Home Blog Page 927

Pastikan P3PD Capai Target, Pemprov Sumut Dorong Upaya Evaluasi

MATERI: Inspektur Provinsi Sumut Lasro Marbun, saat menyampaikan materi pada acara Rapat Koordinasi Implementasi P3PD di Provinsi Sumut 2023, yang digelar di Le Polonia Hotel, Senin (20/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memastikan Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) mencapai tujuan yang ditargetkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mendorong upaya eveluasi, guna memastikan adanya penguatan kelembagaan pemerintahan desa dalam meningkatkan kualitas belanja desa.

Hal tersebut disampaikan Inspektur Provinsi Sumut Lasro Marbun, saat menyampaikan materi paparannya dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Implementasi P3PD di Provinsi Sumut 2023, yang digelar di Le Polonia Hotel, Senin (20/11) lalu.

“Program nasional ini sudah 2 tahap di Sumut, dan perlu dikaji, apakah memang berdampak pada penguatan pemerintahan desa, terutama dalam mengelola dana desa,” ungkap Lasro.

Menurut Lasro, Pemprov Sumut tidak boleh hanya berperan melakukan pembinaan, pengawasan, dan sebagai penyelenggara P3PD, namun juga mampu mengarahkan program sesuai dengan kebutuhan.

“Kita tidak boleh hanya bertindak koordinatif. Namun bisa evaluatif dan melakukan tindakan korektif. Sehingga program ini memang betul berhasil dan berdampak baik bagi desa,” harapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Sumut Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Effendy Pohan menuturkan, kelemahan yang dihadapi desa saat ini berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia (SDM), kepemimpinan kepala desa, dan manajemen pengelolaan keuangan yang masih lemah.

Untuk itu, menurutnya, perlu adanya reformasi sistem pendukung, serta pembinaan dan pengawasan kepada desa. Juga adanya inovasi pengembangan sistem peningkatan kapasitas yang lebih efisien dengan menggunakan teknologi digital. Sehingga ada efisiensi dan efektivitas penguatan desa.

Rakor ini dibuka oleh Perwakilan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Nana Wahyudi. Turut hadir perwakilan kabupaten kota, dan organisasi perangkat daerah (OPD) Sumut terkait.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Eko Prasetyanto Purnomo Putro, dalam sambutannya yang dibacakan Nana, mengatakan, untuk mencapai pembangunan desa yang berkelanjutan, penguatan kapasitas pemerintahan desa adalah kunci utama.

Harus dipastikan, aparat pemerintahan desa memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengelola program pembangunan desa.

“Pelatihan rutin dan pendampingan teknis, perlu ditingkatkan untuk memastikan pemerintahan desa beroperasi dengan efektif dan efisien,” jelasnya.

Namun, menurut Nana, pengembangan SDM tidak hanya terbatas pada pemerintah desa, tapi juga melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Perlu didorong partisipasi aktif masyarakat dalam pelatihan dan pendidikan yang mendukung pembangunan desa. (gus/saz)

Koalisi Anti Korupsi Minta Firli Stop Playing Victim

FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS PENUHI: Ketua KPK Firli Bahuri usai memenuhi panggilan Dewas KPK di Gedung KPK, Senin (20/11). Koalisi masyarakat anti korupsi meminta Firli Bahuri tidak playing victim ke publik.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Berbagai koalisi masyarakat anti korupsi meminta Ketua KPK Firli Bahuri tidak playing victim ke publik atas kasus dugaan pemerasaan yang sedang membelitnya. Juga tidak menjadikan lembaga KPK sebagai tameng terkait kasusnya.

Ketua Indonesia Memanggil (IM57+ M Praswad Nugraha meminta Firli Bahuri berhenti memainkan diksi serangan balik koruptor. Sebab, justru pemberantasan korupsi dan kinerja KPK memburuk sampai ke titik nadir di bawah kepemimpinan dirinya. “Di mata kami IM57 Institute seorang Firli Bahuri tidak pernah menjadi bagian dari perlawanan dan pemberantasan Korupsi,” paparnya.

IM57+ menyebut, Firli Bahuri harus berhenti menggunakan tameng institusi KPK. Untuk melindungi dirinya dari dugaan pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo (SYL). Sebab, jika kondisi ini terus sengaja dilakukan hanya akan merusak marwah dan kehormatan lembaga anak kandung reformasi.

Hal senada di disampaikan oleh Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Dia meminta Firli fokus pada kasus yang sedang dia hadapi. Bukan melebar ke mana-mana dengan narasi yang diciptakan.

Termasuk soal mobil hilang di Bareskrim saat dirinya diperiksa pada 16 November lalu terkait kasus dugaan pemerasan terhadap SYL. “Pernyataan mobil hilang itu berbohong,” ucap Boyamin.

Sebab, pengawasan di Bareskrim tergolong ketat. Tidak mungkin semua kendaraan bisa masuk ke sana. Dia menyakini, Firli masuk dalam pemeriksaan dan naik mobil juga sudah diatur diatur. Jadi tidak perlu mendramatisir soal kehilangan mobil.

Boyamin menduga, Firli gugup usai diperiksa dan ketika menemui awak media yang menunggunya. Pola menghindari dari media, bukan kali itu saja dilakukan Firli. Saat diperiksa di Bareskrim yang pertama, dia juga mengindar dari kejaraan pers. Bahkan sempat mengganti mobilnya saat keluar agar tak terendus media.

“Kemarin itu sebenarnya akan dilakukan oleh Firli lagi. Tapi keburu ketahuan,” ucapnya. Mengomentari kondisi Firli yang sampai harus menutupi wajahnya saat keluar dari ruang pemeriksaan.

Soal penuntasan hukum harus dipercepat, seperti yang disampaikan Firli di awak media di KPK, Boyamin berpandangan lain. Menurutnya, saat ini justru banyak kasus di KPK yang belum tertangani secara tuntas. Seperti masalah izin tambang di Waringin Timur, kasus E-KTP, sampai soal Harun Masiku yang hingga kini masih buron. (elo/jpg/ila)

Sukarelawan Usbat Ganjar Optimis Kemenangan 55 Persen untuk Ganjar-Mahfud di Deli Serdang

Sukarelawan Ustadz Sahabat (Usbat) Ganjar optimis Ganjar Pranowo-Mahfud MD meraih kemenangan 55 persen di Deli Serdang.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Sukarelawan Ustadz Sahabat (Usbat) Ganjar, optimis terhadap kemenangan paslon nomor urut 03, Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Mereka menargetkan capaian suara 55 persen untuk Ganjar-Mahfud di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Hal itu disampaikan Koordinator Daerah (Korda) Usbat Ganjar Kabupaten Deli Serdang, Ahmad Thalaah usai melaksanakan kegiatan gotong-royong membersihkan lingkungan bersama warga.

Dia meyakini Ganjar-Mahfud akan meraup suara tertinggi di Kabupaten Deli Serdang dalam Pilpres 2024 mendatang.

“Saya selaku Koordinator Usbat Ganjar Deli Serdang menyatakan siap memenangkan Bapak Ganjar Pranowo di Kabupaten Deli Serdang ini 55 persen suara untuk Ganjar-Mahfud,” ujar Ahmad di Dusun II, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (21/11).

Ahmad menambahkan, pihaknya terus menyosialisasikan paslon Ganjar Pranowo-Mahfud MD untuk menguatkan dukungan dari masyarakat.

“Kita juga terus menyosialisasikan Bapak Ganjar Pranowo dan Mahfud MD Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 03,” kata Ahmad.

Dia menilai, Ganjar-Mahfud adalah pasangan ideal dan paling berpotensi untuk memimpin Indonesia di tahun 2024-2029.

Menurut Ahmad, Ganjar-Mahfud mampu saling melengkapi dan memberikan kontribusi terbaiknya untuk bangsa dan rakyat Indonesia.

“Kita ketahui pasangan ini merupakan pasangan yang sangat komplit karena Bapak Ganjar sangat tegas dan dekat dengan rakyat. Bapak Mahfud MD merupakan sosok yang sangat konsisten untuk memberantas korupsi,” ungkap Ahmad.

“Jadi kami berharap Bapak Ganjar dan Bapak Mahfud dapat memimpin Indonesia untuk Indonesia yang lebih baik ke depannya,” lanjutnya. (rel/tri)

Jadi Tersangka KPK, Wamenkumham Eddy Hiariej Diusir dari Rapat DPR

RAPAT: Wamenkumham Eddy Hiariej (kanan) saat rapat bersama Komisi III DPR RI. Namun kemudian dirinya diusir karena menyandang status tersangka di KPK.net RAPAT: Wamenkumham Eddy Hiariej (kanan) saat rapat bersama Komisi III DPR RI. Namun kemudian dirinya diusir karena menyandang status tersangka di KPK.net.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkum HAM) Edward Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej hadir dalam rapat kerja (raker) Komisi III DPR RI. Kehadiran Eddy Hiariej mendampingi Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna H Laoly.

Kehadiran Eddy diprotes Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Benny K Harman. Sebab, Eddy kini telah menyandang status sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Di hadapan kita ini selain Pak Menkum HAM ada Wamenkum HAM. Apa yang tidak tahu status beliau ini? Diketahui status beliau Wamenkum HAM ini tersangka, ditetapkan oleh KPK,” kata Benny di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/11).

Benny pun mengusulkan Eddy untuk keluar dari ruang rapat. Karena kehadirannya dinilai berpotensi membuat raker jadi cacat. “Kalau bisa Wamenkum HAM sebelum Menkum HAM menjelaskan hal-hal yang ditanyakan oleh Komisi III terlebih dahulu menjelaskan statusnya ini. Kalau tidak, kami usulkan supaya yang bersangkutan tidak berada di ruangan ini,” ucap Benny.

Merespons itu, Wakil Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menyampaikan, status hukum Eddy Hiariej dalam raker itu tak ada relevansinya. Karena itu, raker Komisi III tetap dilanjutkan dengan kehadiran Eddy.

“Silakan Pak Benny nanti ada kesempatan berbicara menyampaikan pendapat Pak Benny. Sementara persoalanan status apa namanya rekan-rekan yang hadir saat ini tidak ada relevansinya dengan persidangan ini, jadi kita lanjut Pak Menkumham, silahkan,” tegas Habiburokhman.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata membenarkan pihaknya telah menetapkan Wamenkumham Eddy Hiariej sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Surat perintah penyidikan (sprindik) dengan tersangka terhadap Eddy Hiariej itu telah ditandatangani pimpinan KPK dua pekan lalu. “Benar, itu sudah kami tandatangani sekitar dua minggu yang lalu,” ujar Alex Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (9/11).

Selain Eddy Hiariej, KPK juga menjerat tiga orang lainnya sebagai tersangka. Namun, Alex masih enggan mengungkap identitas tiga orang lainnya itu.”Empat orang tersangka, dari pihak pemerima tiga, dan pemberi satu. Itu. Clear,” ungkap Alex.

Dalam proses penyelidikan, KPK juga sudah memerikaa Wamenkumham Eddy Hiariej, pada Jumat (28/7) lalu. Ia didalami soal dugaan penerimaan gratifikasi senilai Rp 7 miliar.

Sebagaimana diketahui, Eddy Hiariej dilaporkan Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso ke KPK terkait dugaan penerimaan gratifikasi senilai Rp 7 miliar. Bahkan, belakangan beredar kabar Eddy bertemu pengusaha Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, yang diduga membahas persoalan PT Citra Lampia Mandiri (CLM). (jpg/ila)

Bertemu Pimpinan Ponpes se-Sumut, Ganjar Ungkap Peran Penting Tokoh Agama

AKRAB: Ganjar Pranowo bersilaturahmi dengan pimpinan ponpes se-Sumatera Utara di Pesantren Darularafah Raya, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, pada Jumat (10/11).Tim Media Ganjar Pranowo.

SUMUTPOS.CO – CALON pesiden (capres) Ganjar Pranowo bersilaturami dengan pimpinan-pimpinan pondok pesantren (ponpes) se-Sumatera Utara di Pesantren Darularafah Raya, Kabupaten. Deliserdang, Sumatera Utara, pada Jumat (10/11) malam.

Dalam kesempatan itu, Ganjar mengatakan bahwa peran tokoh agama sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam menyelesaikan berbagai masalah di masyarakat.

Mantan gubernur Jawa Tengah dua periode ini selalu melibatkan para ulama dalam mengambil kebijakan.”Suatu ketika saya jadi gubernur Jawa Tengah, persoalan yang ada di masyarakat itu gampang diselesaikan, ketika tokoh agama ini berkumpul, bertemu dan berdialog seperti ini,” ujarnya.

Ganjar kemudian menceritakan suatu ketika mendapatkan aduan berbagai masalah yang ada di masyarakat terkait dengan kebutuhan finansial, seperti belum bayar cicilan, terlilit hutang hingga biaya rumah sakit. Ganjar mengakui pada saat itu APBD Jawa Tengah terbatas, terutama pada saat pandemi Covid-19. Ganjar kemudian berdiskusi dengan tokoh agama dalam pengembangan zakat, infak dan sedekah yang dilakukan oleh pegawai Pemprov Jateng.

Data yang diperoleh, dari sekitar 40 ribu pegawai pemprov Jateng, zakat diperoleh hanya sekitar Rp 100 juta sampai Rp200 juta. Hal itu dinilai belum maksimal. Maka saat itu, Ganjar menggandeng ulama dan ustad untuk memberikan ceramah tentang zakat. Tak sampai dua bulan, semua pegawai pemrov Jateng yang beragama Islam sepakat untuk membayar zakat secara rutin.

Hasilnya, pegawai pemprov Jateng memberikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan perolehan mencapai Rp 6 miliar per bulan. Hingga sekarang berkembang seperti saat ini.”Saya minta para ulama tiap hari keliling ke seluruh dinas, sebelum bekerja mereka kasih kultum, cukup dua bulan. pegawai langsung bilang iya (bayar zakat). Dulu dari Rp 200 juta, alhamdulillah, sekarang Rp 6 miliar. Kemudian sekarang berkembang besar,” kata Ganjar.

Untuk diketahui, penerimaan zakat di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Tengah pada 2022 mencapai Rp 82,5 miliar. Baznas Jateng menaksir, capaian pada 2023 bisa mencapai Rp 100 miliar. Menurut Ganjar, zakat yang diberikan itu disalurkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di masyarakat seperti penangan kemiskinan ekstrem, bantuan sosial hingga untuk penurunan angka stunting.

Sementara itu, pimpinan umum Pesantren Darularafah Raya KH Indra Porkas Lubis mengajak para pimpinan ponpes untuk mendoakan Ganjar Pranowo menjadi Presiden Indonesia periode 2024-2029. Selain KH Indra Porkas, acara tersebut juga dihadiri pimpinan Harian Santri Pembela NusantaranIdat Darussalam hingga pimpinan pesantren Taruna Al Qolam Deli Serdang Ari Handoko.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadzul Ihsan di Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Kyai Bawalluddin Ady SPdi, mengapresiasi Ganjar yang menurutnya peduli terhadap pesantren.

“Keseriusannya terhadap pesantren yang ingin memajukan pesantren patut diapresiasi,” katanya. Dia juga berharap perhatian terhadap pesantren – pesantren baru di daerah. (wir/man)

Gulat Sumut Raih 3 Emas di Pomnas 2023

JUARA: Trip pelatih gulat Sumut Mangasi Simangunsong, Daslan Gultom SPd, dan Jan Bobby Nesra Barus MPd bersama peraih medali Pomnas 2023. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Prestasi membanggakan ditorehkan gulat Sumatera Utara pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XVIII/2023 Kalimantan Selatan. Tim gulat Sumut meraih 3 emas, 7 perak, dan 2 perunggu pada event yang berlangsung, 18-21 November 2023 tersebut.

Tiga medali emas disumbangkan oleh Tuahman Daniel Purba dari kelas 55 kg gaya greco roman, Musa Dayanus Sembiring dari kelas 87 kg gaya greco roman, dan Junaldi Sembiring dari kelas 97 kg gaya bebas putra.

Tujuh medali perak disumbangkan Exkel Idolanta Meliala dari kelas 130 kg gaya greco roman, Dewi Sartika Nasution dari kelas 50 kg gaya bebas putri, Bulan Oktapia Manalu dari kelas 53 kg gaya bebas putri, Anjelina Novianti Pasaribu dari kelas 76 kg gaya bebas putri, Libra Parklindo Sembiring dari kelas 57 kg gaya bebas putra, Dodi Haryansah Caniago dari kelas 74 kg gaya bebas putra, dan Wilanta Bresgi Tarigan dari kelas 86 kg gaya bebas putra.

Sedangkan dua medali perunggu dipersembahkan Abel Balbolo Silitonga dari kelas 67 kg gaya greco roman, dan Bellinda Septi Manalu dari kelas 62 kg gaya bebas putri. Gulat Sumut mengirimkan 13 atlet ke Pomnas 2023 ini didampingi trio pelatih Mangasi Simangunsong SPd, Daslan Gultom SPd, dan Jan Bobby Nesra Barus MPd.

Pelatih Gulat Sumut Mangasi Simangunsong mengaku bangga dengan raihan ini. Sebab persaingan di Pomnas 2023 ini cukup sengit, karena hampir semua atlet yang diproyeksikan tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 mendatang turut ambil bagian.

“Persaingan luar biasa. Daerah lain juga mengirimkan atlet yang dipersiapkan menghadapi PON 2024 mendatang. Bahkan ada beberapa atlet Pelatnas SEA Games juga ambil bagian,” ujar Mangasi Simangunsong didampingi Daslan Gultom SPd, dan Jan Bobby Nesra Barus MPd ketika dihubungi, Selasa (21/11).

Mangasi menambahkan Pomnas ini merupakan ajang uji coba bagi atlet gulat Sumut yang dipersiapkan menuju PON 2024 mendatang. “Hampir 70 persen peta kekuatan gulat di Indonesia tampil di Pomnas 2023 ini. Jadi ini sudah bisa dibilang gambaran awal menuju PON 2024 mendatang,” tambahnya.

Tim gulat Sumut pun mengucapkan terima kasih kepada Ketua Pengprov PGSI Sumatera Utara sekaligus Bupati Sedangbedagai H Dharma Wijaya, Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis, Rektor Universitas Negeri Medan Prof Dr Baharuddin ST MPd, Dekan FIK Unimed Prof Dr Imran Akhmad MPd, Ketua Bapomi Sumatera Utara sekaligus Ketua Yayasan STOK Bina Guna Medan Dr Hj Liliana Puspa Sari SPd MKes, Rektor Universitas Quality Berastagi Prof Dr Erna Frida MSi, dan semua pihak yang telah mendukung.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Mudah-mudahan dengan prestasi ini, bantuan peralatan seperti matras untuk Pelatda PON 2024 secepatnya terealisasi, sehingga persiapan kita lebih baik,” pungkasnya. (dek)