MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kawasan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, kini dilengkapi sistem sensor peringatan dini banjir berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi mutakhir ini dipasang langsung oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU) pada Jumat, 11 September 2026 lalu, guna mempercepat pasokan informasi kenaikan muka air ke warga sekitar.
Program bertajuk “Penerapan Sistem Sensor Banjir Berbasis Internet of Things untuk Peningkatan Ketanggapan Peringatan Dini di Tanjung Gusta” ini sengaja menyasar wilayah tersebut karena belum memiliki sistem peringatan dini otomatis.
Kawasan Tanjung Gusta memang menjadi salah satu langganan banjir di Kota Medan setiap curah hujan tinggi. Berdasarkan catatan tim dan pengurus Yayasan Al-Yahdi Medan, banjir besar yang melanda kawasan itu pada November 2025 silam sempat membuat air naik begitu cepat hingga merendam permukiman dan fasilitas umum. Bahkan, Yayasan Al-Yahdi yang terletak di Jalan Klambir V Gang Madrasah, sempat dijadikan posko evakuasi darurat bagi warga.

Kondisi inilah yang menggerakkan tim Vokasi USU untuk menciptakan alat sensor peringatan dini banjir berbasis IoT. Perangkat sensor itu kini ditempatkan di salah satu titik vital dekat Yayasan Al-Yahdi untuk mengukur perubahan ketinggian air secara berkala.
Ketua Tim Pengabdian Vokasi USU, Yudhistira Adhitya Pratama, S.Kom., M.Kom., menjelaskan, alat yang dipasang ini mengandalkan teknologi sensor ultrasonik pengukur tinggi air, mikrokontroler, serta modul nirkabel yang terkoneksi langsung ke platform cloud.
“Sistem ini bekerja nonstop 24 jam dan punya tiga tingkatan status peringatan. Begitu air ngelewati batas aman, sistem otomatis langsung mengirimkan notifikasi peringatan ke warga lewat bot Telegram,” ujar Yudhistira didampingi anggota tim Dra. Normalina Napitupulu, M.Sc., Syafrita Ridha Ginting, S.E., M.Sc., Ade Maulana, S.Kom., M.T.I., dan Zulhamsyah Fachrurrazi Nasution, S.Kom., M.MSI.
Tak cuma lewat Telegram, warga Tanjung Gusta juga bisa memantau kondisi air secara real-time melalui dashboard web via HP atau komputer. Canggihnya lagi, dashboard ini sudah diintegrasikan dengan kamera pemantau (CCTV) di lokasi, sehingga warga bisa melihat langsung kondisi ketinggian air sungai dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir.
Tak sekadar pasang alat, tim Vokasi USU juga menggelar edukasi dan sosialisasi kepada pengurus yayasan dan warga setempat. Mereka diajari cara membaca data dashboard, memahami tiga level status peringatan banjir, hingga langkah-langkah darurat yang harus diambil saat air mulai naik. Buku saku dan poster edukasi juga dibagikan sebagai panduan warga.
Ketua Yayasan Al-Yahdi Medan, Dra. Supiana, S.Pd.I., mengaku sangat bersyukur dan mengapresiasi inovasi dari kampus USU ini. Menurutnya, alat ini sangat membantu warga agar tidak lagi was-was dan menebak-nebak ketinggian air saat hujan lebat turun mengguyur Medan.
Sebagai komitmen keberlanjutan program yang mendukung program SDGs ke-11 terkait kota tangguh bencana ini, Fakultas Vokasi USU dan Yayasan Al-Yahdi Medan juga resmi meneken Implementation of Agreement (IA). Tim USU berharap, sistem sensor IoT di Tanjung Gusta ini bisa menjadi pilot project yang nantinya dicontoh dan diterapkan di titik-titik rawan banjir lainnya di Kota Medan. (rel/adz)

