Home Blog Page 881

Kasus “Lord Luhut” Haris Azhar dan Fatia Divonis Bebas

BEBAS: Pendiri Lokataru Haris Azhar dan eks Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti saat divonis bebas dalam kasus pencemaran nama baik Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan oleh Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (8/1).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pendiri Lokataru Haris Azhar dan eks Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti memekikkan “rakyat menang!” usai divonis bebas dalam kasus pencemaran nama baik Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan oleh Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (8/1).

Mulanya, Haris dan Fatia tampak berpelukan usai Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menutup persidangan kasus “lord Luhut” tersebut. Keduanya juga tampak menyalami Jaksa Penuntut Umum di ruang persidangan.

Tak lupa, Haris dan Fatia juga berpelukan dengan para kuasa hukumnya yang mengenakan jubah hitam berbalut putih. Teriakan para pendukungnya di kursi penonton meminta agar Haris dan Fatia menghadap ke kursi penonton sambil memegang bendera bertuliskan “KAMI BERSAMA HARIS & FATIA”.

Setelah itu, Haris dan Fatia pun mengangkat tangan kirinya sambil mengepal dengan tinggi. Mereka pun berteriak “Rakyat menang!” berkali-kali yang disambut riuh para pendukungnya.

Untuk diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur membebaskan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti dari seluruh dakwaan dalam perkara dugaan pencemaran nama baik Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

“Menimbangkan karena tidak terbukti maka tidak terbukti secara sah maka pada para terdakwa diputus bebas,” kata Hakim Ketua Cokorda Gede Arthana dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (8/1).

Hakim menilai, dakwaan tentang penghinaan atau pencemaran nama baik tidak terbukti secara hukum. Sehingga tuntutan dikesampingkan.

“Apa yang diperbincangkan bukanlah termasuk dugaan penghinaan. Tidak memenuhi unsur hukum. Tidak terbukti dalam dakwaan pertama dan bebas atas tuntutan dakwaan,” ucap Cokorda.

Terkait dakwaan penyebaran berita bohong pun tidak terpenuhi. “Bukan berita bohong. Sehingga dakwaan kedua tidak terbukti sehingga terdakwa lepas dari dakwaan kedua. Dakwaan subsider tidak terpenuhi sehingga terdakwa lepas dari dakwaan subsider,” kata Cokorda. (jpg/ila)

International Handicraft Trade Fair, Pemprov Sumut Siap Pamerkan UMKM Terbaik

Pj Ketua Dekranasda Sumut, Dessy Hassanudin berfoto bersama usai Rapat Persiapan Inacraft Tahun 2024 bersama Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan, Senin (8/1/2024). .(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Kegiatan International Handicraft Trade Fair (Inacraft) yang akan diselenggarakan pada 28 Februari sampai 3 Maret 2024 di Jakarta Convention Center (JCC) diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran produk kerajinan dari kabupaten/kota saja, tapi juga mengenalkan berbagai potensi lainnya yang ada di Sumatera Utara (Sumut), seperti pariwisata.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumut Dessy Hassanudin pada Rapat Persiapan Inacraft Tahun 2024 bersama Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan, Senin (8/1/2024).

Dessy juga berharap, kegiatan Inacraft dapat memotivasi para pengrajin atau pelaku usaha di Sumut untuk lebih berinovasi melahirkan produk kerajinan yang semakin baik. Apalagi, Sumut memiliki potensi yang sangat banyak.

“Potensi Sumut itu cukup banyak. Selama ini masyarakat di luar Sumut, tahunya hanya soal Ulos. Padahal, Sumut itu bukan hanya ulos saja. Ulos juga harus diketahui masyarakat banyak jenisnya. Ternyata Melayu juga ada di Sumut, selama ini orang ketahui Melayu itu hanya dari Riau. Jadi Sumut itu kan banyak potensinya, ada di 33 kabupaten/kota yang masing-masing punya keunggulan,” jelasnya

Diharapkan juga, Inacraft bukan hanya sarana menampilkan fashion, atau sekadar ajang pameran saja, tapi juga sebagai studi banding para pelaku UKM, sehingga dapat meningkatkan kompetensi dan pengetahuan para pelaku UKM.

Di ajang pameran setiap tahunan itu, lanjut Dessy, stan Sumut juga bisa menampilkan perajin atau pelaku usaha dalam membuat produknya. Seperti bagaimana membuat anyaman dari tikar, serta pengelolaan limbah menjadi produk kreatif.

“Kalau prosesnya itu praktis, mudah, dan biaya operasionalnya rendah, maka masyarakat yang melihat juga bisa meniru dan bermanfaat pastinya. Jadi bukan hanya fashion, pameran produk saja yang ditampilkan pada kegiatan Inacraft,” ucapnya.

Selain itu, Dessy juga ingin produk berupa hasil kerajinan, kuliner, yang ditampilkan sebaiknya juga memiliki ciri khas dari daerah masing-masing. Kegiatan seperti ini merupakan sarana ‘pintu masuk’ bagi daerah dan pelaku UKM untuk mengenalkan produk unggulan.

“Untuk itu saya berharap seluruh kabupaten/kota dapat berpartisipasi dalam kegiatan Inacraft nantinya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua BPD ASEPHI Sumut Fatimah Habibie Syamsul Arifin menyampaikan, pada kegiatan Inacraft Sumut mendapat kuota 27 stan. Hingga kini, pihaknya mencatat sebanyak 16 peserta yang ikut serta dalam kegiatan Inacraft.

“Kita akan berkoordinasi dengan pelaku UKM baik di provinsi dan daerah untuk mengajak para pelaku UKM yang dinilai layak untuk mengikuti kegiatan tersebut. Tentunya dengan melihat produknya, kualitas, yang mewakili ciri khas daerah,” pungkasnya.

Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral yang juga Ketua Harian Dekranasda Sumut Mulyadi Simatupang, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang juga Wakil Ketua Harian Dekranasda Sumut Dian Arief S Trinugroho, beserta jajaran pengurus Dekranasda dan ASEPHI.(gus)

Polsek Sipispis Berikan Imbauan Selalu Waspada Terhadap Banjir

IMBAU: Personel Polsek Sipispis Resor Tebingtinggi melakukan imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai bahaya banjir bandang di Sungai Bahbolon dan Sungai Padang.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Menghadapi musim penghujan serta antisipasi bahaya banjir, Polsek Sipispis Resor Tebingtinggi memberikan imbauan kepada warga Kecamatan Sipispis dan warga Kota Tebingtinggi untuk mewaspadai bahaya banjir kiriman.

Imbauan banjir bandang tersebut disampaikan oleh Aiptu Darmawan Purba dan Aipda Obi Mesak Hutasoit di obyek Wisata Sungai Bahbolon Desa Bartong Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) yang masuk wilayah hukum Polres Tebingtinggi, Senin (8/1/2024).

Kepada warga Kota Tebingtinggi yang bermukim di pinggiran Sungai Padang diharapkan juga meningkatkan kewaspadaan, karena Sungai Padang merupakan terusan dari Sungai Bahbolon yang ada di wilayah hulu tepatnya daerah Kecamatan Sipispis.

“Kami melakukan imbauan kepada masyarakat agar tetap mewaspadai bahaya banjir bandang. Setiap hari, personel Polsek Sipispis selalu memantau debit air Sungai Bahbolon untuk memastikan keamanan dan memberikan informasi kepada masyarakat yang dilintasi aliran Sungai Bahbolon,” jelas Aiptu Darmawan Purba.

Menurut Aiptu Darmawan Purba, personel juga melakukan imbauan kepada masyarakat yang berwisata di objek wisata agar tetap waspada terhadap banjir bandang dan tetap menjaga anak anaknya sewaktu bermain serta mandi di Sungai Bahbolon lalu mengimbau para petugas parkir tetap memantau sepeda motor yang diparkir agar tidak terjadi pencurian, kemudian masyarakat setempat diminta tetap menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi objek wisata.

“Hasil yang dicapai saat patroli adalah debit air Sungai Bahbolon terpantau normal. Masyarakat mengucapkan terimakasih kepada Polsek Sipispis yang melaksanakan patroli ke objek wisata Desa Bartong sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman dan terkendali di lokasi tersebut,” tutupnya. (ian/)

Usai Nobar Debat Capres, Ade Jona Minta Seluruh Relawan Semakin Semangat Menangkan Prabowo-Gibran

NOBAR: Suasana Nobar Debat Ketiga pasangan Capres di TKD Sumut Minggu (7/1/2024) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Hasil Debat Calon Presiden (Capres) ketiga yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Capres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto dinilai bisa menguasai jalannya debat.

Pertanyaan yang disampaikan pasangan calon lain dijawab dengan baik. Hanya saja karena waktu terbatas yang diberikan untuk menjawab, Prabowo tidak bisa menjelaskan secara detail.

Bahkan, ketika pertanyaan disampaikan menyudutkan Kementrian Pertahanan, dimana dirinya menjadi menteri di instansi tersebut, Prabowo dengan tegas mengatakan data tersebut keliru.

Untuk itu, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumut Paslon Presiden-Wakil Presiden Nomor Urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Ade Jona Prasetyo mengajak para relawan dan TKD Prabowo-Gibran Sumut untuk bekerja lebih keras lagi memenangkan pasangan ini di Sumatera Utara (Sumut).

“Kita harus kerja keras lagi,” ucap pria yang juga caleg DPR RI nomor urut 2, dapil Sumut 1 dari Partai Gerindra, usai nonton bareng Debat Capres di Sekretariat TKD Prabowo-Gibran Sumut, di Jalan Balai Kota Bogor 2, Medan, Minggu (7/1/2024) malam.

Ade Jona juga mengimbau kepada para relawan dan juga TKD Prabowo-Gibran Sumut untuk tidak menanggapi adanya paslon lain yang menjelekkan pasangan nomor urut dua ini. “Ada paslon lain yang menjelekkan, jangan ditanggapi,” imbaunya.

Dirinya mengingatkan, sisa waktu 37 hari menuju pencoblosan, seluruh tim untuk terus berbuat kepada masyarakat. Konsentrasi merebut simpati masyarakat untuk memenangkan pasangan Prabowo – Gibran. “Waktu kita tinggal 37 hari lagi. Ayo kita berbuat untu masyarakat,” tambah pria yang juga menjabat Ketua HIPMI Sumut ini.

Dia menuturkan, saat ini hasil survei menunjukkan elektabilitas Prabowo-Gibran mencapai 50 persen lebih. Hasil ini tidak membuat seluruh tim terlena dan langsung berdiam diri. Situasi ini harus dilakukan sebaliknya. “Seluruh tim harus bekerja lebih keras lagi. Prabowo, Gibran menang,” pungkasnya. (dwi/ram)

Jaksa Tuntut Mati Pemuda asal Aceh yang Bawa 36,7 Kg Sabu

KASUS: Hakim menyidangkan Abdurrahman terdakwa kasus sabu secara virtual, Senin (8/1/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Abdurrahman (26) warga asal Aceh Timur, dituntut jaksa dengan pidana mati. Dia dinilai terbukti membawa sabu seberat 36,7 kilogram (kg), dalam sidang virtual di Ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (8/1/2024).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bastian Sihombing dalam nota tuntutannya menyatakan, perbuatan terdakwa dinilai terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) atau kedua diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Meminta kepada majelis hakim, agar menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana mati,” tegasnya.

Menurut JPU, hal memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana narkotika. “Sedangkan hal meringankan tidak ada,” kata JPU.

Usai mendengarkan tuntutan, hakim ketua Abdul Hadi Nasution memberikan kesempatan kepada terdakwa melalui penasehat hukumnya untuk menyampaikan nota pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan.

Mengutip dakwaan, berawal pada 9 Maret 2023, empat Tim Intelijen Lantamal 1 Belawan, mendapat informasi dari masyarakat tentang akan adanya penyeludupan sabu dari Thailand menuju Pangkalan Susu.

Selanjutnya, menindaklanjuti informasi tersebut, Tim melaksanakan pengumpulan data dan pendalaman di Wilayah Pangkalan Susu. Setelah dilaksanakan pendalaman, Tim Intelijen Lantamal I Belawan kembali memperoleh informasi masuknya sabu tersebut berubah tempat.

Intelijen Lantamal I Belawan kembali memperoleh informasi masuknya Narkoba jenis sabu-sabu tidak melalui perairan Pangkalan Susu, namun diperkirakan melalui perairan jalur kuala pesisir pantai di sekitar Aceh Utara, Lhouksmauwe hingga Aceh Timur.

Setelah Informasi tersebut akurat, Dantim Intelijen Lantamal I Belawan melaporkan ke Komando, lalu Komando memerintahkan KRI Tjitadi -381 yang sedang berada di Belawan untuk melaksanakan penyekatan di sekitar perairan Aceh Utara, Lhouksmauwe, sebagian Aceh Timur.

Ternyata penyekatan KRI Tjitadi -381 itu berhasil karena melihat 1 buah kapal pancing nelayan mendekat ke pantai dan beberapa saat kemudian tim melihat dari dalam kapal pancung itu ada benda yang dilemparkan kearah pantai kemudian Kapal Pancing tersebut kembali ke laut.

Kemudian, Tim mendekati barang yang di lemparkan tersebut, namun saat mendekat ke benda yang di lemparkan itu, Tim melihat seorang laki-laki melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor. Saat dilakukan pengejaran, pelaku berhasil melarikan diri.

Ternyata barang yang dilemparkan dari kapal pancung itu, setelah diperiksa berisi 2 buah karung yang di dalamnya terdapat bungkusan sabu berisi 36 bungkus dengan berat keseluruhan 36.756,7 Kg.

Berikutnya, Tim Lantamal I Belawan melakukan pengembangan, akhirnya Tim kembali mendapat informasi bahwa Narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 36 bungkus itu akan diterima seseorang di Lhoksukon, Aceh Utara.

Mendapat informasi itu, Tim Lantamal I Belawan melakukan penyamaran lalu mendatangi lokasi, dan menangkap terdakwa Abdurrahman. Dari hasil pemeriksaan setelah menunjukkan barang bukti 2 buah goni yang berisi 36 bungkus sabu itu, terdakwa mengaku barang haram itu milik Murtala Alias Wak G (DPO).

Berikutnya, terdakwa Abdurrahman beserta barang bukti dibawa dan diserahkan ke kantor BNNP Sumut guna diproses pemerikaan lebih lanjut. (man)

Pengamat dan TKD Sumut Sayangkan Serangan Personal Anies ke Prabowo pada Debat Capres Ketiga

Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Capres nomor urut 1, Anies Bawesdan. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Debat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 ketiga yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU), di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1) malam berlangsung seru.

Debat yang diikuti ketiga capres itu mencuri perhatian publik. Ketiga calon menyampaikan visi misinya terkait pertahanan, keamanan, hubungan internasional dan geopolitik.

Namun, yang menjadi perhatian publik adalah saling serang antara Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1, Anies Baswedan dan Paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto. Dalam debat tersebut, Anies berusaha memancing emosi Prabowo dengan melontarkan pertanyaan yang diikuti dengan data. Mulai dari anggaran Kementrian Pertahanan, kepemilikan tanah sampai pembelian alat tempur bekas.

Namun, hal tersebut dijawab dengan tenang oleh Prabowo Subianto. Sebab, data diberikan tidak valid.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago mengatakan, strategi Anies dalam debat tidak sesuai dengan keinginan masyarakat Indonesia yang mengharapkan debat yang konstruktif dan fokus pada isu-isu penting.

Dijelaskannya, pernah dilakukan survei perihal pandangan masyarakat mengenai debat yang saling serang dan menjatuhkan, yang dilaksanakan pada 25-27 Desember 2023. Di mana, hasil survei menunjukkan bahwa 57,0 persen responden tidak setuju ketika debat dilakukan dengan saling serang dan menjatuhkan.

Sementara, 38,6 persen lain mengaku setuju dan disusul dengan 4,4 persen lainnya yang tidak menjawab/tidak tahu. Ini menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak menyukai debat yang saling serang dan menjatuhkan.

Sayangnya, hal ini sepertinya kembali terulang. Alih-alih belajar dari kesalahan, Anies kembali melakukan upaya penyerangan yang sekiranya di luar dari substansi debat, yakni condong memainkan emosi dan personal Prabowo Subianto yang dinilai tidak adil dan bertendensi menjatuhkan.

“Hal ini cenderung mengganggu berjalannya sesi debat yang seharusnya berjalan dengan kondusif, malah menjadi ajang balas dendam,” tegas Arifki, usai berlangsungnya Debat Capres.

Sementara itu, Ketua TKD Prabowo-Gibran Sumut, Ade Jona Prasetyo mengatakan, dirinya sangat menyayangkan bahwa taktik ataupun strategi seperti ini dapat terulang kembali. Mengingat, bagaimana debat lalu memberikan pengaruh besar di mata publik.

Dia juga sangat menyayangkan sikap Anies Baswedan yang beberapa kali berusaha menyerang Prabowo secara personal, ini nampak melalui raut wajah dan sikap menggebu Anies setiap menanggapi Prabowo. Padahal sebaliknya, Prabowo malah terkesan santai sama seperti capres nomor urut 03, Ganjar Pranowo yang terkesan fokus pada substansi debat.

“Pak Prabowo akan selalu fokus dengan politik riang gembira. Di mana, bersimbolik pada tingkah laku yang santun, bermanfaat dan tidak menyerang atau menjelekkan paslon lain. Seseorang tidak akan terlihat lebih baik dengan menjelekkan orang lain,” ungkapnya.

Caleg DPR RI dapil Sumut 1 nomor urut 2 dari Partai Gerindra ini bersama dengan TKD Prabowo-Gibran Sumut akan terus memantau perkembangan Prabowo-Gibran. Mereka terus berupaya memberikan dukungan terbaik untuk paslon capres-cawapres nomor urut 02 ini. (dwi/ram)