Home Blog Page 903

Alween Ong Bersama IKMTSR Gelar Aksi Peduli dan Doa Bersama untuk Palestina

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Suasana haru dan kepedulian memenuhi Masjid Silaturahim Dusun 1 Telaga Sari, Kecamatan Sunggal. Ikatan Masjid dan Musala Telaga Sari Sawit Rejo (IKMTSR), menggelar aksi peduli dan doa bersama untuk Palestina, Minggu (26/11). Acara ini dihadiri oleh lebih dari 300 masyarakat Deliserdang yang bersatu dalam semangat kemanusiaan.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dibuka oleh Ustad Faqih yang merupakan Ketua IKMTSR. Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi pentingnya solidaritas dan doa bagi saudara-saudara di Palestina. “Saya ucapkan terimakasih atas kehadiran masyarakat. Bendahara IKMTSR Bapak Erwinsyah ST, yang juga merupakan koordinator Gerakan Kawan Awen Telaga Sari, mendampingi pada kegiatan ini,” ujar Ustad Faqih.

Sedangkan Ustad Ahmad Bashori S. Ag yang membawakan tausyiah yang sarat makna. Dalam tausyiahnya, Ustad Ahmad menyoroti urgensi persatuan umat dalam menghadapi cobaan dan penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina.

Momen yang menggetarkan hati seluruh hadirin terjadi saat tayangan video kekejaman Israel pada rakyat Palestina diputar. Suasana masjid dipenuhi suara isak tangis dan seruan keadilan, menciptakan pemahaman mendalam tentang penderitaan yang tak terbayangkan di tanah Palestina.

Pada kesempatan ini, Alween Ong, seorang wirausaha muda Sumatera Utara yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan, dalam orasinya mengajak masyarakat untuk bersatu dalam membangun wirausaha lokal.

“Kita memiliki kekuatan untuk mengganti produk Israel yang selama ini kita gunakan. Mari tingkatkan kualitas produk lokal, menjadi konsumen yang bijak, dan bersatu sebagai masyarakat yang peduli,” seru Alween Ong dengan semangat.

Setidaknya, kata Alween Ong, ke depan akan muncul produk-produk terbaik dari Telaga Sari seperti Telaga Water dan Sari Friedchicken dengan branding dan kemasan menarik yang hasil usahanya dapat bermanfaat dan menekan laju pertumbuhan produk zionis.

“Apa yang terjadi di Palestina bukanlah semata-mata konflik agama, melainkan tragedi kemanusiaan yang memerlukan perhatian dunia. Donasi hari ini bukan hanya sekadar angka, tetapi bentuk cinta dan kepedulian kita kepada mereka yang tengah menderita di Palestina,” ujar Alween Ong.

Pada kegiatan donasi pada hari itu berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp28 juta. Dana ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan kegiatan ini, tetapi juga kesediaan masyarakat Deliserdang untuk bersama-sama berkontribusi dalam meringankan beban saudara-saudara di Palestina.

Selesai acara, suasana masjid masih terasa penuh dengan kehangatan dan kebersamaan. Alween Ong berterimakasih kepada Ketua IKMTSR dan seluruh pengurus yang telah berhasil menciptakan momen yang tidak hanya menjadi wadah penggalangan dana, tetapi juga sebagai panggung kepedulian dan kebersamaan. (ila)

Nawawi Dilantik sebagai Ketua KPK, Ada Perhatian terhadap Kasus Harun Masiku

KETERANGAN: Dari Kiri Pimpinan KPK Alexander Marwata, Ketua KPK Sementara Nawawi Pomolango dan Ali Gufron memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (27/11). Pimpinan sementara KPK berkomitmen untuk terus memberantas korupsi.FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kemarin (27/11) Nawawi Pamolango mengucapkan sumpah jabatan sebagai Ketua Sementera Komisi Permberantasan Korupsi (KPK). Acara itu disaksikan Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Seusai acara, Nawawi sempat menyatakan bahwa masyarakat sudah tidak percaya kepada KPK. Untuk itu perlu kerja keras agar memulihkan kepercayaan tersebut.

Pengangkatan Nawawi sebagai Ketua Sementara KPK didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 116/P Tahun 2023. Keppres itu berisi tentang pemberhentian sementara ketua merangkap anggota komisi pemberantasan korupsi masa jabatan tahun 2019-2024 dan pengangkatan ketua sementara komisi pemberantasan korupsi masa jabatan tahun 2019-2024.

Dalam keterangannya usai pengucapan sumpah jabatan, Nawawi menyampaikan bahwa sebagai Ketua Sementara KPK, dirinya memiliki tugas dalam memulihkan kepercayaan masyarakat. Ini lantaran Ketua KPK Firli Bahuri ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian karena pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo, mantan Menteri Pertanian.

”Satu hal yang menjadi beban di kita adalah tergerusnya rasa kepercayaan masyarakat yaitu itu yang menjadi modal lembaga itu. Itu yang tergerus dan itu yang menjadi pekerjaan berat bagi kita,” lanjut Nawawi.

Nawawi sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua KPK.  Usai pelantikan, dia menyatakan, langsung menyelenggarakan rapat pimpinan. Rapat ini dihadiri oleh eselon 1 dan 2. Tujuannya untuk membicarakan skala prioritas KPK.

“Sistem kerja di komisi pemberantasan korupsi adalah kolektif kolegial. Apapun istilah yang dilekatkan kepada saya, saya adalah anggota daripada pimpinan dari lembaga itu. saya harus berbicara dengan rekan pimpinan lain,” ungkapnya.

Dengan dilantiknya Nawawi, bagaimana dengan nasib kasus korupsi yang sedang ditangani KPK? Salah satu yang ditanyakan adalah pencarian Harun Masiku. Nawawi menceritakan ketika ada perekrutan deputi pendidakan KPK, ada perhatian terhadap kasus Harun Masiku.

Deputi penindakan pun berkomitmen untuk mencari Harun Masiku yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). “Kemudian beliau (deputi pendindakan, Red) meminta kepada kami untuk melakukan pembaharuan terhadap surat tugas dalam kaitannya dengan upaya pencarian terhadap Harun Masiku,” ucapnya. Pimpinan KPK pun telah mengeluarkan surat tersebut.

Nawawi juga belum bisa memastikan bagaimana lembaganya akan bersikap terhadap Firli Bahuri. “Apakah perlu kami dampingi atau berikan bantuan hukum atau cukup sampai dengan saat keluarnya Keppres pemberhentian sementara kepada yang bersangkutan,” tuturnya. Dia berjanji akna membahas hal ini saat rapat pimpinan. Sementara Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengatakan, daru keempat pimpinan KPK memang Nawawi yang paling menonjol dalam kinerjanya. Bahkan, saat bekerja dalam diam. Nawawi tidak memiliki agenda tersembunyi. “Tidak berambisi dua periode, nothing to lose dalam bekerja,” paparnya.

Prestasi Nawawi pun tercatat, misalnya perannya dalam kasus Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan kasus Syahrul Yasin Limpo (SYL). Kasus SYL ini naik status ke penyidikan jiga atas peran Nawawi. “Prestasi ini saya catat,” terangnya.

Namun begitu, memperbaiki KPK dari kekacauan yang dibuat oleh Firli itu sungguh berat. Karena sudah sebegitu rusaknya KPK saat ini. Dia mengatakan, setidaknya bisa membuat KPK lahir kembali atau reborn. “Ada perbaikan dan namanya membaik,” terangnya.

Tapi, untuk mengembalikan KPK seperti dulu. Apalagi, dengan indeks persepsi korupsi di atas 4 sungguh sulit. “Apalagi masa kerjanya hanya tinggal satu tahun lagi,” paparnya dihubungi Jawa Pos (Grup Sumut Pos).

Dia mengatakan, ada beberapa pekerjaan rumah yang bisa meningkatkan performa KPK. Seperti, menyelesaikan kasus-kasus lama yang mangkrak. “Kasus Harun Masiku, perkara tambang, kasus di daerah, dan pencucian uang Nurhadi juga belum “ ujarnya.

Dengan menyelesaikan kasus-kasus lama tersebut selama sisa masa kerja satu tahun itu sudah sangat bagus. Sebab, perkara mangkrak ini menggerogoti nilai-nilai di KPK. “Apalagi bisa memperbaiki tata kelola tambang, mencegah permainan. Mempermudah perizinan. Sudah prestasi besar,” jelasnya. (idr/lyn/jpg/ila)

Luncurkan Deposito Wakaf, BSI Gali Potensi Wakaf Uang di Indonesia

Peresmian secara simbolik dilakukan oleh Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kanan) kepada Kepala Badan Pengelola Bisnis, Investasi dan Wakaf IPB Naufal Mahfudz (kiri) (27/11).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) siap mendorong instrumen keuangan sosial syariah, salah satunya wakaf uang. Sebagai bentuk komitmen mendukung pertumbuhan wakaf uang di Tanah Air, BSI menginisiasi penerbitan BSI Deposito Wakaf yang merupakan pengembangan dari konsep Cash Waqf Linked Deposit (CWLD).

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, BSI berkomitmen mendorong pertumbuhan wakaf uang di Indonesia agar penyaluran imbal hasil wakaf dapat terlaksana dengan baik, tepat sasaran, dan berkelanjutan. BSI berperan sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) yang memfasilitasi para nazhir/pengelola wakaf untuk menempatkan dana wakaf uang melalui bank syariah.

Anton menambahkan, BSI Deposito Wakaf ini semata-mata bukan mencari kuantitas atau volume, melainkan lebih dari itu. Inisiasi ini menjadi bukti nyata peran BSI sebagai bank syariah terbesar yang mengembang tanggungjawab untuk memberikan kemaslahatan kepada ummat dan berkelanjutan.

“Dana pokok deposito yang ditempatkan nasabah/wakif akan menjadi dana wakaf sementara [temporer] yang dikelola oleh nazhir melalui instrumen deposito syariah. Imbal hasil dari pengelolaan wakaf uang ini kemudian disalurkan untuk proyek – proyek sosial yang nantinya akan terus bergulir kepada penerima manfaat [mauquf ‘alaih]. Yang menarik, di akhir periode, dana wakaf ini kembali kepada nasabah/wakif,” papar Anton.

Pada tahap awal, lanjutnya, BSI meluncurkan BSI Deposito Wakaf Seri 001 dengan spesifikasi penerima manfaat dari sektor pendidikan. Pada tahap awal tersebut, BSI menargetkan dapat menghimpun DPK deposito wakaf senilai Rp100 miliar dari calon wakif potensial.

Sementara itu, data Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada 2022 menyebutkan bahwa potensi wakaf uang di Indonesia mencapai Rp180 triliun. Namun demikian, yang berhasil digali baru sekitar Rp2,3 triliun saja. Artinya, potensi wakaf uang yang belum tergali masih sangat besar.

Sebagai sahabat finansial, sahabat sosial dan sahabat spiritual, BSI bertujuan menjadikan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) sebagai instrumen ekonomi keumatan yang dapat mengangkat kualitas kehidupan masyarakat, baik dari segmen pendidikan, sosial, lingkungan dan ekonomi. Untuk itu, BSI Deposito Wakaf menjadi salah satu produk yang digadang-gadang mampu untuk memberikan kesejahteraan umat.

Adapun, sampai dengan September 2023, total porsi deposito yang dihimpun di BSI mencapai Rp106 Triliun atau sekitar 40% dari keseluruhan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp262 Triliun.(rel)

Peringatan Hari Guru di Yayasan Pendidikan Harapan Berlangsung Khidmat dan Meriah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspendhar) menggelar peringatan Hari Guru Nasional 2023, Senin (27/11). Peringatan Hari Guru ini diawali dengan upacara bendera di Kampus 2 Harapan Medan, Jalan Karya Wisata Ujung. Bertindak sebagai pembina upacara Ketua Pembina Yaspendhar, Adi Putra Darmawan Tahir.

Dalam amanatnya, Adi Putra membacakan sambutan resmi dari Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim terkait Hari Guru Nasional 2023 di hadapan para peserta upacara. Usai upacara, para siswa yang terdiri dari TK, SD, SMP, dan SMA, menampilkan kebolehannya masing masing. Ada yang menampilkan tarian, olah vokal sampai marching band. Pada kesempatan ini, pihak yayasan juga memberikan reward atau hadiah kepada guru, pegawai dan karyawan teladan di setiap unitnya.

Ditemui di ruangannya, Adi Putra mengaku sangat menghargai usaha para guru terutama yang ada di sini, dalam mencetak generasi emas penerus bangsa. “Kami juga selalu meng-upgrade keahlian para guru dengan memberikan berbagai macam pelatihan. Ini sebagai bentuk penerapan kurikulum merdeka belajar, di mana guru harus bisa mengikuti perkembangan anak didiknya sesuai dengan perkembangan zaman,” jelasnya.

Pria berkaca mata ini juga mengatakan, Yayasan Pendidikan Harapan menanamkan kepada seluruh guru dan peserta didik, pondasi iman, takwa dan etika. Hal ini sejalan dengan kurikulum merdeka belajar yang salah satunya pembentukan karakter. “Kami ingin anak-anak didik tidak hanya jago IT, jago matematika, jago robotik, tetapi sekaligus memiliki etika atau karakter yang kuat,” jelas Adi.

Sementara, Humas Yayasan Pendidikan Harapan Hafriz mengatakan, peringatan Hari Guru Nasional 2023 Yayasan Pendidikan Harapan dilaksanakan secara paralel di dua kampus berbeda, yaitu di kampus 3, Jalan Karya Wisata Ujung dan Kampus 1 diJalan Imam Bonjol.

Sekedar untuk diketahui, Yayasan Pendidikan Harapan Medan sudah berdiri sejak 6 Februari 1967, memiliki 3 kampus yang tersebar di tiga tempat berbeda, kampus 1 di Jalan Imam Bonjol, Kampus 2 Jalan Karya Wisata dan Kampus 3 di Jalan HM Jhoni. (rel/adz)

Ganjar Kunjungi Habib Puang Makka di Makassar

KENAL LAMA: Ganjar Pranowo bersilaturahmi ke kediaman Syech Sayyid Abdul Rahim Assegaf (Habib Puang Makka) di Makassar,pada Sabtu(18/11).

SUMUTPOS.CO – CALON presiden (capres) Ganjar Pranowo bersilaturahmi ke kediaman Syech Sayyid Abdul Rahim Assegaf atau dikenal sebagai Habib Puang Makka di Jalan Baji Bicara, Mamajang, Makassar, pada Sabtu (18/11). Kedatangan Ganjar disambut peluk hangat dari ulama kharismatik itu.

Setelah itu keduanya melakukan pertemuan empat mata di salah satu ruangan kediaman Puang Makka. Sekitar 30 menit bersama, Ganjar dan Habib Puang Makka kemudian keluar ruangan untuk makan siang bersama. Selanjutnya, Ganjar menemui masyarakat setempat untuk berdialog.

Habib Puang Makka membuka dialog dengan sambutan selamat datang kepada mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu. Rasa senang dan bangga diutarakan, karena baginya Ganjar adalah sahabat dekat. Karena itu, pertemuan tampak begitu akrab.

“Saya dengan Pak Ganjar di atas dari sekedar soal presiden karena sama-sama menimba ilmu di Jogjakarta, jadi saya tahu siapa beliau. Belum lagi kakeknya istri beliau itu sahabatnya Puang (ayah) di sini. Mereka sering ketemu di Pesantren Krapyak Jogjakarta. Kakek istri beliau adalah Kiai Hisyam Kalijaran Purbalingga,” ujar Puang Makka.

Mursyid thoriqoh itu memambahkan bahwa dirinya satu visi-misi dengan Ganjar sebagai capres Indonesia. ”Satu visi dengan saya sejak dulu. Saya sudah kenal betul dengan Ganjar, tanpa urusan kepresidenan,” tuturnya.

Dia berharap, politikus berambut putih itu bisa membawa nasib bangsa ini ke depan jauh lebih baik jika terpilih menjadi presiden nanti. ”Semoga suasana kedepan lebih baik. Mengubah tentang tatanan demokrasi, tatanan tentang hak-hak asasi yang lebih baik. Kita tunjukkan kepada bangsa lain bahwa bangsa kita bukan lagi yang dulu,” harapnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo mengatakan bahwa dirinya sering bersilaturahmi ke kediaman Habib Puang Makka saat ada agenda ke Makassar. Setiap bertemu Ganjar mengaku selalu mendapat oleh-oleh wejangan atau nasihat.”Selalu ada harapan-harapan, motivasi dan selalu mengingatkan, saya senang sekali,” tuturnya.

Ganjar menambahkan, nasehat yang diberikan oleh Habib Puang Makka selalu diingat dan dilakukannya, terutama yang menyangkut tentang hubungan antarmanusia dan kepemimpinan.

“Beliau selalu mengingatkan dalam setiap kepemimpinan jangan pernah lupa pada siapa yang pernah menolongmu, dan itu artinya saya terjemahkan sebagai rakyat. Termasuk saya terjemahkan juga sebagai tokoh-tokoh yang pernah membantu,” ungkapnya.

Selain itu, Ganjar mendapat banyak masukan dari beberapa tokoh masyarakat di Makassar terutama tentang kesejahteraan guru, dan kemudahan akses pendidikan.”Menurut saya itu menjadi bagian yang menjadi harapan masyarakat. Dan kami yang akan memformulasikan itu, sehingga apa yang menjadi keresahan di masyarakat bisa kita selesaikan,” tandasnya.

Kedekatan Ganjar dengan para ulama, turut ditanggapi Kyai Bawaluddin. Menurut pengasuh pondok pesantren (ponpes) di Sumatera Utara ini, ulama merupakan tempat pas untuk meminta masukan dan nasehat. “Harusnya memang demikian, selama diminta untuk memberikan nasehat pasti akan diberikan selama itu sifatnya positif,” katanya.

Kedekatan ini, menurutnya, harus terus dijaga. (wir/man)

Atlet Anggar Sumut Latihan di Trotoar

BERSAMA: Atlet anggar Sumatera Utara bersama dengan pelatih. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persiapan atlet anggar Sumatera Utara (Sumut) yang akan bertarung di PON XXI Sumut -Aceh terganggu. Harapan bisa meraih emas diprediksi bakal sulit terkabul.

Pasalnya, sudah hampir enam bulan para atlet Pelatda PON berlatih di trotoar dan lapangan Wisma Atlet Pemprovsu, Jalan Pancing Medan.

Amatan wartawan Senin (27/11), sembilan atlet anggar Sumut berlatih di trotoar dan lapangan Wisma Atlet Pemprovsu.

Kesembilan atlet yakni M Fauzi Hadibroto, Rifqy Ikhsanul Akmal, Mhd Habib Syahputra, Goenersya Haidar Rudhani, Fira Syahqila, Friska Tri Sakila, Rafika, Himavan Prana Afnan dan Fauzi Al Vichri tetap berlatih serius.

Duet pelatih Sunandar dan Rini, merasa pesimis para atlet bisa meraih prestasi gemilang. “Beginilah kondisinya, kami latihan di trotoar dan lapangan berumput. Para atlet terpaksa tak menggunakan alat karena listrik tak ada,” ujar Sunandar.

Tambah Sunandar, dengan kondisi ini mereka hanya menargetkan satu perunggu pada PON nanti.

Rini menjelaskan, walau minim prasarana latihan, namun atlet masih tetap semangat. “Kami butuh tempat latihan, tapi sampai sekarang belum terpenuhi. Namun para atlet tetap latihan serius,” tambahnya

Sementara Eny Siswati, Koordinator cabor dari Dispora yang turun langsung menyaksikan atlet berlatih merasa sedih. “Saya sedih melihat hal ini. Tapi saya berharap pelatih dan atlet agar serius berlatih dan semangat. Kalian harus bisa mengharumkan nama Sumut,” ujarnya. (dek)

Dinas Ketapang Pertanian Gelar Gerakan Pangan Murah, Polres Tebingtinggi Lakukan Pengamanan

GARAKAN PANGAN: Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebingtinggi Marimbun Marpaung bersama Kapolsek Padang Hulu Iptu M Samosir memantau pelaksanaan gerakan pangan murah.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO- Dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pangan dan mencegah naiknya angka inflasi, Pemko Tebingtinggi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebingtinggi melaksanakan gerakan pangan murah di wilayah Kecamatan Padang Hulu Kota Tebingtinggi, Senin (27/11/2023).

Gelaran pasar murah ini dilaksanakan di Kantor Camat Padang Hulu Jalan Gatot Subroto Kota Tebingtinggi. Kerjasama ini dilakukan oleh Pemko Tebingtinggi dengan pihak Perum Buloq Sumatera Utara.

Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Marimbun Marpaung menjelaskan bahwa gerakan pangan murah ini di lakukan di lima kecamatan yang ada di Kota Tebingtinggi mulai tanggal 27 November hingga 1 Desember 2023.

“Tujuannya untuk meringankan beban masyarakat karena sejumlah harga kebutuhan pokok seperti beras masih tetap mengambil kenaikan. Dengan adanya gerakan pangan murah ini, diharapkan harga-harga kebutuhan pokok bisa terkendali dan inflasi tetap terjaga,” paparnya.

Adapun beberapa macam sembako yang disediakan pada pasar murah tersebut yakni beras 5 kg sebanyak 600 paket dengan harga Rp 53.000,, minyak curah 1 kg sebanyak 500 paket dengan harga Rp 12.500, dan gula putih 1 kg sebanyak 500 paket dengan harga Rp 16.000.

Sedangkan Kapolsek Padang Hulu, Iptu M Samosir menjelaskan pihaknya melakukan pengamanan atas berjalannya kegiatan gerakan pangan murah yaitu dengan membantu masyarakat yang mengalami disabilitas. Kegiatan ini juga dalam rangka menyambut hari besar keagamaan yaitu menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2023.

“Polres Tebingtinggi melalui Polsek Padang Hulu hadir memberikan pengamanan kepada warga yang membeli bahan-bahan kebutuhan pokok yang relatif murah dibawah harga pasar,” jelasnya. (ian)