MEDAN, sumutpos.co– Dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) melalui pendampingan kepada UMKM Keripik Lapak Nikmatillah di Jalan Bunga Baldu II No. 22, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan. Kegiatan ini berfokus pada optimalisasi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), penguatan branding produk, serta peningkatan efisiensi proses produksi. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 25 September 2026.
Kegiatan PKM ini diketuai Eli Safrida, S.E., M.Si., bersama anggota tim Abdul Rahman, S.E., Ak., M.Si., Cut Nizma, S.E., M.Si., dan Dr. Deliana, S.E., Ak., M.Si. Selain dosen, kegiatan juga melibatkan lima mahasiswa, yaitu Elysa Br Silaban, Chealse Roida Olivia Sinaga, Ardi Indra Wahyu Telaumbanua, Rani Marlina Hutapea, dan Tamaro Ngale Misa Sianipar.
Program dengan judul “PKM Optimalisasi Perhitungan Harga Pokok Produksi dan Branding Produk pada UMKM Keripik Lapak Nikmatillah” ini didanai melalui DIPA Politeknik Negeri Medan.
UMKM Keripik Lapak Nikmatillah merupakan usaha yang didirikan pada tahun 2024 oleh Novita Sari dan bergerak dalam pengolahan serta penjualan keripik pisang. Produk yang dihasilkan memiliki lima varian rasa, yaitu original, cokelat, matcha, strawberry, dan tiramisu. Usaha tersebut telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal serta dibantu oleh tiga tenaga kerja yang berasal dari lingkungan keluarga.

Meskipun telah memiliki legalitas usaha dan variasi produk, UMKM tersebut masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu persoalan utama adalah belum diterapkannya perhitungan HPP secara sistematis. Penentuan harga jual masih dilakukan berdasarkan perkiraan biaya dan harga pasar, sehingga pemilik usaha belum memperoleh gambaran yang akurat mengenai total biaya produksi dan keuntungan yang diperoleh.
Selain aspek keuangan, persoalan lain terdapat pada branding produk. Kemasan dan label yang digunakan masih sederhana sehingga identitas merek belum kuat dan daya tarik produk di pasar masih perlu ditingkatkan. Dari sisi produksi, keterbatasan peralatan juga menjadi salah satu faktor yang membatasi efisiensi dan kapasitas produksi.
Menjawab permasalahan tersebut, tim PKM Polmed memberikan pelatihan dan pendampingan kepada mitra dalam menghitung HPP dengan mengidentifikasi dan mengelompokkan berbagai komponen biaya produksi, mulai dari bahan baku, tenaga kerja, hingga biaya overhead.
Tim juga mengembangkan sistem perhitungan HPP berbasis Microsoft Excel yang dirancang sederhana dan mudah digunakan oleh pelaku UMKM. Sistem tersebut diharapkan dapat membantu mitra menghitung biaya produksi secara lebih terstruktur serta menjadi dasar dalam menentukan harga jual yang lebih tepat.
Selain pendampingan HPP, kegiatan PKM juga memberikan perhatian pada aspek pemasaran melalui penguatan branding. Tim mendampingi mitra dalam pengembangan identitas merek, mulai dari evaluasi tampilan produk, pengembangan logo, penyusunan label, hingga desain kemasan yang lebih menarik dan informatif.
Upaya tersebut diarahkan agar produk Keripik Lapak Nikmatillah memiliki identitas yang lebih kuat, mudah dikenali konsumen, serta memiliki nilai tambah ketika dipasarkan. Tidak hanya memberikan pelatihan, tim PKM Polmed juga memberikan dukungan terhadap aspek produksi melalui penyediaan peralatan yang dibutuhkan UMKM.
Peralatan yang menjadi bagian dari program meliputi kompor gas dua tungku, mesin impulse sealer, wadah penyimpanan, serta wajan/kuali penggorengan berukuran besar. Tim juga memberikan pendampingan mengenai penggunaan dan pemeliharaan peralatan tersebut agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan produksi.
Dukungan peralatan tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar proses produksi dan pengemasan, sekaligus memberikan ruang bagi mitra untuk meningkatkan kapasitas produksinya.
Kegiatan PKM dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi, diskusi, pelatihan, pendampingan, praktik langsung, fasilitasi sarana produksi, serta monitoring dan evaluasi. Pendekatan ini menempatkan mitra sebagai bagian aktif dalam proses penyelesaian permasalahan usaha.
Melalui program tersebut, Polmed berupaya memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kapasitas UMKM, khususnya dalam pengelolaan biaya produksi, penentuan harga jual, pengembangan identitas produk, serta peningkatan efisiensi produksi. (adz)

