Home Blog Page 871

PGN dan PT IAE Koordinasi Intensif Tindaklanjuti Rekomendasi BPK

PANTAU: Karyawan PGN saat memantau aliran gas secara online.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT PGN Tbk terus mengupayakan untuk menjaga keberlangsungan layanan bisnis gas bumi ke pelanggan dan pengelolaan gas bumi nasional, termasuk didalamnya untuk mengamankan kepastian kerja sama dengan berbagai mitra.

Dengan prinsip tersebut, PGN terus berkoordinasi untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK di mana salah satunya mengenai Pemberian Advance payment kepada PT Inti Alasindo Energi (PT IAE) senilai USD15.000.000,-. Sebagai informasi, PGN dan IAE merencanakan untuk bermitra guna penyaluran gas dari Lapangan BD-HCML oleh IAE kepada PGN. Saat pelaksanaan kerjasama, hal itu dilaksanakan dalam upaya untuk menjaga keamanan pasokan dan layanan penyaluran gas bumi ke pelanggan.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari menerangkan bahwa PGN senantiasa berkoordinasi dengan IAE perihal pengembalian advance payment yang telah dibayarkan PGN. Koordinasi ini penting untuk mendapatkan kepastian pengembalian advance payment dari bisnis IAE. Sampai saat ini berbagai upaya telah dilakukan kedua belah pihak dan menyisakan Advance Payment sebesar USD14.194.333,-.

“Kami mengusulkan agar sisa advance payment dapat dikembalikan melalui sebagian porsi revenue IAE dan berharap IAE dapat berkoordinasi internal dengan lender soal besaran porsinya,” ujar Rosa, Selasa (5/12/23).

Selain itu sehubungan dengan kondisi eksisiting yang oversupply, PGN belum dapat melanjutkan PJBG Interruptable dan mengusulkan IAE dapat menjual gas ke pelanggan lain. Dengan harapan dapat meningkatkan penjualan IAE, sehingga akan mempercepat proses pengembalian Advance Payment.

“Atas rekomendasi dari BPK RI, PGN juga telah melaksanakan koordinasi dengan PT Pertamina dan Kementerian BUMN terkait rencana pengembalian Uang Muka PT IAE,” ujar Rosa.

Rosa mengungkapkan bahwa pada prinsipnya IAE dapat menerima usulan dari PGN. IAE akan berkoordinasi internal dengan shareholder dan lender terkait porsi revenue yang dapat diberikan ke PGN. Setelah mendapatkan kesepakatan internal, stakeholder, dan lender, IAE mengharapkan agar opsi ini dapat segera dijalankan sehingga pengembalian Advance Payment dapat segera dilakukan.

“Untuk saat ini yang dapat kami sampaikan adalah PGN dan IAE akan menyiapkan detail skema pengembalian Advance Payment secara lebih lanjut. Secara pararel kami juga sudah meminta kepada IAE untuk melaksanakan kewajiban sesuai kontrak. Selain itu kami juga sudah menindaklanjuti rekomendasi BPK ini ke APH.” tutup Rosa. (rel/ram)

Harga Pangan Naik Jelang Akhir Tahun, Kemendag akan Intensifkan Pemantauan

SETPRES PASAR: Presiden Jokowi mengunjungi salah satu pasar, beberapa waktu lalu. Kemendag akan mengintensifkan pemantauan ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pokok jelang Nataru.

SUMUTPOS.CO – Menuju akhir tahun 2023, sejumlah harga pangan menunjukkan pe-ningkatan. Mulai dari beras, gula, minyak goreng, bawang merah, telur dan khususnya cabai. Kementerian Perdagangan mengaku masih mencari jalan untuk meredam tren tahunan tersebut. Pemerintah menegaskan akan terus mengawasi kestabilan pasokan dan harga pokok menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kemendag mengaku akan mengintensifkan pemantauan ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pokok (bapok) menjelang periode Nataru. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan langkah itu diambil untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok di tengah tingginya nilai jual sejumlah komoditas domestik, seperti beras dan cabai. “Harga belum turun. Untuk cabai masih kami terus cari jalan agar bisa diatasi karena akan berpengaruh kepada inflasi, meskipun memang setiap Desember seperti itu,” ujar Zulhas, kemarin (5/12).

Berdasarkan survei Bank Indonesia, Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Desember 2023 sebesar 131,2 atau lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong periode Nataru, libur akhir tahun, masa reses sekolah, serta kecenderungan konsumsi yang meningkat, sesuai dengan pola musiman. Pada November 2023, inflasi secara bulanan tercatat sebesar 0,38 persen. Sementara secara tahunan, inflasi November 2023 mencapai 2,86 persen. Inflasi tersebut masih terjaga sesuai kisaran di rentang 2-4 persen.

Menurut Zulhas, salah satu upaya membantu menekan harga bapok seperti cabai adalah melalui subsidi ongkos kirim. Pemerintah daerah, lanjut dia, dapat menyubsidi ongkos kirim untuk pengiriman dalam jumlah besar. “Tadi kami juga minta kalau banyak, nanti angkutnya itu bisa disubsidi pemerintah daerah,” urainya.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim tak menampik memang harga cabai tengah mahal di beberapa daerah, khususnya yang tidak memiliki sentra produksi cabai. Misalnya, Kalimantan Utara yang harga cabai mencapai sekitar Rp130.000-Rp150.000 per kg. Berbeda halnya dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur yang memiliki sentra produksi cabai, sehingga kenaikan harga cabai tidak setinggi itu.

Sementara terkait dengan upaya pemerintah untuk mengintervensi kenaikan harga cabai di wilayah DKI Jakarta, Isy mengatakan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional telah melakukan distribusi cabai dari daerah surplus ke defisit guna menekan harga. “Badan Pangan Nasional sudah distribusikan cabai. Maksudnya didistribusikan dari sentra lain, ke Jakarta,” urainya.

Terpisah, Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menuturkan, cabai merah memang menjadi biang kerok inflasi sepanjang November 2023. ’’Perkembangan harga cabai merah dan cabai rawit menunjukkan tren yang terus meningkat,’’ ujarnya pada rakor inflasi bersama Kemendagri, Senin (4/12).

Amalia memerinci, penyumbang inflasi November 2023 secara bulanan didominasi oleh komoditas yang masuk dalam kategori volatile foods. Terutama komoditas hortikultura seperti cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. Tingkat inflasi ketiga komoditas itu relatif lebih tinggi dibandingkan dengan bulan yang sama di 2 tahun sebelumnya.

Data BPS mencatat, dari sisi wilayah, komoditas cabai merah dan cabai rawit juga menjadi kontributor utama pada kenaikan indeks perkembangan harga (IPH) di Pulau Sumatera dan Jawa. Amalia menyebut, di Sumatera, cabai merah menjadi kontributor nomor satu pada IPH. ’’Kalau di Jawa, cabai rawit yang jadi komoditas utama penyumbang IPH. Jadi kalau di Sumatera lebih butuh cabai merah, kalau di Jawa lebih suka mengkonsumsi cabai rawit,’’ imbuhnya.

Jumlah kab/kota yang mengalami kenaikan harga cabai merah pun terus meningkat. Saat ini ada 360 kab/kota yang mengalami kenaikan harga cabai merah. Disusul 355 kab/kota mengalami kenaikan harga gula pasir, serta 325 kab/kota mengalami kenaikan harga cabai rawit.

’’Ada 5 komoditas yang harus diperhatikan untuk minggu ini, minggu depan, dan dalam minggu berikutnya. Yaitu cabai merah, gula pasir, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras. Harga cabai merah dan cabai rawit belum ada tanda-tanda melandai,’’ tutur Amalia.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengimbau pemda mewaspadai kenaikan inflasi. Sebab, selama tiga bulan terakhir, angka inflasi di daerah cenderung meningkat. ’’(Peningkatan angka inflasi) terjadi variasi tiap daerah, ada daerah-daerah yang tinggi, ada daerah yang rendah. Saya terus terang akan juga melihat prestasi para Pj (kepala daerah) juga dilihat dari data-data ini, termasuk data BPS,’’ jelas dia pada kesempatan yang sama.

Tito juga meminta pemda mengawasi kenaikan harga komoditas, khususnya cabai merah. Apalagi kenaikan tersebut diketahui terjadi di daerah yang relatif subur. Menurutnya, perlu ada gebrakan yang aktif dari kepala daerah agar harga cabai merah dapat terkendali.

’’Ini betul-betul menjadi perhatian bagi kita dan saya juga pasti akan mengawasi betul daerah-daerah mana saja yang bisa mengendalikan, mana yang konsisten tidak bisa mengendalikan yang menjadi bahan penilaian,’’ ujar Tito.

Dia meminta agar pemda melakukan berbagai upaya untuk menekan kenaikan harga cabai, sama seperti upaya yang dilakukan untuk menekan kenaikan harga beras yang sempat melambung beberapa waktu lalu. Gerakan pasar murah juga diharapkan terus digalakkan. Dengan demikian, tekanan pada inflasi juga bisa diminimalisir.

’’Saya minta tolong untuk rekan-rekan kepala daerah semua melakukan gerakan yang sama. Seluruh daerah (dapat) menggunakan anggaran reguler bansos maupun belanja tidak terduga, bisa juga menggandeng para pengusaha untuk melakukan gerakan pasar murah. Jadi, jual sembako murah, dijual harganya subsidi. Ini juga dapat menekan inflasi,’’ tuturnya.

Di lain pihak, Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam menjelaskan, inflasi secara siklus memang selalu naik di penghujung tahun. Karena terdapat momen natal dan tahun baru (nataru). Terutama pada produk-produk bahan pangan.

Selain perayaan hari besar, kebutuhan barang pangan sangat tergantung pada kondisi suplai. Saat ini, situasinya sejumlah wilayah Indonesia baru saja mengalami El Nino. Alhasil, stok barang pangan terbatas.  “Saya kira ini fenomena yang biasa kita alami. Tapi sekaligus menunjukkan bahwa harus ada sesuatu yang dilakukan oleh pemerintah. Masak penyakitnya itu-itu terus. Nggak bisa kita atasi,” ujar Piter saat ditemui di kawasan Mega Kuningan.

Menurut dia, bantuan sosial (bansos) tidak bisa mengatasi inflasi. Bansos itu tujuannya untuk mengurangi beban masyarakat, khususnya kelompok bawah, ketika terjadi hantaman inflasi yang meningkat sehingga menggerus daya beli mereka. Di sisi lain, tantangan pendistribusian bansos yang tepat sasaran masih terjadi. “Bansos ini semacam pain killer. Persoalan utamanya tidak diselesaikan. Jadi masih banyak lagi pekerjaan rumah yang belum selesai . Baik itu dalam menjaga supply barang pangan maupun dari sisi distribusinya,” ujarnya. (jpg/ila)

TPD Ganjar-Mahfud Optimis Raih Suara Lebih Tinggi dari Periode Sebelumnya di Binjai

FOTO BERSAMA: TPD Ganjar-Mahfud Binjai foto bersama saat rakor dengan parpol pengusung.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Tim pemenangan daerah Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sudah dibentuk di Kota Binjai. M Syarif Sitepu terpilih sebagai Ketua TPD Ganjar-Mahfud di Kota Binjai.

Pembentukan TPD Ganjar-Mahfud usai rapat koordinasi partai politik pendukung terdiri dari PDI-Perjuangan, Partai Hanura, PPP dan Perindo di Sekretariat PDIP, Jalan Baskom, Kelurahan Nangka, Binjai Utara, akhir Oktober 2023 lalu.

“TPD Ganjar-Mahfud di Kota Binjai sudah terbentuk dan sejumlah persiapan telah dilakukan. Mulai dari konsolidasi partai pengusung hingga konsolidasi dengan relawan maupun tokoh-tokoh di Kota Binjai,” ujar Syarif, Selasa (5/12).

Syarif Sitepu saat ini sebagai Wakil Ketua DPRD dan Ketua DPC PDIP Binjai. Dia mengaku optimis perolehan suara Ganjar-Mahfud di Kota Binjai lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya saat Pilpres 2019 lalu.

“Optimis perolehan suara lebih tinggi dibanding sebelumnya. Sebab, tren dukungan ke Ganjar-Mahfud menanjak naik karena rekam jejak keduanya diyakini mampu meyakinkan masyarakat untuk Indonesia lebih maju lagi,” ujar Syarif.

Kepada parpol pengusung Ganjar-Mahfud, dia mengajak untuk sama-sama bergotong-royong untuk memenangkan dan meraup suara di Kota Binjai. Juga berkoordinasi dengan relawan. “Kami juga telah melakukan sosialisasi Ganjar-Mahfud oleh partai pengusung maupun calegnya dan relawan yang dilakukan secara door to door,” pungkasnya.

Dia mengajak masyarakat Kota Binjai untuk menjatuhkan pilihannya pada pasangan Ganjar-Mahfud pada Pilpres nanti. “Dengan kerendahan hati izinkan kami mengajak saudara-saudara untuk menjatuhkan pilihan kepada Bapak Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Keduanya telah teruji, berintegritas, berani dan merakyat. Tentu ini menjadi modal yang baik untuk melanjutkan pembangunan yang sudah baik ini,” pungkasnya.

Pada Pilpres 2019, Joko Widodo-Ma’ruf Amin meraih 55.813 suara di Kota Binjai. (ted)

Target 2 Emas, Pembalap Sumut Fokus Tingkatkan Fisik

DIABADIKAN: Tim balap motor road race dan pelatih diabadikan bersama Tim Visitasi Posko Publikasi PON XXI di sirkuit balap Jalan Pancing, Medan, Selasa (4/12) siang. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kemampuan fisik yang prima merupakan modal tak kalah penting yang harus dimiliki oleh pembalap Sumut dalam upaya meraih target 2 medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.

Kabid Roda Dua Pengprov IMI Sumut yang juga pelatih grastrack Pelatda Balap Motor Sumut, H Syabra Buana mengatakan hal tersebut saat menerima Tim Visitasi Posko Publikasi PON XXI/2024 Wilayah Sumut di sirkuit balap motor Jalan Pancing, Selasa (4/12).

Pengprov IMI Sumut menurut H Syabra membidik 2 medali emas. “Satu emas dari Grastrack dan satu emas dari Road Race,” jelas H Syabra.

“Kemampuan fisik prima merupakan modal penting dimiliki seorang pembalap untuk meraih target 2 medali emas dari balap motor. Sebab itu, pembalap Sumut kita minta terus meningkatkan kemampuan fisiknya,” ucap H Syabra Buana.

H Syabra gembira dengan kesungguhan pembalap Sumut meningkatkan kemampuan fisiknya, delapan pembalap yang masuk Pelatda PON Sumut menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam tes fisik yang diadakan KONI Sumut. “Hasil tes fisik pembalap cukup baik,” ujar H Syabra.

H Syabra dalam kesempatan itu, berharap agar tim balap Sumut bisa memiliki motor balap sendiri, sehingga latihan bisa berjalan lancar. “Di PON nanti, sepeda motor road race Standart saja, sementara dalam latihan kita pakai motor tuneup sehingga sebetulnya tidak sesuai spesifikasinya,” ungkap Syabra.

Dijelaskan, delapan pembalap Sumut yang masuk Pelatda berasal dari berbagai daerah, dan mereka kini menjalankan program latihan mandiri. Pembalap Sumut dari nomor balap motor road race, Fahri Irawan yang berasal dari Kisaran, mengatakan berdasarkan instruksi dari pelatih, dirinya menjalankan latihan fisik selama berlatih mandiri di Kisaran.

Fahri Irawan berlatih jogging 3 sampai 4 kali dalam sepekan, selain itu ia berlatih push-up dan sit-up. Fahri mengaku cukup terbantu dengan latihan fisik yang diinstruksikan tim pelatih, sebab menurut jogging bagus untuk meningkatkan kemampuan pernafasan, sementara push-up untuk memperkuat kekuatan tangan.

Saat ini ada empat pembalap nomor road race yang tergabung dalam tim Pelatda PON. Selain Fahri Irawan, ada Andrian Aritonang, Deri Satrio dan M Iksan, dengan pelatih Aket. Tim road race Sumut akan turun pada nomor Bebek Standart (perorangan/beregu) dan Bebek Modifikasi (perorangan/beregu).

Sementara untuk nomor Grastrack, juga ada 4 pembalap yang tergabung di Pelatda. Keempat pembalap juga sedang menjalani Pelatda Mandiri di daerah masing. Dari keempat pembalap, 2 pembalap Grastrack, dua diantaranya kebetulan mempunyai sirkuit sendiri, sehingga dirasakan cukup membantu.

Salah satu pembalap Grastrack Sumut, Ahmad Yusrizal kini tergabung dalam tim balap RPMX Bandung. Tiga pembalap Grastrack Sumut lainnya adalah Ahmad Fadillah, Rizky Revanza, Bima Artawibowo.

Petugas Tim Visitasi Posko PON XXI/2024 Wilayah Sumut M Yahya Anuari berharap agar atlet Pelatda balap motor dapat terus meningkatkan latihan sampai penyelenggaraan PON XXI nanti, sehingga dapat meraih prestasi dan memenuhi targetnya.

Yahya Anuari menyayangkan tak hadirnya Wasping Balap Motor dari KONI Sumut dalam acara visitasi ini. Padahal, menurut pria yang akrab disapa Ari, Wasping mempunyai peran sangat penting dalam pengawasan dan pendampingan atlet Pelatda Balap Motor PON Sumut. (dek)

FOPI Sumut Ingin TC di Thailand

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Atlet cabang olahraga (cabor) petanque Sumatera Utara (Sumut) terus bersiap menyongsong perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 Sumut dan Aceh. Usai menggelar dua try out di Pulau Jawa, kini persiapan menyasar pada pemusatan latihan (training camp).

Pelatih Kepala (head coach) tim petanque Sumut, Ibrahim Sembiring mengungkapkan, Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Sumut, menjadwalkan training camp bagi atlet pemusatan latihan daerah (Pelatda) PON 2024 di Thailand.

Hal itu dia sampaikan saat Visitasi Petugas Posko Publikasi PON XXI/2024 Aceh-Sumut dipimpin Febrina Chairunisa ke Lokasi Pelatda Cabor PON XXI2024 di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Medan (Unimed), Selasa (5/12/2023) siang.

“Setelah Lebaran kita minta training camp di Thailand. Di sana permainan tradisionalnya petanque ini. Master sudah banyak di sana, jadi kita fokus tryout dan training camp di Thailand. Jadwalnya antara bulan Februari atau pasca Lebaran, tergantung kesepakatan dengan KONI Sumut,” ujar pria yang juga Sekretaris FOPI Sumut itu.

Menurutnya, kegiatan training camp dilakukan untuk mempersiapkan mental atlet menuju PON 2024. Sementara itu, hingga akhir 2023, Ibrahim menyebut atlet FOPI Sumut telah mengikuti tryout yang juga bagian dalam rangka persiapan. Kendati belum semaksimal harapan, menurutnya sejumlah kemajuan terlihat pada atlet Sumut.

“Program try out, kemarin sudah dua kali kita try out di nasional, itu kita mengikuti kejuaraan yang ada di Surabaya. Kemudian di Unesa International Petanque, persiapannya untuk atlet-atlet sendiri, secara teknik dan strategi sudah ada kemajuan dari masing-masing atlet itu,” jelas Ibrahim.

Dia menjelaskan, dari hasil tryout, atlet petanque Sumut menembus seminfinal di dua nomor, sementara untuk ajang internasional satu nomor hanya menembus 16 besar.

Sebagai langkah persiapan lainnya, tahun 2024 mendatang, atlet petanque Sumut kembali akan menggelar tryout. Menurutnya, tryout diperlukan dalam rangka mematangkan persiapan para atlet.

“Pada dasarnya, kita memang kekurangan tryout. Rencananya di Jawa, karena kita di Sumut lawan kurang memadai tryout harus ke luar kota,” tambahnya.

Menurutnya, perlunya menggelar tryout di daerah seperti di Surabaya ditengarai kurang representatifnya kualitas lapangan di Sumut. Selain lapangan, kualitas bola juga memengaruhi kemampuan atlet dalam pertandingan. Untuk itu, FOPI Sumut berharap para atlet mendapatkan bola baru.

“Lapangan mereka (seperti di Surabaya) paving blok yang keras, kita di sini kerikil lebih tebal. Lapangan mempengaruhi, kualitas bola juga mempengaruhi. Dari segi perlengkapan kami, bola ini udah aus, di pertandingan nanti bola harus baru,” tandasnya.

Untuk itu, Ibrahim berharap, Dinas pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut menyediakan bola baru bagi para atlet. Dia berharap, setidaknya 20 atlet yang terdiri dari 10 putra dan 10 putri pelatda petanque diberikan dua set bola.

“Bola paling perlu dan penting karena merupakan senjata bagi atlet. Bola yang dipakai terus-menerus akan aus dan menipis. Bagi bola yang serinya tidak kelihatan tidak boleh dimainkan. Jadi minimal dua set bola untuk tiap atlet sebelum berangkat,” pungkasnya. (dek)

Jelang Pemilu 2024, Komisi I Minta Perangkat Kewilayahan Jaga Kondusifitas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi I DPRD Medan selaku Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang membidangi pemerintahan dan hukum di Kota Medan meminta seluruh perangkat kewilayahan, mulai dari Kecamatan, Kelurahan, hingga Lingkungan untuk menjaga kondusifitas di wilayahnya masing-masing. Mengingat saat ini, masyarakat akan dihadapkan dengan Pemilihan Umum (Pemilu).

“Kita minta perangkat di kewilayahan, yaitu teman-teman di kecamatan, kelurahan hingga lingkungan, agar lebih fokus dalam menjaga kondusifitas di wilayahnya masing-masing,” ucap Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus kepada Sumut Pos, Selasa (5/12/2023).

Dikatakan Robi, tahun-tahun politik seperti saat ini memang rentan dengan adanya gesekan-gesekan di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, para pemangku wilayah harus terus memantau kondisi wilayahnya masing-masing untuk meminimalisir potensi-potensi gesekan yang terjadi.

“Jangan sampai gesekan itu menimbulkan perpecahan bahkan kegaduhan di masyarakat. Semua harus dikontrol,” ujar Ketua Fraksi PDIP itu.

Robi pun mengaku sepakat dengan Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang memerintahkan setiap camat dan lurah di Kora Medan untuk senantiasa menjaga kondusivitas Kota Medan agar tetap terjaga.

“Sebab mereka ini para pemangku wilayah yang paling mengenal dan mengerti kondisi warganya masing-masing. Langkah pencegahan juga paling efektif dilakukan mulai dari lingkup terkecil,” katanya.

Untuk itu, sambung Robi, pihak kecamatan dan kelurahan juga harus aktif menyosialisasikan pentingnya menjaga iklim politik yang sehat menjelang Pemilu 2024.

“Sosialisasi ini penting, sebab Pemilu ini bukan ajang pertarungan, melainkan pesta demokrasi yang harus dirasakan kebahagiaannya oleh semua masyarakat. Menjaga pemilu yang damai sama dengan menjaga demokrasi yang sehat,” pungkasnya.
(map/ram)

Warga Aceh Usia 60 Tahun Divonis Mati karena jadi Perantara Sabu 43 Kg

PUTUSAN: Sidang pembacaan putusan terhadap Wardani Ibrahim, terdakwa kasus sabu secara virtual, Selasa (5/12/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Wardani Ibrahim (60) warga asal Aceh divonis mati oleh hakim. Dia terbukti bersalah atas kasus perantara sabu seberat 43 kilogram, dalam sidang virtual di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (5/12/2023).

Majelis hakim diketuai Dahlan dalam amar putusannya menyatakan, perbuatan terdakwa diyakini terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menghukum terdakwa Wardani Ibrahim alias Ibrahim oleh karena itu dengan pidana mati,” tegas Dahlan.

Menurut Hakim, hal-hal yang memberatkan terdakwa yakni, perbuatan terdakwa Ibrahim bertentangan dengan program pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba, membahayakan dan merusak generasi muda. “Hal-hal yang meringankan tidak ditemukan,” kata hakim.

Atas putusan itu, Dahlan memberikan waktu 7 hari pikir-pikir kepada penasehat hukum terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Risnawati Ginting, untuk menyatakan sikap menerima atau mengajukan banding. Putusan tersebut sama (conform) dengan tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana mati.

Pada 2 April 2022 sekira pukul 22.00 WIB, terdakwa Sofyan dihubungi oleh terdakwa Wardani Ibrahim (berkas terpisah) bahwa nantinya ada orang yang akan menitipkan sabu di rumah terdakwa.

Lalu terdakwa membolehkan dan menunggu telepon dari teman Wardani yang mau menitipkan sabu tersebut. Keesokan harinya, pada 3 April 2022 sekira pukul 06.00 WIB, terdakwa dihubungi oleh seseorang yang tidak dikenal dan bertemu di depan Masjid Al-Badar.

Kemudian, terdakwa bersama-sama dengan orang tidak dikenal tersebut menuju ke rumah terdakwa di Jalan Kakatua, Kecamatan Medan Sunggal dan menurunkan 2 buah tas jinjing berisikan narkotika jenis sabu.

Empat jam kemudian, Wardani dihubungi oleh terdakwa memberitahu bahwa barang berupa narkotika jenis sabu sudah diterima, kemudian Wardani menghubungi Acong (DPO) memberitahukan bahwa narkotika jenis sabu sudah diterima oleh terdakwa.

Selanjutnya, Wardani diperintahkan oleh Acong untuk menghitung jumlah sabu yang ada di dalam 2 tas jinjing tersebut, tidak lama kemudian Wardani Ibrahim menghubungi terdakwa untuk menghitung narkotika jenis sabu yang berada di dalam tas yang diketahui sebanyak 43 bungkus.

Pada 6 April 2022, Wardani dihubungi terdakwa berkata minta uang untuk sewa rumah untuk memindahkan narkotika jenis sabu dari rumah terdakwa, kemudian Wardani melakukan transfer sebesar Rp500 ribu.

Kemudian pada 10 April 2022, bertempat di depan rumah yang berlokasi di Gang Juntak, Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan, Sumatera Utara terdakwa Sofyan diamankan oleh petugas BNN dan mengamankan barang bukti berupa 41 bungkus kemasan teh cina berisikan sabu seberat 43 kg.

Di tempat terpisah, petugas BNN juga mengamankan Wardani yang sedang duduk di teras rumah di Perumahan Pinang Baris Permai, Jalan TB Simatupang, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal. (man/ram)

68 Persen Masyarakat Sumut Berbelanja Melalui Aplikasi

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumut, Naslindo Sirait.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Utara, mencatat sekitar 72 persen masyarakat di Sumut sudah terakses dengan internet. Dari data tersebut, 68 persen masyarakat melakukan transaksi belanja setiap pekannya melalui aplikasi atau belanja online.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumut, Naslindo Sirait mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, terus melakukan pembinaan menuju UMKM Go Digital.

“Jadi, bisnis harus masuk digital. Kalau tidak masuk bisnis digital, akan tertinggal. Bagaimana UMKM ini, masuk bisnis digital,” kata Naslindo dalam jumpa pers di lantai II, Kantor Gubernur Sumut, Kota Medan, Selasa (5/12/2023) sore.

Naslindo mengatakan saat UMKM di Sumut ini, secara pemasaran yang belum modern, yang terdigitalisasi. Sehingga mendorong pelaku usaha di Sumut, harus melek dan paham dengan pemasaran digitalisasi.

“Sekarang ini, hampir 72 persen kita sudah terakses dengan internet, 68 persen masyarakat kita berbelanja secara online. Apakah itu, beli makanan, pesan tiket, pesan hotel, pesan transportasi online. 68 persen setiap pekan, setiap minggu,” jelas Naslindo.

Didampingi Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfo Sumut Harvina Zuhra. Lanjut, Naslindo mengungkapkan pihaknya menyiapkan sejumlah strategi dalam upaya meningkatkan kualitas daya saing Koperasi dan UMKM di Sumut.

“Koperasi dan UMKM memiliki peranan penting terhadap perekonomian dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Sehingga peningkatan daya saing Koperasi dan UMKM akan terus menjadi perhatian pemerintah,” jelas Naslindo.

Strategi yang dimaksud, kata Naslindo, seperti penguatan legalitas usaha Koperasi dan UMKM dengan mendorong KUMKM ke sektor formal melalui layanan pendampingan perijinan, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap usaha.

Strategi lainnya, yakni penguatan kualitas Koperasi dan UMKM (scale up) melalui inkubator bisnis dan plut entrepreneur learning centre (pelatihan peningkatan kualitas SDM, struktur organisasi, pengelolaan usaha, pemasaran, permodalan, sarana dan prasarana usaha, jaringan bisnis).

“Ada juga peningkatan kualitas produk Koperasi dan UMKM dengan standardisasi melalui kegiatan fasilitasi sertifikasi produk (halal dan HaKi),” katanya.

Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi melalui kegiatan fasilitasi sarana dan prasarana usaha dan pembangunan rumah produksi bersama. Peningkatan tampilan/keragaman produk melalui layanan rumah kemasan

“Kita juga menyiapkan strategi akselerasi percepatan dukungan Koperasi dan UMKM Go Digital melalui layanan #GoDigital PLUT (manajemen media sosial, lab foto & video untuk pembuatan konten iklan & endorsement). Dukungan pemasaran melalui event expo (dalam dan luar negeri). Peningkatan visibility produk Koperasi dan UMKM melalui kemitraan usaha besar dan regulasi kemitraan dengan stakeholder usaha,” terangnya.

Kemudian, peningkatan kelembagaan UMKM menjadi usaha koperasi melalui fasilitasi koperasi sektor riil, serta peningkatan akses pembiayaan dan permodalan melalui kerja sama dengan lembaga pembiayaan dan permodalan.

Strategi tersebut, kata Naslindo, akan dan sudah dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM Sumut. Dengan startegi itu, dia optimis kualitas Koperasi dan UMKM di Sumut bisa ‘naik kelas’ seiring dengan adanya sejumlah tantangan yang dihadapi.

Saat ini, jumlah koperasi di Sumut tercatat 13.208 unit, sebanyak 41% koperasi yang aktif. Sementara jumlah UMKM di Sumut yang terdata dari Portal Satu Data BAPPENAS tahun 2021 sebanyak 1.712.091 yang terdiri dari usaha skala mikro 68%, kecil 18% dan menengah 13%.

Naslindo mengatakan, untuk meningkatkan kualitas daya saing Koperasi dan UMKM, maka diperlukan sinergi dari semua stakeholder, sehingga terbentuk ekosistem usaha yang sehat.

“Misalnya dari pemerintah terkait regulasi, perizinan, fasilitasi, edukasi. Kemudian perguruan tinggi terakit edukasi dan pemagangan. Masalah permodalan dan pembiayaan ada di perbankan. Begitupula dengan BUMN, BUMD, swasta, serta LSM,” ucapnya.(gus/ram)

KPU Kota Tebingtinggi Terima Perlengkapan Alat Pencoblosan di TPS

AWASI: KPU Kota Tebingtinggi, Bawaslu dan Kepolisian Polres Tebingtinggi melakukan pengamanan dan pengecekan perlengkapan logistik pemilu yang disimpan di Gudang KPU Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tebingtinggi menerima perlengkapan alat mencoblos pemilihan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) berupa bantalan alat coblos, paku, tali pengikat, tanda pengenal petugas KPPS, tanda pengenal petugas ketertiban TPS, tanda pengenal saksi, lem, ballpoint, spidol dan label kotak suara.

Semua perlengkapan alat mencoblos yang diterima KPU Kota Tebingtinggi dari KPU RI langsung disimpan di Gudang milik KPU di Jalan Imam Bonjol Kota Tebingtinggi dengan mendapatkan pengawalan pihak kepolisian Polres Tebingtinggi, anggota Komisioner KPU dan Bawaslu Kota Tebingtinggi, Senin (4/12/2023) malam.

Ketua Komisioner KPU Kota Tebingtinggi Emil Sofyan membenarkan bawah pihak KPU Kota Tebingtinggi sudah menerima perlengkapan alat mencoblos seperti bantalan, paku dan tali pengikat. “Semuanya perlengkapan sudah disimpan di gudang logistik milik KPU Kota Tebingtinggi,” jelasnya.

Menurut Emil Sofyan, pihak KPU juga saat ini masih menunggu masuknya kertas surat suara dari KPU RI sebagai persiapan menjelang pelaksanaan Pemilu Serentak tahun 2024. “Diperkirakan pertengahan Bulan Desember kertas surat suara pemilu serentak tahun 2024 akan tiba,” papar Emil.

Hadir juga Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tebingtinggi, Amsal Franky H Tambun bersama anggota Bawaslu lainnya, mereka melakukan pengawasan dan pemantauan perkembangan alat mencoblos seperti bantalan paku, tali pengikat, tanda pengenal petugas KPPS, tanda pengenal petugas ketertiban TPS, tanda pengenal saksi, lem, ballpoint, spidol dan label kotak suara.

Sedangkan pihak kepolisian Polres Tebingtinggi melalui Kasi Humas AKP Agus Arianto menyatakan bahwa pengamanan yang dilaksanakan oleh Satgas Preemtif dan Satgas Preventif yang tergabung dalam Operasi Mantap Brata (OMB) ini dilakukan untuk menciptakan rasa aman dan memastikan keberadaan barang barang logistik sudah pada tempatnya sehingga dapat meminimalisir hal hal yang tidak diinginkan.

“Kedatangan barang barang logistik pemilu itu di gudang logistik pemilu Pemilu Kota Tebingtinggi mendapat pengawalan ketat dari personel Polres Tebingtinggi,” papar AKP Agus Arianto.

Sambungan, baik pengawalan kedatangan barang barang logistik maupun gudang logistik dilakukan dengan pengawalan ketat oleh personel Polres Tebingtinggi. “Hal tersebut untuk memastikan barang logistik tiba dalam keadaan aman dan tidak rusak,” tandanya. (ian/ram)