Wamenpar: Lebih dari 80 Persen Lulusan Poltekpar Terserap Dunia Kerja

MEDAN, SumutPos.co– Lebih dari 80 persen lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) di bawah Kementerian Pariwisata terserap di dunia kerja. Sementara itu, sebagian lulusan lainnya memilih berwirausaha maupun bekerja di luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat menghadiri wisuda 596 lulusan Politeknik Pariwisata Medan dari jenjang Diploma III (D-III), Diploma IV (D-IV), dan Magister Terapan, Sabtu (24/10/2026). Ni Luh mengatakan, tingginya penyerapan lulusan didukung pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada praktik. Sebanyak 70 persen pembelajaran di Poltekpar merupakan praktik, sedangkan 30 persen lainnya berupa teori.

Menurutnya, masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan rata-rata sekitar tiga bulan. Dari seluruh lulusan enam Poltekpar di bawah Kementerian Pariwisata, lebih dari 2.000 hingga hampir 3.000 orang lulus setiap tahun. Sekitar 10 persen di antaranya bekerja di luar negeri, sedangkan sebagian besar terserap di dalam negeri.

“Sebagus apa pun daya tarik yang kita miliki, kalau tidak dikelola oleh SDM berkualitas, tentu hanya akan menjadi destinasi dan tidak memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat di sekitarnya,” ujar Ni Luh.

Ia menegaskan, sumber daya manusia (SDM) berkualitas menjadi kunci pengembangan pariwisata yang berdaya saing. Karena itu, lulusan Poltekpar diharapkan mampu memenuhi kebutuhan industri sekaligus mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Ni Luh juga menyebut, kurikulum Poltekpar diarahkan untuk mengikuti perkembangan industri yang semakin mengedepankan kualitas pelayanan, keberlanjutan lingkungan, serta adaptasi terhadap perubahan teknologi.

Ia berharap para lulusan tidak hanya memiliki kompetensi dan keterampilan, tetapi juga integritas, kreativitas, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan budaya setempat. “Pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam dan jumlah kunjungan. Kita juga membutuhkan tenaga profesional yang mampu memberikan pelayanan prima, mengembangkan produk wisata, dan menjaga keberlanjutan destinasi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pariwisata Medan, Nagtemin, mengatakan Sumatera Utara memiliki potensi pariwisata besar, mulai dari Danau Toba, kekayaan kuliner Medan, hingga keberagaman budaya. Potensi tersebut membutuhkan tenaga profesional yang kompeten agar dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata berkualitas dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, lulusan Jurusan Kepariwisataan dipersiapkan untuk berkontribusi dalam pengelolaan destinasi, perjalanan wisata, dan pengembangan pasar pariwisata. Sementara lulusan Jurusan Hospitaliti memiliki kompetensi di bidang perhotelan, restoran, pelayanan makanan dan minuman, tata boga, serta patiseri.

Melalui wisuda bertema Leading Tourism Excellence, Shaping North Sumatra’s Future, Poltekpar Medan menegaskan komitmennya menghasilkan SDM pariwisata yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing untuk mendukung pengembangan pariwisata Sumatera Utara secara berkelanjutan. (adz)

MEDAN, SumutPos.co– Lebih dari 80 persen lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) di bawah Kementerian Pariwisata terserap di dunia kerja. Sementara itu, sebagian lulusan lainnya memilih berwirausaha maupun bekerja di luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat menghadiri wisuda 596 lulusan Politeknik Pariwisata Medan dari jenjang Diploma III (D-III), Diploma IV (D-IV), dan Magister Terapan, Sabtu (24/10/2026). Ni Luh mengatakan, tingginya penyerapan lulusan didukung pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada praktik. Sebanyak 70 persen pembelajaran di Poltekpar merupakan praktik, sedangkan 30 persen lainnya berupa teori.

Menurutnya, masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan rata-rata sekitar tiga bulan. Dari seluruh lulusan enam Poltekpar di bawah Kementerian Pariwisata, lebih dari 2.000 hingga hampir 3.000 orang lulus setiap tahun. Sekitar 10 persen di antaranya bekerja di luar negeri, sedangkan sebagian besar terserap di dalam negeri.

“Sebagus apa pun daya tarik yang kita miliki, kalau tidak dikelola oleh SDM berkualitas, tentu hanya akan menjadi destinasi dan tidak memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat di sekitarnya,” ujar Ni Luh.

Ia menegaskan, sumber daya manusia (SDM) berkualitas menjadi kunci pengembangan pariwisata yang berdaya saing. Karena itu, lulusan Poltekpar diharapkan mampu memenuhi kebutuhan industri sekaligus mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Ni Luh juga menyebut, kurikulum Poltekpar diarahkan untuk mengikuti perkembangan industri yang semakin mengedepankan kualitas pelayanan, keberlanjutan lingkungan, serta adaptasi terhadap perubahan teknologi.

Ia berharap para lulusan tidak hanya memiliki kompetensi dan keterampilan, tetapi juga integritas, kreativitas, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan budaya setempat. “Pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam dan jumlah kunjungan. Kita juga membutuhkan tenaga profesional yang mampu memberikan pelayanan prima, mengembangkan produk wisata, dan menjaga keberlanjutan destinasi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pariwisata Medan, Nagtemin, mengatakan Sumatera Utara memiliki potensi pariwisata besar, mulai dari Danau Toba, kekayaan kuliner Medan, hingga keberagaman budaya. Potensi tersebut membutuhkan tenaga profesional yang kompeten agar dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata berkualitas dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, lulusan Jurusan Kepariwisataan dipersiapkan untuk berkontribusi dalam pengelolaan destinasi, perjalanan wisata, dan pengembangan pasar pariwisata. Sementara lulusan Jurusan Hospitaliti memiliki kompetensi di bidang perhotelan, restoran, pelayanan makanan dan minuman, tata boga, serta patiseri.

Melalui wisuda bertema Leading Tourism Excellence, Shaping North Sumatra’s Future, Poltekpar Medan menegaskan komitmennya menghasilkan SDM pariwisata yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing untuk mendukung pengembangan pariwisata Sumatera Utara secara berkelanjutan. (adz)

Artikel Terkait


Terpopuler

Artikel Terbaru