Sri Rezeki Dorong Ekosistem UMKM Kuat, Koperasi Jadi Kunci Perubahan

Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu “naik kelas” terus menjadi perhatian kalangan legislatif di Kota Medan.

Anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS, Sri Rezeki, menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah dalam menciptakan ekosistem usaha yang kuat, kompetitif, dan berkelanjutan.

Menurut Sri Rezeki, Pemerintah Kota (Pemko) Medan perlu memperkuat komitmen dalam pemberdayaan UMKM melalui berbagai intervensi strategis, mulai dari akses permodalan, pelatihan berbasis kebutuhan, hingga perluasan jaringan pemasaran.

“Pengembangan UMKM harus menjadi prioritas bersama. Kita ingin ada sinergi antara usaha besar dan UMKM, sehingga mampu menciptakan pasar baru dan memperkuat ekonomi lokal,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Ia menilai, kebijakan yang adaptif dan berpihak pada pelaku usaha kecil sangat dibutuhkan di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi faktor penting agar UMKM mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga global.

Sri Rezeki menekankan bahwa kolaborasi strategis antara pengusaha besar dan UMKM harus dibangun dalam pola kemitraan yang saling menguntungkan. Dengan begitu, UMKM tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga bagian utama dalam rantai ekonomi.

Sebagai langkah konkret, Bendahara Koperasi Wanita Syariah Usaha Mulia ini mendorong pelaku UMKM untuk bergabung dalam wadah koperasi. Menurutnya, koperasi dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan posisi tawar pelaku usaha kecil, terutama dalam hal akses bahan baku, distribusi, dan pemasaran.

Ia mencontohkan peluang besar dari kolaborasi antara program nasional Makan Bergizi Gratis dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Sinergi tersebut dinilai mampu membuka ruang bagi UMKM lokal untuk berperan lebih besar dalam rantai pasok program pemerintah.

“Melalui koperasi, akan ada standarisasi mutu dan pemanfaatan bahan baku lokal yang lebih terorganisir. Ini penting untuk memastikan UMKM menjadi pemain utama, bukan hanya penonton,” tegasnya.

Selain memperkuat UMKM, kolaborasi tersebut juga dinilai berpotensi menekan laju inflasi melalui penguatan produksi dan distribusi berbasis lokal.

Meski memiliki potensi besar, Sri Rezeki mengakui bahwa UMKM masih menghadapi berbagai tantangan klasik, seperti keterbatasan modal, kendala produksi, hingga minimnya kesiapan menghadapi perubahan pasar dan faktor eksternal.

Oleh karena itu, ia mendorong adanya perlindungan hukum yang lebih kuat melalui regulasi yang berpihak pada pelaku usaha kecil. Menurutnya, kemudahan dalam perizinan serta akses terhadap pembiayaan menjadi kunci utama dalam mempercepat pertumbuhan UMKM.

“Keberadaan UMKM harus dijamin melalui regulasi yang memudahkan, bukan mempersulit. Dengan kebijakan yang tepat, kita optimis ekonomi kerakyatan di Kota Medan akan semakin kokoh,” ujarnya.

Sri Rezeki juga menegaskan bahwa DPRD Kota Medan akan terus mendorong dan mengawal kebijakan yang pro terhadap UMKM, sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur ekonomi daerah.

Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, ia berharap UMKM di Kota Medan dapat berkembang lebih pesat, berdaya saing tinggi, serta menjadi tulang punggung ekonomi daerah di masa depan. (map/ila)

Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu “naik kelas” terus menjadi perhatian kalangan legislatif di Kota Medan.

Anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS, Sri Rezeki, menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah dalam menciptakan ekosistem usaha yang kuat, kompetitif, dan berkelanjutan.

Menurut Sri Rezeki, Pemerintah Kota (Pemko) Medan perlu memperkuat komitmen dalam pemberdayaan UMKM melalui berbagai intervensi strategis, mulai dari akses permodalan, pelatihan berbasis kebutuhan, hingga perluasan jaringan pemasaran.

“Pengembangan UMKM harus menjadi prioritas bersama. Kita ingin ada sinergi antara usaha besar dan UMKM, sehingga mampu menciptakan pasar baru dan memperkuat ekonomi lokal,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Ia menilai, kebijakan yang adaptif dan berpihak pada pelaku usaha kecil sangat dibutuhkan di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi faktor penting agar UMKM mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga global.

Sri Rezeki menekankan bahwa kolaborasi strategis antara pengusaha besar dan UMKM harus dibangun dalam pola kemitraan yang saling menguntungkan. Dengan begitu, UMKM tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga bagian utama dalam rantai ekonomi.

Sebagai langkah konkret, Bendahara Koperasi Wanita Syariah Usaha Mulia ini mendorong pelaku UMKM untuk bergabung dalam wadah koperasi. Menurutnya, koperasi dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan posisi tawar pelaku usaha kecil, terutama dalam hal akses bahan baku, distribusi, dan pemasaran.

Ia mencontohkan peluang besar dari kolaborasi antara program nasional Makan Bergizi Gratis dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Sinergi tersebut dinilai mampu membuka ruang bagi UMKM lokal untuk berperan lebih besar dalam rantai pasok program pemerintah.

“Melalui koperasi, akan ada standarisasi mutu dan pemanfaatan bahan baku lokal yang lebih terorganisir. Ini penting untuk memastikan UMKM menjadi pemain utama, bukan hanya penonton,” tegasnya.

Selain memperkuat UMKM, kolaborasi tersebut juga dinilai berpotensi menekan laju inflasi melalui penguatan produksi dan distribusi berbasis lokal.

Meski memiliki potensi besar, Sri Rezeki mengakui bahwa UMKM masih menghadapi berbagai tantangan klasik, seperti keterbatasan modal, kendala produksi, hingga minimnya kesiapan menghadapi perubahan pasar dan faktor eksternal.

Oleh karena itu, ia mendorong adanya perlindungan hukum yang lebih kuat melalui regulasi yang berpihak pada pelaku usaha kecil. Menurutnya, kemudahan dalam perizinan serta akses terhadap pembiayaan menjadi kunci utama dalam mempercepat pertumbuhan UMKM.

“Keberadaan UMKM harus dijamin melalui regulasi yang memudahkan, bukan mempersulit. Dengan kebijakan yang tepat, kita optimis ekonomi kerakyatan di Kota Medan akan semakin kokoh,” ujarnya.

Sri Rezeki juga menegaskan bahwa DPRD Kota Medan akan terus mendorong dan mengawal kebijakan yang pro terhadap UMKM, sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur ekonomi daerah.

Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, ia berharap UMKM di Kota Medan dapat berkembang lebih pesat, berdaya saing tinggi, serta menjadi tulang punggung ekonomi daerah di masa depan. (map/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru