Home Blog Page 88

Kasus DJKA Sumut, Pakar Soroti Independensi dan Netralitas Hakim

MEDAN, SumutPos.co – Pendiri Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI) Saiful Anam mengingatkan pentingnya menjaga independensi dan netralitas hakim dalam perkara kasus dugaan korupsi proyek Direktorat Jendral Perkeretaapian (DJKA) Sumatera Utara.

“Keterlibatan politik dalam ruang sidang sangat berbahaya karena dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan,” kata Saiful Anam kepada wartawan, Minggu (12/4/2026).

Hal ini menyusul adanya keterangan dari salah satu terdakwa yang meyebut adanya dugaan aliran dana korupsi untuk kepentingan politik, termasuk Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumut. Anam menekankan bahwa hakim harus teguh pada objetivitas dan independensi hakim adalah pilar utama dalam menegakkan keadilan.

Sudah seharusnya, hakim tidak boleh berpihak kepada siapa pun, apalagi terlibat dalam kepentingan politik yang dapat mencederai proses hukum. Sebab, kata Anam, jika hakim gagal menjaga netralitas dan justru terlihat memihak, maka publik tidak hanya akan meragukan putusan yang dihasilkan, tetapi juga dapat kehilangan kepercayaan terhadap institusi peradilan secara keseluruhan.

“Dalam kondisi seperti ini, bukan tidak mungkin masyarakat akan menghakimi hakim secara moral, karena dianggap tidak menjalankan amanah dengan benar,” ujar Anam.

Oleh karenanya, sambung Anam, hakim harus menjaga jarak dari segala bentuk kepentingan, termasuk politik, serta tetap berpegang teguh pada kode etik dan prinsip keadilan. Dengan begitu kepercayaan publik dapat tetap terjaga dan hukum benar-benar menjadi panglima dalam setiap proses peradilan. (adz)

Vihara Candi Buddha Salurkan 500 Paket Sembako

SALURKAN: Pengurus Vihara Candi Buddha menyalurkan paket sembako kepada masyarakat dalam kegiatan bakti sosial rangkaian HUT Dewi Kwan Im di Jalan HM Said, Medan, Minggu (12/4).
SALURKAN: Pengurus Vihara Candi Buddha menyalurkan paket sembako kepada masyarakat dalam kegiatan bakti sosial rangkaian HUT Dewi Kwan Im di Jalan HM Said, Medan, Minggu (12/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Pengurus Vihara Candi Buddha menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) di Halaman Vihara Candi Buddha di Jalan HM Said, Kota Medan, Minggu (12/4) siang.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewi Kwan Im yang setiap tahunnya diperingati oleh umat.
Ratusan warga tampak antusias menghadiri kegiatan tersebut sejak siang hari untuk menerima bantuan sembako yang telah disiapkan panitia.

Dalam kegiatan ini, pengurus Vihara Candi Buddha menyalurkan sebanyak 500 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di kawasan Kota Medan.
Adapun paket sembako yang dibagikan terdiri dari beras, mi instan, dan gula sebagai kebutuhan pokok sehari-hari.

Ketua Vihara Candi Buddha, Chandra Alifuddin, mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun.

“Kegiatan bakti sosial pembagian sembako ini rutin kami laksanakan setiap tahun dalam rangka HUT Dewi Kwan Im,” ujar Chandra.

Ia menjelaskan, dalam satu tahun pihaknya bahkan bisa menggelar kegiatan serupa hingga tiga kali sebagai bentuk kepedulian sosial.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dari ajaran untuk saling berbagi dan membantu sesama, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Chandra juga berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dalam kesempatan itu, ia turut didampingi para pengurus lainnya LPS (Asiong), Acui, Bun Han, Nini,Ely alias Akim, Sun Mei Cin, Kok Seng, Atung Muini Tan, Cin-Cin,Aphe yang bersama-sama memastikan kegiatan berjalan lancar.

“Rencananya Juni bulan depan nanti kita juga akan melakukan baksos ini,” ungkap Chandra (azw)

Terjebak Sindikat ‘Scam Online’ di Kamboja, Fretty Marpaung Diselamatkan Pdt Penrad Siagian

JAKARTA, SumutPos.co– Harapan Fretty Marpaung untuk mengubah nasib di negeri orang nyaris berubah menjadi mimpi buruk yang tak berujung. Warga Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara ini, akhirnya berhasil menginjakkan kaki kembali di Tanah Air setelah menjadi korban sindikat penipuan kerja (TPPO) di Kamboja.

Kepulangan Fretty tak lepas dari tangan dingin Anggota DPD RI asal Sumatra Utara, Pdt Penrad Siagian yang memfasilitasi seluruh proses penyelamatan hingga pemulangannya ke Indonesia. Kisah pilu ini bermula saat Fretty ditawari pekerjaan sebagai tenaga marketing oleh seorang rekannya.

Iming-iming gaji fantastis sebesar 700 hingga 1.000 dolar AS (sekitar Rp11–15 juta) per bulan membuatnya gelap mata. Tanpa prosedur resmi, ia berangkat melalui agen tak dikenal. “Saya tergiur gajinya. Teman saya bilang hanya kerja marketing biasa, makanya saya mau,” ujar Fretty setibanya di Indonesia.

Setibanya di Kamboja, realita pahit menghantamnya. Alih-alih menjadi pemasar produk legal, Fretty dipaksa bekerja di sebuah perusahaan scamming yang menipu orang melalui kedok investasi trading. Saat ia menolak dan ingin berhenti, pihak perusahaan justru memerasnya.

“Saya baru tahu itu kerjaan menipu setelah masuk ke dalam. Saya ingin keluar, tapi mereka minta uang tebusan Rp35 juta. Saya tidak punya uang sebanyak itu, sementara paspor saya ditahan,” kenangnya.

Titik terang muncul saat aparat setempat melakukan penggerebekan di lokasi tersebut. Memanfaatkan situasi yang kacau, Fretty berhasil melarikan diri meski tanpa dokumen identitas di tangan.

Dalam kondisi terdesak di negeri orang, Fretty mendapatkan bantuan dari Pdt. Penrad Siagian. Anggota DPD RI ini bergerak cepat melakukan koordinasi lintas sektoral untuk memastikan warga Sumut tersebut mendapatkan perlindungan dan jalur kepulangan yang aman.
“Puji Tuhan, saya sudah sampai di Indonesia atas bantuan Bapak Pdt. Penrad Siagian. Saya sangat bersyukur bisa pulang dengan selamat,” ungkap Fretty penuh haru.

Pdt. Penrad Siagian menegaskan bahwa aksi ini adalah bagian dari tanggung jawab moral dan fungsi pengawasannya sebagai wakil rakyat. Ia menyebut, kasus Fretty hanyalah puncak gunung es dari maraknya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menyasar warga Sumatra Utara.

“Ini adalah panggilan pelayanan. Sebelumnya, saya juga telah membantu memulangkan puluhan WNI asal Sumut. Ada yang pulang dalam kondisi sakit parah, nyaris buta, bahkan ada yang sudah dalam peti jenazah,” tegas Penrad.

Penrad mengimbau masyarakat agar tidak mudah terbuai tawaran kerja di luar negeri dengan gaji besar namun melalui jalur non-prosedural. Ia meminta warga untuk selalu mengecek legalitas perusahaan melalui Dinas Tenaga Kerja atau BP2MI.

“Jangan mau berangkat jika prosedurnya tidak jelas. Kami akan terus berkoordinasi dengan kementerian terkait dan aparat penegak hukum untuk mengejar jaringan perekrut ilegal ini agar tidak ada lagi korban seperti Fretty,” pungkasnya. (adz)

Halalbihalal Idulfitri 1447 H Yaspendhar Penuh Momen Keakraban dan Ukhuwah

MEDAN, SumutPos.co- Keluarga besar Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspendhar) menggelar Halalbihalal Idulfitri 1447 H di Kampus 2, Jalan Karya Wisata Ujung, Sabtu (11/4/2026). Mengusung tema “Membangun Intelektual yang Berakhlakul Karimah dengan Menjaga Lisan dan Memuliakan Adab”, acara ini menjadi momentum penguatan karakter bagi seluruh civitas akademika.

Suasana terasa istimewa dengan kehadiran Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Pembangunan Desa dan Perbatasan, Profesor Khoiruddin Hasibuan, yang hadir mewakili Mendagri. Dalam sambutannya, Prof. Khoiruddin menyatakan rasa bangganya terhadap progres Yaspendhar.

“Saya merasa seperti pulang kampung ke Sumatera Utara. Kami berharap Yaspendhar terus maju dan berkontribusi nyata dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul bagi bangsa. Pemerintah siap berkolaborasi dan mendukung program daerah yang dapat disinergikan dengan yayasan ini,” ujarnya di sela-sela acara.

Ketua Dewan Pembina Yaspendhar, Adi Taher Darmawan Putra, menegaskan bahwa makna Syawal tahun ini adalah tentang perdamaian dan kekeluargaan. Di tengah dinamika dunia yang penuh tantangan, ia ingin Yaspendhar menjadi oase kesejukan.

“Meskipun di luar sana mungkin ada konflik, Yaspendhar tetap memegang prinsip perdamaian. Kami bercita-cita yayasan ini menjadi pelopor perdamaian di Kota Medan. Dari hati nurani yang damai, akan lahir pemimpin-pemimpin muda masa depan yang bertakwa, kuat, dan hebat,” tegas Adi Taher.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para tenaga pendidik dan kependidikan, Yaspendhar memberikan bantuan keberangkatan Haji dan Umrah. Penyerahan SK dilakukan secara simbolis kepada delapan orang perwakilan, yakni Zahira, Karmudin, Yusnidar, Dewi Rahmayani, Siti Rahmi, Adawiyah, Muhammad Nuh, dan Irma Afrida.

Ketua II Yaspendhar, Hafriz Rifki Hafas, menjelaskan bahwa bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pembina Yaspendhar Adi Taher Darmawan Putra.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran petinggi yayasan, di antaranya Ketua Umum Dr. Nibulan Tapi Rondang, Sekretaris H. Muslim Harahap, Ketua Pengawas Nazrul Ichsan Nasution, serta Rektor Universitas Harapan Medan, Prof. Sriadhi.

Seluruh elemen dari Kampus 1, 2, dan 3—mulai dari dosen, guru, karyawan, hingga petugas keamanan—tampak membaur. Selain mendengarkan tausiyah agama dari Ustaz Adil Nur, Lc, hadirin juga dihibur dengan penampilan nasyid dari para staf dan pembagian doorprize yang menambah semarak suasana Lebaran. (adz)

Warga Keluhkan Sampah Tak Diangkut, Dodi Simangunsong Desak Kesadaran Kolektif

MEDAN, SumutPos.co– Masalah klasik persampahan dan infrastruktur kembali mencuat dalam Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) IV Perda Nomor 07 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengolahan Persampahan Kota Medan. Kegiatan yang digelar anggota DPRD Medan, Dodi Robert Simangunsong, ini berlangsung di Jalan Sisingamangaraja KM 6,8, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (11/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan beragam keluhan, mulai dari performa petugas kebersihan hingga minimnya fasilitas fisik di lingkungan mereka.

Sri Wirdani, warga Jalan Sisingamangaraja/Garu VI, Kelurahan Harjosari I Medan Amplas mengungkapkan, pengangkutan sampah di wilayahnya tidak dilakukan secara konsisten setiap hari. Dampaknya, limbah rumah tangga—terutama sisa ikan dan udang—menimbulkan bau menyengat dan kerap diacak-acak oleh kucing.

Tak hanya soal limbah, Sri juga mengeluhkan absennya drainase di sekitar kediamannya. Kondisi ini membuat kawasan tersebut rentan tergenang air meskipun intensitas hujan tergolong rendah.

Persoalan sampah di Medan Amplas ternyata bukan hanya soal pelayanan, melainkan juga perilaku. Rosma Rajagukguk, warga Jalan Garu VI Ujung, menyoroti rendahnya disiplin warga dalam menjaga kebersihan.

Ia mengaku masih sering melihat pengendara motor membuang sampah sembarangan ke sungai atau lahan kosong. “Meski ada contoh baik dari tokoh masyarakat setempat seperti suami Kepling X, tetap sulit jika tidak didukung kesadaran masyarakat,” ujar Rosma. Ia pun secara khusus meminta pengadaan bak sampah di Jalan Garu VI Ujung kepada Dodi Simangunsong sebagai solusi nyata bagi warga.

Menanggapi aspirasi tersebut, Dodi Robert Simangunsong menekankan, pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Ia mengakui tantangan terbesar ada pada mengubah pola pikir masyarakat. “Kalau tidak ada kesadaran, susah mengelola sampah. Terkadang saat diberi tahu, warga malah-marah,” kata Dodi.

Terkait permintaan bak sampah, politisi muda Partai Demokrat ini berjanji akan mengusulkannya agar terealisasi tahun ini. Namun, ia mengingatkan warga bahwa proses birokrasi membutuhkan waktu. “Ini bukan seperti makan cabai, langsung terasa pedasnya. Ada proses yang harus dilewati,” tegasnya.

Dodi juga secara terbuka menyayangkan ketidakhadiran Lurah, Camat, dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam agenda penting ini. Meskipun ada dugaan ketidakhadiran mereka karena pembukaan MTQ tingkat Kota Medan, Dodi menilai, seharusnya mereka tetap hadir untuk menjawab langsung keluhan warga. (adz)

Fabio Quartararo Soroti Hubungan Memburuk dengan Yamaha

Fabio Quartararo
Fabio Quartararo

JAKARTA – Hubungan antara Fabio Quartararo dan Yamaha MotoGP Team dilaporkan semakin memburuk di tengah musim MotoGP 2026.

Dilansir dari laman The Race pada Kamis (9/4), Ketegangan tersebut dipicu oleh performa motor yang dinilai tidak kompetitif. Situasi ini menandai fase sulit dalam kerja sama keduanya yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir.

Quartararo secara terbuka mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap performa motor Yamaha. Ia menyebut bahwa berbagai perubahan teknis yang dilakukan tidak memberikan perbedaan signifikan.

Pembalap asal Prancis itu menilai tim belum memahami sepenuhnya cara mengoptimalkan motor. Pernyataan tersebut mempertegas adanya masalah dalam pengembangan teknis tim.

Dalam beberapa kesempatan, Quartararo juga mengindikasikan mulai menjauh dari proses pengembangan motor. Ia merasa telah menyampaikan berbagai masukan yang dibutuhkan tim.

Namun, menurutnya, tidak ada perkembangan berarti dari masukan tersebut. Hal ini membuatnya memilih untuk tidak lagi mengulang kritik yang sama.

Performa Yamaha yang tertinggal dari para pesaing semakin memperburuk situasi. Dalam sejumlah balapan, jarak waktu yang cukup besar dari pembalap terdepan menjadi sorotan.

Meskipun masih mampu meraih poin, hasil tersebut dinilai jauh dari ekspektasi sebelumnya. Kondisi ini turut memengaruhi kepercayaan diri pembalap dan tim.

Di sisi lain, masa depan Quartararo juga menjadi faktor yang memperkeruh hubungan. Ia diketahui akan bergabung dengan Honda pada musim mendatang. (JPC/TRI)

Gresik Phonska Harus Tahan Euforia

Gresik Phonska
Gresik Phonska

JAKARTA – Dua laga final four Proliga 2026 telah dilalui Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dengan sangat meyakinkan. Tim yang dikenal dengan nama Petrokimia itu menyapu bersih kemenangan. Masing-masing lawan Jakarta Popsivo Polwan (3/5) dan Jakarta Electric PLN Mobile (5/4) dengan skor telak 3-0.

Itu jadi modal positif bagi Phonska menghadapi laga ketiga final four menghadapi Jakarta Pertamina Enduro di GOR Sritex Arena, Solo sore hari ini (siaran langsung Moji/Vidio pukul 16.00 WIB). Meski tim lawan berstatus juara bertahan, tapi Phonska sudah dua kali mengalahkan Pertamina di babak reguler dengan skor 3-0 dan 3-1.

Enggan Bicara Gelar

Phonska memang punya rekor apik. Tapi,pelatih Phonska Alessandro Lodi tidak ingin terlalu bereuforia. Menurut pelatih asal Italia itu, Phonska masih jauh dari gelar juara.

“Bahwa kami ingin menjadi juara, itu sudah pasti. Tapi sekarang kami baru memainkan dua pertandingan, masih ada empat laga lagi, dan kalaupun kami sampai final, semuanya dimulai lagi dari nol,” ujar Lodi.

Ya, perjalanan Phonska untuk merebut gelar Proliga pertama memang masih panjang. Mereka masih harus menjalani empat pertandingan final four, termasuk dua kali menghadapi Pertamina. Jika lolos ke final, Mediol Stiovanny Yoku dkk minimal masih akan bertanding dua kali dalam format best-of-three yang baru diperkenalkan musim ini.

Phonska sendiri bukan tanpa celah. Mereka pernah kalah dua kali di babak reguler saat tidak diperkuat outside hitter asal Ukraina, Oleksandra Bytsenko. Selain itu, menurut Lodi, para pemain juga seringkali menurunkan intensitas ketika sudah unggul. Seperti pada laga terakhir lawan Electric.

“Set ketiga (lawan Electric) kami mulai sedikit melihat-lihat situasi, dan itu tidak boleh terjadi. Itulah kenapa saya berteriak kepada mereka,” kata Lodi. “Saat pertandingan belum selesai, lawan bisa saja bangkit kapan saja. Kalau itu terjadi, kami harus berjuang lebih keras dan situasinya jadi jauh lebih sulit,” ucapnya.

Di sisi lain Pertamina berharap bisa lebih berkembang. Terutama, setelah kehadiran pemain anyar Irina Voronkova. Dengan waktu persiapan lebih panjang dibanding seri Surabaya, para pemain diharapkan bisa semakin nyetel dengan Voronkova di Solo.

“Kami menekankan pada peningkatan kualitas first pass, agar bola lebih variatif, juga meningkatkan efektivitas serangan di semua rotasi. Selain itu, koordinasi blok–defense dan pengambilan keputusan saat tertekan juga menjadi fokus utama. Target kami adalah mencapai performa yang lebih konsisten di seri Solo,” kata pelatih Pertamina Bulent Karslioglu. (jpc/tri)

Putri KW & Jonatan Christie Amankan Tiket Babak 16 Besar

Jonatan Christie
Jonatan Christie

JAKARTA – Putri Kusuma Wardani dan Jonatan Christie mengamankan tiket babak 16 Besar Badminton Asia Championships (BAC) 2026.

Mereka lolos setelah meraih kemenangan meyakinkan atas lawan-lawannya di di Ningbo Olympic Sports Center Gymnasium, Ningbo, Tiongkok, kemarin (8/4).

Putri KW yang menempati unggulan ketujuh tampil dominan saat menghadapi wakil Uni Emirat Arab, Prakriti Bharath. Dia menang dua gim langsung dengan skor telak 21-3, 21-7.

Meski menang mudah, Putri mengaku masih dalam tahap penyesuaian. Terlebih, laga tersebut menjadi pertandingan pertamanya pada turnamen ini. ‘’Hari ini (kemarin, Red) saya masih coba untuk ngenakin pukulan. Tekniknya juga. Sebab, ini pertandingan pertama. Lawan sebenarnya bermain lumayan ulet juga,” ujar Putri.

Pemain berusia 22 tahun itu menambahkan, hasil positif yang diraih dalam rangkaian turnamen di Eropa sebelumnya menjadi bekal penting untuk tampil percaya diri di Ningbo. ‘’Hasil di Eropa kemarin jadi modal dan motivasi yang bagus untuk saya di sini. Dengan banyaknya pemain top di level ini, pastinya saya ingin bisa tampil sebaik mungkin. Targetnya mau dapat medali,” tegasnya.

Hasil tak kalah meyakinkan juga diraih Jonatan Christie pada sektor tunggal putra. Unggulan ketiga tersebut menundukkan wakil Malaysia, Leong Jun Hao, dengan skor 21-13, 21-8.

Jojo-sapaan-Jonatan tampil solid sejak awal laga. Ia mampu mengontrol permainan dan meminimalkan kesalahan sendiri. Sehingga, lawan kesulitan mengembangkan permainan. ”Puji Tuhan, saya bersyukur hasilnya baik. Untuk persiapan besok (hari ini, red), lebih menjaga untuk recovery saja,” ucap Jonatan.

Pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo itu menegaskan tidak ingin terlalu terbebani target hasil. Baginya, fokus utama adalah menampilkan permainan terbaik pada setiap pertandingan.

”Target saya melakukan yang semaksimal mungkin dulu. Saya tidak pernah terlalu mematok hasil. Yang terpenting bermain bagus dan ada improvisasi dari permainannya,” lanjutnya. (JPC/TRI)