Home Blog Page 948

Institut Kesehatan Helvetia Wisuda 1.229 Lulusan, Garda Terdepan Atasi Masalah Kesehatan

CENDERA MATA: Rektor dan pembina Yayasan Helvetia bersama perwakilan LLDikti Sumut, ketua Aptisi Sumut, ketua ABPPTSI Sumut saat menerima cendera mata, Kamis (16/11).ISTIMEWA.

SUMUTPOS.CO – REKTOR Institut Kesehatan Helvetia Assoc Prof Dr H Ismail Efendy MSi mewisuda 1.229 lulusan dari 12 program studi di Gedung Selecta Medan, Kamis (16/11). Wisuda dihadiri Pembina Yayasan Helvetia Dr dr Razia Begum Suroyo MKes, mewakili kepala LLDikti Sumut, Ketua Aptisi Sumut Dr H Muhammad Isa Indrawan MM, Ketua ABP-PTSI Sumut Prof Dr H Bahdin Nur Tanjung MM, ketua dan anggota senat dan undangan.

Rektor mengutarakan bahwa Indonesia Sehat 2025 agar masyarakat memiliki kesadaran pentingnya kesehatan. ”Indonesia Sehat 2025 bukan hanya tentang mengatasi penyakit fisik, tetapi juga menekankan pentingnya kesehatan mental dan kesejahteraan sosial,” ujarnya.

Sebagai tenaga kesehatan yang telah dilatih dengan baik, lanjut rektor, wisudawan harus bertanggung jawab memberikan pelayanan yang holistik dan membimbing masyarakat untuk hidup sehat secara menyeluruh. ”Kengembangkan kemampuan dan pengetahuan agar dapat beradaptasi dengan perubahan dan memberikan pelayanan yang berkualitas,” sebutnya.

Assoc Prof Dr H Ismail Efendy MSi menegaskan bahwa tantangan kesehatan akan terus berkembang. ”Jadikan semangat riset dan inovasi sebagai sahabat akrab, sehingga kita dapat menciptakan solusi-solusi baru dan berkontribusi sebagai garda terdepan untuk mengatasi masalah kesehatan di Indonesia,” harapnya.

Sesuai visi menjadi institusi pendidikan tinggi bidang kesehatan berbasis riset sains dan teknologi yang unggul dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional pada tahun 2035, menurut rektor, Institut Kesehatan Helvetia fokus di bidang kesehatan yang mendayagunakan tekhnologi kesehatan melalui riset yang unggul.

Institut ini pun ikut berpartisipasi dengan meningkatkan kolaborasi internasional dalam bidang kesehatan, melaksanakan program pertukaran mahasiswa dan staf dengan institusi kesehatan keluar negeri, meningkatan mutu pendidikan dan penelitian di tingkat global. Kemudian mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum dan berkolaborasi dengan industri teknologi kesehatan.

”Institut Kesehatan Helvetia merupakan perguruan tinggi kesehatan yang mendukung terwujudnya pelayanan yang berkualitas dengan menghasilkan lulusan-lulusan yang unggul dalam bidang kesehatan yang dapat mendayagunakan teknologi terkini dalam bidang kesehatan,” tegasnya.

Yayasan Helvetia juga memberi dukungan memfasilitasi lima rumah sakit di Kota Medan dan sedang dipersiapkan pembangunan rumah sakit gigi dan mulut sehingga terlatih, memiliki pengalaman praktik dilapangan, terampil dan berpikir kritis dan siap kerja.

Dalam kesempatan ini juga disampaikan informasi tentang aktivitas perkuliahan fakultas kedokteran. Kemudian terbitnya izin penyelenggaraan program studi fisioterapi, persiapan visitasi pembukaan fakultas kedokteran gigi serta pengajuan rencana pembukaan program doktor kesehatan masyarakat. (dmp)

PSMS Bawa 21 Pemain ke Aceh

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Skuat PSMS Medan telah bertolak ke Banda Aceh, Kamis (16/11/) dalam rangka melakoni laga tandang di markas Persiraja Banda Aceh, Sabtu (18/11) sore. Sebanyak 21 pemain termasuk dua penjaga gawang dan dua pemain asing berangkat dalam misi meraih poin maksimal di Stadion Harapan bangsa, Lhong Raya, Kota Banda Aceh tersebut.

Tim PSMS Medan yang dipimpin Pelatih Kepala, Miftahudin Mukson, bertolak ke Banda Aceh menggunakan pesawat penumpang. Pagi hari jelang keberangkatan, skuat Ayam Kinantan menggelar latihan terakhir di Stadion Mini Dispora Sumut.

PSMS Medan bertolak ke Banda Aceh sengan aura positif pasca meraih kemenangan 2-1 atas Sada Sumut FC di Stadion Teladan, Sabtu (11/11). Hasil itu memperkokoh posisi Rachmad Hidayat dkk di posisi ketiga klasemen sementara Grup 1 dengan 11 poin. Sementara itu, Persiraja Banda Aceh menghuni runner-up dengan 16 poin, sama dengan Semen Padang FC, 16 poin di peringkat pertama.

Beda dengan PSMS yang meraih kemenangan di laga sebelumnya, skuat Lantak Laju, julukan Persiraja harus puas berbagi angka dalam tur lawatan ke markas Sriwijaya FC, Senin (13/11) lalu. Pada laga di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang itu, kedua tim harus puas dengan skor akhir tanpa gol (0-0).

Kendati betandang ke kandang Persiraja, PSMS memiliki dua keuntungan jelang bentrok kontra Persiraja. Selain diselimuti atmosfer positif, skuat The Killer, julukan lain PSMS, Coach Miftah, sapaan Miftahudin punya lebih banyak waktu menggeber persiapan untuk memaksimalkan tim besutannya di laga kedua PSMS di putaran kedua Liga 2 musim 2023/2024.

Aura positif di kubu PSMS tersebut tampaknya membuat optimisme Miftahudin Mukson semakin besar. Tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Miftahudin berfoto tersenyum dengan pose tiga jari tangan kirinya sambil tangan kanan mendorong koper, berjalan bersebelahan dengan Pelatih Fisik PSMS, Suwanda.

Pose tiga jari Miftah terlihat di akun Instagram resmi PSMS Medan @official_psmsmedan, Kamis (16/11) sore. Menanggapi isyarat tiga jari Coach Miftah berujar singkat. “Siap. Doa baik dan kerja keras,” ucapnya. (dek)

21 Pemain PSMS Dibawa ke Banda Aceh
1. Adixi Lenzivio
2. Abdul Rohim
3. Gisu-Kim
4. Joko Susilo
5. Guntur Triaji
6. Kurniawan Karman
7. Rahmad Ramadhan
8. Munadi
9. Ichsan Pratama
10. Ikhsan Chan
11. Hamdi Sula
12. Gunawan Sihaloho
13. Sandeni Sibutar
14. Jose Valencia
15. Derry Rachman
16. Rahmad Hidayat
17. M Rizki
18. Yoseph Ostanika Malau
19. Wahyu Rahmat llahi
20. Ridho Syuhada
21. Assanur Rijal

Anggota Bawaslu Medan Terjaring OTT, Robi Barus: Buat Malu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi I DPRD Medan, Robi Barus, mengaku kecewa atas tingkah laku counterpart nya, yakni salah satu Anggota Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Medan, Azlansyah Hasibuan yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT). Ia menyebutkan, perbuatan Azlansyah telah mencoreng nama baik Bawaslu Kota Medan.

“Baru juga dilantik (sebagai Anggota Bawaslu) sudah kena OTT, buat malu saja,” ucap Robi Barus kepada Sumut Pos, Rabu (15/11/2023) malam.

Dikatakan Robi, sebagai lembaga yang paling diharapkan punya integritas dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, Bawaslu merupakan lembaga yang sangat dihormati.

“Pemilu itu pesta demokrasi, dan Bawaslu lah yang kita harapkan sebagai garda terdepan dalam memastikan pemilu yang adil, jujur, dan terbuka. Tapi kalau mental oknum Anggota Bawaslunya seperti ini, bagaimana mungkin kita bisa berharap adanya pesta demokrasi yang adil dan jujur,” ujarnya.

Atas tertangkap tangannya Azlansyah Hasibuan, Ketua Fraksi PDIP itu pun mempertanyakan proses seleksi Anggota Bawaslu Medan.

“Kok bisa yang seperti (Azlansyah) ini lolos seleksi Anggota Bawaslu Medan? Apa timpansel tidak memperhatikan dulu kualitas orang-orangnya? Saya fikir ini perlu juga dipertanyakan. Baru dilantik saja sudah berani dia begitu, rusak marwah Bawaslu dibuatnya,” ketusnya.

Robi pun memberikan apresiasi kepada Polda Sumut yang telah melakukan OTT terhadap Azlansyah dan beberapa terduga pelaku lainnya.

“Apresiasi kita untuk rekan-rekan kami di kepolisian. Saya juga meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus ini sampai ke akar-akarnya. Buka secara transparan dan proses secepatnya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Polda Sumut melakukan OTT kepada anggota Bawaslu Medan, Azlansyah Hasibuan. Selain Azlansyah, Polda Sumut juga menangkap dua warga sipil lainnya, yakni Fahmi Wahyudi Harahap (FH) dan Indra Gunawan (IG). Ketiganya tertangkap tangan saat sedang menerima uang atas dugaan pemerasan dari salah seorang calon anggota legislatif DPRD Kota Medan.
(map/ram)

Tak Dukung Turnamen Sister City Cup II 2023, Komisi II DPRD Medan Kecewa dengan FORKI

Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, Sudari ST

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, Sudari ST, mengaku sangat kecewa atas sikap pengurus Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sumut dan Kota Medan yang tidak mendukung terlaksananya Open Tournament Karate Championship Sister City Cup II 2023 di Kota Medan yang tinggal menghitung hari.

Sudari menegaskan, Komisi II DPRD Medan selaku alat kelengkapan dewan yang membidangi kepemudaan dan olahraga, menilai sikap FORKI tersebut sebagai langkah yang tidak mendukung pemerintah dalam memfasilitasi pemuda untuk berprestasi di bidang olahraga, khususnya cabang olahraga karate.

“Dalam hal ini saya sangat kecewa dengan sikap pengurus FORKI Sumut dan FORKI Medan. Apapun alasan dan latar belakang masalahnya, tetap saja bahwa ini bukan sikap yang mendukung anak-anak muda kita untuk berprestasi,” ucap Sudari kepada Sumut Pos, Kamis (16/11).

Dikatakan Sudari, sejatinya para pengurus FORKI harus mendukung Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang telah memfasilitasi para pemuda untuk bergiatan positif dan menjadi generasi yang berprestasi. Khususnya, dalam kondisi maraknya tawuran dan aksi kriminalitas lainnya yang saat ini sangat melekat dengan generasi muda.

Sementara, cara efektif dalam menekan angka keterlibatan pemuda dalam aksi-aksi kriminalitas seperti narkoba, tawura, begal dan lainnya adalah dengan memfasilitasi dan menyibukkan para pemuda tersebut dengan berbagai kegiatan positif, salah satunya lewat olahraga.

“Kalau FORKI tidak mendukung kegiatan positif yang digelar Pemko Medan tersebut, itu sama artinya FORKI tidak mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka kriminalitas yang saat ini sangat melekat dengan para pemuda kita,” ujarnya.

Diterangkan politisi PAN tersebut, sudah selayaknya FORKI justru bersyukur karena pemerintah telah mendukung mereka dalam menggelar event bertaraf internasional seperti Open Tournament Karate Championship Sister City Cup II 2023.

Tak hanya itu, sambung Sudari, baik FORKI Sumut maupun FORKI Medan juga seharusnya bangga, bahwa Kota Medan bisa menjadi tuan rumah untuk turnamen olahraga yang jumlah pesertanya lebih dari 1.100 orang dan berasal dari berbagai daerah, bahkan manca negara.

“Artinya, anak-anak muda di Kota Medan diberi kesempatan untuk berprestasi di event bertaraf internasional. Namun sayang, kesempatan itu justru kita buang percuma karena sikap FORKI yang tidak memberi izin rekomendasi kegiatan,” katanya.

Ke depan, FORKI diharapkan bisa bersikap lebib dewasa dengan mengutamakan kepentingan para pemuda, yakni para atlet binaannya untuk bisa berprestasi dalam ruang lingkup yang lebih luas.

“Dengan semakin banyaknya pemuda berprestasi, maka akan semakin banyak pula generasi yang terhindar dari bahaya narkoba dan aksi-aksi kriminalitas. Semakin banyak anak muda berprestasi, maka akan semakin baik pula kualitas bangsa ini kedepan. Hal ini harus kita sadari bersama,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan, Benny Sinomba Siregar, juga menyayangkan sikap FORKI Sumut dan Kota Medan yang tidak mendukung terlaksananya Open Tournament Karate Championship Sister City Cup II 2023. Padahal, even itu dijadwalkan berlangsung pada 17-19 November 2023 di Pardede Hall, Medan.

“Tujuannya even ini baik, untuk menekan angka kenakalan remaja, bahaya narkoba dan begal yang marak di Kota Medan. Tetapi, kenapa FORKI selaku induk dari cabang olahraga karate tak memberi izin rekomendasi kegiatan,” ungkapnya, Rabu (15/11).

Benny menjelaskan, segala prosedur sudah dilaksanakan panitia Open Tournament Karate Championship Sister City Cup II 2023, mulai dari audiensi ke FORKI Medan dan Sumut. Namun anehnya, kedua lembaga tersebut terkesan mengintervensi kegiatan.

“Kami, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan ingin terlibat memajukan olahraga karate merasa kecewa atas kejadian ini. Peserta yang sudah mendaftar sebanyak 1.105 orang, juga pasti lebih kecewa. Apalagi seluruh stakeholder yang sudah terlibat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, peserta Open Tournament Karate Championship Sister City Cup II merupakan karateka yang berasal dari kota sister city dan perguruan di bawah naungan PB FORKI , yang mewakili Pengcab Kota Medan.

Selain atlet Kota Medan, event ini juga akan diikuti dari peserta sister city lainnya seperti Kota Penang (Malaysia), Kota Mersin (Turki), Kota Gwangju (Korea Selatan), Kota Chengdu (Cina), Kota Georgy Town (Malaysia) dan Kota Ichikawa (Japan).(map)

Tingkatkan Kualitas, Kemendikbud Ristek Sosialisasi Katalog Riset Bagi 22 Perguruan Tinggi

RISET: Prof Dr M Faiz Syuaib M Agr bersama rektor USM Indonesia, nara sumber dan peserta sosialisasi katalog riset, Kamis (16/11).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

DIREKTORAT Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) bekerja sama dengan Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia menyelenggarakan sosialisasi katalog riset bagi 22 perguruan tinggi di Sumut, Kamis (16/11).

Sosialisasi di Hotel City Hall Medan ini yang pertama dilaksanakan Kemendikbud Ristek untuk mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas sehingga hasil penelitian bermanfaat bagi masyarakat termasuk di Sumut.

Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elisabeth Purba MKes berterima kasih atas pelaksanaan sosialisasi bekerja sama dengan kementerian yang bermanfaat bagi dosen dan perguruan tinggi dalam merancang riset.

Dalam tahap awal riset tentang pangan dan kesehatan jadi prioritas. Pemateri sosialisasi yakni Direktur Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikbud Ristek Prof Dr M Faiz Syuaib M Agr, Prof Rizky Abdulah PhD (Universitas Padjadjaran) dan Prof Dr Ing Azis Boing Sitanggang MSc (Institut Pertanian Bogor).

Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Prof Dr M Faiz Syuaib MAgr mengutarakan masih sedikit perguruan tinggi dan dosen yang melaksanakan riset atau penelitian. Padahal riset merupakan satu dari kewajiban dalam tridarma perguruan tinggi serta memiliki potensi sumber daya manusia, penguasaan ilmu dan teknologi.

Menurut direktur, baru 25 persen perguruan tinggi dan 12 persen dosen yang melakukan riset sebagai pembeda, reputasi kampus dan dosen serta mencari dan menemukan pengetahuan baru.

”Kondisi ini akibat dosen dan perguruan tinggi kurang percaya diri. Sekarang kementerian aktif melaksanakan mentorship,” kata direktur.

Dengan adanya katalog riset yang segera dilaunching, Prof Dr M Faiz Syuaib MAgr berharap dapat meningkatkan jumlah dan kualitas riset yang memberikan dampak positif bagi masyarakat terutama tentang pangan dan kesehatan. Ia pun berterima kasih atas kerja sama dengan USM Indonesia.

Prof Rizky Abdulah PhD antara lain mengatakan bahwa fokus riset kesehatan meliputi riset penelitian dasar dan epidemiologi penyakit, riset deteksi, screening dan diagnosis, riset promosi kesehatan dan pencegahan penyakit, riset pengembangan dan evaluasi terapi serta riset kebijakan, administrasi dan pelayanan kesehatan.

Sedangkan Prof Dr Ing Azis Boing Sitanggang MSc memaparkan rencana pengembangan sistem katalog penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sistem dapat memfasilitasi profiling, pengkategorian dan sinkronisasi data berdasarkan keyword, bidang fokus, skema, tahun pendanaan, perguruan tinggi (termasuk klaster dan peneliti) serta integrasi sistem dengan lingkup Dirjen Dikti (Sinta dan PDDIKTI).

Peserta sosialisasi berasal dari Institut Kesehatan Deli Husada, Institut Kesehatan Helvetia, Institut Kesehatan Medistra, Institut Kesehatan Sumatera Utara, STIKes Binalita Sudama, STIKes Flora dan STIKes Indah.

Universitas Audi Indonesia, Universitas Darma Agung, Universitas Haji Sumatera Utara, Universitas Imelda Medan, Universitas Islam Sumatera Utara, Unika Santo Thomas, Universitas Medan Area dan Universitas Methodist Indonesia.

Kemudian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Negeri Medan, Universitas Pembangunan Panca Budi, Universitas Prima, Universitas Sumatera Utara, Universitas Tjut Nyak Dhien dan USM Indonesia. (dmp)

BSI Perkuat Ekosistem Ziswaf di Aceh, Sinergi dengan Baitul Mal Aceh

Direktur Utama BSI Hery Gunardi (kiri pertama) saat menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara BSI Maslahat dengan Baitul Mal Aceh oleh Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukoriyanto Saputro (kiri kedua) dengan Ketua Badan Baitul Mal Aceh Mohammad Haikal (kanan kedua) yang disaksikan juga oleh Asisten 3 Provinsi Aceh Iskandar (kanan pertama), di acara Topping Off Green Building BSI Aceh, Banda Aceh (15/11).

BANDA ACEH, SUMUTPOS.CO — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mengembangkan ekosistem keuangan syariah, salah satunya memberdayakan layanan transaksi sosial zakat, infaq, sodaqoh dan wakaf (ZISWAF) di Provinsi Aceh. Langkah tersebut diwujudkan melalui kerja sama antara BSI Maslahat dengan Baitul Mal Aceh.

Kerja sama tersebut diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara BSI Maslahat dengan Baitul Mal Aceh oleh Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukoriyanto Saputro dengan Ketua Badan Baitul Mal Aceh Mohammad Haikal yang disaksikan juga oleh Asisten 3 Provinsi Aceh Iskandar, di acara Topping Off Green Building BSI Aceh. Dengan kerja sama ini, BSI melalui BSI Maslahat ikut berkontribusi terhadap pengelolaan ZISWAF di Provinsi Aceh. Di mana penyaluran zakat seluruh karyawan BSI Regional Aceh pun dilakukan melalui Baitul Mal Aceh.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, kerja sama ini merupakan bentuk dukungan BSI terhadap kemajuan dan perkembangan ekosistem ZISWAF di Aceh. Hal ini menjadi semangat tersendiri bagi BSI karena semakin memberikan manfaat yang luas. Tujuannya, agar sistem ekonomi syariah semakin mendorong kemajuan ekonomi umat, terutama dalam konteks ZISWAF.

“Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen kami untuk meningkataan pemberdayaan ekonomi masyakat Aceh melalui Ziswaf,” kata Hery.

Sebelumnya, BSI sebagai anak perusahaan BUMN diwajibkan untuk menyalurkan zakatnya kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Akan tetapi Provinsi Aceh memiliki peraturan daerah yang khas sesuai syariat Islam dan disebut Qanun, di mana pengelolaan ZISWAF di sana dikelola oleh Baitul Mal Aceh.

“Oleh karena itu, khusus BSI di Aceh, kami menyalurkan zakat pegawai kami untuk dikelola oleh Baitul Mal Aceh,” ujarnya.

Pemberdayaan ZISWAF sebagai instrumen transaksi sosial menjadi sangat penting. Sebab menurut Hery, instrumen keuangan syariah ZISWAF memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat secara berkelanjutan, jika diberdayakan melalui program-program produktif yang berkesinambungan.

”Dana ZISWAF yang dikelola oleh pemerintah dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah, dan menjadi motor penggerak ekonomi serta dapat memberdayakan masyarakat Aceh,” lanjutnya.

Adapun hingga September 2023, nilai transaksi ZISWAF BSI secara nasional telah mencapai lebih dari Rp80 miliar. Jumlah tersebut didapat dari sekitar 7 juta transaksi ZISWAF di BSI Mobile.(rel)

Undang Ketua MPR RI, Hendrik Sitompul Sebut Natal Tahun Ini Tampil Beda & Lebih Segar

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Panitia Perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 MPR, DPR, dan DPD RI memohon dukungan sekaligus mengundang secara resmi, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo untuk hadir pada acara puncak yang akan diselenggarakan di Ruang Pustakaloka – Gedung Nusantara IV, Kompleks DPR RI, 5 Desember 2023.

Undangan tersebut disampaikan langsung Ketua Panitia Perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 MPR, DPR, dan DPD RI Hendrik Halomoan Sitompul saat beraudiensi ke rumah dinas Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Rabu (15/11/2023). Dalam audiensi itu, hadir juga Sekretaris Panitia Marinus Gea (Anggota DPR RI Fraksi PDIP), Wakil Ketua Panitia Inosentius Samsul (Kepala Badan Keahlian (BK) Sekretariat Jenderal DPR RI), dan perwakilan dari masing-masing divisi kepanitiaan.

Dalam kesempatan itu, Hendrik menyampaikan, Perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 mengangkat tema “Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi (Lukas 2:14)” yang merupakan tema Natal PGI dan KWI tahun 2023. Adapun sub tema, “Melalui perayaan Natal Bersama, Kita Ciptakan Kerukunan Hidup Antar Umat Demi Terwujudnya Negara Republik Indonesia yang Aman, Damai dan Sejahtera”.

“Acara perayaan natal kali ini tampil beda dan lebih segar. Acara akan berlangsung dalam satu rangkaian sehingga efektif serta pesan-pesan damai dalam natal ini tersampaikan dan berkesan,” kata Hendrik Sitompul dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/11/2023)

“Kami panitia dan keluarga besar Persekutuan Doa Oikumene MPR-DPR-DPD RI berharap agar Pak Bamsoet dapat hadir dan bersama-sama kami merayakan sukacita natal pada tanggal 5 Desember 2023,” ujar Hendrik.

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo, mendukung rencana Perayaan Natal Bersama 2023 dan Tahun Baru 2024 MPR, DPR dan DPD RI, sebagai momen kemanusiaan untuk memberikan derma dan berbagi kasih kepada sesama dalam semangat persaudaraan.

“Semangat persaudaraan adalah narasi universal yang hidup dan berkembang dalam setiap agama. Narasi ini memuliakan harkat dan martabat kemanusiaan yang harus dihormati dan dijunjung tinggi tanpa terbelenggu batasan primordial, serta sekat-sekat keagamaan. Karena setiap manusia adalah bersaudara, mereka yang bukan saudara seiman, adalah saudara dalam kemanusiaan,” ujar Bamsoet.

Dia pun berharap, Natal ini menyampaikan pesan persatuan di tengah-tengah adanya keberagaman ras suku dan agama apalagi ditambahi perbedaan pilihan presidennya. “Semoga natal juga menjadi pemberi pesan damai dan kasih ditengah-tengah panasnya kontestasi pemilu yg akan kita rayakan di 2024 mendatang,” pungkasnya. (adz)

Ganjar-Mahfud Canangkan Digitalisasi Birokrasi untuk Indonesia Bebas KKN

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud MD, Chiko Hakim menyatakan pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD akan menerapkan digitalisasi birokrasi secara merata ketika menang pada Pilpres 2024. Chiko menyebut digitalisasi birokrasi adalah keniscayaan yang tak terelakkan menuju era 5.0.

“Pergerakan manusia, barang, dan perniagaan yang serba cepat, menuntut pelayanan yang dapat mengimbangi itu semua,” kata Chiko kepada wartawan, Kamis (15/11).

Chiko menjelaskan, tiga fokus tujuan program tersebut, yakni mengubah paradigma birokrat dalam melayani masyarakat. Menurutnya, seperti yang diketahui bersama selama ini pelayanan birokrasi terhadap kebutuhan masyarakat sangat lamban dan berbelit-belit.

“Dengan digitalisasi, selain tentunya bisa lebih banyak kuantitas/jumlah masyarakat yang terlayani juga menjadi lebih efisien karena mengurangi tatap muka langsung yang tentu memakan waktu dan jangkauan jarak baik itu bagi masyarakat maupun petugas pelayanan. Paradigma baru yang efektif dan efisien akan terwujud,” ujarnya.

Chiko mengatakan lewat digitalisasi birokrasi ini, Ganjar-Mahfud MD juga ingin menekan akan korupsi hingga pada akhirnya bisa ke titik nol. Ia menyebut sistem e-budgeting, e-planning, e-procurement yang terintegrasi akan memudahkan pengambilan keputusan. “Meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi pengelolaan sumber daya pemerintah, dan di ujungnya mendukung pencegahan korupsi,” katanya.

Selain itu, kata Chiko, digitalisasi birokrasi juga mendekatkan jarak antara masyarakat dan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Menurutnya, digitalisasi ini mempermudah alur komunikasi antara yang membutuhkan informasi dan pelayanan dengan si penyedia informasi dan layanan.

“Ini penting karena masyarakat tidak ketinggalan dalam informasi terkini tentang kebijakan, layanan baru, informasi terkait jaminan sosial, kesehatan, pendidikan, pertanahan, perniagaan, dan lain-lain,” ujarnya.

“Begitu pula dari sisi birokrasi selalu terupdate secara realtime dengan keluhan, kebutuhan, maupun kendala kendala yang dihadapi masyarakat sehingga dapat memberikan solusi yang cepat dan tepat, bahkan mengantisipasi masalah -masalah di masa yang akan datang,” tabah Chiko.

Lebih lanjut, Chiko menyebut implementasi digitalisasi birokrasi ini dilakukan dengan memperluas dan memperkuat jaringan infrastruktur digital, mulai dari jaringan internet, perangkat lunak, dan perangkat kerasnya. Kemudian sosialisasi dan pelatihan bagi masyarakat serta SDM birokrasi. “Kebijakan melalui perundang-undangan,” ujarnya.

Pasangan capres-cawapres Ganjar dan Mahfud MD diusung oleh PDIP, PPP, Hanura, dan Perindo. Ganjar-Mahfud telah mendapat nomor urut 3 dalam Pilpres 2024. Masa kampanye akan dimulai pada 28 November mendatang. (adz)Ganjar-Mahfud Canangkan Digitalisasi Birokrasi untuk Indonesia Bebas KKN

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud MD, Chiko Hakim menyatakan pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD akan menerapkan digitalisasi birokrasi secara merata ketika menang pada Pilpres 2024. Chiko menyebut digitalisasi birokrasi adalah keniscayaan yang tak terelakkan menuju era 5.0.

“Pergerakan manusia, barang, dan perniagaan yang serba cepat, menuntut pelayanan yang dapat mengimbangi itu semua,” kata Chiko kepada wartawan, Kamis (15/11).

Chiko menjelaskan, tiga fokus tujuan program tersebut, yakni mengubah paradigma birokrat dalam melayani masyarakat. Menurutnya, seperti yang diketahui bersama selama ini pelayanan birokrasi terhadap kebutuhan masyarakat sangat lamban dan berbelit-belit.

“Dengan digitalisasi, selain tentunya bisa lebih banyak kuantitas/jumlah masyarakat yang terlayani juga menjadi lebih efisien karena mengurangi tatap muka langsung yang tentu memakan waktu dan jangkauan jarak baik itu bagi masyarakat maupun petugas pelayanan. Paradigma baru yang efektif dan efisien akan terwujud,” ujarnya.

Chiko mengatakan lewat digitalisasi birokrasi ini, Ganjar-Mahfud MD juga ingin menekan akan korupsi hingga pada akhirnya bisa ke titik nol. Ia menyebut sistem e-budgeting, e-planning, e-procurement yang terintegrasi akan memudahkan pengambilan keputusan. “Meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi pengelolaan sumber daya pemerintah, dan di ujungnya mendukung pencegahan korupsi,” katanya.

Selain itu, kata Chiko, digitalisasi birokrasi juga mendekatkan jarak antara masyarakat dan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Menurutnya, digitalisasi ini mempermudah alur komunikasi antara yang membutuhkan informasi dan pelayanan dengan si penyedia informasi dan layanan.

“Ini penting karena masyarakat tidak ketinggalan dalam informasi terkini tentang kebijakan, layanan baru, informasi terkait jaminan sosial, kesehatan, pendidikan, pertanahan, perniagaan, dan lain-lain,” ujarnya.

“Begitu pula dari sisi birokrasi selalu terupdate secara realtime dengan keluhan, kebutuhan, maupun kendala kendala yang dihadapi masyarakat sehingga dapat memberikan solusi yang cepat dan tepat, bahkan mengantisipasi masalah -masalah di masa yang akan datang,” tabah Chiko.

Lebih lanjut, Chiko menyebut implementasi digitalisasi birokrasi ini dilakukan dengan memperluas dan memperkuat jaringan infrastruktur digital, mulai dari jaringan internet, perangkat lunak, dan perangkat kerasnya. Kemudian sosialisasi dan pelatihan bagi masyarakat serta SDM birokrasi. “Kebijakan melalui perundang-undangan,” ujarnya.

Pasangan capres-cawapres Ganjar dan Mahfud MD diusung oleh PDIP, PPP, Hanura, dan Perindo. Ganjar-Mahfud telah mendapat nomor urut 3 dalam Pilpres 2024. Masa kampanye akan dimulai pada 28 November mendatang. (adz)

Polres Asahan Gagalkan Peredaran 50 Kg Sabu, 2 Pelaku Asal Sumbar Ditangkap

KETERANGAN: Kapolres Asahan AKBP Rocky Marpaung bersama Kapolres Tanjungbalai Ahmad Yusuf Affandi, Bupati Asahan Surya saat memberikan keterangan terkait penangkapan narkoba.(foto/ istimewa).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Personel Kepolisian Polres Asahan bersama Polres Tanjungbalai berhasil menggagalkan penyeludupan narkotika jenis sabu di Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.

Penggagalan penyeludupan sabu itu diungkapkan Kapolres Asahan AKBP Rocky Marpaung bersama Kapolres Tanjungbalai dalam jumpa pers di halaman Mako Polres Asahan, Kisaran, Rabu (15/11/2023).

Rocky mengatakan, pengungkapan kasus terjadi pada 4 November 2023. Namun, dalam penggerebekan pelaku berhasil melarikan diri.

Berdasarkan penyelidikan, pada Minggu (5/11/2023) personel berhasil meringkus seorang pelaku berinisial AR (39) warga dari Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Kemudian, Kamis (9/11/2023), personel kembali meringkus pelaku AG (52) di Pelabuhan Bangkahuni, Lampung.

“Hasil interogasi pelaku AR dan AGH mengakui jika mereka mendapat perintah dari TH, warga Kota Tanjungbalai yang akan dikirim kepada H di Jakarta dengan menggunakan mobil Avanza BA 1135 QR dengan upah Rp10 juta/kilo,” ujarnya.

Kedua pelaku dijerat pasal 114 ayat (2) subs pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dari UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun. (mag-10/ram)

Warga Desa Sei Lendir Asahan Doakan Ganjar Pranowo Presiden 2024-2029

Sukarelawan yang tergabung dalam Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar bersama warga Desa Sei Lendir, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Kabupaten Asahan Doakan Ganjar Pranowo terpilih menjadi presiden 2024-2029, Rabu (15/11).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO- Pendukung Capres 2024 Ganjar Pranowo yang berjejaring dalam sukarelawan Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar Sumatera Utara (Sumut), menjadi pendukung capres pertama yang singgah di Desa Sei Lendir, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.

Kedatangan Tuan Guru Sahabat Ganjar ke Desa Sei Lendir untuk bersilaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan berupa rehal (meja) Al-Quran dan kipas angin untuk TPQ Al Ikram, Rabu (15/11)

“Dari 8 Presiden, termasuk Pak Ganjar ini kalau jadi (Presiden) kami memperhatikan inilah (Ganjar Pranowo) yang pernah baru sampai ke tempat kami,” ujar Ketua TPQ Al Ikram, Abdul Halim Sinaga.

Abdul mengatakan dari banyaknya pergantian pemimpin di Indonesia, hanya Ganjar Pranowo yang sukarelawannya datang langsung ke Desa Sei Lendir dan memberikan bantuan.

Dia mengaku sudah 20 tahun menjadi guru pengajian di wilayah tersebut dan terharu, ada sukarelawan Calon Presiden yang peduli dan mencurahkan perhatian untuk warga Desa Sei Lendir.

Warga desa yang diwakili Abdul Halim pun akan mendukung dan mendoakan Ganjar Pranowo agar terpilih menjadi Presiden 2024-2029, dan bisa merealisasikan harapan warga untuk didirikannya masjid dan pondok pesantren di Desa Sei Lendir.

“Ini Pak Ganjar, baru beliau yang pernah sampai ke sini. Saya sudah 20 tahun mengajar mengaji di sini, jadi mohonkan kami doakan Pak Ganjar dari sini beliau akan menang. Tolong disiapkan masjid, didirikannya pesantren di Sei Lendir ini,” ungkap Abdul.

Koordinator Daerah (Korda) Tuan Guru Sahabat Ganjar Kabupaten Asahan, Ravi Siagian mengaku senang dapat menjadi bagian dari pendukung Ganjar Pranowo yang secara nyata memberikan perhatiannya untuk Desa Sei Lendir.

Pihaknya pun akan menampung aspirasi warga Desa Sei Lendir dan berharap agar masjid dan pondok pesantren bisa segera didirikan di wilayah tersebut jika Ganjar Pranowo terpilih menjadi Presiden 2024-2029.

“Memang tadi disampaikan oleh ketua TPQ, dari 7 presiden di Republik Indonesia, baru kali ini Calon Presiden Pak Ganjar Pranowo bisa menghadirkan koordinator-koordinator untuk terjun ke lapangan, masyarakat yang di kampung, khususnya di Asahan ini,” jelas Ravi.

“Mudah-mudahan apa yang diminta masyarakat di Sei Lendir mudah-mudahan dapat direalisasikan oleh Bapak Ganjar Pranowo, sebab beliau memang sosok pemimpin yang didamba-dambakan seluruh masyarakat di kampung ini,” lanjutnya. (rel/tri)