Home Blog Page 968

FKG USU Pecahkan Rekor MURI, Pelatihan Senam Rahang Diikuti 2 Ribu Peserta

FKG USU gelar Pelatihan Senam Rahang pecahkan rekor MURI.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelatihan Senam Rahang diikuti 2 ribu peserta, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara (FKG USU) mencatatkan dan memecahkan rekor dalam sejarah MURI Indonesia.

Kegiatan memecahkan rekor ini, berlangsung di Kampus FKG USU, Minggu (12/11). Dimana, 2.000 peserta yang ikut serta Pelatihan Senam Rahang, yang terdiri dari mahasiswa, dosen, alumni, pegawai, serta para undangan.

Dekan FKG USU, Dr. drg. Essie Octaria, Sp. KGA menatakan bahwa acara ini, merupakan bagian dari perayaan Dies Natalis FKG USU yang ke-62 tahun. Pelaksanaan kegiatan tersebut, berlangsung meriah dan sukses.

“Kegiatan pagi ini bertujuan utama untuk mencetak rekor MURI dalam Senam Sendi Rahang dengan melibatkan 2.000 peserta. Selain itu, kami juga akan mengadakan perlombaan dan bazar sebagai rangkaian acara Dies Natalis kami,” ucap Essie kepada wartawan, disela-sela acara.

Dengan memecahkan rekor MURI ini, FKG USU berharap dapat memberikan pengaruh positif bagi kemajuan dan kebersamaan fakultas ke depannya. Kemudian, perkuat program internasionalisasi bagi USU sendiri.

“Melalui Dies Natalis ke-62 ini, kami berharap dapat menjadi lebih maju, bersatu, dan tangguh. Kami juga akan memberikan reward kepada dosen yang berprestasi sebagai motivasi bagi yang lainnya,” jelas Dr. drg. Essie Octaria.

Ketua Panitia Dies Natalis FKG USU ke-62, drg. Siti Wahyuni, M.Dsc, menjelaskan bahwa Pelatihan Senam Rahang ini memiliki manfaat dalam menghilangkan rasa sakit pada rahang.

“Sakit rahang sering dialami oleh masyarakat umum. Oleh karena itu, salah satu cara pengobatannya yang efektif dan murah adalah dengan melakukan senam sendi rahang ini. Bunyi klik pada rahang menandakan adanya masalah, dan dengan senam ini kita dapat menghilangkan rasa sakit pada sendi di rahang dengan mudah,” jelasnya.

Drg. Siti Wahyuni juga menambahkan bahwa pelatihan ini relevan dengan kompetensi dokter gigi dalam perawatan rahang.

“Rahang merupakan aspek penting dalam kompetensi dokter gigi. Dengan mengangkat tema ‘Together We Become Strong’, kami ingin mengakui pentingnya peran dosen, pegawai, dan alumni dalam kesuksesan FKG USU,” kata Siti.

Manfaat dari pelatihan senam rahang ini kelak akan membantu masyarakat, dalam mencegah gangguan rahang yang dapat menghambat fungsi mulut, seperti kesulitan membuka mulut dan mengunyah makanan.

“Pelatihan Senam Rahang ini menjadi bukti nyata komitmen FKG USU dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dalam hal pencegahan dan pengobatan masalah kesehatan rahang,” tandas Drg. Siti Wahyuni.(gus)

DPP FIB Gelar Tabligh Akbar & Deklarasi Pemilu Damai 2024

DEKLARASI: DPP FIB Sumut, deklarasi pemilu damai yang diikuti oleh kader dan ibu-ibu pengajian, Minggu (12/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Daerah (DPP) Forum Islam Bersatu (FIB) Sumut, menggelar tabligh akbar dan deklarasi pemilu damai 2024 bertema “Pilihan Boleh Berbeda, Kerukunan & Keragaman Tetap Terjaga, Itulah Bhineka Tunggal Ika” di halaman masjid Al Muklisin, Jalan Banten Baru Kelurahan Tanjunggusta, Medan, Minggu (12/11).

Dalam tausyiahnya pada tabligh akbar yang turut dihadiri kader FIB se-Sumut dan juga ibu-ibu pengajian Masjid Al Mukhlisin, Ustad Zulkifli Rangkuti selaku Ketua Umum DPP FIB Sumut menyampaikan, melalui kegiatan tersebut pihaknya berupaya memberikan edukasi kepada rakyat Indonesia khususnya para kader FIB tentang pemilu yang harus disikapi dengan sukacita.

“Jangan sampai ada pemahaman bahwa pemilu berdarah-darah dan lain sebagainya. Kenapa? Karena setiap 5 tahun sekali keniscayaan (pemilihan umum) itu pasti ada melalui pesta demokrasi, dan semua punya hak dalam memilih pemimpin sesuai yang dikehendaki. Saya rasa itulah modal utama ormas FIB DPP Sumatera Utara menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Zulkifli.

Selain itu, dalam deklarasi pemilu damai 2024 tersebut, kader FIB menyampaikan beberapa poin diantaranya yang pertama adalah Menolak segala bentuk penyebaran hoax, ujaran kebencian, money politik, politisasi agama dan etnis yang dapat merusak keberagaman rakyat indonesia.

“Kedua, Tunduk dan Patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara republik Indonesia. Ketiga, mensukseskan Pemilu 2024 yang bermartabat, berijtegritas, jujur, adil, aman dan demokratis,” sebut Zulkifli.

“Terakhir, yang keempat menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasa 1945,” sanbungnya.

Lebih jauh, dirinya mengimbau kepada seluruh Laksar dan kader FIB agar tetap menjaga komintmen dalam butir-butir yang telah disampaikan melalui deklarasi pemilu damai 2024. Para kader juga dituntut aktif dalam pemilihan Presiden 2024 yang akan dilaksanakan pada februari mendatang. “Semua kader-kader FIB saya instruksikan untuk aktif pada pemilu nanti,” tegasnya. (man/han)

Pekan Kebudayaan Seni dan Budaya Sergai Meriah

TARIAN ETNIC: Salah satu penampilan tarian etnic dari Sumatera Utara di acara pagelaran Seni dan budaya di Sergai, Jumat ( 10/11/2023 ).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Pagelaran Kebudayaan Seni dan Budaya di Sergai berlangsung meriah dengan diisi berbagai tarian etnik Sumatera Utara, Talkshow tentang budaya masa kini dan pembacaan Puisi serta di isi oleh para Seniman Sergai digelar di Halaman Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Jumat ( 10/11/2023 ).

Hal tersebut diungkapkan Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya didampingi Wakil Bupati Sergai Adlin Tambunan bersama Unsur Forkopimda Sergai dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan sangat berbahagia bisa berkumpul bersama para budayawan, sejarawan dan seniman di Sergai karena acara Pagelaran Pekan Kebudayaan Sergai berlangsung Meriah.

“Di mana tepat pada hari ini kita juga memperingati yaitu Hari Pahlawan Nasional tanggal 10 November 1945, sebagai salah satu peristiwa yang sangat penting dalam sejarah Republik Indonesia yaitu terjadi pertempuran besar pasca kemerdekaan di Surabaya.
Untuk itu, mari kita mengenang momentum ini untuk menghormati jasa para pahlawan kita yang telah memperjuangkan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, “ucap Bupati.

Menurut Bupati Darma Wijaya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok suku yang tersebar dari Pulau Sumatera hingga Pulau Papua. Suku bangsa masing-masing memiliki bahasa, budaya hingga filosofi hidup yang berbeda-beda dan keanekaragaman budaya yang ada ini menjadi kekayaan kita sebagai Bangsa Indonesia yang harus dilindungi serta dikembangkan.

Dikatakannya, dalam keberagaman yang jika dipupuk dan dilestarikan untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan juga dapat diwariskan kepada generasi penerus anak cucu kita tercinta.

“Acara pekan kebudayaan daerah ini pada hakekatnya merupakan upaya pemerintah dan masyarakat dalam membangun wadah kerja bersama untuk melahirkan ruang-ruang keragaman berkreasi dialog antar budaya serta inisiatif dan partisipatif inovatif yang dikelola secara berjenjang sejak dari Desa hingga ke kota,”ungkap Darma Wijaya.

Dijelaskannya bahwa Pekan Kebudayaan ini berisi rangkaian kegiatan yang tujuan yang ditujukan untuk memfasilitasi ekosistem kebudayaan sebagai garda terbaru dalam kemajuan kebudayaan di Indonesia.

Pelestarian budaya menurutnya menjadi suatu hal yang sangat penting karena perkembangan modernisasi saat ini lebih cepat daripada adaptasi kebudayaan masyarakat pada umumnya telah membuat kita tidak percaya diri dengan potensi budaya Indonesia yang ada sehingga fenomena umum yang terjadi saat ini adalah masyarakat cenderung menerima budaya global atau modern sebagai patokan segala aspek hidup.

“Sebagian masyarakat mulai memandang budaya bangsa lain lebih menarik, lebih hebat dari budaya kita sendiri akibat memudarnya kecintaan terhadap budaya lokal menjadi tantangan bagi kita untuk mencari bagaimana mengembalikan rasa hormat kepada budaya sendiri. Sejarah membuktikan kemajuan suatu bangsa terjadi justru apabila suatu bangsa menghargai kebudayaannya sendiri. Hal tersebut juga berdampak pada pembangunan yang pada akhirnya menimbulkan banyak persoalan karena pada konteks yang tidak kontekstual dengan perkembangan budaya masyarakat. Oleh karena itu perlu dilakukan reorientasi yaitu memutar arus peradaban dengan memperdayakan kekayaan potensi budaya yang ada. Untuk itu, Pemkab Sergai harus mempersiapkan terjadinya alih pengetahuan dan regenerasi melalui perlindungan dan pengembangan karya kreatif untuk kesejahteraan para pelaku budaya,”pungkasnya.

Kegiatan Turut dihadiri Kapolres Sergai, Dandim 0204/DS, Mewakili Kejari Sergai, Budayawan, Tokoh agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Para Kepala OPD, Para Camat, serta masyarakat. ( fad/han)

Sekda Binjai Lantik Pejabat Eselon III dan IV

LANTIK: Pejabat Eselon III dan IV yang dilantik Sekda Binjai, Irwansyah Nasution.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah Binjai, Irwansyah Nasution melantik dan memimpin pengambilan sumpah janji jabatan pejabat eselon III dan IV, akhir pekan lalu. Pelantikan berlangsung di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Binjai.

Pelantikan ini berdasarkan enam Surat Keputusan Wali Kota Binjai, masing-masing Nomor: 188.45-87/K/Tahun 2023 pada 14 Februari 2023, Nomor: 188.45-350/K/Tahun 2023 pada 23 Mei 2023, Nomor:
188.45-464/K/Tahun 2023 pada 5 Juli 2023, Nomor: 188.45-670/K/Tahun 2023
pada 13 September 2023, Nomor: 188.45-785/K/Tahun 2023 pada 8 November 2023 dan Nomor 188.45-786/K/Tahun 2023 pada 9 November 2023. Irwansyah mengucapkan selamat kepada para pejabat yang dilantik.

“Saya berharap, para pejabat yang dikukuhkan dan dilantik mampu menjalankan peran barunya dengan amanah, serta memberikan kontribusi berharga bagi pembangunan Kota Binjai. Kemudian dapat melaksanakan pekerjaan dengan profesional dan penuh dengan kehati-hatian, karena apa yang kita kerjakan akan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan Tuhan yang maha esa,” katanya.

“Tunjukkan prestasi saudara-saudara yang dapat dibanggakan. Saya harap dengan amanah yang dipercayakan, saudara dapat membawa pengaruh yang sangat baik terhadap sistem birokrasi Pemko Binjai secara umum,” pungkasnya.

Beberapa pejabat yang dilantik antara lain Muhammad Ikhsan Siregar sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Binjai, Triono Julima Wardi sebagai Inspektur Pembantu III Inspektorat Kota Binjai, Inggit Gemiasih sebagai Auditor Ahli Pertama Inspektorat Daerah Kota Binjai, Hendra Januar sebagai Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia serta Andreas Ghanneson Nainggolan sebagai Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama pada Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia. (ted/han)

Relawan Ganjar Gotong Royong Bangun Lapangan Bulutangkis di Sergai

Relawan Ganjar Pranowo yang tergabung dalam Ustaz Sahabat (Ganjar dan Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar Sumut membangun lapangan bulutangkis di Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai, Sumut, Sabtu (11/11).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Kekompakan warga bersama para relawan pendukung Ganjar terlihat saat mereka bergotong royong membangun sebuah lapangan bulutangkis di Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (11/11).

Para relawan yang tergabung dalam jaringan Ustaz Sahabat (Usbat) Ganjar dan Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar Sumut ini berkolaborasi membangun lapangan bulutangkis yang memadai untuk warga.

Para relawan tampak bersemangat saat bahu membahu membangun lapangan tersebut. Tidak menghiraukan pakaian putih yang menjadi kotor, mereka tetap semangat saat bekerja sama dengan para warga untuk menyelesaikan pembangunan.

Usbat dan TGS Ganjar juga turut memberikan sejumlah bantuan material seperti semen dan pasir untuk mendukung pembangunan itu. Termasuk juga pemberian tiang lapangan dan jaring net.

Koordinator Daerah Usbat Ganjar Kabupaten Serdang Bedagai, Bima Wardani Damanik mengatakan, dibangunnya lapangan tersebut adalah agar warga khususnya anak muda di daerah tersebut lebih giat dalam berolahraga.

Bila anak muda aktif dalam kegiatan olahraga, Bima menilai, hal itu bisa menjadi cara untuk mencegah mereka mengikuti berbagai kegiatan negatif.

“Diharapkan dari gotong royong ini, lapangan terbentuk dan bisa memacu semangat anak-anak muda kita, sehingga anak muda kita bisa terhindar dari bahaya narkoba dan memberikan hal-hal yang positif,” ujar Bima.

Dia pun bersama menyatakan bahwa Usbat dan relawan TGS Ganjar akan terus menjalin hubungan baik dengan warga di desa tersebut. Bahkan, pihaknya merencanakan akan menggelar turnamen di lapangan yang telah mereka bangun.

“Mengingat kita akan jadikan lapangan ini lapangan yang bagus, setelah itu kita sediakan turnamen.” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) TGS Ganjar Sumut, Zulfi Andika menjelaskan, alasannya pihaknya membangun lapangan di daerah tersebut adalah karena tingginya antusias warga di sana akan olahraga.

“Kita dalam melaksanakan kegiatan, kita melakukan survei, ditentukan di wilayah ini, karena masyarakat sangat antusias dengan olahraga,” katanya.

Dia melanjutkan, lapangan tersebut nantinya bukan hanya dipakai untuk olahraga bulutangkis. Namun juga bisa digunakan untuk berbagai kegiatan warga lainnya.

Bahkan relawan juga turut memberikan bantuan pengeras suara yang bisa digunakan warga untuk menggelar berbagai acara di lapangan tersebut.

“Kegiatan ini juga stimulan kami supaya masyarakat ini eksistensinya bertambah dalam bermasyarakat. Dengan adanya lapangan ini bisa memperkuat ukhuwah (persaudaraan) masyarakat di sini,” pungkasya. (rel/tri)

Ombudsman Sumut Buka Posko Pengaduan Pencegahan Maladministrasi di Belawan

POSKO: Ombudsman Provinsi Sumatera Utara, membuka posko pengaduan tentang pencegahan maladministrasi pada penyelenggaraan pelayanan publik yang digelar di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Jumat (10/11/2023).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Ombudsman Provinsi Sumatera Utara, membuka posko pengaduan tentang pencegahan maladministrasi pada penyelenggaraan pelayanan publik yang digelar di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Jumat (10/11/2023).

Pada kegiatan tersebut, Ombudsman Sumatera Utara melakukan pencerahan kepada masyarakat Belawan tentang adanya maladministrasi dan tindakan oknum penyelenggaraan negara dalam segi administrasi yang tidak benar dalam hal pelayanan publik

Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat dapat melaporkan bilamana adanya dugaan maladministrasi pada penyelenggara pelayanan publik yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan, termasuk yang diselenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Hukum Milik Negara serta Badan Milik Swasta atau perorangan yang diberi tugas menyelenggarakan pelayanan publik tertentu.

Sebelum membuka gerai pengaduan di Imigrasi Belawan, Ombudsman Sumatera Utara telah membuka gerai di beberapa titik yakni Puskemas Kecamatan Belawan pada hari Senin dan Selasa, di Polres Pelabuhan Belawan pada hari Rabu, dan terakhir hari Kamis dan Jumat di Kantor Imigrasi Belawan.

Asisten Pengaduan dan Verifikasi Ombudsman Sumatera Utara Dito Depari mengatakan, jika gerai atau posko pengaduan yang diselenggarakan Ombudsman Sumatera Utara, adalah kegiatan menjemput bola terkait dengan pengaduan terhadap layanan yang diselenggarakan di Wilayah Belawan khususnya.

Dito berharap, Ombudsman semakin dekat dan dikenal oleh masyarakat dan juga bisa berkolaborasi bersama instansi-instansi terkait, dan juga bisa menjadi konsultan bagi masyarakat dalam pencegahan maladministrasi dalam pelayanan publik, ujarnya.(mag-1/han)

Kantor Pos Medan Labuhan Salurkan Beras kpada 7.213 KPM

BANTUAN: Kantor Pos Indonesia Medan Labuhan kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras medium 10 kg yang disalurkan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).

MEDAN LABUHAN, SUMUTPOS.CO-Kantor Pos Indonesia Medan Labuhan kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras medium 10 kg yang disalurkan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Bantuan pangan ini merupakan bantuan tahap 2 dengan jumlah sebanyak 7.213 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang dilakukan di Kantor Pos Medan Labuhan Jalan K.L Yos Sudarso, KelurahanPekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu, (11/11/2023).

Penyaluran bantuan pangan tahap 2 ini, mulai dilaksanakan sejak Kamis (9/11/2023) untuk masyarakat di 6 Kelurahan yang ada di Kecamatan Medan Labuhan

Pada hari pertama pembagian bantuan untuk Kelurahan Besar, Kelurahan Nelayan Indah, Kelurahan Martubung, dan Kelurahan Tangkahan, dilanjutkan pada hari Jumat (10/11/2023) untuk Kelurahan Pekan Labuhan dan hari terakhir pada Sabtu (11/11/2023) untuk Kelurahan Sei Mati.

Bantuan sosial yang di berikan pemerintah ini diambil penerima di setiap Kantor Pos terdekat seperti di Jl. K.L Yos Sudarso, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan.

Bantuan dapat diambil langsung oleh warga atau diatur petugas dengan membawa KTP asli dan surat undangan.

Dalam penyaluran bansos tersebut dilakukan berjalan dengan tertib, aman dan lancar.

Pada kesempatan itu Pegawai dam Babinsa mengedukasi masyarakat calon penerima manfaat yang hadir dalam kegiatan sosial agar bantuan dapat di pergunakan untuk kebutuhan hidup sehari hari.

Arfidayani Kepala Kantor Pos Cabang (KPC) Medan Labuhan, ketika ditemui mengatakan, bantuan tahap 2 ini kami berikan sebanyak 7.213 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang dilakukan di Kantor Pos Medan Labuhan untuk tahap 2 kali ini. Ucapnya

Ia menambahkan, hari ini adalah hari terakhir pemberian beras 10 Kg, untuk masyarakat di 6 Kelurahan yang ada di Kecamatan Medan Labuhan, dan Alhamdulillah semua berjalan dengan aman tertib, ucapnya.(mag-/Han)

Kapolsek Lolowa’u Dilaporkan ke Propam, Tersangka Curas Kabur dari Tahanan Belum Ditangkap

Wawancarai : Pengacara korban, Sumangeli Mendrofa didampingi kedua pelapor saat diwawancarai di halaman Propam Polres Nisel. Sabtu, (11/11).

NISEL, SUMUTPIS.CO – Keluarga korban pencurian dengan kekerasan (Curas) dan juga korban kekerasan terhadap anak laporkan Kapolsek Lolowa’u, AKP Adolf M. Purba ke Propam Polres Nisel. Pasalnya, pelaku belum ditangkap kembali setelah kabur dari ruang tahanan Polsek.

Tersangka pencurian dan kekerasan tersebut adalah Yoramo Halawa (29), Alia Ama Fati. Pelaku terduga pencurian dengan kekerasan kepada korban Nibena Gulo bersama keponakannya SEL (9) yang diduga melarikan diri dari tahanan Polsek Lolowa’u Polres Nias Selatan pada hari Minggu,(3/9) sekira pukul 21: O0 WIB.

 

“Benar, Kapolsek Lolowa’u, AKP Adolf M. Purba sudah kami laporkan ke Propam Kepolisian Resor Nias Selatan pada hari Kamis, (5/10) sekira pukul 17:5 WIB, “, ungkap Pengacara Keluarga korban, Sumangeli Mendrofa saat diwawancarai di halaman Propam Polres Nisel didampingi pelapor (Keluarga korban). Sabtu, (11/11).

Pengacara korban, Sumangeli Mendrofa mengatakan, keluarga korban menduga Kapolsek Lolowa’u AKP Adolf M. Purba tidak profesional dalam penanganan kasus kliennya, terbukti hingga saat ini setelah melarikan diri dari tahanan tidak ada upaya dalam melakukan pencarian dan penangkapan si pelaku.

“Atas tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh Kapolsek Lolowa’u berdasarkan surat tanda terima laporan pengaduan dengan nomor: STTPL/02/X/2023/Sipropam, bahwa setiap pejabat Polri dalam etika kelembagaan wajib menjalankan tugas, wewenang dan tanggung jawab secara profesional proporsional dan prosedural sebagaimana pasal 5 ayat (1) huruf c peraturan kepolisian Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik dan Profesi komisi kode etik Polri”, ungkapnya.

Lanjut, Sumangeli Mendrofa menjelaskan, kronologis yang menimpa kliennya itu, bahwa berawal si korban pulang dari pekan setelah terjual jualannya (kapulaga), ditengah perjalanan salah seorang terduga pelaku berinisial YH melakukan pemukulan membabi-buta kepada kedua korban.

“Akibatnya kliennya itu mengalami luka berat di bagian di wajah, di bagian kepala belakang, leher dan badan. Selain itu korban berinisial SEL (9) mengalami kekerasan”, ungkapnya.

Kemudian sekira pukul 17:00 WIB, terduga pelaku berhasil diamankan oleh Kepolisian Sektor Lolowa’u. Lalu setelah diamankan maka pada malam itu terduga pelaku dibawa ke puskesmas, kemudian ditanyakan kepada si korban yang masih sadar apakah ini orangnya yang melakukan pemukulan serta pencurian kepadamu, jawab korban “benar dialah pelakunya”.

Kemudian, pada hari Minggu, (3/9) sekira pukul 21:00 Wib malam terduga pelaku tersebut telah melarikan diri tahanan Polsek Lolowa’u dan hingga sekarang masih belum ditangkap.

Ironisnya lagi, kami melihat diberbagai pemberitaan bahwa Humas Polres Nias Selatan menyampaikan bahwasanya terduga pelaku tidak ditahan.

“Informasi itu menyesatkan, saya selaku pengacara korban sangat meyakinkan dibuktikan dokumentasi yang kami miliki ditambah lagi orang tua korban SEL melihat langsung si pelaku pada saat di tahan di Polsek Lolowa’u”, tandasnya.

Selain itu, kami juga selalu menunggu kebaikan-kebaikan dari pihak Polres Nisel khususnya Polsek Lolowa’u untuk melakukan penangkapan kepada terduga pelaku, namun kami tunggu kurang lebih sebulan. selanjutnya kami mendesak pihak Polsek Lolowa’u untuk meminta SPDP, dan SP2HP.

Kemudian pada tanggal 25 September 2023 oleh pihak Polsek Lolowa’u memberikan ke kami tiga surat yakni surat pemberitahuan penetapan tersangka, surat pemberitahuan dimulainya penyidikan, dan SP2HP.

“Namun dari situ kami sangat meragukan, mengapa terduga pelaku tersebut baru ditetapkan tersangka? Sementara harusnya itu tanggal 2 September 2023 kemarin statusnya sebagai tersangka. Apalagi dia sudah melarikan diri kemudian baru dikeluarkan statusnya sebagai tersangka?”, kata Sumangeli Mendrofa.

Kami berharap kepada Kapolri, Propam Polri, Kapoldasu, dan Kapolres Nisel supaya diberikan tindakan tegas kepada Kapolsek dan jajarannya.

“Kepada Kapolri, Kapoldasu, dan Kapolres Nias Selatan supaya diberikan tindakan tegas kepada Kapolsek Lolowa’u maupun jajarannya”, harapnya.

Sumangeli Mendrofa menambahkan, bahwasanya mereka tidak yakin pelaku tersebut hanya sendirian, kami menduga bahwa masih ada pelaku yang lain (lebih dari pelakunya).

Kami juga mengharapkan kepada pihak Polres Nias Selatan agar penanganan kasus ini di ambil alih.

Terpisah pada saat dikonfirmasi melalui chat WhatsApp Minggu, (12/11) kepada Kapolsek Lolowa’u, AKP Adolf M. Purba saat di minta tanggapan terkait keluarga korban Nibena Gulo melaporkannya ke Propam Polres Nisel.

“Kita lihat nanti aja bos. Semoga yang terbaik kedepannya”, ujarnya.

Untuk diketahui publik, status daftar pencarian orang (DPO) tersangka atas Yoramo Halawa Alias Ama Fati dikeluarkan pada tanggal 02 September 2023 yang ditandatangani Kapolsek Lolowa’u, AKP Adolf M. Purba.(mag)

Siswa MAN 1 Deliserdang Antusias Ikuti Pelatihan Jurnalistik

SAMBUTAN: Kepala MAN 1 Deliserdang dan Forwamik memberikan sambutan pada pelatihan jurnalistik siswa, Sabtu (11/11)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 30 orang siswa Madradah Aliyah Negeri ( MAN) 1 Deliserdang, antusias mengikuti pelatihan jurnalistik yang dilaksanakan Forum Wartawan Mitra Kanwil Kemenagsu (Forwamik), Sabtu (11/11).

Ketua Forwamik P Sormin didampingi Sabarudin dan Suhairi mengatakan, pelatihan tersebut merupakan salah satu program Forwamik dan sebagai wujud dari kemitraan dengan Kemenagsu, tujuannya untuk mengedukasi siswa madrasah sehingga mereka memiliki pebgetahuan dasar tentang dunia jurnalistik.

“Sebagai mitra, kita tentu saling berkontribusi sesuai bidang dan profesi masing-masing” kata Sormin.
Salah satu Kontribusi dimaksud adalah berbagi ilmu dan pengalaman dengan siswa madrasah di jajaran Kanwil Kemenag Sumut terkait dunia jurnalistik,” kata Sormin.

Dalam kesempatan tersebut, Sormin mengucapkan terimakasih dan apresiasi pada Kakanwil Kemenagsu, Ahmad dan Kabid Pendidikan Madrasah, Erwin P Dasopang atas dukungannya pada program Forwamik.

Sormin juga mengucapkan terimakasih pada Kepala MAN 1 Deliserdang, Sucipto Gito Siswanto, KTU dan WKM atas sambutannya pada tim dari Forwamik.

Sucipto mengucapkan selamat datang pada tim dari Forwamik dan minta pada siswa yang ikut pelatihan untuk fokus dan serius mengikuti pelatihan.

“Mari kita ikuti pelatihan ini untuk menambah ilmu dan memperluas wawasan kita terkait dunia jurnalistik,” tandasnya. (man/han)

Jadi Arena Kejuaraan Dunia Aquabike Jetski, DPRD Sumut Minta Pembenahan Total di Danau Toba

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting, memberikan sejumlah catatan terkait terpilihnya Danau Toba sebagai tuan rumah Aquabike World Championship pada tanggal 22 – 26 November 2023 mendatang.

Politisi PDI Perjuangan itu menyebutkan, citra Danau Toba sebagai destinasi wisata super prioritas harus dibarengi dengan pembenahan yang serius dari berbagai pihak. Pasalnya, kejuaraan dunia tersebut akan menjadi tontonan dunia.

“Tidak hanya masyarakat domestik, tapi nantinya Danau Toba jhva akan menjadi pusat perhatian dari mancanegara,” ucap Baskami, Minggu (12/11/2023).

Menurut Baskami, ada banyak fasilitas yang harus dibenahi dam ditingkatkan di Danau Toba agar dapat menunjang Danau Toba sebagai destinasi wisata super prioritas.

“Misalnya dari sisi akses, akomodasi, kesiapan fasilitas, ketersediaan utilitas, jarungan telekomunikasi, air bersih, pelibatan UMKM, penanganan keamanan, lalu lintas, sampah dan banyak lagi. Ini semua harus segera dibenahi” ujarnya.

Dijelaskan Baskami, dirinya baru saja mengikuti rapat persiapan Aquabike World Championship bersama Pj Gubsu Hasanuddin, Pangdam 1/BB, Kapolda Sumut dan pemangku kepentingan lainnya pada Jumat lalu.

“Dan pada rapat itu kita sepakat agar untuk segera dilakukannya pembenahan di kawasan Danau Toba sebelum pelaksanaan Aquabike World Championship tersebut,” katanya.

Baskami juga menyoroti persoalan promosi yang belum maksima. Untuk ia ia meminta agar kegiatan promosi bisa dilakukan dengan lebih giat agar bisa mendapatkan perhatian lebih dari para wisatawan, baik dalam maupun luar negeri.

“Ini harus dilakukan agar para wisatawan berbondong-bondong datang ke Sumut. Hal itu akan menimbulkan stimulus positif bagi pertumbuhan ekonomi kita,” ungkapnya.

Danau Toba Harus Dibersihkan dari Eceng Gondok

Baskami Ginting juga meminta penyelenggara event bersama pemerintah daerah untuk melakukan pembersihan tanaman eceng gondok di Danau Toba.

“Eceng Gondok ini merusak Danau Toba, maka perlu dilakukan kerja kolektif dari berbagai pihak agar bisa membersihkan tanaman gulma ini jelang event Aquabike berlangsung,” tegasnya.

Menurut Baskami, bila dilakukan upaya pendalaman, tanaman eceng gondok dapat dijadikan produk UMKM yang memberikan pendapatan tambahan di masyarakat.

“Seperti kerajinan tangan. Kita juga tinggal melakukan pembekalan saja. Eceng gondok itu bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Eceng gondok, lanjut Baskami, juga bisa dimanfaatkan untuk bahan tambahan sebagai pupuk.

“Pemerintah harus serius akan hal ini. Juga pihak swasta harusnya membantu dan bersama masyarakat kita bersihkan Danau Toba dari Eceng Gondok ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pj Gubsu Hasanuddin, mengatakan bahwa ajang kejuaraan internasional harus mengangkat citra dan martabat Sumut di dalam dan luar negeri.

“Kita mengharapkan multiplier effect dari event ini yang mampu nantinya meningkatkan perekonomian. Saya juga berpesan, oleh karena Sumut adalah tuan rumah, sudah selayaknya Sumut harus menjadi tuan rumah, bukan menjadi tamu di daerah sendiri,” tegasnya.

Hasanuddin menuturkan, pihaknya juga mengapresiasi TNI/Polri melalui Pangdam I/BB dan Kapoldasu dalam sisi pengamanan saat event berlangsung.

“Kita juga telah berkoordinasi dengan baik dalam rangka persiapan dengan empat daerah pelaksana yaitu Pemkab Karo, Dairi, Toba dan Samosir,” tutupnya.
(map)