Home Blog Page 884

PERTRI dan PATRIN Sumut siap Menangkan Hasrul Benny Harahap

Hasrul Benny Harahap (kanan) bersama Ketua DPD PERTRI dan PATRIN Sumut, Nelyardi Kocik saat di Posko Pemenangan, Jumat ( 8/12)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Tuna Rungu Indonesia (PERTRI) Sumatera Utara dan Perkumpulan Atlit Tuna Rungu Indonesia (PATRIN) Sumatera Utara (Sumut), siap memenangkan Hasrul Benny Harahap menjadi Anggota DPR RI dari Dapil Sumut I. Hal tersebut disampaikan Ketua DPD PERTRI dan PATRIN Sumatera Utara, Nelyardi Kocik saat diwawancarai Wartawan, Jumat ( 8/12) pagi, di Posko Pemenangan Hasrul Benny Harahap.

“Pertri dan Patrin siap mendukung penuh dan memenangkan Bapak Hasrul Benny Harahap menjadi Anggota DPR RI ke Senayan, “ ungkap pria yang akrab disapa Ardi Kocik itu.

Lebih lanjut, disebutnya dukungan dirinya kepada Hasrul Benny Harahap bukan serta merta karena tahun politik. Ditekankannya, dirinya sudah mengenal Hasrul Benny Harahap sejak 6 tahun lalu. Selama pertemanan dengan Hasrul Benny Harahap, disebutnya bahwa Hasrul Benny Harahap merupakan sosok yang peduli.

“Bapak Hasrul Benny Harahap merupakan bapak dermawan. Dia sangat peduli terhadap sesama dan termasuk terhadap kaum disabilitas. Dalam setiap kegiatan sosial yang kita laksanakan, selalu Bapak Hasrul Benny Harahap mendukung dan turut serta, “ sambungnya.

Sebelum mengakhiri, dikatakannya bahwa dukungan yang disampaikannya itu juga telah didukung oleh Pengurus Inti Pertri dan Patrin Sumatera Utara. Termasuk pengurus 5 DPC yang telah terbentuk, yakni Kota Tebing Tinggi, Kota Pematang Siantar, Kabupaten Langkat, Kabupaten Deliserdang dan Kabupaten Serdang Bedagai, disebutnya telah siap mendukung dan memenangkan Hasrul Benny Harahap.

Menyikapi dukungan itu, Hasrul Benny Harahap mengaku senang dan siap membawa aspirasi Petri dan Patrin Sumut jika terpilih. Dikatakannya, apa yang telah dilakukannya kepada Petri dan Patrin Sumut selama ini, semata-mata karena keikhlasan dan rasa kepedulian terhadap sesama. Oleh karena itu, ditekannya dirinya juga tidak akan melupakan dukungan yang diberikan Petri dan Patrin Sumut kepadanya.

“Terimakasih atas dukung yang diberikan kepada saya. Mari kita sama sama berdoa agar saya tetap istiqomah dengan janji saya dan mari kita rapatkan barisan dalam perjuangan kita ini, “ ujar Benny singkat.

Amatan Wartawan, kehadiran Ketua Petri dan Patrin Sumut, Nelyardi Kocik disambut hangat oleh Hasrul Benny Harahap. Perbincangan antar keduanya juga terbangun hangat dan penuh canda sehingga menarik perhatian tamu lain yang saat itu juga berkunjung ke Posko Pemenangan Hasrul Benny Harahap. Usai kunjungan itu, tampak Ketua Petri dan Patrin Sumut meminta kartu nama, stiker dan spanduk untuk dibagikan kepada anggota Petri dan Patrin Sumut. (rel/tri)

Hadapi Tantangan Kuota Besar dan Jamaah Lansia, Pendaftaran Petugas Haji Dibuka

Ilustrasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pendaftaran petugas haji 2024 resmi dibuka sejak kemarin, Kamis (7/12). Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan para calon pendaftar untuk bersiap sejak awal. Pasalnya, mereka akan berhadapan dengan tantangan banyaknya kuota, serta jumlah jemaah lansia yang masih cukup besar.

Informasi perkembangan pendafataran petugas haji itu, disampaikan juru bicara Kemenag Anna Hasbie. Dia mengatakan pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi Pusaka milik Kemenag. Masa pendaftaran dibuka sejak 7 hingga 17 Desember mendatang. Seluruh masyarakat Indonesia yang memenuhi kriteria, biaa mendaftar sesuai dengan bidang penugasan yang tersedia.

“Proses pendaftaran dilakukan secara online dan terbuka. Untuk mendapatkan petugas terbaik,” katanya kemarin (7/12) sore. Kepada para pelamar, dia mengingatkan supaya kembali meluruskan niat. Yaitu untuk menjadi pelayan dari tamu-tamu Allah.

Menurut Anna, tantangan utama yang harus dijalani petugas haji adalahnya banyaknya kuota haji. Tahun depan, total kuota haji Indonesia adalah 241 ribu jemaah. Perinciannya adalag 221 ribu kuota tetap dan 20 ribu kuota tambahan. Musim haji sebelumnya Indonesia dapat tambahan kuota, tetapi karena mepet tidak diisi.

Tantangan yang kedua adalah masih banyaknya jemaah usia lanjut. “Pada musim haji 2024, ada sekitar 40 ribu jemaah haji lansia,” katanya. Para jemaah haji lansia ini, membutuhkan pelayanan ekstra. Khususnya jemaah lansia dengan kondisi kesehatan yang tidak sempurna. Anna menegaskan calon pelamar petugaa haji harus memahami betul tugas-tugasnya.

Dia mengingatkan, tugas yang diemban para petugas haji sudah diatur dalam UU 8/2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Pada pasal 1 ayat 9 misalnya, ditegaskan bahwa petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) bertugas melakukan pembinaan, pelayanan dan pelindungan, serta pengendalian dan pengoordinasian pelaksanaan operasional ibadah haji. Baik itu di dalam negeri atau di Arab Saudi.

Anna mengatakan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah memiliki dua tujuan. Yaitu memberikan pembinaan, pelayanan, dan pelindungan bagi jemaah haji dan umrah. Sehingga dapat menunaikan ibadahnya sesuai dengan ketentuan syariat. Tujuan kedua adalah mewujudkan kemandirian dan ketahanan dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.”Jadi perlu diingat bahwa petugas tidak cukup hanya memberikan pelayanan sebagai petugas,” katanya.

Lebih dari itu, mereka juga harus siap membina, melayani, dan melindungi jemaah. Baik itu diminta atau tidak diminta oleh para jemaah. Anna berharap kesadaran itu menjadi komitmen utara para petugas haji yang bakal mendaftar.

Sebelumnya Direktur Bina Haji Kemenag Arsyad Hidayat mengatakan seleksi petugas haji yang sudah dibuka itu, menerapkan sistem berjenjang. Pendaftaran menjalani seleksi mulai dari tingkat kabupaten dan kota.

Formasi yang dibuka saat ini adalah PPIH kloter.

Petugas ini mengikuti jemaah di masing-masing kloter. Kemudian juga ada PPIH Arab Saudi. Kelompok ini terdiri dari petugas pelayanan akomodasi, konsumsi, transportasi, bimbingan ibadah, dan Siskohat.

Selain itu, masih ada lima formasi PPIH Arab Saudi lainnya. Yaitu Pelaksana Kedatangan dan Keberangkatan, Pelaksana Media Center Haji (MCH), Pelaksana PKPPJH (Petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji), Pelaksana Pelindungan Jemaah, serta Pelaksana Layanan Jemaah Penyandang Disabilitas. “Pendaftaran dan tahapan seleksi untuk lima formasi ini akan dilaksanakan mulai Januari 2024,” pungkas Arsyad. (wan/jpg)

Klaim Palsu Jadi Modus Kecurangan di BPJS Kesehatan, Kemenkes Siap Beri Sanksi Faskes & Nakes

BPJS KESEHATAN: PPelayanan administrasi di Kantor BPJS Kesehatan. Saat ini Kementerian Kesehatan membentuk tim anti kecurangan pada panthom billing (klaim palsu). Refinaldi Setiawan / Sumut Pos.

SUMUTPOS.CO – Kecurangan atau fraud masih menghantui BPJS Kesehatan. Kemarin (7/12) Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti pada acara Penganugerahan Penghargaan Anti Kecurangan dan Pengendalian Gratifikasi Program JKN di Jakarta menyebut adanya dugaan fraud sebesar Rp866 miliar.

“Untuk panthom billing (klaim palsu) itu nilainya cukup besar,” kata Ghufron. Selain klaim palsu, modus lainnya adalah tindakan atau obat yang tidak perlu.

Ghufron menyatakan bahwa BPJS Kesehatan berusaha untuk melakukan pencegahan. Misalnya saja bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan membentuk tim anti kecurangan. Tidak hanya di pusat, namun juga tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah personel sebanyak 1947 orang. T im ini untuk membangun sistem agar tidak terjadi kecurangan. “Tidak semata-mata mencari korban,” ucapnya.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga sudah memiliki aplikasi yang dapat mengetahui kecurangan fasilitas kesehatan. Dia menyebut, rumah sakit sering kali tidak mengetahui kalau sedang dimata-matai. “Sampai unit terkecil di klinik rumah sakit itu kita tahu. Mana yang berlakunya agak nakal dan nakal sekali,” ungkapnya.

Bahkan BPJS Kesehatan juga sering melakukan pengecekan apakah pasien tersebut benar mendapatkan layanan kesehatan atau tidak. Sebab, BPJS Kesehatan dapat mengetahui pada saat mendapatkan layanan kesehatan itu dilayani oleh siapa dan mendapatkan perawatan apa.

Sementara itu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan belanja kesehatan nasional di Indonesia cukup tinggi. Untuk BPJS Kesehatan sekitar Rp 200 triliun. Dia menyebukan bahwa dengan nilai yang besar ini maka ada saja kemungkinan kebocoran atau kecurangan.

Budi pun mengajak agar ada kolaborasi yang baik antara BPJS Kesehatan dengan Kemenkes untuk menanggulangi potensi kecurangan ini. Dia menyebut BPJS Kesehatan sudah memiliki ekosistem teknologi yang baik. “Integrasikan ke Kemenkes dan saya juga merencanakan integrasi ke OJK,” ucapnya.

Sehingga, informasi dari fasilitas kesehatan untuk proses klaim ini valid. ”Kemenkes punya kewenangan untuk membina dan menghukum rumah sakit tersebut,” tutur Budi.

Dia mencontohkan jika terjadi phantom billing yang dilakukan tenaga kesehatan atau faskes, maka pemerintah dapat mengontrol. Sebab kini untuk izin tenaga kesehatan maupun faskes melalui pemerintah. Hal seperti ini menurutnya sudah awam dilakukan di perbankan. “Kemenkes punya regulatory power untuk bisa mengatur perizinan dari tenaga kesehatan, tenaga medis, dan faskes,” ujarnya.

Selanjutnya, dia menyarankan agar ada analisis secara rutin. Sehingga bisa melihat potensi kebocoran ada di mana. Lalu ditemukan solusi untuk mengatasinya. Budi menyebutkan jika banyak asuransi swasta yang masuk OJK. Ketika ditemukan adanya kecurangan, maka pelakunya bisa dipanggil.

Budi mengakui bahwa dunia kesehatan tidak memiliki standar treatment yang sama antara satu penyelenggar dengan yang lainnya. Dia mencontohkan di faskes a operasi usus buntu Rp 500 ribu, tapi di tempat lain bisa Rp 5 juta. “Industri ini memiliki informasi yang tidak simetris,” katanya. (lyn/jpg/ila)

Berbekal Pengalaman saat Pilpres 2014 & 2019, TPD Sumut Optimis Menangkan Pasangan Ganjar – Mahfud

SAPA : Calon Presiden Ganjar Pranowo menyapa warga di Jalan Dusun Juli Aras Kabu Deliserdang, Jumat (10/11).istimewa.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar Pranowo – Mahfud MD Sumut, optimis akan mampu memenangkan pasangan Capres – Cawapres nomor urut 3, Ganjar – Mahfud di Sumatera Utara pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Berbekal pengalaman saat Pilpres 2014 dan 2019, TPD Ganjar – Mahfud Sumut merasa yakin akan memberikan keunggulan besar bagi Ganjar – Mahfud di Sumatera Utara. Demikian dikatakan Direktorat Juru Kampanye dan Juru Bicara TPD Ganjar – Mahfud Sumut, Sutrisno Pangaribuan kepada Sumut Pos, Rabu (6/12/2023).

Dikatakan Sutrisno yang merupakan Anggota PDIP Sumut itu, pihaknya sangat optimis Ganjar – Mahfud akan memenangkan Pilpres 2024. Meskipun begitu, tim Ganjar – Mahfud mengaku realisitis bahwa kemenangan tersebut akan diraih dalam dua putaran Pemilu. “Tim kami (Ganjar – Mahfud) berpolitik realistis, tidak seperti tim lain yang bombastis. Kami yakin akan menang dengan melewati pemilu dua putaran,” ujarnya.

Diterangkan Sutrisno, untuk putaran pertama, TPD optimis bahwa Ganjar – Mahfud akan memenangkan Pilpres di Sumut dengan raihan 40 per-sen suara. Sementara di putaran kedua, TPD optimis akan akan menang dengan raihan 55 persen suara. “Di putaran pertama target kita di Sumut minimal 40 persen suara, dan kita optimis bisa meraih jumlah tersebut. Lanjut di putaran kedua, kita optimis di Sumut akan meraih 55 persen suara. Politik Sumut sangat dinamis, tapi kita sangat optimis hal itu bisa tercapai,” terangnya.

Dijelaskan mantan Ketua Komisi D DPRD Sumut tersebut, ada beberapa basis utama Ganjar – Mahfud di Sumut. Adapun wilayah yang dimaksud, yakni kawasan Toba Raya yang meliputi Kabupaten Toba, Kabupaten Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Humbang Hasundutan.

Kemudian kawasan Kepulauan Nias secara keseluruhan hingga kawasan pegunungan yang meliputi Kabupaten Karo, Dairi, Pakpak Bharat, hingga Tapteng. Selanjutnya, kawasan Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun juga diyakini akan menjadi basis suara yang cukup besar untuk Ganjar – Mahfud di Sumut pada Pilpres 2024 mendatang.

“Pemilih-pemilih di kawasan tersebut adalah pemilih realistis yang memilih pemimpin berdasarkan pertimbangan rasional. Untuk sejumlah wilayah lainnya di Sumut, kita juga optimis bisa menjadi basis-basis suara untuk Ganjar – Mahfud,” jelasnya.

Dilanjutkan Sutrisno, selain pertimbangan rasional, pemilih di kawasan tersebut juga memilih karena menyukai pemimpin yang egaliter, yakni pemimpin yang berasal dari ‘orang biasa’, bukan pemimpin ‘darah biru’ dan sebagainya. Alasan berikutnya, sambung Sutrisno, Ganjar juga merupakan Capres yang memiliki rekam jejak yang bersih dari politik identitas ataupun eksploitasi SARA. (map)

Demi ‘Iga dan Bakso Mas Didan’, Ginan Nugroho Menembus Batasan Dirinya Sendiri

INDOSAT RUN: ‘Iga dan Bakso Mas Didan’ saat melayani pembeli pada acara Indosat Run di Medan, Minggu (5/11/2023) yang lalu. (Juli Ramadhani Rambe/Sumutpos.co)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Biasanya, para pengusaha memulai bisnisnya dari Offline ke Online. Atau, memilih salah satunya. Tetapi, hal terjadi pada owner ‘Iga dan Bakso Mas Didan’, Ginan Nugroho. Pria berusia 31 tahun ini belajar dan memulai bisnis secara online dan berhasil mendatangkan keuntungan. Menembus batasan dirinya sendiri, Ginan kini tak hanya memiliki bisnis online, tapi juga offline di Jalan Gaperta Ujung, Kota Medan.

Awalnya, Ginan Nugroho menjual satu jenis makanan saja, yaitu bakso tahu yang merupakan makanan favorit keluarganya di media sosial dan aplikasi, seperti Shoppefood, gofood, dan grabfood dengan nama ‘Bakso Tahu Maknyos’.

“Mulai jualan onlinenya tahun 2019. Itu karena banyak dukungan keluarga dan mereka bilang enak. Jadi, ya saya coba,” ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Untuk memulai bisnis ini, Ginan Nugroho mengaku memulai dari nol. Semua ilmu didapatkan dari online, seperti membaca berbagai artikel tentang bisnis, desain grafis, dan lainnya. Saat itu, Ginan menyadari, seenak apapun makanannya, bila tidak ada yang kenal, maka tidak akan ada yang beli.

Saat itulah, Ginan mulai belajar untuk promosi aktif secara digital, mulai dari media sosial seperti Instagram dan Facebook. Ginan juga aktif mengikuti promo yang diberikan oleh aplikasi. Bukan hanya itu, layanan yang cepat tanggap seperti menjawab pertanyaan pelanggan di media sosial dan respon di aplikasi juga diterapkannya sebagai service pelanggan.

Secara keseluruhan, Ginan Nugroho mengaku kesulitan dalam promosi digital, terutama untuk membuat tema di media sosial, hal inilah yang membuat dirinya harus belajar untuk desain grafis. Setelah bertanya-tanya dengan orang sekitar, Ginan mengaku mendapatkan tema secara gratis dari berbagai aplikasi yang tersedia.

Malah, kendala utama yang dirasakan oleh Ginan Nugroho adalah mendapatkan pelanggan. Karena hanya menjual satu jenis makanan saja, dan harganya untuk kalangan menengah ke atas, membuat pergerakkan bisnisnya cukup lambat. Tetapi, karena konsisten dalam rasa dan kualitas, berjalannya waktu Bakso Tahu Maknyos pun mulai dilirik masyarakat.

Semakin bertambahnya pelanggan, semakin banyak pula permintaan yang diterimanya. Mulai dari penambahan menu baru hingga penyediaan layanan makan di tempat.

“Saya belum berpikir untuk membuka lapak jualan atau jualan secara offline, karena saya merasa belum siap secara mental dan materi,” ungkapnya.

Ginan Nugroho mengaku ada ketakutan di hatinya untuk mengambil keputusan berjualan secara offline. Dirinya merasa belum siap mengambil risiko seperti harus menyiapkan dana yang cukup lumayan menguras tabungan untuk sewa tempat, dekorasi, gaji karyawan, fasilitas makan, dan lain sebagainya. Selain itu, dirinya masih memiliki satu menu saja, dan waktu yang harus dihabiskan untuk memantau pekerja dan roda bisnisnya.

“Saat berjualan online, saya tidak membutuhkan biaya banyak. Cukup menu dan rasa yang enak. Pelanggan pesan, saya buat, antar. Selesai. Tapi, kalau offline, saya harus menggaji beberapa orang, sewa tempat dan lainnya. Jadi, benar-benar takut untuk mengambil keputusan saat itu,” ungkapnya.

Tetapi, ketakutan itu perlahan sirna. Ginan Nugroho tanpa sadar menembus batasan dirinya sendiri dengan terus belajar dan mengikuti berbagai pelatihan, mengurus dokumen untuk menjadikan bisnisnya terdaftar sebagai produk UMKM. Bukan itu saja, Ginan Nugroho juga mengambil kesempatan untuk mengikuti berbagai pameran dengan harapan untuk memperkenalkan produknya lebih luas.

Ginan Nugroho juga berinovasi dengan membuat bakso, iga, mie ayam, sop dan lain sebagainya. Bakso tahu tetap dipertahankannya, karena ini menjadi andalan bagi dirinya sendiri.

“Akhirnya 6 bulan lalu, Alhamdulillah, saya punya lapak jualan sendiri di Jalan Gaperta Ujung Kota Medan. Saya juga sudah bisa menggaji beberapa karyawan. Bahkan, saya sudah memiliki menu tambahan yang menjadi andalan juga. Karena sudah banyak, saya mengganti nama, dari ‘Bakso Tahu Maknyos’ menjadi ‘Iga dan Bakso Mas Didan’. Ketakutan saya hilang karena adanya dukungan dari pelanggan, keluarga, dan Indosat,” ungkapnya dengan senyum terkembang.

Menurut Ginan, menjadi bagian UMKM Indosat sangat berpengaruh dalam keputusannya untuk membuka lapak tersediri. Dirinya selalu diundang untuk terlibat dalam event yang diselenggarakan oleh Indosat, seperti acara Indosat ooredoo Hutchison pasca merger pada 4 Januari yang lalu. Kemudian, Pasar Ramadan IM3, Pesta Rakyat, dan Indosat Run baru-baru ini.

Bukan itu saja, beberapa Iga dan Bakso Mas Didan juga menjadi makanan untuk karyawan saat rapat internal.

“Saat pameran dan menjadi makanan rapat secara tidak langsung saya menjadi belajar untuk berdagang secara offline. Hampir semua kegiatan saya ikuti, karena acara yang diselenggarakan oleh Indosat selalu ramai dan tentu saja produk saya juga ikut laku,” tambahnya.

Menurut Ginan, dukungan yang didapatkannya dari Indosat adalah nyata tapi tidak tampak. Dukungan itu dirasakannya saat ini, setelah semua kesulitan dirasakannya.

“Kuota, itu dukungan tahap awal yang saya sadari. Percaya atau tidak, untuk paket internet kami di rumah menggunakan IM3. Setiap bulan saya isi Rp100 ribu untuk 50 GB. Kami gunakan untuk dagang online, browsing, dan untuk isteri bekerja. Sekarang, sering mengajak kami pameran,” tutupnya.

Head of Region Sumatera Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro, menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang kosentrasi untuk mengembangkan UMKM. Karena itu, setiap acara Indosat Ooredoo Hutchinson baik itu IM3 dan 3 akan selalu menggandeng UMKM lokal.

“Ada juga produk nasional yang ingin ikut, jadi kita kombain. Tapi, tetap yang lokal yang harus lebih banyak,” ungkapnya.

Untuk Sumatera Utara sendiri, Fadh Yudhanegoro menyatakan akan terus berkomunikasi dengan dinas-dinas terkait untuk mendapatkan informasi dan perkembangan UMKM. Apalagi, sebagai provinsi terbesar di Indonesia, Sumatera Utara memiliki potensi untuk memperkenalkan produknya.

“Kita berharap, dapat membantu UMKM untuk mempromosikan produknya secara digital sehingga dapat bersaing dengan perusahaan dan produk lain. Apalagi banyak produk dari Sumut yang sudah dikenal tapi susah dapat karena promosi yang kurang. Dan Medan, tentu saja dikenal dengan kulinernya yang enak atau enak sekali,” tutupnya.

Dan untuk diketahui, Menurut data Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Utara, 72 persen masyarakat di Sumut sudah terakses dengan internet. Dari data tersebut, 68 persennya berbelaja online setiap minggunya. (ram)

Sat Binmas Polres Laksanakan Edukasi dan Sosialisasi Pemilu Serentak

SAMBANGI: Kasat Binmas Polres Tebingtinggi AKP BSM Tarigan ketika memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan politik uang dalam pemilu.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sat Binmas Polres Tebingtinggi yang tergabung dalam Satgas I Preemtif Subsatgas Binmas pada Operasi Mantap Brata 2023-2024 melaksanakan kegiatan edukasi dan sosialisasi dalam rangka Cooling System menghadapi pemilu serentak tahun 2024 di wilayah hukum Polres Tebingtinggi.

Kegiatan Cooling System yang dilaksanakan personel kepolisian Polres Tebingtinggi dilaksanakan di Jalan Kedelai Lingkungan IV Kelurahan Pelita Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi, Kamis (7/12/2023).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kasat Binmas AKP BSM Tarigan dan Kanit Binpolmas Polres Tebingtinggi Aiptu Ronny B Siahaan dan Bripka Handi Oky Manalu ini bertujuan mengajak para tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk turut mendukung dan bekerjasama dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan menjelang pemilu 2024 di Wilkum Polres Tebingtinggi meliputi Kota Tebingtinggi dan Kabupaten Serdangbedagai.

“Diharapkan kepada masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan adanya berita hoax dan tetap menjaga kamtibmas,” ungkap AKP BSM Tarigan.

Diharapkan kepada masyarakat bersedia mendukung dan bekerjasama dengan kepolisian untuk menciptakan keamanan kamtibmas, menyarankan kepada pihak kepolisian lebih protek dalam tahapan Pemilu untuk antisipasi terjadinya politik uang dan masyarakat bersedia mengedukasi masyarakat lainnya untuk bijak dalam memilih para calon presiden ataupun calon legislatif.

“Selain itu agar seluruh elemen masyarakat terlibat dalam menciptakan pemilihan umum 2024 yang berkualitas dan aman. Terutama sebentar lagi tahapan pemilu akan memasuki masa kampanye,” bilang AKP BSM Tarigan. (ian/ram)

Prapid Dikabulkan, Status Tersangka Yossy Efrilia Susanti Tidak Sah

PRAPID: Yossy Efrilia Susanti, didampingi tim kuasa hukum memberikan keterangan usai prapid dikabulkan hakim, Kamis (7/12/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Negeri (PN) Medan mengabulkan praperadilan (prapid) yang diajukan oleh Yossy Efrilia Susanti, tersangka dugaan tipu gelap. Dengan demikian, status tersangka yang ditetapkan Polrestabes Medan terhadap Yossy dinyatakan tidak sah.

“Memerintahkan termohon untuk menghentikan penyidikan perkara polisi nomor LP/B/2940/IX/2023/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara tanggal 02 September 2023 atas nama Pelapor Mikhael,” tegas hakim tunggal Fauzul Hamdi di ruang Cakra 8, PN Medan, Kamis (7/12/2023).

Selain itu, hakim juga menyatakan bahwa penangkapan terhadap Yossy (pemohon) sebagai tersangka oleh penyidik Polrestabes Medan (termohon) yang diajukan dalam prapid tidak sah.

“Menyatakan segala putusan atau penetapan yang dikeluarkan oleh termohon yang berbeda dengan penetapan termohon pada penetapan sebagai tersangka hingga penangkapan dan penahanan adalah tidak sah,” sebutnya.

Menanggapi putusan tersebut, Dwi Ngai Sinaga SH MH selaku kuasa hukum Yossy, mengatakan bahwa masih ada keadilan di Pengadilan Negeri Medan.

“Disini kita masih bersyukur, masih yakin keadilan itu masih ada di negara kita ini, kita bersyukur buat Pengadilan Negeri Medan yang sudah mengabulkan putusan prapid terkait penangkapan dan penahanan dan status tersangka klien kita yang tidak sesuai dengan prosedur,” ujarnya di luar persidangan.

Ditegaskan Dwi Ngai, pada saat putusan, hakim tunggal menyatakan bahwasannya sesuai dengan putusan mahkamah konstitusi, calon tersangka itu harus diperiksa dulu, diundang dulu klarifikasi, diundang sebagai panggilan saksi barulah ditetapkan sebagai tersangka, tidak bisa langsung ujuk-ujuk ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap.

“Segala berkas-berkas yang selama ini terkait perkara Yossy, dengan LP yang kemarin di Polrestabes Medan itu tidak berlaku lagi, tidak sah,” tegasnya.

Ketua Peradi RBA Medan itu, juga mengucapkan terima kepada Pengadilan Negeri Medan dan mengapresiasi hakim tunggal Fauzul Hamdi.

“Kita sangat apresiasi terhadap hakim tunggal yang memutus perkara ini, karena secara realistis dia melihat bahwa banyak tahap-tahap yang unprosedur dilakukan oleh penyidik, yang melanggar oleh Undang-undang. Dan kita apresiasi buat hakim yang tegak lurus untuk keadilan,” kata Dwi Ngai.

Sementara itu, Yossy Efrilia Susanti mengucapkan terima kasih kepada tim kuasa hukumnya yang telah membantunya dalam memperjuangkan keadilan untuknya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada bang Dwi yang sudah berusaha penuh dalam membantu saya dalam menyelesaikan masalah saya ini, untuk menegakkan keadilan saya juga atas apa yang sudah dibuat mereka terhadap saya dan terimakasih juga buat pak Hakim atas keadilan yang saya dapatkan,” tandasnya.

Diketahui, Yossi Efrilia Susanti dilaporkan oleh rekan bisnisnya, Michael pada 2 September 2023 lalu ke Polrestabes Medan atas tuduhan dugaan penipuan dan penggelapan.

Namun tanpa mekanisme proses pemanggilan, Polrestabes Medan langsung menangkap Yossy di Jambi, pada 22 September 2023, tanpa adanya klarifikasi dan keterangan saksi terlebih dahulu, dikarenakan kasus ini beranjak dari bisnis yang ada kontrak perjanjian kerja.

Tak terima dengan hal itu, Yossi Efrilia Susanti melalui penasehat hukumnya Dwi Ngai Sinaga melaporkan Kasat Reskrim dan Kanit Tipiter Polrestabes Medan ke Bidang Propam Polda Sumut karena dinilai tidak menjalankan SOP dan melanggar Perkap yang berlaku. (man/ram)

Natal ASN Pemko Tebingtinggi Dirayakan dengan Baksos Bagi Anak Stunting dan Miskin Ekstrim

BERIKAN: Ketua Panitia Natal ASN Pemko Tebingtinggi, Yustin Bernard Hutapea ketika memberikan bantuan sembako kepada masyarakat anak stunting dan miskin ekstrim di Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Panitia Pelaksana Natal Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2023 di lingkungan Pemerintah Kota Tebingtinggi menggelar bakti sosial di halaman Kantor Satpol PP Jalan Imam Bonjol, Kota Tebingtinggi, Kamis (7/12/2023).

Kasatpol PP Kota Tebingtinggi Yustin Bernard Hutapea selaku Ketua Panitia Pelaksana Natal ASN tahun 2023, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kegiatan panitia Natal ASN Pemerintah Kota Tebingtinggi di tengah-tengah perayaan Natal yang akan dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 12 Desember 2023 di Gedung Balai Pertemuan Kartini Convention Center Jalan Gunung Leuser Kota Tebingtinggi.

“Kami panitia Natal mempunyai program bagi kasih di tengah-tengah perayaan Natal bersama dengan keluarga anak stunting dan miskin ekstrem. Inilah tujuan kami hingga Natal ini bisa sama-sama dirasakan oleh semua warga Kota Tebing Tinggi,” ungkap Yustin Bernard Hutapea.

Adapun bantuan yang diberikan sebanyak 50 paket, terdiri dari beras 5 kg, gula pasir 1 kg dan 15 butir telur.

“Untuk hari ini diberikan 35 paket, sementara 15 paket akan diberikan saat Natal ASN berlangsung, pada tanggal 12 Desember 2023 mendatang,” bilang Yustin Bernard.

Menurut Yustin Bernard, dengan adanya bantuan sembako kepada anak stunting dan Miskin Ekstrim akan membantu keluarga tersebut dalam memenuhi kebutuhan hidup akan karbohidrat dan protein. “Walaupun bantuan ini kecil tetapi inilah wujud kepedulian Natal ASN Pemko Tebingtinggi kepada masyarakat yang memiliki anak stunting dan miskin ekstrim,” jelasnya.

Salah seorang warga, Rusmiati (54) warga Jalan Imam Bonjol Kota Tebingtinggi sangat berterima kasih kepada orang orang ataupun kelompok yang sudah peduli dengan warga miskin ekstrim di Kota Tebingtinggi. “Hendaklah bantuan seperti ini bisa berkelanjutan,” harap Rusmiati. (ian/ram)

Polsek Padang Hulu Sambangi Warga Pojok Pemilu

EDUKASI: Personel kepolisian Polsek Padang Hulu Resor Tebingtinggi turun kemasyarakatan dalam kegiatan pojok Pemilu di wilayah hukum Polres Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Personel Polsek Padang Hulu Polres Tebingtinggi dipimpin Kanit Reskrim Ipda SAC Siagian bersama 6 personel melaksanakan program ‘sambang warga’ di Jalan Pendidikan Kelurahan Pasar Baru Kota Tebingtinggi, Kamis (7/12/2023).

Kegiatan sambang dan silaturahim ini dalam rangka pojok pemilu, menghadapi pemilu 2024, agar tercipta suasana yang aman dan damai pada saat tahapan pemilu berlangsung.

Kanit Reskrim Ipda SAC Siagian mengimbau kepada warga dalam menghadapi proses tahapan pemilu, pilihan boleh berbeda namun jangan sampai menjadi sumber perpecahan diantara warga.

“Kami mengimbau warga agar tidak mudah terpengaruh terhadap berita hoax yang dapat memecah belah bangsa dan merusak rasa persatuan,” pinta Ipda SAC Siagian.

Ipda SAC Siagian juga menyampaikan kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Tebingtinggi bila memerlukan bantuan dan membutuhkan kehadiran Kepolisian dapat menghubungi Emergency Call 110 dan WhatsApp Polres Tebingtinggi 081260664044.

“Nantinya Kepolisian akan merespon keluhan dengan cepat apabila terjadi konflik di tengah-tengah masyarakat,” harapnya. (ian/ram)

Kawal Pemilu 2024, Dedi Iskandar Batubara Ajak Rakyat Jadi Pemilih Proaktif

DPD RI asal Sumut, Ust Dr Dedi Iskandar Batubara.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemilu 2024, rakyat Indonesia untuk bersama mengawal proses demokrasi dengan proaktif hingga nanti hari pencoblosan, pada 14 Februari 2024 mendatang. Karena, bertujuan untuk menciptakan Pemilu berkualitas, jujur dan adil.

Hal itu, disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Utara Ust Dr Dedi Iskandar Batubara, di Kota Medan, Kamis (7/12). Ia mengajak juga mahasiswa untuk kritis mengawal demokrasi di tanah air ini.

“Tentu sebagai mahasiswa yang punya pemikiran kritis, wajar jika mereka melihat dan menganalisis hal yang tidak sepantasnya terjadi di negeri yang sudah menjalankan proses demokrasi sejak mulainya era reformasi di tahun 1998 lalu,” jelas Dedi Iskandar Batubara.

Anggota DPD RI Komite III ini, menjelaskan bahwa polemik soal wacana mundurnya nilai demokrasi di Indonesia mungkin karena beberapa sebab. Namun jangan sampai membawa rakyat menjadi apatis atau tidak percaya dengan proses demokrasi yang sedang berlangsung saat ini, yaitu Pemilu. Terutama pada saat pemungutan suara, masyarakat yang punya hak pilih, perlu tetap mengawalnya, hingga apa yang dikhawatirkan tidak terjadi.

“Kontestasi politik itu juga bagian dari proses demokrasi. Karenanya, seluruh rakyat, khususnya mahasiswa yang akhir-akhir ini menyuarakan penegakan demokrasi dan sebagainya, tidak terlena dalam ruang-ruang mimbar bebas atau diskursus semata. Melainkan perlu langkah tegas,” kata Ketua PW Al-Washliyah Sumatera Utara ini.

Untuk itu lanjut Dedi Iskandar Batubara, langkah nyata dari perjuangan ini adalah meyakinkan masyarakat bahwa proses demokrasi berjalan sebagaimana idealnya. Misalnya, dengan menolak politik uang, agar yang duduk menjadi wakil rakyat benar-benar orang yang mampu, mumpuni dan memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Dari momentum ini sebenarnya, masyarakat bisa mengubah secara massif, pilihan-pilihan politiknya. Dari yang tadinya masih mengedepankan istilah ‘wani piro’ (berani bayar berapa) untuk suara pemilih, menjadi semacam kontrak politik, dimana jika duduk di legislatif akan bekerja sungguh-sungguh demi kepentingan masyarakat. Dan proaktif mengawal suara agar tidak dicurangi,” jelas Dedi Iskandar Batubara.

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris PW Al-Washliyah Sumut H Alim Nur Nasution mengimbau kepada seluruh rakyat, di era teknologi informasi sekarang ini, untuk memanfaatkan media sosial dalam mengawal pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu 2024.

“Saya kira hampir semua orang, khusunya anak-anak muda yang punya hak pilih, punya akun media sosial, bahkan sebagai konten kreator. Ayo kita kawal suara, dengan memposting secara real time, hasil Pemilu 2024 di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Kalau yang dikhawatirkan masyarakat adalah kecurangan Pemilu, maka jawabannya adalah mengawal suara itu,” kata Alim Nur.

Alim Nur menyebutkan, seharusnya di era teknologi yang memudahkan siapa saja mengunggah data bahkan siaran langsung kondisi terkini, akan bisa menutup keran bagi siapa yang mencoba curang atau mengotak atik perolehan suara Pemilu.

“Apalagi anak-anak muda dan mahasiswa. Saatnya melek politik. Jika ingin bangsa ini maju demokrasinya, kita harus kawal agar berjalan sesuai harapan, yaitu Pemilu yang jujur dan adil,” pungkasnya.(gus)