Home Blog Page 922

Turnamen Futsal Pelajar, 80 Tim Rebutkan Piala Kapolres Binjai

Technical Meeting 80 perwakilan tim yang akan bertanding dalam Turnamen Futsal Pewarta memperebutkan Piala Kapolres Binjai, AKBP Rio Alexander Panelewen di GOR, Jalan Jambi, Binjai Selatan.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pewarta Polres Binjai menggelar turnamen futsal tingkat pelajar se Sumatera Utara yang memperebutkan piala Kapolres, AKBP Rio Alexander Panelewen. Sebanyak 80 tim yang siap bersaing dan adu skil dalam Turnen Futsal Pewarta Binjai, sudah mengikuti persiapan teknis dan tata laksana sebelum pertandingan dimulai, Sabtu (25/11/2023).

Ketua Panitia Turnamen Futsal Pewarta Polres Binjai, Ismail Lubis menjelaskan, event akbar yang memperebutkan piala bergilir Kapolres AKBP Rio Alexander Panelewen ini dibuka pada Senin (27/11/2023). Pertandingan ini dijadwalkan akan berakhir pada Rabu (29/11/2023).

“Hingga penutupan hari ini, seluruhnya yang sudah mendaftar ada 80 tim,” kata dia, Minggu (26/11/2023).

Turnamen Futsal Pewarta Polres Binjai berlangsung di Gedung Olahraga, Jalan Jambi, Binjai Selatan. Ismail menambahkan, Turnamen Futsal Pelajar Pewarta Cup 2023 merupakan bagian dari program pembinaan generasi muda yang dicanangkan oleh Kapolres Binjai, AKBP Rio Alexander Panelewen.

Ini sebagai upaya menyediakan wadah kreativitas generasi muda. Menurutnya, seluruh tim peserta pada kompetisi ini merupakan para pelajar SMA/SMK sederajat, yang berasal dari Binjai, Langkat, Medan, Deliserdang, Serdangbedagai, Tebingtinggi, Padangsidimpuan, dan Asahan.

“Untuk format pertandingan, kita terapkan sistem gugur,” ujar dia didampingi Koordinator Pewarta Polres Binjai, Dedi Anora, Sekretaris Bambang Suhandoko dan Bendahara, Taufik Hidayat beserta jajaran panitia.

Panitia pelaksana menyediakan hadiah uang pembinaan dengan total sebesar Rp15 juta. Rinciannya, tim peraih juara pertama menerima Rp7 juta, juara kedua Rp4 juta, dan juara tiga bersama sebesar Rp2 juta.

“Nantinya ada juga hadiah uang saku untuk pemain yang meraih gelar top skorer dan best player. Mereka masing-masing akan menerima uang saku Rp300 ribu, termasuk hadiah untuk supporter terbaik,” pungkasnya. (ted)

Edy Rahmayadi Disebut TKD Capres di Sumut Terpopuler

Pengamat Politik Sumatera Utara, Agus Suryadi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Kampanye Nasional (TKN) ketiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, telah resmi membentuk Tim Kampanye Daerah (TKD) di Sumatera Utara.

Adapun susunan TKD ketiga pasangan capres – cawapres di Sumatera Utara pada Pilpres 2024, yakni ;
1. Anies – Muhaimin.
– Ketua : Edy Rahmayadi
– Sekretaris : Cecep Wiwaha (PKS)
– Bendahara : Ita Julianti (PKB)

2. Prabowo – Gibran.
– Ketua : Ade Jona Prasetyo (Gerindra)
– Sekretaris : Irham Buana (Golkar)
– Bendahara : Meriyawaty Amelia Prasetio (Gerindra)

3. Ganjar – Mahfud.
Ketua : Paul Baja Siahaan (PDIP)
Sekretaris : H. Aja Syahri (PPP)
Bendahara : Yamitema Laoly

Sementara untuk posisi wakil ketua, wakil sekretaris, wakil bendahara, maupun bidang-bidang dalam posisi TKD, rata-rata diisi oleh perwakilan masing-masing partai di tingkat daerah yang menjadi parpol pendukung masing-masing capres – cawapres.

Lantas, TKD manakah yang paling populer di mata masyarakat Sumut dari ketiga TKD yang sudah dibentuk dan didaftarkan ke KPU tersebut?

Pengamat politik asal Sumatera Utara, Agus Suriyadi, mengatakan bahwa setiap TKN tentunya memiliki penilaian tersendiri terhadap sosok-sosok yang terpilih untuk mengisi komposisi jabatan pengurus, khususnya Ketua TKD di Sumatera Utara.

“Tentunya untuk komposisi TKD, masing-masing TKN capres – cawapres ini punya penilaiannya tersendiri,” ucap Agus Suriyadi kepada Sumut Pos, Minggu (26/11/2023).

Namun, kata Agus, tak dapat dipungkiri bahwa saat ini nama mantan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, merupakan Ketua TKD pasangan capres – cawapres tingkat Sumatera Utara yang paling populer di kalangan masyarakat.

“Kalau di lihat dari para tokoh atau sosok tim pemenangan capres – cawapres, maka yang paling menonjol itu TKD nya nomor urut 1 (Anies – Muhaimin) yang dibawah komando Edy Rahmayadi yang merupakan mantan Gubernur Sumatera Utara,” ujarnya.

Agus menilai, tokoh Edy Rahmayadi jauh lebih familiar dan dikenal warga Sumut dibandingkan dua ketua TKD tingkat Sumut lainnya, yakni Ade Zona (Ketua TKD Prabowo – Gibran) dan Paul Baja Siahaan (Ketua TKD Ganjar – Mahfud).

“Apalagi Edy Rahmayadi belum lama menjadi mantan Gubsu, namanya masih sangat melekat di ingatan masyarakat Sumatera Utara,” katanya.

Selain mantan Gubsu, Edy juga dikenal sebagai mantan Panglima Kodam I Bukit Barisan. Bahkan secara nasional, nama Edy Rahmayadi dikenal sebagai mantan Pangkostrad dan mantan Ketua Umum PSSI.

“Dengan begitu, kepopuleran nama Edy Rahmayadi tentunya membuat dirinya akan lebih dikenal oleh masyarakat Sumut dibandingkan dua nama Ketua TKD lainnya,” tuturnya.

Sementara untuk Ketua TKD nomor urut 2 (Prabowo – Gibran) tingkat Sumut, yakni Ade Jona Prasetyo, Agus menilainya sebagai sosok yang belum teruji dari sisi ketokohan. Meskipun diketahui, Ade Jona Prasetyo merupakan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumut.

Agus menilai, sebagai Ketua HIPMI Sumut, nama Ade Jona tentunya sangat populer di kalangan pengusaha. Akan tetapi di kalangan masyarakat umum, ketokohannya masih belum dapat diperhitungkan.

“Dari sisi tokoh beliau kan belum teruji, walaupun dari kalangan pengusaha,” sebut Agus.

Dijelaskan Agus Suryadi, meskipun keberadaan Ade Jona dinilai sebagai representasi keberpihakan para pengusaha sukses kepada pasangan Prabowo – Gibran di Sumut, namun hal itu tidak serta merta membuat TKD Prabowo – Gibran di Sumut sebagai TKD yang paling kuat secara finansial.

“Kalau di bilang TKD nomor urut 2 di Sumut sebagai TKD yang paling kuat secara finansial, saya fikir belum tentu juga. Itu karena masing-masing TKD sudah memperhitungkan cost yang dibutuhkan, dan tentu dukungan dana masing-masing TKD dibelakang itu pasti juga sudah ada. Masing-masing TKD punya power kok di daerah masing-masing,” jelasnya.

Sementara untuk TKD tingkat Sumut nomor urut 3 (Ganjar – Mahfud), sosok Ketua TKD Paul Baja Siahaan juga dinilai tidak familiar di kalangan masyarakat Sumut. Tak hanya itu, masuknya nama Yamitema Laoly yang merupakan putra Menkumham Yasonna Laoly sebagai Bendahara TKD Ganjar – Mahfud di Sumut juga dinilai tidak begitu berpengaruh.

“Sosok ketua TKD Ganjar – Mahfud (Paul Baja Siahaan) memang tidak familiar. Sementara untuk Yamitema, anak Yasonna kan beda dengan Yasonna bapaknya,” sebutnya.

Diakui Agus, nama-nama atau sosok yang muncul dalam komposisi TKD bisa berpengaruh terhadap pemenangan calon di daerahnya masing-masing. Namun bila TKD bisa membangun sinergitas sebagai sebuah tim yang kokoh dan solid, maka ketokohan yang dimaksud bisa tidak begitu berdampak.

Pasalnya, Agus menilai bahwa strategi dan soliditas yang mampu dibangun TKD menjadi salah satu kunci kemenangan yang harus dimiliki oleh setiap paslon.

“Yang tentu berpengaruh sebenarnya bagaimana tim pemenangan atau tim kampanye tersebut bisa mengatur strategi pemenangan yang efisien dan efektif, tidak melulu soal ketokohan. Tentunya semua tidak terlepas dari membangun komunikasi dan jejaring di akar rumput dan memperkuat basis dukungan di arus bawah. Terkhusus juga bisa menjual ketiga pasangan capres – cawapres di kalangan pemilih pemula dan milineal. Dengan begitu, saya fikir nama-nama yang punya ketokohan bisa sedikit dikecualikan,” pungkasnya.
(map)

Bobby Naikkan Honor Guru dari Rp250.000 Jadi Rp400.000

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Bobby Nasution memberikan kabar baik kepada para guru honorer di Kota Medan pada moment perayaan Hari Guru Nasional tingkat Kota Medan yang digelar di Stadion Teladan Medan, Sabtu (25/11).

Adapun kabar baik yang dimaksud, yakni berupa penambahan honor guru-guru honorer di Kota Medan dari yang sebelumnya berjumlah Rp250.000 menjadi Rp400.000 perbulan di tahun 2024 mendatang.

“Ditahun 2024 honor guru baik itu guru negeri dan juga guru swasta kita naikan menjadi Rp.400.000,” ucap Bobby Nasution saat memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional tingkat Kota Medan.

Pada kesempatan itu, Bobby Nasution juga meminta kepada OPD terkait di Pemko Medan agar honor para guru honorer di Kota Medan dapat diberikan di setiap akhir bulan atau dibayarkan setiap bulannya. Dengan begitu, honor guru tidak boleh lagi dibayarkan setiap tiga bulan sekali seperti yang selama ini terjadi.

“Saya minta honor ini dapat disalurkan di setiap akhir bulan, bukan seperti biasanya setiap tiga bulan,” tegas Bobby pada kegiatan yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Medan H. Aulia Rachman, Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, serta para pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan tersebut.

Pada kesempatan itu, Bobby Nasution juga membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Ia menjelaskan bahwa pada tahun pertama program Merdeka Belajar, Mendikbudristek telah menghapus Ujian Nasional dan memberi kepercayaan kepada masing-masing guru untuk menilai hasil belajar muridnya.

Mendikbudristek juga menerapkan Asesment Nasional agar semua bisa berfokus dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif dan menyenangkan. Kemudian di tahun berikutnya, Mendikbudristek meluncurkan Kurikulum Merdeka.

“Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang ditunggu-tunggu oleh para guru, karena tidak hanya meringankan beban murid berkat pengurangan pada jumlah materi dan penekanan pada pemahaman yang mendalam, tetapi juga memerdekakan guru untuk mengolah kreativitasnya dan berinovasi dalam mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan sesuai kebutuhan murid,” ujarnya.

Dijelaskan Bobby, saat ini ruang untuk belajar dan berbagi di antara sesama guru semakin luas dengan adanya platform Merdeka Mengajar. Saat ini, jutaan guru di seluruh Indonesia saling terhubung, saling belajar, dan menginspirasi satu sama lain dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.

“Selanjutnya, terobosan besar lainya dengan meluncurkan Pendidikan Guru Penggerak. Program ini berbeda dari pelatihan guru yang sudah ada sebelumnya, karena tujuannya untuk mendorong lahirnya generasi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang mampu memimpin perubahan nyata,” jelasnya.

Terakhir, Bobby Nasution juga mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah sudah semakin dekat untuk mencapai target satu juta guru PPPK guna memenuhi kebutuhan guru yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para pendidik.

“Oleh karena itu, mari kita rayakan hari ini dengan semangat untuk terus melaju ke depan, dengan derap langkah serentak melanjutkan gerakan Merdeka Belajar,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Bobby Nasution juga memberikan penghargaan kepada sejumlah guru terbaik di Kota Medan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan.
(map)

Diklaim Tidak Akan Licin SDABMBK Pastikan Perempatan Jalan Sudirman Medan Aman Dilintasi

Ketua Gapkin Sumut, Mandalasah Turnip saat meninjau proyek pengerjaan revitalisasi perempatan Jalan Sudirman, Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), memastikan bahwa kondisi proyek revitalisasi perempatan Jalan Sudirman Kota Medan masih terus berlangsung hingga saat ini.

Pemko Medan juga mengklaim, perempatan Jalan Sudirman Medan yang tepat berada di seberang rumah dinas Gubernur Sumatera Utara itu aman untuk dilalui kendaraan.

Tentunya, setelah jalan beton bermotif keramik yang viral karena adanya pengendara yang jatuh akibat licinnya jalan tersebut selesai direvitalisasi dan dinyatakan telah memenuhi standar keamanan bagi pengguna jalan.

“Proyek revitalisasi perempatan Jalan Sudirman jika selesai dikerjakan nantinya, maka kami pastikan tidak licin dan aman bagi pengguna jalan yang melintas,” ucap Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDABMBK Kota Medan, Yulius Ares, Minggu (26/11).

Pernyataan itu disampaikan Yulius sekaligus menepis isu yang menyebutkan bahwa perempatan Jalan Sudirman berisiko dilalui kendaraan karena permukaan badan jalan raya yang licin akibat dilapisi keramik atau bahan campuran keramik.

Yulius menegaskan, badan jalan yang direvitalisasi di sekitar rumah dinas Gubernur Sumut itu sama sekali tidak dilapisi keramik atau bahan baku campuran keramik. Melainkan, rigid beton yang dicetak atau yang diproses dengan coating dan dicuci dengan menggunakan bahan kimia khusus.

Tentunya selama dilakukan proses pencucian, kondisi permukaan badan jalan menjadi memang licin dan belum layak dilintasi kendaraan.

“Pada saat permukaan badan jalan itu masih dalam proses pencucian, ternyata ada pengendara sepeda motor yang melintas dan akhirnya terpeleset. Dari kejadian itu, muncul anggapan di kalangan masyarakat seolah-olah permukaan badan jalan itu sengaja dibuat licin,” ujarnya.

Lantas, kapan proyek revitalisasi perempatan Jalan Sudirman Kota Medan itu akan dibuka dan difungsikan untuk umum? Yulius menjelaskan, bahwa jalan tersebut saat ini sudah memasuki tahap penyelesaian akhir dan direncanakan siap difungsikan sekitar awal Desember 2023.

“Saat ini sudah memasuki tahap penyelesaian akhir. Kita rencanakan siap difungsikan sekitar awal Desember,” jawabnya.

Yulius kembali memastikan, kondisi permukaan badan jalan rigid beton di kawasan perempatan Jalan Sudirman Medan sama sekali tidak licin pada saat difungsikan, bahkan akan dipercantik dengan beberapa corak dan dilengkapi marka jalan berupa pita kejut agar pengemudi kendaraan bermotor mengurangi kecepatan saat melintas di sekitar perempatan jalan raya tersebut.

Dijelaskan Yulius, pekerjaan fisik revitalisasi Jalan Sudirman merupakan bagian dari komitmen Pemko Medan untuk menciptakan penataan Kota Medan agar terlihat lebih rapi dan nyaman digunakan oleh masyarakat.

Selain merevitalisasi sejumlah ruas jalan protokol, sambung Yulius, saat ini Pemko Medan juga terus berkomitmen untuk memperbaiki seluruh infrastruktur di Kota Medan, khususnya jalan dan drainase.

“Dari panjang jalan yang ada di Kota Medan sekitar 3.000 kilometer, ditargetkan akan terus dilakukan perbaikan sesuai dengan perencanaan sampai jalan dalam kondisi mantap,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Gabungan Perusahaan Konstruksi Indonesia (Gapkin) Provinsi Sumut, Mandalasah Turnip, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kelayakan proyek revitalisasi perempatan Jalan Sudirman Medan.

Usai melakukan peninjauan, Mandalasah pun menilai positif proyek tersebut. Mandalasah bahkan turut mengklaim jika jalan tersebut aman bagi pengendara karena memang bahan yang digunakan tidak terbuat dari keramik, melainkan rigid beton.

“Jalan ini aman bagi pengendara motor. Bahan bukan keramik melainkan beton. Kami sudah cek langsung ke lokasi. Kalau soal licin, jalanan yang terkena hujan lalu motor melaju kencang ya pasti beresikolah,” katanya.
(map/azw)

Ganjar Didukung Kiai Banten Abuya Muhtadi

SILATURAHMI: Ganjar Pranowo menemui ulama kharismatik Banten, KH Ahmad Muhtadi Dimyathi di Pondok Pesantren Roudatul Ulum di Pandeglang, Banten, Senin (13/11). (Foto: Tim Media Ganjar Pranowo)

SUMUTPOS.CO – CALON presiden (capres) RI 2024 Ganjar Pranowo mendapat dukungan dari ulama kharismatik Banten, KH Ahmad Muhtadi Dimyathi. Dukungan itu disampaikan saat Ganjar bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Roudatul Ulum, Kampung Cidahu, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (13/11).

Ganjar tiba di Ponpes sekitar pukul 17.40 WIB, langsung bertemu dengan Abuya Muhtadi. Ganjar yang didampingi Ketua DPP PDI-P Ahmad Basarah diterima secara khusus di sebuah ruangan.

Saat Abuya datang, dia menunjuk tempat untuk diduduki Ganjar sambil tersenyum. Ternyata itu tempat yang sama ketika Jokowi datang menjelang Pemilu 2019.”Dulu Pak Jokowi juga duduk disitu. Iya, Pak Presiden duduknya disitu,” kata Abuya.

Setelah kurang lebih 20 menit, keduanya kemudian keluar dari ruang tamu untuk salat magrib berjamaah. Abuya yang menjadi imam, sekaligus memimpin doa setelah salat. Selanjutnya, Ganjar pamit pulang.

“Iya, ini silaturami. Abuya Muhtadi mendoakan dan beliau Insya Allah memberikan dukungan dengan seluruh jaringan thoriqohnya,” ujar Ganjar.

Dukungan tersebut membuat Ganjar haru dan bangga karena Abuya Muhtadi merupakan ulama kharismatik, putra dari KH Dimyati Al-Bantani, yang juga guru dari Abuya Uci Turtusi.

“Tentu kami terharu, bangga, bisa mendapatkan dukungan dari ulama yang kharismatik dan sangat dihormati seperti beliau,” ungkapnya.

Kedatangan Ganjar ke Pandeglang kali ini juga untuk menyampaikan salam dari KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) untuk Abuya Muhtadi. Sebelumnya, Ganjar memang sowan ke kediaman Gus Mus di ponpes Raudlatut Thalibin di Rembang, Jawa Tengah.

“Kami tadi ke Gus Mus bicara sama beliau, pamit mau ke Banten ke Abuya Muhtadi. Oh salam ya. Ternyata beliau juga sangat dekat begitu,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Abuya Muhtadi memberikan nasihat kepada  Ganjar tentang situasi politik Tanah Air saat ini.”Jadi ya terima kasih saya tadi juga mendapatkan nasihat-nasihat dari orang tua tentang kebaikan dan kesabaran,” tuturnya.

Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu mengungkapkan, Abuya juga mengamati situasi dan kondisi politik menjelang pemilihan presiden (pilpres) 2024.

“Semua merasakan bahwa kondisi ini perlu disikapi dengan ketenangan, jangan sampai menimbulkan perpecahan, itu nasihat beliau,” kata Ganjar.

Dia pun mengamini bahwa semua pihak harus bisa menahan diri dan saling mengingatkan.”Maka saya sampaikan tadi semua harus sabar, dijalani sampai saling mengingatkan. Kalau orang Jawa bilang dalam kondisi seperti ini harus eling lan waspada (ingat dan mawas diri),” ungkapnya. (wir)

BRI Medan Sisingamangaraja Perkenalkan Pasar.id Solusi Belanja Online di Pasar

Tim BRI BO Medan Sisingamangaraja saat hadir langsung ke Pasar Simpang Limun Medan. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) merupakan perbankan yang berkomitmen terhadap bisnis dan ekonomi berkelanjutan. Oleh karena itu, melalui Bank Rakyat Indonesia Branch Office (BRI BO) Medan Sisingamangaja secara aktif peduli terhadap perkembangan pasar.

Pasar merupakan pusat ekonomi di sebuah kota, karena itu BRI BO Medan Sisingamangaraja melaksanakan kegiatan dan hadir langsung ke Pasar Simpang Limun, di Jalan Sisingamaraja Medan, Sabtu (25/11).

BRI BO Medan Sisingamangaja terus gencar memperkenalkan serta memasarkan aplikasi pasar.id dan aplikasi Brimo. Selain itu juga mengedukasi nasabah untuk bertransaksi cashless melalui QRIS, di Pasar Simpang Limun Medan.

Manager Bisnis Mikro BRI Cabang Medan Sisngamangaraja, M Rachmat menyampaikan, pasar.id menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki lebih banyak aktivitas bekerja, namun ingin kebutuhan pokok di rumahnya tetap terpenuhi. Walaupun sibuk di kantor, namun dengan aplikasi ini masyarakat tinggal klik dan bisa belanja bahan pokok di pasar melalui online.

“Kegiatan ini dilakukan BRI BO Medan Sisingamangaraja untuk mempermudah agar bertransaksi dengan cepat dan aman. Dalam aplikasi pasar.id milik BRI ini, akan dilakukan kerja sama dengan pengelola dan sejumlah pedagang di pasar yang menjual kebutuhan pokok masyarakat,” katanya.

Ia juga menjelaskan, bahwa keuntungan berbelanja melalui aplikasi pasar.id, selain hemat di ongkos pengantaran, juga akan menyimpan data transaksi, sehingga lebih mudah saat akan mengajukan kredit di BRI.

“Ke depannya, pasar.id akan terus berkembang dan menyasar seluruh pasar yang ada di Kota Medan. Ini akan menjadi solusi terbaik bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok yang berkualitas dengan mudah dan murah,” tandas Rachmat. (dwi)

Penghujung Laga Sada Sumut FC vs Persiraja, Arya Sinulingga Usir Nazaruddin Dek Gam

SUMUTPOS.CO – Pendiri (Founder) Sada Sumut FC, Arya Sinulingga, meneriaki dan menunjuk ke arah Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam, yang terlihat berada di tribun VVIP Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Deli Serdang pada laga Sada Sumut FC vs Persiraja Banda Aceh, Sabtu (25/11/2023) sore.

Arya meneriaki langsung Nazaruddin Dek Gam dengan maksud mengusir lantaran menurutnya, orang nomor satu di klub Persiraja tersebut tidak boleh hadir beraktivitas di stadion saat pertandingan Persiraja.

“Kau ngapain di sini? Kau kan gak boleh ke pertandingan nonton,” teriak Arya jelang akhir pertandingan imbang 2-2 itu.

Dek Gam terlihat tak merespons teriakan Arya dan tak menatap mata Arya. Saat diteriaki Arya, pandangan Nazaruddin Dek Gam terlihat tertuju ke lapangan stadion Baharoeddin Siregar. Ada seorang perempuan yang terlihat mendampinginya, termasuk beberapa orang pria di belakangnya yang diduga merupakan rekannya.

Tidak sampai di situ, usai pertandingan, Arya kembali menegur Nazaruddin Dek Gam, kendati nada suaranya lebih rendah dari sebelumnya sehingga tidak jelas apa yang dia katakan. Tetapi selanjutnya, sejumlah penonton yang berada di tribun VIP, persis di atas tribun VVIP gantian meneriaki Dek Gam dengan nada emosional, bahkan ada yang terlihat melontarkan kata-kata ejekan.

“Di Aceh sok keras kau, di sini diam aja kau kayak Ayam Sayur. Nggak akan kami lempari kau pakai botol minuman seperti yang kalian buat sama PSMS waktu main di sana,” teriak seorang penonton.

Selanjutnya, di tengah situasi yang mulai agak gaduh dengan teriakan penonton, aparat kemanan selanjutnya menggiring Nazaruddin Dek Gam keluar stadion dengan memutar dari tribun VVIP menuju tribun VIP. Untungnya, tidak ada seorang penonton pun yang melakukan lemparan, kendati Dek Gam mendapat sorakan massa, termasuk dari tribun barat saat akan meninggalkan lokasi.

“Kan gak ada kami lempar kau kan? Nggak kayak di tempat kau di Aceh, botol minuman masuk ke stadion waktu pertandingan, kalian lempari pemain PSMS,” teriak penonton lain.

Seperti diketahui, Nazaruddin Dek Gam dihukum denda Rp22,5 juta dan larangan berpartisipasi dalam lima pertandingan. Namun, saat Persiraja Banda Aceh menghadapi PSMS Medan di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (18/11/2023) malam lalu, anggota legislatif DPR RI tersebut terlihat menonton pertandingan dari tribun VIP.

Bahkan, usai pertandingan yang berakhir dengan penonton melakukan pelemparan botol ke arah pemain dan ofisial PSMS, dari rekaman video amatir yang beredar di dunia maya, dia juga terlihat menghardik Pembina PSMS Medan, Letjen (Purn) Edy Rahmayadi. Edy yang hadir pada pertandingan itu dan pulang usai pertandingan, harus kembali ke stadion lantaran kericuhan. Tiba di stadion dia mempertanyakan siapa pihak yang bertanggung jawab terkait kericuhan pasca laga Persiraja vs PSMS Medan. Bukannya dijawab, Gubernur Sumut perode 2018/2023 dan mantan Pangkostrad itu mendapat teriakan bernada usiran dari Dek Gam.

“Yang tidak berkepentingan silahkan keluar,” ujar Dek Gam merespons Edy Rahmayadi.

Untuk diketahui, Nazaruddin Dek Gam mengutip dari situs resmi PSSI, Kamis, 12 Oktober 2023, sanksi terhadap Dek Gam sesuai hasil sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI pada 5 Oktober 2023.

Selajn Dek Gam, Komdis PSSI juga menjatuhkan hukuman kepada Persiraja Banda Aceh. Komdis menjatuhkan sanksi Lantak Laju usai laga Liga 2 musim 2023-2024 dengan Sada Sumut FC pada 30 September lalu. (dek/ram)

Darma Wijaya dan Kapolres Sergai Berikan Sepatu kepada Anak Yatim, Usai Kalahkan Pemdes Marjanji

BERSAMA: Bupati Sergai H Darma Wijaya bersama Kapolres Sergai AKBP Oxy Yudha Pratesta, SIK didampingi ketua PWI Sergai Edy syahputra, Sekjen PWI Sergai Darmawan dan anggota PWI Sergai Abdul Malik, Camat dan perangkat desa saat foto bersama. (fad)

SIPISPIS, SUMUTPOS.CO- Dua gol (Brace) dari Darma Wijaya menjadi penentu kemenangan Forkopimda Sergai atas Pemdes Marjanji pada pertandingan digelar di Lapangan Desa Marjanji Kecamatam Sipispis, Jumat (24/11/2023) sore.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sergai H Darma Wijaya bersama Kapolres Sergai AKBP Oxy Yudha Pratesta, SIK memberikan sepatu bola kepada Galang Alfiki (12) dan Arpan Pratama Saragih (12).

Dalam pertandingan silaturahim safari sepakbola tersebut, Tim Forkopimda Sergai yang diperkuat oleh Bupati Sergai Darma Wijaya, Kapolres Sergai AKBP Oxy, Mantan pemain PSDS Imam Faisal dan Misriadi, Ketua PWI Sergai Edi Saputra, Ketua KONI Sergai Aspul A Lubis dengan Manajer Darmawan (Sekretaris PWI Sergai), berhasil mengungguli tim Pemdes Marjanji yang diperkuat Kepala Desa Marjanji Jasmahadi, sejumlah Kepala Desa Kecamatan Sipispis dengan Manajer Herbin Damanik (Camat Sipispis) dan Heriandi Damanik (Kades Bartong) dengan skor 2-0, dua skor tersebut dicetak Bupati Sergai Darma Wijaya pada babak kedua hingga pertandingan usai.

Seusai pertandingan Bupati Sergai H. Darma Wijaya bersama Kapolres Sergai AKBP Oxy Yudha Pratesta, SIk memberikan sepatu bola kepada 2 anak yatim yang berada di desa tersebut. Rasa bahagia bercampur takjub keduanya terpancar saat Bupati Sergai Darma Wijaya langsung menyerahkan hadiah sepatu bola tersebut kepada Gilang dan Kapolres Sergai AKBP Oxy Yudha Pratesta menyerahkan sepatu bola kepada Arpan.

Kepada kedua anak yatim tersebut Bupati Darma Wijaya berpesan agar sungguh-sungguh berlatih sepakbola juga rajin belajar di sekolah, sehingga keduanya bisa seiring antara main sepakbola dan belajar di sekolah.

“Semoga hadiah sepatu bola ini bisa mendukung Galang dan Arpan berlatih sehingga ke depan menjadi pemain sepakbola berprestasi baik ditingkat Daerah maupun nasional seperti Arkhan Fikri,” pungkas Darma Wijaya.

Usai menerima hadiah sepatu bola saat ditemui, Gilang dan Arpan menyampaikan rasa gembira, bahagia sekaligus bercampur takjub karena langsung menerima hadiah sepatu bola dari tangan Bupati Sergai dan Kapolres Sergai.

“Memang sebelumnya telah dikabari sama pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Bang Anto agar hadir ini di lapangan sepakbola tempat kami berlatih akan menerima hadiah sepatu bola,” sebut Gilang, pemain dengan posisi bek di SSBnya.

Keduanya merasa bahagia dan terkejut, ternyata Bupati Sergai dan Kapolres Sergai yang langsung menyerahkan hadiah sepatu bola tersebut.

“Kami doakan pak Bupati Sergai semoga sehat-sehat dan sukses selalu, panjang umur dan semakin sukses memimpin Sergai”, sebut Gilang dan Arpan serempak seraya sangat bersyukur telah menerima hadiah sepatu bola dari Bupati Sergai.

Gilang Alfiki merupakan warga Dusun VI Desa Buluh Duri Kecamatan Sipispis merupakan pelajar Kelas VII SMPN 2 Sipispis, merupakan putra pertama dari dua bersaudara dari pasangan Almarhum Jumadi dan Sartik, namun Gilang telah memiliki ayah sambung Herman Pelani dari ayah sambung tersebut saudara Gilang bertambah dua orang.

Sedangkan Arpan Pratama Saragih merupakan pelajar kelas VI di SDN 106873 Gunung Pamela warga Simpang Racun Dusun V Desa Marjanji, Arpan yang sama berlatih sepak bola bersama Gilang kerap di posisi penyerang.

Arpan anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Almarhum Beny dan Siti Sawiyah. (fad/ram)

Perebutan Trophy Motocross, Wali Kota Sibolga: Asah Keahlian Crosser Muda

MOTOCROSS: Para peserta perlombaan BFG Grasstrack Motocross 2023 bertempat di Stadion Horas Kota Sibolga, Pada Sabtu (25/11/2023).

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Sibolga secara resmi membuka perlombaan BFG Grasstrack Motocross 2023 bertempat di Stadion Horas Kota Sibolga, Pada Sabtu (25/11/2023).

Kejuaraan BFG Grasstrack Motocross 2023 memperlombakan 10 kelas dan di ikuti 104 Crosser, baik dari Kota Sibolga maupun luar daerah.

Pembukaan perebutan Trophy Wali Kota Sibolga ditandai dengan pengibaran bendera star yang dilakukan oleh Kepala Bappeda, Junedi Tanjung.

Mewakili Wali Kota Sibolga, Junedi mengatakan, Pemko Sibolga sangat mengapresiasi dan mendukung terlaksananya ajang kompetisi Motocross sebagai ajang kompetisi olahraga bagi kalangan generasi muda.

“Kompetisi ini merupakan pertama kali, diharapkan dapat meningkatkan skil crosser muda di Kota Sibolga dengan semangat kompetisi dan kebersamaan,” ujar Kepala Bappeda

Juned menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat dilakukan berkelanjutan guna mengasah kemampuan Crosser Muda dan melahirkan crosser-crosser muda Kota Sibolga.

“Manfaatkan perlombaan ini dengan sebaik-baiknya untuk mengasah keahlian para crosser muda untuk menyalurkan bakatnya,” jelasnya.

Sementara itu ketua panitia, Herion Marbun mengatakan, kejuaraan Motocross di Kota Sibolga sudah lama tidak terlaksana.

“Dengan dukungan Pemko Sibolga dan Stekholder Lainnya, Alhamdulillah, kejuaraan ini dapat terselenggara,” ucapnya. (mag-5/ram)

M Nuh dan Dr Usman Ja’far Launching Buku Politik Islam Dalam Al Quran

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ajaran Islam menyentuh semua sisi kehidupan, baik individu, keluarga, dan masyarakat. Bahkan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak luput dari perhatian Islam.

Hal itu disampaikan Anggota DPD RI Muhammad Nuh dalam pesan tertulisnya pada acara peluncuran buku berjudul “Politik Islam Dalam Al Quran” yang digelar di Hotel Nivia Medan, Sabtu (25/11/2023). M Nuh yang menjadi salah seorang penulis buku tersebut berhalangan hadir karena sakit.

Menurut M Nuh, Umat Islam adalah penduduk terbesar negeri ini, termasuk di Sumatera Utara. Sayangnya, sebagian kaum Muslimin hanya memahami Islam sebagai ajaran ritual atau ibadah dalam pengertian terbatas seperti salat, puasa, zakat dan Haji.

“Harapan kami, dengan hadirnya buku “Politik Islam Dalam Al Quran” ini, secara bertahap masyarakat Muslimin dapat memahami Islam secara utuh sehingga terwujud Islam yang Rahmatan lil’alamin (membawa rahmat bagi semua), Insyaa Allah, Aamiin,” pungkasnya.

Sedangkan penulis lainnya, Dr Usman Ja’far Lc MA dalam paparannya mengatakan, buku ini terdiri dari 76 halaman yang berisi tentang pengertian politik secara bahasa, pengertian politik secara istilah, politik dalam pandangan Yunani, Barat dan Islam. “Didalamnya juga kita jelaskan secara singkat dan padat nilai-nilai dasar sistem politik Islam dalam Al Quran, yang salah satunya keharusan mewujudkan persatuan dan kesatuan umat,” jelas Usman Ja’far.

Usman yang juga ulama Sumatera Utara ini memaparkan, secara prinsip politik itu adalah perbaikan. “Politik itu bukan hanya untuk dirinya, bukan untuk anaknya bukan untuk menantunya tetapi untuk kesejahteraan semua rakyat Indonesia,” sebutnya.

Usman juga menyayangkan masih tingginya money politic di negeri ini. Menurut data dari penelitian LIPI, ada 63% masyarakat Indonesia masih terlibat meney politic. Karenanya, Usman berharap buku ini dapat memberikan manfaat sebesar besarnya untuk umat.

Sementara, anggota DPR RI dari Fraksi PKS Hidayatullah yang diminta menjadi pengantar sekaligus membuka launching buku ini, dalam sambutannya mengatakan, Islam phobia di negeri ini masih tinggi. Semua yang berbau Islam pasti dicap negatif dan radikal.

“Kalau kita berbicara Politik Islam, pasti kita dicap radikal atau teroris. Maka salah satu cara yang efektif untuk menghalau Islam Phobia adalah dengan membuat buku seperti ini (Politik Islam Dalam Al Quran). Semoga buku ini menjadi amal jariyah untuk para penulisnya M Nuh dan Dr Usman Ja’far,” ujar Hidayatullah.

Tampak hadir pada launching buku ini yakni anggota DPRD Sumatera Utara dari PKS Abdul Rahim ST MT, Ketua MPW PKS Sumatera Utara Ustad Salman Alfarisi Lc MA, Sekretaris PKS Kota Medan Ustad Doli Indra Rangkuti, Prof Khaidar Putra Daulay dan Ustad Subhan Lubis al Hafiz. (adz)