Home Blog Page 879

Polemik Debat Cawapres, TPD Ganjar – Mahfud Sumut Sebut Pemimpin Harus Punya Nyali

Juru bicara TPD Ganjar - Mahfud Sumut, Sutrisno Pangaribuan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar – Mahfud Sumut angkat bicara atas polemik debat calon wakil presiden (cawapres) 2024.

Juru bicara TPD Ganjar – Mahfud Sumut, Sutrisno Pangaribuan mengatakan, pasangan capres – cawapres nomor urut 3, Ganjar – Mahfud siap dengan kondisi apapun, baik debat ataupun tidak debat.

Mereka optimis, sosok Mahfud adalah cawapres berkualitas yang siap bertanding untuk debat dalam bentuk apapun.

“Bagi kami TPD Ganjar – Mahfud Sumut, kami pasti sejalan dengan capres – cawapres, Ganjar – Mahfud, yakni siap dalam semua medan pertandingan. Debat dalam bentuk apapun siap, tidak debat pun siap,” ucap Sutrisno kepada Sumut Pos, Senin (4/12/2023).

Dikatakan mantan Ketua Komisi D DPRD Sumut itu, menghilangkan debat cawapres sejalan dengan kesadaran kolektif elit yang selalu menempatkan wapres sebagai ‘ban serap’.

“Padahal untuk kondisi saat ini, kita membutuhkan wapres yang bukan hanya sekedar pelengkap. Tentunya sosok Mahfud MD bukanlah sekedar sosok pelengkap, tetapi juga sosok yang ikut berkontribusi dalam pemikiran-pemikiran untuk bangsa,” ujarnya.

Sutrisno pun mengungkapkan, rencana KPU meniadakan debat disinyalir telah ‘dipesan oleh salah satu pasangan capres – cawapres.

“Rencana KPU meniadakan debat sepertinya ‘order’ dari pasangan calon yang tidak berani berdebat dengan cawapres nomor urut 3, Prof. Dr. M. Mahfud MD,” katanya.

Sutrisno pun menegaskan, bahwa cawapres yang mengorder ditiadakannya debat cawapres sebagai cawapres yang tidak berani menenangkan publik.

“Ada cawapres yang hanya mampu menenangkan capresnya, namun tidak berani menenangkan publik,” tegasnya.

Ia pun menyebutkan bahwa hal itu sebagai bentuk isyarat bahwa cawapres tersebut memang tidak memiliki nyali dalam berdebat. Sementara, seorang pemimpin yang baik harus punya nyali.

“Kalau cawapres itu punya nyali seperti yang sering diisyaratkan oleh Jokowi, maka sekalipun KPU tidak menggelar debat cawapres, ketiga cawapres harusnya kompak meminta KPU agar menggelar debat. Masa cawapres hanya mampu mengatakan bahwa dirinya hanya ikut aturan KPU saja. Cawapres yang saat deklarasi sudah bawa- bawa kartu kok malah bilang ikut KPU saja,” cetusnya.

Terakhir, Sutrisno mengingatkan bahwa Presiden Jokowi telah berulangkali menyatakan bahwa seorang pemimpin harus punya nyali.

“Jokowi berulang kali menyatakan pemimpin harus punya nyali, berarti capres dan cawapres harus punya nyali. Masa untuk debat saja tidak bernyali dan hanya mampu bilang ikut KPU saja,” pungkasnya. (map/ram)

Personel Bhabinkamtibmas Minta Warga Jangan Percaya Berita Hoax

SAMBANG: Personel Bhabinkamtibmas Polsek Rambutan Aipda I Siregar ketika melaksanakan sambang dengan masyarakat karena berita Hoax.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Menjelang Pemilu Serentak tahun 2024 dan masuknya masa kampanye, personel Bhabinkamtibmas Polres Tebingtinggi melakukan sambang kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Tebingtinggi terkait kampanye dan berita hoax.

“Warga diminta jangan percaya dengan berita hoax terkait dengan kampanye dan berita-berita lainnya,” papar Babinkamtibmas Polsek Rambutan Polres Tebingtinggi Aipda I Siregar melaksanakan sambang kepada masyarakat di Jalan HM Yamin Kelurahan Tanjung Marulak Hilir Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Senin (4/12/2023).

Dalam kegiatan sambang tersebut, bhabinkamtibmas menyampaikan kepada masyarakat untuk lebih teliti dalam menerima informasi dari internet dan media sosial.

Internet dan media sosial dapat memudahkan penyebaran informasi kepada masyarakat terkait politik dan pemilu, namun jika disalahgunakan dapat menyebabkan perpecahan, terutama jika didalamnya terdapat ujaran kebencian dan SARA.

“Jangan sembarangan membuat konten politik di media sosial jika tidak diketahui sumber dan kebenarannya, karena dapat menyebabkan disinformasi di media sosial. Banyak sudah kejadian yang berurusan dengan pihak berwajib terkait berita hoax,” jelasnya.

Selain itu, jelas Aipda I Siregar, diharapkan masyarakat juga harus menyadari dampak disinformasi berita politik dapat menurunkan kualitas pemilu, mengancam demokrasi hingga menyebabkan konflik sosial.

“Mari sukseskan pemilu serentak tahun 2024. Saling menjaga untuk kekondusifan Kota Tebingtinggi,” harapnya. (ian/ram)

Ada 3.206 Penderita Kanker di Sumut, Tertinggi Payudara dan Paru

HUT: acara Peringatan Hari Ibu ke-99 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman, Kota Medan. (ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (PPPA dan KB) Sumatera Utara mengedukasi kaum perempuan untuk tetap menjaga kesehatan, dalam rangka pencegahan dan menekan angka penyakit terkena kanker.

Kepala Dinas PPPA dan KB Sumut, Manna Wasalwa Lubis, mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut melakukan edukasi kepada para ibu tentang masalah kanker. Edukasi lebih difokuskan kepada kanker payudara, yang banyak menyerang kaum ibu.

Di tahun 2022, tercatat ada 3.206 penderita kanker di Sumut dan yang paling banyak adalah kanker payudara 393 orang, dan disusul kanker paru-paru 313 orang. Ini menandakan kanker payudara perlu mendapat perhatian khusus.

“Ini menjadi perhatian kita bersama untuk mengedukasi ibu-ibu yang kesibukannya luar biasa, bahkan terkadang dia lupa menjaga kesehatannya sendiri,” ucap Manna dalam acara memperingati Hari Ibu ke-99, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman, Kota Medan, Senin (4/12/2023).

Selain itu, menurut Manna, tidak sedikit penderita kanker payudara yang enggan melakukan pengobatan secara medis. Karena itu, melalui edukasi ini, diharapkan ibu-ibu menjadi lebih peka dan ikut mengedukasi keluarga, tetangga dan sanak saudara terkait kanker.

“Entah karena takut payudaranya dioperasi, enggan berkonsultasi dengan dokter, tetapi itu harus ditangani secara tepat, kalau tidak semakin lama akan semakin sulit ditangani,” kata Manna Wasalwa.

Sementara itu, narasumber pada acara ini Ahli Bedah Onkologi Dedy Hermansyah mengatakan, jumlah penderita kanker payudara semakin bertambah. Menurutnya, banyak penderita kanker payudara yang takut akan kehilangan payudaranya, bila menjalani pengobatan secara medis.

“Kalau masih bisa dipertahankan, tentu kita akan pertahankan, ada pasien saya yang payudaranya masih bisa dipertahankan, karena sejak awal melakukan pengobatan secara medis, bukan berarti saya melarang pengobatan alternatif,” kata Dedy.

Dedy berharap peserta yang hadir pada kegiatan ini bisa menjadi duta kanker di lingkungannya. Sehingga semakin banyak masyarakat yang paham pada kanker payudara dan mau menerapkan pola hidup sehat.

“Kami sangat berharap ibu-ibu yang hadir ini akan menjadi duta di keluarganya, lingkungannya atau paling tidak untuk dirinya sendiri agar kita bisa terhindar dari kanker payudara,” kata Dedy.

Kegiatan ini dihadiri berbagai kelompok pengajian ibu-ibu dan ASN Pemprov Sumut. Hadir juga secara virtual ASN Kabupaten/Kota serta organisasi-organisasi masyarakat.(gus)

Satreskrim Polres Binjai Kejar dan Tangkap Pelaku Penggelapan di Jakarta

DIAMANKAN: Pelaku penggelapan yang diamankan di Jakarta.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Unit Pidana Umum Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai mengungkap kasus tindak pidana penggelapan yang menjadi atensi, Senin (27/11/2023). Pengungkapan yang dilakukan Satreskrim Polres Binjai usai melakukan serangkaian penyelidikan dan pengejaran hingga ke luar Provinsi Sumatera Utara.

Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Zuhatta Mahadi menjelaskan, pengungkapan yang dilakukan anggotanya atas dasar laporan korban sesuai nomor: LP/B/583/XI/2023/SPKT/Polres Binjai/Polda Sumatera Utara. “Laporan ini dari korban berinisial MT (59),” ujar Zuhatta, Senin (4/12/2023).

Dia menjelaskan, korban kehilangan 1 unit mobil Toyota Kijang LX BK 1840 RA pada Senin (20/11/2023) lalu. Ceritanya bermula ketika pemilik mobil berinisial PT didatangi pelaku di Asrama TNI, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara.

Kepada pemilik mobil, pelaku datang untuk meminjam mobil korban dengan alasan mau mengambil uang di anjungan tunai mandiri atau ATM. Pemilik mobil kemudian mengizinkan pelaku untuk membawanya.

“Namun saat ditunggu hingga akhirnya membuat laporan polisi, mobil yang dibawa pelaku tidak balik. Korban yang merasa dirugikan kemudian membuat laporan polisi ke Polres Binjai,” kata Zuhatta.

Korban mengalami kerugian hingga Rp100 juta akibat hal tersebut. Setelah menerima laporan, sambung Zuhatta, Satreskrim Polres Binjai kemudian melakukan penyelidikan.

“Kami mendapat petunjuk jika mobil yang digelapkan pelaku sudah berada di luar Sumut. Atas petunjuk ini, kami kemudian melakukan pengejaran,” kata Zuhatta.

Singkat cerita, pelaku berinisial LJ (20) warga Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang akhirnya dibekuk tugas luar Satreskrim Polres Binjai ketika berada di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. “Kini pelaku penggelapan ini sudah ditahan di sel Polres Binjai guna kepentingan proses penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (ted)

Ribuan Washliyin Lantunkan Salawat Thibbil Qulub saat Puncak HUT ke-93 Al Wasliyah

SALAWAT: Duta Hafiz Istimewa remaja kembar penyandang tunanetra hafiz Quran 30 juz, Rahmat Revano dan Rahmat Revino, memandu melantunkan salawat Thibbil Qulub pada HUT ke-93 Al Washliyah di Lapangan Astaka.(Ist/SUMUT POS)

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Perayaan puncak HUT ke-93 Al Washliyah berlangsung meriah di Lapangan Astaka, Jalan William Iskandar/Jalan Pancing, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (2/12/2023) malam. Sekitar dua puluh ribu washliyin dari berbagai daerah di Sumatera Utara tumpah ruah memadati lokasi acara

Dari seluruh rangkaian acara perayaan yang berakhir pukul 00.30 WIB dini hari, salah satu yang paling menarik perhatian adalah saat ribuan washliyin yang hadir bersama-sama melantunkan Salawat Thibbil Qulub yang dipandu oleh Duta Hafiz Istimewa, Rahmat Revano dan Rahmat Revino.

Suara lantunan salawat yang dibawakan dua remaja kembar penyandang tunanetra hafiz Quran 30 juz itu membuat merinding ribuan jemaah yang hadir.

Saat lantunan salawat berkumandang, terlihat dari atas panggung kehormatan Ketua Pengurus Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara Dedi Iskandar Batubara menyalakan cahaya lampu kamera ponselnya dan melambaikan tangannya mengikuti irama lantunan salawat.

Sontak aksi Dedi Iskandar Batubara itu diikuti oleh ribuan jamaah yang hadir. Lapangan Astaka pun mendadak dipenuhi cahaya putih kelap-kelip sehingga membuat para jemaah semakin larut dalam suasana syahdu dan khidmat.

Saat pembacaan salawat berakhir dan dua hafiz kembar istimewa itu hendak beranjak kembali ke tempat duduk mereka di sisi kanan panggung dengan dipandu berjalan oleh orangtua mereka, pemandangan yang mengundang keharuan tersaji di atas panggung kehormatan.

Terlihat Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah KH Masyhuril Khamis dan Penasihat Al Washliyah Sumut Edy Rahmayadi spontan beranjak menghampiri Rahmat Revano dan Rahmat Revino, lalu bergantian menyapa, memeluk, dan mengecup kening dua hafiz kembar istimewa itu dengan penuh kasih.

Untuk diketahui, Salawat Thibbil Qulub adalah salah satu amalan yang sering dilafalkan umat Islam di Indonesia sebagai obat atau penyembuh hati untuk menjaga kesehatan tubuh dan menjadi obat segala penyakit zahir ataupun batin.

Rangkaian acara puncak HUT ke-93 Al Washliyah di Lapangan Astaka sendiri diawali dengan pertujukan tari-tarian daerah dan atraksi Brigade Hawari Gerakan Pemuda Al Washliyah Sumut. Selanjutnya pembacaan ayat suci Alquran oleh Qori internasional Syekh Darwin Hasibuan SPdI dan doa oleh Ketua Dewan Fatwa PB Al Washliyah Syekh Dr H Muhammad Nasir Akram Lc MA.

Dedi Iskandar Batubara dalam pidatonya mengatakan, acara malam puncak HUT ke-93 Al Washliyah ini menjadi malam istimewa karena selain dihadiri puluhan ribu jemaah juga dihadiri tokoh-tokoh yang selama ini banyak membantu Al Washliyah sehingga bisa mencapai kemajuan seperti sekarang ini.

Mereka antara lain Edy Rahmayadi (Gubernur ke-18 Sumut), Hendriyanto Sitorus (Bupati Labura), Syahrul M Pasaribu (mantan Bupati Tapsel), Syah Afandin (Plt Bupati Langkat), Waris Thalib (Wali Kota Tanjungbalai), Darma Wijaya (Bupati Sergai), H Abdillah (mantan Wali Kota Medan), Bobby Nasution (Wali Kota Medan), dan sejumlah kepala daerah di Sumut lainnya.

Kemudian Darwin Marpaung (Anggota DPRD Sumut dari PPP), Dedi Iskandar SE (Anggota DPRD Sumut dari PKS), Muchrid Nasution (pengusaha), Ivan Iskandar Batubara (pengusaha) serta kepada sejumlah tokoh Al Washliyah yakni H Rijal Sirait, KRT Hardi Mulyono Surbakti, almarhum H Hasbullah Hadi, almarhum Arifin Kamdi, almarhum Ustaz Nizar Syarif, almarhum Abdul Halim Harahap, dan almarhum Ustaz Hafiz Yazid.

“Atas nama PW Al Washliyah Sumut, saya merasa sangat bersyukur karena kehadiran tokoh-tokoh yang sudah begitu banyak membantu organisasi ini dalam perjalanannya hingga bisa seperti sekarang ini. Termasuk keluarga-keluarga pendiri yang sudah mewarisi Al Washliyah kepada kami,” ujar Dedi yang saat menyampaikan pidato sambutan didampingi Sekretaris Alimnur Nasution dan Bendahara Dedi Iskandar.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus wilayah hingga kabupaten/kota yang telah berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi Al Washliyah, sehingga kelak bisa memberikan yang terbaik untuk diwariskan kepada generasi Al Washliyah di masa depan.

Anggota DPD RI itu juga berharap agar seluruh warga Al Washliyah mendoakan yang terbaik kepada para pendiri dan tokoh-tokoh yang sudah banyak membantu.

Sementara itu, KH Masyhuril Khamis dalam sambutannya mengaku sangat terharu melihat begitu ramainya warga Washliyah yang menghadiri perayaan puncak HUT ke-93 Al Washliyah ini.

“Peristiwa malam ini cukup mengobati kerinduan saya melihat seluruh jamaah bisa hadir dalam suatu peristiwa besar di Al Washliyah. Saya mengucapkan terima kasih yang sangat besar atas kerja luar biasa panitia,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh kader Washliyah bangkit untuk meneruskan dakwah yang telah dirintis oleh para pendiri dan pendahulu di Al Washliyah.

Menurutnya, dakwah paling strategis saat ini yang harus dilakukan oleh seluruh kader Al Washliyah adalah melalui pendidikan. Untuk itu, kepada seluruh guru di sekolah-sekolah Al Washliyah untuk melahirkan generasi-generasi dakwah.

“Jadikan generasi-generasi yang sekarang sedang menuntut ilmu di lembaga pendidikan kita menjadi generasi pendakwah, generasi qurani. Tanamkan kepada mereka nilai-nilai perjuangan islami untuk meneruskan dan meluhurkan niat luhur para pendahulu kita di Al Washliyah,” ujarnya

Kepada seluruh kader yang saat ini sedang menduduki jabatan-jabatan penting, Masyhuril juga menegaskan, untuk meneruskan perjuangan para pendiri Al Washliyah.

“Pada peringatan HUT ke-93 inilah momentum kita untuk saling mengingatkan tentang perjuangan para pendiri dan pendahulu Al Washliyah,” tegasnya.

Terkhusus kepada Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) dan Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH), Masyhuril Khamis juga berpesan untuk terus berkesinambungan menyelenggarakan kaderisasi.

“Kepada anak-anakku khususnya IPA dan HIMMAH teruslah melaksanakan kaderisasi. Karena di tangan kalianlah Al Washliyah ini akan diwariskan. Kelak kalianlah yang akan melanjutkan perjuangan mewujudkan cita-cita pendiri Al Washliyah,” ujar Khamis.

Sementara itu Edi Rahmayadi dalam sambutannya selaku Penasihat Al Washliyah Sumut mengucapkan selamat ulang tahun ke-93 kepada seluruh pengurus dan warga Al Washliyah.

“Sebagai penasihat saya tidak bisa memberikan nasihat, karena sudah dinasihati oleh para tokoh yang sudah lebih dahulu berpidato. Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-93 Al Washliyah, semoga Al Washliyah terus berkembang dan melanjutkan dakwah para pendirinya,” ujarnya.

Rangkaian Kegiatan HUT

Sebelumnya, Ketua Panitia Ismael Parenus Sinaga didampingi Sekretaris Darwin Marpaung dan Bendahara Dedi Iskandar, melaporkan bahwa pihaknya dalam menyemarakkan HUT ke-93 Al Washliyah, telah melaksanakan berbagai kegiatan.

Antara lain menggelar berbagai perlombaan seperti lomba marawis, lomba kaligrafi, lomba qiraatul qutub, lomba memasak, dan lomba mewarnai. Kemudian aksi sosial donor darah dan pangkas gratis serta bazaar UMKM dan Malam Munajat untuk Free Palestine. Seluruh kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Astaka pada 30 November hingga 2 Desember 2023.

Selain itu Panitia bersama Pengurus Wilayah Al Washliyah Sumut juga melaksanakan ziarah ke makam para pendiri dan tokoh-tokoh Al Washliyah yang tersebar di beberapa TPU Muslim di Kota Medan.

Antara lain makam Syekh H Muhammad Yunus, Syekh H Abdurrahman Syihab, dan Syekh H Adnan Nur Lubis (ayahanda Hj Nawal Lubis istri Edy Rahmayadi) yang berlokasi di TPU Muslim Jalan Sei Deli.

Kemudian makam Syekh H Mahmud Syihabuddin di TPU Muslim Jalan Pattimura, makam H Abdul Halim Harahap di TPU Muslim Pinang Baris, makam Tuan HM Arsyad Thalib Lubis di TPU Muslim Jalan Mabar, makam H Hasbullah Hadi di TPU Muslim Perumnas Mandala.

Selanjutnya makam Tuan Husin Abdul Karim, H Ibrahim Syihab, dan H Bahrum Djamil di TPU Muslim Sei Mati; makam H Jalaluddin Abdul Muthalib, H Hasyim Syahid, Tuan Haji Guru Kitab Sibarani, H Abdul Majid Siraj, dan H Hamdan Abbas di TPU Masjid Raya Al Mashun; makam HM Nizar Syarif dan H Harun Amin di TPU Muslim Jalan Kemiri, dan makam H Usman Serawy di TPU Muslim Marendal.

Kemudian Panitia bersama LAZ Washal juga menggalang dana untuk diberikan sebagai “hadiah” kepada rakyat Palestina melalui lelang kaligrafi hasil karya para peserta lomba dalam rangka HUT ke-93 Al Washliyah dan pengumpulan langsung dana dari jemaah.

Dari hasil lelang lukisan kaligrafi di Malam Munajat untuk Free Palestina terkumpul Rp155,5 juta dan di malam puncak HUT ke-93 Al Washliyah terhimpun Rp377 juta. Sementara dana yang dihimpun LAZ Washal sebesar Rp173 juta.

Dengan demikian total dana yang berhasil dikumpulkan dari seluruh warga Al Washliyah untuk dihadiahkan kepada rakyat Palestina mencapai Rp715 juta lebih.

Pada perayaan puncak HUT ke-93 Al Washliyah, Panitia juga menyediakan lucky draw berhadiah lima tiket umrah gratis dan puluhan hadiah menarik lainnya bagi seluruh warga Washliyin yang hadir.

Selain dihibur paduan suara dan marching band dari para pelajar Madrasah Aliyah Al Washliyah Perbaungan, acara puncak HUT ke-93 Al Washliyah juga dimeriahkan penampilan Lebah Begantong dan Al Maidany.

Turut hadir di acara malam puncak HUT ke-93 Al Washliyah antara lain Pj Gubernur Sumut diwakili Aspem Kesra Basarin Yunus Tanjung, mantan Ketua PW Al Washliyah Sumut Prof Dr Saiful Akhyar Lubis MA, Ketua MUI Sumut dan Medan, para Ketua PD Al Washliyah se-Sumut, para Ketua Organ Bagian Al Washliyah Sumut, dan Sekda Medan Wiria Alrahman.(gus/ram)

SALAWAT: Duta Hafiz Istimewa remaja kembar penyandang tunanetra hafiz Quran 30 juz, Rahmat Revano dan Rahmat Revino, memandu melantunkan salawat Thibbil Qulub pada HUT ke-93 Al Washliyah di Lapangan Astaka.(Ist/SUMUT POS)

Banjir Bandang dan Longsor di Humbahas Diduga karena Perambahan Hutan

Pj Gubernur Sumut, Hassanudin di Kantor Gubernur Sumut.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Banjir bandang dan longsor terjadi di Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, diduga karena perambahan hutan.

Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor berbagi video dalam akun instagramnya, memperlihatkan sebuah perbukitan di sekitar Danau Toba, terlihat gundul. Sehingga, ia menilai ada kejahatan lingkungan yang terjadi.

“Setelah saya melihat vidio ini, sepertinya ada kejahatan lingkungan luar biasa yang menyebabkan musibah bencana tanah dan batu-batuan yang longsor,” tulis Dosmar dikutip Sumut Pos melalui akun instagramnya @dosmarb, Senin (4/12/2023).

Dosmar mengajak masyarakat, bersama-sama memerangi aktivitas kejahatan lingkungan, karena dapat merugikan alam dan masyarakat sekitarnya, karena dapat memicu terjadinya bencana alam.

“Kepada semua elemen masyarakat yang mengetahui para pelaku ilegal ini untuk sama-sama kita memantau ini, agar para pihak terkait mengambil langkah yang dianggap perlu,” tulis kembali Dosmar.

Menyikapi ada dugaan Ilegal logging tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Sumut, Hassanudin menginstruksikan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumut, untuk melakukan tindakan penyelidik bersama pihak kepolisian atas penyebab terjadi banjir bandang dan longsor tersebut.

“Terkait penyebab, memang kemaren saya sampaikan, coba dilihat di investigasi cari kemungkinan apa penyebabnya (banjir bandang dan longsor di Humbahas),” kata Hassanudin saat dikonfirmasi wartawan di loby Kantor Gubernur Sumut, Kota Medan.

Hassanudin mengungkapkan saat dirinya turun langsung bersama Kapolda Sumut, Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi ke lokasi bencana alam tersebut, Minggu (3/12) kemarin. Ia mengatakan kondisi lokasi banjir bandang dan longsor sangat memperhatikan.

“Karena dilihat dari dampaknya itu sangat sederhana sekali. Saya kira dari ketinggian, rupanya tidak dari ketinggian itu. Apakah ada gejala tektonik atau memang dampak dari informasi tadi (Perambahan Hutan),” jelas Hassanudin.

Hasanuddin meminta kepada Polda Sumut, juga turun melakukan penyelidikan dugaan perambahan hutan tersebut. Sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan dikemudian hari, sehingga tidak terulang lagi bencana alam serupa.

“Dalam hal kami sama sama dengan pak Kapolda Sumut dan bidang-bidang lain. Saya minta untuk mecari data dan informasi, apakah itu investigasi apa penyebabnya (banjir bandang dan longsor itu),” kata Hassanudin.

Hassanudin mengungkapkan melihat langsung proses evakuasi dan pencarian korban hilang itu, tim SAR gabungan terlihat mengalami kesulitan karena banyak material longsor seperti batu-batu besar bertumpuk di lokasi bencana tersebut.

“Sampai sekarang ada dua yang ditemukan, saya lihat semalam, penanganan bagus pemberian bantuan bagus,” kata Hassanudin.

Dua korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia masing-masing bernama Dian Lubis berjenis kelamin laki-laki, warga warga Parsoburan, Kabupaten Toba dan Tiamin Boru Sinambela warga Desa Simangulampe Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbahas.

Dian ditemukan di lokasi bencana pada Sabtu (2/12) siang, sekitar pukul 11.30 WIB. Sedangkan, Tiamin ditemukan pada Senin (4/12) pagi, sekitar pukul 10.07 WIB.

Untuk proses pencarian korban hilang berjumlah 10 orang. Tim SAR gabungan melibatkan, TNI/Polri, Basarnas Medan, BPBD Sumut, BPBD Humbahas, dan dibantu masyarakat sekitar.

Lanjut, Hassanudin mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga sudah menurunkan alat berat, untuk pencarian korban yang hilang, diduga tertimbun di material batu besar itu.

“Sampai semalam sudah 10 alat berat. Bahkan butuh pemecah batu, mengenai informasi tadi, semua kemungkinan bisa terjadi, tapi saya belum bisa menyimpulkan dengan informasi itu kita akan tindak lanjuti,” kata Hassanudin.

Dalam penanganan bencana alam tersebut, Hassanudin menjelaskan BNPB turun juga ke lokasi banjir bandang dan longsor itu. Untuk memberikan bantuan hingga memberikan bimbingan dalam proses pencarian korban hilang.

“Pasti akan kita lakukan, segalanya akan kita lakukan, hari ini BNPB Pusat akan hadir memberikan bantuan dan penyelesaian termasuk mendalami penyebabnya (longsor dan banjir bandang itu),” jelas mantan Pangdam I Bukit Barisan itu.

Disinggung lokasi bencana alam itu, berada di sekitar Danau Toba. Hasanuddin mengungkapkan perlu menjadi perhatian pihaknya dan stekholder terkait. Sehingga harus ada langkah, upaya pelestarian lingkungan di danau terbesar di Asia Tenggara itu.

“Betul sekali (harus ada pelestarian lingkungan). Jadi kita, memandang sesuatu itu harus secara holistik tidak hanya asas pemanfaatan nya saya,” kata Hassanudin.

Hasanuddin menjelaskan bahwa tentunya dalam program kedepan, Pemprov Sumut akan lakukan secara konprehenshif pelestarian lingkungan dan akan melibatkan semua pihak.

“Ini untuk mengantisipasi hal hal seperti ini, termasuk dampak lingkungan. Saya juga sudah berkeliling dan meliahat air terjun, sedangkan ini misalnya kabupaten dairi diatas dibawahnya Samosir,” ujar Hassanudin.

Hassanudin menambahkan pihaknya akan mendorong pembuatan Peraturan Daerah (Perda) tentang pelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba. Kalau tidak diatur, keindahan alam Danau Toba akan hancur kedepannya.

“Sehingga ini, harus kesisteman, kenapa demikian mana tahu nanti Perdanya tidak disatukan ini, akan berdampak pada lingkungan,” tandas Hassanudin.

Untuk diketahui, banjir bandang dan longsor terjadi di Kabupaten Humbahas ini, terjadi Jumat (1/12) malam, sekitar pukul 21.00 WIB. Dilaporkan dua orang tewas dan 10 masih hilang.

Bencana alam itu, mengakibatkan rumah milik 55 kepala keluarga mengalami kerusakan. 160 jiwa mengungsi di dua lokasi berada Kantor Camat Baktiraja, dan ke Gedung Serbaguna (GSG) HKBP Simanullang Sinambela.Selain itu, bencana alam ini, juga merusak Hotel Senior, Gereja, fasilitas umum hingga lahan pertanian.(gus)

Banjir Genangi Kawasan Industri Medan

BANJIR: Kawasan Industri Medan (KIM) dilanda banjir, akibat curah hujan yang tinggi pada Minggu, (3/12/2023) sore hingga malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kawasan Industri Medan (KIM) dilanda banjir pada Senin (4/12/2023) akibat curah hujan yang tinggi pada Minggu, (3/11/2023) dari sore hingga malam. Salah satu yang terparah ada di Jalan Pulau Nias atau di persimpangan Banjir yang mencapai kurang lebih hingga 70 cm. Banjir di Kawasan Industri Medan tersebut bukan yang pertama kalinya, setiap hujan deras turun kawasan Industri Medan itu sudah menjadi langganan banjir.

Genangan air hujan di Kawasan Industri Medan berpotensi mengganggu kelancaran bisnis investor. Ribuan pekerja yang melintas di kawasan Industri tersebut menjadi terhambat.

“Banjir ini sangat mengganggu aktivitas kami sebagai pengguna jalan di Kawasan Industri Medan. Herannya sejak dulu sampai sekarang masalah banjir ini tak juga dapat teratasi alias buntu tidak ada jalan keluar,” keluh Jamal pekerja di Kawasan Industri Medan.

Hal senada juga diungkapkan oleh sopir truk, Ridho yang mengatakan bahwa banjir ini memperlambat kinerjanya. Padahal, dirinya dan yang lain memiliki target.

“Banjir berada di jalur kanan, jadi kami pun harus berada di jalur kiri, dan satu jalur dua arah, dan berpotensi mengalami tabrakan dengan kendaraan yang berbeda arah,” ucapnya.

Belum lagi halnya gandengan kontainer yang parkir disepanjang KIM 2 sampai KIM 3. Ketakutan para sopir terbukti, karena tabrakan antara truk dan mobil box.

Awal mula terjadi tabrakan tersebut, karena adanya perbaikan jalan, mengakibatkan kemacetan yang tak teratur. Sebuah truk BK 9305 BN yang berasal dari arah Mabar menuju KIM II, ditabrak oleh sebuah truk BK 9724 SH yang berasal dari KIM II menuju gerbang tol Mabar.

Humas PT KIM, Niko Saat dikonfirmasi Sumut Pos, tidak ada jawaban, ketika Sumut Pos datang ke kantor, yang bersangkutan tidak berada ditempat. (mag-1/ram)

Atlet Binaan Shindoka Sumut Raih Emas di Portugal

EMAS: Atlet Binaan Shitoryu Indonesia Karate-do (Shindoka) Sumut, Naswa Aulia Ramadhani berhasil meraih medali Emas kelas Komite jenjang SMP Sederajat dalam turnamen MIKO di Maia, Portugal.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Salah satu atlet Binaan Shitoryu Indonesia Karate-do (Shindoka) Sumut, Naswa Aulia Ramadhani berhasil mengharumkan nama bangsa, khususnya Sumatera Utara dengan meraih medali Emas kelas Komite jenjang SMP Sederajat dalam turnamen MIKO di Maia, Portugal.

Ketua Umum Shindoka Sumut, Zulkarnain, mengatakan kejuaraan karate di Portugal tersebut merupakan salah satu turnamen karate internasional yang diikuti begitu banyak atlet-atlet karate tingkat pelajar dari banyak negara di dunia, sehingga kejuaraan tersebut menjadi sangat bergengsi.

“Alhamdulillah, anak perguruan Shindoka Sumut, Naswa Aulia Ramadhani yang msh duduk dibangku kelas VIII SMPIT Bina Insan Muslim dengan mental juara berhasil meraih medali emas tanggal 2 Desember lalu bersama dengan tim Indonesia lainnya,” ucap Zulkarnain kepada Sumut Pos, Senin (4/12/2023).

Menurut Zulkarnain, Naswa memiliki cita-cita menjadi atlet karate nasional yang handal. Hal itu terlihat dari kedisiplinan dirinya yang selalu latihan keras tanpa menunjukkan rasa lelah.

Ia menilai, dukungan orangtua dalam program pembinaan yang efektif juga menjadi kunci sukses Naswa dalam mempersembahkan medali emas di kategori komite untuk Tim karate Indonesia dalam kejuaraan tersebut.

“Bahkan kabar gembira tersebut kami terima di Pengda Shindoka Sumut dari ibunda Naswa yang mendapatkan berita gembira tersebut langsung dari official Tim Indonesia yang mendampingi atlet dalam kejuaraan tersebut,” ujarnya.

Diceritakan Zulkarnain, pada turmamen tersebut Naswa harus berjuang keras sejak babak awal sampai final, sebab lawan-lawan yang dihadapi kebanyakan merupakan atlet-atlet karate eropa. Namun dengan mental juara yang dimilikinya, Naswa berhasil sampai ke babak final sekaligus menjadi juara di kelas +45 kg putri tersebut.

Keberhasilan ini tentunya membawa harum nama Sumut sebagai salah satu daerah di Indonesia yang selalu memiliki atlet-atlet karate potensial yang bila diberikan program pembinaan yang optimal baik ditingkat perguruan maupun induk organisasinya ((FORKI), maka sang atlet bisa berprestasi hebat pd masa yg akan datang.

“Kalau kita amati sebenarnya program pembinaan di tingkat perguruan sudah cukup baik, namun yang harus lebih diperhatikan dan ditingkatkan adalah program pembinaan yang diselenggarakan oleh FORKI, khususnya untuk menyediakan banyak turnamen karate berkualitas yang dapat diikuti para atlet karate. Sebab tanpa pengalaman bertanding yang cukup, sangat sulit melahirkan atlet karate berkualitas,” tegasnya.

Dijelaskannya, Naswa sendiri di tahun 2024 ini, setiap dua bulan sekali selalu mengikuti kejuaraan karate baik tingkat lokal, nasional, bahkan internasional. Sehingga secara mental dan kemampuan teknisnya terus berkembang.

Ia pun berharap agar hasil ini menjadi motivasi lebih besar bagi Naswa dan tidak cepat berpuas diri dengan terus berlatih keras tanpa lelah serta disiplin. Pasalnya, Nasw juga sudah harus dipersiapkan untuk bersaing di tingkat junior.

“Namun kita yakin dengan kepribadian Naswa yang dimilikinya saat ini dan dukungan orangtua yang luar biasa, Naswa akan muncul menjadi alet karate nasional yang hebat,” tuturnya.

Tak lupa, Zulkarnain pun memberikan apresiasi kepada Naswa yang telah mengharumkan nama bangsa diusianya yang masih sangat muda serta memperkenalkan Indonesia di banyak kalangan remaja di dunia melalui prestasi karate yang diraihnya.

“Kita sebagai pembina tentunya merasa gembira dan lebih termotivasi untuk melakukan pembinaan berkelanjutan. Hal ini juga sekaligus menjadi motivasi bagi atlet-atlet karate lainnya, khususnya atlet Shindoka untuk lebih berprestasi. Terimakasih juga kepada seluruh pihak yang telah mendukung program pembinaan yang diselenggarakan Pengda Shindoka Sumut,” pungkasnya. (map/ram)

DPRD Medan Pastikan Seluruh Operator Sekolah Swasta di Medan Ikut Terima Tufu di Tahun 2024

Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST, menegaskan bahwa seluruh petugas operator sekolah, baik tingkat SD maupun SLTP akan menerima dana insentif Tunjangan Fungsional (Tufu) pada Tahun 2024. Bila selama ini yang mendapatkan insentif Tufu hanya operator sekolah negeri, maka di tahun 2024 nanti operator sekolah swasta juga akan mendapatkannya.

“Selama ini operator sekolah swasta mengeluh karena merasa terabaikan, maka kita di DPRD Medan memperujangkan keluhan itu. Alhamdulillah, tahun 2024 nanti operator sekolah swasta juga akan mendapatkan insentif Tufu,” ucap Sudari kepada Sumut Pos, Senin (4/12/2023).

Dikatakan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Medan itu, pihaknya telah menampung anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan pembayaran insentif Tufu kepada operator sekolah, baik negeri maupun swasta tersebut di APBD Kota Medan 2024.

“Anggarannnya kita perjuangkan bersama anggota dewan lainnya saat rapat Badan Anggaran bulan lalu untuk ditampung di APBD Pemko Medan TA 2024 dan sudah terealisasi. Kita harapkan mulai Januari Tufu untuk operator sekolah swasta dapat disalurkan yang nomenklaturnya ada di Disdikbud Kota Medan,” ujarnya.

Menurut politisi PAN yang saat ini kembali maju sebagai Caleg DPRD Medan dari Dapil Medan II (Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan) tersebut, dirinya banyak menerima keluhan operator sekolah swasta karena tidak menikmati Tufu dari Pemko Medan.

“Faktanya mereka patut dibantu, mengingat banyak sekolah swasta yang tidak sanggup memenuhi kebutuhan operator bahkan tenaga pengajar,” katanya.

Dikatakan Sudari, teralisasinya anggaran insentif Tufu itu merupakan kolaborasi DPRD Medan dan Pemko Medan sebagai bentuk keseriusan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Medan.

Sejak jauh hari, sambung Sudari, pihaknya sudah gencar menyuarakan agar operator sekolah swasta bisa mendapatkan Tufu kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan. Komisi II pun telah meminta kepada Disdikbud Kota Medan agar dapat mengalokasikan anggaran Tufu tersebut.

“Banyak sekolah swasta di Medan yang terseot-seot, maka perlu dukungan dari pemerintah guna peningkatan mutu pendidikan di Kota Medan. Kita juga berharap jangan sampai terkesan pilih kasih,” pungkasnya. (map/ram)

Peran MPASI dalam Mencegah Anemia Defisiensi Zat Besi pada Bayi

MPASI-Ilustrasi
DR. Dr. Lanny Christine Gultom, SpA(K)

Oleh: DR. Dr. Lanny Christine Gultom, SpA(K)

Anemia defisiensi besi (ADB) adalah rendahnya kadar hemoglobin akibat kekurangan zat besi di dalam tubuh. Anemia defisiensi besi pada bayi tidak terjadi secara tiba-tiba, namun didahului oleh dua tahapan sebelumnya, yaitu deplesi besi (berkurangnya cadangan zat besi, namun kadar hemoglobin masih normal) dan defisiensi besi dimana kadar hemoglobin sudah menurun.

Bayi yang mengalami deplesi besi dan tidak ditangani dengan baik, akan mengalami defisiensi besi. Jika kondisi defisiensi besi tidak juga di tangani segera, maka bayi akan mengalami ADB.

Anemia defisiensi besi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti (1) suplai zat besi yang rendah (prematuritas, pemberian MPASI yang terlambat, diet vegetarian, gangguan menelan); (2) peningkatan kebutuhan besi (usia bayi, berat badan lahir rendah, pertumbuhan cepat pada masa pubertas (pubertal growth spurt)); (3) penurunan penyerapan besi di saluran cerna (penyakit inflammatory bowel diseases, infeksi helicobacter pylori, dsb); dan (4) perdarahan (menstruasi yang sering dan berlebih, alergi susu sapi, dsb).

Penelitian Ringoringo pada bayi berusia 0 – 12 bulan di Kalimantan Selatan menemukan insidens ADB sebesar 47,4%. Insidens ADB pada penelitian ini cenderung lebih tinggi pada bayi yang lahir dari ibu dengan anemia dibandingkan ibu tanpa anemia.

Zat besi juga merupakan salah satu zat gizi penting untuk perkembangan janin, bayi, dan anak, terutama pada perkembangan otak. Defisiensi zat besi mengakibatkan gangguan perkembangan psikomotor dan fungsi kognitif, khususnya fokus dan daya ingat.3-6 Pada saat di dalam kandungan, bayi mendapatkan asupan zat besi dari ibunya yang dapat memenuhi kebutuhan zat besi bayi sampai 4 – 6 bulan pertama setelah kelahirannya.

Bayi yang lahir cukup bulan dan mendapat ASI eksklusif tidak memerlukan suplementasi zat besi. Ketika bayi mencapai usia 4 – 6 bulan, cadangan zat besi mulai habis sedangkan kebutuhan zat besi makin meningkat sehingga menyebabkan bayi lebih rentan untuk mengalami defisiensi besi. Kebutuhan zat besi pada bayi berusia 6 – 11 bulan yaitu 11 mg/hari dimana 97% dari kebutuhan ini harus dipenuhi dari MPASI.7-9

Ibu dapat memberikan MPASI rumahan maupun MPASI fortifikasi komersial. Kelebihan MPASI rumahan adalah rasa yang beraneka-ragam dan biaya yang murah. Namun MPASI rumahan memiliki risiko lebih tinggi kontaminasi mikroba selama penyiapan, penyimpanan, dan proses pemberian makan, serta kejadian tersedak jika tekstur makan yang diberikan tidak sesuai usia apabila dibandingkan MPASI fortifikasi kemasan.10-12

Di Indonesia, Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) mengawasi dengan ketat produk MPASI komersial termasuk MPASI fortifikasi. Kandungan nutrisi dalam MPASI fortifikasi tak hanya harus mengikuti peraturan BPOM RI namun juga harus sesuai dengan Codex Alimentarius yang diinisiasi oleh FAO/WHO (Food and Agriculture Organization of the United Nations/World Health Organization), serta diperkaya dengan zat gizi tertentu (besi, yodium, seng, vitamin D, dsb) untuk memastikan asupan zat gizi yang adekuat sehingga anak dapat bertumbuhkembang secara optimal.

Persyaratan kandungan nutrisi produk MPASI yang diijinkan beredar di Indonesia tercantum dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 24 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Pengawasan Pangan Olahan Untuk Keperluan Gizi Khusus. Kandungan air dalam produk MPASI bentuk bubuk tidak lebih dari 5g per 100g. Kandungan air yang rendah menyebabkan produk MPASI tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga aman untuk dikonsumsi bayi.

Sementara itu, hambatan yang sering ditemui dalam penggunaan MPASI rumah tangga adalah kesulitan untuk menentukan kandungan nutrisi secara akurat dan daya terima anak yang mempengaruhi jumlah konsumsi karena ukuran lambung anak yang kecil. Kedua hal ini sangat menentukan kecukupan asupan zat gizi anak setiap hari.16 Sebagai gambaran, untuk memenuhi 11 mg zat besi diperlukan 3 buah hati ayam, 400 gram bayam, 3000 gram daging dada ayam.

Penelitian Irawan R, dkk di Indonesia menunjukkan bayi berusia 6 – 24 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan dan mengonsumsi MPASI rumahan mempunyai kadar hemoglobin dan zat besi yang lebih rendah, serta risiko yang lebih tinggi untuk mengalami stunted (perawakan pendek) dan wasted (gizi kurang) dibandingkan bayi yang mengonsumsi MPASI fortifikasi kemasan. Selain itu, penelitian Csölle I, dkk juga menunjukkan bahwa pemberian MPASI fortifikasi pada bayi juga dapat mengurangi risiko anemia sebesar 43%.

Oleh karena itu, orangtua dapat menggunakan MPASI rumahan dan MPASI fortifikasi untuk mencegah ADB pada bayi. MPASI fortifikasi kemasan dapat menjadi alternatif untuk digunakan secara tunggal atau kombinasi dengan MPASI rumahan agar memastikan asupan zat gizi makro dan mikro yang adekuat pada bayi. (penulis adalah Dokter Spesialis Anak dan Ahli Nutrisi yang saat ini menjabat sebagai Staf SMF Kesehatan Anak di RSUP Fatmawati)