 yang digelar Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui kecamatan setempat.

Acara yang mengangkat tagline “Lansia Tangguh, Sehat, Bugar, Produktif, dan Bahagia” ini menjadi momentum istimewa bagi para lansia untuk berkegiatan bersama sambil mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Muhammad Hamdani Lubis, dalam sambutannya menyampaikan bahwa para lansia merupakan aset dan sumber kebijaksanaan yang tak ternilai bagi kota dan generasi muda. “Para lansia bukan sekadar kelompok usia, tetapi sumber pengalaman, keteladanan, dan kebijaksanaan yang sangat berharga bagi generasi penerus,” ujarnya.

Hamdani menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud penghormatan Pemko Pematangsiantar terhadap para lansia yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan kota. Melalui gebyar ini, pemerintah berharap para lansia dapat terus aktif, sehat, dan bahagia melalui kegiatan positif seperti senam sehat, pemeriksaan kesehatan, dan hiburan.

Sementara itu, Camat Siantar Marihat, Pedi Arianto Sitopu, menyampaikan bahwa kegiatan ini didukung penuh tiga puskesmas di wilayahnya, yakni Puskesmas Parsoburan, Pardamean, dan BP Nauli, yang membuka layanan cek kesehatan gratis bagi seluruh peserta.

“Gebyar Lansia ini diikuti sekitar 250 peserta dari tujuh kelurahan. Meski sebenarnya ada lebih dari 600 lansia di kecamatan kami, karena keterbatasan belum semuanya bisa terlibat. Tahun depan kita upayakan untuk mencakup seluruhnya,” tutur Pedi.

Pedi mengapresiasi seluruh pihak yang turut berkontribusi sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan meriah. Ratusan lansia tampak antusias mengikuti serangkaian kegiatan, mulai dari senam massal, pemeriksaan kesehatan, hingga hiburan yang menambah semangat dan kebahagiaan mereka.

Dengan kehadiran acara ini, Pemerintah Kota Pematangsiantar berharap dapat terus mewujudkan lingkungan yang ramah lansia serta mendorong para orang tua untuk tetap bugar, produktif, dan menjalani masa senjanya dengan penuh kebahagiaan. (pra/ila)

Bupati Hadiri Natal Bersama

HADIR: Bupati Karo dan Forkopimda menghadiri natal bersama di lingkungan Pemkab Karo.
HADIR: Bupati Karo dan Forkopimda menghadiri natal bersama di lingkungan Pemkab Karo.

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemkab Karo menggelar Natal Bersama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karo Tahun 2025 di Sinabung Hills International Hotel. Acara ini dihadiri oleh Bupati Karo Antonius Ginting, Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Gelora Kurnia Putra Ginting dan jajaran Forkopimda Kabupaten Karo serta Pdt. Jefri Alexander Keliat, M.Fil sebagai pembawa firman.

Dalam sambutannya, Bupati Karo menyampaikan bahwa Natal adalah peringatan lahirnya Sang Juru Selamat Yesus Kristus, yang membawa kasih dan keselamatan bagi umat manusia. “Tema Natal tahun ini, Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga (Matius 1:21-24) menekankan kembali makna kehadiran Yesus Kristus di tengah kehidupan manusia sebagai bentuk nyata kasih Allah yang memulihkan dan menyelamatkan setiap keluarga,” ujar Bupati Karo.

Bupati Karo juga mengajak umat Kristiani untuk menjadikan keluarga sebagai cermin kasih Allah di dunia, dengan memprioritaskan kebersamaan, saling mengampuni, dan mempertegu komitmen untuk hidup rukun. Perayaan Natal Bersama ini juga merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Karo untuk meningkatkan kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Kabupaten Karo.

“Perayaan Natal ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan iman kita. Semoga dengan perayaan Natal tahun ini, kita semakin beriman mengalami kehadiran Allah yang menyelamatkan kita,” kata Bupati Karo.

Perayaan Natal Bersama ini diisi dengan ibadah, perayaan, dan persembahan pujian serta menjadi kesempatan bagi Pemerintah dan Forkopimda Karo untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan iman. Acara ini berlangsung dengan khidmat dan meriah, serta menjadi bukti nyata kehadiran Allah dalam keluarga.

Turut hadir dalam acara tersebut juga Anggota DPRD Kabupaten Karo, para Staf Ahli Bupati, Asisten Setda Kabupaten Karo, Kepala OPD, para Camat se-Kabupaten Karo, Ketua TP PKK Kabupaten Karo, Ketua DWP Kabupaten Karo serta seluruh umat kristiani di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karo. (deo/ila)